cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
ETTISAL Journal of Communication
ISSN : 25031880     EISSN : 25993240     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ETTISAL Journal of Communication is published by University of Darussalam Gontor in coorporated with ASPIKOM, APJIKI and ISKI. It is published twice in a year every June and December. At March 2016 ETTISAL Journal of Communication registered with P-ISSN serial number 2503-1880, and at December 2017 also registered with E-ISSN serial number 2503-1880.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Etika Dan Tanggung Jawab Sosial Politik Anggota DPRD Kota Yogyakarta Dalam Implementasi Kebijakan Publik Rosalia Nurdiarti; Muhammad Nastain
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 1 (2021): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i1.5070

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana etika dan tanggung jawab sosial politik anggota DPRD Kota Yogyakarta Fraksi PDIP dalam mengimplementasikan kebijakan publik. Dimensi politis kehidupan manusia mencakup lingkaran kelembagaan hukum dan negara, sistem-sistem nilai serta ideologi yang memberikan legitimasi. Etika dan tanggung jawab sosial politik hadir dengan tujuan menciptakan sebuah konsep kenegaraan yang melahirkan kesejahteraan sosial berbasis keadilan dan persamaan. Tetapi kontestasi perebutan kekuasaan dan kepentingan politis tertentu seringkali mengalahkan bentuk tanggungjawab sosial pada konstituen dan masyarakat. Dalam pendekatan social responsibility terdapat tiga elemen implementasi tanggungjawab sosial, yaitu enabling, empowering dan protecting. Etika politik menjadi kunci dalam upaya mendapatkan kepercayaan masyarakat pada sistem politik dan politisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu intrinsic case study. Jenis studi ini ditempuh untuk memahami etika dan tanggungjawab sosial politik anggota DPRD secara lebih mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengamatan gejala terkait strategi tanggungjawab sosial politik dan wawancara mendalam untuk menggali motivasi, opini, nilai dan pengalaman narasumber. Subyek dari riset ini adalah anggota DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi PDI-P sebagai fraksi yang mendominasi perolehan suara pada Pemilu 2019 dan menduduki jabatan ketua DPRD Kota. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi etika politik ditunjukkan dengan adanya akuntabilitas dan transparansi program politik pada masyarakat. Perwujudan tanggungjawab sosial politik tampak pada penguatan soliditas konstituen, meneruskan aspirasi masyarakat dan melakukan advokasi ketika ada penerapan kebijakan yang tidak sesuai.Abstract This research aims to understand how the ethics and socio-political responsibility of members of the Yogyakarta Parliament PDIP Faction in implementing public policy. The political dimension of human life includes the institutional circle of law and state, the values and ideologies that give legitimacy. Ethics and socio-political responsibility comes with the aim of creating a concept of statehood that gives birth to social welfare based on justice and equality. But contesting power struggles and certain political interests often trumps the form of social responsibility in constituents and communities. In the social responsibility approach there are three elements of social responsibility implementation, namely enabling, empowering and protecting. Political ethics are key in trying to gain public trust in the political system and politicians. This study uses qualitative descriptive method with case study approach that is intrinsic case study. This type of study was taken to understand the ethics and socio-political responsibilities of dprd members in more depth. Data collection is conducted through observations, observations of symptoms related to socio-political responsibility strategies and in-depth interviews to explore motivations, opinions, values and experiences of resource persons. The subject of this research is a member of the Yogyakarta City Parliament from the PDI-P Faction as the faction that dominated the vote in the 2019 elections and held the position of chairman of the City Parliament. The result of this study is that the implementation of political ethics is demonstrated by the accountability and transparency of political programs in the community.  The realization of socio-political responsibility is seen in strengthening the solidity of the constituents, continuing the aspirations of the community and advocating when there is an inappropriate implementation of policies.
Ketidakpercayaan dan Eskapisme Kaum Muda Menghadapi Paparan Informasi Covid-19 Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.5068

Abstract

AbstrakSelama masa pandemi virus COVID-19, media sosial dipenuhi dengan pemberitaan dan informasi tidak hanya seputar virus tersebut saja, melainkan juga kehidupan manusia yang mulai berubah menyertai upaya pencegahan penyebaran virus. Pada tataran ini, kaum muda sebagai generasi digital native yang merupakan pengguna media sosial turut menjadi audiens dalam paparan berita dan informasi terkait topik COVID-19. Oleh karena itu, riset ini tidak hanya mengkaji bagaimana proses paparan informasi yang terjadi, melainkan juga menganalisis persepsi dan dampak yang ditimbulkan oleh proses pemaparan tersebut. Adapun riset ini menerapkan metode etnografi virtual sebagai metode utama dan metode etnografi baru sebagai metode pendukung. Dalam riset ini, ditemukan bahwa dalam terpaan wacana COVID-19 di media sosial, kaum muda cenderung mengalami dua kondisi. Pertama, munculnya ketidakpercayaan, baik terhadap akun tertentu yang menayangkan informasi COVID-19 maupun Pemerintah. Kedua, paparan yang ada di media sosial membuat mereka mencari eskapisme dalam bentuk kegiatan lain di luar media sosial. Pada akhirnya, proses seleksi informasi dilakukan oleh kaum muda dalam menghadapi paparan informasi terkait COVID-19 di media sosial. AbstractDuring the time of COVID-19 pandemic, the social media world has been filled with news and information regarding whether the virus or the changes in human life in the effort to prevent the spread of the virus. At this stage, youth as the generation of digital natives, has become the main audiences who got exposed by news and information of COVID-19. Therefore, this research aims not only to study how the exposure takes place, but also to analyse the perception and impact caused by the process of exposure. This research was conducted by applying virtual ethnography as the main method and new ethnography as supporting method. In this research, we found that within the exposure of COVID-19 discourses in social media, Indonesian youth tends to experience two conditions. First, the emergence of distrust, towards whether certain media institution or the Government itself. Second, the social media exposure leads them to seek for escapism in form of activities outside the social media. In the end, selection information process is conducted by youth
Manajemen Redaksi Media Lokal dalam Pemberitaan Haji Narayana Mahendra Prastya; Ida Nuraini Dewi Kodrat Ningsih
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 1 (2021): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i1.5780

Abstract

Abstrak Haji merupakan peristiwa yang memiliki nilai berita tinggi, sehingga media massa memberitakan rukun Islam kelima tersebut secara intens, di sisi lain tidak setiap tahun media massa dapat memberangkatkan wartawan ke Arab Saudi untuk meliput haji karena ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi dan pembatasan kuota wartawan peliput di setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Kementerian Agama Republik Indonesia, liputan haji secara langsung cenderung dilakukan oleh media level nasional. Lantas bagiamana media lokal?  Tulisan ini bertujuan membahas mengenai manajemen redaksi media massa lokal dalam pemberitaan haji. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terhadap perwakilan redaksi dari empat media lokal yakni Kedaulatan Rakyat Group (Yoygakarta), Solopos (Solo), Radar Cirebon (Cirebon) dan SuaraNTB (Nusa Tenggara Barat). Hasil penelitian adalah tema berita berkaitan dengan kebijakan pemerintah mengenai haji, persiapan keberangkatan, jadwal kepulangan, dan kondisi jamaah haji asal wilayah tersebut selama berada di Tanah Suci. Narasumber informasi berasal dari otoritas haji di tingkat lokal dan jamaah haji yang berasal dari wilayah yang sama dengan tempat media tersebut berada. Media memanfaatkan relasi dengan jamaah untuk memperoleh informasi secara langsung selama pelaksanaan ibadah haji.  Teknik pengumpulan informasi media menggunakan cara liputan langsung utamanya di embarkasi/debarkasi serta kantor otoritas lokal haji di kota masing-masing, menggunakan website resmi Kementerian Agama, dan mengutip dari kantor berita lain.Kata kunci : berita haji, manajemen redaksi, media lokalAbstractHajj is an event that has high news value, so the mass media give intensive reports on it. On the other hand, not every year the mass media can delegate journalists to Saudi Arabia to cover the hajj event, because there are a number of requirements that must be met and quota limitation on the journalist in covering hajj news. Based on the data from Ministry of Religion Republic of Indonesia, there is a trend that the mass media at the national level often get the opportunity to cover Hajj directly. So how about the local media? This paper aims to discuss the editorial management of the local mass media in reporting the hajj. The data collection technique used interviews with editorial representatives from four local media namely Kedaulatan Rakyat Group (Yogyakarta), Solopos (Solo), Radar Cirebon (Cirebon) and SuaraNTB (West Nusa Tenggara). The research results are  the theme of news related to government policies regarding Hajj, preparation for departure, schedule for returning home, and the condition of pilgrims from the region while in the Holy Land. Local media use the local pilgrimage authorities and pilgrims from the same region where the media is located as the news sources. The media use the relationship with the pilgrims to obtain information directly during the haj pilgrimage. Media uses direct coverage, especially in embarkation / debarkation and local Hajj authority offices in each city, citing the official website of the Ministry of Religion, and/or from other news agencies as the news gathering process.Keywords: hajj news, local media, newsroom management
Peran Komunikasi Keluarga Dalam Perilaku Cyberbullying Pada Remaja Hafifa Zuhra Sanusi; Mohamad Syahriar Sugandi
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4440

Abstract

AbstrakBerdasarkan data yang dihimpun Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tercatat pada tahun 2016 - 2019 terdapat 663 total kasus cyberbullying, dengan rata-rata peningkatan sebesar 38% setiap tahunnya. Cyberbullying dapat menimbulkan gangguan pada anak; mulai dari gangguan fisik, psikis, hingga berujung kematian. Di sisi lain, orang tua memiliki peran dalam menekan perilaku cyberbullying pada remaja. Penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu pola komunikasi keluarga dengan sub-variabel percakapan dan konformitas. Variabel dependen, yaitu perilaku cyberbullying dengan indikator flaming, harassment, denigration, impersonation, outing, trickery, exclusion, dan cyberstalking. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif dan hubungan kausal dengan teknik analisis data: uji asumsi klasik, analisis korelasi, analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi dan uji hipotesis. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling menggunakan rumus disproportionate stratified, dengan sampel 270 responden. Hasil uji hipotesis menunjukkan pola komunikasi keluarga memiliki pengaruh negatif terhadap perilaku cyberbullying. Hal tersebut dibuktikan dengan variabel Percakapan (X1 ) dan variabel Konformitas (X2 ) memperoleh thitung (-2,877 dan -6,916) < ttabel(-1,284). Hasil uji koefisien determinasi menunjukan bahwa pola komunikasi keluarga hanya berpengaruh sebesar 21,6% terhadap perilaku cyberbullying dengan variabel konformitas (X2 ) memberi kontribusi lebih besar dibandingkan variabel Percakapan (X1 ). Dapat disimpulkan bahwa percakapan dan konformitas dalam pola komunikasi yang berlangsung dalam keluarga memiliki pengaruh terhadap perilaku cyberbullying.AbstractBased on data compiled by the Indonesian Child Protection Commission (KPAI), in 2016 - 2019 there were 663 total cases of cyberbullying, with an average increase of 38% each year. Cyberbullying can cause disturbances in children. This research uses independent variables, namely family communication patterns with conversation and conformity sub-variables. The dependent variable, is cyberbullying behaviour with indicators of flaming, harassment, denigration, impersonation, outing, trickery, exclusion, and cyberstalking. This research uses quantitative methods with descriptive analysis and causal relationships with data analysis techniques: classic assumption test, correlation analysis, multiple linear regression analysis, coefficient of determination and hypothesis testing. The sampling technique used in this research is stratified random sampling using the disproportionate stratified formula, with a sample of 270 respondents. Hypothesis test results show that family communication patterns have a negative influence on cyberbullying behaviour. This is evidenced by the Conversation variable (X1 ) and the Conformity variable (X2 ) to obtain tcount (-2.877 and -6.916) <ttable (-1.284). The coefficient of determination test results shows that family communication patterns only influence by 21.6% of cyberbullying behaviour with the Conformity variable (X2) contributing more than the Conversation variable (X1). It can be concluded that conversation and conformity in communicationpatterns that take place in the family have an influence on cyberbullying behaviour.
Organizational Culture Dalam Membangun Komunikasi Pendidikan Berbasis Multikulturalisme dan Teknologi Mustaqim Mustaqim; Lian Agustina Setiyaningsih; Muhammad Hanif Fahmi
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 1 (2021): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i1.4721

Abstract

AbstrakJawaban atas tantangan global bagi lembaga pendidikan adalah terciptanya komunikasi pendidikan efektif guna menghasilkan output yang optimal. Budaya organisasi digambarkan sebagai komponen komunikasi yang mampu membantu terciptanya komunikasi pendidikan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran budaya organisasi dalam membangun komunikasi pendidikan berbasis multikulturalisme dan teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi literatur. Informan yang dilibatkan antara lain satu kepala sekolah, enam pamong dan 10 siswa. Teknik analisis data menggunakan pola Milles dan Huberman. Penelitian ini menganalisis peran budaya organisasi dalam membentuk komunikasi pendidikan yang efektif berbasis multikulturalisme dan teknologi di SMA Taruna Negara Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki kontribusi besar dalam menciptakan komunikasi efektif berbasis multikulturalisme dan teknologi. Budaya organisasi terbentuk melalui implementasi desain komunikasi internalisasi perilaku dengan pendekatan berlapis dari tingkat kelas, sekolah hingga graha. Desain tersebut meliputi nilai toleransi, nilai wawasan kebangsaan, peningkatan prestasi akademik dan literasi teknologi. Nilai yang berkaitan dengan multikulturalisme meliputi toleransi, kerjasama, kedisiplinan, kebebasan memberikan kritik dan saran, serta komunikasi dua arah. Sedangkan nilai terkait teknologi adalah pemanfaatan teknologi berbasis kreatifitas dan tanggung jawab sosial.AbstractThe answer of global challenges for educational institutions is the creation of effective educational communication for optimal output. Organizational culture is described as a communication component that can help create effective educational communication. This study aims to describe the role of organizational culture in building educational communication based on multiculturalism and technology. The research method was descriptive qualitative analytic. Data collection through observation, interviews and literature study. The informants included head,aster, six teachers and 10 students. While the data analysis technique used the Milles and Huberman pattern. This study analyzed the role of organizational culture in forming effective educational communication based on multiculturalism and technology in SMA Taruna Negara, Central Java. The results showed that organizational culture has a major contribution in creating effective communication based on multiculturalism and technology. Organizational culture is formed through the implementation of behavioral internalization communication designs with a layered approach from the class, school to housekeeping level. The design includes the value of tolerance, the value of national insight, increased academic achievement and technological literacy. Values related to multiculturalism include tolerance, cooperation, discipline, freedom to give criticism and suggestions, and two-way communication. Meanwhile, the value related to technology is the use of technology based on creativity and social responsibility.
Analisis Resepsi Mahasiswa Terhadap Pemberitaan Hoax di Media Sosial Moch Nurcholis Majid
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4655

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang resepsi mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya terhadap pemberitaan Hoax di media sosial. Dalam media sosial dapat memberikan segala informasi salah satu tentang pemberitaan Hoax yang dapat merugikan para pengguna. Dalam menyebarkan hoax biasaya memiliki tiga cara yakni pertama, pemberitahuan terkait informasi yang dapat menimbulkan kerusuhan dan mudah menimbulkan opini masyarakat. Kedua, hoax pada dasarnya merupakan pemotongan informasi dengan di bumbui pernyatakan publik figur. Ketiga, pelaku penyebaran informasi yang tidak akaurat melalui sosial media yang ada untuk menjadikan opini masyarakat. Maka dalam penelitian ini penting untuk dikaji sebagai bahan acuan dalam mengetahi sikap dan pemahaman mahasiswa UINSA terhadap pemberitaan hoax di media social dengan tujuan untuk mengerahui resepsi mahasiswa UINSA terhadap pemberitan hoax di media sosial. Metode Kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk menjelaskan pemahaman subyek terhadap suatu kondisi tertentu. Teknik pengumpulan data mengunakan teknik Focus Group Discussion. Model Decoding Stuart Hall Sebagai alat untuk membedah dalam penelitian ini. Hasil penelitian diatas menunjukan bahwa satu informas menempati posisi hegemoni dominan, lebih mengikuti informasi hoax yang diteruima. Empat informan terdapat pada posisi negosiasi, dimana mereka melakukan konfirmasi berita hoax yang menyangkut dirinya. Sedangkan tiga informan dalam posisi oposional mereka mengetahui informasi hoax dan memberikan klarifikasi kebenaran informasinya.AbstractThis research discusses the reception of UIN Sunan Ampel Surabaya students on hoax coverage on social media. In social media, one can provide all the information about Hoax news that can harm users. In spreading hoaxes, there are usually three ways, first, notification related to information that can cause riots and easily generate public opinion. Second, hoax is basically a cutting of information by embellishing the statement of public figures. Third, the perpetrators of disseminating inaccurate information through existing social media to make public opinion. So in this study it is important to study it as a reference in knowing the attitudes and understanding of UINSA students about hoax news on social media with the aim of surrendering UINSA student receptions on hoax reporting on social media. Descriptive qualitative method is used in this research to explain the subject’s understanding of a certain condition. Data collection techniques using the Focus Group Discussion technique. Stuart Hall’s Decoding Model As a tool to dissect in this study. The results of the research above indicate that one informant occupies a dominant hegemony position, more closely following the hoax information received. Four informants are in a negotiating position, where they confirm hoax news concerning him. Meanwhile, three informants in their oppositional position learned about hoax information and clarified the truth of the information.
Fenomena Stay at Home Dad dalam Film The Intern (Analisis Framing Robert N Entman) Eryca Septiya Ningrum; Kusnarto Kusnarto
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 1 (2021): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i1.6023

Abstract

 Stay at home dad adalah sebutan bagi ayah yang tinggal dirumah untuk dan merawat anaknya yang usianya masih di bawah 18 tahun. Fenomena stay at home dad masih dianggap tabu dikalangan masyarakat. Stigma lama masyarakat yang masih dipercaya bahwa ayah adalah orang yang bertugas untuk mencari nafkah bagi keluarganya sedangkan ibu merawat anak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Seiring berkembangnya zaman, fenomena stay at home dad masih mendapat kritikan dari orang-orang yang masih belum terbuka. Penelitian ini mencoba untuk mencaritahu bagaimana pembingkaian fenomena stay at home dad dalam film The Intern menggunakan metode analisis framing model Robert N Entmant. Hasil penelitian pembingkaian stay at home dad dalam film The Intern menunjukkan bahwa pendefinisian masalah membingkai stay at home dad merupakan fenomena yang tidak biasa bagi masyarakat sekitarnya, namun justru dianggap luar biasa bagi orang terdekatnya. Kemudian penyebab dari stay athome dad adalah karena Jules ingin mendirikan perusahaan.akhirnya Matt mengalah dan meninggalkan pekerjannya. Pesan moral yang disajikan adalah seorang Matt yang rela berkorban demi keluarganya. Stay at home dad dalam film The Intern dibingkai sebagai sebuah solusi dalam masalah rumah tangga
Strategi Komunikasi Membangun Customer Relationship Pada Inkubator Bisnis Puspiptek Shiddiq Sugiono
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4612

Abstract

AbstrakSaat ini inkubator bisnis menjadi salah satu fasilitas yang memiliki peran dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia. Fungsinya adalah untuk melahirkan UMKM yang siap bersaing. Technology Business Incubation Center (TBIC) merupakan inkubator bisnis yang dikelola oleh Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Kementerian Riset dan Teknologi dengan menerapkan metode in wall. Melalui program inkubasi bisnis, TBIC melakukan berbagai aktivitas pendampingan bisnis agar peserta inkubasi (tenant) memiliki jiwa technopreneur dan siap bersaing. Komunikasi menjadi aspek yang penting dalam membangun ikatan dengan tenant inkubator bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tujuan pembangunan ikatan dengan pelanggan, menjelaskan strategi komunikasi yang dilakukan oleh TBIC Puspiptek untuk membangun ikatan dengan pelanggan serta mengevaluasi strategi tersebut. Metode wawancara semi terstruktur digunakan untuk memperoleh data penelitian. Informan dalam penelitian ini adalah manajemen TBIC Puspiptek yang pernah maupun sedang menjabat hingga akhir tahun 2019. Data hasil penelitian diolah dengan analisis deskriptif pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pembangunan ikatan dengan pelanggan TBIC Puspiptek dimaksudkan untuk menciptakan kekeluargaan dan memberikan dampak positif. Adapun strategi yang digunakan adalah pendekatan komunikasi informal, membangun iklim komunikasi positif, penggunaan teknologi digital serta mengadakan monitoring dan evaluasi. TBIC Puspiptek masih harus memperbanyak kegiatan informal sehingga dapat menggali informasi lebih dalam dari pelanggan.AbstractCurrently the business incubator is one of the facilities that has a role in improving the economy in Indonesia. Its function is to establish SMEs that are ready to compete. Technology Business Incubation Center (TBIC) is a business incubator managed by the Research Center for Science and Technology (Puspiptek) of the Ministry of Research and Technology by applying the in wall method. Through the business incubation program, TBIC carries out various business assistance activities so that incubation participants (tenants) have a technopreneur spirit and are ready to compete. Communication is an important aspect in building bonds with business incubator tenants. This study aims to describe the objectives of building bonds with customers, explain the communication strategies used by TBIC Puspiptek to build bonds with customers and evaluate these strategies. The semi-structured interview method was used to obtain research data. The informants in this study were TBIC Puspiptek management who had or are currently serving until the end of 2019. The research data were processed with descriptive analysis with a qualitative approach. The research result states that the building of bonds with TBIC Puspiptek customers is intended to create family bonds and have a positive impact. The strategy used is an informal communication approach, building a positive communication climate, using digital technology and conducting monitoring and evaluation. TBIC Puspiptek still has to multiply informal activities so that it can dig deeper information from customers.
Collaborative CSR melalui Program Rumah Kreatif Jogja Firdha Irmawanti
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 1 (2021): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i1.4798

Abstract

Abstrak  Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan bentuk komitmen dunia usaha untuk peningkatan dan pengembangan masyarakat. Komitmen ini ditunjukkan dengan peran setiap aktor dalam mencapai tujuan bersama. Program Rumah Kreatif Jogja merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dilakukan atas inisiasi dari Kementerian BUMN untuk membangun UMKM Indonesia berkualitas. Kementerian BUMN, PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk, dan pelaku UMKM berkolaborasi dalam pelaksanaan program Rumah Kreatif Jogja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kolaborasi antara pemerintah, perusahaan dan pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dengan manajemen Rumah Kreatif Jogja dan pelaku UMKM, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa kolaborasi antara Kementerian BUMN, PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk dan pelaku UMKM berjalan dengan baik. Kementerian BUMN melalui PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk membuat formulasi kebijakan untuk meningkatkan kompetensi, memperluas pemasaran dan memudahkan akses permodalan. PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk selaku pelaksana program mewujudkannya melalui Program Rumah Kreatif Jogja dengan menyediakan fasilitas co-working space dan memfasilitasi pelaku UMKM melalui pendampingan dan pemberdayaan. Keberhasilan collaborative CSR dapat dilihat dari pelibatan pelaku UMKM (community engagement) sebagai penerima manfaat dari program Rumah Kreatif Jogja.AbstractCorporate Social Responsibility (CSR) is a form of commitment from the business world to community improvement and development. This commitment is shown by the role of each actor in achieving common goals. Rumah Kreatif Jogja program is a corporate social responsibility (CSR) program initiated by the Ministry of BUMN to build quality Indonesian MSMEs. The Ministry of BUMN, PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk, and MSME actors collaborate in the implementation program of Rumah Kreatif Jogja. The purpose of this study is to analize how the collaboration between the government, companies and MSME players to improve the quality of MSMEs. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection was carried out by interviewing the management of Rumah Kreatif Jogja and MSME actors, and literature study. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation and conclusion drawing. The result shows that the collaboration among The Ministry of BUMN, PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk., and SME went well. The Ministry of BUMN, through PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk has formulated policies to improve competence, expand marketing and facilitate access to capital. PT Bank Rakyat Indonesia implement the program by providing co-working space facilities and facilitating SME in mentoring and empowering. The success of Collaborative CSR is shown by the involvement of SME (community engagement) as beneficiaries of the Program of Rumah Kreatif Jogja.
Kekerasan Verbal di Konten Youtube Indonesia Dalam Perspektif Kultivasi Moh. Adli Ahdiyat
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4578

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi informasi telah menghadirkan Youtube sebagai media penyaing televisi untuk menjadi media pembelajaran bagi masyarakat. Kebebasan berekspresi melalui konten Youtube menghadirkan konten-konten dengan unsur kekerasan verbal yang nampaknya menjadi perhatian sebagian besar khalayak Youtube di Indonesia. Sayangnya, kreator konten dan khalayak sering mengabaikan efek yang dihasilkan dari mengonsumsi konten dengan unsur kekerasan verbal. Dari latar belakang tersebut, peneliti merumuskan masalah pada penelitian ini dalam bentuk pertanyaan: apa saja efek yang dihasilkan dari mengonsumsi konten kekerasan verbal di Youtube dalam perspektif kultivasi?, dan apa saja bentuk kekerasan verbal yang ada dalam konten Youtube di Indonesia?. Hasil penelitian menemukan dua jenis efek yang terjadi dari mengonsumsi konten kekerasa verbal di Youtube. Pertama, pembentukan budaya berkomentar dengan bahasa kasar di konten Youtube. Kedua, peningkatan agresivitas verbal khalayak dan peningkatan pengabaian khalayak terhadap efek dari kekerasan verbal. Hasil berikutnya mengemukakan kategorisasi kekerasan verbal yang ada di Youtube. Pertama, konten Youtube dengan penggunaan bahasa kasar. Kedua, konten Youtube dalam bentuk cyberbullying. Berdasarkan perspektif kultivasi, intensitas khalayak dalam menonton bentuk-bentuk kekerasan verbal tersebut memiliki pengaruh dalam membentuk perilaku verbal khalayak, baik dalam berkomentar di kolom komentar video Youtube ataupun dalam berperilaku secara verbal. Hal ini tentunya berpengaruh kepada perubahan sosial di masyarakat.AbstractThe development of information technology has presented Youtube as a competitor for television to become a learning medium for the community. Freedom of expression through Youtube content presents verbal violence contents that seems to be the concern of most Youtube audiences in Indonesia. Unfortunately, content creators and audiences often ignore the effects from consuming verbal violence contents. From this background, the researcher formulated the research question: what are the effects from consuming verbal violence content on YouTube in a cultivation perspective ?, and what are the forms of verbal violence that exist in YouTube content in Indonesia?. The results found two types of effects that occur from consuming verbal violence content on Youtube. First, culture of commenting with abusive language on Youtube content. Second, the increase in verbal aggressiveness of the audience and an increase in audience disregard for the effects of verbal violence. The next results reveal the categorization of verbal violence in Youtube content. First, Youtube content that using abusive language. Second, Youtube content in the form of cyberbullying. Based on a cultivation perspective, the intensity of watching forms of verbal violence has an influence in shaping the verbal behavior of the audience, both in commenting in the YouTube video comment column or in verbally behaving. This certainly affects social change in society.

Page 8 of 18 | Total Record : 172