cover
Contact Name
Tri Tarwiyani
Contact Email
pend.sejarah@fkip.unrika.ac.id
Phone
+6281261500096
Journal Mail Official
pend.sejarah@fkip.unrika.ac.id
Editorial Address
Prodi. Pendidikan Sejarah, FKIP-Universitas Riau Kepulauan, Jl. Pahlawan No. 99, Bukit Tempayan, Batu Aji, Batam
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
ISSN : 23018305     EISSN : 25990063     DOI : 10.33373
Jurnal Historia adalah jurnal ilmiah berkala Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Riau Kepulauan yang berkonsentrasi pada ilmu yang berkaitan dengan sejarah.
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
Malam Tujuh Likur Pada Masyarakat Melayu Rempang Cate Kota Batam YANTI, FITRI; Nina, Nina
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2019): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/hstr.v4i2.1954

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang Tradisi Malam Tujuh Likur pada masyarakat Melayu Rempang Cate Kota Batam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Rempang Cate Kecamatan Galang dengan  sumber  primer: lurah, ketua adat, tokoh agama, dan masyarakat, sumber sekunder penelitian ini  didapatkan melalui dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan pelaksanaan Malam Tujuh Likur dimulai dengan menghantar sesajian  dengan membawa berbagai macam kue ke pohon yang dianggap keramat. Sesajian yang dibawa bermakna untuk mencari berkah, atau tidak sakit, dan agar kampung aman dijauhi dari mara bahaya. Selain itu tujuan menghantar sesajian sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Pelaksanaan yang kedua yaitu memasang pelita, pelita melambangkan jiwa yang terang dan berfungsi sebagai penerangan. Pelaksanaan yang ketiga adalah kenduri. Kenduri bertujuan untuk mendoakan orang yang telah meninggal.Kata kunci: Tradisi, Malam Tujuh Likur, Rempang Cate.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP DASAR DIAGRAM AKTIVITAS EKONOMI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PEMECAHAN MASALAH DI KELAS VII C SMP NEGERI 34 BATAM TAHUN PELAJARAN 2015/2016 KHADIJAH, KHADIJAH
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2019): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/hstr.v4i2.1923

Abstract

Hasil pembelajaran “diagram aktivitas ekonomi” tahun yang lalu belum begitu menggembirakan terbukti dari hasil ulangan formatif yang saya lakukan terdapat 50 % siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar sehingga saya terpaksa melakukan remedial terhadap siswa yang belum mencapai tuntas tersebut dan memberikan pengayaan bagi siswa yang sudah mendapat nilai baik. Untuk tidak mengulangi hal yang sama saya tertarik untuk mengujicobakan model pembelajaran pemecahan masalah. Rumusan masalah yang harus dicarikan solusinya adalah apakah dengan menerapkan model pembelajaran pemecahan masalah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam memahami konsep diagram aktivitas ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII C SMP Negeri 34 Batam Tahun Pelajaran 2015/2016 dalam 2 siklus, pembelajaran dilakukan dalam bentuk pembelajaran kooperatif ditandai dengan pengelompokan siswa, dengan urutan pembelajaran seperti biasa dan lebih ditekankan pada penerapan model pembelajaran pemecahan masalah, Jumlah peserta didik mencapai batas tuntas pada siklus I: 50 %, siklus II: 90 %. Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan adanya peningkatan ketuntasan belajar ulangan harian adalah 40 %.  
TRADISI MASYARAKAT TIONGHOA SEBAGAI AJANG WISATA BUDAYA DI KOTA TANJUNG PINANG KEPULAUAN RIAU Arnesih, Arnesih
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2021): Historia: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/hstr.v6i2.3769

Abstract

Tradisi masyakat tionghoa di Tanjung Pinang kerap dilakukan setiap tahunnya, bahkan hal ini menjadi ajang wisata budaya di kota tanjung pinang hal ini terlihat dari antusias warga dan para turis yang turut menyaksikan dan memeriahkan acara tersebut. Seperti tradisi sembahyang laut, dragon boat dan tradisi kueh bulan. Tradisi ini memiliki keunikan tersendiri dan diyakini berbeda dengan tradisi-tradisi yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana tradisi tersebut menjadi ajang wisata budaya  pada masyarakat Tionghoa di Tanjung Pinang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Keseluruhan data tersebut diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data diperoleh melalui wawancara langsung dan tidak langsung atau bisa didapatkan dengan data-data lain atau dokumen. Informasi dalam penelitian ini adalah wawancara tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat. teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan model interaktif dari Miles and Huberman yaitu : data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/verification (gambar kesimpulan dan verifikasi). Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa tradisi masyarakat tionghoa kerap dilaksanakan setip tahunnya bahkan telah menjadi ajang wisata budaya di Tanjung Pinang.  Seperti tradisi sembahyang laut, Tradisi ini memiliki makna yaitu untuk mendoakan arwa-awah pahlawan Qu Yuan yang memiliki hati bersih, meminta agar diberikan keselamatan pada saat para nelayan yang sedang melaut, dan dipercayai untuk menambahkan rezeki dan kemakmuran bagi masyarakat Tionghoa. Setiap benda-benda yang digunakan pada saat upacara sembahyang laut juga memilki makna, seperti  memasang umbul-umbul bendera dan lampion, yang mana lampion memiliki makna yang sangat sakral yaitu untuk melepaskan hal-hal yang negatif dalam diri setiap umat Tionghoa, setiap lampion yang bergantungan berisikan doa dan harapan yang lebih baik dalam menjalankan kehidupan, kemudian penghanyutan kue Pokcang meiliki makna agar ikan-ikan yang ada dilaut tidak memakan tubuh arwah pahlawan China.
SEJARAH MASJID RAYA BAITUSYSYAKUR SUNGAI JODOH KOTA BATAM TAHUN 1986-2018 Nastiti, Anisa Sri; Arnesih, Arnesih
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2020): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hal yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu ingin mendapatkan informasi yang akurat dalam Sejarah Masjid Raya Baitusysyakur bertempatan di Sungai Jodoh Kota Batam pada tahun1986-2018. Penelitian kualitatif dengan suatu pendekatan historis sejarah merupakan metode dalam penelitian ini ada beberapa tahap yang diantaranya sebagai berikut: (1) Asal data sumber merupakan dari sebuah sumber primer dan sumber sekunder, (2) pengetahuan yang berperan dalam pengumpulan data terdiri dari sebuah observasi, wawancara seorang pengurus jamaah masjid Baitusysyakur, serta dokumentasi-dokumentasi yang dikumpulkan, (3) dalam teknik sebuah analisis terdiri dari heuristik atas pengumpulan data sumber,kritik internal dan kritik eksternal serta interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini adalah menunjukan bahwa sejarah masjid Raya Baitusysyakur Sei Jodoh di Kota Batam pada tahun 1986-2018 yang telah mengalami perubahan bentuk fisik bangun, dalam segi bentuk bagunan masjid yang mengalami perubahan pada awalnya yang berbetuk kayu sampai pada bagunan yang megah. Masjid ini sebelum berdirinya sudah memiliki 7 Makam yang tidak memiliki identitas nama, makam  ini terletak di lahan bagunan asli yang dimana perbukitan sebelum masjid ini mengalami pembangunan.
KEPEMIMPINAN SERIKAT BURUH SEJAHTERA INDONESIA BATAM DALAM MENCIPTAKAN HARMONISASI INDUSTRI DI KOTA BATAM TAHUN 2015-2019 Akbar, Khaidir Ali; Nasruji, Nasruji
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2021): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/hstr.v6i1.3764

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kepemimpinan serikat buruh sejahtera Indonesia Batam dalam menciptakan harmonisasi  industri di kota Batam tahun 2015-2019. Rumusan masalah ini ialah bagaimana pola dan peran kepemimpinan serikat buruh sejahtera Indonesia Batam dalam  menciptakan harmonisasi industri di kota Batam tahun 2015-2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang pola dan peran kepemimpinan serikat buruh sejahtera Indonesia Batam dalam  menciptakan harmonisasi industri di kota Batam tahun 2015-2019.Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kepemimpinan serikat buruh sejahtera Indonesia Batam dalam menciptakan harmonisasi industri di kota Batam tahun 2015-2019 dengan cara melalui pola kepemimpinan yang kharismatik.
KONFLIK AGRARIA PADA MASA REVOLUSI SOSIAL DI SUMATERA TIMUR, 1946-1955 Armani, Hamidah; Yulia, Desma; Okwita, Afrinel
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/hstr.v5i2.3486

Abstract

Konflik agraria dan Revolusi Sosial di Sumatera Timur memiliki keterkaitan historis. Penelitian ini mengungkapkan bagaimana konflik agraria dipicu oleh perebutan aset kolonial pasca kemerdekaan dalam bentuk tanah perkebunan dan berdampak pada munculnya peristiwa Revolusi Sosial. Obyek penelitian ini adalah tanah bekas perkebunan kolonial Belanda yang menjadi sengketa pada masa kemerdekaan serta berlangsungnya Revolusi Sosial tersebut, yang berada di pesisir timur Sumatera. Seperti apa konflik agraria pada masa Revolusi Sosial di Sumatera Timur, serta dampaknya terhadap tatanan masyarakat? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian ini adalah studi literatur. Kajian data-data kolonial diambil dari Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara serta AVROS. Dalam melakukan metode penelitian dilalui dengan cara pengumpulan sumber, kritik sumber, dan proses historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu pemicu Revolusi Sosial di Sumatera Timur pada 1946 adalah perebutan tanah bekas perkebunan oleh masyarakat sehingga pada perkembangannya tingkat konflik meningkat antara masyarakat, negara, dan pengusaha di Sumatera Timur.
Sejarah Kebudayaan Melayu Tarwiyani, Tri
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2021): Historia: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/hstr.v6i2.3085

Abstract

Sebuah kebudayaan sama seperti makhluk hidup yang lahir, berkembang, dan kemungkinan dapat mati atau hilang. Eksistensi suatu kebudayaan terletak pada kemampuan masyarakat sang pemiliki kebudayaan untuk mempertahankan kebudayaan tersebut. Hubungan yang erat antara kebudayaan dan masyarakat sang pemilik kebudayaan sama seperti hanya manusia yang terdiri dari aspek material dan spititual. Tulisan singkat yang berjudul Sejarah Kebudayaan Melayu bertujuan untuk mengungkapkan salah satu kebudayaan di Indonesia yaitu kebudayaan Melayu khusunya terkait dengan perkembangan kebudayaan Melayu mulai dari awal kedatangan hingga saat ini yang menyebabkan masyarakat Melayu diidentikkan dengan Islam. Tulisan ini sampai pada penemuan bahwasannya kebudayaan telah mengalamai berbagai tahapan perkembangan yang dalam hal ini perkembangan kebudayaan tersebut terjadi juga karena adanya interaksi dengan kebudayaan lain.
EKSISTENSI KESENIAN TRADISIONAL TARI GUBANG PADA MASYARAKAT KECAMATAN JEMAJA KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS Azwandi, Azwandi; Yulia, Desma
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2020): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kesenian tradisional tari Gubang  pada masyarakat Kecamatan Jemaja. Pada masa lalu kesenian tradisonal tari Gubang ini sangat diminati oleh seluruh kalangan masyarakat.Tujuan dari penelitian ini untuk menjawab  pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah yaitu, untuk  menganalisis kesenian tradisional tari Gubang pada masyarakat  Jemaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan cara pengumpulan data, reduksi data, display data, serta kesimpulan dan verufikasi. Hasil penelitian ini menemukan  bahwa kesenian tari Gubang ini dipercaya oleh masyarakat Jemaja erat kaitannya dengan orang Bunian atau makhluk halus. Ada tiga unsur pendukung dari kesenian tradisional tari Gubang ini yang pertama alat musik Gubang, kedua lagu pengiring Gubang, ketiga penari Gubang. Penampilan atau pementasan kesenian tradisional tari Gubang memiliki makna dan fungsi selamatan sesuai dengan undangan yang didapatkan oleh pemain tari Gubang. Eksistensi kesenian tradisional tari Gubang, banyak terjadi perubahan, perubahan yang terjadi bukan pada Gubangnya, melainkan faktor perubahan terjadi akibat dari minat masyarakatnya Jemaja yang sudah mengukiti kecanggihan zaman dan melupakan eksistensi warisan Lokal, sehingga membuat Gubang semakin tertinggakan dan membuat para seniman Gubang semakin berkurang.
TRADISI LARUNG ARI-ARI SEBAGAI TANDA KELAHIRAN BAYI PADA MASYARAKAT DI DUSUN DWI WIBOWO DESA NGUJANG KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG Maharani, Rachma Vaiza; Hendriani, Dita
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2021): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/hstr.v6i1.3765

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi tentang salah satu aktifitas sosial budaya dalam mayoritas masyarakat yang memperlakukan ari-ari bayi dengan cara dikubur. Akan tetapi, berbeda dengan masyarakat di Dusun Dwi Wibowo Desa Ngujang yang memperlakukan ari-ari bayi dengan cara di larungkan ke sungai. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana sejarah proses terjadinya larung ari-ari di Dusun Dwi Wibowo, proses pelaksanaan larung ari-ari, serta makna yang terkandung dalam larung ari-ari di Dusun Dwi Wibowo Desa Ngujang Kec. Kedungwaru Kab. Tulungagung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah 1) sejarah tradisi larung ari-arii di dusun Dwi Wibowo merupakan tradisi yang diwariskan dari nenek moyang atau sesepuh dusun tersebut. Mereka meyakini bahwa ari-ari merupakan sedulur bayi harus diperlakukan secara khusus. 2) proses pelaksanaan larung ari-ari, yang pertama menyediakan perlengkapan-perlengkapan yaitu kendil, kain mori, garam, daun waru, bawang merah, bawang putih, kunyit, jarum dan benang, buku, pensil, bunga mawar merah, mawar putih, kenanga, dan lilin. Setelah ari-ari dimasukkan ke kendil bersamaan dengan perlengkapan tersebut, kemudian bapak dari si bayi membawa ke pinggiran aliran sungai dan melakukan pelarungan. 3) makna dalam larung ari-ari yaitu sebagai rasa syukur telah dilahirkannya bayi di dunia, memberikan keselamatan, kebahagiaan, ketentraman, dan harapan yang baik untuk si bayi dalam kehidupannya.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MAKAM SULTAN ABDULLAH MUAIYATSYAH DI KECAMATAN TAMBELAN KABUPATEN BINTAN Daniati, Nia; Yanti, Fitri
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/hstr.v5i2.3487

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap makam sultan Abdullah Muaiyatsyah di kecamatan tambelan kabupaten bintan. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif metode yang digunakan dalam penelitian ini ada beberapa tahap yang diantaranya sebagai berikut : (1) sumber data terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder, (2) teknik pengumpulan data yang terdiri dari teknik observasi, wawancara (kepala desa batu lepuk, informan pendukung dan informan kunci serta tokoh masyarakat setempat) dan dokumentasi, 3) teknik analisa data yang terdiri dari reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (verification). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap makam sultan Abdullah Muaiyatsyah menyatakan bahwa kedatangan Sultan Abdullah Muaiyatsyah ke Tambelan secara tidak disengaja melainkan dikarenakan peperangan dengan kerajaan Aceh yang semasa itu di pimpin oleh Sultan Iskandar Muda, dan kerajaan Johor yang dipimpin oleh Sultan Abdullah Muaiyatsyah dianggap berkhianat karena telah bekerja sama dengan pihak Portugis untuk menyerang kerajaan Aceh.