cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
REPRESENTASI TRADISI PESANTREN DAN TANTANGANNYA DI ERA GLOBAL DALAM NOVEL INDONESIA Furoidatul Husniah
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren atau pondok menurut pengertian dasarnya adalah tempat belajar para santri. Pesantren Cigaru dan Pesantren Modern merupakan gambaran pesantren yang memiliki kekhasan dalam  kehidupan para santri.  Kekhasan novel “Santri Cengkir” dan “Negeri 5 Menara” adalah adanya tradisi pesantren yang tetap dipegang teguh . Dengan metode deskriptif-kualitatif, penelitian ini berusaha mendeskripsikan beberapa hal penting yang berhubungan dengan pesantren dan tradisinya.  Oleh karena itu, sumber data dipilih dari beberapa novel yang relevan dan dipandang memadai memberikan informasi berkenaan dengan fokus penelitian ini.Beberapa novel tersebut  adalah novel “Santri Cengkir” dan novel “Negeri 5 Menara”. Hasil penelitian ini memiliki tradisi pesantren, yaitu: rihlah ilmiah; membaca kitab kuning; berbahasa Arab atau menggunakan bahasa asing; menghafal mata pelajaran; berpolitik; dan tradisi yang bersifat sosial keagamaan serta kemasyarakatan. Sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan para santri dapat menjawab masalah di era globalisasi dengan  melahirkan ulama, memasyarakatkan ajaran Islam dan menanamkan tradisi Islam. Kata Kunci: Pesantren,Tradisi Pesantren, Globalisasi         
PENGEMBANGAN RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI PADA MODEL CTL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Riswanda Himawan
FKIP e-PROCEEDING 2021: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA DI ERA BERKELIMPAHAN
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 difokuskan pada pembelajaran berbasis teks. Peserta didik dituntut untuk menghasilkan luaran berupa teks di setiap akhir pembelajaran. Dalam mencapai target luaran tersebut maka guru harus bisa memberikan motivasi kepada peserta didik dalam pembelajaran dengan merancang pembelajaran yang menarik dan mengkolaborasikan antara media pembelajaran, strategi pembelajaran dan model pembelajaran. Dalam artikel ini akan dibahas bagaimana mengembangkan RPP dengan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran pembelajaran bahasa Indonesia materi teks prosedur. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau R&D dengan langkah pengembangan menurut Sugiyono. Dari bebrapa langkah pengembangan penelitian ini dibatasi sampai dengan desain produk. Desai produk tersebut merupakan RPP dengan pendekatan CTL dalampembelajaran bahasa Indonesia, materi teks prosedur. Dalam artikel ini akan dibahas deskripsi desain produk yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan pembahasan yang berupa konseptual, konseptual didapatkan berdasarkan teori dari berbagai macam rujukan yang digunakan. Penelitian ini tidak hanya berhenti pada proeses analisis saja, namun hasil penelitian nantinya juga akan disimpulkan. Kata Kunci: Pengembangan, Model, Pembelajaran, Kontekstual, Covid-19
PARADIGMA PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI ERA GLOBAL Adi Syahputra Manurung; Agusman Agusman; Junifer Siregar
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagian terpenting di dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di era global saat ini adalah dengan mengintegrasikan pendidikan karakter. Kondisi pendidikan bahasa Indonesia di kalangan pelajar dan masyarakat Indonesia pada umumnya ditandai dengan tidak tumbuhnya sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Hal itu disebabkan karena belum ditemukannya secara baku mengenai strategi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Selain itu, masyarakat dewasa ini menunjukkan kurangnya sikap terutama sikap positif terhadap bahasa Indonesia (terutama yang bersifat individual atau kolektif), kurangnya pemahaman terhadap Bahasa Indonesia dan belum tumbuhnya kepercayaan diri terhadap bahasa Indonesia serta kurangnya minat untuk membaca dan mengapresiasi karya sastra yang secara hakikatnya dapat mengembangkan karakter. Tulisan ini akan mencoba menjelaskan tentang (a) pendidikan bahasa dan pengembangan karakter; (b) pemahaman pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (c) pembelajaran sastra Indonesia secara hakikat sebagai media pencerahan mental, dan intelektual yang menjadi bagian terpenting di dalam pendidikan karakter. Dengan demikian, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang mengintegrasikan berbagai substansi mengenai pengembangan karakter akan mampu meningkatkan eksistensi bahasa dan sastra Indonesia di ranah lokal, nasional, hingga kepada ranah global dewasa ini.Kata Kunci: Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, Pendidikan Karakter
TRANSFORMASI KOSA KATA BAHASA SANSKERTA KEDALAM BAHASA INDONESIA SEBAGAI SUMBER KEKAYAAN INDUSTRI KREATIF Asri Sundari
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bangsa yang membuka diri dalam pergaulan antar bangsa, maka bangsa Indonesia dari masa kemasa senantiasa mengadakan hubungan dengan bangsa-bangsa lain. Hubungan ini mengakibatkan adanya kontak sosial dan kontak budaya. Pertenuan antar budaya terjadi diberbagai bidang, seperti bidang teknologi, bidang hukum, bidang ekonomi, bidang bahasa dan bidang-bidang ilmu yang lain. Semua itu menunjukkan bahwa itulah sebuah hasil kontak dengan unsur budaya yang berbeda-beda. Maka terjadilah sebuah kontak bahasa. Kontak bahasa adalah pengaruh bahasa yang satu kepada yang lain,baik langsung maupun tidak langsung sehingga menimbulkan perubahan bahasa yang dimiliki oleh ekabahasawan. Kontak bahasa yang terjadi akibat kontak budaya menimbulkan adanya perubahan yakni berupa peminjaman bahasa. Hal ini terlihat pada peminjaman Bahasa Sanskerta ke dalam Bahasa Indonesia yang pada akhirnya menyatu menjadi Bahasa Indonesia, yang pada realitasnya tidak diketahui oleh pemakai bahasa Indonesia tersebut,bahwa kosakata-kosakata yang dipakai adalah berasal dari Bahasa Sanskerta. Hal ini perlu mendapatkan perhatian yang istimewa karena kosakata-kosa kata Bahasa Sanskerta tersebut mampu mendatangkan industri kreatif yang pada akhirnya menghasilkan nilai ekonomi. Realitas bentuk ini pada logo-logo periklanan atau bisnis. Nama-nama lembaga pemerintah seperti nama-nama rumah sakit, sekolah-sekolah kesehatan, apotik, lembaga pendidikan formal, yayasan-yayasan, lembaga-lembaga TNI, lembaga-lembaga ABRI, balai-balai pengobatan, sanggar-sanggar, bahkan dipakai untuk menamai nama orang. Pada kenyataannya masyarakat tidak mengerti bahwa Bahasa Sanskerta adalah bahasa peminjaman dari Bahasa India yang telah menjadi keunggulan budaya dalam bahasa dan sastra Indonesia. Kata Kunci; Bahasa Sanskerta, Kontak Bahasa, Industri Kreatif. 
EKSISTENSI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAKU DI KALANGAN REMAJA Dita Franesti
FKIP e-PROCEEDING 2021: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA DI ERA BERKELIMPAHAN
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pada masa sekarang ini pengaruh globalisasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi sangat memengaruhi kehidupan masyarakat terutama kalangan remaja. Mulai dari gaya hidup, cara berpakaian, sampai bahasa yang digunakan pun banyak yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa. Bahkan banyak remaja yang malu jika menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dan sesuai dengan aturan. Padahal, bahasa adalah identitas bangsa yang menjadi salah satu penghargaan bagi negera ini. Seharusnya sebagai generasi muda harus mampu untuk menjunjung tinggi Bahasa Indonesia sebagai bentuk pengabdian kepada negara. Penggunaan bahasa yang tidak baku sering kali kita temui di lingkungan sekitar kita, dan ironisnya hal tersebut sudah dianggap lumrah. Salah satu penyebab pudarnya penggunaan Bahasa Indonesia yang baku adalah adanya pengaruh dari bahasa luar ataumodernisasi. Hal ini memicu munculnya istilah bahasa gaul di kalangan remaja. Kemunculan bahasa gaul inilah yang menjadi penyebab tergesernya Bahasa Indonesia yang baku. Para remaja yang terbiasa menggunakan Bahasa Gaul, dalam pembicaraan formal pun mereka akan lupa untuk berbicara dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Maka, hal ini benar-benar memerlukan perhatian khusus dan tindakan nyata dari semua pihak yang peduli dengan eksistensi penggunaan Bahasa Indonesia secarabaik dan benar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara menyadarkan masyarakat Indonesia terutama para generasi penerus bangsa ini bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus kita utamakan penggunaannya. Kata Kunci: Bahasa Baku, Bahasa Gaul, Pengaruh Bahasa
IDENTITAS KEINDONESIAAN DALAM DRAMA INDONESIA TAHUN 70-AN: SEBUAH PEMBACAAN NEW HISTORICISM Lina Meilinawati Rahayu
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini ingin membuktikan bahwa identitas sebuah bangsa dapat dibaca melalui karya sastra. New Historicism berkeyakinan bahwa selalu ada kaitan antara teks dan sejarah. Pemikiran ini memberi persfektif bahwa “kenyataan sejarah” tidak lagi tunggal dan absolut, tetapi bisa bermacam-macam versi dan sudut pandang. Tulisan ini akan mendeskrispkan “identitas keindonesiaan” dalam drama Indonesia tahun 70-an. Dalam konteks demikian teks sastra Indonesia yang merefleksikan sejarah Indonesia dapat diposisikan sebagai pembacaan sejarah dari versi yang lain. Oleh karena itu, perspektif new historicism menjadi tepat digunakan untuk mendedah fenomena teks sastra yang demikian: yakni, dengan cara menyuguhkan kenyataan-kenyataan di luar teks sejarah yang mainstream. Pendekatan new historicism tidak memisahkan karya sastra dengan pengarangnya, juga tidak memisahkan karya sastra itu dengan konteks zamannya. Teks yang dijadikan objek penelitian adalah Ben Go Tun (1977) karya Saini K.M. dan Topeng (1972) Karya Ikranagara. Teks sengaja dipilih yang terbit awal tahun 70-an dan akhir tahun 70-an agar identitas dalam rentang sepuluh tahun bisa dibandingkan sehingga dapat memberi gambaran bagaimana Indonesia dalam kurun waktu tersebut. Dari analisis kedua drama tersebut menunjukkan bahwa ketimpangan sosial menjadi menjadi masalah utama.Kata Kunci: Sejarah, drama, identitas, keindonesiaan,new historicism
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN Maretha Dewi Anggraeni; Roufatul Mucharromah; Bela Zain Taqiyya; Rizka Elan Fadilah; I Ketut Mahardika; Firdha Yusmar
FKIP e-PROCEEDING 2022: Seminar Nasional N-ConferSE III 2022
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of technology and information is growing rapidly and influential in the world of education. The development of technology and information in learning is very helpful for teachers in utilizing technological facilities to prepare the learning process or when the learning process takes place. Therefore the importance of technological developments in education for students and educators. In learning, educators can deliver learning materials more easily accepted by students through the use of technology. Information and communication technology has a very important role in the learning infrastructure, such as teaching materials provided in digital formats that can facilitate the teaching and learning process, which can be done anytime and anywhere. The purpose of writing this article is to provide insight to the author about the importance of the development of technology and communication in education. The research method used in this article is a literature research method. The results of research from literature sources indicate that the influence of technological and communication developments is very strong for students and educators. In the sense that it can be seen that as technology and communication develop, the quality of educational learning will increase.
ANALISIS TANTANGAN GURU IPA SMP DI INDONESIA DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN IPA TERINTEGRASI STEM Niken Kartika Candra; Clarissa Jeanny; Mochamad Setiawan; Nur Ahmad
FKIP e-PROCEEDING 2022: Seminar Nasional N-ConferSE III 2022
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of STEM in Indonesia is still recently implemented before it was only a discussion of articles because there were challenges for teachers in its application. Therefore, this research was conducted to map all articles published online with the theme of implementing STEM education in Indonesia. This research method is carried out by summarizing articles from various reputable scientific journals. The next step in processing the reference sources obtained, namely the stage of collecting data, analyzing data, inferring the content of the data, and responding to the data scientifically. Five articles discussing STEM Implementation in Indonesia were selected using journal data from the keywords "implementation" + "Stem Education" + "Indonesia" were selected to capture and reach as many relevant studies as possible regarding the implementation of Stem Education in Indonesia. After the collection of article data, the findings of the study are summarized, identified, and then presented quantitatively as well as descriptively. The results showed that teachers' skills and knowledge are still relatively low in applying STEM-integrated science learning. In addition, teachers lack knowledge of the digital resources that can be used to implement STEM-based science learning, teachers do not have the skills to create STEM-based learning tools, teachers do not have adequate insight into STEM-based learning, and lack of support for means/media/props to support STEM implementation. Therefore, stimulation and mentoring to students and teachers is needed so that STEM education can touch all fronts.
PERAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR IPA Vinna Ariyani; Amanda Putri Elysia; Cici Lia Ayu Fatmawati; Intan Dwi Yuswanti; Rizka Elan Fadilah; I Ketut Mahardika; Firdha Yusmar
FKIP e-PROCEEDING 2022: Seminar Nasional N-ConferSE III 2022
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning Media is a tool so that the teaching and learning process can be achieved smoothly. Learning media is designed to be as attractive as possible to arouse students' learning motivation during the learning process. With interesting media, the learning process will not feel boring. Teaching and learning is supported by learning media so that it runs well. Learning itself has an understanding is a process of behavior change that includes the addition of knowledge and experience of new things. With the aim of learning that so that everyone knows about new things. While teaching is an activity of delivering material during the learning process. In science, the learning is related to natural phenomena and research. The objectives of learning science include products, processes, and scientific developments. Natural sciences (IPA) are generally knowledge obtained from data collection through experimentation, observation, and data analysis to provide explanations for existing phenomena. The purpose of the various science learning models is to provide understanding to students so that it is easier to capture the material that has been given.
TEORI NATIVISME, EMPIRISME, DAN KONVERGENSI DALAM PENDIDIKAN Tarisa Triyandini; Nova Nabila Ayu Sanaya; Ririt Yuni Anggarini
FKIP e-PROCEEDING 2022: Seminar Nasional N-ConferSE III 2022
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humans are perfect creatures, can change and develop. Among other things about classical developmental theories in education: 1) The theory of empiricism put forward by John Locke. This theory argues that human development does not depend on the genetic factors of parents, but on experience, education, or claims. to be Determined by the Environment. b) Athur Schopenhauer's Nazivism Theory. This theory claims that human traits are innate or from parents. c) Convergence Theory proposed by William Stem. This theory is an amalgamation of previous theories which are a combination of parental and parenting factors. The path of human life that is increasingly dynamic and converges in terms of thought, science and technology are widely accepted as the true perspectives for understanding human growth and development. However, there are differences as to which elements of each educational process are most important for growth and development.