cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SASINDO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
Penggunaan Kalimat Efektif dalam Buku Berbicara Itu Ada Seninya Karya Oh Su Hyang Ririn Tri Pratiwi; Nanik Setyawati; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v10i2.14530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kalimat efektif pada buku Berbicara Itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode dan teknik penyediaan data yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu metode simak dengan menggunakan teknik dasar berupa teknik kepustakaan dan teknik lanjutan berupa teknik baca dan teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini, yaitu metode agih dengan menggunakan teknik dasar berupa teknik bagi unsur langsung atau teknik BUL, sedangkan teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik lesap dan teknik baca markah. Metode dan teknik penyajian hasil analisis data yang dilakukan, yaitu metode informal. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa sebagaian besar kalimat dari buku Berbicara Itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang sudah efektif. Namun, terdapat beberapa kalimat yang tidak efektif. Penggunaan kalimat efektif berjumlah 321 kalimat (89,16%), sedangkan kalimat tidak efektif berjumlah 39 kalimat (10,83%).
Nilai Moral Kumpulan Cerpen Mata yang Enak Dipandang Karya Ahmad Tohari sebagai Alternatif Bahan Ajar pada Peserta Didik Kelas XI SMA Khatim Laela; Eva Ardiana Indrariani; Murywantobroto Murywantobroto
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v10i2.14508

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai moral yang terdapat dalam kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari, dan mendeskripsikan penerapan kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari sebagai alternatif bahan ajar pada peserta didik kelas XI SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan, yaitu: (1) terdapat tiga jenis nilai moral dalam kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari; (2) kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari sesuai dengan kriteria bahan ajar sastra yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diketahui bahwa nilai moral kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar pada peserta didik kelas XI SMA.
Tindak Tutur Direktif dan Ekspresif dalam Novel Surat Kecil untuk Tuhan Karya Agnes Davonar Herma Dwi Handayani; Asropah Asropah; H.R. Utami
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v10i2.14535

Abstract

Penelitian ini bertujuan Mendeskripsikan wujud tindak tutur direktif dan ekspresif dalam Novel Surat Kecil Untuk Tuhan karya Agnes Davonar.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif.Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Novel, data dalam penelitian ini adalah kalimat dalam Novel Surat Kecil Untuk Tuhan.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan 76 data tindak tutur direktif dan 47 data tindak tutur ekspresif dalam novel Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar diantaranya, tindak tutur direktif memaksa ada 3 data, tindak tutur direktif mengajak ada 7 data, tindak tutur direktif meminta ada 19 data, tindak tutur direktif menyuruh ada 10 data, tindak tutur direktif menagih ada 4 data, tindak tutur direktif mendesak ada 1 data, tindak tutur direktf memohon ada 13 data, tindak tutur direktif menyarankan ada 7 data, tindak tutur direktif memerintah ada 1 data, tindak tutur memberi aba-aba ada 9 data, dan tindak tutur direktif menantang ada 2 data. Dan Jenis tindak tutur ekspresif memuji ada 10 data, tindak tutur ekspresif mengucapkan terima kasih ada 7 data, tindak tutur ekspresif mengkritik ada 2 data, tindak tutur ekspresif mengeluh ada 15 data, tindak tutur ekspresif menyalahkan ada 8 data, dan tindak tutur ekspresif mengucap selamat ada 5 data.
Kesantunan dalam Berbahasa Indonesia H.R. Utami
Sasindo Vol 7, No 1 (2019): Sasindo
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v7i1.15237

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa dalam masyarakat dari kacamata kebahasaan dan prinsip Pragmatik. Dalam proses penelitiannya, data berasal dari sejumlah fenomena sosial dalam penggunaan bahasa di masyarakat. Hasilnya disajikan secara kualitatif. Temuan yang kemudian diperoleh di antaranya bahwa bahasa yang santun meliputi faktor kebahasaan, yaitu dari segi diksi, strukur kalimat, modus, dan tanda baca. Dari segi Pragmatik, kesantunan bahasa dilihat dari pematuhannya pada prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan.
Hiperealitas Pembelajaran Berbasis Information and Communication Technology (ICT) Zainal Arifin
Sasindo Vol 7, No 1 (2019): Sasindo
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v7i1.15238

Abstract

Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan hiperealitas dalam proses pembelajaran Information and Communication Technology (ICT). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis ICT merupakan realitas simulacrum. Pembelajaran realitas simulacrum ini saling tumpang tindih dengan pembelajaran realitas nyata yang membuat tumbuhnya hiperealitas.
Variasi Bahasa: Bentuk Nama Tanaman di Kalangan Masyarakat Indonesia Raden Yusuf Sidiq Budiawan; Eka Desy Oktaviani
Sasindo Vol 7, No 1 (2019): Sasindo
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v7i1.15239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa dalam bentuk nama tanaman di kalangan masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam penyediaan data pada penelitian ini menggunakan teknik rekam kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Dalam pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil analisis data mengenai variasi bahasa bentuk nama tanaman ditemukan dua puluh lima data yang termasuk bentuk variasi bahasa tanaman hias. Variasi bahasa dari bentuk kata ditemukan tiga data. Variasi bahasa bentuk frasa ditemukan enam data. Serta variasi bahasa bentuk idiom ditemukan sebanyak dua puluh dua data. Variasi bahasa semantik makna leksikal terdapat sepuluh data sedangkan makna asosiatif terdapat dua puluh satu data. Variasi bahasa referen terdapat lima belas acuan yang meliputi acuan berdasarkan hewan, orang, bentuk ombak, mata uang, nama lampu, kota, bagian wajah, keberuntungan, warna, kelompok, rukun islam, tata surya, nama benda, waktu dan alas kaki.Berdasarkan hal tersebut variasi bahasa bentuk nama tanaman di kalangan masyarakat Indonesia banyak yang termasuk dalam variasi bahasa bentuk idiom, meskipun beberapa data terdapat kesamaan pada bentuk variasi bahasa berdasarkan makna.
Penggunaan Kohesi Leksikal dalam Novel Segi Tiga Karya Sapardi Djoko Damono sebagai Alternatif Pembelajaran Novel di Kelas XII SMA Nurul Adiyanti; Ngatmini Ngatmini; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16073

Abstract

This study aims to (1) describe the use of lexical cohesion in the novel Segi Tiga by Sapardi Djoko Damono and (2) describe lexical cohesion in the novel Segi Tiga by Sapardi Djoko Damono as an alternative to novel learning in class XII SMA. The data collection method used in this research is the listening method, followed by library techniques, and note-taking techniques. The approach used in this study is a qualitative approach. The data analysis method used is the billing method. The results of data analysis in this study were presented using an informal presentation method, namely in the form of formulations in ordinary words containing details of the results of data analysis. The results of the use of lexical cohesion in the novel Segi Tiga by Sapardi Djoko Damono as an alternative to novel learning in class XII SMA shows that there are forms of using lexical cohesion, namely 8 repetitions (repetition), 13 synonyms (same words), 17 antonyms (opposite words), 10 collocations. (word pairing), 2 hyponymy (up-down relationship), and 1 equivalence (word matching).ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mesdeskripsikan bentuk penggunaan kohesi leksikal dalam novel Segi Tiga karya Sapardi Djoko Damono dan (2) mendeskripsikan kohesi leksikal dalam novel Segi Tiga karya Sapardi Djoko Damono sebagai alternatif pembelajaran novel di kelas XII SMA. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, yang dilanjutkan dengan teknik pustaka, dan teknik catat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah metode agih. Hasil analisis data dalam penelitian ini disajikan dengan menggunakan metode penyajian secara informal yaitu berupa perumusan dengan kata-kata biasa yang berisi rincian hasil analisis data. Hasil penggunaan kohesi leksikal dalam novel Segi Tiga karya Sapardi Djoko Damono sebagai alternatif pembelajaran novel di kelas XII SMA menunjukkan bahwa ditemukan bentuk penggunaan kohesi leksikal yaitu 8 repetisi (pengulangan), 13 sinonimi (persamaan kata), 17 antonimi (lawan kata), 10 kolokasi (sanding kata), 2 hiponimi (hubungan atas-bawah), dan 1 ekuivalensi (padan kata).
Analisis Kohesi Gramatikal dan Leksikal pada Wacana Narasi Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XII Riska Nurul Safitri; Eva Ardiana Indrariani; Icuk Prayogi
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16056

Abstract

The paper repots on the reasult of a study was to describe the form of grammatical and lexical cohesion classification in the narrative discourse of class XII Indonesian textbooks. The method of providing data used in this research is the documentation method with the note-taking technique. The data analysis method used the agih method with the basic technique for direct elements (BUL) and advanced techniques in the form of replace, lesap, and insert techniques. Based on the research conducted, it was found that the use of grammatical and lexical cohesion in the narrative discourse of Indonesian language textbooks for class XII was found in the form of grammatical cohesion in the form of references, substitutions, and conjunctions. The use of lexical cohesion in the form of repetition, synonymy, antonym, collocation, and equivalence. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk klasifikasi kohesi gramatikal dan leksikal pada wacana narasi buku teks bahasa Indonesia kelas XII. Metode penyediaan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dengan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan berupa teknik ganti, lesap, dan sisip. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan bentuk penggunaan kohesi gramatikal dan leksikal pada wacana narasi buku teks Bahasa Indonesia kelas XII dalam bentuk kohesi gramatikal berupa referensi, subtitusi, dan konjungsi. Penggunaan kohesi leksikal berupa repetisi, sinonimi, antonimi, kolokasi, dan ekuivalensi.
Nilai Moral dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata: Kajian Sosiologi Sastra Arfina Dwi Astuti; Siti Fatimah; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16045

Abstract

This paper describes the moral values in the novel Guru Aini by Andrea Hirata based on a sociological approach to literature. The approach used in this research is the sociology of literature approach. Data collection techniques in this study, namely listening and note-taking techniques. The instrument used in this research is the data card used to find moral values in the novel. The data that has been found is then analyzed using the content analysis method. The analysis was carried out on data quotes containing moral values in the novel Guru Aini by Andrea Hirata. The presentation of the results of data analysis is carried out using informal presentation techniques, namely by describing the results of the analysis through words. The results of this study are found 88 moral values in the novel Guru Aini which consists of three forms. First, there are 52 moral values regarding human relations with oneself, which include the values of being determined, critical thinking, sincere, innovative, humble, responsible, creative, independent, active in learning, unyielding, and determined. Second, there are 31 moral values related to other humans in the social and natural environment which include the values of encouraging, loving the homeland, caring, giving praise, helping, polite, generous, patient, filial to parents, respecting the decisions of others. , and love you. Third, there are 5 moral values regarding the human relationship with God which includes the value of being grateful to Allah and obeying Allah's command.Keywords: moral values, Guru Aini novel sociology of literature Wellek and WarrenAbstrak             Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata berdasarkan pendekatan sosiologi sastra. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu teknik simak dan catat. Instrumen yang digunakan dalma penelitian ini yaitu, kartu data yang digunakan untuk menemukan nilai moral dalam novel. Data yang telah ditemukan kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Analisis dilakukan terhadap kutipan-kutipan data yang memuat nilai moral dalam novel Guru Aini Karya Andrea Hirata. Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik penyajian informal, yaitu dengan menguraikan hasil analisis melalui kata-kata.Hasil penelitian ini yaitu ditemukan 88 nilai moral di dalam novel Guru Aini yang terdiri atas tiga bentuk. Pertama, 52 nilai moral mengenai hubungan manusia dengan diri sendiri yaitu mencakup nilai bertekad kuat, berpikir kritis, tulus, inovatif, rendah hati, tanggung jawab, kreatif, mandiri, giat belajar, pantang menyerah, dan teguh pendirian. Kedua, 31 nilai moral yang berhubungan dengan manusia lain dalam lingkungan sosial dan lingkungan alam yang mencakup nilai memberi semangat, mencintai tanah air, perhatian, memberi pujian, tolong menolong, sopan santun, dermawan, sabar, berbakti kepada orang tua, menghargai keputusan orang lain, dan mengasihi saudara. Ketiga, 5 nilai moral mengenai hubungan manusia dengan Tuhannya yang mencakup nilai bersyukur kepada Allah dan meneaati perintah Alllah.Kata kunci: nilai moral, novel Guru Aini, sosiologi sastra, Wellek dan Waren
Analisis Gaya Bahasa dalam Antologi Puisi Gus Punk Falikhatul Ifriza; Harjito Harjito; Muhajir Muhajir
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16067

Abstract

The purpose of this research was to identify the style of language contained in the Gus Punk Poetry Anthology Book. The method used in this study is a qualitative descriptive method with data in the form of phrases, clauses, and sentences in poetry that contain elements of language style. The source of the research data is the Gus Punk Poetry Anthology Book. Data collection techniques in this study are reading and note-taking techniques. While the research instrument, in the form of a human instrument using a sample collection technique from Arikunto. The results of this study were found 16 language styles including euphemism, antonymous style, asindentonian style, personification style, alliteration style, parallelism style, assonance style, eroticism style, correction style, metaphor language style, Erotic language style, asindenton style, apofascist style, repetition style, synecdoche style, and simile style.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gaya bahasa apa saja yang terdapat dalam Buku Antologi Puisi Gus Punk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dengan data berupa frasa, klausa, dan kalimat pada puisi yang mengandung unsur gaya bahasa. Sumber data penelitian berupa Buku Antologi Puisi Gus Punk. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik membaca dan catat. Sedangkan instrumen penelitian, berupa human instrument dengan menggunakan teknik pengumpulan sampel dari Arikunto. Hasil penelitian ini ialah ditemukan 16 gaya bahasa diantaranya adalah gaya bahasa eufemisme, gaya bahasa antonomasia, gaya bahasa asindenton, gaya bahasa personifikasi, gaya bahasa aliterasi, gaya bahasa pararelisme, gaya bahasa asonansi, gaya bahasa erotesis, gaya bahasa koreksio, gaya bahasa metafora, gaya bahasa erotesis, gaya bahasa asindenton, gaya bahasa apofasis, gaya bahasa repetisi, gaya bahasa sinekdok, dan gaya bahasa simile.