cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Early Warning System pada Perubahan Klinis Pasien terhadap Mutu Pelayanan Rawat Inap Hidayat, Dian Indriani; Agushybana, Farid; Nugraheni, Sri Achadi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.37842

Abstract

ABSTRAK Early Warning System (EWS) pada perubahan klinis pasien merupakan sistem informasi asuhan pasien untuk mendukung pengambilan keputusan klinis. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan keluaran klinis sebelum dan sesudah penerapan EWS terkait tingkat penggunaan sistem di RS X. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif. Data diambil dari audit tingkat penggunaan EWS dalam 19.810 sampel rekam medik pasien rawat inap dan dari data statistik rumah sakit. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan yang baik dari EWS di RS X hanya sebesar 22,81%. Belum didapatkan perbedaan signifikan Net Death Rate (NDR) dan Length of Stay (LOS) pasien sesudah penerapan EWS (p=0,862 and p=0,105; CI 95%). Peningkatan aktivasi Kode Biru dan penurunan admisi HCU yang signifikan sesudah penerapan EWS (p=0,001 dan p=0.038; CI 95%) berkebalikan dari hasil yang diharapkan. Penurunan signifikan admisi ICU sesudah implementasi EWS (p=0,013; CI 95%), dikaitkan dengan rendahnya tingkat penggunaan EWS di RS X, masih dapat disebabkan oleh faktor lain diluar EWS. Tanpa penerapan EWS yang baik, dampak positif terhadap mutu pelayanan rawat inap belum dapat tercapai. ABSTRACT Early Warning System (EWS) in patient clinical change is a patient care information system to support clinical decision making. The study aimed to compare patient outcomes before and after EWS implementation according to system usage level in X Hospital. The study was an analytic comparative research. Data collected from EWS usage level audit in 19,810 samples of inpatient medical records and hospital statistic data. The result showed that proper usage of EWS in X Hospital ward was 22.81%. There was no significant difference about Net Death Rate and patient length of stay in X hospital (p=0,862 and p=0,105; CI 95%). Significant increase of Code Blue activation and decrease in HCU admission after EWS implementation (p=0,001 and p=0,038; CI 95%) was contrary to the expected results. A significant decrease in ICU admission after EWS implementation (p=0,013; CI 95%), related to low proper usage of EWS in X Hospital, can be caused by factors other than EWS. Without a good EWS implementation, positive impact to hospital ward service quality cannot be reached. Keywords: Hospital Service Quality; Inpatient; Early Warning System
Pengetahuan terkait Usaha Pencegahan Coronavirus Disease (COVID-19) di Indonesia Syakurah, Rizma Adlia; Moudy, Jesica
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.37844

Abstract

ABSTRAK COVID-19 telah menjadi masalah kesehatan dunia.WHO resmi menyatakannya sebagai suatu pandemi pada 11 Maret 2020. Secara global sampai dengan 15 April 2020, kasus terkonfirmasi mencapai 1.991.275 kasus yang tersebar di 205 negara dan 2 transportasi internasional, dengan 127.147 kematian. Besarnya angka kejadian COVID-19 disertai oleh luasnya informasi mengenai penyakit ini, tetapi masih banyak terdapat disinformasi dan misinformasi di masyarakat yang berujung dengan kepanikan berlebihan dan penolakan dalam mengikuti rekomendasi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai gambaran pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap usaha pencegahan COVID-19 serta hubungan di antara variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 1096 dari seluruh Indonesia melalui kuesioner online yang disebarkan sejak 5 Februari 2020 hingga 22 Maret 2020. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap (p=0,000) dan pengetahuan dengan tindakan individu (p=0,000). Usaha pencegahan COVID-19 dipengaruhi pengetahuan masyarakat Indonesia. Pemberian pengetahuan yang spesifik, valid, dan tepat sasaran dapat meningkatkan perilaku usaha pencegahan masyarakat terhadap infeksi COVID-19. ABSTRACT COVID-19 had become a global health problem. WHO officially stated this disease a pandemic on March 11, 2020. Globally up to April 15, 2020, there were 1.991.275 confirmed cases in 205 countries and 2 international transportation, with 127.147 deaths. The magnitude of the COVID-19 incidence was accompanied by extensive information about the disease, but there were still a lot of disinformation and misinformation in the community which resulted in excessive panic and refusal to follow government recommendations. This study aimed to assess the description of knowledge Indonesia people about prevention efforts COVID-19 infection and the relationship between variables. This study used an observational analytic method with cross-sectional study design. There was a significant relationship between knowledge with attitudes (p = 0,000), and knowledge with actions individual (p = 0,000). COVID-19 prevention efforts were influenced by knowledge Indonesia people. Providing specific knowledge, valid, and on target was able improve the behavior of community prevention efforts about COVID-19 infection. Keywords: COVID-19, knowledge, attitude, action
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga Ichsan, Chadori
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.37888

Abstract

ABSTRAK Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan salah satu program dari agenda ke-5 Nawa Cita, dengan tujuan yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Menurut Aplikasi Keluarga Sehat per 3 Oktober 2018 jumlah keluarga yang telah dikunjungi oleh tim pelaksana PIS-PK sebanyak 17.651.605 keluarga atau hanya 26,80% dari jumlah keluarga di Indonesia. Hal tersebut masih jauh dari target cakupan kunjungan keluarga nasional yang menargetkan 100% cakupan kunjungan keluarga. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam (indepth interview). Informan dipilih secara purposive sesuai dengan kebutuhan penelitian. Data disajikan melalui uraian singkat (narasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada beberapa kekurangan dalam hal input, proses, maupun output PIS-PK. Diantaranya persiapan yang kurang matang, kurangnya sarana prasarana, hingga pelaksanaan intervensi yang belum maksimal. Saran dari penelitian ini yaitu baik puskesmas ataupun diinas kesehatan setempat dapat melakukan persiapan dengan matang dan menyediakan sarana prasarana yang memadai sehingga baik pelaksanaan maupun pelaporan dapat berjalan dengan baik. ABSTRACT The Healthy Indonesia Program with the Family Approach (PIS-PK) is one of the programs from the 5th agenda of Nawa Cita, with the aim of improving the quality of life of Indonesian people. According to the Healthy Families Application as of 3 October 2018 the number of families visited by the PIS-PK implementing team was 17,651,605 families or only 26.80% of the number of families in Indonesia. This is still far from the target coverage of national family visits which target 100% coverage of family visits. This type of research is qualitative research. Data retrieval techniques using in-depth interviews (indepth interview). Informant is chosen purposive according to research needs. Data is presented through a brief description (narrative). The results showed that there were still some shortcomings in terms of PIS-PK inputs, processes and outputs. Among the less mature preparations, lack of infrastructure, to the implementation of interventions that have not been maximized. The advice of this research are that both puskesmas or local health offices can prepare properly and provide adequate infrastructure so that both implementation and reporting can run well.
Program Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis di Puskesmas Chomaerah, Siti
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.37932

Abstract

ABSTRAK Penemuan kasus Tuberkulosis di Kota Semarang dari tahun 2016 sampai 2018 mengalami peningkatan. Keberhasilan pengobatan Kota Semarang selama 5 tahun terakhir belum mencapai target nasional (90%). Capaian terendah penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan TB yaitu Puskesmas Purwoyoso (9,65%) dan Puskesmas Karangmalang (5,31%). Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi pelaksanaan program P2TB di Puskesmas berdasarkan Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan September hingga November 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi Puskesmas Purwoyoso dan Puskesmas Karangmalang belum menyeluruh dan jumlah media komunikasi yang digunakan belum mencukupi. Jumlah kader TB terlatih di kedua wilayah Puskesmas masih terbatas. Pelaporan di kedua Puskesmas masih terhambat oleh provider. Peran serta masyarakat di kedua wilayah Puskesmas belum optimal. Simpulan penelitian adalah kegiatan penanggulangan tuberkulosis, sumber daya, sistem informasi, koordinasi, jejaring kerja dan kemitraan sudah dilaksanakan sesuai dengan pedoman pengendalian tuberkulosis tetapi peran serta masyarakat belum sesuai dengan pedoman. ABSTRACT The discovery of Tuberculosis cases in Semarang City from 2016 to 2018 has increased. The successful treatment of Semarang City for the past 5 years has not yet reached the national target (90%). The lowest achievement of case finding and the success of TB treatment were Puskesmas Purwoyoso (9.65%) and Puskesmas Karangmalang (5.31%). The purpose of study was to evaluate the implementation of the P2TB program at the Puskesmas based on Tuberculosis Control Guidelines 2016. The type of research was qualitative with descriptive methods. The study was conducted in September to November 2019. The results showed that the socialization of two Puskesmas was not comprehensive and total of communication media used was insufficient. Total of TB cadres trained is limited. Reporting in both Puskesmas still hampered by providers. Community participation in the two Puskesmas areas is not optimal. The conclusion of the research is tuberculosis prevention activities, resources, and information system, coordination, networking, and partnership implemented accordingly with tuberculosis control guidelines but community participation is not in accordance with guidelines. Keywords: Evaluation, P2TB Program, Puskesmas
Penerapan Simulasi Evakuasi Kebakaran di Sekolah Luar Biasa Wijayanti, Aprilia
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.37967

Abstract

ABSTRAK Diseluruh dunia hanya 20% penyandang disabilitas bisa menyelamatkan diri, dan di Indoneisa sendiri diperkirakan jumlah anak–anak disabilitas dari usia 2–17 tahun sebanyak 1.904.298 atau 2,52% dari total populasi usia 2-17 tahun.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap siswa SLB Negeri Semarang sebelum dan sesudah diberi simulasi evakuasi kebakaran.Jenis penelitian ini kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest–postest. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari–Febuari di SLB Negeri Semarang. Teknik pengambilan sampling dengan Probability Samplingdan teknik sampel Disproportionate Startified Random Sampling. Populasi sebanyak 545 siswa dan sampel minimal 85 siswa dan penambahan 20% untuk drop out. Instrumen yang digunakan kuesioner pre tes-pos tes dengan analisi data menggunakan uji paired T tes dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa SDLB, SMPLB, SMALB A,B,C,D mengalami peningkatan signifikan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberi simulasi evakuasi kebakaran. Tidak mengalami peningkatan signifikan antara pengetahuan dan sikap pada siswa SMPLB-B. ABSTRACT Around the world only 20% of people with disabilities can save themselves, and in Indonesia alone it is estimated that the number of children with disabilities from the age of 2-17 years is 1,904,298 or 2.52% of the total population aged 2-17 years. The purpose of this study is to find out increased knowledge and attitudes of Semarang State SLB students before and after being given a fire evacuation simulation. This type of research is quantitative pre-experimental with one group pretest-posttest design. This research was conducted in January-February in Semarang State SLB. Sampling technique with Probability Sampling and Disproportionate Startified Random Sampling technique. The population was 545 students and the sample was a minimum of 85 students and an additional 20% to drop out. The instrument used was a pre-test post-test questionnaire with data analysis using the paired T test and Wilcoxon. The results showed that SDLB, SMPLB, SMALB A, B, C, D students experienced a significant increase in knowledge and attitudes before and after being given a fire evacuation simulation. Did not experience a significant increase between knowledge and attitudes in SMPLB-B students.
Determinan Selisih Biaya Riil dan Tarif INA CBG’s pada Pasien Jantung Koroner Nisa, Bunga Ifatun; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i1.37998

Abstract

AbstrakJantung koroner adalah penyakit akibat gangguan fungsi jantung dimana otot jantung kekurangan suplai darah disebabkan adanya penyempitan pembuluh darah koroner. Kasus jantung di RSUD Tugurejo tahun 2019 sebanyak 339 pasien dan menghabiskan biaya INA CBGs sebanyak Rp. 2.386.990.000. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan biaya riil dengan tarif INA CBGs, dan faktor-faktor yang mempengaruhi biaya riil. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari sampai Februari 2020. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method, dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 85 pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengumpulan data dan pedoman wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis one sample t-test, dan uji anova. Hasil uji statistik (p=0,00) terdapat ketidaksesuaian antara total biaya riil dan tarif INA CBGs Faktor-faktor yang berpengaruh adalah usia, tingkat keparahan, kelas perawatan, lama hari rawat, dan jumlah prosedur. AbstractCoronary heart disease is a disease due to impaired heart function where the heart muscle lacks blood supply due to the narrowing of the coronary arteries. Heart cases in Tugurejo District Hospital in 2019 were 339 patients and cost the INA CBGs Rp. 2,386,990,000. The purpose of this study is to determine the difference in real costs with INA CBG rates, and the factors that affect real costs. This research was conducted from January to February 2020. This study was an mixed method, with a cross sectional approach. A sample of 85 patients. The instrument used was the data collection sheet and interview guidelines. Data were analyzed using descriptive analysis, one sample t-test analysis, and ANOVA test. Factors influencing were age, severity, care class, length of stay, and number of procedures. Statistical test results (p = 0.00) there is a mismatch between total real costs and INA CBG tariffs.
Keikutsertaan Masyarakat dalam Jaminan Kesehatan Nasional Mandiri Darmayanti, Laila Dwi; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.38011

Abstract

Abstrak Cakupan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional di Kelurahan Susukan pada awal tahun 2020 sebanyak 68,13%. Dibandingkan dengan desa lain diwilayah kerja Puskesmas Kalongan, Kelurahan Susukan memiliki cakupan kepesertaan JKN terkecil. Perlu adanya peningkatan cakupan pada jenis peserta JKN non PBI mandiri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan masyarakat dalam JKN mandiri. Jenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 104 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square dan uji fisher (α=0,05) dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (RP=4,8; 95% CI=2,1-10,7), tingkat pengetahuan (RP=1,6; 95% CI=1,1-2,2), pekerjaan (RP=1,8; 95% CI=1,2-2,7), tingkat pendapatan (RP=2,2; 95% CI=1,6-2,9), informasi (RP=2,6; 95% CI=1,5-4,5), dan dukungan sosial (RP=1,9; 95% CI=1,5-2,7) berhubungan dengan keikutsertaan masyarakat dalam JKN mandiri. Saran penelitian ini adalah untuk memperluas penyebaran informasi tentang program JKN. Melalui sosialisasi maupun media informasi lain yang tepat dan rutin. Abstract ` Coverage of membership in The National Health Insurance program in the Susukan Village in early January 2020 was 68,13%. Compared to other villages in the working area of Kalongan primary healthcare, The Susukan Village has the lowest coverage. There needs to be an increase in the coverage of independent JKN participants. The purpose of this study was to determine the factors associated with community participation in independent JKN. The research was unmatched cross sectional study. Samples were 104 peoples using purposive sampling technique. The instrument used was structured questionnaire. Data were analyzed with chi square test and fisher test using SPSS. Results showed that level of education (RP=4,8; 95% CI=2,1-10,7), knowledge level (RP=1,6; 95% CI=1,1-2,2), profession (RP=1,8; 95% CI=1,2-2,7), income level (RP=2,2; 95% CI=1,6-2,9), information (RP=2,6; 95% CI=1,5-4,5) and social support (RP=1,9; 95% CI=1,5-2,7) related to community participation in independent JKN. This research suggestion is to expand information dissemination. Trough socialization and other information precisely and regularly.
Dukungan dan Persepsi terhadap Perilaku Pencegahan Komplikasi Kehamilan Sriatmi, Ayun; Jati, Sutopo Patria; Budiyanti, Rani Tiyas
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.38056

Abstract

ABSTRAK Tidak semua ibu peserta Kelas Ibu Hamil (KIH) melakukan praktik pencegahan komplikasi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Ada kesenjangan persepsi dengan belum optimalnya praktik pencegahan komplikasi. Tujuan penelitian melihat pengaruh faktor dukungan dan persepsi terhadap perilaku pencegahan komplikasi peserta KIH. Merupakan studi kuantitatif berdesain cross-sectional. Populasi peserta KIH di Kota Semarang dengan sampel 120 orang. Pengumpulan data melalui wawancara, selanjutnya dianalisis secara parsial dan simultan dengan rank-spearman test dan regresi logistik berganda. Persepsi berhubungan dengan pengetahuan, sikap dan praktik. Dukungan fasilitator berkorelasi dengan pengetahuan dan sikap, namun tidak dengan praktik. Dukungan keluarga/masyarakat hanya berkorelasi dengan praktik. Sikap secara simultan dipengaruhi dukungan fasilitator dan pengetahuan (OR=1,444 dan OR=1,226), sedangkan praktik dipengaruhi dukungan keluarga/masyarakat (OR=2,239), persepsi (OR=1,540) dan dukungan fasilitator (OR=0,692). Sikap bukan pembentuk langsung praktik, karena lebih ditentukan persepsi yang terbentuk dari keikutsertaan KIH dan dukungan fasilitator. Persepsi dan dukungan mempengaruhi perilaku pencegahan komplikasi kehamilan. Dukungan keluarga/masyarakat adalah faktor pengaruh dominan sekaligus faktor penguat. Melalui sosialisasi, pendampingan dan konseling dari tenaga kesehatan, serta penguatan dari keluarga/masyarakat dapat meningkatkan perilaku pencegahan komplikasi kehamilan. ABSTRACT Not all mothers participating in Antenatal-Classes practiced the prevention of pregnancy complications according to the health worker’s advice. There was perception gap with the not yet optimal complication prevention practice. The study purpose was analysing the effect of supporting factors and perception to preventive behavior of complications. The quantitative study with cross-sectional design. Population was AC-participants in Semarang city with 120 samples. Data collected through interviews, analyzed partially and simultaneously with rank-spearman test and multiple logistic regression. Perception was related to knowledge, attitudes and practices. Facilitator support was correlated with knowledge and attitude. Family/community support only correlated with practices. Attitudes were simultaneously influenced by facilitator support and knowledge (OR=1.444 and OR=1.226), while practice was influenced by family/community support (OR=2.239), perception (OR=1.540) and facilitator support (OR=0.692). Practice was not directly caused by attitude, because it was determined more by perceptions that were formed from participation in AC and facilitator support. Perception and support influenced the complications preventive behavior. Family/community support were a dominant influencing and reinforcing factor. Through socialization, assistance and counseling from health workers and strengthening from family/community could improving the pregnancy complications preventive behavior. Keywords: Pregnancy complications, Health behavior, Antenatal Classes
Pemenuhan Gizi dari Penyelenggaraan Makan Siang Sekolah dan Konsentrasi Siswa Sekolah Dasar Palupi, Ika Ratna; Rachmawati, Vivi Nandya; Prawiningdyah, Yeni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.38344

Abstract

Penyelenggaraan makan siang di sekolah full-day diharapkan dapat menunjang kemampuan kognitif dan konsentrasi siswa yang menjalani kegiatan belajar-mengajar selama delapan jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan energi dan zat gizi dari penyelenggaraan makan siang di sekolah dan hubungannya dengan konsentrasi siswa sekolah dasar. Penelitian observasional (survei) dilakukan pada 210 siswa dari dua sekolah dasar swasta di Yogyakarta yang mengimplementasikan program makan siang di sekolah. Asupan energi dan zat gizi (protein, zat besi dan vitamin C) diukur menggunakan metode visual comstock selama 3 hari berturut-turut dan dibandingkan dengan sepertiga kebutuhan harian siswa. Konsentrasi siswa diproyeksikan dari subtes coding dalam tes Wechsler Intelligence Scale for Children-IV (WISC). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan Rank-Spearman. Sebagian besar (>80%) subjek memiliki pemenuhan yang kurang pada energi dan zat gizi dari makan siang di sekolah tetapi sekitar 63,3% subjek memperoleh skor konsentrasi yang baik. Penelitian ini mengindikasikan hubungan yang bermakna hanya pada pemenuhan vitamin C dari asupan makan siang di sekolah dengan konsentrasi siswa sekolah dasar (p<0,05; r= -0,169).
Pengetahuan dan Sikap Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Bencana Banjir Hildayanto, Agung
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.38362

Abstract

ABSTRAK Negara Indonesia berlokasi di wilayah rentan terhadap berbagai bencana alam. Bencana banjir di Kota Semarang pada tahun 2017 sebanyak 36 kali dan pada tahun 2018 sebanyak 35 kali. Kelurahan Mangunharjo merupakan salah satu Kelurahan Tangguh Bencana yang dibuat oleh BPBD Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode obsevasional analitik yaitu studi cross sectional dengan teknik pengambilan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Besar sampel penelitian yaitu 100 sampel, dengan proporsi 50 sampel masyarakat kelompok rentan dan 50 sampel masyarakat kelompok tidak rentan. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil menunjukan bahwa hasil penelitian diketahui bahwa jumlah masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan kesiapsiagaan baik sebanyak 37%, sedangkan jumlah masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan kesiapsiagaan kurang sebanyak 63%. Dan jumlah masyarakat yang memiliki sikap kesiapsiagaan baik sebanyak 48%, sedangkan jumlah masyarakat yang memiliki sikap kesiapsiagaan kurang sebanyak 52%. Saran dalam penelitian ini adalah masyarakat hendaknya mengikuti penyuluhan tentang penanggulangan bencana banjir yang diselenggarakan oleh BPBD guna meningkatkan pengetahuan tentang kesiapsiagaan terhadap bencana banjir. ABSTRACT The Indonesian state is located in vulnerable areas to various natural disasters. The flood disaster in Semarang in 2017 was 36 times and in 2018 as of 35 times. Mangunharjo Village is one of the Tangguh disaster villages created by BPBD Kota Semarang. The purpose of this research is to know the knowledge and attitude of public preparedness to the flood disaster in Mangunharjo village, Tugu District of Semarang. This type of research uses quantitative descriptive methods using analytical obsevational methods of cross sectional studies with data retrieval techniques such as interviews, observations, and documentation. Sampling techniques using purposive sampling. The instrument used is a questionnaire sheet. A large sample of research is 100 samples, with a proportion of 50 vulnerable group communities and 50 sample community groups are not vulnerable. Data analysis techniques using univariate analysis. The results showed that the research results are known that the number of people who have knowledge level of preparedness good as much as 37%, while the number of people who have a knowledge level of preparedness is less than as much as 63%. And the number of people who have a good preparedness as much as 48%, while the number of people who have a preparedness attitude less than as much as 52%. The advice in this study is that people should follow the counseling about flood disaster prevention organized by BPBD to improve knowledge about preparedness of flood disaster.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue