cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN RAKIT RUMAH JAGA RUMPON DI KELURAHAN MANADOTUA SATU KECAMATAN BUNAKEN KEPULAUAN KOTA MANADO Maluwu, Andre R.Y.; Rarung, Lexy K.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30622

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the feasibility of a rafting guard house building business in Manadotua Satu village, Bunaken Kepulauan District, Manado City. The benefits of this research are as work training for writers in completing studies at the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, this research is expected to be input from local governments, especially the Fisheries and Maritime Affairs Office. The method used in this study is a survey, while data collection uses a census, because there are two respondents. Fishermen set up this business with their own capital, this business is said to be feasible because an analysis has been carried out with the following results: Operating Profit value = Rp. 493,800,000, Total Profit = Rp. 489,704,000, Profitability = 2,339%, Benefit Cost Ratio = 1.5, Return Period = 16 Days Break Even Point: Sales BEP = Rp. 11,702,857, BEP Uni 0,9 or can be said as 1 unit.Keywords: Manadotua Satu, Feasibility Analysis, Foster Homes AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan dari usaha pembuatan rakit rumah jaga rumpon di kelurahan Manadotua Satu, Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kota Manado. Adapun mafaat dari penelitian ini yaitu sebagai latihan kerja bagi penulis dalam menyelesaikan studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dari pemerintah daerah khususnya Dinas Perikanan dan Kelautam. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini yaitu survei, sedangkan pengumpulan data menggunakan sensus, karena responden ada dua orang. Nelayan mendirikan usaha ini dengan modal sendiri, usaha ini dikatakan layak karena telah dilakukan analisis dengan hasil sebagai berikut : nilai Operating Profit = Rp. 493.800.000, Total Keuntungan = Rp. 489.704.000, Rentabilitas = 2.339%, Benefit Cost Ratio = 1,5, Jangka Waktu Pengembalian = 16 Hari Break Even Point: BEP Penjualan = Rp. 11.702.857, BEP Uni 0,9  atau dapat dikatakan 1 unitKata Kunci: Manadotua Satu, Analisis Kelayakan, Rumah Jaga Rumpon
ANALISIS NILAI TUKAR NELAYAN PADA USAHA PERIKANAN TANGKAP PUKAT PANTAI DI DESA MAEN KECAMATAN LIKUPANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Sitorus, Ruspan Diano; Andaki, Jardie A.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.31118

Abstract

AbstractBased on the results and discussion of this research, it can be concluded: (a) the total income of the fishermen family who owns the trawl coast can cover the subsistence needs (basic needs) of the fishermen family, with NTN of 1.44. Income only from seashore capture fisheries business can also cover fishing business costs with an NTN value of 1.92 (b) Observations and calculations in January and February 2020 did not experience an increase or decrease in NTN, with an NTN index value (iNTN) of 100.Keywords: fishermen, beach seine, subsistence, NTN, iNTN AbstrakBerdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan: (a) Pendapatan total keluarga nelayan pemilik pukat pantai dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, dengan NTN sebesar 1,44. Pendapatan hanya pada usaha perikanan tangkap pukat pantai juga dapat menutupi biaya usaha penangkapan dengan nilai NTN sebesar 1,92 (b) Pengamatan dan perhitungan pada bulan Januari dan Februari 2020 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100.Kata Kunci: nelayan, pukat pantai, subsisten, NTN, iNTN
DINAMIKA KELOMPOK DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI BAHOWO KELURAHAN TONGKAINA KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO Sepang, Novia N.; Durand, Swenekhe S.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30626

Abstract

AbstractGroup dynamics is a group consisting of two or more individuals who have a clear psychological relationship between members of one another can take place in situations that are shared. The purpose of this study was to determine the activities of mangrove management groups in Bahowo, Tongkaina Sub-district, Bunaken District, Manado City and to determine the dynamics of mangrove management groups in Bahowo, Tongkaina Sub-district, Bunaken Sub-District, Manado City. The method used in this study is the census method. With a total population of 12 people. Data collected includes primary data and secondary data. The data obtained are then processed, tabulated and analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The main activity in this management group is making seeds and replanting for old mangroves. Making these seeds is done at the nursery center and here also the seeds are stored where the seeds are placed in a poly bag and there is a small hut made to protect young seedlings from the hot sun. The main activity in this management group is making seeds and replanting for old mangroves. Making these seeds is done at the nursery center and here also the seeds are stored where the seeds are placed in a poly bag and there is a small hut made to protect young seedlings from the hot sun. The dynamics of the mangrove management group in Bahowo has mutual respect and respect for opinions among group members, mutual openness, tolerance and honesty among group members.Keywords: Group Dynamics, Mangroves, Bahowo AbstrakDinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui aktivitas kelompok pengelola mangrove di Bahowo Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado dan untuk mengetahui dinamika kelompok pengelola mangrove di Bahowo Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Dengan jumlah populasi sebanyak 12 orang. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh selanjutnya diolah, ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kegiatan utama pada kelompok pengelola ini adalah pembuatan bibit dan penyulaman untuk mangrove yang sudah tua. Pembuatan bibit ini dilakukan di pusat pembibitan (nursery center) dan disini juga bibit disimpan dimana bibit diletakkan dalam polybag dan ada pondok kecil yang dibuat untuk melindungi bibit muda dari terik matahari. Kegiatan utama pada kelompok pengelola ini adalah pembuatan bibit dan penyulaman untuk mangrove yang sudah tua. Pembuatan bibit ini dilakukan di pusat pembibitan (nursery center) dan disini juga bibit disimpan dimana bibit diletakkan dalam polybag dan ada pondok kecil yang dibuat untuk melindungi bibit muda dari terik matahari. Dinamika kelompok pengelola mangrove di Bahowo memiliki adanya Ssaling menghormati dan menghargai pendapat di antara anggota kelompok, saling keterbukaan, toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok.Kata Kunci: Dinamika Kelompok, Mangrove, Bahowo
KAJIAN NILAI TUKAR PEMBUDIDAYA USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT MENGHADAPI ERA NEW NORMAL DI DESA PELING SEASA KECAMATAN BULAGI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN PROVINSI SULAWESI TENGAH Dawaso, Agri; Jusuf, Nurdin; Manoppo, Victoria E.N; Sondakh, Srie J.; Tambani, Grace O.; Ngangi, Edwin L.A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34059

Abstract

AbstractBased on the results and discussion of this research, it can be concluded: (a) The exchange rate of seaweed farming income is calculated based on the ratio between the total income and the total expenditure of the business. Based on the results of the NTP calculation for the seaweed cultivation business, the seaweed cultivation income is 438,881. The result of this NTP value is greater than 100, where the seaweed cultivator business can cover the costs incurred from the business; (b) The exchange rate of seaweed cultivators to total income can be calculated based on the ratio between the total income of seaweed cultivators, both from fishery and non-fishery businesses, and expenditures for seaweed cultivators from both cultivation and family consumption. Based on the results of the NTP calculation for the seaweed cultivator business, the total income was 147.41. This NTP value is greater than 100, which indicates that the income from the seaweed cultivator business can cover the subsistence needs (basic needs) of the seaweed cultivator family.     AbstrakBerdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan: (a) Nilai tukar pendapatan usaha budidaya rumput laut dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah pendapatan dan jumlah pengeluaran dari usaha tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan NTP untuk usaha budidaya rumput laut pada pendapatan budidaya rumput laut sebesar 438,881. Nilai NTP ini hasilnya lebih besar dari 100, dimana usaha pembudidaya rumput laut dapat menutupi biaya yang ditimbulkan dari usaha tersebut; (b) Nilai tukar pembudidaya rumput laut pada total pendapatan dapat dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah total pendapatan pembudidaya usaha rumput rumput laut, baik dari usaha perikanan dan non perikanan berbanding dengan pengeluaran usaha pembudidaya rumput laut baik dari usaha budidaya dan konsumsi keluarga. Berdasarkan hasil perhitungan NTP untuk usaha pembudidaya rumput laut pada total pendapatan sebesar 147,41. Nilai NTP ini hasilnya lebih besar dari 100, hal mana mengindikasikan bahwa pendapatan dari usaha pembudidaya rumput laut dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga pembudidaya rumput laut.
KONTRIBUSI PEREMPUAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA PENTADU TIMUR KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO Ramli, Kartin; Tambani, Grace O.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30621

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine how much the contribution of women to family income in the East Pentadu Village, Tilamuta District, Boalemo Regency. The method used in this study was purposive sampling, which is a sampling technique based on certain considerations such as population characteristics or traits previously known (Notoatmodjo, 2010). The criteria used as a sample are age, long work experience, and complete family status. The number of respondents taken was 30 samples from 100 populations. Based on the calculation of women's income contribution as an intermediary trader by 56.86%. This income comes from work done by housewives in the profession as intermediary traders. The contribution made by housewives to their families is very large due to the outpouring of the wife's work time more than the husband's worktime.Keywords: Women's contribution, family income  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kontribusi perempuan terhadap pendapatan keluarga di Desa Pentadu Timur Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya (Notoatmodjo, 2010). Adapun kriteria yang dijadikan sebagai sampel yaitu, umur, pengalaman kerja yang sudah lama, dan status keluarga yang masih lengkap. Jumlah responden yang diambil sebanyak 30 sampel dari 100 populasi. Berdasarkan hasil perhitungan kontribusi pendapatan perempuan sebagai pedagang perantara sebesar 56.86%. Pendapatan ini berasal dari pekerjaan yang dilakukan oleh ibu rumah tangga dengan profesi sebagai pedagang perantara. Kontribusi yang di berikan oleh ibu rumah tangga terhadap keluarganya sangat besar dikarenakan curahan waktu kerja istri lebih banyak dibanding dengan curahan waktu kerja suami.Kata kunci : Kontribusi perempuan, pendapatan keluarga
DAMPAK COVID-19 TERHADAP USAHA SOMA PAJEKO DI DESA DALUM KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA Mamentiwalo, Marlen Vita; Rantung, Steelma V.; Wasak, Martha P.; Longdong, Florence V.; Kotambunan, Olvie V.; Tombokan, John L.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34617

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine how the impact of Covid-19 on labor, marketing and income in the Malalugis soma pajeko business in Dalum Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency, North Sulawesi Province.The method in this study was a census on 2 Soma Pajeko business owners and 8 crew members (Ship's crew) using structured questions in the form of a questionnaire, while the data collected were primary data and secondary data. The analysis in this research is quantitative and qualitative analysis.The results of research and discussion of Covid-19 affect the soma pajeko business in Dalum Village, there are workers who have to find side jobs to increase family income. Fish on the market decreased, which is usually 6000-7000 per kg, but due to Covid-19 the price of fish became 5000 per kg as a result, the income in the Soma Pajeko business decreased.Income at the Soma Pajeko business 1. Thanks to the business, which usually net income per trip is Rp. 16,200,000 because the selling price of fish in the market decreases, the income also decreases to Rp. 13,500,000. While in the Soma Pajeko 2. Malalugis business, which usually net income is Rp. 54,000,000 per trip. Due to the covid-19, income has decreased to Rp. 45,000,000 per trip. Covid-19 has no effect on the number of catches but on the marketing of the catch.Keywords: Covid-19, Soma Pajeko, Dalum Village AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak Covid- 19 terhadap tenaga kerja, pemasaran dan pendapatan pada usaha soma pajeko Malalugis di Desa Dalum Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara.Metode dalam penelitian ini adalah sensus pada 2 pemilik usaha soma pajeko dan 8 ABK (Anak Buah Kapal) dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuisioner, sedangkan data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Analisis dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian dan pembahasan Covid-19 mempengaruhi usaha soma pajeko yang ada di Desa Dalum ada tenaga yang harus mencari pekerjan sampingan untuk menambah pendapatan keluarga.Pemasaran ikan harus terhambat akibat adanya Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) akibatnya ada ikan yang mengalami kemunduran mutu, harga ikan di pasaran menurun yang biasa 6000-7000 per kg tapi karena ada covid-19 harga ikan menjadi 5000 per kg akibatnya pendapatan pada usaha soma pajeko mengalami penurunan.Pendapatan pada usaha soma Pajeko 1.Berkat Usaha yang biasanya hasil bersih per trip adalah Rp.16.200.000 dikarenakan harga jual ikan dipasaran menurun pendapatan juga menurun menjadi Rp.13.500.000. sedangkan pada usaha soma pajeko 2. Malalugis yang biasanya hasil bersih Rp.54.000.000 per trip Karena adanya covid-19 pendapatan menurun menjadi Rp.45.000.000 per trip. Covid-19 tidak berpengaruh pada Jumlah tangkapan tapi pada pemasaran hasil tangkapan.Kata Kunci: Covid-19, Soma Pajeko, Desa Dalum
ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PADA ERA NEW NORMAL DI DESA BOYANTONGO KECAMATAN PARIGI SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG PROVINSI SULAWESI TENGAH Kariawu, Karina S.F.; Durand, Swenekhe S.; Tambani, Grace O.; Pangemanan, Jeannette F.; Longdong, Florence V.; Kalesaran, Ockstan J.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34624

Abstract

AbstractThis study aims to financially analyze shrimp farming in the new normal era in Boyantongo Village is profitable or not. The method used is a case study. Respondents in this study were the owners of the vaname shrimp cultivation business in Boyantongo Village. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data is data obtained directly from sources or not through intermediary media. Primary data collection is done through direct observation and interviews. Secondary data is data obtained indirectly, secondary data is generally in the form of evidence, notes or reports that are related to research. The quantitative descriptive analysis uses financial analysis such as Operating Profit (OP), Net Profit (NP), Profit Rate (PR), Profitability, Benefit Cost Ratio (BCR), Break Even Point (BEP) and Payback Period (PP). The price of vaname shrimp in Boyantongo Village is Rp. 70,000 / Kg with 4 tons of shrimp harvested. The total profit from the vaneme shrimp cultivation in 1 period is Rp. 1,120,000,000. The total cost for 1 period is 518,940,000 and the total profit / Net Profit is 601,060,000. So that the Profit Rate or the level of profit obtained is 115.82% and the Benefit Cost Ratio (BCR) is 2.15 with a payback period of 5 months. Sales BEP shows that the break-even point of vaname shrimp cultivation in Boyantongo Village is Rp. 52,736,842 and the BEP unit obtained is 753.38 kg. Based on the results of financial analysis, it turns out that the vaname shrimp cultivation business in Boyantongo Village is feasible to develop.Keywords: Business Analysis, Vaname Shrimp, Boyantongo AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara finansial usaha budidaya udang di era new normal di Desa Boyantongo itu menguntungkan atau tidak. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Responden dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha budidaya udang vaname di Desa Boyantongo. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumber atau tidak melalui media perantara. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan yang ada hubungannya dengan penelitian. Adapun analisis deskriptif kuantitatif menggunakan analisis finansial seperti Operating Profit (OP), Net Profit (NP), Profit Rate (PR), Rentabilitas, Benefit Cost Ratio (BCR), Break Even Point (BEP) dan Payback Period (PP). Harga udang vaname di Desa Boyantongo yaitu Rp. 70.000/Kg dengan hasil udang yang di panen sebanyak 4 ton. Total keuntungan dari usaha budidaya udang vaneme dalam 1 periode sebesar Rp. 1.120.000.000. Total cost selama 1 periode sebesar 518.940.000 dan total keuntungan/Net Profit sebesar 601.060.000 Sehingga Profit Rate atau tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar 115,82% dan Benefit Cost Ratio (BCR) adalah 2,15 dengan jangka waktu pengembalian 5 bulan. BEP penjualan menunjukan bahwa titik impas dari usaha budidaya udang vaname di Desa Boyantongo adalah Rp.52.736.842 dan BEP satuan yang didapat yaitu 753,38 kg berdasarkan hasil analisis finansial ternyata usaha budidaya udang vaname di Desa Boyantongo layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: Analisis Usaha, Udang Vaname, Boyantongo
KEADAAN USAHA SOMA PAJEKO (SMALL PURSE SEINE) ERA NEW NORMAL DI DESA SALIBABU KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Tarempas, Meike; Durand, Swenekhe S.; Rantung, Steelma V.; Aling, Djuwita R.R.; Kotambunan, Olvie V.; Manu, Gaspar D.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34613

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine and analyze how the business situation of the new normal era soma pajeko (small purse seine) in Salibabu Village, Salibabu District. When the research started from September 2020 to December 2020. The method in this study was a census using structured questions in the form of a questionnaire, while the data collected was through primary data and secondary data. The analysis in this research is quantitative and qualitative analysis. New Normal conditions are also felt in capture fisheries business activities in North Sulawesi, and this also affects the fisheries business in Salibabu Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency. However, due to the pandemic in the New Normal Era, demand from the fisheries sector company Talaud has decreased by 30-40 percent and resulted in frozen warehouses for storage of fishery products to become full. As a result, the company reduces the supply of raw materials. The total cost for the soma pajeko capture fishery business in Salibabu Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency is Rp. 259,000,000 with an income of Rp. 780,000,000 and a profit of Rp. 521,000,000 per year.Keywords: Soma Pajeko's business, New Normal situation, Salibabu Village.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana keadaan usaha soma pajeko (small purse seine) era new normal di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu. Waktu penelitian dimulai September 2020 sampai Desember 2020. Metode dalam penelitian ini adalah sensus dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuesioner, sedangkan data yang dikumpulkan yaitu melalui data primer dan data sekunder. Analisis dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Kondisi New Normal ikut dirasakan pada aktifitas usaha perikanan tangkap di Sulawesi Utara, dan ini juga mempengaruhi usaha perikanan yang ada di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud. Namun akibat pandemi di Era New Normal, permintaan dari perusahaan sektor perikanan Talaud mengalami penurunan hingga 30-40 persen dan mengakibatkan gudang beku untuk penyimpanan produk perikanan menjadi penuh. Dampaknya, perusahaan mengurangi pasokan bahan baku. Total biaya untuk usaha perikanan tangkap soma pajeko di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar Rp. 259.000.000, dengan pendapatan sebesar Rp.780.000.000, serta keuntungan sebesar Rp.521.000.000. per tahun.Kata kunci: Usaha Soma Pajeko, Era New Normal, Desa Salibabu
PERAN PEREMPUAN PENGOLAH IKAN ASAP DALAM MENUNJANG EKONOMI KELUARGA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA BULAWAN II KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Maradia, Alisya W.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Durand, Swenekhe S.; Andaki, Jardie A.; Lantu, Sartje
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34618

Abstract

AbstractThis study aims to determine the role and condition of smoked fish processing women in supporting the family economy during the Covid-19 pandemic in Bulawan II Village. The method used is the survey method. The survey method is a critical observation and investigation to get a good description of a particular case, by gathering various sources of information. The population in this study were women who processed smoked fish in Bulawan II Village. The data collection used a census. Census was an activity to collect data and information by observing all elements and populations. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data is data obtained directly through interviews guided by filling out questionnaires, some also through intermediary media (via telephone, WA). Secondary data is data obtained indirectly or data obtained through reading materials related to the required data. The results show that in addition to playing a role as a wife or a housewife, a woman in Bulawan II Village also plays a role in supporting the family's economy during the Covid-19 pandemic, by selling processed smoked fish to the market and also to neighboring villages. Most women who process smoked fish are in the productive age range so that they are still active in carrying out income-generating activities and jobs, their education is dominated by junior high school graduates. The role of women who process smoked fish is very supportive of the family economy.Keywords: Covid-19, Role of Women, Family Economy, Bulawan II  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan keadaan usaha perempuan pengolah ikan asap dalam menunjang ekonomi keluarga pada masa pandemi covid-19 di Desa Bulawan II. Metode yang digunakan yaitu metode survei. Metode survei adalah suatu pengamatan dan penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu kasus tertentu, dengan mengumpulkan beragam sumber informasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu perempuan pengolah ikan asap yang ada Desa Bulawan II, pengambilan data menggunakan cara sensus, Sensus adalah kegiatan mengumpulkan data dan informasi dengan cara mengamati seluruh elemen dan populasi. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data diperoleh secara langsung melalui wawancara (interview) yang di pandu dengan pengisian kuisioner, ada pula melalui media perantara (via telepon,wa). Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung atau data yang diperoleh melalui bahan bacaan yang berkaitan dengan data yang dibutuhkan. Hasil menunjukan bahwa selain berperan sebagai seorang istri atau ibu rumah tangga perempuan yang ada di Desa Bulawan II juga berperan dalam upaya menunjang ekonomi keluarga dimasa pandemi Covid-19, dengan menjual hasil olahan ikan asap ke pasar dan juga ke desa-desa tetangga. Perempuan pengolah ikan asap paling banyak dalam range umur produktif sehingga masih aktif dalam melakukan kegiatan dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan, pendidikan mereka didominasi oleh tamatan SMP. Peran perempuan pengolah ikan asap sangat mendukung perekonomian keluarga.Kata Kunci: Covid-19, Peran Wanita, Ekonomi Keluarga, Bulawan II
KAJIAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN ALAT TANGKAP JUBI PADA ERA NEW NORMAL DI DESA KAHAKITANG KECAMATAN TATOARENG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA Jamin, Lasrin; Manoppo, Victoria E.N.; Jusuf, Nurdin; Longdong, Florence V.; Rarung, Lexy K.; Opa, Esry T.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34611

Abstract

AbstractThe aim of the study is to analyze the Socio-Economic condition of Jubi Fishermen in Kahakitang Village in the New Normal Era? The research was conducted in Kahakitang Village, Tatoareng District, Sangihe Islands Regency for approximately 5 months, from August-December 2020. The research method used the census method, primary data sources and secondary data; will be discussed and analyzed based on the analysis of quantitative descriptions and qualitative descriptions.The total population of Kahakitang Island is 2,088 people or about 420 families. Most of the people in Kahakitang Village are fishermen using jubi fishing gear. Age shows that fishermen in Kahakitang Village are between 15 - 64 years old. Primary school fisherman education. The state of the house already has its own house with a 100% presentation, because their parents donated it as an inheritance, the number of dependents is 1-3 people with the highest percentage is 60, side jobs with a percentage of 50%, because they want to increase their income when they are not going down to sea., the duration of being fishermen is 5- 10 years as much as 40%, meaning that they have not been fishermen for long.Their income also depends on the frequency of fishing in a month where the more diligent or the more often they go to sea, the more likely they are to get a large catch compared to those who are less frequent. The catch varies, but on average each fishing trip gets 5 kg of fish and suntung. their income as jubi fishermen is only Rp. 1,200,000 in a month can be said to be less than the price of staple goods such as rice, which has risen especially before the holidays. Funds spent on making jubi tools are not large, only around Rp. 30,000, - to Rp. 100,000, -. However, the average fund needed is Rp. 65,000, - for one time. Keywords: Jubi, Kahakitang, Tatoareng AbstrakTujuan Penelitian untuk menganalisis keadaan Sosial Ekonomi Nelayan Jubi di Desa Kahakitang pada Era New Normal? Penelitian dilaksanakan di Desa Kahakitang Kecamatan Tatoareng Kabupaten Kepulauan Sangihe kurang lebih 5 bulan, dari bulan Agustus-Desember 2020. Metode penelitian menggunakan metode sensus, Sumber data primer dan data sekunder; akan dibahas dan dianalisis berdasarkan analisis deskripsi kuantitatif dan deskripsi kualitatif.Jumlah penduduk di Pulau Kahakitang 2.088 jiwa atau sekitar 420 KK . Mata pencaharian masyarakat di desa kahakitang sebagian besar sebagai nelayan yang menggunakan alat tangkap jubi. Umur menunjukan bahwa nelayan di Desa Kahakitang berumur antara 15 – 64 tahun. Pendidikan nelayan Sekolah Dasar. Keadaan rumah sudah memiliki rumah sendiri dengan persentasi 100%, disebabkan karena orang tua mereka menghibah sebagai warisan/peninggalan, jumlah tanggungan sebanyak 1-3 orang dengan persentase terbanyak 60, pekerjaan sampingan dengan persentase 50%, karena mereka ingin menambah penghasil pada saat mereka tidak turun melaut., lamanya menjadi nelayan 5- 10 tahun sebanyak 40%, artinya mereka belum lama menjadi nelayan.Pendapatan mereka tergantung juga pada frekuensi melaut dalam sebulan dimana makin rajin atau makin sering mereka melaut maka kemungkinan bisa untuk mendapat hasil tangkapan yang banyak dibandingkan dengan yang frekuensi melaut kurang. Hasil tangkapan bervariasi , namun rata-rata setiap melaut mendapat 5 kg ikan maupun suntung. penghasilan mereka sebagai nelayan jubi hanya Rp. 1.200.000 dalam sebulan bisa dikatakan kurang dibandingkan dengan harga bahan pokok seperti beras yang menaik apalagi sudah menjelang hari raya. Pengeluaran dana untuk pembuatan alat jubi tidak besar jumlahnya, hanya berkisar antara Rp. 30.000,- sampai Rp. 100.000,-. Namun rata-rata dana yang dibutuhkan Rp.. 65.000,- sekali pembuatan.Kata Kunci: Jubi, Kahakitang, Tatoareng