cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
ETTISAL Journal of Communication
ISSN : 25031880     EISSN : 25993240     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ETTISAL Journal of Communication is published by University of Darussalam Gontor in coorporated with ASPIKOM, APJIKI and ISKI. It is published twice in a year every June and December. At March 2016 ETTISAL Journal of Communication registered with P-ISSN serial number 2503-1880, and at December 2017 also registered with E-ISSN serial number 2503-1880.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Mitigasi Bencana Pandemi Covid-19 di Kabupaten Ogan Komering Ulu Darwadi MS; Akhmad Rosihan; Bambang Setyo Utomo
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4807

Abstract

AbstrakInformasi  tentang seputar  bencana seringkali dianggap kurang penting oleh sebagain besar masyarakat terutama bagi masyarakat di daerah. Permasalahan ini menjadi penting, terutama bencana non-alam seperti Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Dalam hal ini disebabkan  bukan karena masyarakat di daerah tidak peduli terhadap Pandemi Covid-19,  melainkan akses yang terbatas terhadap informasi  kebencanaan. Keterbatasan akses tersebut meliputi keterbatasan media informasi,  pengetahuan, sampai  keterbatasan informasi yang disajikan oleh pemerintah daerah  terkait mitigasi bencana non-alam seperti yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu.  Diantara cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan  new media (media baru) dalam mendistribusikan informasi tentang mitigasi bencana Non-Alam Pandemi Covid-19. Oleh sebab  itu,  peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana mitigasi non bencana yang dilakukan pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu dalam pemanfaatan media baru sebagai media alternatif dalam  proses mitigasi bencana Pandemi Covid-19. Untuk menganalisis permasalahan  peran new media dalam proses mitigasi bencana, penelitian ini  menggunakan teori  uses and  gratification, dan menggunakan metode  penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik  pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam  pada  Pemda Kabupaten Ogan Komering Ulu dan masyarakat, dengan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa proses pelaksanaan mitigasi bencanan non-alam pandemi covid-19 di Kabupaten Ogan Komering Ulu belum berjalan maksimal, hal ini terlihat dari kurangnya sumber informasi yang sediakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Ogan Koemring Ulu dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan yang disebabkan kurangnya informasi yang mereka ketahui melalui media.AbstractNowadays, information about disasters is often considered less important by the majority of the community, especially for people in the regions. This problem becomes important, especially non-natural disasters such as the Covid-19 Pandemic which is currently happening. In this case, it is not because people in the regions do not care about the Covid-19 Pandemic, but because they have limited access to disaster information. The limited access includes the limited media of information, knowledge, and limited information provided by the local government regarding the mitigation of non-natural disasters such as what happened in Ogan Komering Ulu District. One way to actually deal with this problem is to use new media in distributing information about mitigation of the Non-Natural Disaster of the Covid-19 Pandemic. Therefore, researchers are interested in examining the role of new media as an alternative media in the process of mitigating the Covid-19 Pandemic disaster in Ogan Komering Ulu Regency. To analyze the problem of the role of new media in the disaster mitigation process, this study used Uses and Gratification Theory, and used descriptive qualitative research methods with data collection techniques using in-depth interviews at the local government of Ogan Komering Ulu Regency and the community, with informant selection techniques using purposive sampling. From the results of the study, it was found that the implementation process of mitigating the covid-19 pandemic non-natural disaster in Ogan Komering Ulu Regency has not been running optimally, this can be seen from the lack of information sources provided by the Covid-19 Task Force in Ogan Koemring Ulu Regency and the low awareness of the community in carrying out health protocol due to the lack of information they know through the media.
Pengelolaan Kecemasan Dan Ketidakpastian Dalam Menghadapi Wabah Covid-19 Pada Jurnalis Sidoarjo Lukman Al Farisi
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4755

Abstract

Pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian dalam mengahadapi wabah Covid-19 merupakan hal yang menarik untuk diteliti. Sebab di dalamnya memunculkan budaya baru di dalam proses interaksi sehari-hari. Jurnalis termasuk profesi yang memiliki aktivitas interaksi yang tinggi. Pada kondisi saat ini para jurnalis di Sidoarjo juga merasakan kecemasan dan ketidakpastian. Sebab mereka dituntut untuk bertemu dengan banyak orang di saat bekerja. Penelitian ini kemudian mencoba melihat bagaimana pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian yang dilakukan oleh para jurnalis di Sidoarjo. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini berhasil mengungkapkan bagaimana para jurnalis di Sidoarjo melakukan pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian dirinya saat bekerja. Di antaranya dengan memegang teguh prinsip etika komunikasi, menghilangkan reaksi yang berlebihan hingga kesadaran diri dengan profesinya yang mendorong mereka tetap bisa melakukan interaksi dan komunikasi dengan orang di sekilingnya termasuk narasumber informasi.
Dakwah Digital: Eksplorasi Gerakan Filantropi Muhamamdiyah Selama Covid-19 Di Media Sosial Twitter ‘@muhammadiyah’ Al Fauzi Rahmat
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 1 (2021): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i1.5027

Abstract

AbstrakTren dakwah digital di media sosial akhir-akhir ini banyak menyita perhatian beberapa organisasi Islam, termasuk Muhammadiyah sebagai organisasi Islam moderat dalam mengamalkan dakwahnya melalui twitter. Dakwah digital termasuk penyiaran terkait gerakan filantropi telah lama disiarkan melalui kanal twitternya. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi gerakan filantropi dalam penanganan wabah Covid-19 dari tweet yang disiarkannya pada periode Maret 2020 hingga Agustus 2020. Selanjutnya, metode kualitatif eksploratif telah digunakan dalam tulisan ini. Kemudian, alat analisis penelitian menggunakan perangkat lunak NVivo 12 plus untuk menangkap intensitas 'tweet' dan mengeksplorasi tweet dakwah berbasis gerakan filantropi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi Islam moderat menjunjung tinggi gerakan sosial yang tercermin dari keterlibatannya dalam upaya penanggulangan Covid-19 dengan menyebarkan praktik dakwah berbasis gerakan filantropi. Gerakan filantropi yang dilakukan oleh Muhammadiyah telah ditangkap melalui media sosial Twitternya yaitu ‘@muhammadiyah’. Tweet yang dihasilkan telah banyak menyalurkan informasi tentang kegiatan dan program yang telah dan sedang dilakukan serta menghimpun berbagai aktor yang turut andil dalam penanganannya wabah Covid-19. Muhamamdiyah telah bekerjasama dengan pemerintah pusat dan beberapa pemerintah daerah, LSM, dan pemerintah luar negeri yaitu Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Berdasarkan variabel yang diteliti menunjukkan bahwa Advokasi dan Pemberdayaan untuk dakwah berbasis filantropi Muhammadiyah memiliki 164 tweet. Variabel asosiasi memiliki intensitas 100 tweet, variabel pemberian memiliki intensitas 96 tweet, dan terakhir variabel pelayanan 210 tweet. Dengan demikian, hal ini menandakan bahwa Muhamamdiyah merupakan organisasi yang menjunjung tinggi rasa kemanusiaan melalui praktik-praktik filantropinya, terlebih pada saat wabah Covid-19 merebak. AbstractThe trend of digital da'wah on social media lately has confiscated several Islamic organizations' attention, including Muhammadiyah as a moderate Islamic organization in practicing its da'wah via twitter. Digital da'wah, including broadcasts related to the philanthropic movement has long been broadcasted through its twitter channel. This paper aims to explore the philanthropic movement in handling the Covid-19 outbreak from the tweets it broadcast in March 2020 to August 2020. Furthermore, qualitative exploratory methods have been used in this paper. Then, the research analysis tool use NVivo 12 plus software to capture the intensity of the 'tweet' and explore the da'wah tweets based on the philanthropic movement. The results showed that Muhammadiyah, as a moderate Islamic organization, upholds social movements as reflected in its involvement in the effort to tackle Covid-19 by spreading the practice of da'wah based on the philanthropic movement. The philanthropic movement carried out by Muhammadiyah has been captured through its Twitter social media, namely '@muhammadiyah'. The resulting tweets have channeled much information about the activities and programs that have been carried out and brought together various actors who took part in handling the Covid-19 outbreak. Muhamamdiyah has collaborated with the central government and several local governments, NGOs and foreign governments, namely Australia, through the Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). The variables studied show that Advocacy and Empowerment for Muhammadiyah philanthropy-based da'wah have 164 tweets. The Association variable has an intensity of 100 tweets, the Giving variable has an intensity of 96 tweets, and finally, the Service variable has 210 tweets. Thus, this indicates that Muhamamdiyah is an organization that upholds humanity through its philanthropic practices, especially when the Covid-19 outbreak.
Peran Komunikasi dalam Pemberdayaan Remaja Broken Home Melalui Gerakan Survivor Broken Home Yuni Retnowati; Partini Partini; Endang Sulastri
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.5071

Abstract

Abstrak Meningkatnya jumlah perceraian di Indonesia menyebabkan jumlah remaja broken home juga meningkat. Dampak negatif keluarga broken home pada umumnya berupa gangguan psikologis, perilaku dan emosi. Di kalangan masyarakat berkembang stigma terhadap remaja broken home sebagai remaja yang nakal, tidak bisa diatur, dan memberi pengaruh buruk kepada lingkungannya. Stigma ini menyebabkan mereka kehilangan motivasi dan menarik diri dari kehidupan sosial kemudian mencari pelarian sehingga terjerumus dalam pergaulan negatif. Hal ini menghambat perkembangan potensi dan kekuatan mereka. Gerakan survivor broken home bertujuan melakukan pengembangan diri remaja broken home sehingga berfungsi sebagai sarana pemberdayaan. Gerakan tersebut dilakukan melalui Komunitas Inspirasi Hamur yang memiliki aktivitas online di media sosial dan aktivitas offline berupa pertemuan rutin, pelatihan pengembangan diri dan kelas-kelas inspiratif untuk pemberdayaan anggota. Komunikasi memegang peranan penting dalam proses pemberdayaan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) proses pemberdayaan remaja broken home dan (2) peran komunikasi pada setiap tahapan proses pemberdayaan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan observasi media sosial virtual, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan mengikuti 3 tahapan yaitu penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan. Peran komunikasi dalam proses pemberdayaan adalah sebagai sarana pembentukan konsep diri, perubahan sikap, keyakinan, dan perilaku serta penggerak tindakan. Kesimpulannya , komunikasi berperan penting dalam pemberdayaan remaja broken home melalui pembentukan konsep diri yang berada pada tahap pembentukan kesadaran dalam proses pemberdayaan. Kontribusi penelitian adalah mendeskripsikan peran komunikasi dalam proses pemberdayaan remaja broken home.Abstract The increasing number of divorces in Indonesia also increases the number of broken home children. The negative impacts of broken home families are generally psychological, behavioral, and emotional disorders. There is a growing stigma against broken home adolescents as naughty, unruly, and negatively influencing their environment. This stigma causes them to lose motivation and withdraw from social life and then look for an escape to fall into negative associations. It hampers the development of their potential and strength. The survivor’s broken home movement aims to develop the broken home adolescent’s self to functions as a means of empowerment. This movement is carried out through the Hamur Inspiration Community, which has online activities on social media and offline activities like regular meetings, self-development training, and inspirational classes for member empowerment. Communication plays an essential role in this empowerment process. This study aims to determine: (1) the process of empowering broken home adolescents and (2) the role of communication at each stage of the empowerment process. This research is qualitative with a case study approach. The informant selection was carried out using the purposive sampling technique, while data collection was carried out by observing virtual social media, in-depth interviews, and focus group discussions. The results showed that the empowerment process followed three stages: awareness, capacity building, and empowerment. The role of communication in the empowerment process is as a means of forming self-concepts, changing attitudes, beliefs, behavior, and driving action. In conclusion, communication plays an essential role in empowering broken home adolescents by developing self-concepts at the empowerment process’s awarenessbuilding stage. The research contribution is to describe the part of communication in the empowerment process of broken home adolescents.
The Effect of Instagram Social Media Exposure on Purchase Decision Anastasia Michelle; Daniel Susilo
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 1 (2021): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i1.6242

Abstract

AbstractThis study aims to determine whether there is an effect of social media exposure from the @byooteofficial Instagram account on purchase decisions made by followers and to find out the magnitude of the influence. The concepts to be used in this study are media exposure, Instagram, and purchase decisions. The method of this study using a survey method with a quantitative approach that is explanative and the sample taken in this study is as many as 400 respondents. The results of this study, which used a simple linear regression test, showed that there was an influence between media exposure on purchase decisions on followers of the @byooteofficial Instagram account by 44% and another 56% influenced by other factors not examined in this study. Therefore, this study can be concluded that it has successfully answered the objectives of this study, namely the influence and how much influence the variable x (media exposure) has on the variable y (purchase decision). AbstrakPerkembangan media sosial sebagai medium komunikasi pemasaran meningkat signifikan pasca 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terpaan media sosial dari akun Instagram @byooteofficial terhadap keputusan pembelian yang dilakukan followers dan untuk mengetahui besarnya pengaruh tersebut. Konsep yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah media exposure, Instagram, dan keputusan pembelian. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat eksplanatif dan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 400 responden. Hasil penelitian yang menggunakan uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara terpaan media terhadap keputusan pembelian pada followers akun Instagram @byooteofficial sebesar 44% dan 56% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan telah berhasil menjawab tujuan penelitian ini, yaitu pengaruh dan seberapa besar pengaruh variabel x (terpaan media) terhadap variabel y (keputusan pembelian). 
Makna Simbol Komunikasi Melalui Uang Dan Piring Gantung (Barang Antik) Dalam Pernikahan Adat Suku Muslim Papua Lian Frisdiana Komaria Kwando; Tony Sukasah; Teguh Dwi Putranto
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 1 (2021): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i1.5136

Abstract

AbstrakSuku Irarutu III adalah salah satu Suku dari 300 Suku di Papua yang mendiami Indonesia dengan mayoritas penduduk aslinya beragama Islam dengan daerah geografisnya berupa dataran yang dekat dengan laut. Kemajuan di Papua membuat masyarakat Papua telah mengalami pergeseran budaya dan juga tradisi yang ada di Papua sejak zaman dahulu. Penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik dan mendeskripsikan tentang kebudayaan asli Papua secara dalam dari apek-aspek seperti nilai-nilai, pesan adat budaya dalam prosesi pernikahan bagi masyarakat Suku Irarutu III, antara lain dari sisi verbal, dan non verbal dengan menggunakan metode studi kasus. Kesimpulan yang didapat bahwa uang dan piring gantung dalam pernikahan adat suku muslim di Papua menyimbolkan makna sebagai media interaksi komunikasi dalam upacara-upacara adat antara lain dalam adat pernikahan agar terhindar dari fitnah, kedua mempelai dapat hidup sejahtera, mengarungi hidup bersama selamanya, dan bahagia. Simbol-simbol yang ada pada uang dan barang antik tersebut menjadi salah satu proses interaksi komunikasi antar kelompok khususnya Suku Irarutu III. Rekomendasi yang dapat dijadikan pertimbangan adalah perlunya keterlibatan masyarakat Papua dalam memahami dan melestarikan tradisi pernikahan adat di Papua dengan menggunakan uang dan piring gantung atau dengan benda sejenis dengan harga yang lebih terjangkau.AbstractThe Irarutu tribe is one of the 300 tribes that inhabit Indonesia with the majority of its original population being Muslim with its geographical area in the form of plains close to the sea. Progress in Papua has made the people of Papua experience a shift in culture and traditions that have existed in Papua since ancient times. This study aims to examine the symbolic meaning and to describe the indigenous Papuan culture in depth from aspects such as values, messages of cultural customs in the marriage procession for the people of the Irarutu III tribe, among others from the verbal and non-verbal side by using the case study method. The conclusion is that money and hanging plates in Muslim tribal weddings in Papua symbolize meaning as a medium for communication interaction in traditional ceremonies, including in wedding customs to avoid slander, the bride and groom can live in prosperity, wade through life together forever and be happy. The symbols in money and antiques are part of the communication interaction process between groups, especially the Irarutu III Tribe. Recommendations that can be taken into consideration are the need for the involvement of the Papuan community in understanding and preserving the traditional wedding tradition in Papua by using money and hanging plates or with similar objects at a more affordable price. 
Strategi Account Executive Dalam Memasarkan Produk Periklanan Widya Sekar Dwisari
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4792

Abstract

AbstrakIklan sudah menjadi konsumsi harian di kalangan masyarakat luas melalui berbagai media. Pelaku usaha dapat memilih tayangan iklan melalui media konvensional maupun media digital sesuai kebutuhan. Dalam bidang ekonomi, periklanan merupakan salah satu strategi pemasaran dalam berupaya memperkenalkan produk atau jasa baru yang diusung melalui merek (brand) tertentu dengan tujuan memperoleh keuntungan, baik dari sisi finansial maupun citra merek atau brand image. Account Executive memiliki tanggung jawab atas proses komunikasi terhadap pekerjaan periklanan yang ditanganinya, baik proses komunikasi internal di biro iklan, maupun proses komunikasi eksternal yaitu terhadap klien. Oleh karena itu, Account Executive mempunyai peranan penting dalam sebuah biro iklan, untuk menjaga hubungan baik antar keduanya. Penelitian ini dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di PT. Mara Advertising, dengan mengumpulkan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer secara khusus dikumpulkan oleh peneliti melalui proses wawancara dengan pihak terkait dan observasi lapangan yang dilakukan secara langsung melalui narasumber dan data sekunder yang didapat dari sumber lain yang sudah ada, diambil dari literatur-literatur dan kepustakaan lain yang berhubungan dengan penelitian mengenai strategi Account executive.Penelitian ini diharapkan dapat mendeskripsikan strategi account executive dalam memberikan layanan pemasaran produk periklanan di Mara Advertising Yogyakarta. two. This research was conducted in The Special Region of Yogyakarta, especially in PT. Mara Advertising, by collecting two types of data, namely primary data and secondary data. Primary data is specifically collected by researchers through interviews with related parties and field observations conducted directly through resource persons and secondary data obtained from other existing sources, drawn from literatures and other literature related to research on account executive strategies. This research is expected to describe the executive account strategy in providing advertising product marketing services at Mara Advertising Yogyakarta.AbstractAdvertising has become a daily consumption among the public through various media. Businesses can choose ad impressions through conventional media or digital media as needed.In the field of economics, advertising is one of the marketing strategies in trying to introduce new products or services carried through certain brands with the aim of obtaining profit, both financially and brand image. The Account Executive has responsibility for the communication process for the advertising work it does, both the internal communication process in the advertising agency, and the external communication process that is to the client. Therefore, Account Executive has an important role in an advertising agency, to maintain good relations between the
Integrated Marketing Communication pada Penguatan Brand E-Commerce: Telaah IMC pada Platform Shopee Indonesia dita verolyna
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 1 (2021): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i1.5103

Abstract

Perkembangan teknologi membuat adanya perubahan di seluruh aspek kehidupan manusia, salah satunya adala cara berbelanja. Perilaku konsumen generasi muda mulai menyukai tradisi berbelanja secara online. Peluang ini dimanfaatkan kaum kapitalis untuk membuat platform digital yang dapat memfasilitasi perbelanjaan secara elektronik, setidaknya tercatat 10 e-commerce raksasa dan Platform Shopee menduduki peringkat popular. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana penguatan Brand E-commerce Shopee dengan Integratd Marketing Communication. Penulisan artikel ini menggunakan metode kajian literatur. Berdasarkan data yang dihimpun didapatkan hasil bahwa dalam mempertahankan 94 juta pengguna, Shopee menggunaka Integrated Marketing Communication untuk memperkuat Brand. Pemanfaatan kemajuan teknologi yang sesuai dengan target market dan kemajuan zaman menampilkan fitur yang canggih pada Platform Shopee. Selain itu pemeliharaan komunikasi timbal balik antara Shopee dan pengguna melalui media dan semua saluran komunikasi
Pengaruh Word of Mouth, Electronic Word of Mouth dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Andri Astuti Itasari; Nurnawati Hindra Hastuti; Agus Supriyadi
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.5069

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh word of mouth, electronic word of mouth dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di desa wisata Sidowayah, Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksplanatif yaitu menjelaskan generalisasi sampel terhadap populasinya, serta untuk mengetahui hubungan atau pengaruh variabel satu dengan variabel yang lainnya. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif eksplanatif dengan penelitian survei. Populasi penelitian merupakan responden yang berkunjung di desa wisata, sedangkan teknik pengambilan sampel secara nonprobabilitas dengan menggunakan accidental sampling atau convinance sampling dengan total 96 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai data primer dan data sekunder didapatkan dari data arsip dan dokumen. Uji Validitas Data menggunakan Uji Product Moment dan Uji Reliabilitas Data menggunakan Uji Cronbach Alpha. Sedangkan teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara uji serentak yaitu word of mouth, electronic word of mouth dan kualitas pelayanan secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan di desa wisata Sidowayah, Klaten. Sedangkan secara individual dengan menggunakan uji parsial menunjukkan bahwa variabel word of mouth, electronic word of mouth dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan dengan masingmasing nilai probabilitas sebesar 0,005 (p<0,05), 0,001 (p<0,05 dan 0,000 (p<0,05).AbstractThe aims of this research are to know how big the influence word of mouth, electronic of mouth, and quality of services toward customer’s satisfaction in tourism village of Sidowayah, Klaten. This research is a quantity explanation research; explain the generalization sample to its population and to know the relationship or influence by one variable to another. The method used is quantitaif explanatif survey research. Research population is responds who visit tourism village, Sidowayah, Klaten, and the technique of taking sample is nonprobability by using accidental sampling or convinance sampling with 96 responds. The technique of collecting data is by questionnaire as a primer data and files or documents as a seconder data. Test the validity of data is by using Testing of Product Moment and the test of reliability of data is by using Testing of Cronbach Alpha. Then, the analysis technique uses analysis double regression. The result of the research shows that test all in at once of word of mouth, electronic word of mouth and quality of services having significant influence to customer’s satisfaction in tourism village in Sidowayah, Katen. Meanwhile, individually test using partial test shows that the variable of word of mouth, electronic word of mouth and quality of services have significant influence in each value of probability in 0,005 (p<0,05), 0,001 (p<0,05 dan 0,000 (p<0,05)
Kesalahpahaman Komunikasi Suku Dayak dan Suku Banjar Rico Rico; Muzahid Akbar Hayat
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 2 (2021): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i2.5257

Abstract

AbstrakDinamika komunikasi antarbudaya secara umum berada dalam masyarakat yang semakin global. Hilangnya batas wilayah dan budaya serta sekat antarasatu orang dengan orang lain. Namun pada kenyataannya keragaman budaya dapat menimbulkan permasalahan yang dapat mengakibatkan masalah sosial. Hal yang dicapai dalam riset ini adalah menemukan gambaran kisah penyesuaian individu dari interaksinya suku Banjar dan defisiensi suku Dayak saat bersosialisasi dengan komunikasi mereka dengan masyarakat suku lain di Desa Sungai Teras, dimana merupakan daerah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Spesifikasinya adalah menggali sebuah cara yang adaptif dari minimnya orang Dayak dan kesalahpahaman komunikasi antar kedua tersebut yaitu suku Banjar dan suku Dayak. Interaksi kehidupan sosial, hingga proses negosiasi tidak memahami komunikasi tatap muka, situasi percakapan, tahapan adaptif komunikasi bermasalah, komunikasi, dan rintangan yang terjadi adalah sering gagal memahami dan hingga pada akhirnya dapat menerima pola komunikasinya. Sebuah metode komunikasi antara dua suku. Metode Kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif merupakan metode yang dipakai dalam riset ini yang menggunakan cara memahami pengalaman adaptif untuk mengetahui proses komunikasi antara Dayak dan Banjar. Dalam penelitian ini dipilih 10 orang dengan sampling untuk tujuan berdasarkan kriteria sebagai berikut Penduduk Desa Sungai Teras Kabupaten Kuala Kapuas yang berdomisili sudah melebihi dari 2 tahun keatas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketika banyak masyarakat Dayak menghadapi kekurangan masyarakat Banjar, terjadi kesalahpahaman komunikasi dengan "masalah budaya".AbstractDynamics communication of intercultural in general in an increasingly global society. Loss of territorial and cultural boundaries, as well as barriers between one and the other. But in reality, cultural diversity can cause problems that can lead to social problems. The achieved in this research is to describe of the story individual adjustment from the interaction Banjar tribe and the deficiency of the Dayak tribe when socializing with their communication with other tribal communities in Sungai Teras Village, which is the border area of Central Kalimantan and South Kalimantan. The specification is to explore an adaptive way from the lack of Dayak people and the misunderstanding of communication between the two, namely the Banjar and Dayak tribes. The negotiation process is face-to-face communication, the adaptation phase of communication with problematic conversational situations, interactions in social life until you do not understand the communication, and often fail and accept patterns as well. A method of communication between two tribes. In the course of communication between the Dayak and Banjar, the researchers use a qualitative method that uses a descriptive phenomenological approach to understanding adaptation experiences. For this study, 10 subjects were selected by sampling based on the following criteria. Sei Teras Kapuas KualaVillage people living for more than 2 years. These findings show that when many Dayak communities face the Banjar tribe, there is a misunderstanding of communication as a 'cultural problem'.

Page 7 of 18 | Total Record : 172