cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sejarah dan Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
INSKRIPSI PADA RELIEF PARTAYAJÑA DI CANDI JAGO Galeswangi, Rakai Hino; Wahyudi, Deny Yudo; Putra, Candra Kurnia
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p163-181

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang inskripsi yang terdapat pada Candi Jago yang berlokasi diwilayah Malang, Jawa Timur. Inskripsi yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini tepatnya terletak pada bagian relief Partayajña. Secara spesifik, inskripsi tersebut berada pada panil yang menceritakan Arjuna sedang berada  di tepi pantai atau telaga yang terdapat batu karang berbentuk gajah tempat tinggal para penyair. Ditulisnya inskripsi pada bagian tersebut tentunya memiliki maksud tertentu yang perlu untuk dikaji, sebab inskrispsi tersebut hanya terdapat pada satu bagian panil pada relief Partayajña saja. Pengkajian inskripsi ini untuk mengetahui maksud ditulisnya dan hubungan inskripsi dengan relief Partayajña Candi Jago. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan kajian arkeologi-sejarah. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa inskripsi tersebut terbaca sebagai “i pahat”  yang diartikan “pahatan, ukiran, patung”, fungsinya sebagai penegas gambar gajah dan situasi sekitarnya, serta adanya hubungan antara inskripsi “i pahat” dengan relief Partayajña adegan perjalanan Arjuna ketika berada di pantai atau telaga, yaitu menunjuk kepada sebuah karang berbentuk gajah, dan juga sebagai simbol tempat tinggal para penyair. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya.
NILAI-NILAI KARAKTER PERJUANGAN BANGSA INDONESIA DI KOTA LUBUKLINGGAU Susilo, Agus; Sustianingsih, Ira Miyarni
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p54-65

Abstract

Di era globalisasi saat ini, peran dunia pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan sangat besar sekali. Dunia pendidikan juga memiliki beban untuk meningkatkan karakter anak bangsa. Nilai karakter harus dihidupkan kembali ditengah problem globalisasi saat ini. nilai-nilai karakter bangsa Indonesia dapat dikembangkan dan diteladani dari semangat perjuangan para pahlawan yang berjuang membela kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan asing. Tentunya dunia pendidikan dalam menerapkan pembelajaran sejarah sangat vital dalam menggalakkan pendidikan karakter nilai kepahlawanan Indonesia. Pembelajaran sejarah di sekolah harus diprogram dengan baik agar tercipta kesan yang membekas bagi peserta didik saat ini. Dalam Penulisan artikel ilmiah sendiri bertujuan untuk nilai-nilai karakter perjuangan bangsa Indonesia di Kota Lubuklinggau. Metode penulisan artikel ilmiah, yaitu: metode penelitian deskripsif kualitatif dengan sumber data berupa pengamatan langsung dilapangan dan sumber referensi yang mendukung kajian pustaka penulisan artikel ilmiah. Hasil dan pembahasan artikel ini adalah (1) Nilai-Nilai Karakter Dalam Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia, yaitu sangat perlu dipahami bahwa pendidikan karakter yang tertuang di dalam pembelajaran sejarah sangat penting perannya. Maka materi-materi terkait sejarah perjuangan bangsa Indonesia harus didesain sedemikian rupa agar pembelajaran memberikan kesan yang menarik dan membekas bagi peserta didik. Hal ini dilakukan tentunya sebagai penanaman nilai-nilai karakter yang patut diteladani oleh peserta didik yang terkandung dalam materi sejarah perjuangan bangsa Indonesia. (2) Semangat Perjuangan Bangsa Indonesia di Kota Lubuklinggau. Di Kota Lubuklinggau perlu kita tahu adalah saksi sejarah perjuangan pejuang Sumatera Selatan yang berjuang sampai ke Kota Lubuklinggau. Para pejuang, berjuang dengan menumpahkan darahnya untuk melawan penindasan bangsa Eropa yang menjajah Indonesia. Berbagai peristiwa bersejarah pernah terjadi di Kota Lubuklinggau. sehingga untuk mengenang pahlawan yang telah berjuang, dibangun sebuah Museum Subbkos Garuda Sriwijaya Kota Lubuklinggau. Tujuannya supaya sejarah perjuangan bangsa di Kota Lubuklinggau tetap lestari. Sebagai generasi muda kita harus tetap menjaga dan melestarikan keberadaannya.
MERDEKA BERPIKIR SEJARAH: ALTERNATIF STRATEGI IMPLEMENTASI KETERAMPILAN BERPIKIR SEJARAH DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA Widiadi, Aditya Nugroho; Aji Saputra, Mochammad Ronaldy; Handoyo, Intan Cahyaning
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p235-247

Abstract

The implementation of the Kurikulum Merdeka starting from the 2022/2023 academic year provides new challenges in history learning. The structure of learning outcomes in history education no longer prioritizes understanding of concepts but must also emphasize elements of process skills. One of the elements of process skills that must be trained to students is historical thinking skills. There are various concepts of historical thinking skills that has been applied in some countries. Some of these concepts have similarities with the concepts of historical thinking contained in the Kurikulum Merdeka. In addition, there are also some of the concepts of historical thinking in the Kurikulum Merdeka that are not found in other countries. The emphasis on process skills also brings new challenges to how to teach these skills to students. Through literature studies, this article offers alternative history learning strategies that can be used to instill students' historical thinking skills in the context of implementing the Kurikulum Merdeka. Penerapan Kurikulum Merdeka mulai tahun ajaran 2022/2023 memberikan tantangan baru dalam pembelajaran sejarah. Struktur capaian pembelajaran sejarah tidak lagi mengutamakan pada pemahaman konsep melainkan juga harus menekankan pada elemen keterampilan proses. Salah satu elemen keterampilan proses yang harus dilatihkan kepada siswa adalah keterampilan berpikir sejarah. Terdapat beragam konsep keterampilan berpikir sejarah yang berlaku di beberapa negara. Konsep-konsep tersebut sebagian memiliki kesamaan dengan konsep berpikir sejarah yang tertuang dalam Kurikulum Merdeka. Selain itu, terdapat pula konsep berpikir sejarah dalam Kurikulum Merdeka yang tidak dijumpai di negara lain. Penekanan pada keterampilan proses ini juga membawa tantangan baru terkait bagaimana cara mengajarkan keterampilan ini kepada siswa. Melalui studi kepustakaan, artikel ini menawarkan alternatif strategi pembelajaran sejarah yang dapat dimanfaatkan untuk menanamkan keterampilan berpikir sejarah siswa dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka. 
PARTISIPASI MASYARAKAT DAN MAKNA SIMBOLIK TRADISI NYADRAN DI DUSUN SEMANDING KABUPATEN BLITAR Wahono, Efrina Rizkya; Idris, Idris; Wiradimadja, Agung
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p119-128

Abstract

ABSTRACTThe rumors of the existence of the Nyadran Tradition in Semanding Hamlet began to decline among the community due to modernization and lack of knowledge about the spiritual meaning implied in it. In fact, this tradition is a hereditary culture that is usually done every year and has a meaning that contains noble values for the residents of Semanding Village. The existence of the rumor, the researcher aims to analyze the background, community participation, and the meaning of the Nyadran Tradition of Semanding Village, Blitar Regency. The research method used is descriptive qualitative guided by the stages of Miles and Huberman's research. The results showed that the Nyadran procession was motivated by a form of respect for the ancestral spirits of Semanding Village. The whole society actively implements Nyadran as a form of compliance with customary norms by prioritizing tolerance. In addition, the community considers the Nyadran procession to have a symbolic meaning in each procession which symbolizes gratitude to The God.ABSTRAKAdanya rumor eksistensi Tradisi Nyadran di Dusun Semanding mulai menurun dikalangan masyarakat karena adanya modernisasi dan kurangnya pengetahuan mengenai makna spiritual yang tersirat di dalamnya. Padahal tradisi ini merupakan kebudayaan turun-temurun yang biasa dilakukan setiap tahun dan memiliki makna yang mengandung nilai luhur bagi warga Dusun Semanding. Adanya rumor tersebut peneliti bertujuan melakukan analisis latar belakang, partisipasi masyarakat, dan makna Tradisi Nyadran Dusun Semanding, Kabupaten Blitar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan berpedoman pada tahapan penelitian Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan prosesi Nyadran dilatar belakangi oleh bentuk penghormatan kepada roh leluhur masyarakat Dusun Semanding. Seluruh masyarakat aktif melaksanakan Nyadran sebagai bentuk kepatuhan norma adat istiadat dengan mengutamakan toleransi. Selain itu, masyarakat menilai prosesi Nyadran memiliki makna simbolik pada setiap prosesinya yang melambangkan rasa syukur kepada Sang Pencipta.
PEMANFAATAN BUKU PASUKAN M SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MEMBANGUN KESADARAN SEJARAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPS DI SMAN 1 GLAGAH Suryansyah, Ronni; Hudiyanto, Reza; Sayono, Joko
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p9-17

Abstract

The book of Pasukan M is a story that tells about the resistance to maintain independence in the Bali Strait, which was spearheaded by Captain Markandi. In this material, students are invited to visualize local historical events that have occurred so that they can examine the struggles of independence figures in defending their territory and encourage the formation of thinking patterns towards rational, critical, empirical, and can also develop attitudes of human values, respect for others, and mutual cooperation. Building historical awareness and critical thinking skills through Pasukan M provides an overview of how local history can have an impact on students in their lives. As a means of building historical awareness and critical thinking skills of students. Finding solutions to existing problems, thinking actively and creatively in developing critical thinking patterns are also included in the skills students need as life skills. Buku Pasukan M merupakan sebuah kisah yang menceritakan tentang perlawanan mempertahankan kemerdekaan yang berada di Selat Bali yang dipelopori oleh Kapten Markandi. Materi ini siswa diajak untuk visualisasi dari kejadian sejarah lokal yang telah terjadi sehingga dapat menelaah perjuangan para tokoh kemerdekaan dalam mempertahankan wilayahnya dan mendorong terbentuknya pemikiran rasional, berpikir kritis dan juga dapat mengembangkan karakter yang menghargai sesama, dan gotong royong. Membangun kesadaran sejarah dan kemampuan berpikir kritis melalui Pasukan M memberikan sebuah gambaran mengenai bagaimana sejarah lokal bisa memberikan dampak pada siswa dalam kehidupannya. Sebagai sarana membangun kesadaran sejarah dan kemampuan berpikir kritis siswa. Menemukan solusi dari masalah yang ada, berpikir secara aktif dan kreatif dalam mengembangkan pola pikir kritis juga termasuk dalam keterampilan yang dibutuhkan siswa sebagai bekal kecakapan hidup.
PENGARUH PAMERAN DUNIA DI TANAH KOLONI: PAMERAN SAINS, INDUSTRI, DAN SENI DI BATAVIA 1853 Rizkinta, Bryna
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p182-199

Abstract

Great Exhibition pada 1851 di Inggris yang bertujuan sebagai gerakan inovasi kapitalisme dan industri menciptakan tren global pameran di berbagai negara, salah satunya adalah Hindia Belanda pada dengan nama Pameran Hasil Alam dan Industri pada 1853. Penelitian ini bertujuan menganalisis bahwa pameran tersebut bukan hanya sebagai gerakan inovasi industri dan penyebaran pencerahan, namun juga menegaskan identitas kekuasaan kolonial. Penulisan ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan komunitas terbayang dari Ben Anderson dan Hoffenberg yang mengkontekstualkan konsep komunitas terbayang dalam konteks pameran. Kesuksesan dari pameran ini memberikan dampak dalam jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek pameran tersebut mampu menstimulasi gerakan lanjutan yang berfokus pada industri yaitu Maatschappij van Nijverheid, namun sayangnya gagal dalam mengubah masyarakat. Di samping itu pameran berhasil membentuk citra Belanda sebagai penjajah yang layak dan menegaskan kekuasaan kolonial.
PRASASTI-PRASASTI MANTRA PADA LINGGA DARI KERAJAAN MATARAM KUNO (ABAD KE-8-10 M) Alnoza, Muhamad
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 2 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i22022p399-414

Abstract

Previous research has provided knowledge about the existence of mantras carved on the phallus in central Java. Based on the paleographic analysis, it can be seen that the inscriptions date back to the Ancient Mataram Kingdom (8th-10th century AD). This study was made with the aim of deepening the understanding of the functional relationship of the phallus with the spells carved on the surface of the object. The formulation of the problem proposed to support the purpose of this research is about the function of the spells on the phallus for the people of the Ancient Mataram Kingdom. In this study, the implementation of qualitative research methods, the process of collecting data using the literature study method. Through this method, this study found that the mantra inscriptions on the phallus have elements of Saivites Hinduism, Mahayana Buddhism, and Vajrayana Buddhism. The phallus at that time was used as a symbol of the mythological and philosophical background of the inscribed spells.Penelitian sebelumnya telah menghasilkan pengetahuan akan adanya mantra-mantra yang dipahatkan pada lingga-lingga di Jawa bagian tengah. Berdasarkan analisis paleografinya, dapat diketahui bahwa prasasti-prasasti tersebut berasal dari masa Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-8-10 M). Kajian ini dibuat dengan tujuan memperdalam pemahaman soal keterkaitan fungsional lingga dengan mantra-mantra yang dipahat dipermukaan objek tersebut. Rumusan masalah yang diajukan untuk menunjang  tujuan penelitian ini adalah mengenai fungsi mantra-mantra pada lingga bagi masyarakat Kerajaan Mataram Kuno. Penelitian ini pada pelaksanaannya menggunakan metode penelitian kualitatif, yang proses pengumpulan datanya menggunakan metode studi kepustakaan. Melalui metode tersebut, penelitian ini menemukan bahwa prasasti-prasasti mantra pada lingga memiliki anasir Hindu Saiwa, Buddha Mahayana, dan Buddha Vajrayana.Lingga ketika itu dijadikan sebagai media simbolisasi dari latarbelakang mitologis dan filosofis dari mantra yang diguratkan.
KENDURI DALAM PERSPEKTIF SEJARAH UNTUK PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SEJARAH LOKAL Djono, Djono
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 2 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i22022p248-264

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk memberikan gambaran secara rinci tentang kebutuhan bahan ajar sejarah lokal tentang Kenduri pada pembelajaran sejarah di Sekolah menengah atas. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, dan prosedur pengumpulan data menggunakan dokumen seperti artikel, proceding, dan buku yang berkaitan dengan konsep Kenduri, bahan ajar, kearifan lokal dan model pengembangan. Pengumpulan data, penyajian data, reduksi, dan penarikan kesimpulan merupakan bagian dari proses analisis data. Hasil temuan menunjukkan bahwa belum banyak bahan ajar sejarah di SMA yang berbasis kearifan lokal. Siswa SMA membutuhkan bahan ajar sejarah berbasis kearifan lokal terutama tentang Kenduri. Hal tersebut dilakukan melalui pembahasan (1) konsep Kenduri, (2) kearifan lokal, (3) bahan ajar digital, dan (4) pola pengembangan bahan ajar digital berbasis kearifan lokal yang memuat informasi makna, filosofi , dan sejarah tradisi Kenduri. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan menjadi sumber untuk penelitian selanjutnya.
PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT KEMIREN 1996 - 2015 Sahrul, Adi; Marjono, Marjono; Puji, Rully Putri Nirmala
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 2 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i22022p365-387

Abstract

The topic that is the subject of this study is social and cultural change by focusing on the study of discussions on the social structure and cultural life of the Kemiren Community, Glagah District, Banyuwangi Regency in 1996-2015. This study examines: (1) Changes in the social structure of the Kemiren community in 1996-2015. (2) Changes in the cultural life of the Kemiren people in 1996-2015. This research uses Gottschalk's historical method with four stages, namely gathering sources (heuristics), source criticism (verification), source analysis (interpretation), and writing (historiography). The results of this study are: (1) The Kemiren community has experienced social change which is shown in the structure of the community. In 2008, organizations and social groups had a clear structure to make the work program directed as tourism flows into Kemiren village. (2) Cultural life undergoes a change in the clean village customary ritual that is sacred to profane. These traditional rituals were commodified into tour packages in 2015 Topik yang menjadi pokok bahasan dalam penelitian  ini adalah perubahan sosial dan budaya dengan memfokuskan kajian pembahasan mengenai struktur sosial dan kehidupan budaya Masyarakat Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Tahun 1996-2015. Penelitian ini mengkaji: (1) Perubahan struktur sosial masyarakat Kemiren tahun 1996-2015. (2) Perubahan kehidupan budaya masyarakat Kemiren tahun 1996-2015. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dari Gottschalk dengan empat tahapan yaitu pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber (verifikasi), analisis sumber (interpretasi), dan penulisan (historiografi). Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Masyarakat Kemiren mengalami perubahan sosial yang ditunjukkan pada struktur masyarakatnya. Pada tahun 2008, organisasi, kelompok sosial, memiliki struktur yang jelas membuat program kerja menjadi terarah seiiring masuknya arus pariwisata ke desa Kemiren. (2) Kehidupan budaya mengalami perubahan pada ritual adat bersih desa bersifat sakral ke arah profan. Ritual adat tersebut dikomodifikasi menjadi paket wisata pada tahun 2015.
BENTUK PERAHU NELAYAN TRADISIONAL CILACAP PRAFIBERISASI Rochyat, Indra Gunara; Widyastutieningrum, Sri Rochana; Sunarto, Bambang; Sunarmi, Sunarmi
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 2 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i22022p318-343

Abstract

Traditional wooden fishing boats in Cilacap have a characteristic shape as a marker of their territory. The preservation of the shape of the boat until the era of fiberglass of materials became an ontological problem that was formulated. A phenomenological approach to the design of wooden boats is used in reviewing the content of values in the form at a certain time. The design element review method dissects various needs related to aspects of practicality, aesthetics, and symbols and combinations of the three, according to the geographical situation, and living conditions. The formation of the wooden fishing boat elements supported by the guiding elements is always related in a unit that influences each other. The intrinsic value in the shape of the wooden boat that was instilled by the previous fishermen was maintained by the next generation.Perahu kayu nelayan tradisional di Cilacap memiliki ciri bentuk sebagai penanda wilayahnya. Bertahannya bentuk perahu sampai pada era bahan fiberglass menjadi sebuah persoalan ontologis yang dirumuskan. Pendekatan fenomenologis pada desain perahu kayu digunakan dalam meninjau kandungan nilai-nilai pada bentuk di suatu kurun waktu tertentu. Metode tinjauan elemen desain membedah berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan aspek kepraktisan, estetika dan simbol-simbol serta kombinasi-kombinasi dari ketiganya, sesuai dengan situasi geografis, dan kondisi-kondisi kehidupannya. Terbentuknya elemen perahu kayu nelayan ditopang oleh unsur-unsur pemandu itu senantiasa berkaitan dalam sebuah unit yang saling mempengaruhi satu sama lain. Nilai instrinsik pada bentuk perahu kayu yang ditanamkan oleh nelayan terdahulu terus dipertahankan oleh generasi sesudahnya.