cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Educational Management
ISSN : 22527001     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Educational Management is a peer-reviewed journal which publishes original contributions on education administration, management and leadership in the widest sense: on the management of schools of all types, and of further and higher education institutions; on administration and policy at all levels - institutional, local, national and international; and on the study and teaching of educational administration.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
MODEL VOCATIONAL COMPETENCY TRAINING TERPADU (VCT TERPADU) DALAM RANGKA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PRODUKTIF SMK Astuti, Amin Nurita Fajar
Educational Management Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keefektifan model Vocational Competency Training Terpadu (VCT Terpadu) Guru Produktif SMK di Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R & D) dengan teknik pengumpulan data secara wawancara, angket, observasi, dokumentasi, dan tes. Uji coba model pelatihan menggunakan Pre-Experimental Design dengan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis kuantitatif dengan deskripsi kuantitatif untuk mengetahui kualitas pelaksanaan pelatihan dan untuk mengetahui keefektifan model dengan analisis statistik non parametrik yaitu uji t (Wilcoxon Signed Ranks Tes). Hasil uji coba diperoleh peningkatan yang signifikan dari kompetensi materi pelatihan, yang terdiri dari materi memperbaiki sistem injeksi bahan bakar diesel (Tune Up), dan perbaikan sistem AC, dengan membandingkan nilai pretest dan posttes. Dari hasil analisis dengan uji t ini berarti terdapat perubahan atau peningkatan kemampuan peserta setelah diberikan pelatihan, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan dengan model Vocational Competency Training Terpadu (VCT Terpadu) efektif meningkatkan kompetensi profesional guru produktif SMK di Kabupaten Wonosobo. The objective of this research is to know the effectiveness of Integrated Vocational Competency Training (Integrated VCT) for Vocational High School productive-teachers in Wonosobo Regency. The research method implemented Research and Development (R & D) approach by using interview, questioners, observation, documentation and some tests as the data collecting techniques. The experiment of training model used Pre-Experimental Design with One Group Pretest-Posttest Design. The research used qualitative and quantitative analysis techniques to analyze the data. Descriptive-quantitative analysis technique is to know the quality of the training and to know the effectiveness of the model by using t-test (Wilcoxon Signed Ranks Test) as a non-parametrical statistical analysis. Based on the result of the experiment, it was known that there was a significant improvement of the training material competency, consisting of Diesel Fuel Injection System (Tune Up) and AC repairing System, by comparing the result of Pretest and Posttest. The t-test analysis result shows that there is a change or an improvement of the trainees’ competency after being involved in the training program, therefore, it can be concluded that the training model of integrated Vocational Competency Training (Integrated VCT) effectively improves the professional competency of Vocational High School productive-teachers in Wonosobo Regency.
PENGARUH PENGALAMAN MENGAJAR DAN PENGUASAAN KOMPETENSI PEDAGOGIK TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA DMS (DUAL MODE SISTEM) DI STAIN PEKALONGAN Nursetialloh, Elis
Educational Management Vol 1 No 1 (2012): June 2012
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi berprestasi dapat digunakan sebagai alat penilaian bagi guru yang menggunakan model pengajaran DMS (Dual Mode System). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pengalaman mengajar peserta DMS terhadap motivasi berprestasi dan juga pengaruh pengalaman mengajar dan kompetensi pedagogis terhadap motivasi berprestasi siswa DMS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah 369 siswa dari DMS di Pekalongan STAIN. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik proporsional random sampling, dengan penentuan jumlah sampel berpedoman pada tabel Krejcie. Berdasarkan tabel, maka untuk jumlah populasi guru 369 sampelnya adalah 191 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner valid dan reliabel kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengalaman mengajar berpengaruh positif signifikan terhadap guru motivasi berprestasi dari partisipasi perkuliahan DMS, (2) kompetensi pedagogik memiliki dampak positif yang signifikan terhadap motivasi guru berprestasi dari partisipasi perkuliahan DMS, (3) keduanya mengajar pengalaman dan kompetensi pedagogik memiliki dampak positif yang signifikan terhadap motivasi berprestasi guru dari DMS partisipasi perkuliahan.Achievement motivation can be used as the assessment tools for teachers who join DMS (Dual Mode System) lecturing model. The purposes of this study are to know and analyze the influence of experience in teaching DMS participant toward achievement motivation and also the influence of teaching experience and pedagogical competence toward the achievement motivation of DMS student. This research employs quantitative approach by correlational research method. The population of this research is 369 students of DMS at STAIN Pekalongan. The sample of this research is taken by random purposive sampling. The decision the amount of the purposive sampling follows Krejcie’s table. According to the table the sample of this research is 191. The data collection employs the valid and reliable questionnaire to the respondents. The result of the study shows; (1) teaching experience has significant positive impact toward teachers’ achievement motivation of DMS lecturing participation, (2) pedagogic competence has significant positive impact toward teachers’ achievement motivation of DMS lecturing participation, (3) both teaching experience and pedagogic competence has significant positive impact toward teachers’ achievement motivation of DMS lecturing participation
PENGORGANISASIAN LAYANAN PENDIDIKAN BOARDING SCHOOL BERORIENTASI MUTU -, Nikmah
Educational Management Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengorganisasian layanan pendidikan boarding school. Fokus penelitian meliputi penetapan pekerjaan, pembagian pekerjaan, pengintegrasian pekerjaan, koordinasi, serta monitoring dan evaluasi. Metode penelitiannya kualitatif naturalistik dengan rancangan studi kasus. Untuk menggali data peneliti banyak menggunakan wawancara dengan kepala madrasah, ketua yayasan, wakil kepala madrasah, dan ketua asrama, serta melalui observasi dan studi dokumentasi. Keabsahan data diperoleh dengan perpanjangan pengamatan dan triangulasi, data-data dianalisis melalui beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: pertama, penetapan pekerjaan terintegrasi di madrasah dan asrama dengan mengacu pada peraturan dan kekhasan pondok pesantren. Kedua, job discription didasarkan atas kompetensi, komitmen, loyalitas dan pemahaman terhadap budaya pondok pesantren. Ketiga, pendelegasian wewenang sebagaimana tupoksinya, guru madrasah mempertanggungjawabkan dan melaporkan tugasnya kepada kepala madrasah, sedangkan pengurus asrama kepada kyai. Keempat, Pengambilan keputusan di madrasah maupun di asrama dilakukan sesuai kewenangan melalui musyawarah. Kelima, koordinasi, monitoring dan evaluasi dilakukan melalui rapat rutin dan setiap saat secara insidental. Disarankan pada level asrama dan pengurus yayasan adanya deskripsi rincian tugas yang jelas, pembagian tugas atas dasar profesionalitas, dan kepada pihak pengelola perlu mengembangkan penyusunan instrument sebagai pedoman untuk kegiatan monitoring dan evaluasi. AbstractThis study aimed to describe the organization of educational services boarding school. The focus of the study includes the determination of employment, job sharing, job integration, coordination, and monitoring and evaluation. Naturalistic qualitative research methods to case study design. For many researchers collect data using interviews with heads of madrassas, the foundation chairman, deputy head of the madrasa, and chairman of the board and through the observation and study documentation. The validity of the data obtained by the extension of the observation and triangulation, data were analyzed through several stages of data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the survey results revealed that: first, the establishment of an integrated work at the school and dorms with reference to the rules and peculiarities of the boarding school. Second, the job description is based on competence, commitment, loyalty and understanding of the culture of the boarding school. Third, the delegation of authority as tupoksinya, madrassa teachers accountable and report to the head of the Islamic duties, while the dormitory administrators to clerics. Fourth, decision-making at the school and in the boarding done according to the authority through deliberation. Fifth, coordination, monitoring and evaluation through regular meetings and every time incidentally.Suggested level boarding and board of trustees the details clear job descriptions, job on the basis of professionalism, and to the manager needs to develop guidelines for the preparation of the instrument as a monitoring and evaluation activities.
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (DIKLAT) PARTISIPATIF INTEGRATIF KOLABORATIF (PIKOLA) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU FISIKA SMA Widodo, Kasir Santoso; Widodo, Joko; Masrukan, Masrukan
Educational Management Vol 4 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi profesional guru Fisika SMA dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah (KTI) masih sangat rendah, sehingga pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) guru dalam bidang KTI harus ditingkatkan, dikembangkan dan didampingi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model diklat partisipatif dengan pendekatan kolaboratif-integratif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru Fisika SMA dalam pembuatan KTI sebagai upaya pendampingan Pengawas Sekolah dalam PKB Guru. Desain penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Hasil penelitian secara kuantitatif diperoleh dari hasil tahap pengembangan dan ujicoba terbatas. Penilaian kevalidan model PIKOLA oleh ahli dan praktisi mendapat skor 39,67 dengan kategori baik. Kefektifan model PIKOLA dibuktikan dengan kualitas penyelenggaraan pelatihan dengan skor 114 kategori sangat baik. Keefektifan model PIKOLA dibuktikan dengan nilai rata-rata tes akhir 28,125 lebih besar dari nilai rata-rata tes awal 12,3. Selain itu, keefektifan model PIKOLA juga dibuktikan peserta untuk membuat KTI dengan nilai rata-rata 50 dengan kategori baik.
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN STRATEGI PEMBINAAN PROFESIONALISME BERBASIS SOFT SKILL BAGI PERWIRA TNI AD Subagio, Istu Hari; Sastroatmodjo, Soedijono; Samsudi, Samsudi; Sugiharto, Dwi Yuwono Puji
Educational Management Vol 3 No 2 (2014): December 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan sebuah model manajemen strategis pembinaan soft skill keprofesionalan Perwira TNI Angkatan Darat. Perwira Pertama (Pama) Angkatan Darat yang ada di lingkungan Kodam I Bukit Barisan ebagai sumber data. Data penelitian diperoleh melalui angket, observasi, wawancara, dokumentasi. Seluruh instrumen yang digunakan divalidasi oleh pakar (promotor) dengan teknik rational jugdment. Data penelitian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif Model Hipotetik divalidasi internal oleh sejumlah pakar lewat FGD, sedangkan validasi eksternal lewat pemangku kebijakan yaitu sejumlah pimpinan Departemen Pertahan dan Keamanan (Hankam). Aspek-aspek soft skill yang perlu dikembangkan untuk para perwira TNI AD yaitu: (1) etika, (2) kemampuan komunikasi, (3) ketahanan mental dan keuletan, (4) kemampuan bersosiali-sasi, (5) kerjasama dan jiwa korsa, (6) kemampuan memimpin, (7) kepekaan sosial, (8) keberanian mengambil keputusan, melalui sebuah model manajemen pembinaan yang terintegrasi dengan model pembinaan kurikuler. Berdasarkan hasil dan analisis dapat disimpulkan bahwa diperlukan adanya manajemen strategi pembinaan profesionalisme yang menyeimbangkan pemberian materi pembinaan antara kecakapan hard skill dan soft skill secara berkesinambungan, proprosional dan terprogram. Research and development aims to produce a model of strategic management soft skills coaching professionalism the Army officer. As a source of research data are First Officer (Pama) Army in the environment I Bukit Barisan Military Command, which amounted. Data were obtained through questionnaires, observation, interviews, documentation. The entire instrument is used validated by experts (promoters) with rational techniques jugdment. Data were analyzed with descriptive qualitative techniques and data from the model development was analyzed by quantitative descriptive technique. The Hipotetic model is validated internally by a number of experts through focus group discussions (FGD), while the external validation through stakeholders that a number of leaders Department of Defense and Security (Defense and Security). Aspects of soft skills need to be developed for the officers of the army, namely: (1) ethics, (2) communication skills, (3) mental toughness and tenacity, (4) the ability to socialize, (5) and the corps spirit of cooperation, (6 ) the ability to lead, (7) social sensitivity, (8) the courage to make decisions. through an integrated management model development with curricular model. There needed to be a strategy for developing the professionalism of management by balancing the provision of guidance material between hard skills and soft skills skills on an ongoing basis, proportional and programmed.
MANAJEMEN PEMBIAYAAN BERBASIS SEKOLAH DI RSBI SMPN 3 MRANGGEN DEMAK Hayati, Endah Dwi
Educational Management Vol 1 No 2 (2012): December 2012
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pembiayaan di RSBI SMPN 3 Mranggen Demak yang meliputi kegiatan perencanaan (budgeting), pelaksanaan/pencatatan (accounting) dan pertanggungjawaban/ pengawasan (auditing). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisa data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembiayaan / budgeting di SMPN 3 Mranggen dilaksanakan dengan menyusun RAPBS. Dana penyelenggaraan pendidikan di SMP tersebut meliputi  block grant  dan BOS dari  serta dana komite dari orang tua siswa. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan pendidikan yang diarahkan untuk penjaminan mutu RSBI yang dikelompokan berdasarkan 8(delapan) standar nasional pendidikan. (2) Pelaksanaan/pencatatan (accounting) pembiayaan di SMPN 3 Mranggen terdiri dari dua kegiatan, yaitu pelaksanaan anggaran dan pencatatan anggaran. Pelaksanaan anggaran merupakan tanggungjawab masing-masing koordinator standar pendidikan, sedangkan pencatatan anggaran merupakan tanggungjawab bendahara yang dalam melaksanakan tugasnya menggunakan sistem akuntansi sederhana. (3) Pertanggungjawaban/pengawasan pembiayaan dilaksanakan dengan menyusun laporan pertanggungjawaban, sedangkan pengawasan dilakukan secara internal dan eksternal dari inspektorat pendidikan, BPKP dan BPK,  juga pengawasan melekat oleh kepala sekolah. Abstract. The objectives of this study   were to describe and to analyze the management of the financing activities at SMPN 3 Mranggen, such as: budgeting, accounting, and auditing. The data collection was done by having an interview with the persons in charge, observing the activities, and having a library research. The researcher uses the steps of data reduction, data presentation and conclusion.  The results of the study showed that (1) the budgeting at SMPN 3 Mranggen was done by arranging the school-based budget plan financing. The funds of the education at junior high school were raised from block grant and school operational aid (BOS)  and also from the parents. The funds were used to pay all the education activities based on eight goals of National Education Standards. (2)  the accounting of the financing were divided into two activities: budget executions and budget records. Each of the coordinator of education standards had to be responsible to the budget executor. Meanwhile, the treasurer had to record all the budget executions with a simple accounting system. (3)  the auditing of the financing activities at SMPN 3 Mranggen was done by arranging accountability reports , while the monitoring was done by the education inspectorates, auditing firms and the headmasters internally and externally.
KOMPETENSI GURU DALAM MEMEDIASI PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TARHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA DI WILAYAH KECAMATAN BONANG KABUPATEN DEMAK Soleh, Khoiruman; Wahyudin, Agus; S.Martono, S.Martono
Educational Management Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru sebagai agen pembelajaran merupakan ujung tombak yang berada pada barisan terdepan dalam pendidikan formal sehingga tidak mengherankan jika guru dijadikan pihak yang paling bertanggung jawab terkait dengan kualitas pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi guru dalam memediasi pengaruh kepemimpinan kepala sekolah tarhadap hasil belajar siswa pada sekolah lanjutan pertama di wilayah Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. Adapun sampel yang digunakan pada penelitian ini sebesar 133 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi guru dan hasil belajar siswa ada pengaruh positif yang signifikan hal ini berimplikasi pada perlunya peningkatan kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi guru yang dapat dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai workshop, seminar dan untuk peningkatan kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi guru, memberikan kesempatan guru untuk studi lanjut kejenjang yang lebih tinggi, melaksanakan studi banding ke sekolah yang dianggap mempunyai kompetensi yang lebih tinggi.
MODEL SUPERVISI AKADEMIK KELOMPOK BERBASIS THINK TALK WRITE UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH Latifah, Fauziah Asri; Samsudi, Samsudi; Masrukan, Masrukan
Educational Management Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan model supervisi akademik kelompok teknik think talk write untuk pembimbingan penyusunan karya tulis ilmiah guru SMA Negeri di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan modifikasi dari model Borg and Gall. Uji coba model dilakukan secara terbatas dengan melibatkan 1 orang pengawas SMA dan 10 orang guru bergolongan IIIa-IIIb dari sekolah di daerah binaannya. Keefektifan model diukur dari kemampuan guru menyusun karya tulis ilmiah yang didasarkan pada penilaian kualitas karya tulis ilmiah dengan kriteria nilai minimal adalah 80% dari skor total penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan efektif untuk pembimbingan penyusunan karya tulis ilmiah berdasarkan indikator penilaian karya tulis ilmiah yang disusun oleh guru, yaitu 9 dari 10 guru (90%) berhasil menyusun karya tulis ilmiah dengan kategori baik. Rekomendasi dari penelitian ini adalah diperlukan komitmen yang tinggi dari pengawas dan guru terutama untuk masalah waktu. The purpose of this study is to measure the effectiveness of a group academic supervision think talk write technique model for guiding teacher in public secondary schools in Semarang to writing scientific paper. This study uses a modification of the Borg and Gall development research approach. This study involves 1 supervisor and 10 high school teachers IIIa-IIIb diversified in the area of school proxies. The experimental implementation of the model is measured by teacher’s observation. The effectiveness of the model measured by teacher’s competence in writing scientific paper based on the assessment of the quality of scientific papers with a minimum value criterion is 80% of the total score assessment. The results showed that the developed model effective for guiding teacher writing scientific papers based on the assessment indicators of scientific papers prepared by the teacher, which is 9 out of 10 teachers (90%) writing scientific paper successfully with good category. Recommendations from this research is the application of this model required commitment from supervisors and teachers especially for the problem of time.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PEMBINAAN MENTAL DAN MORAL MELALUI LATIHAN FISIK, AKTIVITAS TARUNA DAN KEHADIRAN DI ASRAMA DENGAN PRESTASI AKADEMIK TARUNA Murdiyanto, Eko
Educational Management Vol 1 No 1 (2012): June 2012
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengetahui hubungan antara pengembangan spiritual dan mental dan prestasi akademik taruna, dan pendekatan kualitatif digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pembangunan spiritual dan mental untuk taruna Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) ada hubungan antara latihan fisik, kegiatan, dan kehadiran mereka di asrama dan prestasi akademik taruna. (2) Faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan pembangunan spiritual dan mental meliputi (a) latar belakang yang berbeda dari karir, (b) lebih sedikit waktu tersedia untuk merencanakan pengembangan spiritual dan mental, (c) tidak adanya sebuah komite untuk mengevaluasi pengembangan spiritual dan mental, (d) koordinasi yang kurang antara karir, (e) tidak adanya hukuman fisik yang mengakibatkan pelanggaran peraturan, (f) tidak ada perawatan dari karir dan kuliah, (g) sejumlah karier, (h) taruna malas mempengaruhi orang lain untuk mengikuti perilaku mereka. (3) Berdasarkan wawancara, beberapa faktor yang yang mendukung pengembangan spiritual dan mental meliputi (a) pernyataan dari taruna bahwa mereka akan mengikuti aturan, (b) adanya pertibtar, (c) baik sarana dan prasarana, (d) taruna tinggal di asrama sehingga kontrol mudah, (e) seragam taruna memakainya mudah untuk mengaturnya, (f) junior menghormati senior mereka, dan senior menghormati guru mereka, (g) pengawasan ketat orangtua ke taruna (h) ketersediaan karir di asrama untuk mengontrol kegiatan taruna dan (i) pemantauan pengembangan spiritual dan mental.The quantitative approach is used to find out the relationship between the spiritual and mental development and the cadets’ academic achievement, and the qualitative approach is used to find out the factors that support and hinder the implementation of the spiritual and mental development for the cadets’ of Semarang Merchant Marine Polytechnics. The results of the analysis show that (1) there is a relationship between the physical exercises, cadets’ activities, and their presence in the dormitory and the cadets’ academic achievement. (2) Factors that hinder the implementation of the spiritual and mental development include (a) different basic background of the careers, (b) less available time for planning the spiritual and mental development, (c) the absence of a committee for evaluating the spiritual and mental development, (d) less coordination between careers, (e) the absence of physical punishment resulting in the violation of regulations, (f) no care from careers and lectures, (g) limited number of careers, (h) lazy cadets influence others to follow their behavior. (3) Based on the interviews, some factors that’s support the spiritual and mental development include (a) statement from cadets that they would observe the rules, (b) the presence of pertibtar, (c) good infrastructure and facilities, (d) cadets stay in the dormitory so control is easily made, (e) cadets wearing uniform it easy to organize them, (f) juniors respecting their seniors, and seniors respecting their teachers, (g) strict parent’ supervision to the cadets, (h) the availability of careers in the dormitory to control the cadets’ activities, and (i) the monitoring of the spiritual and mental development.
PENGELOLAAN KURIKULUM PEMBELAJARAN TEMATIK DENGAN METODE SPIDER WEB (STUDI KASUS DI SEKOLAH ALAM UNGARAN / SAUNG) Dewi Susilawati, Ratna
Educational Management Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis kurikulum pembelajaran tematik dengan metode spider web yang dilaksanakan di Sekolah Alam Ungaran/SAUNG, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian kurikulum pembelajaran tematik dengan metode spider web. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, komite, dan orang tua siswa. Uji keabsahan data menggunakan teknik: triangulasi sumber dan triangulasi metode. Sedangkan analisis data menggunakan prosedur: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kurikulum di SAUNG dikelola sesuai dengan fungsi-fungsi pengelolaan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian. Aspek-aspek perencanaan kurikulum meliputi pelaksanaan identifikasi kebutuhan kurikulum, perumusan kurikulum dan penetapan kurikulum. AbstractThe purpose of this research are to determine and analyze thematic curriculum of learning by spider web method implemented in the Sekolah Alam Ungaran/SAUNG covering planning, implementing, and evaluating thematic curriculum of learning by spider web method. This method of this reaserch is qualitative by case study approach. Data collection techniques were used: interviews, observation, and study the document to the principal, teachers, committees, and parents. Test the validity of the data are using: triangulation of sources and triangulation of methods. While the analysis of the data using the procedure: data collection, data reduction, data presentation, and data verification.

Page 8 of 52 | Total Record : 514