cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Educational Management
ISSN : 22527001     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Educational Management is a peer-reviewed journal which publishes original contributions on education administration, management and leadership in the widest sense: on the management of schools of all types, and of further and higher education institutions; on administration and policy at all levels - institutional, local, national and international; and on the study and teaching of educational administration.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
PENGARUH KOMPETENSI PEMBIMBING DAN KOMPETENSI INSTRUKTUR TERHADAP KEEFEKTIFAN PELAKSANAAN ON THE JOB TRAINING Sudarto, Sudarto
Educational Management Vol 1 No 1 (2012): June 2012
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh masing-masing maupun secara bersama-sama kompetensi pembimbing dan kompetensi instruktur terhadap keefektifan pelaksanaan on the job training kelompok teknologi industri SMK Negeri Kota Semarang. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasinya adalah semua pembimbing/guru produktif kelompok teknologi industri SMK Negeri kota Semarang. Data dikumpulkan dengan angket. Sebelum digunakan untuk penelitian, terlebih dahulu instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis regresi dan prasyarat yang meliputi uji normalitas, uji linieritas, heteroskedastisitas dan multikolinieritas. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positip dan signifikan antara kompetensi pembimbing dan kompetensi instruktur secara bersama-sama terhadap keefektifan pelaksanaan on the job training kelompok teknologi industri SMK Negeri Kota Semarang. Angka determinasi diperoleh sebesar 65,6 %, sedangkan angka determinasi parsial masing-masing sebesar 55,9 % dan 57 %. Saran yang diajukan berdasar temuan penelitian adalah perlunya diadakan suatu kegiatan dalam rangka peningkatan kompetensi pembimbing dan kompetensi instruktur, agar pengaruh terhadap keefektifan pelaksanaan on the job training semakin besar. Disarankan pula perlunya penelitian lebih lanjut, mengingat 34,4 % keefektifan pelaksanaan OJT disebabkan faktor di luar penelitian ini.This research is aimed at analyzing the influence of each or altogether the instructor’s and counselors’ competency to the effectiveness of the conduct of on the job training on the group of industrial technology public vocational school in Semarang. The approach of the research is quantitative. The population is all of the productive teachers and counselors on the group of industrial technology public vocational school in Semarang. The data is collected using questionnaire. The instrument is tested for its validity and reliability. Then the data will be analyzed using regression and pre-condition which includes normality test, linearity test, heteroskedasticity and multikolinearity. The research found that there is positive and significant influence between the instructor’s and counselors’ competency altogether to the effectiveness of on the job training with the group of public vocational school in Semarang. The determination score is 65,6% while the partial determination score is 55,9% and 57%. It is suggested that the improvement the instructor’s and counselors’ competency to the increase the effectiveness of the conduct of on the job training on the group of industrial technology public vocational school in Semarang is necessary
FAKTOR DETERMINAN KINERJA GURU SMA Rozi, Muhammad Fachrur; Prihatin, Titi; Suminar, Tri
Educational Management Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kinerja guru SMA yaitu supervisi akademik kepala sekolah, kepuasan kerja dan komitmen guru. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (eksplanatory research). Penelitian ini dilakukan di 8 SMA Negeri Se-Kabupaten Probolinggo – Provinsi Jawa Timur, dengan guru sebagai subyek penelitian. Populasi penelitian sebanyak 586 orang, dan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 224 orang dengan menggunakan Nomogram Harry King dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengukuran skala dengan menggunakan Skala Likert yang berisi lima alternaif jawaban untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi guru terhadap variabel-variabel yang diteliti. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan aplikasi WarpPLS 5.0. Temuan hasil penelitian ini adalah supervisi akademik kepala sekolah secara signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja guru, komitmen guru dan kepuasan kerja guru. Kepuasan kerja guru juga signifikan mempengaruhi komitmen guru dan kinerja guru. Komitmen guru sendiri signifikan mempengaruhi kinerja guru.Hasil output indirect effect memberikan bukti bahwa komitmen guru dan kepuasan kerja guru dapat menjadi variabel mediasi untuk hubungan antara supervisi akademik kepala sekolah dan kinerja guru.Guru diharapkan lebih meningkatkan komitmen yang selanjutnya juga akan berdampak pada kepuasan kerjanya sehingga akan meningkatkan kinerja nantinya. Salah satu tupoksi kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi akademik kepada guru. Maka dengan meningkatkan intensitas supervisi yang lebih memberikan arahan atau dorongan positif, maka kinerja gurupun akan meningkat.
SUPERVISI AKADEMIK KOLABORASI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PRODUKTIF SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Jaya, Surya; Samsudi, Samsudi; Prihatin, Titi
Educational Management Vol 4 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  menganalisis dan mendiskripsikan pelaksanaan supervisi akademik saat ini, menghasilkan model supervisi akademik yang sesuai kebutuhan, validitas  model, keefektifan model  supervisi akademik berbasis kolaborasi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development, dengan pendekatan kualitatif mengungkap pelaksanaan supervisi akademik saat ini dan kebutuhan model supervisi. Tahap pengembangan melibatkan ahli dan praktisi serta FGD. Tahap evaluasi yaitu Uji coba terbatas one group pretest–postest design untuk mengetahui keefektifan model. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan supervisi akademik selama ini dinilai kurang efektif, supervisi lahir atas inisiatif pengawas, kurangnya observasi atau kunjungan kelas,  kurangnya kerjasama pengawas dan guru, sehingga perlu dikembangkan supervisi akademik yang dapat mengatasi permasalahan saat ini yaitu supervisi akademik kolaborasi. Hasil uji coba menunjukan keefektifan supervisi, terjadi peningkatan dari 58,14% (pretest) menjadi 82,4% (postest) atau meningkat sebesar 24,26% dalam hal kemampuan guru dalam mengajar di kelas melalui observasi kelas. Peneliti menyimpulkan model supervisi akademik berbasis kolaborasi efektif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru produktif.
MANAJEMEN PENGELOLAAN FASILITAS PENDIDIKAN AKADEMI MILITER MAGELANG Yasnanto, Yasnanto; Kardoyo, Kardoyo; Khafidc, Muhammad
Educational Management Vol 4 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penghapusan fasilitas pendidikan di Akademi Militer Magelang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dan pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian adalah para pejabat yang menangani bidang perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penghapusan fasilitas pendidikan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan fasilitas pendidikan belum direncanakan secara khusus, tetapi merupakan bagian dari perencanaan secara umum. Pengadaan fasilitas pendidikan dilakukan sama dengan pengadaan barang lainnya. Penggunaan fasilitas pendidikan dilakukan dengan sangat ketat dan mengutamakan faktor keamanan.  Dalam  pemeliharaan fasilitas pendidikan tidak hanya terbatas pada pemeliharaan saja, tetapi juga terdapat fungsi perbaikan. Penghapusan fasilitas pendidikan dilakukan dengan sangat ketat, bertahap dan berjenjang, dan mengutamakan faktor keamanan.  Pelaporan fasilitas pendidikan merupakan bagian dari pelaporan aset melalui Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara, yang didahului dengan inventarisasi fasilitas pendidikan. Disarankan perencanaan fasilitas pendidikan dilakukan secara khusus, walaupun tetap sebagai bagian dari perencanaan umum keseluruhan aset Akademi Militer, dan organisasi pengelola fasilitas pendidikan lebih disempurnakan dengan melibatkan Staf Direktur Lembaga, Departemen, dan Satuan terkait.
PELAKSANAAN TQM DI SEKOLAH ISLAM TERPADU MI LUQMAN AL HAKIM TEGAL Retnoningsih, Nur
Educational Management Vol 1 No 2 (2012): December 2012
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Pelaksanaan peningkatkan mutu pendidikan yang berfokus pada pelanggan, pelaksanaan perbaikan terus-menerus, dan kerjasama tim sebagai prinsip Total Quality manajement (TQM), namun kenyataanya banyak lembaga pendidikan terutama di tingkat pendidikan dasar tidak menerapkannya. Fokus penelitian adalah peningkatan mutu pendidikan di MI Luqman Al Hakim. Adapun pertanyaan penelitiannya adalah Bagaimana pelaksanaan yang berfokus pada pelanggan, pelaksanaan perbaikan terus-menerus dan pelaksanaan kerjasama tim di MI Luqman Al Hakim? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus yang menggunakan teknik trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian: (1) Fokus pada pelanggan diawali dengan menggunakan identifikasi harapan pelanggan dilaksanakan melalui isian formulir pendaftaran, paguyuban kelas, POMG, dan komunikasi langsung, Hasil identifikasi harapan dan kebutuhan pelanggan direncanakan dan ditetapkan melalui rapat bersama warga sekolah, orang tua, komite sekolah dan yayasan untuk dijadikan program sekolah, (2) Pelaksanaan perbaikan pelanggan internal dilakukan dengan melalui rapat pekanan setiap hari Sabtu untuk evaluasi dan perbaikan kegiatan pendidikan selama sepekan, meningkatkan kompetensi kepala sekolah, guru dan pemenuhan sarana pembelajaran, serta perbaikan mutu pembelajaran melalui life skill, dan guru model berbasis keteladanan dengan menerapkan pembelajaran aktif, inovatif, menyenangkan, dan (3) Kerjasama tim yaitu kepala sekolah mendelegasikan keputusan pada stafnya menurut bidang pekerjaannya. Abstract : Implementation of quality improvement has focused on customer education, the implementation of continuous improvement, and teamwork as the principle of Total Quality Management (TQM). However, in fact, many educational institutions especially at the primary level, have not applied it. One of the primary school level education institutions which has  implemented the integrated quality improvement of education is Luqman Al-Hakim MI Slawi Tegal regency. The focus of the research is improving the quality of education in MI Luqman Al-Hakim. The research question is: How are the implementation of customer-focused, the implementation of continuous improvement and implementation of teamwork in MI Luqman Al-Hakim? The approach used in this study is a qualitative case study method that uses the source and method triangulation techniques. The data were collected through interviews, observations, and documents. Results of the study: (1) Focus on the customer using identification of customer expectations is carried out through registration form, class associations, PTAs, and direct communication, The identification of customer expectations and needs are planned and established through a meeting with citizens of the school , parents, school committees and foundations to serve as school programs, (2) Implementation of the improvements made ​​to the internal customers through: meeting pekanan every Saturday for evaluation and improvement of educational activities during the week, increasing the competence of school principals, teachers and the fulfillment of a learning tool, as well as improving the quality of learning through life skill, and exemplary teacher-based model to implement active, innovative, and learning, and (3) Teamwork is the principal delegate decisions on staff levels according to the term waka waka involving curriculum, student affairs, facilities and infrastructure, public relations, worship, and team teaching. Based on this research, it is suggested that MI Luqman Al-Hakim needs to delegate the duty to the right person based on the expertise for the optimization of team work and team supervisor.
MODEL IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 4 KOTA TEGAL Nez, Alif Laela
Educational Management Vol 3 No 2 (2014): December 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMAN 4 Tegal merupakan piloting project nasional dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk mengkaji lebih mendalam secara ilmiah untuk mengadakan penelitian tentang “ Model Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kurikulum 2013 di SMAN 4 Tegal “ dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan karakter. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif analisis dan bersifat induktif, hasil penelitian lebih menekankan pada makna. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data dan sumber. Hasil penelitian, perencanaan dilaksanakan dengan mengidentifikasi kebutuhan, merumuskan visi, misi dan menetapkan program yang terkait dengan nilai - nilai karakter. Dalam pengorganisasian adanya tim teknis pelaksana pendidikan karakter. Pelaksana pendidikan mengacu pada kurikulum 2013. Pengawasan pendidikan karakter dilakukan melalui pengawasan internal oleh kepala sekolah dan pengawas eksternal oleh komite dan pengawas sekolah secara terpadu dan kontinu. Simpulan dari penelitian ini ialah SMAN 4 Tegal telah melaksanakan pendidikan karakter dengan baik. Saran dari peneliti, keteladanan guru dan warga sekolah agar menjadi prioritas utama dalam membentuk budaya sekolah yang berkarakter. SMAN 4 Tegal is piloting national project in implementating character education. Therefore the researchers were interested in more depth scientifically to conduct research on “ Implementation of Model-Based Character Education Curriculum 2013 in SMAN 4 Tegal “ with purpose to describe the planning, organization, implementation and supervision of character education. The approach of This study is a qualitative with descriptive methods and inductive analysis, the result further emphasize the meaning. Data collection techniques using observation, interview and documentation. Data analysis is used by interactive analisiss models. Data validation techniques using triangulation techniques and sources of data. The results of the research, planning carried out by identifying needs, formulating a vision, mission, and establish programs related to the value of any character in organizing the technical team implementing character education. Implementation of education refers to the curriculum in 2013. Supervision of character education is done through internal control by the principal and external supervision by the supervisory committee and the school in an integrated and continuous. Conclusion, tegal has conducted education SMAN 4 character well. Suggestion from researchers, exemplary teachers and schools communities to be the main preoritas in shaping school culture character
POLA PENGELOLAAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN BERBASIS KECAKAPAN HIDUP DI PKBM BENDAN JAYA KOTA PEKALONGAN Sodik, Sodik
Educational Management Vol 1 No 2 (2012): December 2012
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine the pattern of the management program of Life Skills-based Education Equality in PKBM Bendan Jaya Pekalongan. This study employs a qualitative case study approach. The subjects of this study were 5 managers, 27 tutors, 5 technical resource persons and 131 Citizens. The data was collected by the method of participant observation and in-depth interviews and documentation. Analysis of data is employed derived from Miles and Huberman, namely data reduction, display data and verification data. The results revealed that (1) Program Planning education in PKBM Bendan mature Jaya done that based on the potential and opportunities; (2) Implementation of Life skills-based education equality in PKBM Bendan Jaya is very flexible related to the agreement between all the elements that exist in PKBM; (3) Organization of Human Resources at PKBM Bendan Jaya is characterized by patterns of kinship and stewardship patterns which tend to follow the pattern of the dual position gendhong indhit; (4) Eventhough the equality of Education Program Evaluation of PKBM Bendan Jaya tends to be less tolerant, but the residents are found to learn the material well enough with the evidence of high graduation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengelolaan program Pendidikan Kesetaraan berbasis Kecakapan Hidup di PKBM Bendan Jaya Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Subjek  penelitian ini adalah 5 pengurus, 27 orang Tutor, 5 nara sumber teknis dan 131 Warga Belajar PKBM Bendan Jaya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengamatan terlibat dan wawancara mendalam serta metode dokumentasi. Analisis data dengan teknik analisis yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data.  Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perencanaan Program pendidikan di PKBM Bendan Jaya dilakukan secara matang yakni berdasarkan pada potensi dan peluang yang ada; (2) Pelaksanaan Program pendidikan Kesetaraan berbasis kecakapan Hidup di PKBM Bendan Jaya sangat fleksibel dalam arti berdasarkan kesepakatan antar semua elemen yang ada di PKBM; (3) Pengorganisasian  Sumber Daya Manusia di PKBM Bendan Jaya sangat diwarnai dengan pola kekeluargaan  dan pola kepengurusan cenderung mengikuti pola gendhong indhit; dan (4) Evaluasi Program pendidikan Kesetaraan di PKBM Bendan Jaya meski cenderung toleran  namun daya serap warga belajar terhadap materi cukup tinggi.
Pengembangan Model Supervisi Klinis Teknik Konseling Kelompok pada Guru BK SMA Kabupaten Lombok Timur Himdani, Himdani; Pramono, Suwito Eko; Awalya, Awalya
Educational Management Vol 6 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan model supervisi klinis teknik konseling kelompok dilatarbelakang kepengawasan yang selama ini belum oftimal karena jarak sekolah yang jauh, dan belum mampu mengembangkan potensi khas dan performance guru yang berkaitan dengan kreatif dan inovatif dalam membangun suasana pemberian layanan yang menarik. Pembinaan melalui supervisi klinis dapat berfungsi sebagai human resources devlopment bagi guru BK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model supervisi klinis yang dilaksanakan selama ini dan menghasilkan model supervisi klinis teknik konseling kelompok, serta menguji dan menganalisis kelayakan model supervisi klinis teknik konseling kelompok pada guru BK Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yaitu dengan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D), berpedoman pada langkah-langkah Sugiyono dengan prosedur penelitian melalui tiga tahap yaitu: (1) Tahap studi pendahuluan, (2) tahap Pengembangan (3) Tahap ujicoba.Data penelitian pada tahap pendahuluan dikumpulkan dengan menggunakan wawancara,observasi, dan studi dokumentasi. Pada tahap pengembangan melibatkan ahli dan praktisi. Tahap ujicoba dengan uji persepsi menggunakan lembar penilaian dengan skala likert yang diberikan pada calon pengguna model untuk mengetahui kelayakan model. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan supervisi klinis yang sesuai dengan kebutuhan guru BK SMA adalah supervisi dengan teknik konseling kelompok yang di mulai dari tahap perencanan, pertemuan awal, observasi mengunakan teknik konseling kelompok, pertemuan balikan dan tindak lanjut. Hasil uji persepsi menunjukan kelayakan model supervisi klinis teknik konseling kelompok kategori tinggi. Disarankan model supervisi klinis teknik konseling kelompok dapat diuji coba lagi sampai pada model final sehingga dapat dilaksankan oleh supervisor, guru, Dinas Pendidikan dan untuk lebih mengembangkan lagi keterampilan mengajar yang lebih menarik dan menyenangkan di Kabupaten Lombok Timur.
Pengembangan Model Supervisi Akademik dengan Mentoring Method dalam Pembelajaran yang Mendidik Pada SMK di Kabupaten Kupang Pallawagau, Murni; Prihatin, Titi; Suminar, Tri
Educational Management Vol 6 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitan ini adalah Untuk menganalisis model faktual supervisi akademik yang selama ini digunakan pengawas di SMK di Kabupaten Kupang, mengembangkan desain model dengan menghasilkan model hipotetik supervisi akademik dengan mentoring method dan untuk mengetahui kelayakan model supervisi model supervisi akdademi dengan mentoring method. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah RnD (Research and Development), yang dibagi dalam tiga tahapan tahap studi pendahuluan, tahap pengemangan dan tahap evaluasi. Studi pendahuluan dengan pendekatan kualitaif. Tahap pengembangan melibatkan ahli dan praktisi. Tahap evaluasi (uji persepsi) menggunkan angket penilain dengan teknik Delphi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan supervisi akademik selama ini kurang efektif. Supervisi yang dibutuhkan oleh guru adalah supervisi yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Supervisi yang melihat setiap perkembangan yang dilakukan oleh guru kearah yang lebih baik. Model dianggap valid oleh pekar dan praktisi dengan skor 58 dari skor maksimal 65 dengan predikat sangat baik serta hasil uji persepsi model dengan skor 70,5 dari skor tertinggi 75 dengan predikat sangat layak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah supervisi akademik selamam ini belum dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Pengawas dan kepala sekolah disarankan dapat menggunakan model supervisi akademik dengan mentoring method untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru.Model ini hanya sampai pada tahap uji persepsi saja. Untuk mengetahui tingkat keefektifannya perlu dilakukan penelitian lanjutan.
Peningkatkan Mutu dan Profesionalisme Tenaga Pengajar di Akpelni Semarang Ditinjau dari Proses SDM Pakpahan, Valen Octavia; Haryono, Haryono; Yusuf, Amin
Educational Management Vol 6 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permaisalahan yang terjadi adalah belum terpenuhinya kualifikasi dari Renstra (Rencana Strategis) KEMENDIKBUD mengenai persentase dosen dan perbandingan antara dosen dengan mahasiswa yang belum sesuai. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses rekrutmen, seleksi, pelatihan, dan pengembangan dalam meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga pengajar di AKPELNI Semarang. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Belum ada pembentukan panitia rekrutmen, kendalanya berasal dari eksternal. Proses seleksi ada dua yaitu eksternal dan internal. Terdapat dua jenis pelatihan yakni eksternal dan internal, tahapan pelatihan eksternal yaitu penentuan kebutuhan pelatihan, penentuan sasaran pelatihan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi pelatihan dan dampak pelatihan. Proses pengembangan meliputi: sasaran, kurikulum, sarana, peserta, pelatih, dan pelaksanaan, minimnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Page 9 of 52 | Total Record : 514