cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Educational Management
ISSN : 22527001     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Educational Management is a peer-reviewed journal which publishes original contributions on education administration, management and leadership in the widest sense: on the management of schools of all types, and of further and higher education institutions; on administration and policy at all levels - institutional, local, national and international; and on the study and teaching of educational administration.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
MANAJEMEN BELAJAR DAN BERMAIN ANAK KELAS AKSELERASI (STUDI KASUS DI SMPN 3 PATI) Wahyuningsih, Dwi
Educational Management Vol 1 No 1 (2012): June 2012
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana siswa program percepatan belajar mengelola dan waktu bermain selama progam percepatan waktu dan apakah program percepatan mempengaruhi perasaan mereka untuk mendapatkan waktu bermain yang memadai. Ini adalah studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumen. Validitas data diperoleh melalui triangulasi, verifikasi responden, dan penilaian antara para peneliti. Data dianalisis dengan menggunakan (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) kesimpulan menggambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan belajar dan bermain siswa dari program percepatan Sekolah SMP Negeri 3 Pati: (1) siswa program percepatan mengatur waktu mereka dari pagi hingga sore, karena mereka menghadiri kegiatan belajar mengajar reguler dari pagi sampai sore, dan kemudian mengambil pelajaran tambahan di luar sekolah mereka sampai sore hari. Pada malam hari mereka harus meninjau pelajaran dan melakukan tugas rumah dan mempersiapkan bahan belajar untuk hari berikutnya. (2) Para siswa dari program percepatan mengelola waktu mereka bermain selama liburan atau waktu luang. Hal ini karena setiap hari mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk belajar dan tidak punya waktu untuk bermain. (3) Para siswa berpikir bahwa waktu untuk belajar tidak seimbang dengan waktu mereka untuk bermain karena mereka harus belajar setiap hari dari pagi hingga sore dan dapat memiliki waktu untuk bermain hanya selama liburan sekolah.This study is meant to find out how the students of the acceleration program manage their learning and play time during the time-demanding acceleration progam and whether the acceleration program affects their feeling to obtain adequate playing time. This is a case study. The data were collected by the use of interviews, observation, and documents. The validity of the data was obtained through triangulation, respondent verification, and assessment among researchers. The data were analyzed by using (1) data reduction, (2) data presentation, (3) drawing conclusions. The results of the analysis show that the learning and playing management of the students of the acceleration program of State Junior High School 3 of Pati: (1) the students of the acceleration program manage their time from morning to evening, because they attend the regular teaching learning activities from morning to afternoon, and then take extra lessons outside their school until late afternoon. In the evening they have to review lessons and do home assignments and prepare learning materials for the following day. (2) The students of the acceleration program manage their playing time during their holidays or free time. This is because every day they spend most of their time to study and do not have time to play. (3) The students think that the time for learning is not balanced with their time to play because they have to learn every day from morning to evening and can have time to play only during school holidays.
MANAJEMEN BUDAYA SEKOLAH SMP NEGERI 1 KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Raharjo, Pono
Educational Management Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam perencanaan Program Budaya Sekolah; pelaksanaan Rencana Kerja Budaya Sekolah; pengawasan Budaya Sekolah, yang berfokus pada Manajemen Budaya Sekolah Peneliti menggunakan metode deskriptif kaulitatif. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, peneliti menggunakan sample purposive dan menggunakan tehnik penelitian sampel bola salju atau snowball sample. Dari hasil penelitan yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: (a) SMP Negeri 1 Kajen Kabupaten Pekalongan telah memiliki prosedur yang baku dalam pengelolaan budaya sekolah, (b) dalam setiap penyusunan rencana program budaya sekolah, selalu melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk siswa; (c) sebelum pelaksanaan program dijalankan, pihak pengelola budaya sekolah memberikan sosialisasi yang cukup kepada seluruh siswa; dan (d) dalam pengawasan budaya sekolah, dijalankan secara berlapis dari guru, wakil kepala sekolah, kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas sekolah. AbstractThis study was conducted because of SMP Negeri 1 Kajen Pekalongan has established standard procedures and the management of the school culture. The research was conducted with the hopeto provide input and advice toother schools in the district Pekalongan in order to improve thequality of education. This study uses descriptive kaulitatif. From the results of research conducted, obtained the following results: (a) SMP Negeri 1 Kajen Pekalongan have standard procedures in the management of the school culture, (b) In any school cultural program planning, always in volves the entireschool community, including students, (c) before the program starts, the manager of the school culture providead equate socialization to all students; (d) under the supervision of the school culture, executedin layer sof teachers, vice-principals, principals, school committees and school superintendent.
DAMPAK IMPLEMENTASI ISO 9001:2000 DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LPMP JAWA TENGAH STUDI PERSEPSI PADA PEGAWAI LPMP Setiyaningrum, Iis
Educational Management Vol 1 No 1 (2012): June 2012
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari ISO 9001:2000 yang diimplementasikan dengan kinerja persepsi karyawan di LPMP, Jawa Tengah dan dampak dari ISO 9001: 2000 yang dilaksanakan dan budaya organisasi dengan kinerja di pekerja persepsi di LPMP, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja dari LPMP di Jawa Tengah sebanyak 62 orang dengan instrumen kuesioner tertutup yang diuji terlebih dahulu untuk mengetahui validitas dan reliabilitas. Metode analisis data akan dilakukan analisa deskriptif, pengujian bersyarat untuk mengetahui tingkat normalitas dan linearitas data juga hipotesis pengujian penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa kesamaan kondisi setiap variabel penelitian berada dalam kondisi baik dan semua hipotesis penelitian terbukti. Dampak dari variabel pekerja persepsi dalam pelaksanaan ISO 9001: 2000 untuk pekerja kinerja adalah 0,585 (58,5%), budaya organisasi terhadap kinerja guru adalah 0.511 (51,1%) dan bersama-sama dari persepsi terhadap implementasi ISO 9001:2000 dan budaya organisasi untuk kinerja pekerja adalah 77,5%. Saran dari penelitian ini, pemimpin harus mendorong karyawan untuk menerapkan ISO 9001: 2000 lebih bertanggung jawab, fasilitas pendukung harus diberikan, para pekerja harus memiliki kesadaran, meningkatkan pemahaman dan keterampilan pekerja; dan mengevaluasi keberhasilan organisasi.This research is aimed at knowing and analyzing the influnce of ISO 9001:2000 which is implemented to the performance of workers’ perception in LPMP , Central Java and the impact of ISO 9001 : 2000 which is implemented and the culture of organization to the performance in the workers’ perception in LPMP , Central Java. The research employed quantitative approach in non-experimental design. The sample of this research is the workers of LPMP in Central Java as many as 62 people with the instrument of closed questionnaire which is tested firstly to know the validity and the reliability. The method of analyzing the data will be descriptive analysis, conditional testing to know the normality level and the linearity of the data also hypothesis testing of the research. The research found that in common the condition of each variable of the research is in the good condition and all research hypotheses are proven. The impacts of the variable of workers’ perception in the implementation of ISO 9001 : 2000 to the workers’ performance is 0,585 (58,5%), the organization culture to the teachers’ performance is 0,511 (51,1%) and all together from workers’ perception to the implementation of ISO 9001:2000 and the organization culture to the workers’ performance is 77,5%. The suggestion of this research will be that leader should encourage the workers to conduct ISO 9001: 2000 more responsibly, the supporting facility must be given, the workers must have self – awareness, improve understanding and workers’ skills; and evaluating the success of the organization.
EFEK MEDIASI KECERDASAN EMOSI PADA PENGARUHSUPERVISI KOLABORATIF DAN KEPEMIMPINAN TERHADAPPERILAKU INOVATIF GURU Taoefik, Moh; Fakhruddin, Fakhruddin; Thomas, Partono
Educational Management Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kreatifitas guru dengan persentase rata-rata 1,73% melalui lomba inovasi pembelajaran di kabupaten Lombok Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek mediasi kecerdasan emosi pada pengaruh supervisi kolaboratif pengawas sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap perilaku inovatif guru. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto. Hasil pengujian pada taraf signifikansi 5% diperoleh hasil bahwa supervisi kolaboratif pengawas sekolah tidak berpengaruh positif terhadap perilaku inovatif guru dengan nilai β = -0,067. Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif terhadap perilaku inovatif guru dengan nilai β = 0,114. Kecerdasan emosi guru berpengaruh positif terhadap perilaku inovatif guru dengan nilai β = 0,686 dan p-value sebesar < 0,001. Supervisi kolaboratif pengawas sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif terhadap kecerdasan emosi guru dengan masing -masing nilai β = 0,194 dan β = 0,186. Supervisi kolaboratif pengawas sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif terhadap perilaku inovatif guru melalui kecerdasan emosi guru dengan masing-masing nilai β = 0,132 dan β = 0,127 dan p-value sebesar < 0,05. Hasil penelitian ini menyimpulkan kecerdasan emosi guru berperan sebagai mediator untuk meningkatkan perilaku inovatif guru.
IMPLEMENTASI KURIKULUM SEKOLAH BERBASIS LINGKUNGAN DI SD CAHAYA NUR KABUPATEN KUDUS Binedikta, Sri Lestari; Sumaryanto, Totok; Kardoyo, Kardoyo
Educational Management Vol 4 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi pendidikan lingkungan hidup di Indonesia diberlakukan dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Sekolah Berbudaya Lingkungan, yang sampai sekarang belum dilaksanakan secara maksimal karena minimnya pengetahuan tentang lingkungan hidup dan keterbatasan sumber daya manusia .  Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendiskripsikan dan menganalisis Pendidikan Lingkungan Hidup, (2) Mendeskripsikan dan menganalisis pendidikan lingkungan hidup yang terintegrasi dengan pelajaran lain, (3) Mengimplementasikan pembiasaan peduli terhadap lingkungan hidup. Penelitian  menggunakan metode deskriptif  kualitatif dengan rancangan studi kasus. Sumber data dari informan, dokumen dan penelitian di lapangan. Teknik pengumpulan data dengan : wawancara, obsevasi, studi dokumen, Analisis data interaktif, kebsahan data menggunakan trianggulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kurikulum SD Cahaya Nur  disusun oleh Tim Penyusun yang terdiri dari kepala sekolah, guru, komite Sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran dan ditambah dengan Kurikulum Berbasis Lingkungan yang diimplementasikan  dalam Pendidikan Lingkungan Hidup, (2) Diintegrasikan dalam pelajaran lain. (3) Pembiasaan peduli lingkungan hidup: (a) Pemanfaatan sampah, (b) pengelolaan lahan, (c) Jumat bersih Sabtu menanam, (d) hemat energi, (e) mengurangi penggunaan plastik. (f) ramah lingkungan, (g) kantin sehat. Saran yang diberikan agar guru menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini dan memanfaatkan lingkungan sebagai sarana belajar.  
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA TEAM TEACHING DI SMK Mustika, Indria
Educational Management Vol 3 No 2 (2014): December 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan instrumen penilaian kinerja team teaching pada mata diklat produktif di SMK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan tiga langkah yaitu tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan, dan tahap validasi melalui FGD serta dilakukan uji coba terbatas dan luas. Subjek penelitian adalah guru produktif SMK yang melakukan team teaching. Instrumen pengumpul data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu; panduan wawancara; angket; observasi; dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Produk penelitian pengembangan ini berupa IPKTT, dilengkapi dengan buku panduan dan rubriknya. IPKTT memenuhi kebutuhan instrumen untuk menilai kinerja team teaching yang belum tersedia. Dengan IPKTT dapat menjadi bahan bagi kepala sekolah dalam pembuat kebijakan tentang pelaksanaan pembelajaran produktif dengan teknik team teaching. The purpose of this study was to develop an instrument for the assessment of performance in team teaching at productive subject in Vocational High School. This study used a research method development with three steps namely the stage of preliminary studies with qualitative and quantitative techniques, stages of development and validation phase through FGD and performed limited testing and extensive. The research subject is that conduct vocational teacher team teaching. Data collection instrument used in this study are; interview guide; questionnaire; observation; and documents. Techniques of data analysis was conducted using quantitative and qualitative descriptive. with the following steps; tabulation of data, scoring data, presenting the data, and then describe the conclusions based on the criteria. Product comes with a manual that contains instructions on how to use the instruments and columns.IPKTT meet the needs of an instrument to assess the performance of team teaching are not available. With IPKTT may be material to the principal in the implementation of the policy makers on productive learning with team teaching techniques.
PENGELOLAAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN BERSUMBER DARI PARTISIPASI MASYARAKAT Muhajirin, Muhajirin
Educational Management Vol 1 No 2 (2012): December 2012
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, telah diamanatkan dalam UU RI No 20 Tahun 2003 oleh karena itu diperlukan pengelolaan pembiayaan yang bersumber dari partisipasi masyarakat/orang tua siswa. Fokus penelitian adalah pengelolaan pembiayaan pendidikan dana dari masyarakat, sedangkan rumusan masalah penelitian adalah bagaimanakah proses perencanaan anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS), proses penggalian dana dari masyarakat, proses pembelanjaan pembiayaan pendidikan, proses pengawasan pembiayaan pendidikan, dan proses pelaporan pembiayaan pendidikan. Tujuan penelitian untuk mengumpulkan informasi guna mendiskripsikan dan menganalisis tentang pengelolaan pembiayaan pendidikan bersumber dari partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu proses penyusunan RAPBS termasuk katagori partisipatif, proses penggalian dana dari orang tua siswa melalui komunikasi secara intensif dengan orang tua siswa. Sumber pembiayaan yang berasal dari orang tua siswa, Infaq pengembangan sekolah dan wakaf, sumbangan pengembangan pendidikan, uang POMG, uang komputer, uang kegiatan, uang ekstrakurikuler, dan uang ZIS. Simpulannya adalah proses penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) telah dilakukan secara partisipatif. Abstract: Public participation in education has been mandated by Law No. 20 of 2003.  Therefore, it is necessary in financing management resulting from participation in community / parents. Research focus is the management of funds from public education funding. The research problem is how are the process of planning the school budget revenues and expenditures (RAPBS), the process of extracting funds from the public, the education expenditure finance, education finance process monitoring, and reporting processes of education financing executed?. The purpose of this research is to gather information in order to describe and analyze the management of the education funding which comes from community participation. This study uses descriptive qualitative approach. The data was collected using interview techniques, observation and documentation. The results of the research process include the preparation of School. Budget category participatory process is done by raising funds from the parents of students through intensive communication with them. The funding are basically raised from the student's parents and school development Infaq endowments, donations of education, PTA money, computer money, money activities, extracurricular money, and money ZIS. It is concluded that the process of planning the budget revenue and expenditure of schools (RAPBS) have been conducted in a participatory manner. 
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN MUTU SEKOLAH (STUDI KASUS PADA SEKOLAH REGROUPING DI SDN PETOMPON 02) Widodo, Setyo Teguh
Educational Management Vol 3 No 2 (2014): December 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya sekolah-sekolah yang berdiri tetap belum dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi dan mutu pendidikan nasional. Perubahan manajemen sumber daya manusia di sekolah harus dilakukan melalui regrouping sekolah agar terjadi peningkatan mutu sekolah. Pendekatan penelitian ini ialah kualitatif dengan rancangan studi kasus. Hasil penelitian ini ialah : (1) Perencanaan SDM disusun secara sistematik berdasarkan kemandirian sekolah, (2) Pengorganisasian dilakukan dengan pembagian sistem kerja, program kerja dan pengembangan SDM, (3) Pelatihan dan pengembangan karier memberikan dampak positif, baik untuk sekolah maupun personel sekolah, (4) Kompensasi dilakukan dengan memperhatikan pola kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung, (5) Penilaian kinerja dilakukan dengan menggunakan dua aspek, yakni penilaian kinerja guru dan penilaian kinerja sekolah. Simpulan dari penelitian ini ialah manajemen sumber daya manusia dapat meningkatkan mutu sekolah di SDN Petompon 02 dilihat dari perspektif kepuasan pelanggan internal dan kepuasan pelanggan eksternal dan dikategorikan baik. Saran terkait dengan hasil penelitian ini ialah kepala sekolah hendaknya menggunakan supervisi akademik sehingga dapat melakukan pengawasan kebijakan regrouping dalam aspek penilaian kinerja guru. Many schools remainstanding can improve the effectiveness, efficiency and quality of national education. Changes in human resource management in schools should be made through the school regrouping to an increase in the quality of schools. The approached of this study is a qualitative with a case study design. The result of this study are: (1) arranged in a systematic human resource planning based on school autonomy, (2) The organization of the systemis done with the division of labor, employment and human resources development programs, (3) Training and career development have a positive impact, both for the school and school personnel, (4) The compensationis done by observing the pattern of direct compensation and indirect compensation, (5) The performance evaluationis done by using two aspects, namely the assessment of teacher performance and school performance assessment. Conclusion that human resource management can improve the quality of schools in SDN Petompon02 viewed from the perspective of internal customer satisfaction and external customer satisfaction and well categorized. Suggestions related to this research is the principal academic supervision should use the head master so that it can perform policy control regrouping in aspects of teacher performance appraisal.
IMPLEMENTASI BALANCED SCORECARD DALAM PENGUKURAN KINERJA MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Suyatno, Suyatno; Rusdarti, Rusdarti; Sudana, I Made
Educational Management Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menilai kinerja sekolah yang sudah menerapkan manajemen berbasis sekolah(MBS). Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 5 Babat Lamongan.Sumber data diperoleh dari : Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan, Siswa, dan Orang Tua siswa, Dokumen EDS,Laporan Pertanggung Jawaban Keuangan Sekolah dan Dokumen Alumni Sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja SMK Muhammadiyah 5 Babat Lamongan, secara keseluruhan berada pada kategori baik. Kinerja perspektif keuangan memperoleh nilai kinerja baik, untuk analisis 3E, secara keselurah belum memenuhi hanya 2E yang memenuhi syarat, yaitu memperoleh predikat sangat ekonomis, dan efisien. Untuk efektifitasnya belum memenuhi syarat karena memperoleh predikat kurang efektif. Kinerja pelanggan eksternal memperoleh nilai dengan kategori sangat baik. Kepuasan pelanggan internal memperoleh nilai kategori cukup baik. Sedangkan Kinerja perspektif proses bisnis internal menunjukkan kinerja cukup baik. Dari hasil penelitian ini diharapkan SMK Muhammadiyah 5 Babat Lamongan (1) meningkatkan kinerja pada perspektif yang berada pada kategori cukup baik menjadi baik atau sangat baik, (2) rating nilai evaluasi diri sekolah (EDS) hendaknya ditingkatkan agar dapat memperoleh rating di atas 2 bahkan mungkin bisa sampai rating 3.(3) pimpinan sekolah hendaknya semakin akomodatif dan kreatif dalam menangani beberapa tenaga pendidik an kependidikan yang kurang puas terhadap situasi dan kondisi yang ada di SMK Muhammadiyah 5 Babat Lamongan, sehingga kinerja semakin lebih baik.
PENGEMBANGAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN READING DI SMA NEGERI 1 JERUKLEGI CILACAP Narsim, Narsim; Slamet, Achmad; Kardoyo, Kardoyo
Educational Management Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi pembelajaran reading di SMAN 1 Jeruklegi Cilacap nampak guru menggunakan metode ceramah, peserta didik pasif dan ketuntasan belajar rendah. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis model faktual pembelajaran reading, (2) mendesain model discovery learning, (3) menentukan kelayakan model discovery learning dan (4) mengevaluasi model hipotetik discovery learning. Desain penelitian ini adalah Research and Development (R&D) meliputi studi pendahuluan, pengembangan dan evaluasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, angket, dan checklist. Teknik analisa data menggunakan kualitatif dan kuantitatif dengan pretest-posttest group design. Desain model divalidasi oleh ahli dan praktisi dengan teknik Delphi. Keefektivan model diuji t test dengan subjek yaitu peserta didik. Hasil penelitian nampak bahwa: (1) model faktual pembelajaran reading menggunakan model ekpositori, (2) desain model menggunakan discovery learning, (3) model hipotetik menggunakan discovery learning terintegrasi think group share dan (4) model discovery learning efektif terlihat dari respon baik dari guru dan peserta didik, pembelajaran aktif, nilai t hitung -5,646 < -t tabel -1,999, berarti keterampilan reading kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol

Page 7 of 52 | Total Record : 514