cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
KARAKTERISTIK TENAGA KERJA INDUSTRI PERIKANAN DI PT. DEHO CANNING COMPANY KOTA BITUNG Turalaki, Darly J.V.; Rarung, Lexy K.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 2 (2013): (Oktober 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.2.2013.13325

Abstract

Abstract The purpose of this research which entitled, “The Characteristics of Fishery Industry Workforce in PT. Deho Canning Company of Bitung” is to recognize the general situation and also to describe and analyze the characteristics of the fishing industry workforces in the company. This research is a case study and the sample is taken by simple random sampling from some workforce in their each field and analyzed it in descriptive method. PT. Deho Canning Company is an independent company showed by the character of the workforce in specification from the number of the employee, recruitment system, age and work experiences, wage, place of residence, and also the productivity of the employees. The workforces that have become the object of this research are the employees in tuna and skip-jack canning production. Keyword : Characteristics, Workforce, Industry.   Abstrak Tujuan penelitian dengan judul Karakteristik Tenaga Kerja Industri Perikanan di PT. Deho Canning Company Kota Bitung adalah untuk mengetahui keadaan umum perusahaan dan mendeskripsikan serta menganalisis karakteristik tenaga kerja industri perikanan di perusahaan tersebut. Penelitian ini merupakan studi kasus di perusahaan tersebut, sampel diambil secara acak sederhana dari sejumlah tenaga kerja sesuai dengan bidang masing-masing kemudian dianalisis secara deskriptif. PT Deho Canning Company merupakan perusahaan mandiri dengan karakteristik tenaga kerja secara spesifik dilihat dari jumlah, sistem penerimaan, pendidikan, usia dan pengalaman kerja, asal, upah dan produktivitas tenaga kerja. Objek dalam penelitian ini adalah tenaga kerja produksi bagian pengalengan ikan tuna dan cakalang. Kata Kunci : Karakteristik, Tenaga Kerja, Industri
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA RANTAI PASOK PRODUK TUNA BEKU DI PT. SARI TUNA MAKMUR KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Theis, Chatrin Claudia Enggelina; Tambani, Grace O.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16983

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan : 1) Mengidentifikasi nilai tambah pada rantai pasok produk tuna beku di PT. Sari Tuna Makmur Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, dan 2) Menganalisis nilai tambah pada rantai pasok produk tuna beku di PT. Sari Tuna Makmur Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Studi kasus adalah penelitian yang dilakukan secara terfokus pada suatu kasus tertentu untuk diamati dan dianalisis secara cermat sampai tuntas. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan guna menganalisis nilai tambah produk tuna beku. Secara matematis fungsi nilai tambah (NT) menggunakan metode Hayami, dkk (1987) dalam Nurhayati (2004) dapat dirumuskan sebagai berikut: NT = f (T, H, U, h).Hasil penelitian dapat disimpulkan : 1) Nilai tambah pada rantai pasok produk tuna beku di PT. Sari Tuna Makmur Kota Bitung, berupa nilai tambah pada jumlah tenaga kerja dan pendapatan/upah, dan 2) Nilai tambah pada rantai pasok produk tuna beku di PT. Sari Tuna Makmur Kota Bitung tergolong tinggi, baik pada nilai tambah pada jumlah tenaga kerja maupun pendapatan/upah.Kata kunci : nilai tambah, rantai pasok, produk tuna beku. 
ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMUM PERUSAHAAN AGRIBISNIS DI BURSA EFEK INDONESIA Masloman, Ikrama; Dien, Christian R.; Rantung, Steelma V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13306

Abstract

Abstract Investment decision process is an understanding of the relationship between risk and return that is expected by an investor. An investor who will invest reasonably to derive the maximum possible benefit. In general economics and special science of investing there is an assumption that investors are rational beings. Rational investor would choose stocks that provide maximum return or minimum risk, and this attitude is held by the risk averse. This study is conducted by using secondary data obtained from the Center for Capital Market Reference or Pusat Referensi Pasar Modal (PRP. M) in IDX (Indonesia Stock Exchange) at the Jakarta headquarters and representative offices Manado. The company is a joint field agribusiness studied in the period February 2011 - February 2012. The processed data is taken from the data in the study JCI, stock prices and dividends. Data were analyzed using a model of a single index. This model analyzes the variables of share and market in shaping the optimal portfolio The method of data analysis in this study using the value Excess Return to Beta (ERB) of each stock, and then narrow down the value of the shares with Cutoff Point (Ci). When ERB > Ci then, the stock is included in the optimal portfolio. However, if the ERB < Ci, then the stock is not included in the optimal portfolio. The study was being conducted in April-May 2012. The results showed that 4 of 9 shares of Agribusiness, namely Agro Astra Lestari Tbk, bahtera Adimina Samudera Tbk, inti Agri Resources Tbk, and Multibreeder Adirama are classified as an optimum portfolio, which has a positive value of ERB that is greater than Ci, or the rate of return over of the risks that may be encountered by the portfolio. Keywords: Investment process, stock Exchange, agribusiness   Abstrak Tahapan dalam memutuskan suatu investasi tidak dapat dipisahkan dari hubungan antara risk and return yang diharapkan oleh seorang investor. Investor yang akan melakukan investasi beralasan ingin memperoleh keuntungan yang semaksimal mungkin. Dalam ilmu ekonomi pada umumnya dan ilmu investasi pada khususnya terdapat asumsi bahwa investor adalah mahkluk yang rasional. Investor yang rasional akan memilih saham yang memberikan maximum return atau minimum risk, dan sikap ini dimiliki oleh para risk averse. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRP.M) di BEI (Bursa Efek Indonesia) di kantor pusat Jakarta dan kantor perwakilan Manado. Perusahaan yang diteliti merupakan perusahaan dibidang argibisnis yaitu pada periode Februari 2011 – Februari 2012. Data yang diolah dalam penelitian diambil dari data IHSG, harga saham, dan deviden. Data yang dianalisis menggunakan model indeks tunggal (single index model). Model ini menganalisa tentang variabel saham dan pasar dalam membentuk portofolio optimum. Metode Analisis data dalam penelitian ini menggunakan nilai Excess Return to Beta (ERB) masing-masing saham, kemudian melakukan pembatasan nilai saham dengan Cut off Point (Ci). Bila ERB > Ci maka, saham tersebut termasuk dalam portofolio optimum. Namun, bila ERB < Ci, maka saham tersebut tidak termasuk dalam portofolio optimum. Penelitian sudah dilaksanakan pada April-Mei 2012. Hasil penelitian menunjukan bahwa 4 dari 9 saham Agribisnis , yaitu Agro Astra Lestari Tbk, bahtera Adimina Samudra Tbk, inti Agri Resources Tbk, dan Multibreeder Adirama tergolong sebagai portofolio optimum, dimana memiliki nilai ERB yang positif serta lebih besar dari Ci, atau tingkat return lebih besar dari resiko yang mungkin dihadapi portofolio tersebut. Kata Kunci: proses investasi, bursa saham, agribusiness
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDI DAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SISTEM KARAMBA JARING TANCAP DI DESA PASLATEN KECAMATAN REMBOKEN KABUPATEN MINAHASA Wowor, Injili V.; Pangemanan, Jeannette F.; Lumenta, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16961

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha budi daya ikan Nila sistem karamba jaring tancap di Desa Paslaten Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa berdasarkan analisis kelayakan usaha karamba jaring tancap untuk menentukan operating profit (OP), net profit (Ï€), profit rate (PR), benefit cost ratio (BCR), rentabilitas, break even point (BEP) dan payback period (PP). Hasil analisis usaha budi daya ikan sistem karamba jaring tancap di Desa Paslaten Kecamatan Remboken layak untuk dijalankan karena Nilai operating profit (OP) yaitu Rp. 73.564.000. Nilai net profit atau keuntungan absolut Rp. 65.994.296. Profit rate (PR) sebesar 98,45%. Nilai benefit cost ratio (BCR) lebih dari 1 yaitu 1,98. Rentabilitas usaha masuk dalam kategori baik sekali karena lebih dari 100% yaitu 166%. Break even point penjualan sebesar Rp. 13.517.328 dan BEP satuan 540 kg dengan jangka waktu pengembalian 7,2 bulan atau tujuh bulan enam hari. Berdasarkan perhitungan tersebut maka usaha budi daya ikan Nila sistem karamba jaring tancap di Desa Paslaten Kecamatan Remboken layak untuk dijalankan.Kata Kunci : budidaya, jaring tancap, kelayakan, finansial
ANALISIS FINANSIAL ALAT TANGKAP BAGAN DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Repi, Sharon E.E; Rarung, Lexy K; Aling, Djuwita R.R
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.12992

Abstract

Abstract Some fishermen in North Sulawesi province, especially in the district of the village Mandolang Teteli Weru fill their daily activities in gaining revenue that the fishery business, especially the chart. They are very dependent on the equipment they have for the sake of increased revenues to a better direction. Measure to be used in financial analysis consists of the Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP). This research is descriptive. The sampling method will be used to take samples of probability sampling method is purposive sampling is a sampling technique is done with a certain considerations intended that the data obtained are representative (Sugiyono, 2008). The amount of samples taken in this study was 30%. Where the number of fishermen in the village Tateli Weru charts are as many as 15 people so 5 sample of the total number of samples considered to represent all units charts are large, small, or medium. Data obtained consists of primary data and secondary data. The data will be analyzed using descriptive analysis of qualitative and quantitative descriptive analysis. They are using financial analysis to analyzing of Feasibility their gear. Investment (I) IDR. 25.5332 million; Fixed costs (FC) IDR. 6,843,026; Total Revenue (TR) IDR. 37,000,000; Variable Cost (VC) Rp. 9,369,326; Price per unit IDR. 2,500,000; and a net profit of IDR. 27,890,674 for each year. Financial analysis in this study proves that the business of fishing gear is still feasible to continue. This is evident from the results of financial calculations with the results of NPV = IDR. 13,134,379; IRR = 23.11% and the payback period of 0.9 years. Although the results of research on fishing gear chart showing good financial shape, but if the chart fisherman in the village of Weru Tateli only livelihood depends on fishing gear this chart alone, it will not meet the daily needs of the family. This is because the fishing season is not fixed, so as to meet their daily needs, they need to look for other income.   Abstrak Beberapa nelayan di Provinsi Sulawesi Utara khususnya di Kecamatan Mandolang Desa Teteli Weru mengisi aktivitas sehari-hari dalam memperoleh pendapatan yaitu dengan usaha perikanan tangkap khususnya bagan. Mereka sangat bergantung pada alat yang mereka miliki demi peningkatan pendapatan ke arah yang lebih baik. Ukuran yang akan digunakan dalam analisis finansial ini terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Penelitian ini bersifat deskriptif. Metode pengambilan sampel yang akan digunakan dalam mengambil sampel adalah metode probability sampling Purposive sampling adalah teknik sampling yang dilakukan dengan pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh bersifat representatif (Sugiyono, 2008). Besarnya sampel diambil pada penelitian ini adalah 30%. Dimana jumlah nelayan bagan di Desa Tateli Weru adalah sebanyak 15 orang sehingga 5 orang sampel dari jumlah keseluruhan sampel dianggap telah mewakili semua unit bagan berukuran besar, kecil, maupun sedang. Data diperoleh terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang akan terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Kelayakan dari alat tangkap bagan di Desa Tateli Weru digunakan analisis finansial. Investasi (I) Rp. 25.533.200 ; Biaya tetap (FC) Rp. 6.843.026 ; Total Penerimaan (TR) Rp. 37.000.000 ; Biaya Tidak Tetap (VC) Rp. 9.369.326 ; Harga Satuan Rp. 2.500.000 ; dan Laba bersih Rp. 27.890.674 untuk setiap tahunnya. Analisis finansial dalam penelitian ini membuktikan bahwa usaha alat tangkap ini masih layak untuk dilanjutkan. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan finansial dengan hasil NPV = Rp. 13.134.379 ; IRR = 23,11% serta periode pengembalian dalam 0,9 tahun. Meskipun hasil penelitian terhadap alat tangkap bagan menunjukkan keadaan finansial yang baik, namun bila nelayan bagan di Desa Tateli Weru hanya bergantung pada mata pencaharian alat tangkap bagan ini saja, maka tidak akan mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga. Hal ini dikarenakan musim ikan yang tidak tetap, sehingga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, mereka perlu mencari penghasilan lain.  
PENGUATAN EKONOMI KELUARGA NELAYAN MELALUI RAGAM PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN PASCA PENANGKAPAN IKAN DI DESA BARANGKALANG KECAMATAN MANGANITU KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Andaki, Jardie A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 3, No 6 (2015): (Oktober 2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.3.6.2015.13419

Abstract

Abstract The purpose of this study to determine the model of economic strengthening of fisher families through a variety of fish processing post-arrest. This study design case study, which researchers are trying to describe and give explanations about the model of economic strengthening families through a variety of post-processing of fishermen fishing. Qualitative methods used in this study, the research aims to understand the phenomenon of what is experienced by the subject of the study such behavior, perception, motivation, action and others, holistically and by way of description in the form of words and language, in a special natural context and with using various scientific methods (Moleong, 2009). Sources of data in the form of primary data obtained from informants who were subjected to the study. Informants are certain individuals who gave a detailed interview for information purposes in getting data. Acquisition of data sourced directly from the field into the observation. Secondary data were obtained from sources of relevant literature such as books, journals, magazines, and the internet. Data collection techniques and data recording is done by direct observation, interviews and documentation. Learning simple accounting, including financial analysis simple, able to open up the minds of the group in determining the accuracy of financial and business development potential for the processing of fishery products. Through counseling and discussion, both groups "Ester Jaya" and "Mawengi Bulude", willing to develop processing business prospective that we offer, the processing of fish to produce fish timber. Some examples of products that we brought (the fish samples processing results) are sold on the market (salted fish, fish "fufu", canned fish, fish, wooden sticks and shavings), open up horizons of creative thinking that these products are able to provide fish-processing group, associated fisheries resources and human resources in the village Barangkalang Manganitu District of Sangihe Islands Regency. Keywords: fish processing, various processing, strengthening the economy   Abstrak Tujuan penelitian ini menentukan model penguatan ekonomi keluarga nelayan melalui ragam pengolahan ikan pasca penangkapan. Penelitian ini berdesain studi kasus, yaitu peneliti berusaha mendeskripsikan dan memberikan penjelasan tentang model penguatan ekonomi keluarga nelayan melalui ragam pengolahan pasca penangkapan ikan. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, secara holistic dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Moleong, 2009). Sumber data yang berbentuk data primer diperoleh dari informan yang menjadi sasaran penelitian. Informan adalah individu tertentu yang diwawacarai untuk keperluan informasi dalam mendapatkan data. Perolehan data bersumber langsung dari lapangan yang menjadi amatan. Data sekunder diperoleh dari sumber literatur yang relevan seperti buku-buku, jurnal, majalah, dan internet. Teknik pengumpulan data dan pencatatan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Pembelajaran pembukuan sederhana, termasuk analisis finansial sederhana, mampu membuka cakrawala berpikir kelompok dalam menentukan ketepatan pembiayaan dan potensi pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan. Melalui penyuluhan dan diskusi, baik kelompok ”Ester Jaya” maupun ”Mawengi Bulude”, bersedia mengembangkan usaha pengolahan prospektif yang kami tawarkan, yaitu pengolahan hasil perikanan menghasilkan ikan kayu. Beberapa contoh produk yang kami bawa (sampel ikan hasil pengolahan) yang laku dipasaran (ikan asin, ikan ”fufu”, ikan kaleng, ikan kayu batangan dan serutan), membuka cakrawala berpikir kreatif bahwa produk-produk ini mampu disediakan kelompok pengolahan ikan, terkait sumberdaya perikanan dan sumberdaya manusia yang ada di Desa Barangkalang Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kata kunci: pengolahan ikan, ragam pengolahan, penguatan ekonomi
ANALISIS KONFLIK NELAYAN DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA PERIKANAN DI DESA BORGO KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Zalukhu, Augusman; Manoppo, Victoria E. N.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.17007

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan : 1) Menjelaskan tipe dan karakteristik konflik nelayan dalam usaha pemanfaatan sumber daya perikanan di Desa Borgo wilayah pesisir Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa; 2) Mengidentifikasi pihak-pihak dalam konflik dan menjelaskan peranannya dalam upaya penyelesaian konflik di Desa Borgo wilayah pesisir Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa; 3) Menelusuri sebab-sebab permasalahan konflik nelayan dalam pengelolaan sumber daya perikanan di Desa Borgo wilayah pesisir Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa; dan 4) Menjelaskan penanganan dan penyelesaian konflik secara sosial dan hukum di Desa Borgo wilayah pesisir Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini, metode penelitian deskriptif-kualitatif dan analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptikf kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Ada pun hasil dari penelitian ini sebagai berikut :1. Tipe-tipe konflik yang ada di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa ada 3 yaitu : a). Konflik Kelas, b). Konflik Orientasi, c). Konflik Agraria, 2. Pihak-pihak dalam penyelesaian konflik di Desa Borgo wilayah pesisir Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa yaitu nelayan itu sendiri, Ketua RT, Kepala Desa, pihak yang berwajib, pemerintah dan juga peran ketua rukun nelayan, dan tokoh agama sangat penting dalam membantu pemerintah untuk menyelesaikan konflik antar nelayani, 3. Sumber-Sumber Konflik antar nelayan di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa antara lain : a). Sumber daya yang langka, b). Adanya ketidak seimbangan struktural, c). Informasi yang tidak akurat, d). Tujuan yang bersaing, e). Hubungan antar sesama yang buruk, 4. Konflik yang terjadi antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Desa Borgo dapat diselesaikan melalui upaya-upaya : (1) Kapal-kapal pajeko dilarang untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan nelayan tradisional. (2) Penetapan jalur penangkapan yang jelas. (3) Sikap tegas dari Pemerintah Provinsi dan Desa Borgo terhadap segala macam pelanggaran yang terjadi; (4) Kemitraan usaha antara nelayan tradisional dengan nelayan modern. Kata kunci : Analisis konflik, Desa Borgo, Kecamatan Tombariri 
ANALISIS PENDAPATAN DAN SISTEM BAGI HASIL NELAYAN JARING INSANG (GILL NET) MALOS 3 DI KELURAHAN MALALAYANG SATU TIMUR KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Dauhan, Rolandow L.; Andaki, Jardie A.; Lumenta, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.12323

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan : 1) menganalisis pendapatan nelayan jaring insang dalam kelompok penangkap ikan Malos 3 di Kelurahan Malalayang Satu Timur Kecamatan Malalayang Kota Manado dan 2) mengetahui sistem bagi hasil nelayan jaring insang dalam kelompok penangkap ikan Malos 3 di Kel. Malalayang Satu Timur Kec. Malalayang Kota Manado. Dasar penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu bentuk penelitian yang dilakukan dengan cara mempelajari suatu kasus tertentu pada obyek yang terbatas (Widi, 2010). Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif. Menurut Sugiyono (2008), metode analisis deskriptif merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan : 1) Kelompok nelayan Malos 3 merupakan kelompok nelayan yang memiliki aktivitas menangkap ikan dengan bebagai jenis alat tangkap, jaring dan pancing; 2) Aktivitas kelompok nelayan malos 3, tidak hanya melibatkan sesama anggota kelompok saja, hal ini terlihat dalam aktivitas pemasaran hasil tangkapan dijual ke pasar Bahu; 3)      Pendapatan kelompok nelayan didasarkan pada harga yang berlaku dengan menerapkan perhitungan harga yang berlaku terhadap jumlah ekor ikan maupun berdasarkan satuan ember ikan; dan 4) sistem bagi hasil kelompok nelayan menganut sistem sama rata sama rasa. Anggota kelompok yang melakukan aktivitas melaut akan mendapat bagian yang sama atas ikan hasil tangkapan maupun jumlah rupiah yang sama untuk ikan hasil penjualan. Kata kunci : Malos 3, nelayan, pendpaatan, system bagi hasil
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN PUKAT PANTAI (Beach Seine) DI DESA MAEN KECAMATAN LIKUPANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Kalengkongan, Riyanto Abdulkarim; Andaki, Jardie A.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.32214

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to study the beach pukat business profile and study the finances of the beach trawl business in Maen Village, East Likupang District. This research was conducted for approximately 10 months, from March 2020 to December 2020. The method used in this research is a survey method. The survey method is a critical observation or investigation to obtain good information on a particular problem in a certain area or location which is patterned to obtain the required information. The population in this study were beach trawl fishermen in the village of Maen. Data collection was carried out by means of a census.Based on the results of the financial analysis on the Pantai Pukat business in Maen Village, it can be concluded that the fishing business using the beach net in Maen Village has a net profit per year of Rp. 74,635,000, in which case this fishing business is feasible to run because it meets the criteria of financial feasibility, in which the profit rate is 46%; the value of profitability> 100%, the value of BCR> 1, and the value of the payback period is less than one year. In the village of Maen, profit maximization can be made in the beach trawl business by increasing investment in coastal trawl fishing gear, so that the production of the fishing results can be increased. Keywords: fishermen, trawl, financial, business feasibilityKeywords: fishermen, beach seine, financial, feasibility AbstrakTujuan penelitian ini yaitu mempelajari profil usaha Pukat Pantai dan mempelajari finansial usaha pukat pantai di Desa Maen Kecamatan Likupang Timur. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 10 bulan, yaitu dari bulan Maret 2020 sampai bulan Desember 2020.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode survei adalah suatu pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu persoalan tertentu di dalam daerah atau lokasi tertentu yang dipolakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan alat tangkap pukat pantai di Desa Maen. Pengumpulan data dilakukan dengan cara sensus.Berdasarkan hasil analisis finansial pada usaha Pukat Pantai di Desa Maen, dapat simpulkan bahwa usaha penangkapan menggunakan pukat pantai di Desa Maen memiliki keuntungan bersih per tahun Rp. 74.635.000, hal mana usaha penangkapan ini layak dijalankan karena memenuhi kriteria kelayakan finansial, hal mana nilai profit rate 46%; nilai rentabilitas >100%, nilai BCR >1, dan nilai payback period kurang dari satu tahun. Usaha Pukat Pantai di Desa Maen masih dapat dimaksimalkan keuntungan dengan meningkatkan investasi pada alat tangkap pukat pantai, sehingga produksi dari hasil penangkapan dapat ditingkatkan.Kata Kunci: nelayan, pukat pantai, finansial, kelayakan usaha
PERAN PEREMPUAN PETIBO TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA KUMU KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Tumoka, Christian T.D; Jusuf, Nurdin; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30625

Abstract

AbstractBased on the results of research and discussion, it can be concluded that: the condition of the woman in the village Kumu district of West Sulawesi Minahasa province Includes age, education level, place of residence and total family liabilities. The role of female Petibo in the village of Kumu there are 2 namely: (a) role in social life is the role of women Petibo in the care of families and roles in community environment such as following the PKK (Family Welfare Empowerment); (b) The role in economic life is the role women of Petibo to help husbands meet the needs of families. Contribution of women's income of Petibo to the increase in the economy of the fishermen households of 20 female respondents Petibo have an average income of RP. 972,100-Per month (35.0%).Keywords: role, petibo women, economic enhancement, Kumu villageAbstrakBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa : Keadaan perempuan petibo yang ada di Desa Kumu Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Meliputi umur, tingkat pendidikan, keadaan tempat tinggal dan jumlah tanggungan keluarga. Peran perempuan petibo di Desa Kumu ada 2 yaitu, (a) Peran dalam kehidupan sosial adalah peran perempuan petibo dalam mengurus keluarga dan peran dalam lingkungan masyarakat seperti mengikuti PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga); (b) Peran dalam kehidupan ekonomi adalah peran perempuan petibo untuk membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga. Kontribusi pendapatan perempuan petibo terhadap peningkatan ekonomi rumah tangga nelayan dari 20 responden perempuan petibo memiliki pendapatan rata – rata yaitu RP. 972.100- perbulan (35,0%).Kata Kunci : peran, perempuan petibo, peningkatan ekonomi, Desa Kumu