cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
LOKALITAS DAN KECERDASAN BUDAYA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Asep Yusup Hudayat
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Setiap suku bangsa memiliki nilai-nilai kerifan lokal yang terkandung di setiap sendi kehidupan tradisonalnya. Penerapan nilai-nilai kearifan di era global tentu menjadi sangat penting dalam upaya memperkuat karakter bangsa. Nilai-nilai kearifan lokal menyangkut silih asah, silih asih, dan silih asuh yang merupakan warisan kecerdasan budaya leluhur bangsa Indonesia akan menempati fungsi nyatanya dalam geliat globalisasi. Menyangkut penerapan nilai yang dimaksud, kecerdasan budaya ‘cultural intelligence’ menjadi penting untuk diberdayakan dalam pengajaran bahasa dan sastra yang dimungkinkan peserta didiknya berlatar belakang budaya heterogen sehingga penerapan pembelajaran berbasis kecerdasan budaya menjadi sangat penting. Makalah ini memusatkan perhatian kepada penjejakan andil nilai-nilai kearifan lokal berbasis kecerdasan budaya dalam pembentukan karakter peserta didik. Tujuan utama makalah ini adalah memetakan secara konseptual makna-makna hubungan kecerdasan kultural dengan nilai-nilai kearifan lokal untuk menakar identitas bangsa. Menurut Barker (2005: 15) identitas itu diciptakan dan bukan ditemukan dan terbentuk dari representasi-representasinya. Dengan demikian, identitas kebangsan yang dapat dijejak melalui nilai-nilai kearifan lokal pun berada dalam kapasitas pengkonstruksiannya secara kultural. Identitas pun terbentuk melalui representasi-representasinya. Metode yang digunakan dalam kepentingan menjejak andil nilai-nilai kearifan lokal tersebut adalah metode dialektika. Hasil yang diharapkan dari makalah ini adalah pemetaan makna-makna hubungan kecerdasan kultural dengan nilai-nilai kearifan lokal melalui ekspresi dan sumber-sumber maknanya. Kata-kata Kunci: lokalitas, kecerdasan budaya, identitas, pendidikan karakter
REPRESENTASI TRADISI PESANTREN DAN TANTANGANNYA DI ERA GLOBAL DALAM NOVEL INDONESIA Furoidatul Husniah
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pesantren atau pondok menurut pengertian dasarnya adalah tempat belajar para santri. Pesantren Cigaru dan Pesantren Modern merupakan gambaran pesantren yang memiliki kekhasan dalam kehidupan para santri. Kekhasan novel “Santri Cengkir” dan “Negeri 5 Menara” adalah adanya tradisi pesantren yang tetap dipegang teguh . Dengan metode deskriptif-kualitatif, penelitian ini berusaha mendeskripsikan beberapa hal penting yang berhubungan dengan pesantren dan tradisinya. Oleh karena itu, sumber data dipilih dari beberapa novel yang relevan dan dipandang memadai memberikan informasi berkenaan dengan fokus penelitian ini. Beberapa novel tersebut adalah novel “Santri Cengkir” dan novel “Negeri 5 Menara”. Hasil penelitian ini memiliki tradisi pesantren, yaitu: rihlah ilmiah; membaca kitab kuning; berbahasa Arab atau menggunakan bahasa asing; menghafal mata pelajaran; berpolitik; dan tradisi yang bersifat sosial keagamaan serta kemasyarakatan. Sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan para santri dapat menjawab masalah di era globalisasi dengan melahirkan ulama, memasyarakatkan ajaran Islam dan menanamkan tradisi Islam. Kata-kata Kunci: pesantren,tradisi pesantren, globalisasi
BAB 3 PENDIDIKAN KARAKTER: DARI PARADIGMA KE PRAKSIS PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Bahasa Indonesia
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDIDIKAN KARAKTER: DARI PARADIGMA KE PRAKSIS PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DOMAIN AFEKTIF PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KEMENDIKBUD KELAS VII KURIKULUM 2013 EDISI REVISI Firda Ariani; Ika Puji Lestari
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Semua orang di seluruh dunia pada era global dapat dengan mudah mengakses berbagai hal atau peristiwa. Muslich dan Oka (2010:52) mengemukakan banyak orang Indonesia merasa malu apabila tidak menguasai bahasa asing (Inggris) dan menganggap remeh bahasa Indonesia. Kemudahan akses yang dirasakan para generasi muda membuat peniruan banyak terjadi. Pembelajaran bahasa Indonesia dapat mengambil bagian untuk menjadi solusi persoalan di era global melalui pembelajaran domain afektif. Siswa Kelas VII merupakan tingkatan awal yang menempuh pembelajaran bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran tersendiri. Pengkajian pembelajaran bahasa Indonesia domain afektif bisa difokuskan pada buku teks milik Kemendikbud yang biasanya menjadi pegangan guru. Metode penelitian yang digunakan pada kajian ini adalah metode kualitatif dengan data berupa buku teks. Yahaya dkk. (2005:16) menyatakan domain afektif merangkumi tingkah laku yang berkait dengan sikap, minat, perhatian, mengambil berat, tanggung jawab dan nilai. Domain afektif sejalan dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter dapat menjadi solusi persoalan di era global. Pembelajaran bahasa Indonesia domain afektif pada buku teks Kemendikbud kelas VII kurikulum 2013 edisi revisi berupa penanaman sikap kepedulian, jujur berkarya, tanggung jawab, toleran dan kerjasama, cinta bahasa Indonesia, cinta tanah air, kreatif, santun, bersyukur atas nikmat tuhan, tekun dalam belajar, percaya diri, dan menghargai karya orang lain. Kata-kata Kunci: pembelajaran bahasa indonesia, afektif, pendidikan karakter, buku teks, kelas VII, era global
PENGGUNAAN MEDIA LOGBOOK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEBAGAI WUJUD PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ERA GLOBAL Dewi Anggraini P; Irawan Tri H; Mohammad Zainal F
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia bukan hanya membelajarkan mengenai keterampilan berbahasa saja, akan tetapi juga menumbuhkan karakter siswa. Tuntutan zaman di era global saat ini mengharuskan siswa untuk dapat mengembangkan karakter dan kemampuan berpikir kritis. Kemampuan siswa berpikir kritis sangat diperlukan untuk membuka wawasan dan dapat bermanfaat baik di bidang sosial, budaya, maupun teknologi. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk menciptakan proses dan media pembelajaran yang dapat mengembangkan karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa, salah satunya melalui penggunaan media logbook. Penggunaan media logbook ini terintegrasi dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini dilakukan di SDN Jember Lor 01. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus melalui analisis permasalahan yang ada. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terhadap guru, kemudian hasilnya dianalisis dan diambil kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah terwujudnya media pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa, untuk memberikan media pembelajaran bagi guru, dan menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam belajar mandiri maupun kreatif. Kata-kata Kunci : media logbook, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, pendidikan karakter
KETIDAKSELARASAN TUTURAN ANAK AUTIS Ika Septiana; Bambang Yulianto; Kisyani Laksono
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan tulisan ini adalah mendeskripsikan ketidakselarasan tuturan anak autis. Saat ini masalah autis mulai banyak diperbincangkan di masyarakat. Isu atau masalah autis dapat dilihat dari segi perkembangan fisik maupun non fisik. Salah satu masalah yang diperbincangkan adalah masalah kebahasan yaitu bagaimana atau proses anak autis berbahasa atau bertutur. Anak autis memiliki beragam cara dalam mengungkapkan eksperesi dan ide yang ada dalam dirinya. Berbagai cara dilakukan untuk mencari perhatian orang yang ada di sekitar, dengan cara bertingkah aneh, melakukan gerakan berlebihan bertutur berlebihan, mengecoh, atau berteriak. Ocehan anak autis sangat beragam sehingga memunculkan ketidakselarasan kalimat yang diucapkan. Bentuk ketidakselarasan tuturan anak autis sangat beragam yang salah satunya mencampurkan tuturan bahasa Indonesia dengan nyanyian iklan. Tuturan lisan anak autis yang dijadikan data adalah nyanyian iklan atu kalimat iklan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan rekam. Anak autis ketika diajak berkomunikasi terkadang mengeluarkan tuturan yang berlebihan. Kalimat yang berlebihan tersebut memunculkan ketidakselaraan kalimat yang diucapkan. Ketika diajak berkomunikasi atau kegiatan tanya jawab terkadang antara pertanyaan dan jawaban kurang sesuai. Anak autis menjawab pertanyaan secara berlebihan. Salah satu tuturan yang diucapkan adalah kalimat iklan. Anak tidak hanya bertutur satu kalimat iklan dalam tuturannya bisa saja lebih dari satu kalimat iklan dinyanyikan. Semakin dibiarkan maka anak akan secara terus dan berulang mengucapkan kalimat iklan karena bahasa iklan tersebut sering dilihat dan didengar dari tayangan televisi. Kata-kata Kunci: ketidakselarasan, tuturan, anak autis
PENDIDIKAN YANG DEMOKRATIS DALAM ERA GLOBAL Dewi Pusposari
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Berbagai upaya dilakukan agar terwujud pendidikan yang ideal bagi sepuruh pihak. Termasuk di dalamnya mewujudkan demokratisasi pendidikan. Demokrasi dalam pendidikan dipandang perlu karena untuk menghindari kemungkinan pemaksaan kehendak dari satu kelompok, menghindari pengambilan keuntungan bagi sebagian pihak, dan pemerataan kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Demokratisasi proses pendidikan bermakna menjamin dan mengembangkan kebebasan akademik. Demokrasi merupakan benteng pengembangan moral masyarakat dan menjadi sebagai lembaga pengontrol dari pelaksanaan nilai-nilai kebenaran, keindahan, moral, dan agama. Demokrasi dapat dikembangkan dengan meningkatkan pemikiran kritis, pemikiran alternatif, penjaminan kebebasan berpikir dan bertanggung jawab atas alternatif yang dipilih. Demokrasi pada dasarnya mengakui setiap warga negara sebagai pribadi yang unik, berbeda satu sama lain dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Demokrasi memberikan kesempatan yang luas bagi pelaksanaan dan pengembangan potensi masing-masing individu tersebut baik secara fisik maupun mental spiritual. Demokrasi juga mengakui bahwa setiap individu mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Karena itu, pendidikan yang demokratis adalah pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai individu yang unik berbeda satu sama lain dan mempunyai potensi yang perlu diwujudkan dan dikembangkan semaksimal mungkin. Dengan demikian pendidikan yang demokratis memberikan pelayanan berbeda kepada sasaran didik sesuai dengan karakteristik masing-masing. Kata-kata Kunci: demokrasi, pendidikan, kebebasan, berpikir
PENGEMBANGAN TEKS MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Fitri Amilia
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran dapat disebut berbasis teks apabila teks menjadi dasar kegiatan pembelajaran. Pengertian teks mengacu pada semua wacana tulis dan lisan yang bersumber dari ungkapan pikiran manusia. Setiap teks memiliki tugas untuk menyampaikan pesan yang dipengaruhi oleh konteksnya. Konteks mengacu pada segala sesuatu yang ada dalam diri pebelajar dalam lingkungannya. Karena teks selalu berhubungan dengan konteksnya, maka pendekatan yang bisa dipakai adalah pembelajaran kontekstual. Pembelajaran teks melalui pendekatan kontekstual akan memudahkan pencapaian standar kompetensi. Melalui latar belakang kehidupan pebelajar, teks dapat disajikan, dianalisis, sampai dikembangkan. Di Indonesia, terdapat berbagai perbedaan budaya, bahasa, sistem sosial, ekonomi dan lainnya. Perbedaan ini akan menuntut teks yang berbeda. Teks akan berbeda antardaerah (bahkan antarsekolah) bergantung pada konteks pebelajarnya. Kondisi ideal seperti ini belum sepenuhnya ditemukan dalam penerapan kurikulum pendidikan 2013 pada pembelajaran bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, diperlukan pengembangan teks pembelajaran bahasa Indonesia yang sesuai dengan konteksnya, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran teks. Capaian tersebut bisa terealisasi dengan pendekatan pembelajaran kontekstual. Kata-kata Kunci: pembelajaran, teks, konteks, kontekstual
KALIMAT EFEKTIF DAN PENGAJARANNYA DI SMP/MTs PADA ERA GLOBAL Parto Parto
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berhubungan (berkomunikasi), ... dan kurikulum 2013 menyadari peran penting bahasa sebagai wahana untuk menyebarkan pengetahuan dari seseorang ke orang-orang lain. Komunikasi ataupun proses penyebaran pengetahuan akan berlangsung dengan baik hanya bila ada pemahaman bahasa yang dipergunakan dengan baik. Ketidaksempurnaan pemahaman bahasa akan menyebabkkan terjadinya distorsi dalam proses pemahaman terhadap pengetahuan. Apapun yang akan disampaikan hanya akan dapat dipahami dengan baik apabila bahasa yang dipergunakan dapat dipahami dengan baik oleh kedua belah pihak (Kemendikbud, 2013), namun untuk dapat berkomunikasi dengan baik diperlukan kemampuan menyusun kalimat-kalimat efektif. Dalam artikel ini dipaparkan ihwal kalimat efektif, kedudukan kalimat efektif dalam kurikulum 2013 silabus Bahasa Indonesia SMP/MTs, dan alternatif pengajarannya di SMP/MTs. pada era global. Kata-kata Kunci: kalimat efektif, pengajaran BI, SLTP, era global.
SISTEM KEKERABATAN DAN SAPAAN BAHASA SIMALUNGUN PEMANFAATAN BUDAYA SEBAGAI MATERI AJAR BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF(COMUNICATIVE APROACH) Andiopenta Purba
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan berbagai keragaman budaya dapat dimanfaatkan sebagai sumber materi ajar Bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA). Etnis Simalungun sebagai salah satu etnis yang berdomisili di Sumatera Utara, yang sebagian wilayahnya meliputi sebagian danau Toba. Beberapa di antaranya adalah daerah wisata Parapat, Tigaras, Simarjarungjung dan Haranggaol. Daerah ini tentunya banyak dikunjungi wisatawan local maupun manca negara. Kedatangan mereka terutama wisatawan manca Negara tentu akan bersinggungan dengan penutur Bahasa Simalungun, terutama saat berkomunikasi. Sistem sapaan sebagai salah satu factor penting diperhatikan dalam bertutur akan menciptakan peristiwa tutur berjalan dengan baik. Sehubungan dengan itu sitem sapaan dalam Bahasa Simalungun sebagai salah satu keragaman budaya Indonesia patut diperhitungkan dan dijadikan sebagai salah satu materi pembelajaran BIPA. Sistem tuturan Bahasa Simalungun mengenal tiga pengelompokan berdasarkan kekerabatan keluarga; (1)hubungan keluarga langsung, (2)kelompok perkawinan, dan (3)kehormatan. Dalam pengembangan materi itu, dapat dikembangkan melalui pembelajaran terpadu antara keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Proses PBM dapat dilaksanakan dengan pendekatan Komunikatif. Kata-kata Kunci: materi BIPA, budaya simalungun, kekerabatan, dan sapaan, pendekatan komunikatif

Page 7 of 56 | Total Record : 552