cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019)" : 47 Documents clear
Pengaruh Penggantian Tepung Ikan Dengan Tepung Keong Mas Dalam Ransum Terhadap Komposisi Fisik Karkas Dan Lemak Abdominal Itik Bali Jantan Gulita S. S.; A. W. Puger; I M. Nuriyasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian tepung ikan dengan tepung keong mas dalam ransum terhadap komposisi fisik karkas dan lemak abdominal itik bali jantan umur 10 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) berdasarkan berat badan itik yang berjumlah 20 ekor itik dengan lima perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 4 blok sebagai ulangan dan setiap blok terdiri dari satu ekor itik bali jantan. Perlakuan yang diberikan adalahR0 (penggunaan15% tepung ikan dalam ransum sebanyak sebagai kontrol), R1(penggantian 25% tepung ikan dengan tepung keong mas), R2(penggantian 50% tepung ikan dengan tepung keong mas), R3(penggantian 75% tepung ikan dengan tepung keong mas), dan R4(penggantian 100% tepung ikan dengan tepung keong mas). Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain persentase daging karkas, tulang, lemak karkas dan lemak abdominal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggantian tepung ikan dengan tepung keong mas dalam ransum tidak berpengaruh pada persentase daging dan lemak abdominal (P0,05) tetapi memberikan pengaruh serta menurunkan persentase tulang dan meningkatkan persentase lemak karkas (P0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggantian tepung ikan dalam ransum dengan tepung keong mas hingga 100% memberikan pengaruh yang sama terhadap persentase daging dan lemak abdominal, penggantian tepung ikan pada level 50% dan 100% nyata menurunkan persentase tulang dan penggantian tepung ikan pada level 50% nyata meningkatkan persentase lemak karkas. Kata Kunci: Itik Bali Jantan, Tepung Keong Mas, Komposisi Fisik Karkas, Lemak Abdominal
Penampilam Ayam Broiler yang Diberi Air Minum Mengandung Air Kelapa Muda, Gula Aren, atau Molases Susila I M. D. A.; N. W. Siti; I D. G. A. Udayana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the performance of broiler chickens given drinking water containing young coconut water, palm sugar, and molasses. The research was carried out on privately owned farms in Batannyuh Village, Regency Tabanan which lasted for 5 weeks. One hundred broilers were used with body weight of 116 ± 3.17 grams. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications. Each replication consists of 5 chickens. The four treatments are A: drinking water without electrolytes as control, B: drinking water plus 1% young coconut water, C: drinking water plus 1% palm sugar, and D: drinking water plus 1% molasses. The variables observed in this study were initial body weight, final weight, feed consumption, drinking water consumption, weight gain, Feed Conversion Ratio (FCR), and Income Over Feed and Chick Cost (IOFCC). The results showed that treatment C had a final body weight, weight gain and efficiency of ration use significantly lower (P <0.05) than treatment B, but not significantly (P> 0.05) lower than treatments A and D. The results of the research also showed that treatment B had a final body weight, weight gain, and efficiency of using rendum tends to be higher (P> 0.05) than treatments A and D. Based on the results of the study it was concluded that broiler chickens whose drinking water was given additional water Young coconut gives a better tendency than other treatments, especially for broiler chickens whose drinking water is given palm sugar gives the best performance on final body weight, weight gain, and efficient use of rations, and so also regarding the economic aspects.
Pengaruh Pemberian Tepung Kulit Buah Naga Terfermentasi pada Ransum terhadap Organ Dalam Ayam Petelur (Lohmann Brown) Umur 21 Minggu I P. R. S. Diana; M. Wirapartha; G. A. M. K. Dewi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kulit buah naga terfermentasi pada ransum terhadap organ dalam ayam petelur (Lohmann Brown) umur 21 Minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Lapangan (Teaching Farm) Kampus Fakultas Peternakan Bukit, Jimbaran, Badung, Bali selama 1,5 bulan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan,setiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam, total ayam yang digunakan sebanyak 45 ekor. Adapun perlakuan yang diberikan yaitu R0= ransum tanpa kulit buah naga terfermentasi, R1= ransum kulit buah naga terfermentasi sebanyak 5% dan R2= ransum komersial. Variabel yang diamati adalah berat potong, berat hati, persentase hati, berat jantung, persentase jantung, berat empedu, persentase empedu, berat limpa, persentase limpa.Hasil penelitian menunjukan variabel berat potong, berat hati, berat limpa, persentase empedu dan limpa berbeda tidak nyata antara perlakuan R0, R1, dan R2 (P>0,05). Berat jantung, berat empedu, persentase hati dan persentase jantung perlakuan R1 dan R2 berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan dengan R0. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian ransum dengan 5% kulit buah naga terfermentasi dan ransum komersial mempengaruhi berat jantung, berat empedu, persentase hati, persentase jantung dan tidak mempengaruhi berat potong, berat hati , berat limpa, persentase empedu dan persentase limpa pada ayam Lohmann Brown umur 21 minggu. Kata Kunci: ayam lohmann brown, organ dalam, kulit buah naga, saccharomyces cerevisiae
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur Secara Intensif (Studi Kasus di UD. Prapta, Karangasem, Bali) Pratama I. B. B.; I W. Sukanata; B. R. T. Putri
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemeliharaan, dan kelayakan finansial. Penelitian ini dilakukan di UD. Prapta yang berlokasi di Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, yang dilakukan selama 3 bulan yaitu dari bulan November 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Kelayakan finansial dianalisis dengan menggunakan analisis kriteria investasi, Pay Back Period, Break Even Point, dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usaha peternakan ayam ras petelur di UD. Prapta sudah menerapkan manajemen pemeliharaan dengan baik seperti manajemen pullet, kandang, pakan,tenaga kerja, produksi dan kesehatan ternak. Usaha peternakan ini layak secara finansial yang ditunjukan oleh NPV sebesar Rp. 2.096.377.202,10, IRR sebesar 26,53%, dan Net B/C 1,40. Pay Back Period tercapai dalam waktu 1 tahun 3 bulan 14 hari, sedangkan Break Even Point waktu tercapai dalam waktu 5 tahun 11 bulan 28 hari, Break Even Point tercapai ketika produksi telur sebanyak 6.809.961,19 butir/tahun atau ketika harga telur Rp. 1.041,86/butir. Hasil analisis sensitivitas menunjukan bahwa usaha peternakan ayam ras petelur UD. Prapta sensitif terhadap kenaikan harga pakan dan penurunan harga telur dengan nilai sensitivitas masing-masing sebesar 8,87% dan 5,68%. Kata Kunci: Ayam ras petelur, kelayakan finansial, sensitiv.
Motivasi Peternak dalam Mengolah Limbah Ternak Sapi menjadi Pupuk Kompos pada Kelompok Tani Ternak Simantri di Kabupaten Gianyar Devi Dasy S. V.; N W. Tatik Inggriati; G. Suarta
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to 1). To find out the motivation of simantri member farmers in processing cow manure into compost, 2). To find out the factors that influence the motivation of farmers Simantri members in making compost from cow manure. 3). To find out the purpose of making compost in agricultural business carried out by farmers of Simantri members in Gianyar Regency. This research was conducted in Kelusa Village, Payangan Subdistrict and Keliki Village, Tegallalang District, Gianyar Regency, from December to February 2019. This research was selected using the Purposive Sampling method. Respondents were 41 census farmers in the census group. The analysis used was qualitative descriptive analysis and Spearman's level correlation test. The results of this study indicate that the motivation of farmers in simantri Bhuana Kerti and Dwi Merta Sari members is included in the strong category. Factors such as age, formal education, non-formal education, number of livestock raised, waste treatment goals, knowledge of waste management, have a significant relationship (p<0.05) while the experience of raising cattle and the number of dependents have a relationship that is (p> 0.05) with motivation level. Based on the results of the study it can be concluded that, 1). motivation of simantri member farmers in processing cow manure into compost including strong categories, 2). Factors related to motivation are age, formal education, non-formal education, number of livestock kept, waste treatment goals, processing knowledge waste, experience of raising cattle and number of family dependents, 3). The purpose of making compost is to increase income. Keywords: Motivation, waste, livestock, cattle, compost
Pertumbuhan dan Produksi Rumput Axonopus Compressus, Stenotaphrum Secundatum, dan Paspalum Conjugatum pada Berbagai Level Biourin Mertaningsih N. P. L.; N. N. Suryani; M. A. P. Duarsa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi rumput Axonopus compressus, Stenotaphrum secundatum, dan Paspalum conjugatum pada berbagai level biourin. Penelitian dilaksanakan selama 12 minggu di Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola split plot. Faktor pertama (main plot/petak utama) adalah jenis rumput yaitu Axonopus compressus (R1), Stenotaphrum secundatum (R2) dan Paspalum conjugatum (R3). Faktor kedua (sub plot/anak petak) adalah perlakuan level biourin yaitu: tanpa biourin (B0), biourin 2000 l/ha (4 ml/4 kg) (B1), biourin 4000 l/ha (8 ml/4 kg) (B2), biourin 6000 l/ha (12 ml/4 kg) (B3). Dari faktor tersebut terdapat 12 unit perlakuan yang diulang sebanyak empat (4) kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, produksi dan karakterstik tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari jenis rumput berbeda nyata (P<0,05) pada variabel panjang tanaman, berat kering batang dan luas daun, tetapi berbeda tidak nyata (P>0,05) pada variabel jumlah daun, jumlah anakan, berat kering daun, berat kering akar, berat kering total hijauan, nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, dan toop root ratio. Perlakuan pemberian level biourin berbeda nyata (P<0,05) pada semua variabel kecuali berat kering batang, berat kering akar, berat kering total hijuan dan toop root ratio. Dapat disimpulkan bahwa rumput Stenotaphrum secundatum memberikan respon pertumbuhan dan produksi tertinggi dibandingkan dengan rumput Axonopus compressus dan Paspalum conjugatum. Level biourin 6000 l/ha (12 ml/4 kg) cenderung lebih tinggi dalam memberikan pertumbuhan dan produksi rumput lokal. Tidak terjadi interaksi antara jenis rumput lokal dengan bebagai level biourin. Kata kunci: jenis rumput, level biourin, pertumbuhan, produksi
Pengaruh Penggunaan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terfermentasi Dalam Ransum Terhadap External Offal Broiler Suartiniyanti N. L. A.; G. A. M. K. Dewi; M. Dewantari
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terfermentasi dalam ransum terhadap external offal broiler. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali yang berlangsung selama 5 minggu. Broiler yang digunakan sebanyak 90 ekor. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan dan 6 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam. Ketiga perlakuan tersebut adalah RKBN0 : ransum tanpa kulit buah naga merah sebagai kontrol, RKBN1 : ransum dengan kulit buah naga merah difermentasi 5 %, dan RKBN2 : ransum dengan kulit buah naga merah difermentasi 7%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu bobot kepala, leher, kaki, dan bulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan RKBN0, RKBN1, dan RKBN2 berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot kepala, leher, kaki, dan bulu broiler umur 5 minggu. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebanyak 5% dan 7% tidak berpengaruh terhadap bobot kepala, leher, kaki, dan bulu broiler umur 5 minggu. Kata kunci : kulit buah naga, fermentasi, ransum, external offal, broiler