cover
Contact Name
Noor Miyono
Contact Email
noormiyono@upgris.ac.id
Phone
+6282137144335
Journal Mail Official
jmp@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingga Raya, Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
ISSN : 22523057     EISSN : 26543508     DOI : https://doi.org/10.26877
Core Subject : Education, Social,
urnal Manajemen Pendidikan (JMP). Published 3 times a year in April, August and December contains scientific papers on research and education management theory studies Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) published by Prodi Management Education PPs University PGRI Semarang. The editor receives donations of writing that have never been published in other print media. Please read these guidelines carefully. Authors who want to submit their manuscript to the editorial office of Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) should obey the writing guidelines. If the manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it will BE REJECTED by the editors before further reviewed. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format.
Articles 327 Documents
PENGARUH KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SMP NEGERI DI SUB RAYON 02 PECANGAAN KABUPATEN JEPARA Sri Rahayuningsih; Yovitha Yuliejantiningsih; Ghufron Adbdullah
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 5, No 3 (2016): DESEMBER
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v5i3.1983

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja guru, (2) untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja guru, (3) untuk mengetahui pengaruh  kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja guru.Populasi penelitian adalah guru SMP Negeri di Sub Rayon 02 Pecangan Kabupaten Jepara dengan sampel senbanyak 81 guru. Analisis data  deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji persyaratan analisis dan uji hipotesis yang meliputi analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi ganda menggunakan SPSS.Hasil uji hipotesis menunjukkan: (1) terdapat pengaruh positif kompensasi terhadap kepuasan kerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 55,501 + 0,585X1, dengan korelasi sebesar 0,834 dengan nilai R square 0,695 atau 69,5%, (2) terdapat pengaruh positif lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 56,157 + 0,585 X2, dengan korelasi sebesar 0,740 dengan R square 0,547 atau 54,7%, (3) terdapat pengaruh positif kompensasi dan lingkungan kerja secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 39,414 + 0,427 X1 + 0,299 X2, dengan korelasi sebesar 0,887 dengan nilai R square  0,788 atau 78,8%. Untuk meningkatkan kepuasan kerja guru maka diperlukan peningkatan kompensasi sebagi apresiasi terhadap kinerja guru. Selain itu lingkungan kerja perlu ditingkat untuk meningkatkan kepuasan guru yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan  
IMPLEMENTASI BUDAYA MUTU DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) AL ISLAM KABUPATEN KUDUS Khotibul Umam; Sudharto Sudharto; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v6i2.1999

Abstract

Budaya mutu  bukanlah sesuatu yang bersifat instan dan terjadi begitu saja, tetapi melalui proses perjuangan yang relatif panjang dengan berbagai tantangan dan bahkan resistensi yang dihadapiFokus penelitian ini adalah: (1) bagaimamana implementasi budaya mutu (2) bagaimana evaluasi budaya mutu ; dan (3) bagaimana kendala budaya mutu di SDIT Al Islam Kudus. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah:(1) mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan budaya  mutu; (2) mendeskripsikan dan menganalisis evaluasi budaya  mutu; dan (3) mendeskripsikan dan menganalisis kendala budaya mutu.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Prosedur pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah:  (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) sajian data, dan (4) penarikan simpulan.Hasil penelitian ini meliputi: (1) implementasi budaya mutu yang mencakupi pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan; (2) faktor pendukung dan penghambat implementasi budaya mutu; dan (3) dampak implementasi budaya mutu yang mencakupi terciptanya pembelajaran yang menyenangkan; terciptanya kondisi belajar yang menarik dan menambah semangat belajar; meningkatnya nilai-nilai karakter; dan meningkatnya prestasi belajar.Simpulan penelitian ini adalah implementasi budaya mutu memiliki dampak positif untuk meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, disarankan: (1) budaya mutu perlu diimplementasikan dalam setiap lingkungan sekolah; (2) implementasinya perlu memperhatikan faktor pendukung dan penghambat; dan (3) bagi pihak terkait hendaknya memberikan dukungan pada implementasi budaya mutu.
EFISIENKAH BELANJA PENDIDIKAN KABUPATEN? Sunandar Program Pascasarjana MP IKIP PGRI Semarang; Nurkolis Program Pascasarjana MP IKIP PGRI Semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 1, No 1 (2012): April
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v1i1.216

Abstract

Abstract. The focus of this research is the efficiency of education expenditure, education inputs, educataions outputs, and education outcomes on basic education. Data collection use documents as a major source, data analisys tecknique use combination of quantitative and descriptive qualitative. This reasearch located in Wonosobo District,2011. Research finding shows that for four years recently education expenditure above 20 %. For 95 % allocated to indirect expenditure as of employee salary. The inputs of basic education especially provision of schools and classrooms are exceeded the need, but the availability of good classrooms and urinoir are less than enough. Inputs of class-teacher and subject matter teacher are exceeded the need but compolsary hours of teaching low. Teacher qualification are under the standard.Outputs of education are good according to the repetition rate, drop out rate, and school completion. Outcomes of education are good according to gross participation rate, net participation rate, and score of national exam. It?óÔé¼Ôäós concluded that education efficiency has not happen yet since there is inefficiency in salary. It?óÔé¼Ôäós recomended to reorganize teachers and administrators. Abstrak: Fokus penelitian ini adalah efisiensi belanja pendidikan, input pendidikan, output pendidikan dan outcome pendidikan dasar. Teknik pengumpulan data dengan studi dokumentasi sementara, teknik analisis data secara deskriptif kuantitatif-kualitatif. Penelitian berlokasi di Kabupaten Wonosobo tahun 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir belanja pendidikan termasuk gaji telah melebihi 20 % dari APBD. Sebesar 95 % belanja pendidikan untuk belanja tidak langsung berupa gaji. Input pendidikan dasar dilihat dari jumlah sekolah dan ruang kelas terdapat kelebihan. Tetapi dilihat dari jumlah ruang kelas yang layak pakai dan jumlah WC masih ada kekurangan. Input tenaga kependidikan baik guru kelas dan guru mata pelajaran juga mengalami kelebihan, namun beban mengajar dan kualifikasi akademik pendidik masih banyak yang belum memenuhi standar. Output pendidikan dasar sudah baik dilihat dari angka tinggal kelas, angka putus sekolah, dan angka ketidaklulusan. Outcome pendidikan dasar juga sudah baik dilihat dari APK, APM, dan Nilai UN yang ketiganya menunjukkan kecenderungan meningkat.?é?á Dapat disimpulkan bahwa belanja pendidikan tidak efisiensi. Dengan demikian direkomendasikan untuk melakukan penataan?é?á ulang pendidik dan tenaga kependidikan. Keywords: efficiency of education expenditure, education inputs, outputs, outcomes. ?é?á
PENTINGKAH PERAN MANAJEMEN BAGI PENINGKATAN KUALITAS SEKOLAH ? Nurkolis PPs Universitas Negeri Jakarta
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 1, No 3 (2012): Desember
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v1i3.385

Abstract

Abstract.Is management important to improve school quality? This research to find out differences of school quality that implementing: (a) SBM model camparing to Non SBM, (b) SBM on public comparing to private schools, and (c) interaction between magagement model and school status to schools quality. Research located in Semarang City-Central Java with sample of 60 schools, use expost facto methode with statistical analysis of Anova. Research result shows there ware different school quality that implementing: (a) SBM model comparing to Non SBM, and (b) SBM on public schools comparing to private, (c) otherwise there was no interaction between SBM and school status.Abstrak. Pentingkah peran manajemen bagi peningkatan kualitas sekolah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas sekolah yang menerapkan: (a) model MBS dibanding Non MBS, (b) MBS di sekolah negeri dibanding swasta, dan (c) interaksi antara model manajemen dan status sekolah terhadap kualitas sekolah. Lokasi penelitian di Kota Semarang-Jawa Tengah dengan sampel 60 sekolah, metode penelitian ekspostfakto dengan teknik analisis statistik Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kualitas: (a) antara sekolah yang menerapkan model MBS dibanding Non MBS, dan (b) MBS pada sekolah negeri dibanding swasta, (c)namun tidak ada interaksi antara model manajemen dan status sekolah terhadap kualitas sekolah.Kata-kata Kunci: manajemen berbasis sekolah, status sekolah, kualitas sekolah
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG Ulfah Husnul K; Yovitha Yuliejantiningsih; Rasiman Rasiman
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 5, No 1 (2016): APRIL
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v5i1.1920

Abstract

Tujuan penelitian yaitu: (1) mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai, (2) mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai, (3) mengetahui pengaruh lingkungan kinerja terhadap kinerja pegawai, (4) mengetahui pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, dan lingkungan kerja secara bersama – sama terhadap kinerja pegawai.Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai kantor Dinas Pendidikan kota Semarang berjumlah 120 orang, dan sampel yang dipilih menggunakan teknik random sampling sebanyak 89 orang. Analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, analisis korelasi produk moment dan analisis regresi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata–rata kinerja pegawai adalah 122,25 termasuk kategori sedang; rata–rata skor kecerdasan emosional 118,08 termasuk kategori tinggi; rata–rata skor motivasi kerja 115,97 termasuk kategori sedang; dan rata–rata skor lingkungan kerja 114,03 termasuk kategori sedang.Hasil uji hipotesis menynjukkan bahwa: (1) kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 50,2%. (2) motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 70,1%. (3) lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 78,2%. (4) kecerdasan emosional, motivasi kerja, dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan secara bersama – sama terhadap kinerja pegawai dengan nilai F sebesar 32,927 dengan kontribusi sebesar 70,1%. Dan dapat disinpulkan pula, dari ketiga variabel independen tersebut yang pengaruhnya paling signifikan adalah lingkungan kerja.Berdasarkan temuan penelitian, disarankan : (1) untuk meningkatkan kinerja pegawai perlu diadakan kegiatan – kegiatan pelatihan, (2) adanya reward bagi pegawai yang berprestasi, (3) dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. 
PENGARUH PENGETAHUAN MANAJEMEN BARBASIS SEKOLAH DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH TSANAWIYAH KABUPATEN PATI Ali Su'udi; Nurkolis Nurkolis; Akmal Akmal
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 5, No 3 (2016): DESEMBER
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v5i3.1937

Abstract

The purposes of this research are: (1) to determine the influence of school-based management knowledge to the school leadership; (2) to determine the influence of emotional intelligence on school leadership; (3) to determine the influence of school-based knowledge management and emotional intelligence on school leadership. The populations in this research are all heads of private Religion Junior High School (MTs)  in KKMTs Margoyoso and Gembong Pati totaling 90 people, with a sample of 47 people by using simple random sampling technique. The data collection method used is a questionnaire. Analysis of the data uses descriptive analysis, test requirements and hypotheses test include simple linear regression analysis to determine the influence of knowledge-based management school to school leadership, and multiple regression analysis to determine the influence of knowledge of school-based management and emotional intelligence together against school leadership. Analyzing data used SPSS for Window Release 16.From the results of this research are that the average acquisition of school-based management knowledge score 113.61 including high category, the average acquisition emotional intelligence score was 106.31 including enough categories, and the average acquisition score 103,17 including school leadership category quite well. The test results of the research data obtained prerequisite normal distribution of data, homogeneous, linear, and not multicolinier. Hypothesis tests found: (1) There is a positive influence on the school-based management knowledge of school leadership that is expressed by the equation Ŷ=30,003+ 0,644X1; the strength of correlation of 0,780 with a contribution of 0,608 or 60,8%. (2) There is a positive influence of emotional intelligence on school leadership expressed by the equation Ŷ = 34.276+0,648X2; the strength of correlation of 0.957 with a contribution of 0.916 or 91.6%. (3) There is a positive influence of school-based knowledge management and emotional intelligence together against the leadership of the principal expressed by the equation Ŷ = 22.067+ 0, 310X1 + 0, 432X2; the strength of correlation of  0,864 with a contribution of 0,747 or 74,7%.
MANAJEMEN KURIKULUM SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU INSAN MULIA KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Rita Haryaningrum; Muhdi Muhdi; Retnaningdyastuti Retnaningdyastuti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v6i2.1994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kurikulum SDIT Insan Mulia Kajen yang terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, jenisnya studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi ketiga teknik, serta triangulasi sumber data. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, kegiatan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: (1) SDIT Insan Mulia Kajen melakukan perencanaan kurikulum secara intensif dan mendalam oleh yayasan, Kepala Sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan masukan dari orang tua murid, yang dijiwai oleh visi, misi sekolah sehingga menjadi kurikulum plus, yaitu kurikulum nasional ditambah kurikulum Sekolah Islam Terpadu. Kurikulum disusun dalam kegiatan pembelajaran, pengembangan diri, dan pembiasaan serta program unggulan sekolah yang dilaksanakan dengan sistem fullday school. (2) Pelaksanaan kurikulum berjalan efektif sesuai dengan perencanaan dilakukan oleh Kepala Sekolah, guru kelas dan wali kelas sebagai ujung tombak pelaksana bekerja sama dengan orang tua dan masyarakat untuk memperluas sumber belajar, melalui pengorganisasian, kepemimpinan, budaya sekolah, dan penghargaan sebagai imbalan. (3) Evaluasi kurikulum dilaksanakan dengan baik oleh Yayasan, Kepala Sekolah, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, berdasarkan monitoring dan supervisi kinerja. Evaluasi dilakukan terhadap hasil dan proses untuk mengetahui keefektifan program dan pencapaian tujuan sebagai upaya tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan. 
KINERJA GURU YANG TELAH LULUS SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN Soebagyo Brotosedjati Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v1i2.297

Abstract

Abstract: The Performance of Teachers Who Have Passed the Teacher?óÔé¼Ôäós Certification in Functional. This study aims to obtain and examine the existence of differences in teacher performance after obtaining a certificate of educators in Central Java. The method of this study combines the quantitative and qualitative research methods with a model of naturalistic and phenomenological approach. Data obtained from 1.540 respondents from 20 different schools range from TK/RA (kindergartens) to public or private SMA/SMK (high schools or vocational high schools). Conclusion (1) Certification has been improving the welfare, dignity, discipline and pedagogical competence of the teachers, (2) Certification through PLPG have a higher capacity than through the PSPL and PSPF, and (3) there is a significant relationship between the high age and educational level with the proportion of certification completion. ?é?á Abstrak: Kinerja Guru yang Telah Lulus Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan menguji ada tidaknya perbedaan kinerja guru setelah memperoleh sertifikat pendidik di Jawa Tengah. Metode Penelitian ini menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kwalitatif dengan model naturalistik dan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh dari 1.540 responden berasal dari 20 jenis sekolah TK/RA sampai SMA/SMK Negeri maupun swasta. Simpulan (1) Sertifikasi telah meningkatkan kesejahteraan, martabat, kedisiplinan dan kompetensi pedagogis, (2) Sertifikasi melalui PLPG mempunyai kemampuan lebih tinggi dibanding dengan melalui PSPL dan PSPF, dan (3) ada hubungan yang signifikan antara Strata Pendidikan dan usia yang tinggi dengan proporsi kelulusan sertifikasi. ?é?á Keywords: performance, teacher, certification.
KOMITMEN MENJADI KEPALA SEKOLAH BERKUALITAS MELALUI OTORITAS PROFESIONAL DAN MORAL Noor Miyono PPs IKIP PGRI Semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v2i1.408

Abstract

Abstract. The results of research on school leadership elementary and secondary schools show that school principals showed good characteristics such as having a clear vision, strong leadership and have high expectations for student achievement and teacher performance.Good school management can not be avoided will be found that the principal?é?á aggressive, dynamic and professionally cautious in providing educational programs that are considered important. There is no / very rare good school with a bad principal, or school with the principal ugly either.Indicators that describe the characteristics of an effective school is a school management and democratic decision-making, instructional leadership, the maximum learning time, collaborative planning and the pattern of collegial relationships among teachers.Abstrak.Hasil-hasil penelitian tentang kepemimpinan sekolah dasar dan sekolah menengah menunjukkan bahwa kepala sekolah yang baik menunjukkan ciri-ciri antara lain memiliki visi yang jelas, kepemimpinan yang kuat dan memiliki harapan yang tinggi terhadap prestasi siswa dan kinerja guru.Manajemen sekolahyang bagus tidak dapat dihindari akan dijumpai kepala sekolah yang agresif, dinamis dan secara profesional berhati-hati dalam menyediakan program-program pendidikan yang dianggap penting. Tidak ada/sangat jarang dijumpai sekolah baikdengan kepala sekolah jelek, atau sekolah jelek dengan kepala sekolah baik.Indikator yang menggambarkan ciri sekolah yang efektif adalah manajemen sekolah dan pengambilan keputusan secara demokratis, kepemimpinan instruksional, waktu belajar maksimal, perencanaan kolaboratif dan adanya pola hubungan kolegial di antara para guru.Kata kunci: kepala sekolah, profesional
STRATEGI PEMBINAAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU BUAH HATI PEMALANG Rhisty Frida Utami; Soegito Soegito; Muhdi Muhdi
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v5i2.1932

Abstract

The focus of this research is how the implementation of the Strategic Plan for Character Development in Students Primary Islam School (SDIT) Buah Hati Pemalang based plan strategy through planning, organizing, implementation and evaluation of character building program. The approach used in this research is descriptive qualitative. This research was conducted in SDIT Buah Hati Pemalang. Source of data derived from the principal, classroom teachers, subject teachers, school committee, Tsamrotul Fuad Foundation, students, and parents.The results showed the program in SDIT Buah Hati Pemalang in character building of students based on the Quran and hadith outlined in the flagship program of the Islamic and 10 competencies Muslim personality of children that have Aqidah clean, worship properly, have good morals, to have independence, broad-minded, has a strong physical, spirited opportunities, regular in all matters, to appreciate the time, beneficial for others. SDIT Buah Hati Pemalang has had a strategic plan in the program character building of students by implementing a strategy of SBM include the bases of school management based on the principle promote transparency and accountability, for enhancing the character of students is done in an open, transparent, systematic, consistent, and sustainable decision-making according to ability, the condition of the school.Based on the findings above, it is recommended that school principals supported the teachers there are synergistic cooperation to related institutions/ organizations in order to expedite and facilitate the performance especially in the procurement of character building program. Suggested classroom teachers, subject teachers and classroom teachers collaborate and work together in providing educational services to students in the form of learning and mentoring students in learning.

Page 9 of 33 | Total Record : 327