cover
Contact Name
Ibnu Fatkhu Royana
Contact Email
ibnufatkhuroyana@upgris.ac.id
Phone
+6285600886600
Journal Mail Official
majalahlontar@upgris.ac.id
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Lontar
ISSN : 08530041     EISSN : 2654458X     DOI : -
Core Subject : Education,
- Penelitian Tindakan Kelas - Penelitian Desain Dikdaktis - Penelitian Kualitatif - Penelitian Kuantitatif
Articles 163 Documents
Toleransi dalam Masyarakat Plural Rosalina Ginting; Kiki Aryaningrum
MAJALAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v23i4.239

Abstract

Abstrak: Pada era reformasi, kemajemukan masyarakat cenderung menjadi beban daripada modal?é?á bangsa Indonesia. Hal itu terbukti dengan munculnya berbagai persoalan yang sumbernya?é?á berbau kemajemukan, terutama bidang agama. Dalam perspektif keagamaan, semua?é?á kelompok agama belum yakin bahwa nilai dasar setiap agama adalah toleransi.Akibatnya yang muncul intoleransi dan konflik. Padahal agama bisa menjadi energi positif untuk?é?á?é?á?é?á membangun nilai toleransi guna mewujudkan negara yang adil dan sejahtera. Seharusnya pada era reformasi ini, kita menjunjung tinggi demokrasi dan toleransi. Demokrasi tanpa toleransi akan melahirkan tatanan politik yang otoritarianistik, sedangkan toleransi tanpa demokrasi akan melahirkan pseudo- toleransi, yaitu toleransi yang rentan konflik-konflik?é?á komunal.Oleh sebab itu, demokrasi dan toleransi harus saling terkait, baik dalam komunitas masyarakat politik maupun masyarakat sipil. Disamping itu nilai dasar setiap?é?á agama adalah toleransi, terutama agama Islam tidak kurang dari 300 ayat menyebut mutiara toleransi secara eksplisit. Sehubungan dengan kedua hal tersebut, dipandang penting adanya?é?á toleransi dalam kehidupan masyarakat plural yang demokratis.Permasalahannya sekarang bahwa toleransi dalam kehidupan bersama semakin?é?á?é?á lemah, dan anti toleransi serta anti pluralisme semakin menguat. Untuk itu toleransi perlu?é?á?é?á dikembangkan dalam masyarakat plural Kata-kata Kunci : Toleransi, masyarakat plural
Pengaruh Temperatur Lingkungan terhadap Ayam Broiler mei Sulistyoningsih
MAJALAH LONTAR Vol 17, No 1 April (2003): Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v17i1 April.440

Abstract

U:rggas dikenal setagai hewm honreotcrxis, ystgtorryertaur tubuhye rclalu diiaga rdatif t*ap ualanpun leriEdiflu*tumi tEmp?óÔÇÜ?¼ratur li4bnga$ di eekftamrya. Untuk menjagr agarterperstur urbtrh relatif taap pada lingbogan yaag temperslurnyaberftulirraoi tsrsebut aiperUfrn ereryi eftstra. Fenggunaan energilang dikonzumsi ol?óÔÇÜ?¼h tmak untrk aktivitas fiskrlqgis akanmenurunkan produktivitas ternak.Aktilitas ficiologis yang b?óÔÇÜ?¼rl?óÔÇÜ?¼bihsn ureng*ibatkan ternakmeognlsmi shes*. Stre$ timbul kuena pqanrh rescptor kulit yang' sampai ke eit?óÔÇÜ?¼rn syaraf pusat dan dari sistem syaraf pusat inilahtemak rnelaluksn resPon tir4lrah laku d8n respon fisiologis yrngtidat disa&ri Beperti poubahrn metlbolisme ( Isoli, 1996)'Pernxibtrhan adalsh h$il ilteraksi.anur hereditas dan linglungan,dli rnana zumbargan genetik terhadap pertumbuhaa s?óÔÇÜ?¼kitar 30 %aedmg sumbangan firrykungm sekitar 70 o/o { Soeharsons, 1976 ).Faklor lingiungao nenrberikan peluang yang besar untukpeilyemputnafll dan keserasian bagi pertembangrrya potensigenetik. Fal*or faktor y8{lg mempengaruti pertumbuhandiantaralrya heredtas, hormorL makrnrq temperatur dankelembaban udara.Ayarn yarg b?óÔÇÜ?¼rada pada teuryeratur linghngian yang ekstrim alianmernberikan respon copat berup perubabn tingkah hkr sebelumslfiirrya ildakukan respon lurrbat secara haE.Xetr-kete limnei : Temperatur, ayarn b,roiler, respofl fisiologis,respon behavior
Hegemoni Gramsci Harjito IKIP PGRI Semarang
MAJALAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v23i4.234

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas tentang hegemoni Gramsci. Hegemoni selalu berkaitan dengan sebuah ideologi. Ideologi merupakan ajaran yang menjelaskan suatu keadaan, terutama struktur kekuasaan sehingga orang menganggapnya sah. Ideologi merupakan ilusi atau kesadaran palsu yang tidak menggambarkan situasi nyata manusia sebagaimana adanya. Hegemoni merupakan kepemimpinan berdasarkan kesepakatan. Di dalam hegemoni selalu dibutuhkan negosiasi. ?é?á Kata-kata kunci: ideologi, hegemoni, negosiasi
RELEVANSI FILSAFAT ALFRED NORTH WHITEHEAD BAGI PENGEMBANGAN ILMU Supriyono Purwosaputro
MAJALAH LONTAR Vol 22, No 1 April (2008): MIL
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v22i1 April.482

Abstract

Dalam suasana hiruk-pikuknya perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, Alfred North Whitehead sebagai seorang tokoh aliran filsafat proses mengajukan alternatif dan solusi epistemologik maupun metodologik yang sifatnya unik dan memuat pandangan-pandangan baru tentang relaitas yang menjadi obyek penyelidikan berbagai ilmu pengetahuan. Landasan epistemologi (Filsafat Pengetahuan) A.N. Whitehead adalah teori tentang ?óÔé¼?ôprehension?óÔé¼?Ø yang dimaksudkan untuk mengatasi dikotomi atau pemisahan yang sepertinya tidak terjembatani amtara subyek dan obyek, tanpa meruduksikan ke salah satu. Kontribusi Whitehead di bidang ilmu pengetahuan adalah pengajuan prinsip metodis dalam penelitian yang menjadikan pengalaman sebagai sumber dan muara dalam penelitian ilmiah, dan perumusan suatu pemikiran yang bersifat umum, menyeluruh, mendasar, terbuka, serta dapat menjelaskan seluruh dimensi pangalaman manusia. Pengembangan ilmu berdasarkan pemikiran filsafat Alfred North Whitehead untuk memahami relitas realitas sebaai suatu substansi yang telah jadi dan berhenti berproses, hal ini disebabkan bahwa realitas itu hakikatnya merupakan peristiwa atau fenomena yang bersifat organis. Dalam kaitannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan, Whitehead telah mengingatkan agar menghindar dari kesalahan yang berupa ?óÔé¼?£pernyataan berlebihan?óÔé¼Ôäó, karena itu ilmuan harus selalu memiliki keteraturan observasional dan keteraturan konseptual. Kata-kata kunci : prehensi, organis/proses, relitas. persepsi
KAJIAN TEKNIS PENGOLAHAN LIMBAH PADAT DAN CAIR INDUSTRI TAHU Fibria Kaswinarni
MAJALAH LONTAR Vol 22, No 2 (2008)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v22i2.435

Abstract

Industri tahu saat ini sudah menjamur di Indonesia, dan rata-rata masihdilakukan dengan teknologi yang sederhana, sehingga tingkat efisiensi penggunaan airdan bahan baku masih rendah dan tingkat produksi limbahnya juga relatif tinggi.Sumber daya manusia yang terlibat pada umumnya bertaraf pendidikan yang relatifrendah, serta belum banyak yang melakukan pengolahan limbah. Kalaupun sudah adayang mempunyai unit pengolahan limbah hasilnya juga ada yang belum sepenuhnyasesuai yang diharapkan.Penelitian ini dilakukan pada tiga industri tahu, yaitu Industri Tahu TandangSemarang (Anaerob-Aerob), Sederhana Kendal (Anaerob-Aerob) dan Gagak SipatBoyolali (Anaerob). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengolahan limbahtahu yang efektif dan efisien serta dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan.Metode yang dipakai pada penelitian ini survai lapangan dan wawancara. Analisisdata yang digunakan adalah deskriptif analitik dan analisis SWOT.Hasil penelitian untuk pengolahan limbah padat pada setiap industri adalahdengan menjual ampas tahu, dibuat pakan ternak, tempe gembus, kerupuk ampas tahudan roti kering. IPAL Tandang membutuhkan luas lahan 880 m2, biaya investasisebesar ?é?? Rp.2.657.163.236, beban biaya bangunan/m3 limbah ?é?? Rp.115.528.836,biaya operasional/bulan ?é?? Rp.5.251.860, effluen memenuhi syarat (TSS : 66 mg/l,BOD5 : 24,00 mg/l , COD : 125,5 mg/l), debit : 23 m3/detik, biaya operasional/m3limbah/ hari ?é?? Rp.1.167, waktu tinggal 14 hari, pipa flaring tidak difungsikan. IPALSederhana Kendal membutuhkan luas lahan 220 m2, biaya investasi sebesar ?é??Rp.411.566.509, beban biaya bangunan/m3 limbah ?é?? Rp.11.759.043, biayaoperasional/bulan ?é?? Rp.1.000.000, effluen memenuhi syarat (TSS : 62 mg/l, BOD5 :57,60 mg/l , COD : 203,2 mg/l), debit : 35 m3/detik, biaya operasional/m3 limbah/hari?é?? Rp.834, waktu tinggal 7,5 hari, pipa flaring berfungsi. IPAL Gagak Sipat Boyolalimembutuhkan luas lahan 25 m2, biaya investasi sebesar ?é?? Rp.31.397.509, beban biayabangunan/m3 limbah ?é?? Rp.5.232.918, biaya operasional/bulan ?é?? Rp.60.000, effluentidak memenuhi syarat (TSS : 116 mg/l, BOD5 : 337,9 , COD : 759,8 mg/l), debit : 6m3/detik, biaya operasional/m3 limbah/hari ?é?? Rp.400, waktu tinggal 6 hari, biogasdimanfaatkan. Hasil analisis SWOT yaitu pada masing-masing industri tahu efisiensipemakaian air masih rendah.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pengolahan limbah yang efektif dan efisienadalah IPAL Industri Tahu Sederhana Kendal, diperlukan pengoperasian proses IPALsecara kontinyu agar hasilnya sesuai yang diharapkan dan IPAL yang sesuai untukindustri kecil tahu adalah IPAL yang biaya investasi awal dan operasionalnya murah,perawatannya mudah, proses pengolahan lengkap (anaerob-aerob), kualitas efluenmemenuhi baku mutu air limbah industri tahu, memiliki nilai ekonomis dan ramahlingkungan.Kata Kunci : Industri Tahu, Anaerob, Aerob, Biogas, Pengolahan Limbah.
KINERJA LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK DALAM KERANGKA RESOSIALISASI NAPI ANAK Wahyu Widodo
MAJALAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v24i2 Juli.464

Abstract

Dimanapun yang namanya anak, adalah sosok manusia tidak hanya merupakan harapan orangtua yang melahirkannya, tetapi juga merupakan generasi muda, yang peran sertanya sangat dharapkan dalam kelanjutan pembangunan bangsa dan Negara. Bertitik tolak dari eksistensi anak yang demikian, maka pertumbuhan dan perkembangan anak patut dijaga dan diperhatikan. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak sedikit lubang ?óÔé¼ÔÇ£ lubang yang potensial menjebak anak untuk ke dalam suasana kehidupan yang ?óÔé¼?ôsuram?óÔé¼?ô. Tidak sedikit contoh yang ditujukan terhadap hal ini. Meningkatnya frekuensi tindak pidana yang dilakukan oleh anak merupakan gambaran nyata tidak sedikit anak ?óÔé¼ÔÇ£ anak yang terjerumus ke dalam kehidupan yang suram. Terhadap anak ?óÔé¼ÔÇ£ anak yang sudah terkanjur melakukan tindak pidana ini, tidak jarang sedikitnya mengalami depresi, karena frustasi dan adanya penolakan dari masyarakat terhadap keberadaanya. Oleh karena dibutuhkan suatu upaya kompehensif untuk mengembalikan anak ?óÔé¼ÔÇ£ anak yang sudah terlanjur melakukan tindak pidana (kejahatan) ke dalam kehidupan semula. Anak yang melakukan kejahatan bukan Karen ia memiliki sifat jahat, karena keadaan anak tersebut yang tidak stabil akibat keadaan yang datang dari anak maupun lingkungan sekitar. Bagi anak yang melewati sitem peradilan pidana, ia mendapat perlakuan khusus melalui tahap pelaksanaan pidana, perhatian terhadap ini tak pernah berhenti walaupun sampai saat ini. Pada pelaksanaan pembinaan narapidana anak belum dilakukan secara terpadu oleh system peradilan pidana, penangnan pembinaan anak masih terkesan masih merupakan tanggungjawab Lembaga Pemasyarakatan saja. Dan pelaksanaan pembinaan narapidana anak pada prakteknya masih mengabaikan hak ?óÔé¼ÔÇ£ hak anak. Untuk masa yang akan datang perlu kerjasama pihak Lembaga Pemasyarakatan dengan pihak swasta, setelah anak keluar dari Lembaga Pemasyarakatan dengan bekal ketrampilan dan keahlian, pihak swasta telah menerima anak sebagai tenaga sesuai dengan keahlianya. Bertitik tolak uraian di atas dengan mengambilan Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) sebagai obyek yang pantas dan memegang peranan penting dalam melakukan resosialisasi napi anak, tulisan ini akan menguraikan dan mendeskripsikan kinerja Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) di dalam melakukan pembinaan untuk tujuan resosialisasi napi anak. Kata ?óÔé¼ÔÇ£ kata kunci : Kinerja, LPA, Resosialisasi, Napi, Anak
Perbandingan Rata-rata Keefektifan antara Kamus Elektronik dan Buku Kamus Dwi Bahasa (Indonesia - Inggris) dalam Mendukung Penguasaan Kosa Kata Bahasa Inggris Mahasiswa IKIP PGRI Semarang A.B. Prabowo K. A.; Fitri Yulianti
MAJALAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v23i4.240

Abstract

Abstrak: Indonesia yang sejak lama bermimpi untuk dapat duduk sejajar dengan negara-negara maju lain di dunia, kini semakin menggiatkan pembelajaran Bahasa Inggris.?é?á Jenjang pembelajaran Bahasa Inggris pun kini sudah dikenalkan sejak di tingkat PAUD. Kedudukan Bahasa Inggris yang menjadi bahasa asing (kini bahkan telah menjadi bahasa kedua) di Indonesia memaksa warganya untuk menguasai sebanyak mungkin kosakata supaya dapat berkomunikasi dengan lancar.?é?á Alat bantu yang digunakan untuk mendukung usaha ini adalah kamus yang kian hari kian berkembang ragamnya. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah 1) mengetahui keunggulan dan kelemahan kamus elektronik dan buku kamus?é?á dwi bahasa, 2) mengetahui prosentase perbandingan hasil belajar antara siswa yang menggunakan kamus elektronik dan buku kamus, dan 3) mengetahui jenis kamus yang lebih efektif dalam mendukung penguasaan kosa kata Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian gabungan (kualitatif dan kuantitatif) random class yang dirancang sebagai penelitian studi kasus.?é?á Subjek penelitian dalam kasus ini adalah mahasiswa semester 2 IKIP PGRI Semarang angkatan 2007-2008 yang sedang menempuh mata kuliah Lexical I berjumlah 816 mahasiswa.?é?á Kamus elektronik dwi bahasa (IndonesianInggris) dari berbagai merk dagang dan buku kamus dwi bahasa (IndonesianInggris) adalah objek dari penelitian ini. ?é?á Keunggulan kamus elektronik antara lain lebih mudah dalam penggunaan, namun kamus elektronik relatif lebih tinggi harganya dibanding jenis kamus lain.?é?á Sedangkan keunggulan buku kamus antara lain selain harganya relatif lebih rendah, di sana banyak terdapat contoh kalimat sebagai penerapan dari suatu kata sehingga memudahkan pembelajar dalam membedakan makna dan fungsi masing-masing kata.?é?á Namun kekurangannya kamus jenis ini sulit dibawa karena ketebalan dan ukurannya.?é?á Prosentase rata-rata keefektifan dari hasil tes menggunakan dua jenis kamus berbeda ini adalah 52,3 untuk kamus elektronik, dan 63,1 untuk buku kamus.?é?á Dari hasil penelitian tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa buku kamus lebih efektif.?é?á Sebagai penutup, penulis memberikan beberapa saran, yaitu pihak-pihak yang terkait dengan dunia pendidikan, khususnya yang berkenaan dengan pemelajaran Bahasa Asing supaya cermat dalam memilih kamus yang lebih efektif dipakai para pemelajar, yaitu buku kamus dwi bahasa, pilihlah yang memuat contoh kalimat lebih banyak serta berisi pengetahuan umum yang dapat menambah wawasan pemelajar, dan lakukan perawatan terhadap buku kamus yang telah dimiliki supaya dapat lama digunakan. Kata kunci: bahasa asing, buku kamus, kamus elektronik, keefektifan
Berbagai Respon Fisiologis Ayam Broiler Akibat Temperatur Lingkungan mei Sulistyoningsih
MAJALAH LONTAR Vol 18, No 1 April (2004): Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v18i1 April.441

Abstract

Ayam adalah hewan homeotermis, maka temperaturorgandalammisalnyaotak,jantruag,ususdanlain-laincenderungkJnstan. Salah tutu faktor lingkungan yang mempenganrhikeseimbanganpanasadalatrtemperatul.Ayamakanselaluberusatra*"*p"ttuli*kan temperatur tubuhnya agar relatif tetap dalartkondisi lingkungan yang bagaimanapun juga' B-ilamana temperaturlingkungan-terlalu tinggi atau terlalu rgndatr dibanding temperaturtubuh ayam, maka afrm akan mengeluarkan energi untuk usahamenstabilkan temperatur tubuh' Semakin banyak energi yangdipakai ayarn untuk hal ltu, maka ini akan mengganggupernrmbuhan dan Produksi aYam'Kata-kata kunci : Broiler, temperatur, respon fisiologis
Penerapan Nilai-nilai Pancasila dalam Pembangunan Masyarakat Desa Agus Siswanto; Kiswoyo .
MAJALAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v23i4.235

Abstract

Abstraks: Nilai-nilai Pancasila seperti nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Desa Cempereng Kecamatan Tulis Kabupaten Batang.?é?á Hal ini dapat terlihat dalam melaksanakan pembangunan desa selalu berdasarkan nilai-nilai Pancasila, contohnya dalam pembangunan masjid, jalan desa, menggunakan nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, toleransi, musyawarah dan menjunjung tinggi nilai keadilan.?é?á Bahwa besarnya penerapan nilai-nilai Pancasila tersebut adalah 91,5%, yang interprestasinya adalah sempurna.?é?á Artinya seluruh nilai-nilai diterapkan dan menolak nilai yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.?é?á Ada beberapa hambatan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di Desa Cempereng Kecamatan Tulis Kabupaten Batang antara lain adanya siaran Televisi Swasta yang menayangkan film-film keras, yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila, sikap individualitas, dan adanya kepentingan politik. ?é?á Kata-kata kunci: nilai-nilai, Pancasila, Pembangunan, Masyarakat desa
Toleransi dalam Masyarakat Plural Rosalina Ginting; Kiki Aryaningrum
MAJALAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v23i4.665

Abstract

Abstrak: Pada era reformasi, kemajuan masyarakat cenderung menjadi beban daripada modal bangsa Indonesia. Hal itu terbukti dengan munculnya berbagai persoalan yang sumbernya berbau kemajemukan, terutama dalam bidang agama. Dalam perspektif keagamaan semua kelompok agama belum yakin bahwa nilai dasar setiap agama adalah toleransi. Akibatnya yang muncul intoleransi dan konflik. Padahal agama bisa menjadi energi positif membangun nilai toleransi guna mewujudkan negara yang adil dan sejahtera. Seharusnya pada era reformasi ini, kita menjunjung tinggi demokrasi dan toleransi. Demokrasi tanpa toleransi akan melahirkan tatanan politik yang otoritaristik, sedangkan toleransi tanpa demokrasi akan melahirkan pseudo- toleransi, yaitu toleransi yang rentan konflik-konflik komunal. Oleh sebab itu toleransi dan demokrasi harus saling terkait, baik dalam komunitas masyrakat politik maupun masyarakat sipil. Disamping itu nilai dasar setiap agama adalah toleransi, terutama agama islam tidak kurang dari 300 ayat menyebutkan mutiara toleransi secara eksplisit. Sehubungan dengan kedua hal tersebut, dipandang penting adanya toleransi dalam kehidupan masyarakat plural yang demokratis. Permaslahannya sekarang bahwa toleransi dalam kehidupan bersama semakin lemah, dan anti toleransi serta anti pluralism semakin menguat. Untuk itu toleransi perlu dikembangkan dalam masyarakat plural. Kata-kata kunci : Toleransi, masyarakat plural

Page 6 of 17 | Total Record : 163


Filter by Year

2002 2024