cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
ETTISAL Journal of Communication
ISSN : 25031880     EISSN : 25993240     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ETTISAL Journal of Communication is published by University of Darussalam Gontor in coorporated with ASPIKOM, APJIKI and ISKI. It is published twice in a year every June and December. At March 2016 ETTISAL Journal of Communication registered with P-ISSN serial number 2503-1880, and at December 2017 also registered with E-ISSN serial number 2503-1880.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Career-mother in Indonesian Soap Opera: A Counter-stereotype Representation Aditya Fahmi Nurwahid
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 1 (2021): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i1.6239

Abstract

Abstract Motherhood becomes one of the major representations in television by the fiction program stories and narratives. Based on this phenomenon, it is important for television built and portrayed the figure of mother via their program. There are several researches about the portrayal of women on television. But, still few study that exposes the portrayal of the mother and her career, especially in Indonesia. This research will expose the mother and work culture representation in the television soap opera, using the Gamson and Modigliani framing scheme. This research takes three of the popular soap opera in Indonesia from 2015-2019. For the result, there are several depictions of mothers and her career in soap operas. Plot, text, and framing scenes affects or negotiates the ideal value of career mother with counter-stereotypes representation and new value representation. But, these soap opera seems only use the counter-value representation to differentiate their serial with others. Abstrak Sosok ibu menjadi salah satu representasi yang banyak ditemui di sinetron yang ditayangkan televisi. Berdasarkan fenomena ini, penting bagi televisi untuk membangun dan menangkap sosok ibu melalui program mereka. Telah banyak riset mengenai representasi ibu di televisi, namun hanya sedikit yang mengekspos bagaimana ibu karier ditampilkan, terutama di Indonesia. Penelitian ini akan melihat bagaimana representasi ibu dan pekerjaan dalam sinetron di Indonesia. Menggunakan skema framing yang diperkenalkan Gamson dan Modigliani, penelitian ini akan melihat representasi melalui tiga sinetron paling populer sepanjang 2015-2019. Hasilnya, terdapat beberapa gambaran dari ibu dan kariernya di dalam sinetron. Plot, teks, dan pembingkaian dalam tampilan akting turut mempengaruhi nilai ideal dari sosok ibu karier. Sinetron juga turut menampilkan representasi yang melawan stereotip serta nilai baru terkait peran ibu karier. Hanya saja, sinetron tampak menampilkan representasi tersebut untuk membedakan ceritanya dengan sinetron lain.  
Media Literacy of Communication Students in Using Facebook Fadhil Pahlevi Hidayat; Rahmanita Ginting
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 1 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i1.3947

Abstract

Media baru merupakan media berbasis internet, dengan menggunakan teknologi. Salah satu yang menjadi perkembangan dari internet adalah media sosial. Saat ini, kita berada di era saturasi media yakni era dimana keberadaan informasi sangat banyak atau kita tengah mengalami kebanjiran informasi karena kehadiran media sosial. Literasi media sebagai suatu kemampuan yang penting agar kesadaran tentang konten dan dampak media serta individu memiliki kontrol dalam menggunakan media sehingga pemilihan konten media dapat sesuai kepentingan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan Literasi media pada mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menggunakan media sosial facebook. Keberadaan literasi media sangat dibutuhkan untuk membuat mahasiswa menjadi lebih cerdas lagi di dalam menerima dan membuat informasi di  tengah era saturasi media ini. Teori yang digunakan literasi media, framework new media literacy, dan media baru. Metode penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 1887 dan sampel 95 mahasiswa serta menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator functional consuming facebook dikategorikan sangat mampu, critical consuming facebook dikategorikan mampu, functional prosuming facebook dikategorikan mampu, dan kategori critical prosuming facebook dikategorikan mampu.Abstract  New media is internet-based media, using technology. One of the developments of the internet is social media. At present, we are in the era of media saturation, which is an era where there is so much information or we are experiencing a flood of information due to the presence of social media. Media literacy as an important ability so that awareness about the content and impact of the media and individuals have control in using the media so that the selection of media content can be of interest. The purpose of this study is to describe the ability of media literacy in Communication Science students in using social media Facebook. The existence of media literacy is needed to make students smarter in receiving and making information in this media saturation eraThe theory used media literacy, framework new media literacy, and new media. This research method is descriptive quantitative with total population 1887 and sample 95 students by using purposive sampling technique. The existence of media literacy is needed to make students to  any smarter in accept and make the information in the middle of the saturation media era. The results of research indicate that the functional consuming indicator of facebook is categorized very capable, Critical consuming of facebook is categorized capable, functional prosuming of facebook is categorized capable, critical prosuming of facebook is categorized capable.
TEXT-BASED CMC ON THESIS SUPERVISION THROUGH WHATSAPP IN PANDEMIC ERA Palupi Palupi; Lulu Adzizah Febrianti
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 2 (2021): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i2.6862

Abstract

The learning and teaching processes have shifted from offline to online during Covid-19 pandemic. Online platforms are used to support learning and teaching process from early childhood to higher education institution. Another process that is important in the teaching and learning process in universities is the process of thesis supervision which before the pandemic used to be held face-to-face. Lecturers and students of the Department of Communication Science, Universitas Muhammadiyah Surakarta use WhatsApp as a text-based CMC platform in conducting thesis supervision. Text-based CMC is lack of nonverbal and visual experiences compared to face-to-face communication (Walther, 1996). This research aim is to understand how CMC perspectives are developed between thesis supervisors and their students in thesis supervision process using WhatsApp. A descriptive qualitative research method was used in this study involving 3 thesis supervisors and 3 students as informants. Semi-structured interview was used to collect data. The results showed that the communication perspective in the thesis supervision process through WhatsApp are: (1) impersonal, indicated by the lack of nonverbal cues, delayed feedback, lack of conversational language, and focus distracted. (2) Interpersonal, indicated by the time of interaction, motivation, and the use of emoticons, and (3) hyperpersonal, indicated by online presentation management.
Kebijakan Siaran Lokal Televisi Berjaring Kompas TV Mochamad Taufiq Kolil; Harliantara Harliantara; Daniel Susilo
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 1 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i1.4353

Abstract

Amanat Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran adalah setiap media penyiaran diharuskan untuk diversity of content dan diversity of ownership, dengan memberlakukan kebijakan berupa sistem stasiun jaringan. Sebagai bentuk implementasi dari UU Penyiaran tersebut, dibentuklah Kompas TV Kediri yang merupakan televisi berjaringan dari salah satu anak jaringan dari Kompas TV di Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebijakan siaran lokal televisi berjaringan Kompas TV Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode penelitian studi kasus untuk menemukan jawaban atas rumusan masalah yang diajukan. Penelitian ini menemukan bahwa Kompas TV Kediri ini tidak dapat dilepaskan dari pengaruh kebijakan Kompas TV di Jakarta sebagai induk jaringan. Kompas TV di Jakarta sebagai induk jaringan dari Kompas TV Kediri ini ikut mengatur dan memberikan kebijakan-kebijakan tertentu dalam semua aspek, mulai dari kepemilikan, organisasi, program acara, pemasaran, sumber daya manusia serta teknologi yang digunakan oleh Kompas TV Kediri, sehingga amanat pelaksanaan UU Penyiaran tersebut belumlah sempurna.
Representasi Kuliner Indonesia Dalam Film Aruna & Lidahnya Sri Wulandari
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 2 (2021): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i2.5156

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi kuliner Indonesia dalam film Aruna & Lidahnya. Film ini membahas mengenai kuliner khas dari beberapa daerah di Indonesia. Representasi kuliner indonesia ditunjukkan melalui petualangan kuliner yang dilakukan Aruna dan teman-temannya untuk memuaskan keinginan demi mendapatkan citarasa, resep dan gaya makan baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuliner daerah ditampilkan sebagai kuliner yang mengagumkan dan tidak mudah dilupakan. Kuliner daerah dicitrakan sebagai kuliner pinggiran, kuliner kelas bawah. Representasi kuliner Indonesia dalam film Aruna & Lidahnya menunjukkan bahwa kuliner Jakarta memiliki kelas yang lebih tinggi dibandingkan kuliner khas beberapa daerah yang disebutkan dalam film.
Refleksi Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Hindu Bali Dalam Pengelolaan Lingkungan AA. Ngr. Eddy Supriyadinata Gorda; Devi Kalfika Anggria Wardani
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 1 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i1.3998

Abstract

Bali telah berkembang demikian pesat dalam beberapa puluh tahun terakhir. Sektor pariwisata memainkan peranan yang besar dalam mengakselerasi pertumbuhan tersebut. Seiring dengan pesatnya perkembangan tersebut Bali kini tengah “dihantui” oleh berbagai masalah, salah satunya berkaitan dengan lingkungan. Di sisi lain Bali sebenarnya memiliki kekayaan potensi kearifan lokal mengenai etika lingkungan yang mengajarkan bagaimana seharusnya manusia hidup berdampingan dan menjaga kelestarian alamnya. Sayangnya, saat ini nilai-nilai kearifan lokal tersebut menghadapi tantangan terhadap eksistensinya. Merujuk pada kondisi tersebut mengomunikasikan kembali nilai-nilai kearifan lokal menjadi sebuah hal yang sangat penting untuk memberikan pengetahuan mengenai cara hidup berdampingan dengan alam. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka penulis mengeksplorasi kembali potensi kekayaan intelektual dalam kearifan lokal masyarakat Hindu Bali untuk menghadapi masalah lingkungan yang kini tengah terjadi di Bali. Berdasarkan kajian yang dilakukan dalam kearifan lokal Bali terefleksi sudut pandang ekosentrisme yang kuat dalam memandang lingkungan. Etika  ini tidak hanya menghargai aspek manusiawi, tetapi juga aspek non-manusiawi (tumbuhan, hewan, dan lingkungan supernatural). Manusia dipandang sebagai satu untai jaring yang saling terkait dengan sistem alam. Melalui konsep Tri Hita Karana, kehidupan manusia disatukan dan diidentifikasi dengan alam. Lingkungan yang lestari mencerminkan manusia yang hidup di dalamnya harmonis, begitu pula sebaliknya. Berbagai ritualpun dihadirkan dalam usaha untuk menimbulkan keadaan yang harmonis dan seimbang antara kehidupan manusia dan alam. Nilai-nilai tersebut perlu dikomunikasikan kembali kepadan masyarakat dengan mempertimbangan perubahan landskap komunikasi masyarakat ke arah media digital.AbstractBali has experienced very rapid development in the last few periods. The tourism sector plays a major role in accelerating the growth. Bali is now being "haunted" by complex environmental problems,as a result of tourism development, in addition increasing public awareness and concern for environmental sustainability. On the other hand Bali actually has a wealth of potential local wisdom about environmental ethics, which discusses how humans live side by side and preserve their nature. Unfortunately, todays the values of local wisdom oppose the challenge of its existence. Referring to these conditions re-communicating the values of local wisdom becomes a very important thing to provide knowledge about how to live side by side with nature. Through qualitative approach and literature study, author explores the potential of intellectual property in the local wisdom of the Balinese Hindu community to discuss environmental problems that are currently happening in Bali. In Balinese local wisdom, a strong ecocentric perspective in the environment is reflected. This ethics does not only concern human aspects, but also non-human aspects (plants, animals, and the supernatural environment). Humans are interconnected with natural environment systems. Through the concept of Tri Hita Karana, human life is united and understood with nature. An environment reflects humans who live in harmony, and vice versa. Various rituals were also presented in an effort to present a harmonious and balanced state between human life and nature. These values need to be communicated back to the community by considering changes in the landscape of public communication towards digital media.
Strategi Manajemen Media Alternatif Menyelamatkan Eksistensi dan Ideologi di Tengah Pandemi Covid-19 Ulfa Mawaddah Afriliani; Nurul Hasfi
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 2 (2021): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i2.6866

Abstract

Pandemi Covid-19 tidak hanya berimbas pada media arus utama, namun juga media alternatif. Sebagai media yang tidak berbasis profit, dan tidak memiliki finansial yang kuat layaknya arus utama, tentu masa pandemi Covid-19 membuat eksistensi media alternatif semakin terancam. Untuk itu, media semacam ini memerlukan suatu strategi manajemen media sebagai upaya menyelamatkan eksistensi dan idealisme mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi manajemen media alternatif Serat.id dalam bertahan selama masa pandemi Covid-19. Sebagai upaya mengidentifikasi strategi yang digunakan Serat.id, penelitian ini mengacu pada model manajemen media milik Rahmitasari dan Comedia. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non partisan, wawancara mendalam dengan Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan Social Media Officer, selanjutnya melakukan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi manajerial yang dilakukan Serat tidak sepenuhnya terimplementasi. Hal tersebut disebabkan berbagai faktor yang menjadi penghambat seperti keterbatasan sumber daya manusia, baik dari segi skill maupun waktu. Di sisi lain, strategi yang sudah mereka implementasikan hingga mampu mempertahankan posisi mereka adalah fellowship untuk mensupport dana operasional para jurnalis. Kekuatan fellowship yang dipilih Serat.id dalam menjaga stabilitas medianya di tengah pandemi Covid-19, menjadi temuan berbeda dan unik dari strategi manajemen media yang digunakan di penelitian sejenis lainnya dalam konteks mempertahankan eksistensi. Cara tersebut terbukti mampu membantu menyokong ruang publik Serat.id tanpa harus mempertaruhkan batasan komitmen ataupun ideologi sebagai media alternatif.Abstrak Pandemi Covid-19 tidak hanya berimbas pada media arus utama, namun juga media alternatif. Sebagai media yang tidak berbasis profit, dan tidak memiliki finansial yang kuat layaknya arus utama, tentu masa pandemi Covid-19 membuat eksistensi media alternatif semakin terancam. Untuk itu, media semacam ini memerlukan suatu strategi manajemen media sebagai upaya menyelamatkan eksistensi dan idealisme mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi manajemen media alternatif Serat.id dalam bertahan selama masa pandemi Covid-19. Sebagai upaya mengidentifikasi strategi yang digunakan Serat.id, penelitian ini mengacu pada model manajemen media milik Rahmitasari dan Comedia. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non partisan, wawancara mendalam dengan Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan Social Media Officer, selanjutnya melakukan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi manajerial yang dilakukan Serat tidak sepenuhnya terimplementasi. Hal tersebut disebabkan berbagai faktor yang menjadi penghambat seperti keterbatasan sumber daya manusia, baik dari segi skill maupun waktu. Di sisi lain, strategi yang sudah mereka implementasikan hingga mampu mempertahankan posisi mereka adalah fellowship untuk mensupport dana operasional para jurnalis. Kekuatan fellowship yang dipilih Serat.id dalam menjaga stabilitas medianya di tengah pandemi Covid-19, menjadi temuan berbeda dan unik dari strategi manajemen media yang digunakan di penelitian sejenis lainnya dalam konteks mempertahankan eksistensi. Cara tersebut terbukti mampu membantu menyokong ruang publik Serat.id tanpa harus mempertaruhkan batasan komitmen ataupun ideologi sebagai media alternatif.
Konstruksi Realitas Pada Pesan Politik Calon Walikota Pekanbaru di Riau Pos Muhd Ar Imam Riauan; Eka Fitri Kurniawati; Cutra Aslinda; Abdul Aziz
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 1 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i1.4013

Abstract

Pemilihan kepala daerah secara serentak menjadi konten di media massa. Di tengah persaingan media digital, surat kabar tetap eksis sebagai media informasi dalam menyampaikan pesan politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi realitas pada pesan politik calon walikota Pekanbaru di surat kabar Riau Pos. Lima pasang calon secara aktif menyampaikan pesan politik dalam aktivitas kampanye melalui media surat kabar Riau Pos. Meskipun mengalami penurunan pembaca, surat kabar tidak ditinggalkan oleh pembacanya untuk mencari informasi. Teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann digunakan untuk memahami interaksi yang tercipta dari individu menjadi realitas bersama dalam kehidupan sosial. Metode penelitian ini menggunakan model analisis isi kualitatif Robert N. Entman yang terdiri dari define problems, diagnose causes, make moral judgement, and treatment recommendation. Berita yang dianalisis adalah berita yang mengandung pesan politik dari tiga tahapan utama aktivitas kampanye yang berupa: Penetapan calon, debat calon, dan aktivitas kampanye calon Walikota Pekanbaru selama masa kampanye. Berita yang diteliti dalam penelitian ini berjumlah 5 berita. Realitas pesan politik yang terkonstruk dalam surat kabar Riau Pos terdiri dari 5 kategori yaitu: 1) Terciptanya Masyarakat Religius; 2) Simbol Kota Maju; 3) Simbol Kota Maju; dan 4) Simbol Kota Agamis. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa realitas yang terbangun dalam pesan politik calon Walikota Pekanbaru merupakan refleksi dari keyakinan calon walikota Pekanbaru terhadap agama Islam yang mereka Imani.
The Convergence Continum of Radio Songgolangit Sulthan Helmizain Herdiaz pramana; Nur Aini Shofiya Asy'ari; Aditya Fahmi Nurwahid
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 2 (2021): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i2.7077

Abstract

AbstrakTren menggunakan internet di Indonesia meningkat karena berbagai keunggulan yang dimilikinya. Oleh karena itu, Radio Songgolangit menggunakan media internet untuk menyebarkan informasinya. Dengan menggunakan berbagai platform seperti Facebook, Instagram, radio streaming dan website. Kegiatan menggabungkan antara media lama dan media baru ini dinamakan konvergensi media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi konvergensi media Radio Songgolangit. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori dari Dailey, Demo dan Spillman yaitu  teori tahapan konvergensi media model kontinum, yaitu pada teori ini tahapan konvergensi mempunyai lima tahapan, yang pertama Cross Promotion, kedua Cloning, ketiga Coopetition keempat Conten Sharing dan yang kelima Full Convergence. Dengan menggunakan metode kualitatif peneliti mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima tahapan konvergensi media model kontinum, Radio Songgolangit masih menjalankan tahapan Cross Promotion, dan Cloning. Pada tahapan cross promotion dilaksanakan dengan antar media saling memperkenalkan satu sama lain, seperti penyebutan, penyantuman nama, logo dan link. Pada tahapan cloning dilakukan dengan media siaran memperbanyak konten dari media sosial, dan media sosial memperbanyak konten dari portal berita lain. Sementara pada tahapan Coopetition, Content Sharing dan Full Convergence, belum sepenuhnya terlihat dilaksanakan oleh Radio Songgolangit, dikarenakan Radio Songgolangit masih mempunyai kekurangan dalam pelaksanaan konvergensi medianya, seperti kurangnya SDM dan pemberdayaannya sebagai roda penggerak konvergensi media Radio Songgolangit, dengan begitu Radio Songgolangit masih belum menjalankan lima tahapan konvergensi media model kontinum. AbstractThe trend of using the internet in Indonesia is increasing because of the various advantages it has. Therefore, Radio Songgolangit uses internet media to disseminate its information by using various platforms such as Facebook, Instagram, radio streaming and websites. This activity of combining old and new media is called media convergence. This study aims to determine how the implementation of the convergence of Radio Songgolangit media. In this study, the researcher uses the theory from Dailey, Demo and Spillman namely the the continuum model of media convergence theory. In this theory, the convergence has five stages, Cross Promotion, Cloning, Coopetition, Content Sharing, and the last is Full Convergence. By using qualitative methods researchers has collected data by observation, interviews and documentation. The results showed that the media convergence of the continuum model of Radio Songgolangit was still running the first and the second stages. At the Cross Promotion stage, it is carried out by introducing each other, such as mentioning, including names, logos and links. At the Cloning stage, broadcast media reproduces content from social media, and social media reproduces content from other news portals. Meanwhile, at the Coopetition, Content Sharing and Full Convergence stages, Radio Songgolangit has not been fully implemented, because Radio Songgolangit still has shortcomings in the implementation of its media convergence, such as the lack of human resources and empowerment as the driving wheel of Radio Songgolangit media convergence, thus Radio Songgolangit still has not implemented five stages of media convergence continuum model.                                                       
Representasi Budaya Indonesia dan Vietnam Dalam Iklan Go-Internasional 2018 Geni Pratama; Indah Wenerda
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 1 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i1.3646

Abstract

Pada iklan Go-Jek Indonesia versi Go-Internasional tidak hanya berfokus pada seberapa luasnya ekspansi Go-Jek di Asia Tenggara, melainkan juga fokus pada interaksi dan komunikasi yang terjadi antar manusia memiliki perbedaan latar belakang dan kebudayaan. Pada penelitian ini berisi tentang representasi budaya Indonesia dan Vietnam yang ditampilkan secara baik dan jelas. Unsur-unsur kebudayaan yang menjadi komponen penelitian diteliti melalui tanda-tanda dalam iklan tersebut mencakup unsur audio dan visual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan representasi John Fiske yang dalam prosesnya representasi ada tiga hal yang harus diamati yaitu realitas, representasi, dan ideologi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam video iklan Go-Jek Indonesia versi Go-Internasional mengandung unsur budaya yang direpresentasikan melalui budaya Indonesia dan budaya Vietnam. Iklan ini menunjukkan bentuk promosi dari keberhasilan ekspansi yang dilakukan oleh Go-Jek Indonesia ke Vietnam, melalui konteks komunikasi lintas budaya yang terjadi saat ada interaksi dan komunikasi antara driver Indonesia dan Vietnam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur budaya yaitu, sistem bahasa, sistem pengetahuan, sistem kemasyarakatan, sistem peralatan hidup, sistem teknologi, sistem mata pencaharian dan sistem agama menjadi representasi budaya pada iklan Go-Jek Indonesia versi Go-Internasional. Unsur-unsur tersebut disampaikan melalui beberapa adegan antara driver Go-Jek Indonesia dan Vietnam. AbstractThe Go-Jek Indonesian version of Go International's advertising not only focuses on the extent of Go-Jek's expansion in Southeast Asia, but also focuses on the interaction and communication that occurs between people with different backgrounds and cultures. In this study contains the representation of Indonesian and Vietnamese culture that is displayed properly and clearly. The cultural elements that are the components of the study are examined through the signs in the advertisement including the audio and visual elements. The research method used is qualitative research with John Fiske's (2001) representation approach that in the process of representation there are three things that must be done, namely reality, representation, and ideology. The results of this study indicate that in the Go-Jek Indonesian version of the Go International video advertisement it contains cultural elements represented through Indonesian culture and Vietnamese culture. This ad shows the form of promotion of the successful expansion carried out by Go-Jek Indonesia to Vietnam, through the context of cross-cultural communication that occurs when there is interaction and communication between Indonesian and Vietnamese drivers. The results showed that cultural elements namely, language systems, knowledge systems, social systems, living equipment systems, technology systems, livelihood systems and religious systems became cultural representations of Go-Jek Indonesia Go-International version of advertisements. These elements are conveyed through several scenes between Go-Jek Indonesian and Vietnamese drivers

Page 9 of 18 | Total Record : 172