cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK MUTU SABUN TRANSPARAN BERBAHAN AKTIF NANOPARTIKEL PERAK HASIL BIOSINTESIS MENGGUNAKAN EKSTRAK TANAMAN KELADI SARAWAK Alocasia macrorrhizos Weni Puspita; Athiah Masykuroh
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 1 (2023): Bioma : Januari - Juni 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanopartikel perak yang dibiosintesis menggunakan ekstrak tanaman keladi Sarawak (Alocasia macrorrhizos) merupakan salah satu zat yang dapat berpotensi memiliki aktivitas antibakteri gram positif maupun negatif .Penggunaannya sebagai bahan aktif pada sediaan sabun transparan merupakan salah satu cara memudahkan penggunaannya, Sediaan sabun transparan dibuat dalam variasi konsentrasi 0,1;0,3 dan 0,5 % terhadap koloid nanopartikel perak yang disintesis menggunakan larutan AgNO3 0,15 M dan diencerkan sebesar 50%. Hasilnya semua variasi formula memenuhi standar kadar air, asam lemak bebas dan pH, sementara ketiga formula tersebut seluruhnyatidak memenuhi standar jumlah asam lemak dan alkali bebas. Kata kunci :  Nanopartikel perak , Keladi sarawak, Sabun transparan
FITOREMEDIASI TANAMAN HIAS BUNGA Impatiens balsamina L., DAN Zinnia elegans (Jacq.) Kuntze TERHADAP POLUTAN MERKURI PADA TANAH: - Mutmainnah Zakariah Innah; Juhriah; Muhammad Ruslan Umar
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merkuri merupakan salah satu jenis logam yang banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu-batuan, hasil tambang, tanah, air, dan udara sebagai senyawa anorganik dan organik. Merkuri dapat menjadi senyawa yang berbahaya jika mengalami metilisasi menjadi metil merkuri (MeHg) yang bersifat toksik bagi tubuh manusia. Penelitian bertujuan untuk melakukan fitoremediasi logam merkuri (Hg) pada tanah dengan menggunakan tanaman Impatiens balsamina L., dan Zinnia Elegans Jacq. Analisis kandungan merkuri (Hg) tanah (sebelum dan setelah fitoremediasi) dan jaringan tanaman menggunakan Inductively coupled plasma-mass spectrometry (ICP-MS). Kandungan merkuri (Hg) sebelum proses penanaman tanaman (Fitoremediasi) yaitu, sebesar 0,2621 µg/g. Kandungan Hg tanah setelah proses penanaman tanaman (Fitoremediasi) yaitu, pada tanaman hias bunga Zinnia elegans (Jacq.) Kuntze diperoleh 0,188 µg/g pada tanah dan 0,0641 µg/g pada tanaman, sedangkan pada tanaman hias bunga Impatiens balsamina L. diperoleh 0,1223 µg/g pada tanah dan 0,1641µg/g pada tanaman. Adapun hasil pengukuran dari biomassa tanaman, penyisihan logam dan efisiensi penyerapan logam. Biomassa tanaman yaitu Impatiens balsamina L. 86,90 % dan Zinnia elegans 75 % sedangkan efisiensi penyerapan logam Impatiens balsamina L. 134,17 % dan Zinnia elegans 54,32 %. Penyisihan logam pada tanaman hias bunga jenis Zinnia elegans 54, 97 % dan Impatiens balsamina 53,33 %. Kata kunci : fitoremediasi, merkuri, tanah, Impatiens balsamina, dan Zinnia Elegans Jacq.
KUALITAS AIR PARIT-PARIT DI KOTA SANGGAU KALIMANTAN BARAT BERDASARKAN STRUKTUR KOMUNITAS OLIGOCHAETA AKUATIK Galuh Ramadhanti Galuh; Junardi; Riyandi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Monitoring parit-parit yang mengalir telah rutin dilakukan setiap tahun dengan menggunakan parameter fisika-kimia, namun belum menggunakan parameter biologi untuk menentukan status kualitas airnya. Penelitian ini untuk mengetahui kondisi kualitas air parit-parit di kota Sanggau berdasarkan struktur komunitas Oligochaeta akuatik. Sampel cacing diambil menggunakan Ekman grab pada lima stasiun berbeda. Analisis data menggunakan nilai indeks-indeks struktur komunitas yang dianalisis secara deskriptif. Cacing oligochaeta akuatik yang ditemukan ada tiga spesies yaitu tiga spesies yaitu Branchiura sowerbyi, Limnodrilus claparedeianus, dan Limnodrilus hoffmeisteri. Nilai indeks Diversitas dan keseragaman didapatkan rendah, sementara indeks dominansi tinggi. Kualitas air parit-parit di Kota Sanggau telah tercemar bahan organik sehingga diperlukan pengelola airnya dan tidak menjadi sumber pencemaran Sungai Kapuas. Kata kunci : oligochaeta akuatik, struktur komunitas, Tubificidae, Limnodrilus
KOMPLEKS DAN KELIMPAHAN ARTHROPODA PADA PERTANAMAN JAGUNG Zea mays Prihatin -; Tamrin Abdullah; Nurul Wirid annisaa; Jumardi; Nirma Septia Ramlan; Victoria Coo Lea
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maize is one of the carbohydrate and protein-producing food crops besides rice. Along with the development of the food and feed industries, the demand for corn continues to increase. The limiting factor in increasing corn productivity is the attack of plant disrupting organisms, especially pests. This study aims to determine the abundance of arthropods in corn crops and group them based on their roles, as well as analyse the effect of cultivation practises on arthopod abundance. The research was conducted in Situ Gede Village, Bogor District, West Bogor City, West Java. The research was conducted from March to May 2019. Observations of arthropods in corn plants were conducted regularly starting from the vegetative phase, namely 3 weeks after planting (WAP), 5 WAP, and 7 WAP, until the generative phase (before corn harvest). Sampling of arthropods was done by observing them directly (In situ), using Pitfall traps, and using insect nets (Sweep net). The results showed that in the vegetative stage, the herbivorous insects found were armyworms (Spodoptera litura) and grasshoppers (Oxya sp.), while in the generative phase, corn borer (Helicoverpa armigera) and corn stem borer (Ostrinia furnicalis) dominated. In addition to pests, natural enemies, especially predators, were spiders, ants, and beetles. Based on their role, the composition of arthropods starts with the most predators (41%), herbivores (29%), parasitoids (6%), and other insects (24%). The abundance of arthropods is also determined by farmers' cultivation practices. The more diverse the commodities, the higher the arthropod abundance. Polyculture systems tend to have higher arthropod abundance than monoculture. Key words: arthropods, maize, natural enemies, predators
EDIBLE COATING BERBASIS PATI SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE MERAH SEBAGAI ANTIJAMUR UNTUK MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN CABAI MERAH Capsicum annuum L Henra -; Eva Johannes; Nur Haedar
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah Capsicum annuum L. merupakan komoditas yang rentan terhadap kerusakan dan mudah mengalami pembusukan oleh jamur karena kadar air yang tinggi sehingga tidak dapat bertahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edible coating dengan penambahan ekstrak jahe merah dalam menghambat pertumbuhan jamur pembusuk serta mengetahui umur simpan cabai merah. Jamur pada cabai merah diisolasi dengan menggunakan metode penanaman langsung (direct planting) dan diperoleh jamur Aspergillus flavus. Selanjutnya dilakukan uji daya hambat terhadap jamur Aspergillus flavus menggunakan ekstrak jahe merah konsentrasi 5%, 10%, 20% dan 40%. Hasil yang diperoleh menunjukkan ekstrak jahe merah mampu menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus flavus serta konsentrasi yang tepat sebagai pengawet adalah konsentrasi 5%. Pengamatan hasil pengaplikasian edible coating dilakukan melalui uji susut bobot, uji tekstur, uji warna dan uji Total Plate Count (TPC). Hasil yang diperoleh menunjukkan pengaplikasian edible coating dengan penambahan ekstrak jahe merah dapat menurunkan susut bobot, memperlambat pelunakan dan mempertahankan warna dari cabai merah dengan jumlah koloni jamur yang relatif sedikit yaitu 2,8 x 102 CFU/mL dibandingkan perlakuan kontrol dengan jumlah koloni jamur 2,3 x 104 CFU/mL. Dari hasil tersebut memperlihatkan edible coating dengan penambahan ekstrak jahe merah dapat memperpanjang umur simpan sampai pada hari ke-9, serta mampu menghambat pertumbuhan jamur pembusuk pada cabai merah. Kata Kunci : Edible coating, Cabai merah, Ekstrak jahe merah, Aspergillus flavus
ANALISA JAMUR Candida albicans PADA SWAB MUKOSA MULUT PEROKOK AKTIF DI LUBUK BUAYA Anggun Sophia Sophia; Suraini
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candida albicans is a fungus found in the oral cavity which will cause abnormalities if thare are risk factors. Risk factors may increase growth of Candida albicans colonies and promote fungal invasion It infiltrates networks, forms colonies and grievances. One of the risk factors for Candida albicans proliferation smoking. The purpose study this for know analysis type Candida albicans with a mucosal swab mouth smoker Active in Lubuk Buaya Padang. Study this use types of analytical studies observant and approach Cross section. Collect data local residents under Smoking active, prompt willingness aspiring respondents. A mucosal swab was taken mouth and fill in informed consent. test end and SDA culture and exams in a way Visual inspection in a way microscopic and Gram stain and coloring Lactophenol Cotton blue (LPCB) and genital tract examination. Direct testing of 20 respondents revealed that 65% of the samples had Candida albicans colonies growing and non- Candida albicans growing 35 % too . Based on smoking duration, those who smoked for less than 3 years were found to be positive Candida albican 50 % tested positive for Candida albicans over 3 years 15%. Based on the number of cigarettes smoked, those who smoked less than 10 cigarettes per day were Candida albicans positive more than 25% and more than 10 cigarettes per day were positive for Candida albican A whopping 40 %. Based on tooth brushing behavior, those who brushed once were Candida albicans positive 10% were positive for Candida , 55 % and twice daily. Based on complaints with complaints that tested positive for Candida albican Up to 10% and up to 60 % of coffee/ tea drinkers were found to be Candida albicans positive and no coffee/ tea intake obtained positive Candida albicans 5 %. The study concluded that 65 % of the 20 samples were infected with Candida albicans 35% are non candida albicans.
POLA PERSEBARAN TANAMAN MELINJO (Gnetum gnemon) DI PROVINSI BANTEN Andri Purnama; Fifi Fatmawati Rahayu; Putri Wahyuni
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran tanaman melinjo (Gnetum gnemon) di Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dengan pengambilan sampel secara random atau purposive, di 8 kota dan kabupaten, Provinsi Banten. Pola penyebaran individu melinjo dihitung menggunakan rumus Indeks Morisita yang telah distandarisasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan di hutan, melinjo tersebar secara mengelompok; sedangkan di kebun murni dan kebun campuran, melinjo cenderung tersebar secara teratur atau seragam. Hal ini terjadi karena adanya persaingan yang kuat antara individu-individu dalam populasi tersebut, misalnya persaingan untuk mendapatkan nutrisi dan ruang. Kata kunci : Banten, Melinjo, Pola persebaran Abstract This research aims to know distribution pattern of melinjo (Gnetum gnemon) in Banten. The research method used was explorative with random or purposive sampling, in 8 cities and districts, in Banten Province. The distribution pattern of melinjo is counted by standardized Morisita Index formula. The result showed the distribution pattern of melinjo at the forest will give clumped pattern. Meanwhile, at gardens and mixed gardens, will give regular or uniform pattern of melinjo. This occurs because there is intense competition between individuals in the population, for example competition for nutrients and space. Keywords : Banten, Melinjo, Distribution pattern
UJI SITOTOKSIK DAN FITOKIMIA FRAKSI N-HEKSAN EKTRAK BATANG DAN DAUN KROKOT Portulaca oleracea L Eva Johannes; Sjafaraenan
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krokot Portulaca oleracea L adalah salah satu tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan tradisional dan kosmetik. krokot dapat dikonsumsi sebagai sayuran bergizi dan digunakan untuk sifat farmakologisnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi sitotoksik dan kandungan senyawa kimia dari fraksi n-Heksan esktrak daun krokot. Ekstraksi sampel menggunakan metode eksperimental, pengujian sitotoksik menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), dengan 300 larva udang Artemia salina L., dan konsentrasi yang digunakan 100, 10, 1, 0.1 dan 0.01 ppm, analisis data yang digunakan, analisa probit. Uji Fitokimia dilakukan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam batang dan daun krokot. Hasil penelitian menunjukkan sifat sangat toksik terhadap larva Artemia salina dengan nilai LC50 10,343 ppm. Hal ini mengindikasikan daun krokot Portulaca oleracea L dapat dikembangkan sebagai bahan dasar obat karena memiliki bioaktivitas yang sangat tinggi dengan nilai LC50= 10.343 ppm, dengan kandungan senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin, dan Tanin. Kata kunci : 1. Krokot (Portulaca oleracea L), 2. Sitotoksik, 3. Fitokimia.
ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN UJI BAKTERI COLIFORM PADA TEMPE BIJI BUAH PANGI Pangium edule Reinw Maiko Polandos; Mercy Rampengan; Helen J. Lawalata; Anita C.C. Tengker; Verawati I.Y. Roring
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangi (Pangiun edule Reinw) merupakan tanaman hutan dan banyak tersebar di wilayah Indonesia. Kelimpahan tanaman pangi belum sejalan dengan pengoptimalam dan pemanfaatannya disebabkan kurangnya informasi akan manfaat cara pengolahan bahan pangan. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan biji buah pangi sebagai bahan dasar pembuatan tempe. Tujuan penelitian ini untuk melakukan penelitian mengenai kandungan gizi dan uji bakteri yang terdapat pada tempe biji pangi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai kadar air 64,96%, kadar abu 0,64%, kadar protein 11,61%, kadar lemak 16,97%, kadar serat 7,20%, kadar karbohidrat 5,82%, dan uji cemaran bakteri menunjukkan nilai 93 APM/g.
ANALISIS KADAR ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK DAUN BINAHONG HIJAU (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) A.R Pratiwi Hasanuddin; Yusran; Islawati; Artati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Binahong (Anredera Cordifolia (ten) Steenis) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional di Indonesia. Daun binahongmemiliki kandungan alkaloid, flavonoid,dan triterpenoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan suatu senyawa yang membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel-sel oleh radikal bebas. Untuk mengetahui aktifitas antioksidan suatu tanaman, salah satu pengukuran yang paling umum digunakan adalah melalui penangkapan radikal bebas menggunakan radikal 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar antioksidan ekstrak daun binahong dengan menggunakan metode DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental Laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Analis Kesehatan STIKES Panrita Husada Bulukumba pada bulan juli sampai agustus 2022. Sampel pada penelitian ini adalah daun binahong yang diambil di Desa garuntungan, Kecamatan kindang Kabupaten Bulukumba. Hasil persamaan regresi linier untuk vitamin C yakni y=2,55x + 0,3901 dimasukkan dalam persamaan regresi dengan konsentrasi vitamin C (ppm) sebagai absis sumbu (X) dan nilai persentase inhibisi (antioksidan) sebagai kordinatnya (sumbu Y). Dengan mengganti nilai y= 50 diperoleh nilai IC50 yang sebesar 40 ppm. Persamaan regresi linier untuk ekstrak daun kelor adalah y= 0,021 x +118,1. Dengan memasukkan nilai y=50 diperoleh nilai IC50 yang sebesar 3.238 ppm. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong mempunyai nilai IC50 sebesar 3.238 ppm, sedangkan nilai IC50 vitamin C sebesar 36,397 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak daun binahongmempunyai aktivitas penangkal radikal DPPH dengan nilai IC50 lebih dari 200 ppm, sehingga dapat dikatakan bahwa daun binahong memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah.Hasil penelitian pengukuran aktifitas akntioksidan ekstrak daun binahong menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa harga IC50 ekstrak daun binahong (Anredera Cordifolia (ten) steenis)lebih dari 200 ppm yakni sebesar 3.238 ppm, sehingga aktifitas antioksidan ekstrak daunbinahong termasuk kategori sangat lemah.