cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI WADAH MENGEKSPRESIKAN IDE KREATIF OLEH MAHASISWA INTROVERT Nur Hafidah
FKIP e-PROCEEDING 2021: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA DI ERA BERKELIMPAHAN
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Setiap anak mempunyai keistimewaan pemikiran. Semangat mencapai tujuan diwujudkan dari rencana. Upaya membangun branding dalam interpersonalitas harus mengenali diri sendiri, mengontrol diri sendiri, dan konsisten terhadap diri sendiri. Jenis kepribadian karakter manusia tidak menjadi penghalang. Mengasah keempat jenis keterampilan berbahasa melalui menyimak, membaca, menulis dan berbicara. Tipe memilih keterampilan bahasa pada jenis kepribadian karakter setiap anak mempunyai perbedaan. Lingkungan sosial berpengaruh besar terhadap prioritas pemikiran anak dalam mengeksplorasi ide kreatif. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Pengembangan Keterampilan Bahasa Indonesia Sebagai Wadah Mengekspresikan Ide Kreatif oleh Mahasiswa Introvert? sedangkan tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengembangkan keterampilan bahasa Indonesia sebagai wadah mengekspresikan ide kreatif oleh mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R & D, model penelitian versi Baker dan Shutz. Penelitian relevan dengan skripsi peneliti yang adanya keterkaitan dari penelitian Maria Eny Kurniati 2016 dengan skripsi tentang ”Pengembangan Media Dan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Dengan Microsoft Powerpoint Untuk Siswa Kelas VIII Semester 2 SMP Marganingsih Muntilan”. Persamaan masing penelitianini sama-sama menggunakan metode R & D dan menggunakan model penelitian Baker dan Shutz. Perbedaannya terletak pada penelitian yang dilakukan peneliti yaitu artikel sedangkan penelitian yang relevan berupa skripsi. Dari hasil penelitian dan pembahasan masalah dapat disimpulkan bahwa “Pengembangan Keterampilan Bahasa Indonesia Sebagai Wadah Ide Kreatif Oleh Mahasiswa” mengekspresikan ide kreatif dengan mengaplikasikanflipbook berbasis android. Kata Kunci: Keterampilan Bahasa, Introvert, Flipbook
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH MAHASISWA PROGRAM JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL (JTD) MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Mujianto Mujianto; Zubaidi Zubaidi; Yusuf Suprapto YM
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa Prodi JTD Polinema dalam menyusun karya ilmiah melalui model PBL. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dan desain penelitian berbentuk PTK. Data penelitian berupa pelaksanaan pembelajaran peningkatan kemampuan menyusun karya ilmiah melalui model PBL, baik yang berupa data proses maupun data produk pembelajaran. Data tersebut diperoleh dengan teknik observasi, angket, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan, model PBL, inovasi pembelajaran pada era global, dapat meningkatan kemampuan menyusun karya ilmiah bagi mahasiswa Prodi JTD Polinema. Peningkatan kemampuan menyusun karya ilmiah ini dapat dilihat dari segi proses maupun produk pembelajaran. Peningkatan dari segi proses tercermin pada peningkatan kualifikasi pembelajaran dengan indikator adanya peningkatan keantusiasan dan keaktifan mahasiswa, dari pembelajaran siklus I ke pembelajaran siklus II. Peningkatan dari segi produk tercermin pada peningkatan kualitas produk karya ilmiah mulai bagian awal, isi, notasi ilmiah, dan aspek mekanis penulisan dari siklus I ke siklus II.Kata Kunci: pembelajarn berbasis masalah, kualifikasi pembelajaran, hasil belajar
INFERENSI DAN PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN ANALISIS WACANA Surana Surana
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problematika Pembelajaran Inferensi terletak pada kemiripan istilah Inferensi dengan Presuposisi dan Implikatur dalam konteks Analisis Wacana. Inferensi atau Inference secara leksikal berarti kesimpulan. Dalam bidang wacana, istilah tersebut memiliki arti sebuah proses yang harus dilakukan pembaca atau pendengar untuk memahami makna yang secara harfiah tidak terdapat didalam wacana yang diungkapkan oleh pembicara atau penulis. Pembaca harus dapat mengambil pengertian, pemahaman, atau penafsiran suatu makna tertentu dan harus sesuai dengan pemahaman penulis/pembicara. Dengan kata lain, pembaca harus mampu mengambil kesimpulan sendiri. Sedangkan Presuposisi atau praanggapan penggunaannya juga ditujukan kepada pendengar yang menurut pembicara, memiliki pengetahuan seperti yang dimiliki pembicara. Adapun Implikatur mengindikasikan implikasi dari sebuah percakapan yang dapat bermuara dan bertautan dengan Inferensi-Presuposisi. Hal yang lebih mendukung penafsiran makna yang terdapat pada unsur wacana, lebih tepatnya konteks wacana yang mendukung teks wacana. Presuposisi lebih didukung dan ditentukan oleh unsur internal dari wacana. Jadi, Unsur internal wacana menentukan dan mendukung penafsiran makna suatu wacana. Sedangkan, implikatur diartikan sebagai maksud yang tersembunyi, yang diambil dari proses penyimpulan dan penafsiran yang kebenarannya tidak mutlak. Mengingat dasar penyimpulan suatu tuturan yang memiliki banyak kemungkinan.  Kata Kunci: Inferensi, Problematika Pembelajaran, AnalisisWacana
MEDIA PEMBELAJARAN TEKS CERITA FANTASI BERBASIS KOMIK Destia Noprianti; Ariesty Fujiastuti
FKIP e-PROCEEDING 2021: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA DI ERA BERKELIMPAHAN
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran yang menarik, efektif, dan efisien membutuhkan suatu media yang menuntut seorang pendidik untuk berkreasi dalam menyusun media yang sesuai dengan tingkat kebutuhan peserta didik. Dalam hal ini salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi, salah satunya ialah media komik. Penelitian ini bertujuan untuk: mengembangkan media pembelajaran teks cerita fantasi berbasis komik. Jenis peneitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan (RnD) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek coba pada penelitian ini dilakukan oleh ahli media, ahli materi, ahli pengajaran. Teknik dan instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan lembar angket. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif-deskriptif. Hasil dari penelitian pengembangan media pembelajaran pada teks cerita fantasi berbass komik, akan divalidasi oleh ahli media, ahli materi, ahli pengajaran. Jadi media ini “sangat layak” sehingga dapat dilanjutkan pada tahap selanjutnya yaitu imkplementasi. Media ini sudah bisa diimplementasikan kepeserta didik dan kemudian bisa di evaluasi sehingga diharapkan media ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran yang menarik. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Teks Cerita Fantasi,Media Komik
KEBERADAAN SASTRA „HANYA‟ UNTUK MENDUKUNG MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 (Sebuah Telaah Materi Teks Cerita Pendek dalam Buku Bahasa Indonesia, Ekspresi Diri dan Akademik untuk Kelas XI SMA, Semester 1) Elfi Mariatul Mahmuda
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak Kurikulum 2013 diberlakukan pembelajaran bahasa Indonesia menerapkan pendekatan saintifik. Di samping itu bahasa Indonesia pun diajarkan dengan berbasis teks. Pada jenjang SMA ada tiga teks bermateri sastra dari 15 yang di ajarkan, yaitu cerita pendek, teks pantun, dan teks cerita fiksi dalam novel. Ketiga teks sastra itu dipelajari berdasarkan struktur teks dan kaidah kebahasaannya. Dengan demikian tidak ada lagi pembelajaran khusus sastra karena materi ini menjadi bagian mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ini berarti teks-teks sastra itu ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berbahasa bukan terhadap sastra. Bahasa sastra dengan nonsastra memiliki perbedaan sehingga dalam pembelajarannya pun akan memiliki strategi yang berbeda pula. Ini sebuah fenomena yang menarik karena dalam Kurikulum 2013 semua mata pelajaran menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajarannya. Dengan pendekatan kualitatif peneliti mengkaji bagaimana bahan pembelajaran sastra khususnya teks cerita pendek dijabarkan dalam buku berbasis Kurikulum 2013 diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, berjudul Bahasa Indonesia, Ekspresi Diri dan Akademik untuk SMA, Kelas XI Semester 1. Dengan menelaah materi teks sastra pada buku ini, akan diperoleh alternatif pembelajaran sastra khususnya teks cerita pendek di SMA.Kata Kunci: kurikulum 2013, pendekatan saintifik, pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks, sastra, cerpen
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING: PENEGUH PERSATUAN ATAS KEBINEKAAN INDONESIA Hidayat Widiyanto
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini situasi kebangsaan di Indonesia terusik. Hakikat Indonesia sebagai bangsa yang berbineka, yang sudah lama sebagai jati diri bangsa, banyak dibicarakan kembali. Kedewasaan masyarakat Indonesia dengan pesatnya laju teknologi informasi dan komunikasi juga diuji. Melalui media sosial, informasi yang beredar begitu mudah ditanggapi secara kontraproduktif. Di sisi lain pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) saat ini menunjukkan geliat yang semakin positif. Dalam konteks kehidupan berbangsa, pembelajaran BIPA memiliki potensi yang baik dalam membantu memperteguh persatuan Indonesia. Begitu juga, kekuatan kebinekaan yang terawat dengan baik tentu akan membantu pengembangan pembelajaran BIPA. Tujuan makalah ini adalah untuk melihat pembelajaran BIPA dalam kaitannya sebagai peneguh persatuan Indonesia yang saat ini sedang banyak dibicarakan kembali. Teori yang digunakan adalah bahasa sebagai fondasi nasionalisme. Dalam makalah ini akan dideskripsikan secara analitis kaitan antara pembelajaran BIPA dan persatuan Indonesia dalam fenomena saat ini.Kata Kunci: pembelajaran BIPA, kebinekaan, persatuan
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENJELASKAN FENOMENA IPA DI SEKITAR LINGKUNGAN Aris Singgih Budiarso; Sutarto Sutarto; Septya Rohmatillah
FKIP e-PROCEEDING Vol 5 No 1 (2020): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu berkaitan dengan upaya-upaya untuk memperoleh pemahaman secara sistematis terkait dengan alam, yang tidak hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep atau prinsip, tetapi juga proses penemuan. Ilmu merupakan rangkaian proses yang dibarengi dengan sikap ilmiah untuk mendapatkan suatu produk. Namun demikian, hingga saat ini siswa sebagai subjek pembelajaran menganggap pembelajaran IPA hanya menghafal rumus atau produk IPA semata. Padahal, siswa juga harus mampu mendeskripsikan proses dari mana produk IPA tersebut diperoleh. Oleh karena itu, IPA bukan sekadar hafalan. Fakta inilah yang menjadi landasan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam mendeskripsikan fenomena ilmiah di sekitar lingkungan Karesidenan Besuki. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menerapkan metode deskriptif, dan pengumpulan data dilakukan dengan cara pemberian tes dan angket di sekolah menengah di wilayah Besuki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mendeskripsikan fenomena IPA di sekitar lingkungan masih tergolong rendah. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan.
KETERAMPILAN PROSES SAINS TERINTEGRASI SISWA KELAS XI PADA MATERI MEDAN MAGNET Bambang Supriadi; Dinda Maulidhatul Rahma; Rif'ati Dina Handayani
FKIP e-PROCEEDING Vol 5 No 1 (2020): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran di Indonesia masih satu arah dimana pembeajaran masih banyak menerapkan pada guru sebagai pemeran utama dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan komunikasi yang terjadi sifatnya masih satu arah. Sehingga Keterampilan Proses Sains siswa masih pasif tidak ada kegiatan yang dilakukan siswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Sejak awal siswa memerlukan Keterampilan Proses Sains, karena pada dasarnya anak memiliki keingintahuan yang besar terhadap sasuatu. Anak dapat berpikir secara tingkat tinggi bila ia mempunyai cukup pengalaman secara kongkrit dan bimbingan yang memungkinkan pengembangan konsep-konsep dan menghubungkan fakta-fakta yang diperlukan. Sehingga dalam hal ini pembelajaran dengan Keterampilan Proses Sains sangat membantu siswa dalam menyelesaikan masalah karena Keterampilan Proses Sains adalah teknik atau strategi yang digunakan untuk memperoleh informasi. Adanya permasalah tersebut sangat penting adanya Keterampilan Proses Sains siswa pada saat proses kegitan pembelajaran. Keterampilan Proses Sains terbagi menjadi dua yaitu Keterampilan Proses Sains Dasar dan Keterampilan Proses Sains Terintegrasi. Indikator indicator yang akan diteliti terdiri dari tujuh indicator yaitu : mengidentifikasi variable, menggambarkan hubungan antar variable, mengumpulkan dan mengolah data, menganalisis penelitian, menyusun hipotesis, mendefinisikan variable secara operasional. Subjek penelitian : SMAN 1 Situbondo, SMAN 1 Panarukan dan SMAN 1 Kapongan. Dengan adanya penelitian ini diharpakan Keteranpilan Proses Sains siswa menjadi jembatan bagi siswa agar dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
DALAM KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) DI INDONESIA Emy Rizta Kusuma; Asri Ismail Ismail
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang sangat penting di Indonesia. Kurikulum menjadi acuan dalam kegiatan pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kurikulum dalam pembelajaran BIPA bertujuan agar tujuan dari pembelajaran BIPA dapat terwujud secara sistematis dan teratur. Akan tetapi, sampai saat ini kurikulum BIPA di Indonesia masih belum jelas. Padahal, Pusat Pembinaan dan Pelayanan Bahasa telah merumuskan kurukulum BIPA secara nasional. Adanya ketidakjelasan kurikulum tersebut tentunya menjadi masalah dalam pembelajaran BIPA. Kajian ini membahas lebih lanjut tentang karut-marut kurikulum BIPA di Indonesia dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Kajian ini bertujuan untuk meminimalisir dampak dari karut-marut kurikukulum BIPA di Indonesia yang masih belum jelas.Kata kunci : BIPA, kurikulum BIPA, pembelajaran BIPA
JEJAK PESONA PANTUN DI DUNIA (Suatu Tinjauan Diakronik-Komparatif) Fitri Nura Murti
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantun dikenal sebagai sastra lama nusantara yang khas dengan ketatnya aturan bentuk-rima yang disenandungkan. Dahulu, pantun banyak tertulis dalam manuskrip sejarah Melayu dan terdapat dalam puisi rakyat, syair, serta seloka. Pantun juga termanifestasikan dalam ungkapan tradisional seperti teka-teki, petuah, dan pemanis komunikasi. Pantun tidak lain sebuah cerminan kecerdasan sekaligus kebijaksanaan (genius local wisdom) masyarakat nusantara yang terefleksikan melalui keahlian berbahasa dan bersastra. Kecerdasan, kebijaksanaan, keteraturan, dan harmoni pada pantun telah mencuri perhatian peneliti dari berbagai negara seperti William Marsden, Victor Hugo, Renè Daille, dsb. yang secara eksplisit mengungkapkan kekaguman mereka terhadap pantun. Dengan prinsip peniruan dan terjemahan, pantun mulai dipelajari dan diaplikasikan dalam berbagai bahasa, yakni bahasa Inggris, Spanyol, Perancis, Belanda, Rusia, dan Jerman. Melalui jalan itu, pantun telah menyebar dan berkembang di beberapa negara Eropa dan Amerika. Makalah ini memaparkan perkembangan pantun dari masa ke masa dan kecenderungannya dalam berbagai bahasa ditinjau menggunakan pendekatan diakronik-komparatif dengan analisis struktur. Melalui kertas kerja ini, kebanggaan terhadap pantun ditumbuhkan kembali dengan mengetahui kelebihan dan pengaruhnya terhadap kesusastraan dunia. Dengan jalan demikian, upaya pembudayaan pantun‒sebagai karakter budaya bangsa–yang justru perlu dilakukan dalam lingkup lokal-nasional, memiliki harapan yang lebih menjanjikan. Kata Kunci: perkembangan pantun, karya di dunia