cover
Contact Name
Noor Miyono
Contact Email
noormiyono@upgris.ac.id
Phone
+6282137144335
Journal Mail Official
jmp@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingga Raya, Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
ISSN : 22523057     EISSN : 26543508     DOI : https://doi.org/10.26877
Core Subject : Education, Social,
urnal Manajemen Pendidikan (JMP). Published 3 times a year in April, August and December contains scientific papers on research and education management theory studies Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) published by Prodi Management Education PPs University PGRI Semarang. The editor receives donations of writing that have never been published in other print media. Please read these guidelines carefully. Authors who want to submit their manuscript to the editorial office of Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) should obey the writing guidelines. If the manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it will BE REJECTED by the editors before further reviewed. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format.
Articles 327 Documents
IMPLEMENTASI BUDAYA DAN MUTU AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN PRESTASI SISWA SD IT UMAR BIN KHATHAB JUWANA Sutarni, Sutarni; Kusumaningsih, Widya; Bunyamin, Bunyamin
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22511

Abstract

Peningkatan prestasi belajar siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik semata, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya sekolah dan mutu manajemen pendidikan yang diterapkan. Fenomena menunjukkan bahwa banyak sekolah dasar yang masih berfokus pada pencapaian kognitif tanpa mengintegrasikan pembentukan karakter dan budaya sekolah yang kuat. Gap ini menjadi alasan penting untuk meneliti bagaimana implementasi budaya sekolah dan mutu akademik dapat berkontribusi terhadap peningkatan prestasi siswa secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta peserta didik di SD IT Umar Bin Khathab Juwana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah dibangun melalui pembiasaan religius, kegiatan sosial, serta pelatihan kepemimpinan siswa yang konsisten dan terarah. Di sisi lain, mutu akademik diwujudkan melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, pelaksanaan pembelajaran aktif, evaluasi berkelanjutan, serta tindak lanjut pembelajaran yang konstruktif. Kombinasi antara penguatan budaya dan mutu akademik ini secara signifikan berdampak pada peningkatan prestasi siswa, baik dalam aspek akademik maupun karakter. Saran peneliti, sekolah dapat memperkuat program pembentukan karakter dengan melibatkan orang tua dan masyarakat dan perlu sistem penilaian yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang.Kata Kunci : budaya sekolah; mutu akademik; prestasi siswa; pendidikan dasar
THE ROLE OF THE SCHOOL PRINCIPAL AS AN INTERNAL LEADER STRENGTHENING INDEPENDENT CHARACTER EDUCATION Huda, Daimul; Nurkolis, Nurkolis; Miyono, Noor
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 13, No 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v13i3.21320

Abstract

Pendidikan karakter mandiri pentingnya untuk diajarkan sejak dini agar kedepannya menjadi pribadi yang berdikari. Kepala sekolah memiliki peran penting sebagai leader untuk mengsukseskan penguatan pendidikan karakter mandiri. Kepala sekolah sebagai pimpinan memiliki otonomi dalam satuan pendidikan untuk mengambil kebijakan dalam pengelolaan program. Fokus penelitian ini adalah (1) peran Kepala Sekolah sebagai Leader dalam menggerakkan dan memberikan dorongan / motivasi dalam penguatan pendidikan karakter Mandiri. (2) Peran Kepala Sekolah sebagai leader dalam memberikan bimbingan dan mengarahkan dalam penguatan pendidikan karakter Mandiri. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Penelitian ini bermaksud mengetahui Peran Kepala Sekolah Sebagai Leader Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Mandiri di MA Al Irsyad Gajah Demak. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumen. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian (1) peran kepala sekolah sebagai leader dalam menggerakan program Penguatan pendidikan karakter mandiri di MA Al Irsyad Gajah Demak meliputi a) peran kepala sekolah dalam menggerakan sumber daya anggaran; b) peran kapala sekolah dalam menggerakan komponen guru; c) peran kapala sekolah dalam menggerakan komponen siswa; d) peran kapala sekolah dalam menggerakan melalui aturan. (2) peran kepala sekolah sebagai leader dalam memberikan motivasi dalam pelaksanaan PPK Mandiri melalui motivasi. Motivasi yang diberikan adalah a) motivasi intern menguatkan hati dan menyadarkan pada diri guru dan siswa; b) motivasi ekstern. Menciptakan suasana semangat dari lingkungan Sekolah; c) Menciptakan semangat perubahan dimulai dari pembentukan karakter mandiri; d) membuat kebijakan reward dan punishment. (2) Peran kepala sekolah sebagai leader dalam bimbingan dan arahan guru dalam program penguatan pendidikan karakter mandiri di MA Al Irsyad Gajah Demak meliputi a) pembinaan mental, b) pembinaan moral, c) pembinaan fisik dan d) pembinaan teknis. Peran kepala sekolah sebagai leader dalam bimbingan dan arahan kepada siswa dalam program penguatan pendidikan karakter mandiri di MA Al-Irsyad Gajah Demak meliputi pembinaan individu, pembinaan kelompok. Saran pada penelitian ini adalah Kepala sekolah memiliki peran penting sebagai leader dalam mengawal penguatan pendidikan karakter mandiri oleh sebab itu maka kepala sekolah harus tegas sekaligus menjadi teladan dalam kemandirian bagi semua warga sekolah. Kata Kunci: Peran Kepala Sekolah Sebagai Leader, PPK Karakter Mandiri
IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU AKADEMIK SMA NEGERI 1 BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN Kusumaningsih, Rita; Nurkolis, Nurkolis; Sumarno, Sumarno
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 13, No 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v13i3.22557

Abstract

Empat fungsi manajemen utama (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian) merupakan fungsi-fungsi manajemen pokok yang akan ditekankan dalam penelitian ini terkait dengan penerapan manajemen mutu akademik di SMA Negeri 1 Bojong. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, yang meliputi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Kesimpulan dari penelitian ini juga memberikan bukti bahwa SMA Negeri 1 Bojong telah mengadopsi sistem manajemen mutu akademik seperti laporan pendidikan berbasis data dan pembelajaran berbasis teknologi. Namun, masih terdapat tantangan, seperti keterlibatan organisasi dari guru yang terbatas serta permasalahan kehadiran dan kedisiplinan dalam pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah terhadap kinerja guru dan mutu sekolah di Kabupaten Wonosobo. Penelitian yang disajikan dalam artikel ini membahas hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, dan variabel guru dalam menciptakan mutu sekolah yang optimal. Kepala sekolah dipandang sebagai katalisator perubahan, sementara budaya sekolah merupakan fondasi nilai-nilai yang mendasari pembelajaran profesional guru. Studi ini juga menunjukkan bahwa untuk meningkatkan efektivitas manajemen mutu akademik, perlu dilakukan upaya peningkatan keterlibatan guru dalam proses supervisi dan pengambilan keputusan. Saran dari penelitian ini adalah perlu adanya pelibatan guru secara langsung dalam pengambilan keputusan khususnya pembaguan tugas dan wewenang dalam organisasi, perlu peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, perlunya sistem control yang lebih ketat serta kebijakan yang lebih tegas dalam peningkatan konsistensi kehadiran dan disiplin guru di kelas, perlu pengintegrasian nilai-nilai budaya local dan kearifan local dalam pembelajaran, pengingkatan evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas supervisi pembelajaran; dan peningkatan kerjasama baik dengan perguruan tinggi dan dunia usaha.Kata Kunci: manajemen mutu; mutu akademik; implementasi
MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS INDUSTRI 4.0 PADA KONSENTRASI KEAHLIAN DESAIN DAN PRODUKSI BUSANA SMK NEGERI 1 KARANGDADAP KABUPATEN PEKALONGAN Susanto, Tri Yuliawan; Yuliejantiningsih, Yovitha; Rasiman, Rasiman
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22483

Abstract

Industri 4.0 menuntut SMK menyesuaikan diri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah merespons dengan kebijakan kurikulum berbasis industri 4.0, peningkatan fasilitas, dan kurikulum yang selaras dengan dunia kerja. SMK Negeri 1 Karangdadap telah menerapkan kurikulum ini sejak 2021 untuk meningkatkan kesiapan siswa. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan dan, evaluasi kurikulum berbasis industri 4.0 pada Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana SMK Negeri 1 Karangdadap Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai informan. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, dengan validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum dilakukan secara kolaboratif dengan industri agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Pelaksanaan kurikulum mengintegrasikan teknologi, metode pembelajaran berbasis proyek, serta kerja sama industri melalui TeFa dan magang. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan dan supervisi, dengan hasil menunjukkan peningkatan penyerapan lulusan di dunia kerja. Meski demikian, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan kesiapan guru dalam pembelajaran digital.
Stres Kerja dan Kesejahteraan Guru di Era Digital: Pengaruh terhadap Kualitas Pembelajaran Sugiyanto, Sugiyanto; Kusumaningsih, Widya; Nurkolis, Nurkolis
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan kesejahteraan guru terhadap kualitas pembelajaran di era digital pada tingkat sekolah dasar dan menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres kerja guru yang tinggi, akibat tuntutan adaptasi terhadap teknologi pendidikan, berdampak negatif terhadap kualitas pembelajaran, ditandai dengan menurunnya inovasi metode pembelajaran dan keterlibatan siswa. Sebaliknya, kesejahteraan guru yang tinggi terbukti mampu memoderasi dampak stres kerja dan membantu guru mempertahankan efektivitas pembelajaran meskipun berada dalam tekanan kerja yang intensif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesejahteraan guru sebagai faktor kunci keberhasilan transformasi pendidikan digital. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi manajemen pendidikan berbasis kesejahteraan guru, khususnya di wilayah semi-pedesaan yang sedang mengadopsi pembelajaran berbasis teknologi.Kata Kunci: stres kerja; kesejahteraan guru; kualitas pembelajaran; pendidikan digital; manajemen pendidikan
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SMPN 31 SEMARANG Pamungkas, Hawinda Dwi; Kusumaningsih, Widya; Bunyamin, Bunyamin
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22512

Abstract

Kepala sekolah memegang peran kunci dalam mengarahkan dan meningkatkan kualitas sekolah melalui fungsi manajerial, mencakup perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Penelitian kualitatif ini mengkaji peran kepala sekolah SMPN 31 Semarang dalam menerapkan strategi melalui kerja sama dan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah menjalankan fungsi manajemen dengan baik: (1) Perencanaan berupa penyusunan program strategis berbasis kebijakan sekolah; (2) Pengorganisasian dengan pembagian tugas kepada seluruh elemen sekolah; (3) Penggerakan melalui dorongan partisipasi aktif seluruh pihak; dan (4) Pengawasan dengan evaluasi program. Selain itu, kepala sekolah memberikan dukungan penuh untuk peningkatan kompetensi guru (pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian) melalui studi lanjut, pelatihan, workshop, dan diklat. Fasilitas pendukung seperti beasiswa, tunjangan, dan sarana pendidikan juga disediakan untuk memotivasi guru. Dengan demikian, kepala sekolah berperan sebagai manajer yang efektif dalam mengoptimalkan sumber daya sekolah dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan di SMPN 31 Semarang.Kata Kunci : Kepala Sekolah; Manajer; Kompetensi Guru
PERANAN FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM PEMBENTUKAN MORALITAS GENERASI MUDA Ulfana, Novita Rika; Ma'arif, Syamsul
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 13, No 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v13i3.21064

Abstract

Dalam pendidikan, terdapat suatu hal yang sangat penting yaitu filsafat. Pendidikan sendiri tidak dapat dipisahkan dari moral setiap individu. Penanaman, pengembangan, dan pembentukan akhlak yang mulia dalam diri seseorang dikenal sebagai pendidikan moral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana filsafat pendidikan berkontribusi pada pembentukan moralitas generasi muda, hubungan antara filsafat, pendidikan, dan moral. Kemudian, cara pendidikan mengubah perilaku manusia, pentingnya pendidikan dan apa yang menyebabkan generasi muda mengalami krisis moral. Metode penelitian yang digunakan adalah peninjauan literatur jurnal, yaitu pencarian literatur internasional dan nasional dengan menggunakan Google Cendekia dan Science Direct. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa diperlukan pendekatan pendidikan efektif yang berorientasi pada nilai-nilai luhur kemanusiaan untuk mengatasi krisis moral yang dihadapi generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan moral diharapkan dapat menghasilkan individu yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga bermoral dan sesuai dengan norma dan harkat kemanusiaan. Kata Kunci: filsafat, pendidikan, moral
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU Sutini, Sutini; Yuliejantiningsih, Yovitha; Rasiman, Rasiman
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 13, No 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v13i3.22624

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di TK Muslimat NU Masyithoh 19 ANNISA Jenggot. Fokus penelitian pada empat peran utama kepala sekolah: sebagai edukator, manajer, supervisor, dan inovator. Menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan pengecekan keabsahan data melalui credibility, transferability, defendability, dan confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah menjalankan keempat perannya dengan baik, dengan peran supervisor menjadi yang paling menonjol dan efektif. Sebagai edukator, kepala sekolah menerapkan sistem pembimbingan komprehensif dan memberikan keteladanan langsung. Sebagai manajer, kepala sekolah menunjukkan kemampuan analisis kebutuhan yang baik dan menerapkan manajemen berbasis data. Sebagai supervisor, kepala sekolah menerapkan supervisi terdiferensiasi sesuai kebutuhan guru. Sebagai inovator, kepala sekolah berhasil membangun iklim kondusif untuk inovasi melalui forum diskusi internal dan program komunitas belajar. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem dokumentasi inovasi, peningkatan strategi kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi, dan pengembangan sistem transfer pengetahuan antar guru.Kata kunci : peran kepala sekolah, kompetensi profesional guru, supervisi terdiferensiasi, manajemen berbasis data, inovasi pendidikan
GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF KEPALA MADRASAH DALAM PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU Tualeka, Mohammad Ali Hasan; Nurkolis, Nurkolis; Sumarno, Sumarno
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22548

Abstract

Profesionalisme guru menjadi tolak ukur sebagai upaya mengelola proses pembelajaran dalam pendidikan menjadi lebih berkualitas. Maka tujuan pendidikan dapat tercapai tidak lepas dari gaya kepemimpinan kepala madrasah secara partisipatif untuk diterapkan. Oleh karena itu penelitian ini berfokus pada gaya kepemimpinan partisipatif untuk meningkatkan profesionalisme guru. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan data, penyajian data, keabsahan data dengan kondensasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: 1) Keterlibatan; kepala madrasah menunjukan bahwa selalu mengajak para guru untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan melalui forum rapat dinas, menerima masukan guru dalam membuat keputusan, dan mendukung pengembangan profesionalime guru yang terlibat dalam kegiatan pendidikan/pelatihan. 2) Kolaborasi; kepala madrasah menunjukan sikap memfasilitasi kerjasama dalam mencapai tujuan program madrasah seperti kolaborasi pelaksanaan tim projek P5RA, mendorong anggota tim bekerjasama dengan masyarakat melalui kegiatan sosial, serta menunjukan komunikasi yang terbangun dalam melaksanakan keputusan bersama. 3) Pendelegasian; kepala madrasah menunjukan karakter penugasan dalam memberikan tanggung jawab dan wewenang di madrasah melalui kepercayaan dalam mengembangkan bidangnya dalam melaksanakan tugas pembiasaan di madrasah dan selalu memberikan kesempatan guru saat pengarahan tim pembimbing perlombaan. 4) Keterbukaan, kepala madrasah selalu membangun transparansi program dengan mengembangkan guru sebagai tim PKKM, memfasilitasi komunikasi terbuka antar warga madrasah ketika melaksanakan kegiatan dari suatu keputusan bersama, dan mendorong keterbukaan anggota dalam berbagi ide saat mengonsep kegiatan berjalan dalam Madrasah. Simpulan penelitian ini terdapat gaya kepemimpinan partisipatif yang dilaksanakan di MTs N 2 Kendal. Penulis menyarankan agar kepala madrasah dapat memperbaharui gaya kepemimpinan partisipatif, sehingga mampu meningkatkan profesionalisme guru agar lebih berkualitas.
PENGELOLAAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN (BOP) DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Utami, Rina Kurnia; Yuliejantiningsih, Yovitha; Rasiman, Rasiman
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan perencanaan dan pelaksanaan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di TK Negeri Pembina Kecamatan Kajen. Fokus penelitian mencakup bagaimana perencanaan dan pelaksanaan dana BOP dikelola secara efektif untuk mendukung keberlangsungan operasional sekolah dan peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, bendahara, guru, dan komite sekolah, serta observasi langsung terhadap pelaksanaan dana BOP. Selain itu, dokumentasi terkait perencanaan dan realisasi anggaran juga dianalisis untuk memastikan validitas data. Keabsahan data diuji dengan credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BOP di TK Negeri Pembina Kecamatan Kajen telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang baik dengan melibatkan berbagai pihak dalam prosesnya. Dalam tahap perencanaan, penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilakukan berdasarkan kebutuhan sekolah dengan memanfaatkan aplikasi ARKAS untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan keuangan. Pelaksanaan BOP dijalankan oleh tim belanja yang bertanggung jawab memastikan bahwa penggunaan dana sesuai dengan RKAS yang telah disusun. Pengadaan barang dan jasa dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, serta pencatatan keuangan dilakukan secara sistematis guna menjaga akuntabilitas dalam penggunaan dana. Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam pengelolaan perencanaan dan pelaksanaan BOP. Salah satu kendala utama adalah keterlambatan pencairan dana yang dapat menghambat pelaksanaan program sekolah, terutama dalam pemenuhan kebutuhan mendesak seperti alat pembelajaran dan biaya operasional lainnya. Selain itu, keterbatasan transparansi kepada wali murid menjadi tantangan yang perlu diperbaiki agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana BOP semakin meningkat.Kata Kunci: Pengelolaan BOP, Perencanaan Dana BOP, Pelaksanaan Dana BOP, Manajemen Keuangan Sekolah, Mutu Pendidikan