cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
SKRINING FITOKIMIA DAN KARAKTERISTIK SALEP DAUN Averrhoa bilimbi Tahara Dilla Santi; Aditya Chandra
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 1 (2023): Bioma : Januari - Juni 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dengan tanaman herbal yang beraneka ragam. Provinsi Aceh memiliki kekayaan flora yang bermanfaat sebagai antiinflamasi, salah satunya Averrhoa bilimbi. Formulasi sediaan salep daun belimbing wuluh dapat memaksimalkan terapi antiinflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa metabolit serta mengevaluasi karakteristik salep daun belimbing wuluh. Penelian ini menggunakan metode kualitatif uji warna serta uji karakteristik salep (pH, daya sebar). Analisis data skrining fitokimia secara deskriptif dan karakteristik salep menggunakan Kruskal Wallis. Hasil analisis menunjukkan ekstrak daun belimbing wuluh bereaksi positif terhadap alkaloid pada uji Mayer, Wagner dan Dragendorff, dan terdapat steroid, flavonoid, fenol, terpenoid serta saponin. Hasil uji pH dan daya sebar diperoleh nilai yaitu 6 dan 0.0071. Kandungan flavonoid, steroid pada daun Averrhoa bilimbi berperan sebagai antiinflamasi. Karakteristik pH salep netral dapat diaplikasikan pada kulit yang mengalami luka /cedera. Kata kunci : Daun Averrhoa bilimbi, salep, antiinflamasi, skrining fitokimia
PENGARUH PENAMBAHAN CACING TANAH Lumbricus rubellus PADA PAKAN DALAM MENINGKATKAN KANDUNGAN OMEGA 3 PADA TELUR AYAM RAS PETELUR Zohra; Marzuki; Ambeng; Andi Evi Erviani; Munif Said Hassan
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 1 (2023): Bioma : Januari - Juni 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan Cacing tanah Lumbricus rubellus pada pakan dalam peningkatan kandungan omega-3 pada telur ayam Ras petelur telah dilakukan pada bulan Mei - Juli 2015 di Desa Limampoccoe, Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1). Hubungan bahan tambahan Cacing tanah Lumbricus rubellus pada ransum ayam petelur dalam meningkatkan kandungan omega 3 pada telur, (2). Dosis penambahan Cacing tanah Lumbricus rubellus dalam peningkatkan kandungan omega 3 pada telur. Pengambilan sampel telur dilakukan setelah pemeliharaan ayam Ras petelur jenis Rode Islan Red (RIR) selama 4 minggu ( 1 bulan ) dan telur yang di ambil sebanyak 3 butir setiap perlakuan. Uji omega-3 menggunakan spektrofotometer UV-VIS dengan panjang gelombang (λ) 640 nm. Data yang diperoleh diolah dengan analisis deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan cacing tanah tanah Lumbricus rubellus dalam pakan ayam ras dapat meningkatkan kandungan omega 3 pada telur dengan jumlah dosis terbaik pada konsentrasi tertinggi kandungan omega-3 yang didapatkan yaitu pada konsentrasi 10% (P2) dengan nilai 51,024 mg/l, kemudian konsentrasi 15% (P3) dengn nilai 22,695 mg/l, dan yang terendah adalah konsentrasi 5% (P1) dengan nilai 13,014 mg/l. Kata kunci : Ayam Ras Petelur, Cacing Tanah Lumbricus rubellus, Omega -3.
- UJI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK SUPERNATAN DARI BAKTERI ENDOFIT KULIT PISANG sanatang abbas; Tri Purnama
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 1 (2023): Bioma : Januari - Juni 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi buah pisang di provinsi Sulawesi Tenggara cukup melimpah setiap tahunnya. Salah satu limbah dari pemanfaatan buah pisang adalah kulit pisang. Kulit pisang mengandung bakteri endofit yang dapat menghasilkan senyawa yang mirip dengan kulit pisang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa berdasarkan uji skrining fitokimia pada ekstrak supernatan bakteri endofit kulit pisang. Metode penelitian menggunakan pengukuran kurva standar pertumbuhan bakteri, ekstraksi supernatan dari bakteri endofit kulit pisang dengan kode KPM2 menggunakan etanol, serta uji skrining fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri KMP2 memiliki waktu tumbuh yang baik yaitu 30 jam. Hasil uji fitokimia diperoleh bahwa ekstrak supernatan isolat bakteri KPM2 mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, saponin dan triterpenoid
UJI KUALITATIF SENYAWA AKTIF FLAVONOID DAN TERPENOID PADA BEBERAPA JENIS TUMBUHAN FABACEAE DAN APOCYNACEAE DI KAWASAN TNGPP BODOGOL Daffa Azalia; Intan Rachmawati; Safina Zahira; Fitri Andriyani; Titis Melia Sanini; Supriyatin Supriyatin; Nailul Rahmi Aulya
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 1 (2023): Bioma : Januari - Juni 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa flavonoid dan terpenoid diketahui merupakan metabolit sekunder tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Tanaman yang mengandung flavonoid dan terpenoid berpotensi untuk digunakan sebagai sumber antioksidan alami. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya senyawa flavonoid dan terpenoid pada tumbuhan famili Fabaceae dan Apocynaceae di PPKA Bodogol. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 Juni sampai dengan 22 Juni 2021 di TNGGP PPKA Bodogol, Sukabumi, Jawa Barat. Pengambilan sampel tumbuhan dilakukan dengan metode purposive sampling sedangkan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam sampel dilakukan skrining fitokimia melalui uji warna, pengujian bahan dilakukan secara skala lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun Hoya multiflora dari famili Apocynaceae mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid. Sementara itu, Alstonia sp. dari famili yang sama hanya mengandung senyawa terpenoid. Daun Calliandra sp. dari famili Fabaceae yang teridentifikasi mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid. Sedangkan, daun Centrosema pubescens dari famili Fabaceae hanya mengandung senyawa flavonoid. Kata kunci :  Apocynaceae, Fabacae, Fitokimia, Flavonoid,Terpenoid.
EFEKTIVITAS AQUABIDEST DAN LIMBAH AIR AC SEBAGAI PELARUT MEDIA SDA UNTUK PERTUMBUHAN Candida albicans Anggun Sophia Sophia; Suraini
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 1 (2023): Bioma : Januari - Juni 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candida albicans merupakan flora normal yang bersifat komensal di rongga mulut, saluran pencernaan dan vagina, apabila terjadi perubahan fisiologi pada tubuh dapat bersifat patogen. Infeksi Candida albicans dapat diketahui melalui pemeriksaan laboratorium. Untuk melihat pertumbuhan Candida albicans pada pemeriksaan laboratorium diperlukan pelarut aquadest dan aquabidest. Aquades dan aquabidest cukup mahal dan kurang mencukupi keberadaanya di laboratorium maka perlu dicari alternatif pengganti yang mempunyai sifat kimia yang sama seperti limbah AC.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kemampuan aquabidest dan limbah AC sebagai pelarut media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) untuk pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen, posttest only control group design. Penanaman suspensi Candida albicans dilakukan dengan dua metode yaitu streak plate method (gores) dan pour plate method (tuang). Data dianalisis menggunakan uji one way anova (Analysis of variance) selanjutnya dilakukan uji duncan’s pada taraf 5%. Hasil menunjukkan rata-rata jumlah koloni Candida albicans pada media SDA pelarut aquabidest metode gores 227 CFU/ml, metode tuang 256 CFU/ml, pelarut limbah air AC metode gores 308 CFU/ml, metode tuang 325 CFU/ml dengan diameter koloni rata-rata pelarut aquabidest ukuran terkecil 1,10 mm ukuran terbesar 2,00 mm dan pelarut limbah air AC ukuran terkecil 1,20 mm ukuran besar 2,10 mm. Uji one way anova didapatlan nilai P value = 0,000 < 0,05 dan uji Duncan melihatkan bahwa kemampuan limbah air AC sebagai pelarut media SDA memiliki kemampuan yang baik untuk pertumbuhan jumlah koloni Candida albicans dibandingkan dengan aquabidest. Kata kunci: Candida albicans, Aquabidest, Air AC, Sabouraud dextrose agar   
IDENTIFIKASI MOLEKULER DAN PENAPISAN AKTIVITAS BAKTERI ENDOFIT TANAMAN LAMUN SEBAGAI ANTI MULTIDRUG-RESISTANT DI WILAYAH PEISIR KOTA KENDARI Suwarny Suwarny; Try Purnama
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 1 (2023): Bioma : Januari - Juni 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan dan pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat menybabkan resistensi bakteri terhadap beberapa jenis antibiotik. Jenis bakteri yang telah resisten terhadap beberapa jenis antibiotik saat ini dikenal dengan bakteri Multidrug-resisten (MDR). Kurangnya antibiotik baru yang dikembangkan juga menjadi faktor munculnya bakteri MDR. Penelitian antibiotik telah lama dikembangkan oleh peneliti terdahulu, baik dari tumbuhan, hewan dan mikroorganisme. Pada penelitian ini digunakan bakteri endofit yang berasosiasi dengan tumbuhan lamun. Bakteri endofit merupakan mikroorganisme yang memiliki metabolit sekunder >90% sama dengan inangnya. Bakteri yang bersimbiosis dengan organisme pada ekosistem laut telah banyak digunakan sebagai agen yang mengandung berbagai senyawa yang berpotensi dalam bidang kesehatan, industri farmasi dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang berasosiasi dengan tumbuhan lamun dan mengetahui aktivitas bakteri endofit tersebut sebagai antibakteri terhadap bakteri MDR. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, tahapan pertama pengumpulan lamun untuk dilakukan isolasi bakteri endofit tumbuhan lamun. Dilakukan pengujian aktivitas antibakteri terhadap MDR dari isolat murni bakteri endofit yang diperoleh. Deteksi molekuler bakteri endofit menggunakan primer 16S rRNA. Hasil penelitian ditemukan Isolat bakteri dari kedua jenis tanaman lamun berbentuk basil gram positif dengan aktivitas zona hambat terhadap bakteri uji kurang dari 5 mm. Kajian terhadap aktivitas antibakteri bakteri endofit tanaman lamun terhadap bakteri uji (E. coli dan S. aureus) menunjukkan bahwa bakteri endofit pada ekosistem lamun di penelitian ini memiliki aktivitas antibakteri yang kecil terhadap bakteri uji umum.
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA MASKER MEDIS SETELAH 4 JAM DAN 8 JAM PEMAKAIAN Sri Indrayati; Putra Rahmadea Utami; Robi Cahyadi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 1 (2023): Bioma : Januari - Juni 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri merupakan salah satu mikroorganisme yang sering mengkontaminasi masker pada wajah. Penggunaan masker medis dengan tidak memperhatikan waktu penggunaan hanya akan mengakibatkan semakin banyaknya bakteri yang mengkontaminasi pada masker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri pada masker medis setelah 4 jam dan 8 jam pemakaian pada petugas laboratorium RSD Madani Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan 10 sampel masker. Pemeriksaan identifikasi bakteri dilakukan dengan mengisolasi sampel dalam media biakan dan menghitung jumlah bakteri dengan metode ALT, Analisis data menggunakan rerata perbandingan hasil angka kuman pada penggunaan masker 4 jam dan 8 jam. Hasil penelitian identifikasi bakteri didapatkan bakteri Bacillus Sp, Staphylococcus epidermidis dan Klebsiella sp dan angka hitung jumlah bakteri sebesar 54 CFU/g dan 6,3 x 102 CFU/g dimana jumlah bakteri meningkat lebih banyak pada penggunaan masker selama 8 jam.
KEMAMPUAN TANAMAN HIAS BUNGA Zinnia elegans (Jacq.) Kuntze DAN Impatiens balsamina L. DALAM FITOREMEDIASI TANAH TERCEMAR LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DARI LOKASI PEMBUANGAN SAMPAH TAMANGAPA ANTANG MAKASSAR: - Juhriah juhriah; Nur Fadila; Mutmainnah; Dian Islamiah
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 1 (2023): Bioma : Januari - Juni 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat pembuangan sampah Tamangapa Antang merupakan yang terbesar di Makassar dan tanahnya telah mengalami pencemaran logam berat khususnya logam berat timbal (Pb). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Timbal (Pb) pada tanah tempat pembuangan sampah Tamangapa Antang Makassar dan untuk mengetahui kemampuan dua jenis tanaman bunga hias dalam mengakumulasi logam berat Timbal (Pb). Penelitian dimulai dengan mengambil tanah dari tempat pembuangan sampah dan menganalisis kadar logam Pb. Tanah kemudian digunakan sebagai media dan ditanami 2 jenis tanaman bunga hias yaitu Zinnia elegans (Jacq.) Kuntze, dan Impatiens balsamina L. Eksperimen fitoremediasi dilakukan di dalam planterbag berisi 4 kg sampel tanah terkontaminasi, masing-masing dengan 3 ulangan. Tanah media tanam tersebut kemudian dianalisa kembali kandungan logamnya untuk mengetahui kandungan logam pada tanah setelah dilakukan penanaman tanaman hias. Pengukuran kandungan logam dalam tanah sebelum dan sesudah penelitian dan kandungan logam dalam jaringan tanaman menggunakan Inductively Coepled Plasma-Optical Emission Spectrometry (ICP-OES). Hasil analisis tanah sebelum penelitian menunjukkan bahwa tanah dari lokasi pembuangan limbah mengandung logam timbal (Pb) 103,17 µg/g. Zinnia elegans dan Impatiens balsamina mampu menurunkan kandungan logam Timbal (Pb) tanah lebih dari 50%. kandungan logam Timbal (Pb) dalam jaringan tanaman Zinnia elegans dan Impatiens balsamina lebih dari 2 µg/g dan Zinnia elegans sedikit lebih tinggi daripada Impatiens balsamina Kata kunci: fitoremediasi, timbal (Pb). Tanah, Zinnia elegans,  Impatiens balsamina
PREVALENSI Candida albicans PADA SALIVA PENDERITA DIBETES MELITUS DI RSUD MOHAMMAD NATSIR KOTA SOLOK Suraini Suraini; Anggun Sophia
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 1 (2023): Bioma : Januari - Juni 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit akibat gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah, yang juga dapat menyebabkan meningkatnya kadar glukosa saliva. Glukosa extra dalam sekresi saliva penderita diabetes melitus dapat menumpuk di rongga mulut sehingga jamur mudah berkembang karena tersedia makanan.Glukosa adalah media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme termasuk Candida albicans. Salah satu penyakit yang paling sering mengenai mukosa mulut penderita DM adalah kandidiasis oral.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi Candida albicans pada saliva penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Daerah Mohammad Natsir Kota Solok. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 21 April sampai dengan 10 Mei 2022. Metode pemeriksaan jamur dilakukan secara makroskopik dan mikroskopik. Berdasarkan hasil isolasi dan identifikasi yang telah di lakukan terhadap 10 sampel saliva pada penderita diabetes melitus terdapat 6 sampel saliva (60%) positif mengandung jamur Candida albicans dan 4 sampel saliva (40%) tidak mengandung jamur Candida albicans.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah(50%) jumlah sampel saliva penderita diabetes melitus terdapat jamur Candida albicans. Disimpulkan bahwa pada penderita diabetes melitus dapat terjadi kandidiasis karena meningkatnya kadar glukosa pada salivanya. Kata kunci: Candida albicans, Diabetes melitus, Saliva.
PERBEDAAN HASIL KULTUR ANAEROB DENGAN CANDLE JAR DAN GAS GENERATING SACHET UNTUK BAKTERI ASAM LAKTAT L. PLANTARUM E12.1 Ni Made Sri Dwijastuti; Satwikha Dewi I Gusti Agung Ayu
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 1 (2023): Bioma : Januari - Juni 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) tidak hanya diteliti oleh para ahli dalam skala besar, namun juga dalam skala kecil oleh peneliti pemula. Kelompok BAL merupakan bakteri anaerobik atau mikroaerofilik, sehingga memerlukan kondisi kultur tanpa oksigen atau kadar oksigen minimal. Kultur anaerob yang umum dilakukan pada laboratorium skala kecil adalah menggunakan anaerobic gas generating sachets (AGGS). Pengaplikasian AGGS tergolong mudah, praktis, dan efektif untuk membentuk suasana anaerob, namun bersifat sekali pakai dengan harga tergolong mahal. Metode lain yang dapat dilakukan di laboratorium skala kecil adalah candle jar (CJ). Metode CJ dapat digunakan berulang, mudah diperoleh, dan harga yang terjangkau, namun masih menyisakan sedikit oksigen di atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perbedaan hasil kultur BAL L.plantarum E12.1 dengan menggunakan AGGS dan CJ. Penelitian berjenis eksperimen ini dilakukan pada bulan Oktober - November 2022 di laboratorium mikrobiologi klinik, Universitas Bali Internasional. Rata-rata jumlah koloni BAL L.plantarum E12.1 yang diperoleh dari kultur dengan AGGS sebesar 33 x 108 CFU/mL, sementara dengan CJ sebesar 38 x 108 CFU/mL. Analisis statistik dengan Independent T-test menggunakan SPSS versi 16 menunjukkan nilai p > 0,5. Nilai ini berarti tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil kultur menggunakan AGGS maupun CJ. Sehingga untuk menumbuhkan BAL L.plantarum, peneliti dapat menggunakan metode AGGS maupun CJ sesuai dengan sumber daya yang tersedia.