cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
DINAMIKA KELOMPOK DAERAH PERLINDUNGAN LAUT DI DESA BAHOI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Mamangkey, Reflin; Aling, Djuwita R.R.; Longdong, Florence V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.31026

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the dynamics of the marine protected area group in Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach. Qualitative method is fact finding with correct interpretation. While the descriptive method is a method of examining the status of a group of people, an object, a set of conditions, a system of thought, or a class of events in the present. The expected objective of this research is to determine the dynamics of the marine protected area group in Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The establishment of the DPL teaches residents and fishermen how to use marine and fisheries resources in a sustainable manner. The DPL group was replaced twice, accompanied by a revised perdes in 2010 due to the implementation of Bahoi village as an ecotourism village. The first DPL group was replaced because some members of the group went outside the area and some were married, because the first DPL group was a group of the younger generation. The DPL group is the group desired by the community to be followed by the selection of the forum, with the main task of monitoring. The dynamics of the Marine Protected Area group shows that the DPL group always moves according to their surroundings. However, the objectives of the DPL group have not been achieved and most of the members of these DPL groups are still not satisfied with the increased cooperation from these activities.Keywords: Group Dynamics, Marine Protected Areas, Ecotourism AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika kelompok daerah perlindungan laut di Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode kualitatif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Sedangkan metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika kelompok daerah perlindungan laut di Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Pembentukan DPL mengajarkan kepada warga dan nelayan cara pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Kelompok DPL tersebut dua kali diganti dibarengi dengan revisi perdes pada tahun 2010 karena dijalankannya desa Bahoi sebagai desa ekowisata. Kelompok DPL pertama diganti karena ada sebagaian anggota kelompok yang pergi ke luar daerah dan sebagiannya sudah menikah, dikarenakan kelompok DPL pertama adalah kelompok generasi muda. Kelompok DPL adalah kelompok yang diinginkan oleh masyarakat yang diikuti pemilihan forum, dengan tugas utama untuk pengawasan. Dinamika kelompok Daerah Perlindungan Laut menunjukan bahwa kelompok DPL selalu bergerak mengikuti keadaan disekitarnya. Namun tujuan dari kelompok DPL belum tercapai dan sebagian besar anggotakelompok DPL ini masih kurang puas dengan peningkatan kerja sama dari kegiatan tersebut.Kata kunci: Dinamika Kelompok, Daerah Perlindungan Laut, Ekowisata
PERANAN WANITA/ISTRI NELAYAN DALAM USAHA MENGATASI PEREKONOMIAN KELUARGA PADA ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN SINDULANG SATU KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO (Studi Kasus Kelompok Nelayan Daseng) Soputan, Stevaldo J.M.; Manoppo, Victoria E.N.; Durand, Swenekhe S.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.32217

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to analyze the economic condition of fishermen group households and to analyze the role of women in the household economy of fishermen groups during the Covid-19 pandemic and facing the new normal era in Sindulang Satu Village, Tuminting District, Manado City. The method used in this research is the case study method. The data analysis used in this research is quantitative analysis and qualitative analysis. The economic condition of the families of the Daseng fishing group in Sindulang Satu Village includes age, education and family dependents. The women / wives of the Daseng fishermen group are mostly in the productive age range so they are still active in carrying out income-generating activities and jobs, their education is dominated by elementary school graduates, while the dependents of the family have at most 1 - 3 dependents in the family. The role of women / wives in overcoming the family economy of fishermen groups during the Covid-19 pandemic and facing the new normal era, including domestic roles, namely cooking, cleaning and tidying houses, caring for children and helping husbands, active social roles in spiritual activities (mother worship) They also participate in arisan and PKK, and the productive role of women / wives of the daseng fishermen group is that they work as a washerman, open a small shop and sell. All the roles of the wife are very supportive of the economy of the Daseng group's fishing family.Keywords: Role of Women; Family Economy; Sindulang Satu AbstrakTujuan penelitian ini ialah menganalisis keadaan perekonomian rumah tangga kelompok nelayan dan menganalisis sejauh mana peran perempuan dalam perekonomian rumah tangga kelompok nelayan dimasa pandemic covid-19 dan menghadapi era new normal di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.Keadaan perekonomian keluarga kelompok nelayan Daseng di Kelurahan Sindulang Satu meliputi keadaan umur, pendidikan dan tanggungan keluarga. Wanita/istri kelompok nelayan Daseng paling banyak dalam range umur produktif sehingga masih aktif dalam melakukan kegiatan dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan, pendidikan mereka didominasi oleh tamatan SD sedangkan tanggungan keluarga paling banyak memiliki 1 – 3 orang tanggungan dalam keluarga. Peranan wanita/istri dalam mengatasi perekonomian keluarga kelompok nelayan dimasa pandemic covid-19 dan menghadapi era new normal, meliputi peran domestik yaitu memasak, membersihkan dan merapikan rumah, mengurus anak dan membantu suami, peran sosial dengan aktif dalam kegiatan kerohanian (ibadah kaum ibu) juga mengikuti arisan dan PKK, dan peran produktif wanita/istri kelompok nelayan daseng ada yang bekerja sebagai tukang cuci, membuka usaha warung dan berjualan. Semua peran istri sangat mendukung perekonomian keluarga nelayan kelompok Daseng.Kata Kunci: Peranan Wanita; Perekonomian Keluarga; Sindulang Satu
ANALISIS GENDER PADA USAHA PERIKANAN TANGKAP PUKAT PANTAI DI KELURAHAN TANDURUSA KECAMATAN AERTEMBAGA KOTA BITUNG Tambani, Stacey M.J; Rantung, Steelma V.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30624

Abstract

AbstractBased on the results of the study it can be concluded that: (a) The beach seine fishing business in Tandurusa Village, gender activities during the capture process and after the fishing operation have no difference, because female fishermen are able to work in this business. Activities that are not carried out by female fishermen only when spreading nets located at sea; (b) Gender equality in the beach seine business in Tandurusa Village, Aertembaga Subdistrict is divided into profit sharing, employment opportunities, business capital, and resource equality. Both male and female fishermen in this business are equal, because both male and female fishermen are able to carry out the same work, earn wages, work opportunities and be able to manage the available resources.Keywords: Gender, Beach Seine, Tandurusa  AbstrakBerdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: (a) Dalam usaha perikanan tangkap pukat pantai yang ada di Kelurahan Tandurusa, aktivitas gender disaat proses penangkapan maupun setelah operasi penangkapan tidak memiliki perbedaan, karena nelayan perempuan mampu bekerja dalam usaha ini. Aktivitas yang tidak dilakukan nelayan perempuan hanya pada saat menebar jaring yang berlokasi dilaut; (b) Kesetaraan gender pada usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga terbagi pada sistem bagi hasil, kesempatan kerja, modal usaha, dan kesetaraan sumberdaya. Nelayan laki-laki maupun nelayan perempuan dalam usaha ini setara, karena baik nelayan laki-laki atau nelayan perempuan mereka mampu melaksanakan pekerjaan yang sama, mendapatkan upah, kesempatan kerja dan mampu mengelola sumber daya yang ada.Kata kunci : Gender, Pukat Pantai, Tandurusa
SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN DI DESA MINANGA KECAMATAN BINTAUNA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Karim, Nurhikma; Durand, Swenekhe S.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.31028

Abstract

AbstractSolidarity is something that is really needed by a social group because basically every society needs solidarity. Minanga Village is a coastal village located in Bintauna sub-district, North Bolaang Mongondow district, North Sulawesi Province. The majority of the community work as fishermen, namely 143 people. Coastal communities are economically dependent on marine products, so that requires them to socialize and form solidarity. This is what attracts researchers to conduct research on the social solidarity of the Nelyan community in Minanga Village.The purpose of this research is to find out how the form of social solidarity of the community in the village, and what efforts are made by the community to maintain good relations as fellow fishermen who utilize marine resources. The method used in this study is a survey method, with the population in this study are all fishermen who are in Minanga Village. Sampling in this study using purposive sampling method, which is taking samples based on certain considerations. The data collected consists of primary data and secondary data.The analysis used in this research is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Quantitative descriptive analysis was conducted to provide an overview of social solidarity that occurred in the fishing community in Minanga Village, Bintauna District, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province.Based on the results and discussion, it can be concluded: High solidarity is also seen from the solidarity to share and ease each other's burdens. The effort made by the fishing community in Minanga Village, Bintauna District to maintain good relations as fellow fishermen is social interaction, namely maintaining good communication and a strong sense of brotherhood. Suggestions that must be put forward are: solidarity that has been closely intertwined among fishermen should be maintained and guarded until the next generation of children and grandchildren so as to produce a community that has high solidarity.Keywords: Solidarity, fisherman, Minanga AbstrakSolidaritas adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh sebuah kelompok sosial karena pada dasarnya setiap masyarakat membutuhkan solidaritas.Desa Minanga merupakan salah satu desa pesisir yang berada di kecamatan Bintauna kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utaramayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan yaitu 143 orang. Masyarakat pesisir perekonomianya bergantung pada hasil laut sehinga mengharuskan mereka bersosialisasi dan terbentuk solidaritas.Hal inilah yang menarik peneliti untuk mengadakan penelitian tentang solidaritas sosial masyarakat nelyan di Desa Minanga.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk solidaritas sosial masyarakat didesa tersebut, dan apasaja upaya yang dilakukan masyarakat untuk menjaga hubungan baik sebagai sesama nelayan yang memanfaatkan sumberdaya laut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey,dengan Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan yang berada di Desa Minanga.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu mengambil sampel yang berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu.Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk memberikan gambaran solidaritas sosial yang terjadi pada mayarakat nelayan diDesa Minanga Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara.Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat dismpulkan : Solidaritas yang tinggi juga terlihat dari kekompakan untuk berbagi dan saling meringankan beban satu sama lain. upaya yang dilakukan masyarakat nelayan di Desa Minanga Kecamatan Bintauna untuk menjaga hubungan baik sebagai sesama nelayan adalah interak sosial yakni mempertahankan komunikasi yang baik dan adanya rasa persaudaraan yang kuat. Saran yang harus dikemukakan yaitu : solidaritas yang sudah terjalin erat diantara sesama nelayan sebaiknya tetap dipertahankan dan dijaga sampai anak cucu generasi selanjutnya sehinga menghasilkan masyarakat yang memiliki solidaritas yang tinggi.Kata Kunci: Solidaritas, nelayan, Minanga
DAMPAK KERJASAMA KEMITRAAN ANTARA BALAI BENIH IKAN (BBI) DENGAN PEMBENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI WLINGI, KABUPATEN BLITAR Ariadi, Heri; Wafi, Abdul; Abidin, Zainal; Tjahjono, Agus; Lestariadi, Riski A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30648

Abstract

AbstractIn the agribusiness fisheries, partnership strategies can be utilized to minimize of price fluctuations and expand market chains. Such as the case carried out by the tilapia farmer group (O. niloticus) with the BBI (Fish Breeding Centre) in the Wlingi area, Blitar Regency. The purpose of this study is to determine of benefits for partnership cooperation and its impact to tilapia hatchery (O. niloticus) in Wlingi, Blitar Regency with a qualitative research method approach based on natural conditions in the field, then the research data were analyzed descriptively qualitatively using a comparison matrix table. The results of the study showed that the partnership corporate had lasted for 6.5 years with the number of active partners as many as 15 FH. In its journey, partnership can provide benefits for both partners. For BBI, the partnership will provide benefits in the form of the availability of sustainable seed production and the effectiveness of production mechanism. As for farmer, cooperation provides a variety of benefits from the availability of superior brood stock, the certainty of marketing customers, the give utility of production infrastructure, as well as the technical assistance. Then, based on the comparison matrix, the partnership is able to provide various positive changes to the business conditions of tilapia (O. niloticus) hatchery. In addition to technical and non-technical impacts, this collaboration also provides social impacts, risk management, and a more competent marketing system. So as a whole, it can be concluded that the partnership can provide benefits for both partners who are mutually beneficial based on agreements the attributes of the rights and obligations from each partner. While the wider impact, partnership cooperation is considered capable of providing a variety of positive changes to the business conditions of tilapia (O. niloticus) hatchery in terms of business management and technical operations of aquaculture during the partnership collaboration.Keywords: Partnership, Fish Breeding Centre, Oreochromis niloticus, Fish Farmers AbstrakDalam usaha agrobisnis perikanan, strategi kemitraan dapat dimanfaatkan untuk meminimalisir fluktuasi harga serta memperluas rantai pasar. Seperti kasus yang dilakukan oleh kelompok pembenih ikan nila (O. niloticus) dengan pihak BBI (Balai Benih Ikan) di daerah Wlingi, Kabupaten Blitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat kerjasama kemitraan serta dampaknya terhadap usaha pembenihan ikan nila (O. niloticus) di Wlingi, Kabupaten Blitar dengan pendekatan metode penelitian kualitatif berdasarkan kondisi alamiah di lapang, selanjutnya data penelitian dianalisa secara deskriptif kualitatif menggunakan tabel matrik perbandingan. Hasil dari penelitian menunjukkan, kerjasama kemitraan telah berlangsung selama 6.5 tahun dengan jumlah mitra aktif sebanyak 15 RTP. Dalam perjalanannya, kerjasama kemitraan dapat memberikan keuntungan untuk kedua pihak mitra. Bagi pihak BBI kemitraan akan memberikan keuntungan dalam bentuk tersedianya produksi benih yang berkesinambungan dan efektifitas operasional produksi. Sedangkan bagi pembenih, kerjasama memberikan beragam manfaat mulai tersedianya induk ikan unggulan, kepastian jasa pemasaran, bantuan sarana prasarana produksi, serta adanya pendampingan teknis. Kemudian, berdasarkan matrik perbandingan, kemitraan mampu memberikan berbagai perubahan positif terhadap kondisi usaha pembenihan ikan nila (O. niloticus). Selain dampak teknis dan nonteknis, kerjasama ini juga memberikan dampak sosial, manajemen resiko, dan sistem pemasaran yang lebih kompeten. Sehingga secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa kerjasama kemitraan dapat memberikan manfaat untuk kedua belah pihak mitra yang saling menguntungkan berdasarkan pemenuhan atribut hak dan kewajiban masing-masing mitra. Sementara dampak yang lebih luas, kerjasama kemitraan dinilai mampu memberikan berbagai perubahan positif terhadap kondisi usaha pembenihan ikan nila (O. niloticus) dari sisi manajemen usaha dan teknis operasional budidaya selama siklus kemitraan berlangsung.Kata kunci: Kemitraan, Balai Benih Ikan, Oreochromis niloticus, Pembenih Ikan
ANALISIS NILAI TUKAR NELAYAN PADA USAHA PERIKANAN TANGKAP BAGAN DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Mandak, Satriarto; Longdong, Florence V.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.32219

Abstract

AbstractThe objectives of this study are: to describe the characteristics of the Capture fisheries business in Bagan and to analyze the exchange rate of fishermen in the fishing business in the Bagan capture fisheries in Tateli Weru Village, Mandolang District. The data collected in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data is obtained directly from respondents. Secondary data is supporting data on primary data obtained from various written sources in the Tateli Weru Village office. Respondents in this study are the fishermen community who have a chart capture fishery business. Data analysis was carried out descriptively with primary data using the formulation of Fishermen Exchange Rate (NTN) according to Sugiarto (2009) and Fisherman Exchange Rate Index (INTN) according to Sugiarto (2009). Based on the results and discussion of this research, it can be concluded that the total income of traditional fishermen using chart fishing gear can cover the subsistence needs (basic needs) of fishermen's families, where NTN is 1.29, while fishermen's income can cover the cost of fishing for bagan fishing with NTN of 2.38. Observations and calculations in October and November 2019 did not experience an increase or decrease in NTN, with the NTN index value (iNTN) of 100. Keywords: lift-net fishermen, income, NTN, iNTN, subsistence AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu : mendeskripsikan karakteristik usaha perikanan tangkap Bagan dan menganalisis Nilai Tukar Nelayan Pada usaha perikanan tangkap bagan yang ada di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dengan responden. Data sekunder merupakan data pendukung pada data primer yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis yang ada di kantor Kelurahan Tateli Weru. Responden pada penelitian ini yaitu Masyarakat Nelayan yang mempunya usaha perikanan tangkap bagan.Analisis data dilakukan secara deksriptif dengan  data primer) menggunakan rumusan Nilai Tukar Nelayan (NTN) menurut Sugiarto (2009) dan Indeks Nilai Tukar Nelayan (INTN) menurut Sugiarto (2009).Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pendapatan total nelayan tradisional menggunakan alat tangkap bagan dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, hal mana NTN sebesar 1,29, sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha perikanan tangkap bagan dengan NTN sebesar 2,38. Pengamatan dan perhitungan pada bulan Oktober dan November 2019 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100.Kata Kunci: nelayan bagan, pendapatan, NTN, iNTN, subsisten
KONTRIBUSI MODAL DAN LAMA USAHA PADA KEBERHASILAN USAHA PERIKANAN TANGKAP BAGAN DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Neiss, Michael; Rarung, Lexy K.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30623

Abstract

AbstractBased on the results of the study it can be concluded that: (a) Capital and Duration of business give contribute to success of capture fisheries business in Tateli Weru village. (b) Startup Capital gives 45% contribution and Duration of bussiness contributed 40% to the success of the chartered fisheries business in Tateli Weru Village.Keywords: Contribution , Capital , Duration of Business, Bagan, Success AbstrakBerdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: (a) Modal dan lama usaha memberikan kontribusi pada keberhasilan usaha perikanan tangkap di Desa Tateli Weru, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa sebesar 66% (b) Modal Usaha memberikan 45% kontribusi dan lama usaha memberikan 40% kontribusi terhadap keberhasilan usaha perikanan tangkap bagan di Desa Tateli Weru.Kata Kunci : kontribusi, modal, lama usaha, bagan, keberhasilan
ANALISIS FINANSIAL USAHA IKAN JULUNG-JULUNG ASAP DI DESA PENU KECAMATAN TALIABU TIMUR KABUPATEN PULAU TALIABU PROVINSI MALUKU UTARA Soleman, Arafat; Andaki, Jardie A.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.31031

Abstract

AbstractThe smoked fish business in Penu Village has been going on for a long time, but there has been no financial analysis of this business. This has prompted research to conduct a financial analysis of smoked julung-julung fish, with the objectives of: 1) studying the business profile of smoked julung-julung fish in Penu Village, East Taliabu District; and 2) studying the financial situation of smoked julung-julung fish This research is a case study. Data were collected using the census method, where the respondents who were taken all juung-julung fishermen using Soma Giop totaled 8 respondents, by distributing questionnaires to fishermen who owned giop.All data collected were then analyzed descriptively. In order to know the feasibility level of the fishing business to the smoked fish processing, the author uses financial analysis such as operating profit, net profit, benefit cost ratio, profitability and break event points, and payback period.Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that: 1) the smoking business of julung-julung fish is carried out simultaneously with the fishing business using soma giop. This is where all the raw materials are obtained from the fishing business, then processed into smoked fish. The proceeds from the sale of smoked fish become a source of income for the owner, permanent members and temporary members (saga sari); and 2) the smoking business of julung-julung fish in Penu Village, East Taliabu District, is feasible to run based on financial analysis criteria, where the net profit and profit rate are positive, BCR> 1, profitability >100 (very good category), BEP sales and units are classified as small, and payback period or quick return on investment.Keywords: smoked fish, julung-julung, financial, feasibility AbstrakUsaha ikan asap di Desa Penu sudah berjalan cukup lama, namun belum dilakukan analisis keuangan dari usaha ini. Hal ini yang mendorong penelitian untuk melakukan analisis finansial usaha ikan julung-julung asap, dengan tujuan : 1) mempelajari profil usaha ikan julung-julung asap di Desa Penu Kecamatan Taliabu Timur; dan 2) mempelajari bagaimana keadaan finansial usaha ikan julung-julung asap di desa Penu Kecamatan Taliabu TimurPenelitian ini adalah studi kasus (case studi). Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode sensus, dimana responden yang diambil semua nelayan penangkap ikan juung-julung dengan menggunakan soma giop berjumlah 8 responden, dengan cara membagikan kuesioner kepada nelayan pemilik giop.Semua data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Guna mengetahui tingkat kelayakan usaha penangkapan sampai pengolahan ikan julung-julung asap, penulis menggunakan analisis finansial seperti operating profit, net profit, benefit cost ratio, rentabilitas dan break event point, serta payback period.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) usaha pengasapan ikan julung-julung dilakukan bersamaan dengan usaha penangkapan menggunakan soma giop. Hal mana semua bahan baku didapat dari usaha penangkapan, kemudian diolah menjadi ikan asap. Hasil penjualan ikan asap menjadi sumber pendapatan bagi pemilik, anggota tetap, dan anggota sementara (saga sari); dan 2) usaha pengasapan ikan julung-julung di Desa Penu Kecamatan Taliabu Timur layak dijalankan berdasarkan kriteria analisis finansial, dimana net profit dan profit rate positif, BCR > 1, rentabilitas > 100 (berkategori sangat baik), BEP penjualan dan unit tergolong kecil, dan payback periode atau pengembalian investasi cepat.Kata Kunci: ikan asap, julung-julung, finansial, kelayakan
POTRET MASYARAKAT NELAYAN PESISIR DI PULAU KALAMA KECAMATAN TATOARENG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Sarapil, Costantein Imanuel; Mozes, Getruida Nita; Kumaseh, Eunike Irene; Ikhtiagung, Ganjar Ndaru; Puspaputri, Erlin; Dalonto, Meldianus Swandris
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30647

Abstract

AbstractThis study aims to describe the socio-economic conditions of the fishing community in Kalama Island, District of Tatoareng, Regency of Sangihe islands. The method used in this research is descriptive method. This method is used to look for the elements, characteristics, properties of a phenomenon. This method begins with collecting data, analyzing data and interpreting it in the form of text or images. The social situation of fisher in Kalama Island has a high sense of solidarity. People who help each other. The low level of education of fisher, where most have elementary school education. The economic situation of fisher is also uncertain, depending on weather conditions. The profit earned by fisher is IDR 700,000 - IDR 1,700,000 per day. However, this profit does not guarantee the welfare of fisher, because the catch is uncertain and the fisher's lifestyle is wasteful. The government can pay more attention to the welfare of fisher on small islands and develop the potential of Kalama Island.Keywords: socio – economic condition; fisher; coastal; Kalama Island AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan di Pulau Kalama, Kecamatan Tatoareng Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Metode ini digunakan untuk mencari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat suatu fenomena. Metode ini dimulai dengan mengumpulkan data, menganalisis data dan menginterpretasikannya ke dalam bentuk teks atau gambar. Keadaan sosial nelayan di Pulau Kalama mempunyai rasa solidaritas yang tinggi. Masyarakat yang saling membantu satu dengan lainnya. Tingkat pendidikan nelayan yang rendah, dimana sebagian besar mempunyai pendidikan SD. Keadaan ekonomi nelayan juga tidak menentu, bergantung pada kondisi cuaca. Keuntungan yang diperoleh nelayan sebesar Rp 700.000 – Rp 1.700.000,- per hari. Namun, besarnya keuntungan ini tidak menjamin kesejahteraan nelayan, karena hasil tangkapan yang tidak menentu serta pola hidup nelayan yang boros. Pemerintah dapat lebih memperhatikan kesejahteraan nelayan di pulau kecil dan mengembangkan potensi Pulau Kalama.Kata kunci: kondisi sosial ekonomi; nelayan; pesisir; pulau kalama
KEADAAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN PANCING LAYANG-LAYANG DI DESA TALAWAAN BAJO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Ridwan, Adriansyah; Tambani, Grace O.; Dien, Christian R.; Manoppo, Victoria E.N.; Bataragoa, Nego Elvis
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34062

Abstract

AbstractThe research objectives, namely 1) describe the fishing gear for kites, and 2) to determine the socioeconomic conditions of kite fishing rods in Talawaan Bajo Village. The research method is a census where all respondents have the same opportunity to collect primary data. Sources of data are primary data and secondary data. This data source will be discussed based on quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results of the research, fishing gear consisted of; kites, kite ropes, fishing lines, fishing rods, artificial bait, reels, boats and engines. The age of fishermen ranges from 30-65 years. Primary school (SD) fishermen education is 65% and the rest cannot complete elementary school. Home ownership, already owns 100% of your own house. Family dependents range 1 - 3 people. The experience of being a fisherman is around 10-30 years as much as 90%, and the remaining 10% has been more than 30 years. The catch is differentiated from that in Manado waters in April - May, while in Morotai waters from June - August. The average catch in Manado waters is 60 kg of fish. The number of fishing trips in Manado waters in 2 (two) months, namely 32 trips. Sales Price of Rp. 55,000 / kg. Whereas in Morotai, the catch is 120 kg / trip in 81 trips for 3 (three) months, with a selling price of IDR 22,000 / kg. So the income of the kite fishing rod is Rp. 94,420,000, - / year. AbstrakTujuan penelitian, yaitu 1) mendeskripsikan alat tangkap pancing layang-layang, dan 2) mengetahui keadaan sosial ekonomi nelayan pancing layang-layang di Desa Talawaan Bajo. Metode penelitian adalah Sensus dimana semua responden mendapat kesempatan yang sama dalam penganmbilan data primer. Sumber data yaitu berasal dari data primer dan data sekunder. Sumber data ini akan dibahas berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, alat tangkap terdiri dari; layang-layang, tali layang-layang, tali pancing, mata pancing, umpan tiruan, gulungan tali, perahu dan mesin. Umur nelayan berkisar antara 30 – 65 tahun. Pendidikan nelayan Sekolah Dasar (SD) yakni 65% dan sisanya tidak dapat menyelesaikan SD. Kepemilikan rumah, sudah memiliki rumah sendiri 100%. Tanggungan keluarga berkisar 1 – 3 orang. Pengalaman menjadi nelayan sekitar  10 – 30 tahun sebanyak 90%, dan sisanya 10% sudah lebih dari 30 tahun. Hasil tangkapan dibedakan dari penangkapan di perairan Manado pada April - Mei, sedangkan diperairan Morotai pada Juni - Agustus. Hasil tangkapan rata-rata di perairan Manado 60 kg ikan. Jumlah trip pengkapan di perairan Manado dalam 2 (dua) bulan yakni 32 trip. Harga Penjualan Rp. 55.000 /kg. Sedangkan di perarian Morotai, hasil tangkapan 120 kg/trip dalam 81 trip selama 3 (tiga) bulan, dengan harga jual Rp 22.000/kg. Jadi hasil pendapatan pancing layang-layang adalah Rp. 94.420.000,-/tahun.