cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Terampil : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
ISSN : 23551925     EISSN : 25808915     DOI : -
Core Subject : Education,
TERAMPIL is a journal of basic education and learning p-ISSN 2355-1925 e-ISSN 2580-8915 which is managed by Prodi PGMI Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of Raden Intan State Islamic University of Lampung. This journal is published twice a year and serves as a tool for researchers, academics and practitioners interested in basic education and learning studies and wishes to channel their thoughts and findings, especially in relation to studies in science at madrasah ibtidaiyah / elementary schools. The articles contained are the results of research, scientific and critical and comprehensive review of the important and current issues covered in the journals.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN PRAKTIK STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF (ACTIVE LEARNING) MAHASISWA PGMI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN RADEN INTAN LAMPUNG Asiah, Nur
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4 No 1 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v4i1.1803

Abstract

Menurut Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi inti yang harus dimiliki guru. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung membekali kompetensi pedagogik pada mahasiswa melalui beberapa mata kuliah bidang kependidikan yang sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, dengan beberapa mata kuliah ini diharapkan mahasiswa sudah memiliki berbagai kompetensi termasuk kemampuan dalam mempraktikkan strategi pembelajaran aktif. Berdasarkan penelitian pendahuluan diperoleh informasi bahwa tidak semua mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah mampu dan terampil dalam mempraktikkan strategi pembelajaran. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung dalam mempraktikkan strategi pembelajaran aktif?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara,dokumentasi, dan kuesioner sebagai data pendukung.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwakemampuan  praktikstrategi pembelajaran aktif  mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung kurang maksimal (kurang baik). Ini dapat ditunjukkan dengan data observasi dan wawancara. Adapun  kuesioner dipakai untuk menggali data minat dan motivasi yang menyatakan bahwa mahasiswa sangat berminat terhadap praktik strategi pembelajaran aktif. Namun kenyataan menunjukkan bahwa kemampuan praktik strategi pembelajaran aktif kurang baik dikarenakan ada faktor lain yaitu faktor pembiasaan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMIK PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS IV MI NURUL HIDAYAH ROWOREJO NEGERIKATON PESAWARAN HIDAYAH, NURUL
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4 No 1 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v4i1.1804

Abstract

The study was conducted with the aim of developing media-based learning cooperative comic material on the subjects of Social Sciences. Media-based learning comic created to facilitate teaching and learning activities for teachers and learners. With the comic-based learning media students more interested and motivated in learning activities. Research conducted by the author is research development by using models Borg and Gall performed with several stages of conducting research preliminary studies, product design and production development, valisadasi experts that due diligence based learning media comic that consists of three subject matter experts, three experts media and three teachers, field tests consist of a small group test with ten learners and test a large group of twenty-seven learners. This research was conducted in MI Nurul Hidayah Roworejo Negerikaton Pesawaran. Based on these stages, it can be concluded that the instructional media comics on the subjects of Social Sciences cooperative material obtained average value of materials experts at 165.91% categorized as very feasible, an average of 70.73% a decent media experts and average -rata votes 88.58% of teachers are very decent. While the assessment given by students at the stage of testing a small group, and large group test earned an average percentage of 83.67% were categorized as very feasible. and 99.07% were categorized as very feasible, this shows the comic-based learning media developed a very practical and fit for use in the learning process.Keywords: Media learning, comics, social science.
STUDI KOMPARASI PERBEDAAN PENGARUH PEMAHAMAN KONSEP DAN PENGUASAAN KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP KEMAMPUAN MENDESAIN EKSPERIMEN SAINS FITERIANI, IDA
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4 No 1 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v4i1.1805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menguji hipotesis terkait studi komparasi pengaruh pemahaman konsep sains dan penguasaan keterampilan proses sains dasar terhadap kemampuan mendesain eksperimen sains sederhanaantara mahasiswa Program StudiPGRA dan PGMI di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung. Metode penelitian menggunakan kuantitatif  dengan jenis penelitianex-post facto. Paradigma penelitian yang dipakai adalah paradigma ganda dengan dua variabel independen dan satu dependen.Penelitian ini dilakukan di Program Studi PGRA dan PGMI UIN Raden Intan Lampung pada semester ganjil tahun akademik 2015/2016. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PGRA (Kelas A, B, C, dan D) dan PGMI (Kelas A, B, C, dan D) yang mengambil mata kuliah pembelajaran sains pada semester ganjil tahun akademik2015/2016, sedangkan sampel penelitian adalahmahasiswa PGRA diwakili Kelas A dan mahasiswa PGMI diwakili Kelas B. Teknik pengumpulan data utama dengan mempelajari secara cermat foto-foto dan video rekaman kegiatan eksperimen sains mahasiswa PGRA maupun PGMI. Untuk penilaian, instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar penilaian video eksperimen mahasiswa.Selanjutnya, analisa data dilakukan secara kuantitatif melalui analisa statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji persyaratan analisis regresi, yang lazim disebut uji asumsi klasik. Ada 5 (lima) uji, yaitu uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, uji  heteroskedastisitas, dan uji asumsi autokorelasi. Setelah terpenuhi persyaratan tersebut lalu dilakukan perhitungan dengan menghitung koefisien regresi, koefisien determinasi, dan koefisien part analysis.Hasil penelitian: 1) Pemahaman konsep sains dan penguasaan keterampilan proses sains dasar sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan mendesain eksperimen sains sederhana, baik pada mahasiswa Prodi PGRA maupun PGMIFakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung;  2)Pada mahasiwa PGRA, variabel pemahaman konsep sains (X1) lebih memiliki pengaruh  (efek) nyata terhadap Y, sedangkan, pada mahasiswa PGMI kedua variabel yaitu pemahaman konsep sains (X1) dan penguasaan keterampilan proses sains dasar (X2) sama-sama memiliki pengaruh (efek) yang nyata terhadap Y. Kata kunci:Pemahaman konsep, KPS, eksperimen sains.
IMPLEMENTASI PROGRAM BILINGUAL SCHOOL UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN LINGUISTIK DI SD INTIS SCHOOL YOGYAKARTA NUGRAHENI, ANINDITYA SRI
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4 No 1 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v4i1.1806

Abstract

Kebutuhan akan pentingnya pengembangan bahasa asing sebagai bahasa pengantar selain bahasa Indonesia ini dituliskan pada UU Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan dalam pasal 29 ayat 2 yang berbunyi “Bahasa pengantar dapat menggunakan bahasa asing untuk tujuan yang mendukung kemampuan bahasa asing peserta didik”. Penerapan program bilingual school yang diterapkan di SD INTIS School Yogyakarta dibahas dalam lima aspek, yakni staffing, educator recruitment, educator certification, staff development, dan curriculum development. Hampir semua aspek yang dibahas sudah terpenuhi pelaksanaannya di SD INTIS School Yogyakarta. Program-program pengembangan untuk edukator dibahas dalam aspek staff development sudah bisa dikatakan membantu (meskipun belum optimal) untuk memenuhi tuntutan komunikasi berbahasa Inggris di sekolah. Adapun kegiatan berbasis bilingual yang diterapkan untuk peserta didik dibahas dalam aspek curriculum development, yakni berupa kegiatan flash card, penggunaan buku saku, recitation, kultum bahasa Ingris, hunting tourist, native visit, market day, day english day. Kata kunci: Bilingual, bahasa, kecerdasan linguistik
EKSISTENSI DAN ESENSI PENDIDIKAN MADRASAH DI INDONESIA MASKUR, MUHAMMAD
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4 No 1 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v4i1.1807

Abstract

Madrasah as an educational institution of Islam has an important role in the  development and progress of the nation. Born from the womb of a boarding school, madrasah have strong religious based traditions and scholarship. The existence of a dichotomy for the sustainability of education in madrasah, is the most obvious challenge to date not yet fully resolved. So the quality of education in madrasah seems to be number two than the education in public schools. The purpose of the establishment of more madrasah to provide tha balance of the world and the hereafter in the life of society with pesantren based education. The rapid development of the age, madrasah must have sensitivity to the situation faced if you do not want eroded by the times with no leave of guidelines and characteristics possessed. The aligment of the interdisiplinary fields with the madrasah body should be strengthened, thus the parents become more convinced with the madrasah. Al-Qur’an as the main basis should be taken seriously by the madrasah. If we see at this time not a few madrasah that have begun to change and shifted from the spirit of boarding school as the forerunner of madrasah. Many ways for madrasah to remain firmly in accordance with the purpose of estabilishment and sensitive to the era, so as not to be left behind. First, hold on to the al-Qur’an; second, reorientation of madrasah education; third, curriculum development; fourth, improvement of madrasah management; fifth, improvement of madrasah leadership; and seventh, increased community participation. Keywords: Existence, essense, madrasah.
MENUMBUHKAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER ANAK SD MELALUI DONGENG (FABEL) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ERNAWATI, ERNAWATI
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4 No 1 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v4i1.1808

Abstract

Character education aims to provide guidance to learners to develop the values and characters that have been embedded in each self consciously either in school or in the neighborhood. The purpose of this study is to interpret the value of character education of the fairy tale (fable) of theto Bahasa. This research design used descriptive qualitative. Source of data in this research is fable. The technique used is purposive sampling. Data validity using triangulation of data sources and theories. Data analysis techniques used data reduction, data presentation, and conclusions. The result of this research is the value of character education on fairy tale (fable) to Bahasa Indonesia learning in elementary school. Keywords:Bahasa Indonesia, character education, fairy tale
PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MEMBANGUN SIKAP KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK (STUDI DI MIN YOGYAKARTA II) WIBOWO, DJOKO ROHADI
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4 No 1 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v4i1.1809

Abstract

Pendidikan Islam sering terlambat merumuskan diri untuk merespon perubahan. Usaha pembaruan pendidikan Islam sering bersifat sepotong-potong dan tidak komprehensif, sehingga tidak terjadi perubahan yang esensial. Pendidikan Islam tetap berorientasi pada masa silam ketimbang berorientasi kepada masa depan. Pembelajaran harus lebih berbasis pada penguatan penalaran, bukan lagi hafalan semata sehingga dapat memunculkan ide-ide baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap cara membangun sikap kritis siswa melalui pendekatan saintifik. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, peneliti mengamati secara langsung fenomena yang terjadi dalam implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran Akidah Akhlak di MIN Yogyakarta II, kemudian melakukan analisa untuk menemukan fakta maupun penyebab. Implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran Akidah Akhlak di MIN Yogyakarta II sudah cukup baik karena siswa turut terlibat aktif dalam setiap kegiatan, antara lain: (1) Mengamati dan menanya melatih siswa untuk sensitif dalam melihat informasi dan menghasilkan ide orisinil; (2) Mengumpulkan dan mengolah informasi melatih siswa berpikir fleksibel; (3) Menyampaikan hasil melatih siswa untuk mengemukakan ide dan mampu mengutarakan kembali pengetahuan yang telah dimiliki. Hampir secara keseluruhan rangkaian kegiatan pembelajaran mendukung pengembangan sikap kritis siswa. Adapun faktor yang dapat menghambat adalah: (1) Kurangnya sumber bacaan yang dipersiapkan guru; dan (2) Kurangnya perhatian guru kepada siswa saat berdiskusi. Keywords: Berpikir kritis, pendekatan pembelajaran, saintifik.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKANALAT PERAGA JAM SUDUT PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SDN 2 SUNUR SUMATERA SELATAN IFRIANTI, SYOFNIDAH; PUTRI, ARISKA DESTIA
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4 No 1 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v4i1.1810

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar matematika peserta didik kelas IV SD Negeri 2 sunur.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan menerapkan alat peraga jam sudut. Penelitian dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 2 Sunur. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus.Alat pengumpulan data menggunakan lembar obsevasi, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan pada siklus I sampai siklus II dalam proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga jam sudut. Pada Siklus  I  pertemuan I rata-rata hasil belajar sebesar 63,81. Peserta didik yang mencapai ketuntasan sejumlah 9 peserta didik dengan persentase 42,86%. Pada Siklus I pertemuan II rata-rata hasil belajar sebesar 67,14 dengan persentase ketuntasan 52,38%. Siklus II Pertemuan I rata-rata hasil belajar sebesar 72,86 dengan persentase ketuntasan sebesar 80,95%,Pada siklus II pertemuan II rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 78,57, peserta didik yang mencapai ketuntasan 19 peserta didik atau 90.48%. Hal tersebut dapat di simpulkan bahwa alat peraga jam sudut dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas IV SDN 2 Sunur. Kata kunci:Alat peraga, hasil belajar,jam sudut,matematika.
MEMBANGUN BUDAYA MEMBACA PADA ANAK MELALUI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH ROHMAN, SYAIFUR
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4 No 1 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v4i1.2118

Abstract

Setiap anak dilahirkan untuk menjadi jenius, namun setelah mereka masuk sekolah hanya sebagian kecil dari mereka yang mendapatkan predikat jenius. Hal ini disebabkan modal utama dalam pembelajaran di negara ini adalah anak harus mampu membaca, menulis dan berhitung, padahal perkembangan tiga hal ini antara satu anak dengan yang lain berbeda-beda. Ada anak yang tumbuh dengan cepat kemampuan berbahasa serta minat membacanya ada pula yang lambat. Semua itu dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari keluarga, sekolah hingga masyarakat. Indonesia masih mempunyai tugas besar dalam dunia pendidikan terutama untuk mendongkrak minat baca masyarakat untuk itu pemerintah dalam hal ini adalah menteri pendidikan mengambil langkah nyata untuk memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan literasi sekolah. Kebijakan ini merupakan wujud nyata langkah pemerintah yang menyadari bahwasannya membaca adalah kunci untuk membentuk karakter yang baik, semakin banyak membaca maka semakin luas cara pandang seseorang begitu pula sebaliknya. Pemerintah melalui GLS atau Gerakan Literasi Sekolah mewajibkan setiap anak untuk membaca 15 menit di awal setiap kegiatan pembelajaran, kegiatan ini diharapkan menjadi kebiasaan lalu membudaya dalam diri setiap anak.Dalam pembelajaran abad 21 setiap anak diharapkan mempunyai pemikiran yang kritis, kreatif, inovatif dalam proses pembelajaran yang kooperatif dan kolaboratif. Untuk itu sudah menjadi tugas setiap guru untuk mengarahkan dan membimbing mereka. Namun sayangnya banyak anak ketika masuk di sekolah dasar yang belum memiliki kemampuan membaca padahal mereka sudah diharapkan mampu memahami bacaan. Pertanyaannya, bagaimana mungkin mereka mampu memahami ketika membaca saja mereka belum mampu?. Maka disini akan kami paparkan teori serta implementasi teori tentang menumbuhkan minat baca pada anak serta kendala-kendala yang sering dihadapi dalam pembelajaran bahasa pada anak. Keyword : minat baca anak, GLS (Gerakan Literasi Sekolah) 
STUDI KRITIS TERHADAP KURIKULUM MI/SD 2013 WASESO, HENDRI PURBO
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4 No 1 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v4i1.2119

Abstract

This paper attempts to criticize the MI/SD 2013 curriculum by using critical education theories (Paulo Freire, Michael Apple and Henry Giroux). The critical study starts from the construction process to the content contained in it. The results of this study indicate that the first, the birth of the 2013 curriculum motivated by global economic conditions where high-quality and highly competitive workforce become the main demand. Negative phenomenon that emerged in the community also became the background of the birth of the curriculum 2013. The imposition of the implementation of curriculum 2013 dominant because of political factors. Second, the construction of MI/SD 2013 curriculum can be explained through four things: the compaction of subjects in the curriculum structure of MI / SD, core competencies in the curriculum of 2013 have better character strengthening when compared with competency standards in SBC, scientific approach and integrative thematic learning for MI / SD children is designed so that learning can encourage children to master scientific skills and authentic assessment is used as an effort to measure the process and learning outcomes comprehensively. The construction of MI / SD 2013 curriculum seen from the perspective of critical education results in several conclusions: first, the objective of MI / SD 2013 curriculum leads to production relation where learners are designed to be ready and able to fill the roles that have been provided in the formation of capitalist society. In addition to research-based teacher education, the maximization of religious teaching content contained in the MI curriculum can be functioned as a language of possibility. Second, the concept contained in the MI / SD 2013 curriculum that requires learners to think high level and qualified educators precisely indicates a separation between theory and practice. This condition does not apply to urban schools. Third, MI / SD 2013 curriculum is only for children who have better capital economically, socially, and intellectually. Keywords: Curriculum MI/SD 2013 and Critical Pedagogy

Page 7 of 24 | Total Record : 233