cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
EFEKTIFITAS “PEWARISAN PERIBAHASA” MELALUI PENDIDIKAN MASYARAKAT SEBAGAI MEDIA PEMBENTUK KARAKTER BANGSA INDONESIA DI ERA GLOBAL Nani Sunarni
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Peribahasa merupakan kearifan lokal yang berupa produk lama dan terus hidup sampai zaman modern bahkan bisa sampai masa mendatang apabila terus diwariskan dari generasi ke generasi. Sistem pewarisan tidak hanya dapat disampaikan melalui pendidikan formal saja, namun dapat pula diwariskan melalui pendidikan di masyarakat secara nonformal. Penggunaan peribahasa dalam komunikasi sehari-hari baik lisan maupun tulisan dapat dianggap lebih efektif daripada hanya disampaikan secara formal tanpa membudayakannya dalam komunikasi sehari-hari. Peribahasa dalam bahasa Indonesia sangat bervariasi dan salah satu diantaranya yaitu peribahasa yang terkait dengan “etika berkehidupan”. Contoh “di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung”. Peribahasa tersebut bermakna agar bangsa Indonesia dapat hidup menyesuaikan diri di mana mereka berada”mengingat bangsa Indonesia yang sangat beraneka ragam baik suku, agama, maupun budaya. agar saling menghormati dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptrif. Data yang digunakan yaitu peribahasa bahasa Indonesia yang terkait dengan etika. Sebagai landasan analisis data digunakan teori tentang pembelajaran bahasa menurut pandangan Michiya (1983). Hasil penelitian ini, teridentifikasi bahwa penggunaan peribahasa dalam komunikasi di masyarakat sangat efektif sebagai pewarisan budaya. Penelitian ini bermanfaat untuk dijadikan model aplikasi pewarisan budaya melalui peribahasa sebagai dasar pandangan hidup masyarakat Indonersia di era global. Kata-kata Kunci: era global, bangsa Indonesia, peribahasa, pendidikan masyarakat
FENOMENA GLOBAL DALAM PROSA FIKSI INDONESIA Endang Sriwidayati
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bangsa Indonesia telah bergaul dengan bangsa-bangsa lain di dunia sebelum abad ke 20. Pergaulan tersebut mengakibatkan saling pengaruh dan mempengaruhi. Saling pengaruh mempengaruhi terjadi pula di dalam karya sastra di Indonesia, seperti Mahabarata dan Ramayana (pengaruh dari India yang beragama Hindu) atau bangsa Indonesia yang mempengaruhi bangsa lain, dengan cerita Panji yang dikenal luas di Malaysia, di Hindia Belakang. Pengaruh mempengaruhi inilah yang menjadikan fenomena prosa fiksi Indonesia saat ini menjadi global. Fenomena global yang dikemukakan pengarang prosa fiksi tersebut menarik untuk dicermati, dan diapresiasi,agar dalam era globlalisasi saat ini, kita sebagai warga masyarakat sastra, mampu beradaptasi maupun berkreasi sesuai keinginan zamannynya. Berdasarkan pada apa yang telah diuraikan, maka rumusan masalahnya adalah: Bagaimanakah Fenomena global dalam prosa fiksi Indonesia dalam karya-karyanya. Fenomena prosa fiksi Indonesia setelah dicermati menunjukkan bahwa prosa fiksi Indonesia baik sebelum Perang Dunia Kedua sampai dengan prosa fiksi Indonesia modern, dan kontemporer berfenomena globlal. Simpulan yang diperoleh menunjukkan; Jika seseorang mampu menghayati makna global dalam prosa fiksi, baik dari sisi isi, pandangan dan sikap hidup, bahasa dan ide kreatif yang dikemukakan pengarang, maka dapat dipastikan dapat menyiasati arus globlalisasi saat ini maupun yang akan datang. Kata-kata Kunci: fenomena global, prosa fiksi, Indonesia
PUISI RAKYAT SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI ERA GLOBAL Inno Cahyaning Tyas
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan karakter adalah salah satu pendidikan dasar yang harus dimiliki oleh setiap insan sebagai bentuk perwujudan dari nilai moral dan budi pekerti. Pendidikan karakter mengajarkan tentang karakter cinta kepada Tuhan YME, kejujuran, sopan santun, baik, rendah hati, dan sikap lainnya yang merupakan nilai-nilai luhur yang universal. Pada Era Global ini pendidikan karakter sudah mulai hilang. Apabila perkembangan di era ini tidak disertai dengan pendidikan karakter maka dampak negatiflah yang akan muncul di segala bidang, salah satunya bidang pendidikan. Untuk mencegah hal tersebut, maka pendidikan karakter itu dapat disisipkan dalam materi pembelajaran di sekolah. Pendidikan karakter ini dapat juga diberikan melalui budaya daerah yang disisipkan dalam matei pembelajan. Salah satu materi pembelajaran tersebut adalah materi pembelajaran puisi rakyat. Puisi rakyat adalah salah satu bentuk sastra lama dan sastra lisan yang didalamnya memuat pendidikan karakter dengan mempertahankan budaya. Contoh materi puisi rakyat yang berisi pendidikan karakter adalah matei pantun. Materi ini sangat sesuai digunakan sebagai pendidikan karakter karena didalamnya memuat nilai-nilai luhur yang merupakan warisan budaya yang meliputi nila moral, nilai agama, dan nila budi pekerti. Melalui materi ini diharapkan dapat mengenal budaya dan belajar nilai-nila luhur melalui makna tersirat dala puisi rakyat sebagai salah satu media pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Kata-kata Kunci: puisi rakyat, pendidikan karakter, PBSI K1
PENANAMAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA Suhartiningsih Suhartiningsih
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dibandingkan dengan pelajaran lain, pembelajaran sastra dimungkinkan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengenalkan nilai-nilai kehidupan kepada siswa. Beberapa nilai kehidupan seperti: 1) sikap terhadap Tuhan; 2) sikap terhadap sesama manusia; 3) sikap terhadap diri sendiri; dan 4) sikap penghargaan terhadap alam sekitar dapat dikenalkan dan diperbincangkan melalui pembelajaran sastra. Upaya penanaman budi pekerti dalam pembelajaran sastra dapat dilakukan melalui tahapan: 1) pelacakan pendahuluan; 2) penentuan sikap kritis; 3) introduksi; 4) penyajian; 5) diskusi; dan 6) pengukuhan (tes). Kata-kata Kunci: budi pekerti, pembelajaran sastra
MENDAYAGUNA KEARIFAN LOKAL (LOCAL WISDOM) MENYIMAK DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK DI ERA GLOBAL Bambang Edi P.
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tuhu nge ibegina, tapi labo idengkehkenna ‘Memang didengarnya, tetapi tidak disimaknya’. Pemeo tersebut hanya salah satu dari tebaran kearifan lokal bangsa Indonesia dalam hal menyimak. Kearifan yang akan senantiasa memberikan makna dalam kehidupan di setiap jaman, termasuk fenomena global sekarang. Tebaran kearifan lokal tersebut belum digali dan dimanfaatkan kehakikatannya dalam dunia pembelajaran, khususnya pembelajaran menyimak. Fokus kajian ini meliputi: apa kearifan lokal menyimak bangsa Indonesia, apa kandungan kearifan lokal menyimak tersebut, apa keterkaitan kearifan lokal menyimak dengan konsep dan proses menyimak, bagaimana konsep pembelajaran menyimak berdasarkan kearifan lokal, bagaimana implementasi pembelajaran menyimak berbasis respons konsekuensi atas kandungan kearifan lokal menyimak tersebut, dan bagaimana pendayagunaannya dalam pembelajaran. Ulasan akan fokus tersebut diharapkan dapat mempertinggi kearifan lokal menyimak bangsa Indonesia dalam kazanah pembelajaran di era global. Kata-kata Kunci: kearifan lokal, menyimak, pembelajaran
KAJIAN EKOLOGI SASTRA (EKOKRITIK) DALAM ANTOLOGI PUISI MERUPA TANAH DI UJUNG TIMUR JAWA Nurul Asyifa; Vera Soraya Putri
FKIP e-PROCEEDING 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #4 EKSPLORASI BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA JAWA TIMURAN SEBAGAI UPAYA
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puisi sebagai salah satu bentuk karya sastra menjadi media bagi penyair untuk menyampaikan pemikiranPemikiran tersebut salah satunya didasarkan pada hasil pengamatan terhadap lingkungan. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa puisi juga terkait dengan keilmuan lain. Salah satu bidang ilmu yang dapat terkait dengan karya sastra adalah ekologi. Ekologi adalah ilmu yang mengaji hubungan organisme dengan lingkungan. Paradigma ekologi terhadap kajian sastra merupakan bentuk penerapan pendekatan ekologi dalam memandang sebuah karya sastra. Dalam pandangan ekologi, eksistensi organisme dipengaruhi oleh lingkungannya atau ada hubungan timbal balik dan saling keterkaitan antara organisme dengan lingkungannya. Perjumpaan konsep ekologi dan karya sastra tersebut melahirkan suatu bentuk konsep ekokritik. Ekokritik merupakan kajian hubungan antara sastra dan lingkungan fisik. Kajian ini difokuskan pada dua judul puisi yang terdapat dalam antologi puisi Merupa Tanah di Ujung Timur Jawa. Puisi yang dikaji berjudul Hodo dan Dialog Keluarga Petani. Kedua puisi tersebut menggambarkan adanya usaha yang dilakukan oleh manusia ketika alam atau lingkungan yang menjadi tempat mereka hidup berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan bagi kelangsungan hidup mereka. Manusia dan alam merupakan satu kesatuan yang saling bergantung dan memengaruhi. Ketika alam menunjukkan gejala yang tidak seimbang dalam kehidupan ekosistemnya, maka manusia yang hidup berdampingan dengannya, secara alamiah akan melakukan tindakan-tindakan penyeimbangan. Kata kunci: Ekologi, Sastra, Puisi
METAFORA ONTOLOGIS BAHASA JAWA AREKAN: STUDI SEMANTIK KOGNITIF DALAM ACARA POJOK KAMPUNG JTV Yoga Yolanda
FKIP e-PROCEEDING 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #4 EKSPLORASI BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA JAWA TIMURAN SEBAGAI UPAYA
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap ragam metafora ontologis yang dipakai jurnalis dalam menyajikan berita menggunakan bahasa Jawa Ngoko Dialek Suroboyoan atau disebut juga sebagai bahasa Jawa Arekan. Metode yang dipakai adalah kualitatif dengan perspektif teori semantik kognitif. Data penelitian ini adalah tuturan metafora ontologis dari siaran berita Pojok Kampung episode 19 November 2018 di stasiun televisi JTV. Data tersebut dikumpulkan dengan teknik rekam dan teknik simak bebas libat cakap lalu dilanjutkan dengan teknik catat. Melalui penelitian ini diperoleh bahwa metafora ontologis dalam Pojok Kampung dapat dikelompokkan menjadi tiga bentuk konseptualisasi, yakni (1) entitas abstrak sebagai objek fisik, (2) peristiwa sebagai objek fisik, (3) tindakan sebagai objek fisik. Kata kunci: Metafora ontologis, Pojok Kampung, semantik kognitif.
PEMANFAATAN POTENSI LINGKUNGAN DAN BUDAYA LOKAL DALAM PENDIDIKAN BAGI GENERASI MILENEAL Imam Suyitno
FKIP e-PROCEEDING 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #4 EKSPLORASI BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA JAWA TIMURAN SEBAGAI UPAYA
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi ini, tuntutan perubahan dalam sistem pendidikan merupakan suatu keniscayaan. Pendidikan konvensional yang hanya berjalan berdasarkan pada pengalaman masa lampau tidak akan mampu menjawab tantangan perubahan yang sangat cepat. Pendidikan harus mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi pelajar. Pengalaman tersebut dapat dicapai apabila sistem pembelajaran berorientasi pada kebutuhan pelajar dalam kehidupan bermasyarakat masa kini dan masa depan. Mekanisme pembelajaran harus dapat membangkitkan gairah belajar dan mendorong pelajar untuk mencari, menemukan, dan mempraktikkan pengalaman belajarnya dalam kehidupan nyata. Pembelajaran harus dibangun secara lebih kreatif dan inovatif untuk menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi, kepedulian dalam belajar, dan sikap analitis dan kritis pada diri pelajar sehingga mereka dapat menerima dan menerapkan apa yang telah dipelajarinya. Pelajar akan bertindak secara aktif dan proaktif dalam belajar karena mereka sadar belajar dan tumbuh kemauan untuk memenuhi kebutuhannya (Suyitno, 2016).
CERITA-CERITA AIR DI KAWASAN PANTURA JAWA TIMUR: Pola Kekerabatan Sastra dan Paradoks Teks-Konteks Mashuri Indonesia
FKIP e-PROCEEDING 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #4 EKSPLORASI BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA JAWA TIMURAN SEBAGAI UPAYA
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian cerita-cerita air di Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur ini menggunakan elaborasi teori tipe­motif, arkeo-genealogi pengetahuan, dan tafsir kebudayaan. Tujuannya untuk memperoleh pola kekerabatan cerita-cerita air di subkultur pesisiran dan paradoks teks-konteks seputar kesenjangan dan keretakan epistemologis dalam kesejarahan dan tafsir sosiokulturalnya. Dalam hal ini digunakan metode perbandingan. Hasilnya, dari rekonstruksi tiga puluh cerita air di Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kota Surabaya ditemukan lima tipe-motif yang menjadi penanda kekerabatan, meliputi berdasar benda, tabu/larangan, hewan luar biasa, suatu perbuatan/ujian, dan tipe orang tertentu. Beberapa cerita air menyimpan paradoks teks-konteks, karena terdapat pemaknaan yang menyimpang dan bertolakbelakang antara cerita dengan konteks, yang meliputi sakralitas sebagai ancaman, nilai-nilai penjaga lingkungan yang tak berlaku, dan tabu yang dilanggar. Paradoks tersebut muncul setelah melewati proses panjang dalam dialektika waktu dan ruang, sehingga menempatkan cerita air yang berfungsi sebagai memori kolektif dan parameter ideal berposisi ambivalen. Jarak cerita air dengan mesyarakat terkesan karib sekaligus berjarak, bahkan melampaui kondisi­kondisi riilnya, karena berada di jalan silang atau ruang lain dalam tarikan berbagai kepentingan di masyarakat. Dengan menguak paradoks cerita-cerita air, dapat diketahui problem sosiokultural yang bisa dijadikan sebagai modal pembelajaran dalam memahami tradisi dan warisan terkait dengan kesinambungan tata nilai dan kelestarian ekologi, sekaligus berikhtiar menjadikannya sebagai konklusi strategis seiring dengan perubahan, perkembangan dan semangat zaman. Kata kunci: cerita air, Pantai Utara Jawa, pola kekerabatan sastra, paradoks sosiokultur
SASTRA TIMUR JAWA DALAM KONTEKS PERKEMBANGAN SASTRA DI JAWA TIMUR DAN NUSANTARA Akhmad Taufiq
FKIP e-PROCEEDING 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #4 EKSPLORASI BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA JAWA TIMURAN SEBAGAI UPAYA
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sastra Timur Jawa dengan demikian, seperti yang dinyatakan oleh kurator, ia ingin memberikan penegasan iktikad untuk menangkap dan merefleksikan geliat kebudayaan yang terjadi di bagian timur pulau Jawa.[1] Sebuah geliat kebudayaan yang penting dicatat, tidak sekadar sebagai mozaik sejarah; melainkan sebagai penanda sejarah kebudayaan itu sendiri. Di ujung timur Jawa telah terserak (baca:tersebar) suatu kreativitas dengan kekhasan khasanah kreatif sastranya, yang mampu menempuh jalan kebudayaannya sendiri. Sebuah jalan kebudayaan yang tidak dimaksudkan sebagai sebentuk resistensi; melainkan sebagai bentuk konstruksi identitas bagi khasanah kesastraan yang di(ter-) diamkan.

Page 8 of 56 | Total Record : 552