cover
Contact Name
Tri Wahyono
Contact Email
wahyonotri25@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hsosiati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur)
ISSN : 25803271     EISSN : 26565897     DOI : 10.18196/jmpm
Core Subject : Engineering,
Jurnal Material DAN Proses Manufaktur focuses on the research and research review in the field of engineering material and manufacturing processes. The journal covers various themes namely Design Engineering, Process Optimization, Process Problem Solving, Manufacturing Methods, Process Automation, Material research and investigation, Advanced Materials, Nanomaterials, Mechanical solid and fluid, Energy Harvesting and Renewable Energy.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
Penggunaan Pencekam Tiga Aksis untuk Alat Bantu Pengelasan Rangka Furnitur Himarosa, Rela Adi; Darmawan, Muhammad Arif; Nur Rahman, Muhammad Budi
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i1.9328

Abstract

Distorsi logam terjadi akibat kontraksi logam yang terpapar suhu tinggi sehingga menimbulkan tarikan atau dorongan pada benda kerja. Alat bantu berupa pencekam banyak digunakan pada proses pengelasan untuk mencegah distorsi pada logam. Pencekam tiga aksis mampu melakukan proses pencekaman ketiga aksis sekaligus. Proses penggunaan pencekam jenis ini sangat bermanfaat untuk proses pengelasan rangka furnitur. Pencekam ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi rangka kursi. Penelitian ini untuk mengkaji pemanfaatan pencekam tiga sumbu untuk menahan fenomena distorsi akibat kenaikan suhu proses pengelasan, dan peningkatan produktifitas waktu proses penyambungan dengan variasi arus pengelasan 50 Ampere dan 60 Ampere. Kinerja pencekam mampu mempercepat waktu proses 19% dan menekan biaya pembuatan produk rangka sebesar 43,74%. Metal distortion occurs due to contractions of metal exposed to high temperatures that cause pulling or pushing on the work piece. Three-axis fixtures are widely used in welding process to minimize metal distortion. Three-axis fixture is capable of holding the three axis simultaneously, so it is very useful for the welding furniture frames, and can improve the efficiency of chair frame production. This study is to examine the use of three-axis fixture to withstand the phenomenon of distortion due to the increase in temperature of welding process at welding current of 50 Amperes and 60 Amperes, and decrease production time of the joining process. The fixture performance was able to speed up processing time by 19% and reduced the cost of frame production by 43.74%. 
Manufaktur dan Uji Kinerja Proses Vacuum Forming Untuk Bahan Polymethyl Methacrylate (PMMA) Permana, Cepi Rahmatullah; Budiyantoro, Cahyo; Prabandono, Bayu
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.3131

Abstract

AbstrakMesin pembuat kemasan yang sederhana dan murah dengan kinerja yang memadai diperlukan untuk meningkatkan nilai ekonomis produk industri rumah tangga (UKM). Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menguji kinerja mesin vakum forming pada bahan Polymethylmetacrylate (PMMA).Tahapan dalam pembuatan mesin ini adalah studi rancangan, manufaktur bagian mesin, cetakan, perakitan dan uji coba kinerja. Cetakan dibuat dari bahan kayu jati berukuran 140 mm x 210 mm x 15 mm. Pengujian kinerja mesin dilakukan dengan memanaskan lembaran plastik PMMA tebal 0.25 mm pada variasi waktu pemanasan 15, 20 dan 25 detik dan waktu vakum 5, 10 dan 15 detik, menggunakan pemanas 100 watt dan tekanan vakum maksimum 12 kPa. Dimensi dan geometri produk dibandingkan dengan cetakan dan dievaluasi dengan pengukuran linier serta pengamatan visual.Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi waktu pemanasan 15 detik dan waktu vakum 5 detik menghasilkan produk dengan radius yang besar pada bagian dasar. Kombinasi waktu pemanasan 20 detik dan waktu vakum 10 detik dapat memperkecil ukuran radius. Hasil cetakan yang mendekati bentuk cetakan diperoleh dengan parameter suhu pemanasan 105 ℃, waktu pemanasan 25 detik dan waktu vakum 15 detik.AbstractA simple and inexpensive packaging machine with adequate performance is needed to increase economic added value of the smal scale industries. This study aims to manufacture and to evaluate the performance of customized vacuum forming machine on Polymethylmetacrylate (PMMA)l. Manufacturing of components and molds, assembly and performance testing have been carried out to build the machine. The mold was made of teak wood with the dimension of 140 mm x 210 mm x 15 mm. Machine performance testing was done by heating a 0.25 mm thick PMMA sheet with heating time variation of 15, 20 and 25 second and vacuum time of 5, 10 and 15 second, respectively. The heating power was 100 watts and the maximum vacuum pressure was 12 kPa. Product quality were compared with mold by linear measurements and visual observations.The processing parameter of 15 second heating time and 5 second vacuum time produced a specimen with a large radius at the bottom. The combination of 20 second heating time and 10 second vacuum time reduced the size of the radius. The best product can be obtained with a heating temperature of 105 ℃, heating time of 25 second and a vacuum time of 15 second. 
Perancangan dan Analisis Kekuatan Frame Sepeda Lipat Menggunakan Autodesk Inventor Kamiel, Berli Paripurna; Nugraha, Ghozi Adib; Sunardi, Sunardi
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 2, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.2229

Abstract

AbstrakKemacetan lalulintas adalah masalah yang banyak terjadi di kota-kota besar.  Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menggunakan transportasi umum. Meskipun demikian, lokasi halte pemberhentian kadang terlalu jauh dari pusat aktivitas masyarakat jika ditembuh dengan berjalan kaki. Hal ini menyebabkan banyak orang tidak tertarik menggunakan transportasi umum.  Untuk mengatasi masalah ini, dibutuhkan alat transportasi individu yang dapat mempermudah mencapai lokasi halte dengan cepat dan aman sehingga penggunaan transportasi umum menjadi menyenangkan. Tujuan perancangan adalah menghasilkan perancangan sepeda lipat yang lebih efisien dari segi ukuran, bobot, dan harga beli dibandingkan sepeda lipat yang sudah ada di pasar. Perancangan dilakukan dengan menggunakan Autodesk Inventor Professional dan dititikberatkan pada frame sepeda. Untuk menjamin kekuatan dan keamanan ketika digunakan, kekuatan frame dihitung dan dianalisis menggunakan metode elemen hingga. Material frame yang dipilih dari hasil perancangan adalah alumunium 6061-T6. Perancangan menghasilkan sepeda lipat dengan dimensi kondisi terlipat adalah 765 x 742 x 328 mm. Analisis kekuatan frame memberikan tegangan von mises maksimum sebesar 96,32 MPa, displacement maksimum sebesar 6,925 mm, dan faktor keamanan minimum sebesar 2,8. Angka-angka hasil analisis kekuatan tersebut adalah angka tertinggi dari keseluruhan angka hasil perhitungan. Hal ini disebabkan oleh konsentrasi tegangan pada frame yang mengalami diskontinuitas geometri. Meskipun demikian, semua angka tersebut masih berada pada interval yang aman ditinjau dari tegangan ijin rencana. AbstractTraffic congestion is one of many problems that occur in big cities. One of the solution to reduce it is by starting to use the public transport, such as bus and train. But, to reach the public transport, some walk is needed and sometimes the distance is too far to go on foot. Other than that, it’s often that the public tranport doesn’t drop passanger right on the destination, so there will be another walk needed. For that reason, many people don’t like to use the public transport. To solve this problem, there should be an individual transportation device that can make commuting using the public transportation mode become less tiring. This design process aims to result a folding bicycle design which is more efficient in size, weight, and cost compared to the exsisting folding bicycles on the market. The design was made using Autodesk Inventor Professional 2015  software. The design was focused on the bicycle frame. To acknowledge the design safety, strength analysis was conducted on Autodesk Inventor Professional 2015 software using the finite element metode. The choosen material for the design was Aluminium 6061-T6.The design process resulted a folding bicycle design with a folded dimention of 765x742x328 mm. From the strength analysis conducted, the design experienced maximum von mises stress of 96,32 MPa, maximum displacement of 6,925 mm, and had minimum safety factor of 2,8. These values were the worst results from the entire design’s analysis results and only happened in one area. It happened because there was an acumulated stress on some part caused by geometry discontinuity. Even so, the value of the safety factor on this area was still far from the design’s allowed stress. In conclusion, the design was safe to use.
Rancang Bangun Mesin Aqueous Cleaning Spray untuk Otomatisasi Proses Pencucian Produk High Speed Stamping di PT. ATMI IGI Prasetyo, Hoedi; Yuwono, Nurhadi Kusumo; Prabowo, Aloysius Avid; Prasetya, Valentino Arlis; Laurentinus, Yehuda
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i1.9123

Abstract

Produkhasil permesinan high speed stamping masih mengandung kotoran dan pelumas sehingga perlu dicuci terlebih dulu sebelum diproses lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan melakukan otomatisasi proses pencucian produk high speed stamping di PT. ATMI IGI melalui rancang bangun mesin cuci berteknologi aqueous cleaning spray. Mesin memiliki dari 5 tahap proses yaitu Feeder, Pre-Wash, Wash, Rinse dan Spinning. Produk stamping dicuci secara otomatis melalui mekanisme konveyor, semprotan larutan deterjen, dan pengayak. Berdasar hasil uji coba, diketahui mesin memerlukan waktu rata-rata sebesar 34,5 detik untuk mencuci satu keranjang produk stamping. Mesin mampu mencuci 25 kali lebih cepat dibandingkan dengan proses pencucian secara manual. Penggunaan mesin berpotensi meningkatkan produktivitas dan efisiensi tenaga kerja. Mesin pada penelitian ini masih perlu dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi proses pencucian dan masa pakai penggunaan cairan pembersih.Washing process in order to remove dirt and lubricants from the products before further processing is required in high speed stamping. This research aims to automate the high speed stamping washing process in PT. ATMI IGI by designing aqueous cleaning spray machine. The machine consists of five stages namely Feeder, Pre-Wash, Wash, Rinse and Spinning. The machine washes the stamping products automatically by mechanism of spraying cleaning solution, conveying, and sifting. Based on the trial results, the machine takes an average of 34.5 seconds to wash a basket of stamping products. The machine is able to wash 25 times faster than the manual wash. The machine potentially increase the productivity and labor efficiency. The machine being designed in this research still needs to be developed to improve the efficiency of the washing process and to prolong the cleaning solution lifetime.
KARAKTERISASI SAMBUNGAN SMAW BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN 3 JENIS ELEKTRODA Iswanto, Priyo Tri; Mudjijana, Mudjijana; Himarosa, Rela Adi
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v1i2.3612

Abstract

Shield Metal Arc Welding (SMAW) merupakan salah satu cara yang biasa digunakan untuk pengelasan baja karbon rendah. Kualitas sambungan las dapat dikarakterisasi dengan pengujian tarik, fatik, kekerasan Vickers, dan strukturmikro. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi sambungan SMAW baja karbon rendah menggunakan 3 jenis elektroda.Penelitian ini menggunakan baja karbon rendah 0,113 %C berdiameter 19,05 mm, dilas menggunakan elektroda E7018, E7016, dan E 6013. Karakterisasi hasil lasan menggunakan  alat Universal Testing Machine, Vickers hardness test, rotary bending fatigue,  dan optical microscope.Hasil penelitian menunjukkan lasan menggunakan elektroda tipe E7018 menghasilkan kekuatan tarik maksimum, UTS : 453,73 MPa,  nilai kekerasan Vickers, HVN : 148,23 kg/mm2 , sedangkan hasil lasan menggunakan tipe E7016 dan E6013 berturut-turut UTS : 442,11 dan 406,27 MPa, HVN : 142,30 dan 119,63 kg/mm2. Kekuatan sambungan las lebih rendah dari material baja karbon rendah as received yaitu 489,47 MPa. Hasil pengujian fatik berturut-turut mempunyai nilai ketahanan fatik (Se) : 204,18; 198,95; 182,82, dan lebih rendah dari Se baja S10C yaitu 292,59 MPa. Pengamatan strukturmikro logam las untuk 3 tipe elektroda didominasi struktur ferit batas butir (GF) dan perlit.
Optimasi Keakuratan Dimensi dan Kekasaran Permukaan Potong Material Akrilik dengan Proses Laser Menggunakan Metode Taguchi dan PCR-TOPSIS Nugroho, Adi; Hutama, Adhi Setya; Budiyantoro, Cahyo
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 2, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.2223

Abstract

 Laser machines are widely used in various types of industries, both in the manufacturing industries and in the craft/creative industries. Laser machines are often used to cut and engrave objects that have difficult material and contour properties that conventional machines cannot do. Acrylic materials are often found in the craft and creative industries that use laser machines. Acrylic materials can be processed into high-value products. There are various kinds of products made from Acrylic which are formed through a laser cutting process, such as key chains, souvenirs, trophies, accessories, merchandise, placards, and creative products. The process of making using a laser machine turns out that there are also problems, such as flatness of the product, and the length of the intersection rate. Based on the literacy, the researcher optimizes several parameters found on laser cutting machines, such as cutting speed, required energy, and nozzle distance. The result is the fineness of the product produced, and the dimensions according to the design. The optimization testing method that used was the Taguchi method which was combined with the PCR (Process Capability Ratio) method, and TOPSIS (Technique for Order Performance by Similarity to Ideal Solution).
Pengaruh Ketebalan terhadap Kekakuan pada Ring Fiksasi Eksternal Tulang Tibia Krisdiyanto, Krisdiyanto
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.3242

Abstract

Fiksasi eksternal adalah perangkat yang digunakan untuk menjaga posisi fracture pada tulang stabil. Perangkat tersebut dipasang di luar soft tissue. Komponen utama fiksasi eksternal terdiri dari pin,clamp, dan rod. Fiksasi eksternal yang menggunakan rod lebih dari dua biasanya menggunakan ring sebagai penghubung. Jumlah rod pada fiksasi eksternal mempengaruhi kekakuan perangkat tersebut. Kekakuan fiksasi eksternal perlu dipertimbangkan agar posisi fracture tetap stabil. Modifikasi kekakuan pada fiksasi eksternal dapat dilakukan dengan memodifikasi dimensi komponen-komponen fiksasi eksternal. Simulasi pemberian gaya pada fiksasi eksternal dapat dilakukan dengan perangkat lunak berbasis finite element. Gaya yang dipakai sebagai beban dan displacement yang terjadi dapat dipakai untuk menghitung kekakuan fiksasi eksternal. Hasil penelitian ini menunjukan hasil simulasi perubahan ketebalan ring fiksasi eksternal akan mempengaruhi kekakuan fiksasi eksternal. External fixation is a device that is used to keep fracture stability. External fixation is placed out of soft tissue. Pin, clamp, and rod are main components of the external fixation. External fixation that consist of two or more rods usually uses ring as connector. The number of rods affect external fixation stiffness. External fixation stiffness should be kept because healing process is affected by fracture stability. External fixation stiffness can be modified by components dimension modifications. Testing simulations of external fixation uses finite element software. Force that used as load and displacement can be used to calculate external fixation stiffness. The results of this research is external fixation ring thickness affects external fixation stiffness.
Pengaruh Arus dan Tegangan Pengelasan SMAW Baja Karbon Rendah Grade A dan Baja Karbon Rendah Grade B terhadap Sifat Mekanik Waaddulloh, Muizzaddin; Sulardjaka, Sulardjaka; Dwi Haryadi, Gunawan
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i2.11450

Abstract

Penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh arus dan tegangan terhadap kekuatan tarik, kekuatan impak, kekerasan dan struktur mikro pada hasil pengelasan baja A242 dan baja A588. Pengelasan SMAW menggunakan elektrode E7016 DC+ polaritas terbalik dan elektrode AWS A5.1 tipe RD 260 diameter 3.2 mm dengan variasi arus pengelasan: 60A, 120A, dan 180A, serta variasi tegangan pengelasan: 20,30 dan 40 dengan kecepatan 50 [mm/min]. Jenis kampuh sambungan yang digunakan yaitu single “V” Groove sudut 60º. Pengujian tarik dilakukan berdasarkan standar ASTM E 8M-04, standar pengujian impak berdasarkan ASTM E23, standar pengujian struktur mikro berdasarkan ASTM E407, dan untuk standar pengujian kekerasan mikro vikers berdasarkan ASTM E92. Setelah melakukan pengujian dan pembahasan diketahui bahwa menggunakan variabel arus dan tegangan yang besar sangat memengaruhi dari hasil nilai kekuatan Tarik dan pengujian impak. Hal tersebut disebabkan oleh faktor adanya perbedaan dalam metode pengelasan dan panas yang diterima (heat input), sehingga memiliki struktur mikro yang berbeda pula. Hasil pengujian struktur mikro juga menghasilkan struktur ferit, pearlit dan juga memperlebar butiran las pada daerah weld metal.
IDENTIFIKASI MECHANICAL PROPERTIES DARI BAHAN DAUR ULANG POLYSTYRENE Taufik Nurhadi; Cahyo Budiyantoro; Harini Sosiati
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 1, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v1i1.2758

Abstract

Polystyrene merupakan material yang umum digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari kemasan makanan, minuman, hingga bidang otomotif. Karena belum adanya sifat mekanis dari bahan daur ulang polystyrene dipasaran, menyebabkan produsen dan pengguna tidak memiliki referensi atau rujukan tentang sifat mekanis dari bahan daur ulang polystyrene. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanis yang diantaranya kuat tarik dan tingkat kekerasan polystyrene murni dan daur ulang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga langkah, yaitu pembuatan spesimen menggunakan mesin injection molding di laboratorium injeksi plastik Teknik Mesin Gedung G6 lantai dasar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pengujian tarik menggunakan alat tensile strain tester dengan ISO 527-2, dan pengujian kekerasannya menggunakan alat hardness tester dengan ASTM D2240 di Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) di jalan Sukonendi, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta. Hasil dari penelitian polystyrene daur ulang ini yaitu tegangan tarik sebesar 324.724 kg/cm2, regangan tarik sebesar 3.089, modulus elastisitas sebesar 77.14 kg/mm2, dan kekerasan sebesar 71.86. Mengacu hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penggunaan polystyrene daur ulang masih layak digunakan sebagai bahan peralatan rumah tangga seperti sendok plastik, piring plastik,dan gelas plastik. Serta hasil pengujian tentang mechanical properties seperti tegangan tarik, regangan tarik, modulus elastisitas dan tingkat kekerasan dari bahan bahan daur ulang polystyrene dapat digunakan sebagai referensi atau rujukan untuk produsen dan pengguna.
Perancangan Injection Blowing Tools dengan Line Slider untuk Mesin Blow Molding dengan Kapasitas Volume 300 Ml Subkhan Nur Ikhsan; Cahyo Budiyantoro; Totok Suwanda; Adi Nugroho
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 2, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.2120

Abstract

Blow molding machine is a machine that used to produced plastic bottle with injection air system to blowing the soft preform (±100℃)  at 7 bar pressure of air. They are two main components in injection blowing tools i.e, injection tools to distribute the high pressure air from compressor to the bottle preform and the line sliders to make a mold cavity can moving when the injection process ongoing and finished. To build the injection blowing tools, they are several main material that use, on the line sliders use the main material of low carbon steel type A36 ( 0,25% - 0,29% C) with strip and plate with force of 360 Ksi ( 250 MPa ), and the injection tools use the main material of Aluminium-alloy 4032 (Al, Si 12,5%, Mg, Cu, Ni) because it easy to make an model or profil with reasonable price. The main material on the shafts holder injector and blow pin use stainless steel 304 with max force of 515 MPa. The process to joint between the components are applying the welding model with fillet type and average on high of the neck weld 3 mm and use electrodes of RD-260 which E6013 electrode class with maximum strength 60 Ksi and use the bolt and nuts which average from material of SS 304 with size M6 - M16. In  the process injection, the ratio of large development due to the process injection ( BUR ) is 4 with the size of a bottle preform long 99 mm thick 2 mm and diameter 26 mm.

Page 10 of 28 | Total Record : 275