cover
Contact Name
Arief Rakhman Affandi
Contact Email
arieftmin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
adminjiphp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian
ISSN : 2581088X     EISSN : 2581110X     DOI : -
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian is a scientific journal that published in PGRI Semarang University. The Scope of reasearch articles are some topics that related with : 1.Food Microbiology 2.Food Biochemistry 3.Food Chemical, 4.Food Engineering, 5.Food waste industry Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian will be published 2 (two) volumes in a year on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022)" : 10 Documents clear
Characterization of Yellow Pumpkin Seed Skim Milk (Cucurbita moschata) Through Foam-Mat Drying Method Irmayanti, Irmayanti; Anwar, Chairil; HA, Umar
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i2.11707

Abstract

Skim milk is nonfat milk powder which is made by drying to remove some of the water and fat contained in it but also does not remove the lactose, protein, minerals, fat-soluble vitamins, and water-soluble vitamins (B12). In the manufacture of skim milk, it is necessary to add a filler that functions to dissolve the material in water and can also facilitate the drying process. The filler selected in this study was maltodextrin. The foam-mat drying method requires a foaming agent to produce foam during processing. The type of foaming agent selected in this study was egg white. The purpose of this research was to determine the best concentration of maltodextrin and foaming agent on the characteristics of pumpkin seed skimmed milk. The research used a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern consisting of 3 levels with 2 factors. The first factor was maltodextrin (M) consisting of 3 levels, namely M1 5%, M2 10% and M3 15%. While the second factor was the addition of foaming agent (T) consisting of 3 levels, namely T1 10%, T2 15% and T3 20%. Analysis product consisted of yield, water content, ash content, lipid content and organoleptic (taste and color). The addition of 15% maltodextrin concentration and the addition of 15% foaming agent was the best treatment in this research with a yield of 8.75%, water content 8.38%, ash content 1.59%, lipid content 10.37%, hedonic taste test 4, 13 (like) and color hedonic test 3.65 (like very much).
Making Edible Coating Cucumber Skin (Cucumis Sativus L.) with The Addition of Agar Powder to the Shelf Life of Banana Kepok Deglas, Welly; Martiyanti, M. Anastasia Ari
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i2.12427

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of cucumber peel edible coating with the addition of agar powder on the shelf life of kepok bananas and to see weight loss, pH and fruit appearance with cucumber peel edible coating on the ripening of kepok bananas. The research method used was Completely Randomized Design (CRD) with three replications with 150 grams of cucumber peel extract (P1), 300 grams of cucumber peel extract(P2) and500 gram cucumber peel extract(P3)with storage at room temperature with 3 replications.The percentage of banana fruit weight loss decreased along with the treatment of adding the number of cucumber skins in the manufacture of edible coatings,sthe more addition of cucumber peel extract in the manufacture of edible coating, sowill be thicker in coating the fruit andgood barrier against water,tThe brightness level of bananas is caused by the amount of cucumber peel extract added to the edible coating so that the layer becomes thick and the color and brightness of the bananas darken, weight loss and fruit respiration will be hampered as seen in treatment (P3) the addition of 500 grams of cucumber skin has a weight loss the smallest is 3.16%. smore and moreextractCucumber skin which is added to the edible coating layer becomes thicker so that the decrease in pH in bananas tends to be slightly and can slow down the respiration rate of bananas so that the pH value can be maintained.In treatment (P3) the addition of500 grams of cucumber skin in the manufacture of edible coating shows the pH of bananas for 14 days is 5.0.
Analisis Kadar Air, Kadar Protein dan Organoleptik pada Pengolahan Umbi Porang (Amorphopallus Muelleri) Menjadi Tepung Konjac dengan Variasi Waktu Pengeringan Putri Kantari, Titaniya Afrilyanti; Yulianto, Kiki
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i2.12188

Abstract

 Porang (Amorphophallus muelleri) adalah salah satu jenis tanaman yang tumbuh dalam hutan dengan kandungan serat pangan yang sangat tinggi. Umbi porang berpotensi memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karena baik untuk kesehatan dan dapat diolah menjadi berbagai macam olahan untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui proses pengolahan umbi porang menjadi tepung konjac, dapat mengetahui pengaruh variasi waktu pengeringan terhadap kadar air tepung konjac, kadar protein, dan mutu organoleptik tepung konjac. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kjedahl dalam pengujian kadar protein dan menggunakan metode oven dalam pengujian kadar air dan metode hedonik dan skoring untuk uji organoleptik. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu variasi waktu pengeringan pada pengolahan umbi porang menjadi tepung konjac, kemudian data dianalisis menggunakan ANOVA (a5%). Berdasarkan hasil penelitian, uji organoleptik warna hedonik yang lebih tinggi dan rendah masing-masing dengan nilai sebesar 3,56 (P3) dan 3,40 (P1) dan nilai terhadap warna skoring yang lebih tinggi dan rendah ialah dengan nilai sebesar 2,72 (P1) dan 2,12 (P2). Nilai aroma hedonik yang lebih tinggi dan rendah masing-masing memperoleh indeks nilai sebesar 3,20 (P2) dan 3,16 (P1) dan nilai terhadap aroma skoring yang lebih tinggi dan rendah ialah sebesar 3,04 (P2) dan 2,84 (P1). Nilai kadar air yang lebih tinggi dan rendah masing-masing adalah 15,23% (P1) dan 9,29% (P3) dan nilai terhadap kadar protein yang lebih tinggi dan rendah masing-masing adalah 11,44% (P1) dan 9,57% (P3). Kata Kunci: Kadar Air, Kadar Protein, Pengeringan, Porang, Tepung Konjac
Pengaruh Formulasi Pasta Bunga Rosella (Hibiscus sabdarifa L.) dan Tepung Beras Ketan Putih Terhadap Karakteristik Sensori Dodol Wardhani, Asri Puspita
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i2.13694

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sensori dodol bunga rosella dengan variasi proporsi penambahan pasta bunga rosella dan tepung beras ketan putih. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor, dimana faktor A adalah proporsi penambahan pasta bunga rosella (200 gram, 250 gram, dan 300 gram) dan faktor B adalah proporsi penambahan  tepung beras ketan putih (75 gram, 100 gram dan 125 gram). Hasil uji tingkat kesukaan warna, aroma, rasa dan tekstur dari dodol bunga rosella menunjukkan bahwa variasi penambahan pasta bunga rosella dan  tepung beras ketan putih tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik warna dodol namun memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik tekstur, aroma dan rasa dodol. Dodol bunga rosella dengan proporsi penambahan pasta bunga rosella sebanyak 300 gram dan  tepung beras ketan putih sebanyak 75 gram (A3B1) memiliki tingkat kesukaan yang paling tinggi pada atribut warna, aroma dan rasa, sedangkan pada proporsi penambahan pasta bunga rosella 200 gram dan  tepung beras ketan putih  125 gram (A1B3) memiliki tingkat kesukaan yang paling tinggi pada atribut tekstur.
Pengaruh Suhu dan Lama Fermentasi terhadap Kualitas Water Kefir Sari Labu Air (Lagenaria Siceraria) Igirisa, Nurain; Bait, Yoyanda; Antuli, Zainudin
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i2.13149

Abstract

This research aimed to determine the effect of temperature and duration of fermentation on the quality of Water kefir calabash juice. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors, namely temperature (T) (±30oC and ±4oC) and fermentation time (A) (18 hours, 20 hours, 22 hours) which was  repeated 3 times for each treatment. Data were analyzed using Mikrosoft Exel 2010 program. The results of data analysis were tested by statistical analysis of variance (ANOVA) with a level of a = 0.05. The results showed that the temperature and duration of fermentation did not have an effect (P0.05) on the quality of Water kefir water with calabash juice in this research. The characteristics of Water kefir with calabash juice included: pH 4, 0.72% alcohol, 1.7x106 CFU/ml total lactic acid bacteria (LAB), organoleptic testing, which included color 5,2, aroma 5,9, and taste 5,3, the results showed that the best treatment of organoleptic result indicated by treatment with a temperature of ±30oC and a fermentation time of 22 hours.
Biskuit dari Tepung Ubi Ungu, Kacang Hijau dan Daun Kelor untuk Balita Riskika, Febiani; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Simanungkalit, Sintha Fransiske
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i2.12545

Abstract

Ubi ungu memiliki kandungan energi setara dengan tepung terigu sehingga dapat menjadi pengganti tepung terigu dalam pembuatan biskuit. Tepung kacang hijau dimanfaatkan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan nilai protein. Tepung daun kelor memiliki kandungan provitamin A dalam bentuk beta karoten yang tinggi sehingga ditambahkan ke dalam biskuit untuk meningkatkan nilai gizinya. Tujuan penelitian yaitu mengetahui formulasi biskuit balita sumber energi protein dan vitamin A dari tepung ubi ungu, kacang hijau, dan daun kelor. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan dua pengulangan pada formulasi dengan perbandingan tepung ubi ungu dan tepung terigu F1 80:20, F2 70:30, dan F3 60:40. Uji statistik yang digunakan adalah kruskall wallis untuk melihat adanya pengaruh formulasi biskuit terhadap uji hedonik (p0.05) dan jika ada dilanjutkan dengan uji beda nyata mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji hedonik warna, rasa dan tekstur memiliki perbedaan antar formulasi. Formulasi terpilih ditentukan berdasarkan metode bayes yaitu biskuit F3 yang selanjutnya dianalisis kimia dengan biskuit kontrol (F0) sebagai pembanding. Biskuit F3 memiliki kandungan gizi energi 482.28 kkal, protein 9.35 gr, lemak 23.11 gr, karbohidrat 59.35 gr, kadar air 3.75% dan kadar abu 2.7%, dan Vitamin A 513,3 mcg.
Karakteristik Fisikokimia Teh Cascara Kopi Liberika (Coffea liberica) dengan Formulasi Suhu dan Waktu Penyeduhan Prihantoro, Rudi; Emanauli, Emanauli; Arisandi, Meri
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i2.14114

Abstract

Kopi Liberika merupakan kopi yang tumbuh di dataran rendah, tepatnya di lahan gambut. Ukuran kopi yang lebih besar dan tingginya pohon bisa mencapai 9 meter membuat kopi ini berbeda dengan arabika dan robusta. Minuman penyegar teh kulit kopi sudah banyak dikembangkan di indonesia maupun di dunia, teh tersebut dinamakan teh cascara. Proses penyeduhan adalah proses ekstraksi dengan mengunakan air untuk mendapatkan komponen tertentu. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penyeduhan, antara lain yaitu suhu dan waktu selama penyeduhan. Penelitian menggunakan variasi penyeduhan, yaitu suhu (70, 85, 100oC) dan waktu (5, 10, 15 menit). Semakin lama waktu penyeduhan maka nilai pH semakin tinggi, warna semakin merah kecoklatan dan antioksidannya semakin menurun, dan antioksidannya semakin menurun. Berdasarkan penelitian ini didapatkan suhu dan waktu penyeduhan terbaik yaitu suhu 70oC dengan waktu 5 menit yang memiliki nilai pH 4,01, nilai L 29,2, nilai a 5,9, nilai b 20,3 dan kandungan antioksidan 81,07%.Kata kunci: Kopi Liberika; Teh Cascara; Penyeduhan
Karakteristik Fisiko-Kimia Tepung Jagung Termodifikasi Secara Fermentasi Menggunakan Lactobacillus plantarum FNCC-0027 Winarti, Sri; Rosida, Dedin Finatsiyatul; Febriana, Ma’faza Rizka
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i2.14389

Abstract

Modified corn flour is flour produced by modifying corn to produce better flour properties. One way to modify flour is by fermentation using lactic acid bacteria (LAB). The purpose of this study was to determine the effect of granule size and fermentation time on the physico-chemical characteristics of modified corn flour using Lactobacillus plantarum FNCC-0027. This study used a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern of 2 factors, the first factor was the size of granules (corn flour; corn rice) and the second factor was fermentation time (0; 24; 48; 72 hours) with 3 replications. The data obtained were analyzed using ANOVA, if there was a significant difference between treatments, then further tests were carried out using the DMRT test. The results showed that the best treatment was granule size in the form of flour and 72 hours of fermentation, producing modified corn flour with the following characteristics: total BAL10.09 log CFU/mL; water content 7.46%; starch content 71.88%; amylose content 27.04%; swelling power 7.68 (g/g); 3.25% solubility; and damage to the granule structure of corn starch. Modified corn flour produced has better properties than unmodified flour, including: increasing amylose content, swelling power, solubility, viscosity and reducing aflatoxin contamination.  
Kadar Kuesetin Cookies Bawang Merah (Allium Ascalonicum) dan Mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai Pangan Alternatif Untuk Penderita Hiperkolesterol Levels of Kuesetin Cookies Onion (Allium Ascalonicum) and Mocaf (Modified Cassava Flour) as Alternative Foods For People With Hypercholesterol Fatmawati, Fita; Ratnasari, Diah; Masrikhiyah, Rifatul
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i2.12881

Abstract

 ABSTRAKTingginya kadar kolesterol dalam darah dapat disebabkan oleh faktor makanan yang dikonsumsi. Indonesia adalah negara dengan salah satu penyakiit kardiovaskular yang terus menerus menempati urutan pertama. Salah satunya adalah penyakit jantung koroner. Proporsi penduduk Indonesia dengan kadar kolesterol total di atas normal lebih tinggi pada perempuan (39,6%) dibandingkan pada laki-laki (30,0%) dan di daerah perkotaan lebih tinggi daripada daerah pedesaan. Pada tahun 2017 angka kejadian hiperkolesterolemia sebanyak 39,8 %. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bawang merah dan tepung mocaf terhadap fitokimia dan daya terima cookies untuk menurunkan kolsterol. Metode penelitian yang digunakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yang dicoba yaitu proporsi tepung bawang merah dan tepung mocaf yang terdiri dari 4 taraf (P110%:90%;  P2 20%:80%; P3           30%:70%; P4         40%:60%) dengan 3 kali ulangan. Pengujian hipotesis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh nyata proporsi  tepung bawang merah dan tepung mocaf dalam pembuatan cookies terhadap kandungan kadar kuersetin, uji hedonik dan nilai gizi. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh penambahan tepung bawang merah terhadap kadar kuersetin, warna, rasa, dan tekstur dimana p 0,05 dan analisis uji proksimat dengan perlakuan terbaik pada proporsi tepung bawang merah 10% dan 90% tepung mocaf dengan kadar lemak 33,98%, kadar protein 1,48%, kadar air 4,38%, kadar abu 1,78% dan kadar karbohidrat 58,4%.ABSTRACTHigh levels of cholesterol in the blood can be caused by factors of the food consumed. Indonesia is a country with one of the cardiovascular workers who continuously ranks first. One of them is coronary heart disease. The proportion of Indonesian population with above-normal total cholesterol levels is higher in women (39.6%) than in men (30.0%) and in urban areas is higher than in rural areas. In 2017 the incidence of hypercholesterolemia was 39.8%. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of onion flour and mocaf flour on phytochemicals and the acceptability of cookies to reduce chosterol. The research method used using a complete randomized design (RAL) with one factor tried, namely the proportion of shallot flour and mocaf flour consisting of 4 levels (P110%: 90%;  P2 20%:80%; P3 30%:70%; P4 40%:60%) with 3 replays. Hypothesis testing uses the ANOVA test to determine the real influence of the proportion of onion flour and mocaf flour in making cookies on the content of quercetin levels, hedonic tests and nutritional value. The results showed the effect of the addition of shallot flour on quercetin content, color, taste, and texture where p 0.05 and proximate test analysis with the best treatment on the proportion of shallot flour 10% and 90% mocaf flour with fat content 33.98%, protein content 1.48%, water content 4.38%, ash content 1.78% and carbohydrate content 58.4%.
Analisis Asam Klorogenat dan Senyawa Volatil Seduhan Kopi Robusta Temanggung dengan Dripper Gerabah dan Plastik Rokhmah, Laela Nur; Seno, Binardo Adi; Nugroho, Agung
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i2.14585

Abstract

Asam klorogenat dan senyawa volatile merupakan senyawa penciri pada kopi. Asam klorogenat merupakan senyawa yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Keberadaan senyawa volatil berperanan dalam fragrance, aroma  dan  flavor kopi. Keberadaan keduanya dipengaruhi oleh banyak hal termasuk bahan alat seduh kopi dalam hal ini yang digunakan adalah dripper. Dripper yang digunakan terbuat dari plastik dan gerabah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asam klorogenat dan senyawa volatile pada seduhan kopi robusta Temanggung dengan  menggunakan dripper berbahan gerabah dan plastik. Penelitian ini menggunakan kopi Robusta Temanggung, mesin roasting, alat seduh kopi, dripper berbahan gerabah dan plastik serta GCMS. Analisa asam klorogenat dan senyawa volatile digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan asam klorogenat berbeda nyata pada hasil seduhan plastik dan gerabah. Nilai tertinggi ditunjukkan pada seduhan menggunakan dripper gerabah yaitu, 97,1 μg/mL sedangkan pada dripper plastik 93 μg/mL. Senyawa volatile berbeda nyata pada hasil seduhan dripper gerabah dan plastik. Konsentrasi asam asetat, asam n-butirat, asam isovalerat dan asam valerat untuk dripper gerabah lebih tinggi dibandingkan plastik. Sedangkan konsentrasi Asam propionat lebih tinggi pada hasil seduhan kopi menggunakan dripper plastik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10