Edu Elektrika Journal
Jurnal Edu Elektrika yang dikelola oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang ini menerbitkan artikel asli dari peneliti, praktisi profesional, maupun tenaga pendidik dari berbagai tingkatan (Dosen maupun Guru) mengenai isu dan tren terbaru yang terjadi secara nasional dan internasional dalam kurikulum teknik, pengajaran, pembelajaran, kebijakan, dan persiapan guru teknik yang bertujuan untuk memajukan pengetahuan kita tentang teori dan praktik tentang keteknikan serta pendidikan teknik. Selain itu, jurnal ini juga membahas isu-isu yang berkaitan dengan pendidikan lingkungan yang terkait dengan ilmu keteknikan.
Articles
243 Documents
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBAGAI PENDATAAN PROGRAM KEJURUAN DAN LOKASI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI KOTA SEMARANG
Hartanto, Eko
Edu Elektrika Journal Vol 2 No 1 (2013): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/eej.v2i1.1872
Sekolah yang berdiri di Kota Semarang saat ini sudah mulai bertambah banyak seiring dengan berkembangnya zaman. Banyak masyarakat yang tidak tahu mengenai keadaan sekolah lanjutan yang mereka inginkan, seperti program kejuruan apa saja yang dikembangkan di suatu sekolah menengah kejuruan negeri di kota semarang dan tersebar didaerah mana sajakah Sekolah-sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang ada di Kota Semarang. Seiring dengan pesatnya kemajuan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi bukanlah hal yang tidak mungkin untuk menciptakan suatu inovasi baru terkait dengan persebaran sekolah menengah kejuruan yang ada di kota semarang.Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and development. Pengumpulan data dalam penelitian kali ini dilakukan dengan metode dokumentasi dan juga metode checklist. Data dalam penelitian ini diperoleh dari dinas pendidikan dan juga badan pusat statistik. Validasi website dilakukan oleh pakar teknologi informasi yang ada di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang.Hasil penelitian menunjukan bahwa website sistem informasi geografis persebaran dan data SMK Negeri di Kota Semarang sudah berhasil dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian website dapat menunjukan persebaran SMK Negeri yang ada di Kota Semarang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN BELAJAR KOMPETENSI KEJURUAN SISWA
Wicaksono, Chandra
Edu Elektrika Journal Vol 2 No 1 (2013): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/eej.v2i1.1873
Manusia memerlukan kekuatan atau dorongan dari dalam dirinya agar perbuatan atau kegiatannya dapat terlaksana. Hubungan sosial sangat dibutuhkan dan mempengaruhi kinerja akademis siswa. Hubungan sosial bisa berupa hubungan dengan orang tua, guru, maupun teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh motivasi belajar dan hubungan sosial terhadap kemandirian belajar kompetensi kejuruuan siswa dan seberapa besar pengaruhnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK N I Rembang tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 35 siswa. Dan seluruh populasi 35 siswa untuk sampel penelitian. Variabel yang diteliti ada tiga yaitu Motivasi Belajar(X1), dan Hubungan Sosial(X2) sebagai variabel bebas dan Kemandirian Belajar Kompetensi Kejuruan sebagai variabel terikat (Y). Berdasarkan analisis regresi diperoleh Y = 4.389 + 0.693X1 + 1.1055X2 dengan koefisien korelasi X1 sebesar 0,693 dan X2 1,1055 yang diuji keberartiannya menggunakan uji F dan diperoleh Fhitung Motivasi Belajar (X1)2.334 dengan signifikasi > α (0,49 > 0,01), dan Fhitung Hubungan Sosial (X2) 0,588 dan signifikansi > α (0,828 > 0,01), yang berarti Ha telah teruji atau dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar dan hubungan sosial terhadap kemandirian belajar kompetensi kejuruan. Besarnya pengaruh motivasi belajar dan hubungan sosial terhadap kemandirian belajar kompetensi kejuruan siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri I Rembang sebesar 29.37% dan 21.34%, sedangkan sisanya 49.29% dipengaruhi oleh faktor lain.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA JURUSAN TEKNIK AUDIO VIDEO
yuana, Yuana
Edu Elektrika Journal Vol 2 No 1 (2013): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/eej.v2i1.1876
Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah melalui model pembelajaran Reciprocal Teaching dapat meningkatkan hasil belajar mata diklat Teknik Televisi pada siswa kelas XI jurusan TAV SMK Negeri 2 Salatiga. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif anata guru mata diklat Teknik Televisi kelas XI TAV A SMK Negeri 2 Salatiga dengan peneliti. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI TAV A yang berjumlah 31 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP, Jobsheet, tes tertulis, lembar observasi utuk guru dan murid, dan dokumentasi berupa foto-foto saat penelitian berlangsung.Hasil penelitian ini adalah (1) Model pembelajaran Reciprocal Teaching efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa apabila diterapkan pada mata diklat teknik televisi, hal ini dibuktikan dengan langkah-langkah yaitu: siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, siswa diminta untuk membuat ringkasan (summarizing), siswa diminta untuk membuat pertanyaan terkait materi praktikum (tahap Question Generating), setiap siswa diberi kesempatan untuk mengklarifikasi materi yang dianggap sulit yaitu dengan bertanya kepada guru (tahap Clarifying), siswa diberikan soal yang memuat soal pengembangan (tahap predicting). (2) Model pembelajaran Reciprocal Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil tes. Hasil tes Siklus I ketuntasan klasikal yang diperoleh adalah sebesar 68% dengan rata-rata kelas adalah 78. Hasil ini meningkat pada siklus II, ketuntasan klasikal yang diperoleh adalah 100%, dengan rata-rata kelas yang diperoleh adalah sebesar 83. (3) Model Reciprocal Teaching dapat memotifisai siswa untuk lebih giat belajar. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktifitas siswa pada siklus I diperoleh rata rata jumlah aktifitas tiap siswa adalah 59,29 dengan prosentase 61,76% dan pada siklus II meningkat menjadi 78,16 dengan prosentase 81,42%.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN BELAJAR KOMPETENSI KEJURUAN SISWA
Wicaksono, Chandra Eko
Edu Elektrika Journal Vol 2 No 2 (2013): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/eej.v2i2.1877
Manusia memerlukan kekuatan atau dorongan dari dalam dirinya agar perbuatan atau kegiatannya dapat terlaksana. Hubungan sosial sangat dibutuhkan dan mempengaruhi kinerja akademis siswa. Hubungan sosial bisa berupa hubungan dengan orang tua, guru, maupun teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh motivasi belajar dan hubungan sosial terhadap kemandirian belajar kompetensi kejuruuan siswa dan seberapa besar pengaruhnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK N I Rembang tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 35 siswa. Dan seluruh populasi 35 siswa untuk sampel penelitian. Variabel yang diteliti ada tiga yaitu Motivasi Belajar(X1), dan Hubungan Sosial(X2) sebagai variabel bebas dan Kemandirian Belajar Kompetensi Kejuruan sebagai variabel terikat (Y). Berdasarkan analisis regresi diperoleh Y = 4.389 + 0.693X1 + 1.1055X2 dengan koefisien korelasi X1 sebesar 0,693 dan X2 1,1055 yang diuji keberartiannya menggunakan uji F dan diperoleh Fhitung Motivasi Belajar (X1)2.334 dengan signifikasi > α (0,49 > 0,01), dan Fhitung Hubungan Sosial (X2) 0,588 dan signifikansi > α (0,828 > 0,01), yang berarti Ha telah teruji atau dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar dan hubungan sosial terhadap kemandirian belajar kompetensi kejuruan. Besarnya pengaruh motivasi belajar dan hubungan sosial terhadap kemandirian belajar kompetensi kejuruan siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri I Rembang sebesar 29.37% dan 21.34%, sedangkan sisanya 49.29% dipengaruhi oleh faktor lain.
MEDIA TUTORIAL PEMROGRAMAN BAHASA C BERBASIS CAMTASIA
Anggoro, Holy Bagas
Edu Elektrika Journal Vol 2 No 2 (2013): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/eej.v2i2.1878
Metode pembelajaran yang umum masih dilakukan guru adalah ceramah. Tidak sedikit siswa merasa bosan dan jenuh untuk mempelajari materi. Media pembelajaran akan lebih menarik dan mudah dipahami dengan menggunakan perangkat lunak yang berbasis multimedia. Metode penyampaian materi Dasar Pemrograman Bahasa C masih kurang menarik dan bervariatif. Untuk itu diperlukan sebuah metode dan media pembelajaran yang berbasis komputer yang menarik, bervariatif dan dapat mendukung proses belajar siswa agar dapat dengan mudah memahami pelajaran tersebut. Media pembelajaran dalam penelitian ini berupa video tutorial. Dimana dalam video tersebut terdapat visual keyboard serta narasi yang memudahkan responden dalam menerima materi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dengan memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden dalam bentuk angket pertanyaan terbuka. Responden penelitian ini adalah beberapa dosen jurusan Pendidikan Teknik Elektro serta mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro angkatan 2008 Universitas Negeri Semarang. Untuk menguji kualitas materi, responden mahasiswa diberi soal tentang materi tersebut. Sedangkan untuk menguji validitas media, dosen menilai dengan mengisi angket yang telah disediakan. Berdasarkan hasil pembahasan angket validasi dosen bahwa dosen memberikan nilai sebesar 86,28% dengan kategori baik. Dan hasil angket tanggapan mahasiswa mendapat nilai sebesar 88,06% dengan kategori baik. Dan dapat disimpulkan media tutorial Pemrograman Bahasa C layak digunakan sebagai media pembelajaran. Selain itu media pembelajaran ini memberikan warna baru dalam proses pembelajaran dengan tampilan yang menarik karena menggunakan video yang membantu menambah pemahaman siswa.
RANCANG BANGUN APLIKASI ANDROID UNTUK MENGHITUNG BIAYA LISTRIK RUMAH TANGGA
Oktaviyani, Ragil
Edu Elektrika Journal Vol 2 No 2 (2013): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/eej.v2i2.1879
Perhitungan pembayaran listrik masih belum banyak dipahami dan diketahui oleh orang, ditambah lagi dengan adanya kenaikan tarif dasar listrik berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.30 Tahun 2012 yang naik secara tiga tahap menimbulkan permasalahan baru berkaitan dengan pembayaran energi listrik, baik sistem reguler maupun sistem prabayar. Peneliti mencoba mengembangkan sistem perhitungan biaya listrik pada smartphone atau tablet PC bersistem operasi android karena banyak dimiliki masyarakat. Tujuan dari penelitian ini menghasilkan aplikasi android sebagai alat penghitung biaya listrik rumah tangga. Langkah dalam penelitian ini meliputi menganalisis tarif dasar listrik, merancang tampilan dan membuat aplikasi android dengan bantuan software. Pengujian untuk mengetahui tingkat keakuratan aplikasi dibandingkan dengan nilai ketentuan Perusahaan Listrik Negara menggunakan metode MSE dan MAPE. Hasil MSE sistem reguler terkecil sebesar 0 dan MSE terbesar sebesar 0.13. Hasil MAPE sistem reguler diperoleh nilai terkecil sebesar 0% dan MAPE terbesar sebesar 0.0001%. Hasil MSE sistem prabayar terkecil sebesar 0.0016 dan terbesar 0.0028 serta MAPE sistem prabayar terkecil sebesar 0.3% dan terbesar sebesar 0.7%. Semakin kecil nilai MSE dan MAPE maka semakin besar tingkat keakurasian dari aplikasi android ini. Simpulan dari hasil tersebut aplikasi android dapat berfungsi untuk menghitung biaya listrik.
STUDI PERBANDINGAN PPL REGULAR DENGAN KKN PENDAMPINGAN SMK DITINJAU DARI ASPEK KINERJA MENGAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Sartini, Sartini
Edu Elektrika Journal Vol 2 No 2 (2013): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/eej.v2i2.1880
The goal of this research is to find and analyze the performance of teach university student difference between PPL regular and assistance vocantional high school. And find significance performance of teach university student difference between PPL regular and assistance vocantional high school. Sample in this research are 70 university student PPL regular and 24 university student assistance vocantional high school. The analysis method is Independent Sample Test. According to differences test using independent sample test implies that the variables; personal, social, pedagogic, and professional are considered as variables with valuable contribution to differentiate performance of teach difference between PPL regular and assistance vocantional high school. That is because each variable results probability value (2-tail significant) lower than α = 0,05, therefore the variables indicate the valuable performance of teach university student difference between PPL regular and assistance vocantional high school. The performance of teach university student difference between PPL regular and assistance vocantional high school is’n significant. Furthermore, the average ratio of personal, social, pedagogic, and professional relative bigger than assistance vocantional high school.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATA DIKLAT PENGUKURAN BESARAN LISTRIK DI SMK NEGERI 3 SEMARANG
Setiyaningtyas, Wahyu Ika
Edu Elektrika Journal Vol 2 No 2 (2013): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/eej.v2i2.1881
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis masalah pada mata diklat pengukuran besaran listrik untuk peserta didik kelas X prodi TITL di SMK N 3 Semarang. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas X TITL 3 SMK Negeri 3 Semarang tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 35 peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata- rata hasil belajar pada siklus I 73,04 (KKM tidak tuntas) dan pada siklus II 77,43 (KKM tuntas). Secara persentase ketuntasan belajar peserta didik pada siklus I 57,14% (belum berhasil) dan pada siklus II 85,71% (berhasil). Keberhasilan hasil belajar ini juga diikuti adanya peningkatan aktivitas guru pada siklus I 57,81% (cukup baik) dan pada siklus II 92,19% (baik) dan aktivitas peserta didik dari siklus I 63,24% (tidak tuntas) menjadi 84,55% (tuntas) pada siklus II. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan efektif pembelajarannya tinggi, ini memperlihatkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dapat diimplementasikan pada mata diklat pengukuran besaran listrik untuk peserta didik kelas X prodi TITL di SMK N 3 Semarang.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS BLOG UNTUK MATA PELAJARAN KETERAMPILAN ELEKTRONIKA KELAS XI DI MAN KENDAL
Hartono, Winda Febry
Edu Elektrika Journal Vol 2 No 2 (2013): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/eej.v2i2.1882
Media pembelajaran berbasis Blog merupakan suatu media pendidikan yang menggunakan komputer dan atau internet. Media pembelajaran tersebut memiliki keuntungan, antara lain jangkauan wilayah geografis yang lebih luas, lebih menarik dan menghilangkan kebosanan atau kejenuhan siswa dalam mengikuti pelajaran sehingga mendukung proses belajar optimal. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara peserta didik, pendidik dan sumber belajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi pembelajaran yang ada dalam kurikulum yang dituangkan oleh pengajar atau fasilitator atau sumber lain ke dalam simbol-simbol komunikasi, baik simbol verbal maupun simbol non verbal atau visual. Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan ataupun media gambar dan video pada sebuah halaman web umum. Penelitian dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kendal yang berlokasi di Jalan Raya Barat Kompleks Islamic Center Kendal dimulai dari tanggal 25 Februari 2013 sampai selesai. Tingkat keberhasilan media pembelajaran berbasis Blog dengan menggunakan angket yang diisi oleh siswa kaitannya dengan penilaian isi dari materi yang terdapat pada Blog dengan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yaitu dengan pengaruh sebesar 20%. Hal tersebut dapat terjadi karena pada pemanfaatan media pembelajaran berbasis Blog, siswa dapat belajar dalam suasana yang menyenangkan sehingga membuat siswa lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran sehingga dapat mendukung proses belajar secara optimal..
KORELASI ANTARA PRESTASI BELAJAR TEORI ALAT UKUR LISTRIK DENGAN KEMAMPUAN MENGANALISIS HASIL PRAKTEK PADA PENGGUNAAN MULTIMETER DI KELAS X JURUSAN TRANSMISI TELKOM SMK NEGERI 5 SEMARANG
Nugraha, Agung
Edu Elektrika Journal Vol 1 No 1 (2012): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/eej.v1i1.1883
Dari hasil observasi dan Praktek pengalaman Lapangan(PPL) di SMKN 5 Semarang, bahwa kurangnya kemampuan siswa dalam melakukan analisis hasil praktek menggunakan multimeter yang bertolak belakang dengan hasil belajar teori mata pelajaran Alat Ukur Listrik yang telah ditempuh. Namun pada dasarnya teori mata pelajaran Alat Ukur Listrik sangat sangat perlu dipelajari terlebih dahulu sebelum siswa melakukan analisis hasil praktek menggunakan multimeter. Untuk itu, peneliti mencoba meneliti apakah ada hubungan yang signifikan antara prestasi belajar mata pelajaran Alat ukur listrik dengan kemampuan melakukan analisis hasil praktek menggunakan multimeter. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu: “Apakah terdapat korelasi antara prestasi belajar teori siswa di kelas X Jurusan Transmisi Telkom SMK Negeri 5 Semarang pada mata pelajaran alat ukur listrik dengan pemahaman siswa pada saat melakukan analisis hasil praktek menggunakan multimeter”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya korelasi antara penguasaan belajar teori terhadap kemampuan melakukan analisis hasil praktek.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X program keahlian Transmisi Radio SMK Negeri 5 Semarang tahun pembelajaran 2009/2010 sebanyak 26 siswa. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode korelasi dengan membandingkan antara hasil tes belajar teori dengan hasil tes praktek siswa. Untuk memperoleh data penelitian, dilakukan 2 kali tes, yang pertama tes untuk mengetahui hasil belajar teori dan yang kedua tes untuk mengetahui hasil belajar praktek. Setelah ada perlakuan hasil nilai yang diperoleh dari kedua tes tersebut di olah menggunakan korelasi product moment, setelah itu dilakukan uji-t untuk mengetahui keberartian hubungan antara hasil belajar teori terhadap hasil penilaian analisis hasil praktekDari hasil tes diperoleh nilai tes teori dengan nilai rata-rata kelas sebesar 65,5 dan nilai tes praktek dengan nilai rata-rata kelas 64. Dilihat dari nilai rata-rata kelas baik tes teori maupun tes prtaktek terdapat selisih yang sangat kecil yang berarti nilai tes praktek yang diperoleh sesuai dengan hasil nilai teori. Selain itu jika di hitung dengan uji-t, nilai t hitung = 7,8138 lebih besar dari t tabel = 1,7109 ,artinya terdapat hubungan yang berarti antara nilai tes teori alat ukur listrik dengan nilai tes praktek menggunakan multimeter. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara prestasi belajar teori terhadap kemampuan analisis hasil praktek menggunakan multimeter.