cover
Contact Name
Tri Wahyono
Contact Email
wahyonotri25@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hsosiati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur)
ISSN : 25803271     EISSN : 26565897     DOI : 10.18196/jmpm
Core Subject : Engineering,
Jurnal Material DAN Proses Manufaktur focuses on the research and research review in the field of engineering material and manufacturing processes. The journal covers various themes namely Design Engineering, Process Optimization, Process Problem Solving, Manufacturing Methods, Process Automation, Material research and investigation, Advanced Materials, Nanomaterials, Mechanical solid and fluid, Energy Harvesting and Renewable Energy.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
Pengujian Rumah Pengering Daun Kelor dengan Efek Rumah Kaca (Solar Dryer) Melalui Variasi Kecepatan Udara Verdy Ariyanto Koehuana; Kristianus Yosafat Goab; Muhamad Jafri
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 5, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v5i2.13899

Abstract

Proses pengeringan menggunakan pengering surya ultraviolet berupa pengering efek rumah kaca memiliki biaya operasional yang relatif rendah, sehingga berpotensi untuk dikembangkan dalam teknologi pengeringan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji parameter kinetik pengering daun kelor melalui variasi kecepatan udara keluar dari rumah pengering. Berat daun kelor yang akan dikeringkan dibagi rata ke dalam tiga rak pengering di rumah pengering dengan beban pengeringan yang sama yaitu 4,76 kg/m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan variasi kecepatan keluar yaitu 0,5 m/s, 1,0 m/s, dan 1,36 m/s kekurangan energi panas yang cukup untuk mengubah mekanisme perpindahan panas konveksi pada pengering menjadi konveksi paksa. Sedangkan efisiensi pengeringan meningkat dengan bertambahnya kecepatan aliran keluar, karena kondisi saluran masuk yang tidak diatur sehingga aliran udara masuk yang membawa uap air (terutama saat mendung) meningkatkan kelembaban udara di dalam pengering. perumahan termasuk kadar air bahan dan secara bersamaan mengurangi laju pengeringan dan efisiensi rumah pengering.The drying process using an ultraviolet solar dryer in the form of a greenhouse effect dryer has relatively low operating costs, so it has the potential to be developed in food drying technology. This study aims to test the kinetic parameters of the Moringa leaf dryer through variations in air velocity leaving the dryer house. The weight of the Moringa leaves to be dried is divided evenly into three drying racks in the drying house with the same drying load, which is 4.76 kg/m2. The results showed that with variations in the exit velocity, namely 0.5 m/s, 1.0 m/s, and 1.36 m/s, they lacked sufficient thermal energy to change the convection heat transfer mechanism in the dryer into forced convection. While the drying efficiency increases with the increase in the velocity of the outflow, due to the condition of the inlet that is not regulated so that the inlet airflow carrying water vapor (especially when it is cloudy) increases the humidity of the air in the dryer housing including the moisture content of the material and simultaneously reduces the drying rate and efficiency of the dryer housing.
Pengaruh Torefaksi terhadap Pencucian Potassium dalam Konversi Tandan Kosong Kelapa Sawit menjadi Bahan Bakar Padat Ramah Lingkungan Ari Akbariyanto Wenas; Toto Hardianto
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 5, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v5i2.14109

Abstract

Pada tahun 2018, 37,5 juta ton tandan kosong kelapa sawit (TKKS) diproduksi di Indonesia dan berpotensi untuk digunakan sebagai bahan bakar padat. Namun, ada dua masalah utama dalam penggunaan TKKS sebagai bahan bakar padat, yaitu nilai kalor yang rendah dan kandungan kalium yang tinggi. Oleh karena itu, EFB perlu melalui beberapa proses terlebih dahulu yaitu torrefaction dan washing. Namun, ketika torrefaksi dilakukan terlebih dahulu diperkirakan dapat mempengaruhi kinerja pelindian kalium. Metode studi literatur digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh torrefaksi terhadap pelindian kalium TKKS. Penelitian diawali dengan pengumpulan data torrefaction dan leaching dengan perlakuan perendaman dan pengadukan yang dilakukan pada TKKS dari berbagai sumber. Data tersebut kemudian dianalisis dan disimpulkan menjadi 4 zona dekomposisi, yaitu zona rendah (100℃ ≤T200℃ ), zona sedang (200℃ ≤T≤250℃ ), zona tinggi (250℃ T≤330), dan zona ekstrem (T330℃ ). Berdasarkan hasil analisis, TKKS pada zona rendah dan zona sedang dipilih sebagai zona yang sesuai untuk dilakukan torrefaksi pada TKKS karena nilai kalor TKKS dapat mencapai nilai kalor batubara peringkat Lignite A, sedangkan untuk zona sedang telah setara dengan batubara peringkat C sub-bituminus. Berdasarkan nilai kalor yang dapat dicapai dengan mempertimbangkan proses leaching yang tepat untuk diterapkan, torrefaksi pada 200℃  dianggap dapat menghasilkan produk torrefaksi yang optimal untuk TKKS. Kemudian, untuk menurunkan kadar kalium pada zona rendah dan sedang hingga suhu bias 230℃ , perlakuan perendaman terbukti dapat menurunkan kadar kalium rata-rata 52,2%. Untuk mengoptimalkan penurunan kandungan kalium, TKKS perlu direndam pada suhu lingkungan dengan perbandingan air cucian terhadap biomassa 30:1 selama minimal 15 menit.   ABSTRACT In 2018, 37.5 million tons of palm oil empty fruit bunches (EFB) were produced in Indonesia and have the potential to be used as solid fuel. However, there are two main problems in using EFB as a solid fuel, which are low heating value and high potassium content. Therefore, EFB needs to go through several processes first, namely torrefaction and washing. However, when torrefaction is carried out first is thought to be able to affect the potassium leaching performance. The literature study method was used in this study to investigate the influence of the torrefaction on the potassium leaching of EFB. The research is begun by gathering data of torrefaction and leaching by soaked and stirred treatment, carried out on EFB from various sources. Then, the data is analyzed and concluded into 4 decomposition zones, namely the low zone (100℃≤T200℃), the moderate zone (200℃≤T≤250℃), the high zone (250℃T≤330℃), and the extreme zone (T330℃). Based on the results of the analysis, TKKS in the low zone and the moderate zone are selected as the appropriate zone to do torrefaction on EFB because the heating value of EFB could achieve Lignite A rank coal heating value, while for the medium zone has been equivalent to sub-bituminous C rank coal. Based on the heating value that can be achieved while considering the right leaching process to be applied, torrefaction at 200℃ is considered could produce the optimal torrefaction products for EFB. Then, to reduce the potassium content in low and moderate zones to a refractive temperature of 230℃, the soaked treatment has been proven to reduce potassium content by an average of 52.2%. As for optimizing the reduction in the potassium content, EFB needs to be soaked at environmental temperatures with a ratio of washing water to the biomass of 30:1 for at least 15 minutes.
Pengaruh Variasi Temperatur Sinter Terhadap Kualitas Produksi Magnesium AZ31 Dengan Tube Furnace Herlina, Ulin; Yusuf, Muhammad; Sukmana, Irza
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 5, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v5i2.12461

Abstract

Dalam penelitian ini, pengaruh variasi temperatur sinter terhadap sifat fisik dan mekanik magnesium AZ31 diujikan. Bahan dasar dibentuk dari geram bubut Magnesium AZ31 dan dikompaksi sebelum akhirnya dilakukan proses sintering dengan alat tube furnace. Proses sintering dilakukan pada berbagai temperatur yang dipilih, yaitu: 400oC, 450oC, 500oC, dan 550oC. Suhu sinter 400oC menghasilkan densitas tertinggi sebesar 1,82 gram/cm3 dan porositas terendah 0,54%, sedangkan suhu sinter 550oC menghasilkan densitas terendah sebesar 1,70 gram/cm3 dan porositas tertinggi 6,88%. Selanjutnya, angka kekerasan tertinggi adalah 41,49 kgf pada suhu sinter 400oC dan terendah 21,74 pada suhu sinter 550oC. Angka densitas dan kekerasan suhu 400oC tersebut disebabkan oleh ukuran butir paduan magnesium yang relatif besar dan memanjang dengan kerapatan yang baik dibandingkan yang lain, sesuai pengamatan gambar struktur mikro sample. Berdasarkan hasil uji scanning electron microscopy (SEM) dan energy dispersive        X-Ray analysis (EDX), ditemukan adanya retakan produk hasil sinter pada suhu 550oC. Hasil penelitian ini menunjukkan semakin tinggi suhu sinter, semakin kecil dan banyak pori yang terbentuk sehingga menyebabkan nilai densitas dan kekerasan yang menurun. Berdasarkan hasil yang didapat, selanjutnya dapat dilakukan pengujian menggunakan alat cor tekan (squeeze casting) untuk meningkatkan kualitas sifat mekanik dan fisik produk pengecoran magnesium AZ31.
Karakteristik Perubahan Temperatur Bagian Pendingin Selama Sirkulasi Alam untuk Kondisi Tunak pada Untai Uji FASSIP-02 A.R, Esa Putra; Giarno, Giarno; P, Adhika Enggar; K, G.B. Heru; A.A, Andrea Shevaladze; Juarsa, Mulya
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 5, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v5i2.14064

Abstract

Tangki pendingin merupakan salah satu bagian dari fasilitas FASSIP-02 Test Loop Strand yang merupakan sistem pendingin untuk melepaskan panas ke lingkungan. Fasilitas eksperimental skala besar FASSIP-02 Test Loop Strand dibangun untuk pengembangan sistem keamanan berbasis pendinginan pasif yang memanfaatkan aliran sirkulasi alami. Salah satu hal yang menarik untuk dibahas adalah proses pemanasan, tunak, dan pendinginan yang terjadi pada bagian pendinginan selama percobaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik historis dari perubahan suhu selama proses transien pemanasan, keadaan tunak, dan transien pendinginan di bagian pendinginan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan perubahan kondisi awal setting temperatur air pada bagian pemanasan bervariasi dari 40 0C, 50 0C dan 60 0C. Semua pengukuran dilakukan selama 24 jam menggunakan sistem akuisisi data instrumentasi nasional dengan sampling rate 1 data per detik. Percobaan dilakukan dengan cara memanaskan suhu air di dalam heater sampai mencapai setting suhu yang ditentukan, kemudian mempertahankan suhu pada keadaan tunak selama 5 jam. Selanjutnya, daya listrik ke pemanas dimatikan dan sistem dibiarkan dingin secara alami saat merekam data. Hasil yang diperoleh setelah data percobaan diolah dengan program grafik Orgin 8, dimana diperoleh waktu yang diperlukan untuk mencapai kondisi tunak pada berbagai temperatur 40 0C, 50 0C dan 60 0C adalah 1291 detik, 2392 detik dan 3504 detik, masing-masing. Perubahan temperatur antara inlet dan outlet pada cooler berturut-turut adalah 5,43 0C, 9,67 0C dan 12,62 0C.   ABSTRACT The cooling tank is one part of the FASSIP-02 Test Loop Strand facility which is a cooling system to release heat to the environment. The FASSIP-02 Test Loop Strand large-scale experimental facility was built for the development of passive cooling based safety systems utilizing natural circulating flows. One of the interesting things to discuss is the heating, steady and cooling proCesses that occur in the cooling section during the experiment. The aim of the study was to obtain historical characteristics of temperature changes during the heating transient proCess, steady state and cooling transients in the cooling section. The research method was carried out experimentally with changes in the initial conditions of setting water temperature in the heating section variation from 40 0C, 50 0C and 60 0C. All measurements were carried out for 24 hours using the national instrumensasit data acquisition system with a sampling rate of 1 data per second. The experiment was carried out by heating the water temperature in the heater until it reached the specified temperature setting, then maintaining the temperature at steady state for 5 hours. Next, the electrical power to the heater is turned off and the system is allowed to cool naturally while recording data. The results obtained after the experimental data were proCessed with the Orgin 8 graph program, where it was obtained that the time required to reach steady conditions at various temperatures of 40 0C, 50 0C and 60 0C were 1291 seconds, 2392 seconds and 3504 seconds, respectively. Changes in temperature between the inlet and outlet in the cooler are 5.43 0C, 9.67 0C and 12.62 0C, respectively.
Pengaruh Feed Rate dan Kecepatan Putar Pin Tool Friction Stir Welding (FSW) terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Aluminium 5052 Muhammad Budi Nur Rahman; Aris Widyo Nugroho; Bayu Satriya Wardhana
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 2, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.2224

Abstract

AbstrakFriction Stir Welding (FSW) adalah proses pengelasan yang memanfaatkan alat bundar yang menimpa dua potong pelat yang akan disambung. Hasil pengelasan dipengaruhi oleh input panas yang dihasilkan antara alat pin dan bahan las. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh laju umpan dan rotasi alat pin FSW terhadap sifat mekanik Aluminium 5052. Lembaran logam dihubungkan dengan metode FSW dengan variasi laju umpan 20, 60, 120 , 180 mm/menit dan rotasi pin tool 1500, 2500, 360 rpm menggunakan holder cylinder tool pin dengan panjang 22mm dan 4mm. Pengujian mekanis yang dilakukan adalah uji tarik, uji kekerasan Vickers mikro dan pengamatan struktur mikro menggunakan mikroskop optik dan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin cepat laju umpan, kekuatan tarik semakin rendah, tetapi regangan tarik meningkat. Pada laju umpan 600 mm/menit, kekuatan tarik diperoleh 187 MPa dengan regangan 12,4% dan laju umpan 180 mm/menit kuat tarik 103 MPa dengan regangan 3,17%. Rotasi lebih cepat dari alat pin, kekuatan tarik meningkat, koneksi solid dan menyatu, dan pada 1500 rpm kekuatan tarik dari 112 MPa menjadi 207 MPa pada 3600 rpm. Semakin besar laju umpan dan rotasi alat pin, nilai kekerasan meningkat di mana tingkat umpan 20 mm/menit kekerasan 44,8 VHN menjadi 86,4 VHN pada laju umpan 120 mm/menit, sedangkan alat putaran pin 1500 Kekerasan rpm 51,3 VHN menjadi 69,6 VHN pada 3.600 rpm. AbstractFriction Stir Welding (FSW) is a welding process that utilizes a round tool that impinges on the two pieces of pelates that will be spliced. Welding results are influenced by heat input which is generated between the pin tool with the material of the weld. The purpose of the research was to determine the influence of feed rate and rotation of the pin tool of the FSW on mechanical properties of Aluminum 5052. Metal Sheet connected with the method of the FSW with the variation of the feed rate 20, 60, 120, 180 mm/minute and rotation of the pin tool 1500, 2500, 360 rpm using the holder cylinder 22mm long pin tool 4mm. Mechanical testing carried out are tensile test, hardness test micro Vickers and microstructure observation using optical microscope and SEM. The results showed that the faster the feed rate then the tensile strength more low however, the tensile strain increased. At feed rate of 600 mm/minute tensile strength obtained 187 MPa with a strain of 12.4% and a feed rate of 180 mm/minute tensile strength of 103 MPa with a strain of 3.17%. The Faster rotation of the pin tool, the tensile strength increases, the connection is solid and fused, where at 1500 rpm tensile strength of 112 MPa to 207 MPa at 3600 rpm. The greater the feed rate and rotation of the pin tool then the value of hardness is increasing where the feed rate of 20 mm/minute hardness by 44.8 VHN to 86.4 VHN at a feed rate of 120 mm/minute, while the round pin tool 1500 rpm hardness of 51.3 VHN become 69,6 VHN at 3600 rpm
Deteksi Cacat Bantalan Poros Engkol Motor Pembakaran dalam Menggunakan Spektrum Envelope Berli Paripurna Kamiel
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.3243

Abstract

Bantalan poros engkol adalah salah satu komponen penting pada motor pembakaran-dalam (IC engine) yang dapat mengalami cacat akibat pembebanan berulang dan temperatur tinggi. Kerusakan bantalan menyebabkan penurunan kinerja mesin yang jika tidak segera dilakukan tindakan perawatan dapat mengakibatkan kerusakan total. Analisis spektrum getaran adalah teknik utama yang digunakan untuk mendeteksi cacat bantalan. Namun demikian, spektrum tidak efektif untuk mendeteksi cacat bantalan di mesin-mesin pembakaran-dalam karena menghasilkan background noise yang sangat besar sehingga menutup amplitudo getaran bantalan. Penelitian ini mengusulkan prosedur pre-processing sinyal getaran untuk mengeliminasi frekuensi-rendah-amplitudo-tinggi dan menguatkan amplitudo dari frekuensi bantalan. Penelitian ini menerapkan analisis envelope pada bantalan poros engkol motor pembakaran dalam 2 langkah. Eksperimen pada rig uji menggunakan 3 kondisi bantalan single row dari Danmotor yaitu bantalan normal (tidak cacat), cacat lintasan dalam ukuran 0,25 mm dan 0,50 mm. Kecepatan poros dijaga konstan pada variasi 1500 RPM dan 2000 RPM. Sensor akselerometer diletakkan pada blok mesin dekat dengan lokasi poros engkol untuk merekam sinyal getaran menggunakan kecepatan sampling 51200 Hz. Hasil penelitian menunjukan bahwa spektrum tidak dapat mendeteksi cacat bantalan untuk semua ukuran cacat dan kecepatan poros sedangkan spektrum envelope berhasil menampilkan BPFI dan side band yang dapat digunakan untuk mendeteksi cacat bantalan dan menentukan level cacatnya. A bearing on the crankshaft is one of critical component of the IC engine which may fault due to cyclic loading and high temperature. The vibration spectrum analysis is the main technique used to detect faulty bearings. However, it is not effective because IC engine produces a very large background noise which immerses bearing vibration amplitude. The study proposes a signal pre-processing procedure to eliminate low-frequency high-amplitude vibration and magnifies the amplitude of the bearing frequency. This paper applies envelope analysis on crankshaft bearings of two-strokes IC engine. The experiments on the test rig uses 3 condition of single row bearing from Danmotor i.e. normal bearing (healthy), inner race fault of 0,25 mm and 0,50 mm. The shaft speed of 1500 RPM and 2000 RPM is used during experiment. An accelerometer sensor is placed on the engine block near the location of the crankshaft to record vibration signals using 51200 Hz sampling rate. The result shows that spectrum fails to detect faulty bearing for all size defects and shaft speed. Meanwhile, envelope spectrum shows obvious BPFI and its side bands which can be used to detect and localize bearing fault.  
Pengaruh Beda Temperatur Proses Injeksi Terhadap Sifat Mekanis Bahan Polypropylene (PP) Daur Ulang Jamirul Hakim; Johanes Wawan Joharwan; Martinus Heru Palmiyanto
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i2.10758

Abstract

Polypropylene merupakan salah satu bahan plastik yang umum digunakan pada kemasan makanan dan peralatan rumah tangga karena sifat materialnya yang padat dan keras. Produk berbahan plastik memiliki dampak yang buruk terhadap lingkungan dalam pemakaian. Penggunaan plastik yang meningkat dapat menimbulkan dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan dan sampah plastik, yang membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa hancur dan terurai. Oleh karena itu, diperlukan penelitian tentang penggunaan bahan daur ulang dalam pembuatan produk plastik polypropylene dengan suhu injeksi yang bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perbedaan temperatur injeksi memengaruhi sifat mekanik dan fraktografi bahan polypropylene daur ulang.Penelitian ini dilakukan dengan membuat spesimen multipurpose yang sama dengan ISO 294-1:2012 dengan material polypropylene daur ulang 2 kali dan proses fabrikasi mesin injection molding dengan kapasitas pencekaman 70 ton dengan material polypropylene daur ulang 2 kali. Pengujian yang dilakukan menggunakan uji tarik dengan ISO 527–1 dan uji impak dengan metode Charpy ISO 179. Uji impak patahan dianalisis dengan mikroskop optik digital untuk mengetahui fraktografi patahan spesimen.Hasil dari penelitian ini mendapatkan nilai kuat tarik maksimal pada temperatur injeksi 190℃ sebesar 33,2 MPa, nilai kuat tarik terakhir pada temperatur injeksi 220℃ sebesar 32,7 MPa dan nilai kuat tarik terakhir pada temperatur injeksi 250℃ sebesar 33,1 MPa. Nilai maksimal uji impak pada temperatur injeksi 190°C sebesar 3,04 KJ/m2, nilai kuat impak pada temperatur injeksi 220°C sebesar 2,72 KJ/m2 dan nilai kuat impak pada temperatur injeksi 250°C sebesar 1,77 KJ/m2. Hasil pengamatan mikroskop optik digital menunjukkan bahwa fraktografi pada spesimen PP daur ulang variasi temperatur injeksi 190°C, 220°C, dan 250°C tidak terlalu berbeda ada void (berongga) di setiap spesimen hasil patahan uji impak. Void (berongga) pada spesimen dapat menurunkan nilai mekanisnya didukung dari hasil uji mekanis. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur dan penggunaan material yang semakin banyak di daur ulang maka akan menurun kualitas dari material tersebut.
OPTIMALISASI PARAMETER PROSES INJEKSI PADA HDPE RECYCLE MATERIAL UNTUK MEMPEROLEH MINIMUM SINK MARKS MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE TAGUCHI wiwin Irmawan; Cahyo Budiyantoro; Harini Sosiati
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v1i2.2837

Abstract

Hasil produk plastik yang diperoleh dari bahan baku HDPE daur ulang banyak menghasilkan cacat produk dibandingkan produk plastik yang menggunakan HDPE baru.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan kondisi yang optimal pada proses injection molding berupa parameter proses untuk memperoleh minimum sink marks dengan pedekatan DOE (Design of experiment) Taguchi dan mengetahui parameter yang sesuai untuk meminimalkan cacat sink marks di HDPE daur ulang dengan menggunakan parameter proses holding time, holding pressure, back pressure, dan injection pressur. Hasil Penelitian menunjukan bahwa dari percobaan ke 9 berdasarkan desain faktorial yaitu dengan variasi holding time level 3, holding pressure level 3, Back pressure level 2, dan Injection pressure level 1 diperoleh nilai sink marks minimum sebesar 0,2 mm dari 9 percobaan yang dilakukan.
Optimalisasi Parameter Proses Injeksi Menggunakan Simulasi Moldflow untuk Meminimalkan Cycle Time dan Eliminasi Short Shot pada Produk Tempat M. Choirul Anwar; Cahyo Budiyantoro; Thoharudin Thoharudin
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 2, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.2121

Abstract

Plastic materials in the manufacture of food and household appliances have been widely used by the public. Various forms and functions have been made, one of which is using an injection molding machine. With an injection molding machine a packaging design or a fairly complex household appliance can be produced. One of the products that the market is interested in is a traditional rice container. This traditional rice container product uses polypropylene material. In this rice container production process there are several problems, namely the cycle time that is too long and the occurrence of short shots on the product. Of these problems, simulations and optimizations that have been carried out provide better results. Optimization carried out in this study is the process parameters using moldflow simulation. Confirmation based on S / N Ratio analysis, ANOVA on the best parameters, after the optimization simulation is obtained from the previous time 172.59 seconds to 23.88 seconds. Short shot and cavity weight obtained increased from 96.99 grams to 99.36 grams.
Kontur Tekanan dan Kecepatan Aliran Fluida Pada Pompa Hydraulic-Ram Sukamta Sukamta; Binanda Braja Mahendra S; Krisdiyanto Krisdiyanto; Ongky Janalto; Wursito Adi Priambodo
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 3, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.3138

Abstract

AbstrakKarakteristik aliran fluida sangatlah penting diprediksi agar dapat dilakukan upaya pencegahan dini terhadap kerusakan yang terjadi pada saluran perpipaan. Salah satu metode yang tepat untuk memprediksi karakteristik aliran tersebut adalah Computational Fluid Dynamics (CFD). Metode ini sangat cocok digunakan untuk melakukan analisis sebuah sistem yang rumit dan sulit dipecahkan dengan perhitungan manual. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui fenomena aliran yang terjadi pada pompa Hydram dengan simulasi numerik menggunakan software ANSYS Fluent 19 R2 academic. Simulasi ini dilakukan pada pompa Hydram berdiameter tabung 8 inch dan panjang pesat 7,3 m. Simulasi pada kondisi transien ini dilakukan dengan menggunakan metode layering mesh dinamis. Hasil simulasi menunjukkan karakteristik aliran fluida di dalam pompa Hydram dengan kontur tekanan yang tidak merata tetapi terkonsentrasi pada titik tertentu. Tekanan di area badan pompa lebih tinggi daripada di area tabung, perbedaan tekanan disebabkan oleh gerakan katup dan perbedaan diameter pipa. Kecepatan aliran pada pipa pesat sangat berpengaruh pada tekanan yang dihasilkan, dan hal ini akan mempengaruhi head pompa Hydram juga akan meningkat. AbstractIt is important to predict the characteristics of the fluid flow so that early prevention efforts can be made. An appropriate method for predicting the flow characteristics is Computational Fluid Dynamics (CFD). This method is suitable for analyzing complex systems that are difficult to solve using manual calculations. This research was conducted to determine the flow phenomenon that occurs in Hydram pumps with numerical simulations using ANSYS Fluent 19 R2 academic software. This simulation was carried out on a Hydram pump with a diameter of 8 inches and a pipe length of 7.3 m. Simulations on these transient conditions are carried out using the layering dynamic mesh method. The simulation result in the fluid flow characteristics at Hydram pump with uneven pressure contours but concentrated at a certain point. Pressure in the pump body area is higher than that in the tube area, the pressure difference is caused by the movement of the valve and the difference in pipe diameter. The flow velocity on the pipe is very fast influencing the pressure generated, and this will affect the Hydram pump head will also increase.