cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eduarts: Journal of Arts Education
ISSN : 22526625     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK SEMARANG PADA UNIT USAHA BATIK FIGA SEMARANG Subekti, Dwi Wahyu; Syakir, Syakir; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35134

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang unik. Keunikannya ditunjukkan dengan beragam motif batik yang memiliki makna tersendiri. Motif batik mempunyai wujud sesuai dengan ciri khas masing-masing daerah di Indonesia. Setiap daerah berlomba-lomba menjunjung potensi daerah masing-masing untuk dijadikan motif batik yang baru. Proyek studi ini bertujuan untuk menghasilkan berbagai pengembangan desain motif batik Semarang yang diterapkan oleh Usaha Industri Batik Figa milik ibu Siti Afifah yang berlokasi di Kampung Batik Bubakan Semarang. Batik Figa Semarang merupakan salah satu Usaha Batik Semarang yang memiliki pengalaman yang profesional dalam memproduksi. Desain memiliki peran penting bagi pengrajin karena adanya desain atau rancangan pekerjaan pengrajin menjadi lebih mudah dan terarah. Dengan adanya proyek studi ini diharapkan mampu membuka wawasan dalam mengembangkaan desain motif batik Semarang khususnya di Usaha Figa Batik Semarang. Pengembangan motif batik yang dilakukan yaitu dengan cara merumitkan corak motif batik, mengkombinasi antara bentuk satu dengan bentuk lainnya hingga tercipta bentuk motif baru, Pengembangkan gubahan bentuk ornamen, mempresentasikan objek baru kedalam motif dan memberikan identitas khusus kedalam motif. Prinsip-prinsip dalam mengkompeosisi bentuk dalam mengolah ornamen pokok, ornamen pengisi dan isen isen juga sangat mempengaruhi hasil desain motif batik yang akan dikembangkan. Media dalam pengembangkan motif batik Semarang mudah untuk dijumpai antara lain kertas, pensil dan laptop. Peneliti Berharap proyek studi ini dapat bermanfaat bagi unit usaha batik Figa Semarang, masyarakat Semarang, pemerintah Kota Semarang, pemerhati, peneliti dan desainer dibidang batik.
ESKPLORASI MOTIF BATIK KONTEMPORER (KAJIAN PADA INDUSTRI BATIK RUMAH BATIK WARDI DESA GALUH KECAMATAN BOJONGSARI KABUPATEN PURBALINGGA) Wardoyo, Dwi; Syakir, Syakir; Syarif, Muh. Ibnan
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35135

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan eksplorasi motif batik kontemporer pada Rumah Batik Wardi; bentuk motif batik kontemporer hasil eksplorasi pada Rumah Batik Wardi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, perekaman, wawancara dan studi data dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Batik Wardi mengembangkan berbagai motif batik kontemporer dengan basis unggulan dan kearifan lokal. Bentuk yang dieksplorasi sebagai motif batik kontemporer merupakan berbagai hal yang menjadi ciri khas Kabupaten Purbalingga. Motif-motif tersebut meliputi motif flora, fauna, lingkungan alam dan motif batik klasik.
BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIS MOTIF BATIK PRODUK PERUSAHAAN BATIK LINGGO DI KECAMATAN LIMBANGAN, KABUPATEN KENDAL Kurnianto, Widodo; Syafii, Syafii
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35136

Abstract

Batik Linggo termasuk batik pesisiran yang tidak menganut pakem seperti motif batik Keraton. Perajin bebas mengkreasikan berbagai bentuk motif, salah satunya adalah motif Lingga Tumpal yang terinspirasi dari sebuah candi yang terletak di Desa Gonoharjo dan telah distilasi sedemikian rupa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk motif dan makna simbolis motif batik produk perusahaan Batik Linggo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sasaran dan lokasi penelitian di rumah produksi perusahaan Batik Linggo milik Bapak Zachrony di Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bentuk motif batik meliputi golongan motif flora, motif geometris, dan motif gubahan yang terdiri dari motif utama, motif pendukung, dan isen-isen. Selain itu, hasil penelitian ini mendeskripsikan pula bagaimana pola penyusunan yang digunakan dan pemilihan warna dalam setiap motif batik. Makna simbolis yang disisipkan dalam setiap motif batik produk perusahaan Batik Linggo dapat dipahami sebagai pesan yang ingin disampaikan oleh perajin yang menggambarkan kondisi sosial-budaya, ekonomi, religi, dan identitas daerah. Berdasarkan hasil penelitian ini, perajin hendaknya lebih mengembangkan motif sebagai identitas daerah dengan memperhatikan perpaduan prinsip penyusunan antara motif utama, motif pendukung, dan isen-isen.
POTRET WANITA TOKOH DUNIA DALAM KARYA GAMBAR VEKTOR Setiyawati, Yuli; Syakir, Syakir; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35137

Abstract

Potret adalah kegiatan pengambilan gambar yang dimaksudkan untuk menampilkan berbagai kegiatan yang sedang berlangsung, potret model, pemandangan dapat dilakukan secara spontan tetapi dapat pula dilakukan secara terencencana. Seseorang fotografer tidak semesta begitu saja memotret mereka sudah mengetahui dan mahir dibagian angle foto mana yang akan menghasilkan gambar menarik maka disitulah gambar akan di ambil. Pemilihan potret wanita dunia haruslah menarik agar dapat menghasilkan karya gambar vektor yang baik pula nantinya. Dalam proyek studi yang berjudul “Potret Wanita tokoh Dunia Dalam Karya Gambar Vektor“ ini penulis menghadirkan karya gambar potret melalui aplikasi digital dan menghasilkan karya gambar vektor tokoh wanita dunia sebanyak 12 karya. Kelebihan karya vektor yaitu gambar yang tadinya biasa saja dapat menjadi gambar potret yang menarik dan juga unik, pemilihan warna juga sangat penting agar gambar yang dihasilkan dapat menarik dan juga indah. Media yang digunakan penulis yaitu gambar potret wanita tokoh dunia adalah software Corel Draw Cs5, Alat yang digunakan yakni laptop. Proses pembuatan karya meliputi memilih konsep visualisasi objek yang akan di gambar. Kemudian bentuk gambar potret diaplikasikan pada software yang akan digunakan. Selanjutnya proses pembuatan dengan bantuan software melalui cara mengemal gambar potret tokoh wanita dunia yang kemudian mengambarnya kembali mengunakan tools membentuk outline yang diberi warna sehingga membentuk gambar yang mirip dengan potret asli tokoh tersebut, membuat outline keseluruhan bagian wajah/muka, kemudian mengabungkan tiap bagian objek menjadi satu, tahap selanjutnya yaitu mewarnai tiap bagian, memberikan transparasi untuk grdasi warna yang natural, selanjutnya menghilangkan outline dan mulai menyimpan gambar vektor yang telah jadi tersebut, setealah hasil jadi diberi baground dan kemudian di cetak dengan menggunakan kertas Luster.
KECENDERUNGAN PENCIPTAAN DESAIN MOTIF ORNAMEN BATIK KAMPOENG KAUMAN KOTA PEKALONGAN Mariana, Zulfa; Triyanto, Triyanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 8 No 3 (2019): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v8i3.35138

Abstract

Kota Pekalongan memiliki banyak sentra industri batik. Dari industri tersebut terbentuklah beberapa kampung batik. Salah satunya Kampoeng Kauman. Karena berada di lingkungan yang agamis, Kampoeng Kauman memiliki potensi desain batik yang berbeda dengan kampung batik yang lain. Penelitian ini bertujuan mengkaji perwujudan kecenderungan penciptaan desain motif ornamen batik, serta berbagai pertimbangan yang mendasari kecenderungan penciptaan desain motif ornamen batik Kampoeng Kauman Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: Pertama, kecenderungan perwujudan motif batik Kampoeng Kauman Kota Pekalongan dapat dilihat dari beberapa aspek sebagai berikut (1) aspek tema meliputi; (a) flora (tumbuhan), (b) fauna (binatang), (c) geometris, (d) sosok manusia (figure), (e) alam benda, (f) imajinatif dan (g) gabungan. (2) aspek corak meliputi; (a) corak klasik/tradisional dan (b) corak kontemporer, dan (3) aspek pewarnaan meliputi; (a) warna solid/terang dan (b) warna soft. Kedua, alasan kecenderungan motif-motif tersebut banyak diproduksi di Kampoeng Kauman Kota Pekalongan didasari pertimbangan: Ekonomi, keluarga (turun temurun), agama, serta ekspresi dan kreativitas.
PROSES PEMBELAJARAN MENCIPTAKAN KARAKTER TOKOH FILM ANIMASI DUA DIMENSI SISWA KELAS XI ANIMASI DI SMK N 11 SEMARANG Mufida, Dedek Anisya; Ismiyanto, Ismiyanto; Syakir, Syakir
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 6 No 2 (2017): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v6i2.35158

Abstract

Masalah dalam penelitian ini meliputi bagaimana proses pembelajaran menciptakan karakter tokoh film animasi dua dimensi siswa Kelas XI Animasi di SMK N 11 Semarang?, bagaimana karakter tokoh film animasi dua dimensi karya siswa Kelas XI Animasi di SMK N 11 Semarang?, dan apa faktor-faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran menciptakan karakter tokoh film animasi dua dimensi siswa Kelas XI Animasi di SMK N 11 Semarang?. Tujuan penelitian ini adalah ingin mendeskripsikan, menganalisis mengidentifikasi permasalahan tersebut. Untuk mengkaji naskah ini, secara metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut: Pertama, proses pembelajaran dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu membuat rancangan, membuat sketsa gambar karakter, menyalin sketsa gambar karakter, dan pewarnaan gambar karakter. Kedua, proses pembelajaran menciptakan karakter tokoh animasi dua dimensi menunjukkan hasil nilai rata-rata cukup. Hal ini ditandai dengan hasil nilai rata-rata pada penilaian yang dilakukan oleh tiga penilai dan terbagi menjadi empat kategori sangat baik, baik, cukup dan kurang. Ketiga, faktor yang mendukung adalah antusias siswa dalam membuat karakter, kemampuan siswa yang rata-rata cukup baik, pengetahuan luas, dan motivasi dalam berkarya. Faktor penghambat sarana prasarana kurang memadai, ketidakcocokan antara anggota kelompok saat diskusi, dan kurangnya wawasan pada siswa saat berkarya.
ILUSTRASI KISAH KI AGENG PANDANARAN DALAM SENI GRAFIS CETAK SARING SEBAGAI PENGENALAN CERITA RAKYAT KABUPATEN BOYOLALI Pertiwi, Dian Ika; Syakir, Syakir; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 6 No 2 (2017): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v6i2.35159

Abstract

Cerita rakyat “Ki Ageng Pandanaran” merupakan sebuah cerita rakyat yang berasal dari daerah Jawa Tengah yang tidak begitu populer apabila dibandingkan dengan cerita rakyat lainnya, meskipun cerita ini berkaitan dengan asal-usul nama daerah Boyolali. Untuk menarik perhatian masyarakat, cerita rakyat ini dihadirkan kembali menggunakan ilustrasi dengan teknik grafis cetak saring separasi. Tujuan pembuatan proyek studi ini adalah (1) menuangkan ide serta kreativitas penulis ke dalam karya ilustrasi kisah Ki Ageng Pandanaran dalam seni grafis cetak saring, (2) menghasilkan karya ilustrasi kisah Ki Ageng Pandanaran dengan teknik cetak saring. Karya ilustrasi kisah Ki Ageng Pandanaran dibuat dengan menggunakan dua teknik manual, yaitu teknik aquarelle dan teknik cetak saring separasi warna saat reproduksi. Proses berkarya dimulai dari pembuatan master karya yaitu mencari gagasan berkarya, melalukan pengumpulan data, menyusun cerita, membuat sket awal dan dilanjutkan dengan pewarnaan. Tahapan selanjutnya adalah tahapan reproduksi karya dengan menggunakan teknik cetak saring dimulai dengan memindai master karya, mencetak film CMYK, mengafdruk film raster separasi warna CMYK diatas screen, dan mencetak saring diatas kertas. Karya yang telah selesai dicetak diberikan keterangan berupa nama seniman, judul, tahun dan nomer seri cetakan dengan menggunakan pensil. Penulis berharap karya yang dibuat oleh penulis dapat bermanfaat bagi semua pihak khususnya sesama penggiat seni, dan masyarakat pada umumnya, sehingga pada masa yang akan datang akan lebih banyak lagi karya-karya ilustrasi dan seni grafis yang mengangkat cerita rakyat Nusantara.
SINTREN PEMALANG SEBAGAI SUBJEK KARYA SENI KOLASE (Sarana Pengenalan Budaya Daerah Pada Generasi Muda) Syarifah, Dini; Syakir, Syakir; Murtiyoso, Onang
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 6 No 2 (2017): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v6i2.35160

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk Menuangkan gagasan dalam karya seni kolase dengan subjek Sintren Pemalang , Berkarya seni kolase dengan berbagai bahan yaitu kain perca, kertas majalah, dan cangkang telur sehingga bernilai estetis , Mendokumentasikan Sintren Pemalang dalam karya seni kolase sebagai sarana pengenalan budaya daerah pada generasi muda. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya seni kolase ini adalah, metode meniru objek, mengkomposisi, dan memvisualisasi. Hasil pembahasan dan penciptaan kreatif karya seni kolase ini dapat disimpulkan sebagai berikut. (1).Bagi penulis, mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang seni rupa khusunya kolase mix media. (2) Memberikan sumbangan pemikiran kajian lebih lanjut bagi mahasiswa seni rupa dalam menyusun proyek studi atau skripsi. (3) Ikut serta melestarikan alam sekitar dengan memanfaatkan limbah kain perca, kertas majalah, dan cangkang telur yang tidak terpakai. (4) Menambah bahan referensi atau ide bagi perupa-perupa lainya baik secara teknik maupun konsep dalam berkarya seni kolase. (5) Menjadi objek apresiasi oleh masyarakat pada umumnya, dan penikmat seni pada khususnya. (6) Sebagai sarana pengenalan budaya daerah khususnnya Sintren Pemalang pada generasi muda melalaui karya seni kolase. Karya seni ini difungsikan untuk mengkomunikasikan dan mendeskripsikan Kesenian sintren yang merupakan salah satu kesenian tardisional yang syarat akan nilai-nilai religius-magis dan nilai-niali estetik, sehingga kesenian sintren pun dapat dianggap sebagai kesenian atau seni yang Adiluhung. Kiranya, hal tersebut pula lah yang memperkuat kenginanan penulis untuk mengekspresikan dan menuangkan gagasan sintren Pemalang melalui karya seni kolase sebagai sarana pengenalan kesenian tradisional, khususnya kepada generasi muda. Selain itu, karena adanya kekaguman dalam diri penulis terhadap kesenian Sintren dan kesenian kesenian tradisional lainnya, sehingga penulis ingin mengkomunikasikannya sebagai sarana pengenalan budaya melalui karya seni kolase.
FLIPCHART SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN APRESIASI MOTIF BATIK TEGAL PADA SISWA KELAS VII A MTS. NU JEJEG KABUPATEN TEGAL Azqiya, Durotul; Syakir, Syakir; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 6 No 2 (2017): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v6i2.35161

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji masalah : (1) pembuatan media flipchart sebagai media pembelajaran apresiasi motif batik Tegal bagi siswa MTs. NU Jejeg; (2) penggunaan media flipchart dalam pembelajaran apresiasi motif batik Tegal bagi siswa kelas VII A MTs. NU Jejeg; (3) hasil penggunaan media flipchart dalam pembelajaran apresiasi motif batik Tegal bagi siswa kelas VII A MTs. NU Jejeg. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di MTs. NU Jejeg. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif dilakukan melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di MTs. NU Jejeg menujukkan sebagai berikut. Pertama, pembuatan media flipchart dilakukan dengan melakukan studi pustaka mengenai materi motif batik Tegal yang kemudian disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Materi dicetak diatas kertas HVS 80 gram berukuran 59,4 cm x 84,1 cm dan dibendel diatas papan peyangga berukuran sama berbentuk kalender duduk yang terbuat dari kayu lapis (tripleks). Kedua, penggunaan media flipchart dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi kelompok menggunakan kartu make a match. Dalam proses pembelajaran tersebut siswa sangat senang dan antusias. Ketiga, hasil evaluasi pada pengamatan sebelum dan sesudah penggunaan media pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan. Pada pengamatan sebelum penggunaan media menunjukkan rata-rata memperoleh nilai 59,53 dan masuk dalam kategori kurang sedangkan pada pengamatan sesudah penggunaan media diperoleh peningkatan dengan rata-rata memperoleh nilai 86,53 yang masuk pada kategori sangat baik. Saran yang direkomendasikan adalah sebagai berikut. Pertama, sebaiknya guru memahami materi apresiasi dikarenakan dalam pembelajaran senirupa aspek apresiasi dan kreasi merupakan aspek yang tidak bisa dipisahkan. Kedua, guru sebaiknya ikut terlibat dalam pelaksanaan dan diskusi sehingga dalam pembelajaran selanjutnya guru dapat menjelaskan materi motif batik Tegal dengan baik dan melaksanakan pembelajaran dengan optimal. Ketiga, guru agar lebih kreatif dalam memberikan materi dan membuat media yang menarik sehingga pembelajaran siswa dapat berlangsung menyenangkan dan efektif.
ILUSTRASI BUKU DENGAN PENDEKATAN PERSONIFIKATIF SEBAGAI MEDIA PENGENALAN KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP BAGI ANAK ANAK Suyudi, Danang; Syakir, Syakir; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 6 No 2 (2017): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v6i2.35162

Abstract

Buku cerita anak berjudul “Tatan dan Bamba yang Selalu Berlomba” merupakan buku cerita fabel yang menggunakan binatang sebagai tokoh karakter utamanya. Sebagian besar binatang yang menjadi acuan karakter pada buku ini adalah binatang yang berasal dari Indonesia. Dalam buku ini menceritakan tentang salah satu kerusakan lingkungan hidup yaitu kerusakan hutan karena penebangan pohoh liar. Penggayaan bentuk dari ilustrasi ini menggunakan penggayaan kartunal terlihat dari penggunaan warna yang cerah dan penyederhanaan bentuk-bentuk pada ilustrasi. Warna yang cerah dipilih oleh penulis bertujuan untuk lebih menampilkan keceriaan dan kesesuaiannya terhadap karya buku cerita anak karena warna-warna yang memiliki intensitas terang menjadi salah satu daya tarik anak untuk membaca. Bentuk organis yang disusun oleh penulis sebagai penyederhanaan bentuk dari bentuk sebenarnya bisa terlihat pada daun dan rumput. Penggayaan yang penulis terapkan pada bentuk karakter pun tidak terlalu jauh dari bentuk aslinya, penulis ingin tetap menunjukan kesan khas dari hewan itu sendiri dan tetap mempertahankan nilai edukatif bagi anak-anak tentang bagaimana bentuk asli hewan tersebut. Pendekatan yang dilakukan dalam pembuatan ilustrasi ini adalah pendekatan personifikatif penulis ingin menggabungkan bentuk dan tingkah hewan yang lucu pada kebiasaan manusia sehari-hari. Penulis menggambarkan bahwa penggunaan tokoh hewan dan lingkungan hidupnya tetap bisa sesuai dengan kehidupan manusia sehari-hari dan tetap dapat dipahami dengan mudah.

Page 8 of 31 | Total Record : 304