cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hartono_sukorejo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Catharsis
ISSN : 25024531     EISSN : 25024531     DOI : -
Catharsis: Journal of Arts Education provides an international forum for research in the field of the art and creative education. It is the primary source for the dissemination of independently refereed articles about the visual arts, performances (music, dance, drama/theater/play), creative process, crafts, design, and art history, in all aspects, phases and types of education contexts and learning situations (formal and informal).
Arjuna Subject : -
Articles 506 Documents
PERTUNJUKAN KESENIAN PATHOL SARANG DI KABUPATEN REMBANG Kinesti, Rakanita Dyah Ayu; Lestari, Wahyu; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian Pathol Sarang adalah kesenian tradisional yang sampai saat ini masih eksis di masyarakat Rembang. Interaksi dalam kesenian Pathol Sarang yang terjadi bukan lagi sebatas dialog, namun terjadi kontak fisik antar pemain dengan pemain. Keunikan kesenian Pathol Sarang juga terletak pada jenis pertunjukan yang tidak semestinya seperti pertunjukan lain. Pertunjukan yang dipentaskan di pinggir laut dan dimainkan oleh para nelayan. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan bentuk pertunjukan kesenian Pathol Sarang dan menganalisis proses interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Hasil penelitian yang pertama adalah bentuk kesenian Pathol Sarang yang ditinjau dari pelaku seni yang semua berjenis kelamin laki-laki mempunyai gerak murni dan maknawi yang berias tanpa make up dan berbusana memakai baju hitam dan celana hitam dengan ikat kepala dan property berupa udhet. Interaksi yang ditemukan adalah interaksi yang terjadi antar pemain dan pemain, pemain dengan penonton. Interaksi yang terjadi antar pemain dan pemain adalah kontak fisik yaitu dengan saling merangkul posisi kaki kuda-kuda dan saling mendorong untuk bergulat, interaksi yang terjadi antar pemain dan penonton adalah komunikasi sebelum bertanding pelandang(wasit) mencari lawan untuk pemain(pathol) yang bertanding diambil dari penonton. Saran untuk seniman, gerakan Pathol Sarang lebih dikembangkan lagi dengan menambahkan tarian pembuka sebelum pertunjukan dimulai.Art pathol sarang is traditional art that until now still exist in the community Rembang. Art pathol sarang is an entertainment media, as the show and as a social interaction .Interaction in the arts pathol sarang that there is no longer only dialogue , but occurring physical contact between the player with the players. Uniqueness of art pathol nest also located on the type of show undue as other performances. Show was staged in the outskirts of the sea and played by the fishermen . The purpose of research is description the form of art performances pathol sarang and analyze the process of social interaction. This study using a qualitative approach that produces data descriptive. The results of research first is the form of art pathol a nest that in terms of an art of which all of the male sex have motion pure and meaningful who berias without makeup and dressing wear a black and black pants by a headband and property in the form of udhet. The interaction that to find is the interaction that happened between players and players, a player with a spectator. The interaction that happened between players and players is physical contact namely by mutual embrace the position of the legs horses and pushing to grapple, the interaction that happened between players and the spectators is communication before competed pelandang (the referee) seeking opposed to a performer (pathol) competed taken from the audience. Advice for artists, movement pathol the nest more developed by adding opening dance before the show began.
PEMBELAJARAN SENI TARI: AKTIF, INOVATIF DAN KREATIF Nurseto, Gandes; Lestari, Wahyu; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan seni tari perlu diberikan pada Sekolah Dasar karena keunikan, kebermaknaan terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk berapresiasi dan menggunakan model pembelajaran yang PAIKEM Pembelajaran, Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenagkan dalam proses pembelajaran didalam kelas dari Standar Kompetensi dan Komptensi Dasar mengapresiasi karya seni tari tunggal nusantara yang bertujuan untuk mengenalkan karya seni tari daerah lain. Masalah dalam penelitian ini bagaimana proses pembelajaran seni tari dan bagaimana apresiasi dalam pembelajaran seni tari. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis proses pembelajaran seni tari dan mendeskripsikan serta menganalisis aspek apresiasi dalam pembalajaran seni tari. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan ferivikasi data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian dari rumusan masalah pertama proses pembelajaran seni tari materi tari Gambiranom guru kurang dapat memaksimal proses pembelajaran yang PAIKEM dikarenakan dalam tahapan pembelajaran pertemuan I dan pertemuan 2 kegiatan aktif, inovatif, kreatif, efisien dan menyenangkan tidak selalu muncul sehingga kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran seni tari di SD menggunakan 4 aspek apresiasi aktif dan apresiasi pasif yaitu: (1) tahap deksripsi, (2) tahap pemahaman/ analisis, (3) tahap intrepretasi/ penghayatan, (4) tahap penilaian/ evaluasi.Education dance needs to be given to the elementary school because of the uniqueness, the significance lies in the provision of aesthetic experience in the form appreciate and use the learning model that PAIKEM in the learning process appreciating single dance archipelago which aims to introduce the artwork of other local dance. Problems in this study how the process of learning how to dance and appreciation in learning the dance. The research objective is to describe and analyze the process of learning the art of dance and describe and analyze aspects appreciation of the dance. Data collection techniques of observation, interviews and document study. Analysis of the data used ferivikasi of data, data reduction and data presentation. The results of the first problem formulation process of learning the art of dance dance material Gambiranom less teacher can maximize learning process PAIKEM because in the learning stages of the first meeting and the second meeting. The results showed learning the art of dance in SD using the four aspects of the appreciation of the active and passive appreciation, namely: 1 phase descriptions, 2 the stage of understanding/ analysis, 3 the stage of interpretation/ appreciation, 4 the stage of assessment/ evaluation.
PENDIDIKAN DAMAI DALAM PEMBELAJARAN VOKAL BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER PADA PADUAN SUARA SUNADESIS DI MALUKU Pattipeilohy, Misye
Catharsis Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu faktor yang dapat menciptakan perdamaian karena manusia banyak belajar untuk menuju perubahan yang lebih baik. Salah satu bentuk pendidikan nonformal yang dipilih oleh peneliti untuk pembentukan  karakter adalah paduan Suara Sunadesis melalui  penggunaan metode hukuman, hadiah, dan metode outbound dalam pembelajarannya. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, menganalisis pendidikan damai dalam membentuk teknik  vokal dan mendidik karakter individual paduan suara Sunadesis; kedua,  menemukan nilai-nilai pendidikan dalam pembelajaran vokal paduan suara Sunadesis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan kriteria derajat kepercayaan yaitu perpanjangan keikutsertaan dan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan simpulan/verifikasi teori. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan damai melalui metode  hukuman dan outbound dapat membentuk teknik bernyanyi, diantaranya adalah pernapasan, resonansi, dan register. Sedangkan untuk karakter individual, mampu mendidik karakter religius, disiplin, hormat, jujur dan bertanggung jawab. Motivasi melalui hadiah merupakan bentuk penghargaan kepada anggota paduan suara yang mengalami  perkembangan karakter vokal dan karakter individual. Dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi melalui metode dalam pendidikan damai maka dapat menemukan nilai-nilai agama, budaya, moral dan estetika untuk  menciptakan perdamaian dalam hubungannya dengan Tuhan, sesame, dan lingkungan alam.Character education is one factor to create peace since human being learn a lot to lead to a better change. One of non-formal education forms which is chosen by researcher to build character is Sunadesis choir through making use of punishment and reward method and outbound method in its learning. The aims of this research are: (1) to analyse peace education to shape vocal technique and to educate Sunadesis choir’s individual character; (2) to find out education values in learning vocal of Sunadesis choir. This study uses qualitative method. The data collection technique used is observation, interview and document study. The data reliability used extended participation, thorough observation, and triangulation. Technique of data analysis which is data reduction, data presentation, and conclusion/verification of theory. The result of this study shows that peace education through punishment and reward method can create singing techniques such as respiration, resonance, and register. Whereas for individual character is to able to teach character value especially religious character, discipline, respect and responsible. Motivation through rewards is appreciation to the members of the choir who experienced vocal character development and individual character.
HASIL KARYA CIPTA LAGU ANAK-ANAK DI KALANGAN GURU TAMAN KANAK-KANAK ISLAM AL-AZHAR 14 SEMARANG Widowati, Retno
Catharsis Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lagu anak-anak yang populer dan atau tersebar luas di masyarakat saat ini, kebanyakan  tidak sesuai dengan karakter anak-anak, sehingga guru TK dituntut dapat menciptakan lagu. Rumusan masalahnya adalah (1) bagaimanakah kesesuaian hasil karya cipta lagu anak guru guru TK Islam Al-Azhar 14 Semarang dilihat dari bentuk musikologi meliputi melodi, irama, syair, dan akord? (2) Bagaimanakah kreativitas hasil karya cipta lagu guru TK Islam Al-Azhar 14 Semarang dilihat dari sifat dan faktor intrinsik ekstrinsik  kreativitas ? Metode dan pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah karya lagu ciptaan guru TK Islam Al-Azhar 14 Semarang dilihat dari segi syair,  melodi,  akord dan irama sudah sesuai dengan tema pembelajaran dan karakteristik anak. Kreativitas guru mencipta lagu juga didukung oleh kelancaran menemukan nada, pengetahuan dan pengalaman tentang lagu anak-anak yang menjadikan guru mampu menganalogi  dalam mencipta lagu. Kelancaran, keluwesan dan keaslian berpikir dipengaruhi oleh faktor instrinsik dan ekstrinsik.Children's songs are widespread, not fully understood by the kindergarten teacher. A popular children's songs don’t fit with the character of the children, so that kindergarten teachers are required to create a song. The formulation is (1) how the suitability of the work of children's songwriting teacher kindergarten teacher Islam Al-Azhar 14 Semarang seen from the musicology include melody, rhythm, lyrics, and chords? (2) How does creativity work of kindergarten teachers songwriting Islamic Al-Azhar 14 Semarang views of factors of creativity? The methods and approach used is qualitative research. Results of the discussion in this study was the work of a song written by a kindergarten teacher Islam Al-Azhar 14 Semarang in terms of lyrics, melodies, chords and rhythms are in accordance with the theme of learning and child characteristics. Fluency, flexibility and originality of thought is influenced by intrinsic and extrinsic factors.Suggestions are (1) the creativity of creating songs should be tried by Mrs. teacher institute kindergarten others, (2) providing training create songs for kindergarten teachers, in order to be able to create songs with properly and immediately be able to write notes to the notation numbers , so that they can make their own song sheet music.
PROSES PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BIOLA DI SD BUDI MULIA DUA YOGYAKARTA Normalita, Adityas; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to understand: (1) a learning process the viola di primary school budi mulia two jogjakarta; (2) the process of planting the values of character that was found at the time of learning the viola di primary school budi mulia two yogyakarta .This research adopting both interdisiplin in the form of the qualitative study with the method of analysis deskritif the process of planting nilai- nailai character, data collection technique uses observation , interviews and document the study.The results of the study obtained that: (1) there are learning violin has been based on the process has fulfilled procedure of 3 domain the phase early, stage stuffing and the cover.In addition teachers also already have a syllabus in every levels, (2) The process of planting values character is implanted early to their students primary school budi mulia two yogyakarta.Through learning violin indirectly students have values character identified through learning violin.Values character that was found in learning violin in primary schools budi mulia two yogyakarta is; 1; value religious; 2.value disipli; 3; value tolerance; 4.value of this trait; 5.value love of the land water;
KESENIAN LAESAN DI KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG (Kajian Fungsi & Konflik) Anggrahita, Nimas Hayuning; Sunarto, Sunarto
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui dan memahami bagaimana Kesenian Laesan difungsikan oleh masyarakat Desa Soditan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang dan ingin mengetahui dan memahami adanya pertentangan atau konflik yang ada di dalam kehidupan masyarakat Lasem dalam konteks Kesenian Laesan. Hasil penelitian yang pertama adalah Kesenian Laesan merupakan salah satu sarana hiburan bagi masyarakat Lasem. Di samping berfungsi dalam kegiatan upacara-upacara, Kesenian Laesan juga sering ditampilkan hanya sekedar untuk tontonan saja, untuk membangkitkan rasa estetis pada masyarakat dan sebagai hiburan. Kesenian Laesan d ipandang sebagai ritual yang tidak sesuai dengan norma-norma agama karena mengandung unsure mistik dan juga dipandang sesat karena menggunakan sesajen untuk mengundang roh-roh para leluhur yaitu bidadari. Hal ini menjadikan adanya penolakan dari sebagian masyarakat Lasem terutama santri. Adanya percampuran antara Islam dengan kebudayaan Jawa (kejawen) seharusnya justru memperkuat masyarakat untuk menghidupkan kembali Kesenian Laesan sebagai kesenian asli Rembang sebagai suatu bentuk hiburan semata.
PLOTING TEATER DULMULUK DALAM LAKON ZUBAIDAH SITI DI KOTA PALEMBANG Sari, Sania Mariant; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teater Dulmuluk adalah teater tradisional Palembang yang berkembang melalui syair dan menjadi teater. Lakon Zubaidah Siti merupakan salah satu lakon yang digemari oleh masyarakat Palembang karena lucu juga adanya amanat pendidikan, rasa cinta dan setia kepada keluarga. Masalah penelitian ini adalah bagaimana ploting lakon Zubaidah Siti dalam teater Dulmuluk di kota Palembang? Pendekatan yang diterapkan penelitian ini adalah disiplin ilmu dramaturgi. Kajian dramaturgi akan digunakan untuk mengkaji ploting lakon Zubaidah Siti dalam teater Dulmuluk di kota Palembang,. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Gandus Palembang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data secara utama menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, ditemukan adanya ploting teater dulmuluk, bersifat flexibel, dan mengikuti alur maju. Ploting yang digunakan adalah alur maju.
Musik Gondang Batak Horas Rapolo dalam Proses Penggunaanya untuk Berkesenian pada Upacara Adat Pernikahan Batak Toba di kota Semarang Lubis, May Sari; Wadiyo, Wadiyo
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik Gondang Batak adalah musik tradisi yang berasal dari Sumatera Utara. Musik Gondang Batak ini dikembangkan oleh grup Horas Rapolo di Kota Semarang dan digunakan sebagai musik pengiring dalam berbagai acara dan upacara adat khususnya dalam upacara adat pernikahan di Kota Semarang. Grup musik Gondang Batak dalam mengiringi upacara adat lahir dari sebuah tindakan nyata yang dilakukan antar individu dan kelompok (penikmat). Masalah penelitian ini adalah bagaimana proses penggunaan musik Gondang Batak dalam upacara adat pernikahan di Kota Semarang? Pendekatan yang diterapkan penelitian ini adalah disiplin ilmu sosiologi. Kajian sosiologi dalam teori tindakan sosial Max Weber akan digunakan untuk mengkaji tindakan sosial dalam proses penggunaan musik Gondang Batak grup Horas Rapolo pada Upacara adat pernikahan di Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Lokasi penelitian di Taman Budaya Raden Saleh, Kota Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data secara utama menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, adanya interaksi dari situasi sosial yang melahirkan pemikiran subjektif sehingga adanya respon serta tanggapan kepada penikmat dalam upacara adat pernikahan tersebut.
BENTUK NYANYIAN RAKYAT DALAM SENI SASTRA SENJANG DI KABUPATEN MUSI BANYUASIN Virganta, Anada Leo; Sunarto, Sunarto
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senjang adalah salah satu bentuk media seni budaya komunikasi antara orang tua dengan generasi muda atau dapat juga antara masyarakat dengan pemerintah dalam penyampaian aspirasi yang berupa nasehat, kritik, maupun penyampaian rasa gembira. Masalah penelitian ini adalah bagaimana bentuk nyanyian rakyat dalam seni sastra Senjang di Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah interdisiplin dengan melibatkan disiplin ilmu yaitu folklor dan musikologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen.Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, bentuk nyanyian rakyat dalam seni sastra Senjang terbagi dalam beberapa bentuk yaitu nyanyian rakyat sesungguhnya, nyanyian berisikan nasihat, nyanyian pacaran dan pernikahan, serta nyanyian jenaka.
NILAI BUDAYA DALAM PERTUNJUKAN RAPAI GELENG MENCERMINKAN IDENTITAS BUDAYA ACEH Verulitasari, Esti; Cahyono, Agus
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertunjukan Rapai Geleng sebagai salah satu kesenian tradisi Aceh, merupakan hasil kesatuan antara agama dengan kebudayaan. Hal ini menjadikan Rapai Geleng bagian dari kehidupan masyarakat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami identitas budaya Aceh yang tercermin pada pertunjukan Rapai Geleng. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan Antropologi Budaya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan teknik analisis data yang digunakan mengikuti langkah analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pertunjukan Rapai Geleng, terbukti sebagai cerminan identitas budaya Aceh. Dari beberapa nilai budaya yang telah dijelaskan,sebagian masuk dalam faktor pembentuk identitas budaya berdasarkan kepercayaan, bahasa, dan pola prilaku. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai-nilai budaya yang terdapat dalam pertunjukan Rapai Geleng merupakan refleksi atau cerminan dari kehidupan masyarakat Aceh yang merupakan identitas budaya Aceh.