cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Terampil : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
ISSN : 23551925     EISSN : 25808915     DOI : -
Core Subject : Education,
TERAMPIL is a journal of basic education and learning p-ISSN 2355-1925 e-ISSN 2580-8915 which is managed by Prodi PGMI Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of Raden Intan State Islamic University of Lampung. This journal is published twice a year and serves as a tool for researchers, academics and practitioners interested in basic education and learning studies and wishes to channel their thoughts and findings, especially in relation to studies in science at madrasah ibtidaiyah / elementary schools. The articles contained are the results of research, scientific and critical and comprehensive review of the important and current issues covered in the journals.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PAI MELALUI METODE PEMBELAJARAN QUESTIONS STUDENTS HAVE PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SDN I HAJIMENA KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 IFRIANTI, SYOFNIDAH
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3 No 1 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i1.1327

Abstract

Permasalahan yang ditemukan dilapangan adalah pesesta didik masih kurang ikut berpastisipasi dalam belajar dan pada saat pembelajaran berlangsung masih berpusat pada guru dan kurangnya semangat belajar. Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik saat pembelajaran PAI yang menarik dan dapat memicu peserta didik untuk ikut aktif dalam pembelajaran yaitu dengan menggunakan model  pembelajaran yang inovatif. Salah satu strategi pembelajaran aktif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI di SD adalah Active Learning. Model Active Learning adalah strategi belajar mengajar yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mencapai keteribatan siswa agar efektif dan efisien dalam belajar mengajar, yaitu dari siswa, guru, situasi belajar, program belajar, dan sarana belajar. Salah satu model pembelajaran Active Learning adalah metode Questions Students Have. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai beriku: Metode Questions Students Have dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV pada mata pelajaran PAI. Hal ini dapat dilihat dari indikator motivasi belajar peserta didik. Peningkatan motivasi dapat dilihat antara lain: tekun menghadapi tugas meningkat dari 60% (Prasiklus), 77,5% (Siklus I), 100% (Siklus II), ulet menghadapi kesulitan meningkat dari 35% (Prasiklus), 57,5% (Siklus I), 82,5% (Siklus II), menunjukkan minat meningkat dari 30% (Prasiklus), 40% (Siklus I), 80% (Siklus II), lebih senang bekerja sendiri meningkat dari 30% (Prasiklus), 57,5% (Siklus I), 85% (Siklus II), cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin meningkat dari 30% (Prasiklus), 45% (Siklus I), 82,5% (Siklus II), dapat mempertahankan pendapatnya meningkat dari 35% (Prasiklus), 55% (Siklus I), 82,5% (Siklus II), tidak mudah melepas hal yang diyakini meningkat dari 35% (Prasiklus), 42,5% (Siklus I), 80% (Siklus II)   dan senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal meningkat dari  35% (Prasiklus), 45% (Siklus I), 80% (Siklus II).
EXPERT TEACHER (Membedah syarat-syarat untuk menjadi Guru Ahli atau Expert Teacher) ALAMSYAH, YOSEP ASPAT
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3 No 1 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i1.1328

Abstract

Di dalam aktivitas pendidikan, guru dan murid  sama-sama memiliki posisi yang  strategis. Guru dengan murid dalam proses pendidikan memiliki sifat saling ketergantungan. Guru memerlukan dukungan murid-muridnya dalam mewujudkan visi-misinya.  Murid membutuhkan bantuan guru untuk meraih cirta-citanya. Sukses tidaknya suatu pendidikan tidak akan terlepas dari peran serta guru didalamnya. Ada hubungan yang signifikan antara mutu atau kualitas guru dengan keberhasilan atau  kegagalan pendidikan. Bila  mutu guru baik maka pendidikan akan berhasil baik. Begitu juga sebaliknya. Mutu yang dituntut dari seorang guru itu tidak hanya dalam aspek pedagogik atau profesional saja. Mutu dalam aspek sosial dan kepribadianpun diperlukan. Seorang guru iti bermutu atau tidak, ahli atau tidak bisa dilihat dari dimensi kompetensi yang dimilikinya.  Ada empat macam kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Ada juga yang berpendapat bahwa seorang guru itu ahli atau bukan bisa dilihat dari sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang guru ahli atau profesional (expert teacher). Sifat-sifat apa saja yang harus ada pada seorang guru bila ia ingin disebut guru ahli atau profesional? Topik ini memiliki  keterkaitan erat dengan kompetensi seorang guru. Dengan kajian kepustakaan, topik ini  akan dicoba untuk dibahas melalui analisis reflektif.
KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA DALAM BERKOMUNIKASI DOSEN DAN MAHASISWA IAIN RADEN INTAN LAMPUNG MARDIYAH, MARDIYAH
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3 No 1 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i1.1329

Abstract

The ethically communication activity is needed by the students of Indonesian Education and Art Department while interacting with the staffs since the area of campus is the educational area, so the students have toshow their respectful to the staffs by using well mannered languages.This research formulates the problem into two, they are (1) How is the ethical communication used by the students of FDIK  academic year 2011- 2013 with the staffs of FDIK in form of languages. (2) How is the principles fault of ethical communication used by the students of FDIK academic year 2008-2011 with the staf in form of languages.Based on the aboveformulation, the objectives of this research are (1) to describe the ethical languages used by the students of FDIK academic year 2011-2013 with the staffs in form of languages.(2) To describe the principles fault of ethical communication used by the students of FDIK academic year 2011-2013 with the staffs in form of languages.This study ses Ethical Principles by Leech. This research uses qualitative-descriptive method. Tabulation of data result shows that (1)Ethical language which often used by the students in communication with the staffs is tact maxim, generosity maxim, approbation maxim, Aggrement maxim, sympathy maxim. (2) Unethicallanguage that often appear is a language that break tact maxim and approbation maxim principles
PENGARUH STRATEGI PAIKEM DAN MINAT BACA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERITA SISWA KELAS V SDN 2 PERUMNAS WAY HALIM KEC. KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2010/2011 BAHARUDIN, BAHARUDIN; S, ROPLIN ZAKARIA
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3 No 1 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i1.1330

Abstract

Permasalahan penelitian ini berkaitan lemahnya kemampuan (kompetensi) menulis cerita siswa, dikarenakan minat baca rendah dan strategi pembelajaran masih bersifat konvensional. Strategi pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), substansi aplikasinya menempatkan siswa sebagai subjek utama belajar. Melalui penelitian secara mendalam mengenai variabel strategi PAIKEM dan minat baca siswa, maka ingin dibuktikan efektifitas strategi PAIKEM dibandingkan dengan strategi konvensional pada siswa yang memiliki minat baca tinggi siswa dibandingkan dengan siswa yang memiliki minat baca rendah terhadap kemampuan menulis cerita di Kelas V SDN 2 Perumnas Way Halim Kec. Kedaton Bandar Lampung. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif  dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Rancangan/desain eksperimen menggunakan faktorial 2 x 2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD SDN 2 Perumnas Way Halim dan pemilihan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Varibel terikat adalah kemampuan menulis cerita dan variabel bebasnya, meliputi: strategi pembelajaran (A) dan minat baca (B). Strategi pembelajaran dibedakan antara strategi PAIKEM (A1) dan strategi konvensional (A2), sedangkan minat baca dibedakan antara  minat baca tinggi (B1) dan minat baca rendah (B2). Teknik pengumpulan data, menggunakan observasi, wawancara, tes, angket, dan dokumentasi. Uji persyaratan analisis diterapkan uji normalitas dan homogenitas, selanjutnya data dianalisis dengan teknik ANAVA (Analysis of Variance) dua jalur dengan menggunakan taraf signifikansi α = 0,05 (5%). Kesimpulan penelitian adalah: (1) Terdapat pengaruh kemampuan menulis cerita antara siswa yang diajar dengan strategi PAIKEM dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan strategi konvensional, (2) Terdapat pengaruh kemampuan menulis cerita antara siswa yang memiliki minat baca yang tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki minat baca yang rendah di Kelas V. (3) Terdapat pengaruh secara bersama-sama antara strategi PAIKEM dan minat baca terhadap kemampuan menulis cerita di Kelas V. 
PENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE STRUKTUR ANALITIK SINTETIK (SAS) MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA PESERTA DIDIK KELAS II C SEMESTER II DI MIN 6 BANDAR LAMPUNG T.A 2015/2016 HIDAYAH, NURUL; NOVITA, NOVITA
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3 No 1 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i1.1331

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan membaca permulaan pada peserta didik kelas II C semester II di MIN 6 Bandar Lampung dan bahkan masih ada peserta didik yang belum dapat membaca. Oleh karena itu peneliti berupaya meningkatkan kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS mata pelajaran bahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan kemampuan membaca permulaan setelah menggunakan metode SAS mata pelajaran bahasa Indonesia pada peserta didik kelas II C semester II di MIN 6 Bandar Lampung tahun pelajaran 2015-2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action reaserch (CAR). Penelitian di laksanakan di MIN 6 Bandar Lampung kelas II C semester II dengan jumlah peserta didik 32 orang yang terdiri dari 19 peserta didik laki-laki dan 13  peserta didik perempuan. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode obsevasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan metode SAS dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan mata pelajaran bahasa Indonesia pada peserta didik kelas II C semester II di MIN 6 Bandar Lampung yang berjumlah 32 peserta didik terdiri dari 19 peserta didik laki-laki dan 13 peserta didik perempuan, yaitu pada siklus I ketuntasan belajar klasikal sebesar 56,25 % atau 18 peserta didik yang tuntas dari 32 peserta didik dan nilai rata-rata 68, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan ketuntasan belajar klasikal menjadi 84,37% atau 27 peserta didik yang tuntas dari 32 peserta didik dan nilai rata-rata 78. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa dengan menggunakan metode struktur analitik sintetik (SAS) dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan mata pelajaran bahasa Indonesia pada peserta didik kelas II C semester II di MIN 6 Bandar Lampung Tahun pelajaran 2015-2016
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS V MI RADEN INTAN WONODADI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2015/2016 FITERIANI, IDA; SOLEKHA, ISWATUN
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3 No 1 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i1.1332

Abstract

Permasalahan yang melatar belakangi penelitian ini yaitu minimnya aktivitas belajar peserta didik yang mendorong siswa memahami konsep dan melakukan uji coba-eksperimen IPA (sains) secara berkelompok sehingga berdampak signifikan terhadap ketidakmerataan hasil belajar yang dicapai siswa. Dalam pelaksanaan penelitian digunakan PTK dengan model spiral tindakan yang dikembangkan oleh Hopkins. Proses tindakan dimulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan sekaligus pengamatan, dan refleksi. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas V MI Raden Intan Wonodadi yang berjumlah 25 orang siswa yang terdiri dari 12 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi peran serta, tes tertulis berbentuk essay dan pilihan ganda, wawancara semi terstruktur, dan analisis terhadap dokumentasi sekolah. Analisis kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk mengolah data hasil penelitian. Data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dianalisis secara kualitatif, sedangkan data hasil tes dianalisis secara kuantitatif. Analisis tes ini bertujuan mengetahui ketuntasan secara individual dan ketuntasan secara klasikal dengan mengacu pada kriteria ketuntasan minimal ≥ 75 dan ketuntasan klasikal ≥ 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA sub materi “Daur Air” pada Siklus I rata-rata nilai (mean) siswa terjadi peningkatan sebesar 77,6 dibandingkan sebelumnya pada saat pra survey. Ketuntasan secara klasikal juga meningkat menjadi 18 orang siswa (72 %). Besaran persentase ini mengindikasikan bahwa terjadi penurunan jumlah siswa yang belum berhasil meraih nilai KKM yang ditetapkan yaitu hanya 7 orang (28 %). Begitu pula pada Siklus II grafik peningkatan semakin terlihat dimana rata-rata nilai (mean) siswa menjadi sebesar 81,48 dan ketuntasan secara klasikal mencapai 22 orang (88 %), sehingga persentase siswa yang masih belum berhasil mencapai nilai KKM ≥ 75 hanya tersisa 3 orang siswa (12 %). Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berhasil efektif meningkatkan hasil belajar kognitif IPA pada siswa kelas V MI Raden Intan Wonodadi Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu
ANALISIS PEMBELAJARAN SAINS MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) DALAM KURIKULUM 2013 SHAWMI, AYU NUR
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3 No 1 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i1.1333

Abstract

The process of learning is at the core of the educational process as a whole with the teacher as the main role holder . Curriculum 2013 is the actualization of the curriculum in learning and competence and character formation of the students , it requires the activity of teachers to create and grow a variety of activities in accordance with the plans that have been programmed . Learning science or natural science is a learning-oriented activities on the natural environment. Learning aims to provide sensitivity and concern for the learners to be able to recognize more deeply about the natural environment . Through science learning is expected along with increased understanding of the natural environment and expected future generation born who are committed to create a prosperous life without forgetting the preservation of nature
AKTIVITAS BERMAIN DAN PERKEMBANGAN JASMANI ANAK ERFAYLIANA, YUDESTA
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3 No 1 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i1.1334

Abstract

Bermain merupakan hal yang menyenangkan bagi anak. Dalam bermain itu pula terdapat banyak hal yang diperoleh oleh anak dan tidak ditemukan dalam aktifitas selain bermain. Makna bermain menjadi penting dipandang dari sisi perkembangan dan kebutuhan anak. Untuk mendukung perkembangan anak baik secara fisik maupun psikis anak membutuhkan bermain karena dalam bermain itulah anak mempunyai kebebasan untuk menyalurkan dan mengekspresikan apa yang menjadi kehendak hatinya tanpa harus merasa salah dan terbatasi oleh peraturan. Berdasarkan kajian mengenai teori-teori yang berkembang kaitannya dengan aktifitas bermain, maka dapat diambil pemahaman bahwa bermain sangat penting bagi anak usia dini karena melalui bermain mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak. Aspek tersebut ialah aspek fisik, sosial emosional dan kognitif. Setiap manusia mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan tahapan kehidupannya. Secara dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksterna. Faktor internal meliputi: fungsi organ tubuh yang dibawa sejak lahir sebagai potensi yang dimiliki anak, keturunan (hereditas) yang bersifat menurun dari orang tua. Sedangkan faktor eksternal meliputi: asupan gizi selama proses pertumbuhan dan perkembangan, perlakuan terhadap anak yang dapat memberikan perubahan yang bersifat positif seperti halnya ketika anak melakukan latihan yang mengakibatkan perubahan pada kualitas tubuh anak, kejadian yang menimpa anak sehingga menyebabkab adanya gangguan pada proses pertumbuhan dan perkembangan (efek traumatis, kecelakaan, dsb). Melalui aktifitas bermain anak akan mendapatkan kesenangan dan juga kepuasan diri. Kegiatan yang dianggap menyenangkan bagi anak-anak akan senantiasa diulangi sampai ia bosan. Aktifitas bermain bagi anak yang melibatkan gerak anak seperti yang terdapat pada permainan tradisional mempunyai pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya perkembangan jasmani anak.
IMPLEMENTASI PEDAGOGIK HUMANISTIK DALAM PEMBELAJARAN MORAL DAN BUDI BEKERTI DI SEKOLAH DASAR SEBAGAI PENANGKAL FENOMENA LGBT (LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER) SISKA, YULIA
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3 No 1 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i1.1335

Abstract

Tujuan implementasi pedagogik humanistik dalam pembelajaran moral dan budi bekerti di Sekolah Dasar sebagai penangkal fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) adalah: a) mendeskripsikan pandangan masyarakat terhadap Isu LGBT; b) mendeskripsikan peran dunia pendidikan sebagai penangkal isu LGBT, dan c) mendeskripsikan konsep pedagogik humanistik sebagai upaya menangkal fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis isi untuk mendeskripsikan temuan dan pengkajian yang komprehensif melalui studi pustaka dan observasi terhadap fenomena yang ada. Berdasarkan kajian yang telah dibahas pada subbab sebelumnya, berikut simpulan dari penelitian ini. 1) Pandangan masyarakat terhadap Isu LGBT mempunyai dua versi yang berbeda, yaitu pro dan kontra. Bagi pihak yang pro beranggapan bahwa menolak tidak harus membenci dan tidak sepakat pada pilihan orientasi seksual seseorang tidak harus menyakiti. Selain dukungan, terdapat pula hujatan dan cemoohan yang kebanyakan dari itu adalah yang menentang fenomena LGBT dari berbagai pihak. 2) Dunia pendidikan harus menanamkan nilai moral dan akidah yang baik sebagai tameng sekaligus benteng yang kokoh bagi gerusan isu LGBT. Sebagai seorang pendidik, guru idealnya tidak sekadar mentransfer ilmu, namun harus memberikan teladan yang baik sebagai pribadi unggul, berilmu tinggi, dan berakhlak mulia. 3) Konsep pedagogik humanistik dalam pembelajaran moral dan budi bekerti di Sekolah Dasar sebagai penangkal fenomena LGBT adalah: a) mengimplementasikan konsep pedagogik humanistik yang meliputi pengertian, ruang lingkup, prinsip-prinsip, dan contoh penerapan pedagogik secara komprehensif di sekolah dan masyarakat, b) mengupayakan peserta didik melakukan kegiatan bermakna yang akan membentuk diri menjadi pribadi terampil dan sikap-sikap terpuji, c) menggalang kemitraan antara sekolah, guru, orang tua, masyarakat dan stakeholder pendidikan demi terwujudnya pendidikan nasional yang unggul dan bermartabat, dan d) melaksanakan bimbingan, konseling, dan pendampingan sebagai jaminan kemanusiaan, moral, dan sosial bagi subjek atas kasus LGBT yang terindikasi.
ANALISIS BUKU AJAR FIKIH KELAS VI (Studi Komparasi di MI Sultan Agung dan SD IT AR-Rohmah) YANTI, YULI
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3 No 1 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i1.1336

Abstract

Masalah penting yang sering dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih buku ajar yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latarbelakang pemilihan buku ajar fikih dan kualitas buku ajar fikih kelas VI di MI Sultan Agung dan SD IT Ar-Rahmah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian komparatif, yaitu mengkomparasikan buku ajar fikih kelas VI yang digunakan oleh MI Sultan Agung dan SD IT Ar-Rahmah. Adapun buku ajar yang diteliti yaitu buku ajar pelajaran fikih kelas VI yang diterbitkan oleh Tiga Serangkai dan Erlangga. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode (content analysis) analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pemilihan buku ajar fikih di MI Sultan Agung lebih konsisten dengan menggunakan penerbit Tiga Serangkai. Pemilihan tersebut didasarkan atas kesepakatan buku ajar untuk seluruh Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Yogyakarta, sedangkan pemilihan buku ajar fikih di SD IT Ar-Rahmah lebih kepada kesepakatan wali kelas dan hasil evaluasi buku ajar setelah digunakan hingga mendapatkan buku ajar yang dianggap paling sesuai untuk digunakan. Kedua, kualitas buku ajar yang digunakan di MI Sultan Agung dianggap baik karena, dalam penyajian isi materi secara keseluruhan sudah sesuai dengan SK dan KD. Kualitas buku ajar yang digunakan di SD IT Ar-Rahmah cukup baik karena, dalam penyajian isi materi secara keseluruhan sudah sesuai dengan SK dan KD, namun membutuhkan peninjauan pada KD mempraktikkan tata cara pinjam meminjam. Ketiga, dari segi persamaan, buku ajar di MI Sultan Agung dan SD IT Ar-Rohmah secara keseluruhan, isi materi mencakup aspek afektif, kognitif dan psikomotorik. Dari segi perbedaan, buku ajar di MI Sultan Agung dari segi latihan dan evaluasi pada ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik lebih memiliki kekritisaan, kekreatifan dan keinovatifan melalui soal analisis, sintesis dan evaluasi dengan mengangkat kasus-kasus. Sedangkan buku ajar di SD IT Ar-Rohmah, penyajian tugas atau latihan banyak didominasi pengetahuan dan pemahaman dan tidak ada soal yang berbentuk kasus-kasus

Page 6 of 24 | Total Record : 233