cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019)" : 47 Documents clear
Kualitas Telur Itik Dengan Lama Penyimpanan Selama 21 Hari Pada Dataran Rendah Di Daerah Jimbaran Indrayoga I. B. A.; I W. Wijana; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.909 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur itik yang disimpan di dataran rendah Bukit Jimbaran selama 21 hari. Penelitian dilaksanakan di Daerah bukit Jimbaran, sedangkan di Laboratorium Ternak Unggas di Denpasar dari persiapan pemecahan telur sampai pengolahan data dilakukan selama 4 minggu. Rancangan penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan yaitu telur tanpa disimpan (0 hari /kontrol), penyimpanan telur 7 hari, penyimpanan telur 14 hari, penyimpanan telur 21 hari yang masing-masing perlakuan mengunakan 4 ulangan setiap ulangan menggunakan 4 butir telur Variabel yang diamati yaitu berat telur, indeks bentuk telur, tebal kerabang telur, pH telur, warna kuning telur, tinggi putih telur, haugh unit (HU). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penyimpanan terhadap meningkatnya pH telur, menurunyan tinggi putih telur dan haught unit (HU) tanpa penyimpanan (0 hari /kontrol), penyimpanan 7 hari, 14 hari dan 21 hari mendapatkan hasil berbeda nyata (P<0,05).Terhadap berat telur, indeks bentuk telur, tebal kerabang dan warna kuning telur tanpa penyimpanan (0 hari /kontrol), penyimpana selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari memberikan hasil tidak berbeda nyata (P>0.05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa telur itik tanpa penyimpanan (0 hari /kontrol), penyimpanan selama 7, 14 dan 21 hari pada suhu kamar di Daerah Jimbaran tidak berpengaruh terhadap berat telur, indeks bentuk telur, tebal kerabang dan warna kuning telur, akan tetapi penyimpanan telur itik selama 21 hari berpengaruh meningkatnya pH telur, menurunyan tinggi putih telur dan haugh unit (HU). Akan tetapi kualitas telur itik selama penyimpanan 21 hari masih memiliki grade A dan telur itik masih layak dikonsumsi pada penyimpanan 21 hari. Kata kunci: telur itik, lama waktu penyimpanan, dataran rendah, Jimbaran, kualitas telur
cover-B.depan eJPT 7(2) 2019 Tim Redaksi eJPT
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1621.649 KB)

Abstract

Pemanfaatan Probiotik Microorganism Effective melalui Air Minum Untuk Meningkatkan Berat Potong dan Komposisi Fisik Karkas Itik Bali Jantan Budiyatmika K. B.; N W. Siti; I N. Ardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to determine the effect of giving Effective Microorganism probiotics through drinking water on the slaughter weight and carcasses physical composition of male bali duck. The research was conducted in Kediri, Tabanan, for 8 weeks starting from August 2 to October 2, 2018.. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of three treatments, namely: A (Drinking water without Effective Microorganism probiotics as a control), B (Drinking water + 0.5% Effective Microorganism probiotics), C (Drinking water + 1% Effective Microorganism probiotics). Each treatment consisted of five replications and each replication used three male bali ducks aged 3 days with an average body weight ranging from 55,72 ± 7,16 g. The variables observed were slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, bone percentage, meat percentage, and percentage of subcutaneous fat including skin. The results showed that administration of Effective Microorganism probiotics through drinking water at the level of 1% significantly increased male bali duck weight, but did not significantly increase carcass weight, meat percentage, percentage of subcutaneous fat including skin and not significantly decrease carcass percentage, and bone percentage. Based on the results of the study it can be concluded that the administration of Effective Microorganism probiotics through drinking water at the level of 1% it can increase the slaughter weight of male bali duck, but at the level of 0,5-1% does not affect the carcasses physical composition of male bali duck. Keywords: probiotics, male bali duck, carcasses
Profil Kesehatan Kambing Peranakan Etawah yang Diberi Probiotik pada Peternakan Rakyat di Kampung Bugis, Desa Serangan, Bali Bambar M. M.; L. Doloksaribu; I G. A. A. Putra
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis penyakit yang umum terjadi khususnya infeksi endoparasit yang mempengaruhi profil kesehatan kambing yang dipelihara di Kampung Bugis Desa Serangan, Bali. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara peternak kambing secara formal terstruktur serta wawancara informan kunci yang dilakukan dari bulan Juli hingga September 2018. Hanya tiga peternak yang masih memelihara kambing di Serangan dan dua dari peternak tersebut terlibat dalam study ini. Masing-masing peternak memelihara kambingnya dengan sistem kandang kelompok dan memberikan hijauan ±10% dari berat badan/ekor/hari kepada kambing namun hanya satu peternak memberikan tambahan campuran probiotik dengan air minum yang diberikan secara ad libitum. Parameter yang diamati yaitu pemeriksaan tinjadan skor FAMACHA©. Skor FAMACHA©kambing dalam kelompok Kontrol 1,00 ± 0,00 adalah nyata lebih rendah dari pada kambing dalam kelompok Perlakuan 1,11 ± 0,04 (P<0.05), namun kedua kelompok mengindentifikasikan kambing sehat dan tidak menderita anaemia. Haemonchus contortus sp., Ostertagia sp., dan Fasciola sp. adalah jenis cacing yang terdapat pada saluran pencernaan kambing yang dipelihara di Desa Serangan, Bali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat infestasi cacingberada pada standar infeksi ringan yaitu 37,5% dan 33.3% untuk Perlakuan tanpa probiotik dan probiotik secara berurut. Disimpulkan, pemberian probiotik pada campuran air minum cendrung menurunkan paparan infeksi endoparasit pada kambing yang dipelihara di Desa Serangan. Kata kunci: Profil kesehatan, infeksi, endoparasit, probiotik.
Pengaruh Lama Perendaman Daging Ayam Petelur Afkir dalam Larutan Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap Kualitas Organoleptik Marwansyah A. J.; I. A. Okarini; I N.S Miwada
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims is to determine the effect of marinated time spent laying hens meat in moringa leaves extract (Moringa Oleifera Lamk.) on quality of organoleptic. The implementation is in Laboratory of Animal Product Technology, Faculty of Animal Husbandry, University of Udayana, Denpasar, this research lasts for 1 week. The research design used is Non-parametric consists of 3 treatments, namely without soaking as control (P0), with 20% soaking of moringa leaves extract for 7 hours (P1), and with soaking 20% moringa leaves extract for 10 hours (P2), each treatment was repeated in 5 times and each replication uses 1 spent laying hens meat without skin, the total is 8 chickens were used with an average thigh and drumsticks weight of 227.4 g. Quality variable organoleptic includes the color of meat, the smell of meat, the texture of meat, the taste of meat, and overall acceptance by panellists (15 Students). The results of the research on raw meat samples and cooked meat samples shows that the color of the flesh, the smell of the flesh, the texture of the flesh, the taste of the flesh, and the overall acceptance of treatment P1 and treatment P2 was not significantly different (P>0.05) decrease the preference value of panelists compared to treatment P0. According to the results the research can be concluded that the soaking in moringa leaf extract is 20% for 7 hours and 10 hours it has influencetial decrease the quality of organoleptic of meat. Keywords: Spent laying hens meat, quality of organoleptic, moringa leaves extract
Kualitas Eksternal dan Internal Telur Itik yang Disimpan Selama 0-14 Hari di Dataran Tinggi Bedugul Rika R.; I W. Wijana; G. A. M. K. Dewi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan telur itik yang disimpan pada suhu kamar di dataran tinggi selama 0-14 hari terhadap kualitas eksternal dan internal. Penelitian ini dilakukan di daerah Bedugul dan dianalisis di Laboratorium Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama tiga minggu. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu telur yang tanpa penyimpanan sebagai kontrol (R0), telur penyimpanan 7 hari (R7), dan telur penyimpanan 14 hari (R14) yang masing-masing perlakuan menggunakan 5 ulangan dan setiap ulangan menggunakan 5 butir telir itik. Variabel yang diamati yaitu kualitas eksternal meliputi berat telur dan indeks bentuk telur, dan kualitas internal meliputi tebal kerabang telur, berat kerabang telur, warna kuning telur, haugh unit (HU), dan pH telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat telur, indeks bentuk telur, tebal kerabang telur, berat kerabang telur, warna kuning telur, dan pH telur menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) dan hasil penelitian haugh unit (HU) telur menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyimpanan telur itik selama 7 hari dan 14 hari pada suhu kamar di daerah dataran tinggi Bedugul tidak menurunkan berat telur, indeks bentuk telur, tebal kerabang telur, berat kerabang telur, warna kuning telur dan pH telur, akan tetapi penyimpanan telur itik selama 14 hari menurunkan nilai haugh unit (HU), namun masih layak untuk dikonsumsi dengan grade telur AA. Kata kunci: telur itik, lama waktu penyimpanan, kualitas eksternal dan internal
Pengaruh Penggantian Tepung Ikan Dengan Tepung Keong Mas Dalam Ransum Terhadap Potongan Karkas Komersial Itik Bali Jantan Resla M. S.; A. W. Puger; I M. Nuriyasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian tepung ikan dengan tepung keong mas dalam ransum terhadap potongan karkas komersial itik bali jantan umur 10 minggu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari empat ulangan. Setiap ulangan terdiri dari satu ekor itik. Perlakuan tersebut adalah perlakuan R0 sebagai kontrol (penggunaan 15% tepung ikan dalam ransum tanpa tepung keong mas), sedangkan R1, R2, R3 dan R4 mengandung tepung keong mas masing-masing 25%, 50%, 75% dan 100% sebagai pengganti tepung ikan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat hidup, persentase karkas dan persentase potongan karkas komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian tepung ikan dengan tepung keong mas dalam ransum terhadap berat hidup, persentase karkas dan persentase potongan karkas komersial itik bali jantan dengan pemberian 25%, 50%, 75% dan 100% tidak berbeda nyata (P>0,05) daripada R0. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung keong mas pada ransum dapat menggantikan keseluruhan penggunaan tepung ikan dan tidak mempengaruhi potongan karkas komersial itik bali jantan umur 10 minggu. Kata Kunci: Potongan Karkas Komersial Itik, Tepung Ikan dan Tepung Keong Mas
Pengaruh Waktu Penyimpanan hingga 28 Hari terhadap Kualitas Telur Itik di Daerah Jimbaran Setiawan I K. A.; G. A. M. K. Dewi; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of a storage time of up to 28 days on the quality of duck eggs in Jimbaran Region. This research was conducted at the Poultry Laboratory in the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, this study counducted 4 week. The design that be used in this study is a completely randomized design with 5 treatments, 4 replications, each replication consisting of 3 eggs so that the total eggs used are 60. The variables observed were based on external quality which consisted of egg weight and egg shape index. Whereas based on internal quality consisting of eggshell thickness, eggshell weight, Haugh Unit of eggs, of yolk color and pH of eggs. The results showed that external quality, of egg weight and egg index gave no significant differences (P> 0.05). This was also obtained from internal variables, namely eggshell thickness, eggshell weight, egg yolks color obtained similar results no significant different (P>0,05). Whereas on Haugh Unit at 7 days (P7) storage treatment gave significantly different results (P <0.05). Based on the results of the study it can be concluded that the storage of duck eggs for 28 days at 28 ? in Jimbaran did not affect egg weight, egg index, eggshell thickness, eggshell weight, yolk color and pH, while the effect of decreased Haugh Unit of duck eggs. Keywords: duck eggs, storage time, eggs quality
Konsumsi Nutrien, Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Ransum Sapi Bali Di Posko Penampungan Ternak Desa Nongan Kabupaten Karangasem Dwipayana I K. B; N. N. Suryani; Mahardika I G.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erupsi gunung agung yang terjadi pada bulan Agustus sampai Desember 2017 menyebabkan banyak ternak sapi diungsikan. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan pakan ternak yang berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi nutrien, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik ransum ternak di posko penampungan ternak akibat erupsi gunung agung. Penelitian dilakukan dua tahap, yaitu tahap pertama survei lapangan untuk mengetahui jenis pakan yang diberikan dan tahap kedua dilakukan di laboratorium untuk mengetahui kecernaan pakan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kualitas ransum di posko penampungan ternak lebih baik dari sebelumnya. Konsumsi ransum, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik selama di penampungan lebih tinggi dari sebelum di penampungan. Kata kunci: konsumsi nutrien, kecernaan, bahan kering, kecernaan bahan organik, sapi bali.
Pengaruh Penggantian Ransum Komersial dengan Tepung Kulit Kecambah Kacang Hijau terhadap Penampilan Itik Bali Jantan Umur 0-8 Minggu Laksamana K. Y. P.; N W. Siti; E. Puspani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian ransum komersial dengan tepung kulit kecambah kacang hijau terhadap penampilan itik bali jantan umur 0-8 minggu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, tiap perlakuan menggunakan lima ulangan dan setiap ulangan menggunakan tiga ekor itik bali jantan. Perlakuan yang diberikan yaitu; P0 (ransum komersial 100%), P1 (penggantian 6% ransum komersial dengan tepung kulit kecambah kacang hijau) dan P2 (penggantian 12% ransum komersial dengan tepung kulit kecambah kacang hijau). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat badan awal, konsumsi ransum, konsumsi air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan dan Feed Convertion Ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggantian 6% dan 12% ransum komersial dengan tepung kulit kecambah kacang hijau berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, konsumsi air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan dan FCR. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penggantian 6% dan 12% ransum komersial dengan tepung kulit kecambah kacang memberikan pengaruh yang sama baiknya dengan itik yang diberikan ransum komersial. Kata kunci : Itik bali jantan, tepung kulit kecambah kacang hijau, penampilan, ransum komersial