cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sejarah dan Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
BENTUK-BENTUK BUDAYA RUPA SENI KRIYA MASA PRASEJARAH INDONESIA Prihatin, Purwo
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p80-92

Abstract

This paper seeks to find out the cultural forms of the past craft art, which was the early period of human civilization, although in a period of backwardness, but prehistoric humans of Indonesia turned out to have intelligence and skills in producing a culture, one of which was craft art. The fine culture, which was in the form of craft art at that time, had a function related to the spiritual function of the riligius and secular. The problem of this paper is focused on the cultural forms of craft art that existed in prehistoric times, both stone, clay and metal media. The method used to obtain this writing material is through literature studies, both written sources and documentation of cultural artifacts, data analysis so as to conclude that the cultural form of craft art found is a variety of materials, both stone, metal, clay, bones and is inseparable from the beliefs and way of life of the people. Tulisan  ini  berusaha untuk  mengetahui  bentuk-bentuk budaya rupa seni kriya masa lalu, yang merupakan periode awal peradaban manusia, meskipun  dalam masa keterbelakangan, namun  manusia prasejarah Indonesia  ternyata memiliki  kepandaian dan keterampilan  dalam menghasilkan  budaya rupa   salah satunya adalah seni kriya. Budaya rupa  yang berupa seni kriya di masa itu,  memiliki fungsi yang berkaitan dengan fungsi spiritual riligius dan  sekuler.  Masalah tulisan ini difokuskan pada bentuk -bentuk  budaya rupa seni kriya yang ada pada masa prasejarah baik media batu, tanah liat maupun logam. Metode yang digunakan untuk mendapatkan bahan tulisan ini melalui studi pustaka baik sumber-sumber tertulis maupun dokumentasi  artefak  budaya,  analisa data sehingga  memberikan simpulan  bahwa budaya rupa  seni kriya yang ditemukan berbagai macam bahan baik batu, logam, tanah liat, tulang belulang dan tidak terlepas dari kepercayaan serta cara hidup masyarakatnya.
BEHAVIORISME DALAM PEMBELAJARAN IPS BERBASIS MULTIKULTURAL BUDAYA LOKAL DI KLATEN: YAQOWIYU DAN SADRANAN Pratiwi, Erisya Pebrianti; Sariyatun, Sariyatun
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p144-150

Abstract

Multikultural budaya perlu diterapkan pada peserta didik di sekolah sehingga peserta didik tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan dan hasil dari belajarnya saja, tetapi juga proses dalam memahami materi yang disampaikan, yaitu dengan teori belajar behaviorisme. Teori behaviorisme menekankan adanya hubungan yang terjadi antara stimulus dengan respon yangs ecara umum dapat dikatakan memiliki arti penting bagi peserta didik untuk meraih keberhasilan belajar.. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dengan menggunakan berbagai sumber literatur, baik buku-buku maupun jurnal-jurnal yang ada di internet, dikarenakan situasi pandemi Covid-19 saat ini. Dalam penelitian ini diambil contoh budaya lokal Kabupaten Klaten, yaitu Yaqowiyu yang dilakukan setiap satu tahun sekali pada hari Jumat pertengahan bulan Sapar dan Sadranan yang dilaksanakan satu tahun sekali setiap tanggal 24 ruwah menjelang bulan puasa; kedua budaya tersebut sudah cukup dikenal masyarakat luas. Dari pembelajaran dengan menerapkan teori behavioristik di sekolah dapat ditarik nilai multikultural yang ada pada budaya lokal tersebut, diantaranya: nilai religius, nilai gotong royong, nilai toleransi, nilai kepedulian, dan nilai santun.Multicultural culture needs to be applied to students in schools so that students not only get knowledge and the results of their learning, but also the process of understanding the material presented, namely the behaviorism learning theory. The theory of behaviorism emphasizes the relationship that occurs between stimulus and response which in general can be said to have an important meaning for students to achieve learning success. This study uses the literature study method, using various literature sources, both books and journals. is on the internet, due to the current Covid-19 pandemic situation. In this study, the local culture of Klaten Regency was taken, namely Yaqowiyu which is done once a year on the mid-Friday of the month of Sapar and Sadranan which is held once a year every 24 days before the fasting month; both cultures are well known to the wider community. From learning by applying behavioristic theory in schools, the multicultural values that exist in the local culture can be drawn, including: religious values, mutual cooperation values, tolerance values, caring values, and polite values.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ‘’ARTICLE ASSIGNMENT-BASED TEACHING PRACTICE’’ BERBASIS APLIKASI RESPONSIVE WEBSITE DESIGN (ARBES) Sulistyo, Wahyu Djoko; Pratama, Riki
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p33-42

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian pengembangan. Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk inovasi pembelajaran sejarah. Sesuai dengan perkembangan zaman, adopsi teknologi menjadi syarat utama. Bentuk produk dari adopsi teknologi yang dihasilkan dari penelitian ini adalah Aplikasi Responsive Website Design (ARBES). Aplikasi ini diimplementasikan pada mata kuliah Pasca Kemerdekaan Jurusan Sejarah Univeristas Negeri Malang (UM) . ARBES ini dirancang untuk mengemas pembelajaran sejarah yang inovatif dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan historis dan analisis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode Dick dan Carrey yang telah diuji oleh peneliti sehingga menjadi 9 detail yang detail.Prorduk yang telah dikembangkan melalui validator ahli materi dan validator ahli media. Hasil dari penilaian validator menyatakan bahwa produk ini layak. Hasil validasi materi mendapatkan skor sebesar 87 persen dan hasil validasi media mendapatkan skor 92 persen. Selain itu, produk ARBES telah diuji coba oleh responden yang menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan efektif dan layak digunakan dalam pembelajaran dengan persentase sebesar 91persen. Hasil pengukuran untuk manfaat peningkatan kemampuan berfikir analisis historis menunjukkan angka koofisiensi yang signifikan.
AKTIVITAS PELAYARAN DAN PERDAGANGAN DI PELABUHAN SURABAYA TAHUN 1800–1830 Septiawan, Firmanda Dwi; Nainggolan, Julianus Palermo; Pradana, Muhammad Rizky
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p211-224

Abstract

Pelabuhan adalah tempat bersandarnya kapal-kapal untuk keperluan pelayaran, militer dan perdagangan. Pelayaran dan perdagangan adalah hal yang paling penting untuk membuka akses suatu daerah bagi daerah lain utamanya dari era peradaban manusia telah dapat menyebrangi kepulauan bahkan hingga kini. Aktivitas pelayaran bangsa Eropa menuju Dunia Baru dilatarbelakangi perlunya mencari tempat perdagangan rempah yang sebelumnya melalui jalur darat telah diblokir oleh Kesultanan Utsmaniyyah. Namun, pada akhir tahun abad XVIII harga rempah di pasaran dunia mengalami penurunan yang drastis. Nusantara—kemudian jadi Hindia Belanda—merupakan salah satu surganya rempah-rempah merasakan dampak dari menurunnya harga rempah. Hindia Belanda makin lama kehilangan superioritasnya dalam pasar rempah dunia. Makalah ini akan menjabarkan dampak penurunan harga rempah dalam skala yang lebih kecil. Akan dijabarkan aktivitas pelayaran dan perdagangan rempah yang ada di Pelabuhan Surabaya tepatnya di Sungai Kalimas pada tahun 1800-1830. Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah metode penelitian historis yang terdiri atas 5 tahap, yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dari sumber heuristik yang telah dikumpulkan. Terdapat fakta-fakta sejarah yang menyatakan bahwa kapasitas Sungai Kalimas untuk pelabuhan sangat tidak memadai untuk bongkar muat langsung dari kapal berukuran besar. Proses bongkar muat harus dibantu dengan perahu kecil. Meskipun terdapat penurunan harga rempah yang signifikan. Aktivitas di Sungai Kalimas terdampak terlalu jauh. Karena pada akhir abad XIX terhadap wacana gemeente Surabaya untuk membangun pelabuhan baru. Sehingga menurunnya harga rempah tidak berdampak pada penurunan aktivitas Sungai Kalimas. Malah, sebaliknya kapasitas Sungai Kalimas yang kecil, sempit dan dangkal itu. Memunculkan wacana untuk membangun pelabuhan baru yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat kargo ataupun angkutan penumpang. 
PENGEMBANGAN MEDIA PETA TEMATIK DENGAN MATERI SEJARAH LOKAL ALUN-ALUN KOTA DI SMAN 1 TUBAN Khakim, Mochammad Nurfahrul Lukmanul; Primanggalang, Kautsar Ranggi; Yuliati, Yuliati; Surya, Riza Afita
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p93-108

Abstract

This research begins by looking at the learning problems that occur in class XI IPS 1 at SMAN Tuban, namely the lack of motivation and student learning outcomes, then conducting a needs analysis and selecting media development according to the problems that occur. The thematic map media development that utilizes the Google Maps application uses a development model from Lee & Owen. The results of the validation show: 1) Material validator with a percentage of 85.41 percent with "valid" criteria, 2) Media validator with a percentage of 86.86 percent with "valid" criteria, 3) Increasing learning motivation, after comparing before and after applying thematic maps show a difference of 24 percent, with the criteria "motivated", 4) Improve student learning outcomes, the comparison between pretest and post-test shows a difference of 21 percent, with the criteria "satisfactory". Based on the research results, it can be concluded that thematic map media using the Google Maps application can increase student motivation and learning outcomes.
EKSPLORASI MOTIF ANYAMAN BAMBU MENARA KUDUS MELALUI STUDI KOLABORATIF Purbasari, Imaniar; Purwaningrum, Jayanti Putri; Sholikhan, Muhammad; Fajrie, Nur
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p151-162

Abstract

This study aims to identify the motif in woven bamboo products, construct community creative ideas to find the identity of motifs in woven bamboo crafts, and communicate the findings of motifs to users of woven bamboo products. Method of this research used participatory action research. The subject research are  community of woven bamboo craftsmen in the Jepang Regency of Mejobo District, Kudus. The research stages were carried out by identifying woven bamboo motifs, negotiating the search for woven bamboo motifs, finding the format and implementation of woven bamboo motifs. The relationship between researchers and the community is reciprocal to conduct systematic investigations of each other and produce products with the identity of the Kudus city. The results of this research showed that the characteristics of the bamboo woven using basic weaving and braiding techniques, densely spaced strands and tight strand widths, as well as the natural color of bamboo. Exploration of woven bamboo motifs is carried out by craftsmen and researchers to determine the woven pattern and design of the motif in the form of Menara Kudus to provide product identity.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motif anyaman bambu yang ada dalam produk-produk anyaman bambu, mengkonstruksi ide kratif masyarakat untuk menemukan identitas motif pada kerajinan anyaman bambu, serta mengkomunikasikan temuan motif pada pengguna produk anyaman bambu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Parcipatory Action Research.  Subyek penelitian merupakan masyarakat pengrajin anyaman bambu desa Jepang Kecamatan Mejobo, Kudus. Tahapan peneltiian dilakukan dengan identifikasi motif anyaman bambu, menegosiasikan pencarian motif anyaman bambu, menemukan format serta implementasi motif anyaman bamboo. Hubungan antara peneliti dan masyarakat bersifat timbal balik untuk saling melakukan penyelidikan secara sistematis dan menghasilkan produk dengan identitas kota Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik anyaman bambu desa Jepang menggunakan teknik anyaman dasar dan anyaman kepang, iratan yang jarak kerapatan dan lebar iratan yang rapat, serta warna alamiah bambu. Eksplorasi motif anyaman bambu dilakukan oleh masyarakat pengrajin dan peneliti untuk menentukan pola anyaman dan desain motif berupa menara Kudus untuk memberikan identitas produk. 
EKSISTENSI TRADISI TEPUNG TAWAR SEBAGAI WARISAN BUDAYA LOKAL PALEMBANG Syarifuddin, Syarifuddin; Rezeki, Wanada; Kalsum, Umy
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p43-53

Abstract

This study aims to introduce the history and local culture of Palembang to the community and as a form of elevating the existence of the fresh flour tradition as Palembang's local cultural heritage. This study focuses on the fresh flour tradition that developed in the people of Palembang City by discussing several aspects of this tradition, namely history, purpose, implementation/procession, existence, meaning and symbol, as well as efforts to preserve the fresh flour tradition. In this study using historical research methods with four stages in the research process, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results of the study found that: (1) the history of the fresh flour tradition is unknown from when it was used but basically this tradition is a form of local culture alkuturation with Hindu culture, which was then Islamized according to Islamic teachings without eliminating the existence of the tradition; (2) the fresh flour tradition is carried out mainly for the purpose of avoiding calamity and misfortune, on the other hand this tradition is also a form of request and prayer to Allah SWT; (3) the ceremonial implementation of the fresh flour tradition is to prepare chicken-roasted turmeric glutinous rice, which will later be fed to the members of the executor of the traditional activities; (4) the existence of the fresh flour tradition has existed for a long time and is known as a tool for social control and conflict resolution in the community, but nowadays people rarely do it; (5) the meaning of fresh flour is goodwill which is meant to neutralize everything for the better and symbol of the fresh flour is sticky rice with turmeric and grilled chicken. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan sejarah dan kebudayaan lokal Palembang kepada masyarakat dan sebagai bentuk mengangkat eksistensi tradisi tepung tawar sebagai warisan budaya lokal Palembang. Penelitian ini berfokus pada tradisi tepung tawar yang berkembang di masyarakat Kota Palembang dengan membahas beberapa aspek dari tradisi ini, yaitu sejarah, tujuan, pelaksanaan/prosesi, eksistensi, makna dan simbol, serta upaya pelestarian tradisi tepung tawar. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan empat tahapan dalam proses penelitiannya, yakni heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) sejarah tradisi tepung tawar tidak diketahui mulai dari kapan digunakan namun pada dasarnya tradisi ini merupakan wujud alkuturasi budaya lokal dengan budaya Hindu, yang kemudian di islamisasikan sesuai ajaran Islam tanpa menghilangkan eksistensi dari tradisi tersebut; (2) tradisi tepung tawar dilaksanakan utamanya untuk tujuan menghindarkan diri dari malapetaka dan kemalangan, disisi lain tradisi ini juga menjadi bentuk permohonan dan doa kepada Allah SWT; (3) pelaksanaan seremonial dari tradisi tepung tawar ialah dengan menyiapkan nasi ketan kunyit panggang ayam, kemudian nantinya akan disuapkan kepada anggota pelaksana kegiatan tradisi tersebut; (4) eksistensi tradisi tepung tawar sudah ada cukup lama dan dikenal sebagai alat kontrol sosial dan penyelesaian konflik di masyarakat namun saat ini masyarakat sudah jarang melakukannya; (5) makna dari tepung tawar adalah niat baik yang dimaksudkan untuk menetralkan segala hal menjadi baik dan simbol tepung tawar adalah ketan yang diberi kunyit dan panggang ayam.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KURIKULUM MERDEKA Ayundasari, Lutfiah
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p225-234

Abstract

This article discusses the implementation of a multidimensional approach in learning history of the Kurikulum Merdeka. This description in detail contains history learning in the Kurikulum Merdeka, opportunities for implementing a multidimensional approach, and the implementation steps in the learning process in schools. This type of exposure to this article is a conceptual article that seeks to describe theoretical studies and government policies related to the established curriculum. This paper is the first step in the study of the application of the Kurikulum Merdeka in schools. In particular, this paper is useful for stakeholders who will use a multidimensional approach in learning the history of the Kurikulum Merdeka.Artikel ini membahas tentang implementasi pendekatan multidimensional dalam pembelajaran sejarah Kurikulum Merdeka. Uraian ini secara detail berisi tentang pembelajaran sejarah dalam Kurikulum Merdeka, peluang implemetasi pendekatan multidimensional, dan langkah-langkah implementasinya dalam proses pembelajaran di sekolah. Jenis paparan artikel ini adalah artikel konseptual yang berusaha mengurai kajian teoritis dan kebijakan pemerintah terkait kurikulum yang ditetapkan. Tulisan ini merupakan langkah awal kajian terhadap penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah. Secara khusus tulisan ini berguna bagi stakeholder yang akan menggunakan pendekatan multidimensional dalam pembelajaran sejarah Kurikulum Merdeka.
PERANCANGAN MOTIF BATIK BALUNG BUTO TERINSPIRASI DARI FOSIL BINATANG PURBA SEBAGAI MOTIF BATIK MONOKROMATIK DESA PAYAMAN Nafi'ah, Ulfatun
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p109-118

Abstract

The aim of this article was as a stimulus for creative individuals who were going through problems of the low level of community creativity, especially the executors of small and medium enterprise, low level of interest to take advantage from either historical potential or local archeological heritage, and lack of education and comprehension on the local history in their region, so they could successfully overcome those problems properly. Moreover, this article was also aimed to popularize or introduce ancient fauna fossils at Payeman Village, Bojonegoro District, then the next generation could be familiar with the background of local history and surrounding environment where they lived in. to be able to achieve that purpose, the researcher used these following methods in this research: (1) observation was conducted in December, 2020 through interview and observation techniques, (2) idea exploration, (3) planning by involving expert teams such as archeological team from State University of Malang and all community elements at Payeman Village, also (4) work realization. On the planning and work realization steps, several techniques as development technique and empowerment technique were exerted, so the local community were able to result products with economic, aesthetic, and historical values. Through those methods and techniques, the researcher and all community elements at Payeman Village could successfully yield products with economic, aesthetic, and historical values, for instance batik fabric, batik shirt, hand bag, and tote bag with the ornament of monochromatic batik of ancient fauna motive. The selection of monochromatic batik with ancient fauna motive as the fabric ornament and icon on the product was not apart from the condition of profitable market potential. Based on economical aspect, that motive has never been produced yet in Bojonegoro, while based on historical aspect, that product has historical elements that were able to deliver local history nuance which could be retold to the next generation. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah sebagai stimulus bagi orang-orang kreatif yang sedang menghadapi permasalahan tentang rendahnya tingkat kreativitas masyarakat utamanya pelaku UMKM, rendahnya minat memanfaatkan potensi sejarah maupun tinggalan arkeologis setempat, dan kurangnya edukasi serta pemahaman terhadap sejarah lokal di daerahnya sehingga berhasil mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut secara tepat guna. Selain itu, penulisan artikel ini juga bertujuan untuk “memasyarakatkan” fosil fauna purba di Desa Payeman, Kabupaten Bojonegoro sehingga generasi berikutnya dapat mengetahui latar belakang sejarah masyarakat dan lingkungan tempat tinggalnya. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, metode yang penulis gunakan terdiri atas (1) observasi pada bulan Desember tahun 2020 dengan teknik wawancara dan pengamatan, (2) eksplorasi ide, (3) perancangan dengan melibatkan tim ahli seperti tim arkeologi dari Universitas Negeri Malang dan segenap elemen masyarakat Desa Payeman, serta (4) perwujudan karya. Pada tahap perancangan dan perwujudan karya, ada beberapa teknik yang dilakukan sehingga masyarakat setempat mampu menghasilkan produk bernilai ekonomis, estetis, dan historis yaitu teknik pengembangan dan teknik pemberdayaan. Melalui metode dan teknik-teknik tersebut, penulis dan seluruh elemen masyarakat di Desa Payeman berhasil memproduksi produk bernilai ekonomis, estetis, dan historis yaitu berupa kain batik, kaos batik, hand bag, dan tote bag yang dihias dengan batik monokromatik motif fauna purba. Pemilihan batik monokromatik bermotif fauna purba sebagai hiasan dan icon pada produk tidak lepas dari potensi pasarnya yang sangat menguntungkan, dari segi ekonomis motif tersebut belum pernah diproduksi di Bojonegoro sebelumnya sedangkan secara historis produk tersebut memiliki muatan unsur sejarah sehingga mampu memberikan nuansa sejarah lokal yang dapat diceritakan kembali kepada generasi berikutnya.
EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI (UKBM) DIMASA PANDEMI COVID-19 Hasan, Zainul
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p1-8

Abstract

In 2017, schools that have implemented the SKS were given a task by the government to implement learning based on the Independent Learning Activity Unit (UKBM). The policy regarding the implementation of UKBM is on a national scale and one of the regions that implements this system is Malang City, because quite a number of schools have implemented the Semester Credit System (SKS). One of the schools that implements the Semester Credit System is SMAN 1 Malang. Learning conditions have then changed since the COVID-19 pandemic hit in March 2020. Learning activities that were originally carried out directly have changed online so it needs to be evaluated considering a program that is relatively new and new conditions. Evaluation of the learning process of Indonesian history and the history of specialization in this study uses the Context, Input, Process and Product (CIPP) model. Research activities are carried out with a qualitative approach which includes several data collection methods such as observation, interviews and documentation. The results of the Process evaluation showed that the Indonesian History subject was given the title "Not Good" with a percentage of 45.5 percent. The Specialization History subject group received a "Good" predicate with a percentage of 62.9 percent. This difference lies in the learning process for the History of Specialization, which has conducted face-to-face online learning before the PAS implementation which contains an explanation of the preparation of the assessment. KEYWORDS Evaluation, UKBM, CIPP. Pada tahun 2017, sekolah yang sudah menerapkan SKS diberikan tugas oleh pemerintah untuk menerapkan pembelajaran berbasis Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM). Kebijakan mengenai penerapan UKBM ini berskala Nasional dan salah satu daerah yang menerapkan sistem ini adalah Kota Malang, karena cukup banyak sekolah yang sudah menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS). Salah satu sekolah yang menerapkan Sistem Kredit Semester adalah SMAN 1 Malang. Kondisi pembelajaran kemudian berubah sejak pandemi covid-19 melanda bulan Maret 2020. Aktivitas pembelajaran yang semula dilakukan secara langsung berubah online sehingga perlu untuk di evaluasi mengingat sebuah program yang tergolong baru dan kondisi yang baru. Evaluasi pada proses pembelajaran sejarah indonesia dan sejarah peminatan pada penelitian ini menggunakan model Context, Input, Process and Product (CIPP). Kegiatan penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang didalamnya mencakup beberapa metode pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil evaluasi Process menunjukkan bahwa mata pelajaran Sejarah Indonesia mendapat predikat “Kurang Baik” dengan persentase 45.5 persen. kelompok mata pelajaran Sejarah Peminatan mendapatkan predikat “Baik” dengan persentase 62.9 persen. Perbedaan ini terletak pada proses pembelajaran Sejarah Peminatan yang pernah melakukan pembelajaran tatap muka secara online menjelang pelaksanaan PAS yang berisikan penjelasan persiapan penilaian.