cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
ANALISIS RANTAI NILAI PADA USAHA PERIKANAN TANGKAP CUMI-CUMI DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Daud, Miracle C.B.; Rantung, Steelma V.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28333

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to determine the marketing chain in the squid capture fisheries business, look at marketing margins and analyze the value chain in the squid capture fisheries business in Bulutui Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The basic research used is a case study. This research will look at a case regarding the value chain of squid capture fisheries in Bulutui Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The respondents in this study consisted of fishing fishermen, collectors, retailers and consumers (restaurants). Each population was sampled using the Purposive Sampling method, the total population of squid catch fishermen was 20 people. Purposive sampling is a technique for taking samples not based on random, regional or strata, but based on the existence of considerations that focus on specific objectives (Arikunto 2006). research in Bulutui Village, West Likupang Subdistrict, North Minahasa Regency, there are 2 squid marketing chains, namely from capture fishermen, collectors, retailers, consumers. and the second chain is from fishermen, traders and directly to consumers. The added value obtained in the first channel is Rp. 46,572 and the second channel Rp. 39,374. The marketing margin on the first channel is greater than the second margin, the marketing margin on channel one is Rp.18,000 and the marketing margin on the second channel is Rp.10,000Keywords: Bulutui Village, Squid, value chain AbstrakTujuan Penelitian ini mengetahui rantai pemasaran pada usaha perikanan tangkap cumi-cumi, melihat Margin pemasaran dan menganalisis rantai nilai pada usaha perikanan tangkap Cumi-Cumi di Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Dasar penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian ini akan dilihat kasus mengenai rantai nilai usaha perikanan tangkap cumi-cumi di Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Reponden dalam penelitian ini terdiri atas nelayan penangkap, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, dan konsumen (Restoran). Tiap-tiap populasi  diambil sampel dengan menggunakan metode Purposive Sampling, jumlah populasi nelayan penangkap cumi-cumi adalah sebanyak 20 orang. Purposive sampling adalah teknik mengambil sampel dengan tidak berdasarkan random, daerah atau strata, melainkan berdasarkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu (Arikunto 2006). penelitian di Desa Bulutui kecamatan Likupang Barat kabupaten Minahasa Utara terdapat 2 rantai pemasaran cumi-cumi yaitu dari nelayan penangkap, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, konsumen. dan rantai yang kedua yaitu dari nelayan, pedagang pengumpul dan langsung ke konsumen.Nilai tambah yang diperoleh pada saluran yang pertama sebesar Rp. 46.572 dan saluran yang kedua sebesar Rp. 39.374. Margin pemasaran pada saluran yang pertama lebih besar dari margin yang kedua, marjin pemasaran pada saluran satu yaitu sebesar Rp.18.000 dan marjin pemasaran yang ada pada saluran ke dua sebesar Rp.10.000Kata Kunci : Desa Bulutui, Cumi-Cumi, rantai nilai
PERAN GENDER PADA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA NELAYAN DI DESA BULAWAN INDUK KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Husuna, Fetris; Sondakh, Srie J.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28147

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to identify various gender roles in improving the welfare of fishermen families and to study the division of roles of men and women in improving family welfare in Bulawan Induk Village, Kotabunan District, East Bolaang Mongondow Regency. This study used a survey method, while the sampling technique used was purposive sampling in 102 populations of fishermen with husband and wife status, so that 15% of the total population of Bulawan Induk was selected. The data needed in this study are primary data and secondary data using structured questions in the form of questionnaires, containing questions to measure various variables, including experience and income of respondents. Then the analysis in this research is quantitative and qualitative analysis. Research and discussion results: All sea activities are carried out by men. The involvement of women in the preparation of food supplies and selling fish. The rest of the role of women is also dominant in domestic work and there is still a division of gender work based on the appropriateness of women's and men's work.Keywords: Gender Role, Increased Welfare, Fishermen Families, Bulawan Induk Village.AbstrakTujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi berbagai peran genderpada peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan dan mengkaji tentang pembagian peran laki-laki dan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Bulawan Induk Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.Penelitian ini menggunakan metode survey, sedangkan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling pada 102 populasi nelayan yang berstatus suami istri, sehingga dipilih 15% dari jumlah populasi yang ada di Desa Bulawan Induk. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunderdengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuesioner, berisi pertanyaan-pertanyaan yang untuk mengukur berbagai variabel-variabel, diantaranya pengalaman dan pendapatan dari responden. Kemudian analisis dalam penelitian  ini yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian dan pembahasan: Aktivitasmelaut semuanya dilakukan oleh laki-laki. Keterlibatan perempuan pada persiapan bekal makan dan menjual ikan. Selebihnya peran perempuan juga dominan pada pekerjaan domestik dan masih ada juga pembagian kerja gender berdasarkan kepantasan pekerjaan perempuan dan laki-laki.Kata kunci : Peran Gender, Peningkatan Kesejahteraan, Keluarga Nelayan, Desa Bulawan Induk
AKTIVITAS KELUARGA NELAYAN BAJO DESA KINABUHUTAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARAPROVINSI SULAWESI UTARA Moldjo, Sri Y.; Aling, Djuwita R.R.; Jusuf, Nurdin
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28138

Abstract

AbstractThis study examines the general condition of the fishing community in the village of Kinabuhutan and knows the family activities of the Bajo fishermen in the village of Kinabuhutan. The method used is a case study method or approach. This research intensively focused on one particular object that studied it as a case, by taking the case against Bajo Fishermen, Kinabuhutan Village, West Likupang District, North Minahasa Regency.Total population of Kinabuhutan village are 1,086 people, the number of supporters based on the level of education as many as 285 people, work as many as 401. The family activities of Bajo fishermen in Kinabuhutan Village ranging from waking up to going back to sleep. Traditional fishermen catch in the village of Kinabuhutan on fishing based on the type of fishing gear they have, carried out during the day and night. Before going to sea things they prepare are ranging from equipment to collect fish, gasoline, and food supplies. Ten (10) respondents said that the location of the capture was not too far away, the location was only about 1 mile to 3 miles from the coast to the waters around Talise Island, Gangga Island and Bangka Island. Traditional fishermen who catch their reef fish operate from 06.00 to 16.00, depending on the weather and income.The ownership of fishing gear owned by traditional fishermen in Kinabuhutan Village is classified as the use of gill nets and fishing rods, noru, as well as the pelang boats that most of the fishermen use pelang and light boats with 6-8 meters boat size with 5.5 PK engine size - 6.5 PK.Keyword: activity, family, fisherman, Bajo AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang keadaan umum masyarakat nelayan di Desa Kinabuhutan dan mengetahui Aktivitas keluarga nelayan Bajo di Desa Kinabuhutan. Metode yang digunakan adalah metode atau pendekatan studi kasus (case study). Penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus, dengan mengambil kasus terhadap Nelayan Bajo Desa Kinabuhutan Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.Total penduduk Desa Kinabuhutan sebesar 1.086 jiwa, jumlah pendukuk berdasarkan tingkat pendidikan sebanyak 285 jiwa, pekerjaan sebanyak 401. Aktivitas keluarga nelayan Bajo di Desa Kinabuhutan mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali.Bagi nelayan Bajo Operasi penangkapan nelayan tradisional di Desa Kinabuhutan pada penangkapan ikan berdasarkan pada jenis alat tangkap yang dimilikinya,dilakukan pada siang dan malam hari.Sebelum melaut hal-hal yang mereka persiapkan yaitu mulai dari perlengkapan untuk menampung ikan,bensin,dan bekal makanan. Sepuluh (10) orang responden mengatakan bahwa lokasi penangkapan tidak terlalu jauh, jarak lokasi hanya sekitar 1 mil sampai 3 mil dari pesisir pantai ke perairan sekitar pulau Talise, pulau Gangga dan pulau Bangka. Nelayan tradisional yang menangkap ikan karang mereka beroperasi mulai dari jam 06.00 wita sampai jam 16.00 wita,tergantung cuaca dan hasil pendapatan.Pemilikan alat tangkap yang dimiliki oleh nelayan tradisional di Desa Kinabuhutan diklasifikasikan atas penggunaan alat tangkap jaring  insang dan pancing noru, serta perahu pelang yang sebagian besar nelayan menggunakan perahu pelang dan perahu lampu dengan ukuran perahu 6-8 meter dengan ukuran mesin 5,5 PK - 6,5 PK.Kata kunci: aktivitas, keluarga, nelayan, Bajo
ANALISIS SENSITIVITAS USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA NAIN KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Sumerah, Shelin Sintia; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28329

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to study coordination and analyze the level of sensitivity in seaweed farming in Nain Village, Wori District, North Minahasa Regency. The research method used was a survey. Primary data were taken from farmers' respondents and secondary data from the Nain Village Government. The target population in this study was seaweed farmers in Nain Village. Data collection procedures performed by purposive sampling. ) Sampling is done by taking 10 small scale farmers and 10 large scale farmers. Small scale cultivators are categorized with the amount of dry production under 1,000 kg and large scale cultivators with a total production of more than 1,000 kg dry. One example of seaweed cultivators. The results of the research on price reduction of (44.50%) caused the NPV to be -141, IRR #NUM !, and B/C ratio of 0.00 so as to make this business unfeasible. A decrease in production of (44.50%) caused the NPV to be -12,854, IRR #NUM !, and a B/C ratio of 0.00 making this business unfeasible to run. Increasing variable costs (variable costs) by (86%) makes the NPV to -5.65, IRR #NUM !, and B/C Ratio 0.00. Based on this value, the business can be carried out unfit to be carried out.Keywords: Nain Village, cultivation, seaweed, sensitivity analysis AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala dan menganalisis tingkat sensitivitas pada usaha budidaya rumput laut di Desa Nain Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitan yang digunakan adalah survei. Data primer diambil dari responden pembudidaya dan data sekunder dari Pemerintah Desa Nain. Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah pembudidaya rumput laut di Desa Nain. Prosedur pengambilan data dilakukan secara purposive sampling. ) Pengambilan sampling dilakukan dengan mengambil 10 pembudidaya skala kecil dan 10 pembudidaya skala besar. Pembudidaya skala kecil dikategorikan dengan jumlah produksi kering di bawah 1.000 kg dan pembudidaya skala besar dengan jumlah produksi lebih dari 1.000 kg kering. Dalam pengambilan sampel dibantu oleh informan kunci yaitu salah satu pembudidaya rumput laut. Hasil penelitian pada penurunan harga sebesar (44,50%) menyebabkan NPV menjadi -141, IRR #NUM!, dan B/C Ratio 0.00 sehingga membuat usaha ini menjadi tidak layak. Penurunan produksi sebesar (44,50%) menyebabkan NPV menjadi -12,854, IRR #NUM!, dan B/C Ratio 0.00 sehingga membuat usaha ini dikatakan tidak layak untuk dijalankan.Kenaikan biaya tidak tetap (variable cost) sebesar (86%) menjadikan NPV menjadi -5,65, IRR #NUM!, dan B/C Ratio 0.00. Berdasarkan nilai ini maka usaha bisa dikatakan tidak layak untuk dilaksanakan.Kata Kunci : Desa Nain, budidaya, rumput laut, analisis sensitivitas
ANALISIS RANTAI PASOK PRODUK PERIKANAN TANGKAP BAGAN APUNG DI TATELI WERU (BULOH) KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Wahiu, Rally Y.; Andaki, Jardie A.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28143

Abstract

AbstractSupply chain is a network of independent and interconnected organizations that work together cooperatively and mutually beneficial in controlling, managing and improving the flow of material and information from suppliers to consumen.Fisheries are all the activities related to management and utilization of fish resources and the environment starting from pre-production, production, processing to marketing, which are carried out in a fisheries business system. Fishing is an activity to obtain fish in waters that are not in a state cultivated by any ways , including the activities that used boat to load, transport, cool, handle, process, or preserve fishes.The types of lift net fishering  in Indonesia, There are 1.bamboo platform lift net 2. Boat lift nets  3. Raft lift nets or Floating lift nets. The types of lift nets at the study of location  is the Raft Chart or Floating lift net.The purpose of this research are to Analyze the supply chain as a result of the fishery lift net in Tateli Weru (Buloh) Mandolang District of Minahasa District and 2.To Find out who are involved in the fishing chain as a result of the fishery catchment in Tateli Weru (Buloh) Mandolang District Minahasa district.The results and discussion of this research that the Supply chain product fishermen in Tateli Weru (Buloh) Mandolang District, Minahasa Regency are 1. Fishermen who have floating lift net 2. Animal Feed Factory, 3. Small traders or petibo, 4. Fishing vessels, 5. Consumen.The mechanism of product is about the  financial and information resources in  supply chain of floating fisheries products at Tateli Weru (Buloh), there are : 1. Channel I: lift net floating fishermen - animal feed mills - consumen I, 2. Channel II: lift net Floating fishermen ,Fishing Vessels and 3. Channels III: lift net Floating fishermen - small traders or petibos - Consumers II. The cyclus of Product  from upstream to downstream, and the financial from downstream to upstream and information  flows in two ways.Keywords: Supply chain, lift net, Floating Bag Fishermen, Product Flow, Financial Flow, Information Flow. AbstrakRantai pasok adalah suatu jaringan dari organisasi-organisasi independen dan saling terhubung yang bekerjasama secara kooperatif dan saling menguntungkan dalam mengontrol, mengatur dan memperbaiki aliran material dan informasi dari pemasok sampai pemakai.Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Penangkapan ikan adalah kegiatan untuk memperoleh ikan diperairan yang tidak dalam keaadaan dibudidayakan dengan alat atau cara apapun, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan/atau mengawetkannyaJenis alat tangkap bagan di indonesia yaitu;1. Bagan Tancap, 2. Bagan Perahu dan 3. Bagan Rakit atau Bagan Apung. Jenis Bagan di lokasi penelitian yaitu Bagan Rakit atau Bagan Apung.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Menganalisis rantai pasok hasil tangkapan nelayan bagan apungdi Tateli Weru (Buloh) Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa dan 2. Mengetahui siapa saja yang terlibat dalam rantai pasok hasil tangkapan nelayan bagan apungdi Tateli Weru (Buloh) Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.Hasil dan pembahasan dari penelitian ini yaitu: Pelaku rantai pasok produk perikanan tangkap di Tateli Weru (Buloh) Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa adalah 1. Nelayan pemilik bagan apung, 2. Pabrik Pakan Ternak, 3. Pedagang kecil atau petibo, 4. Kapal pancing, 5. Konsumen.Mekanisme aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi pada rantai pasok produk perikanan tangkap bagan apung di Tateli Weru (Buloh) yaitu: 1. Saluran I: Nelayan bagan apung – pabrik pakan ternak – konsumen I, 2. Saluran II: Nelayan bagan apung – Kapal Pancing dan 3. Saluran III: Nelayan bagan apung – pedagang kecil atau petibo – Konsumen II. Aliran produk mengalir dari hulu ke hilir, aliran keuangan mengalir dari hilir ke hulu dan aliran informasi mengalir dua arah.Kata kunci : Rantai pasok, Jaring angkat, Nelayan Bagan Apung, Aliran produk, Aliran Keuangan, Aliran Informasi
ANALISIS KELAYAKAN USAHA ALAT TANGKAP JALA LEMPAR (CAST NET) DI DANAU TONDANO DESA TALIKURAN KECAMATAN REMBOKEN KABUPATEN MINAHASA Tehupuring, Agreyna S.; Pangemanan, Jeannette F.; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28968

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to determine the feasibility of cast net fishing equipment in Lake Tondano Talikuran Village, Remboken District, Minahasa Regency. The fishing method on lake Tondano is still often done in a traditional way by using a throwing net fishing gear. The population in this study are fishermen who used throwing nets in Talikuran Village. The number of fishermen who use this fishing gear is 50 people. this amount is not small, then the sampling of 20 people or 40% of fishing fishermen. this is not a small amount, then the sampling of 20 people or 40% of the fishing fishermen. The sampling is done by using a simple random method. The data collected consists of primary and secondary data. Data collection in this study was done through observation or direct observation, and interview techniques by filling out questionnaires. The financial analysis used are Operating profit, Net profit, Profit rate, Benefit Cost Ratio, Break Even Point dan Payback Period. Based on the business analysis results of the throwing net fishing gear in Talikuran Village, Remboken Subdistrict is feasible to run because the value of operating profit (OP) is Rp.10,500,000, net profit value or absolute profit is Rp.7,456,000, Profit rate or profit level is 14%, the value of the benefit cost ratio (BCR) is more than 1, that is 1.14, the profitability of the business is in the excellent category because it is more than 100% that is 117%, the break-even point of sales is Rp.16,906,111 and the BEP unit is 695 kg with the payback period is 10.08 months or 10 months 24 days.Keywords: Talikuran Village, Cast Net, Business Feasibility Analysis AbstrakTujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha alat tangkap jala lempar (cast net) di Danau Tondano Desa Talikuran Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa. Penangkapan ikan di Danau Tondano masih sering dilakukan dengan cara yang sederhana yaitu dengan menggunakan alat tangkap jala lempar. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan yang menggunakan alat tangkap jala lempar di Desa Talikuran. Jumlah nelayan yang menggunakan alat tangkap ini berjumlah 50 orang. jumlah ini yang tidak sedikit, maka pengambilan sampel sebesar 20 orang atau 40% nelayan penangkap ikan. Pengambilan sampel menggunakan acak sederhana. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi atau pengamatan langsung, dan teknik wawancara dengan mengisi kuisioner. Analisis finansial yang digunakan yaitu Operating profit, Net profit, Profit rate, Benefit Cost Ratio, Break Even Point dan Payback Period. Berdasarkan hasil analisis usaha nelayan alat tangkap jala lempar di Desa Talikuran Kecamatan Remboken ini layak untuk dijalankan karena nilai operating profit (OP) yaitu Rp.10.500.000, nilai net profit atau keuntungan absolut Rp.7.456.000, Profit rate atau tingkat keuntungan yaitu 14% , nilai benefit cost ratio (BCR) lebih dari 1 yaitu 1,14, rentabilitas usaha berada dalam kategori baik sekali karena lebih dari 100% yaitu 117%, break even point penjualan sebesar Rp.16.906.111 dan BEP satuan 695 kg dengan jangka waktu pengembalian atau payback period 10,08 bulan atau 10 bulan 24 hari .Kata Kunci : Desa Talikuran, Jala Lempar, Analisis Kelayakan Usaha
ANALISIS NILAI TUKAR NELAYAN PADA USAHA PUKAT PANTAI DI KELURAHAN TANDURUSA KECAMATAN AERTEMBAGA KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Baiki, Anasthasya G.M; Jusuf, Nurdin; Rantung, Steelma V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28976

Abstract

AbstractThis study aims to determine the exchange rate of coastal trawlers in Tandurusa Village, Aertembaga District. This research was conducted in Tandurusa Village, Aertembaga Subdistrict, Bitung City, North Sulawesi Province in August 2019 to December 2019. Based on the results of the study found: (1) The exchange rate of fishermen in the total income and income of fisheries by fishermen owning trawlers is 3.91 and 19.63 means that fishermen can cover the needs of subsistence and fisheries business costs. (2) The fisherman exchange rate on total fisheries income and income by tonaas is 3.00 and 39.26 meaning that fishermen are able to cover subsistence needs and fishery business costs. (3) The exchange rate of fishermen for the total income and income of fishermen by working fishermen is 1.78 and 11.08, which means that fishermen are able to cover the needs of subsistence and fishery business costs. (4) Observations and calculations in September and October 2019 did not increase and decrease in NTN, with (iNTN) of 100. So, based on an analysis of NTN calculations already> 1, it means that the acceptance of the family of beach trawlers in Tandurusa Village, Aertembaga District, Kota Bitung, North Sulawesi Province is currently able to meet subsistence needs (basic needs).Keywords: beach nets, NTN, INTN, subsistence needs AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai tukar nelayan pukat pantai yang ada di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada bulan Agustus 2019 sampai Desember 2019. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan: (1) Nilai tukar nelayan pada total pendapatan dan pendapatan perikanan oleh nelayan pemilik pukat pantai sebesar 3,91 dan 19,63 artinya nelayan mampu menutupi kebutuhan subsisten dan biaya usaha perikanan. (2) Nilai tukar nelayan pada total pendapatan dan pendapatan perikanan oleh tonaas sebesar 3,00 dan 39,26 artinya nelayan mampu menutupi kebutuhan subsisten dan biaya usaha perikanan. (3) Nilai tukar nelayan pada total pendapatan dan pendapatan perikanan oleh nelayan pekerja sebesar 1,78 dan 11,08 artinya nelayan mampu menutupi kebutuhan subsisten dan biaya usaha perikanan. (4) Pengamatan dan perhitungan pada bulan September dan Oktober 2019 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan (iNTN) sebesar 100. Jadi, berdasarkan analisis perhitungan NTN sudah >1, artinya penerimaan keluarga nelayan pukat pantai di Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara untuk saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar).Kata Kunci: pukat pantai, NTN, INTN, kebutuhan subsisten
SISTEM AGROBISNIS PERIKANAN TANGKAP PANAH (JUBI) DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Ujung, Kristiandi; Rantung, Steelma V.; Longdong, Florence V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28970

Abstract

AbstractThe purpose of this study are, 1. Describe the Agribusiness system of Arrows Fishing (Jubi), ranging from preparation, capture to marketing, 2. Describe the benefits of the Arrows fishing business (Jubi). The method used in this research is survey. Data is collected by sampling which is taking a portion of the existing population. Sampling is done by purposive sampling. The data collected consists of primary and secondary data. The data obtained in this study were analyzed descriptively qualitatively and descriptively quantitative, and to calculate the profit (π) of this business used cost analysis (TC) and income analysis (TR). The arrangement of the Arrow Arbitrage Agribusiness system (Jubi) in Bulutui Village, namely: (1). Facilities and infrastructure subsystems include boats and fishing gear and procurement of inputs, namely gasoline, oil, batteries and cigarettes; (2). Production subsystem includes, fishing is done for one day, searching areas to conduct fishing operations, 1-3 fishermen divers and guard fishermen 1-2 people, 2-3 hours long diving, 30-40 minutes rest time and in one week there made four arrests; (3). Marketing subsystem, the results of capture directly sold to collectors in the village; (4). Supporting subsystems include capital institutions (banks). The results showed that the net income of the boat owner for a single share of the results is Rp. 13,716,000 and net income from the Panah (Jubi) capture fishery business in Bulutui Village averaged around Rp. 487,388,000 / year with the main catches are yellow tail fish, Bobara fish, Kuli surgeon fish, Cockatoo Fish, Black Goropa fish, Snapper fish, Lobster, Squid and Octopus.Keywords: Capture Fisheries Agribusiness System, Arrow (Jubi), Bulutui                                                                                                                                          AbstrakTujuan dari penelitian ini yaitu, 1. Menggambarkan sistem Agrobisnis Perikanan Tangkap Panah (Jubi), mulai dari persiapan, penangkapan sampai pada pemasaran, 2. Menggambarkan keuntungan dari usaha perikanan tangkap Panah (Jubi). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Pengambilan data dilakukan secara sampling yaitu mengambil sebagian dari populasi yang ada. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, dan untuk menghitung keuntungan (π) dari usaha ini digunakan analisis biaya (TC) dan analisis pendapatan (TR). Susunan sistem agrobisnis perikanan tangkap Panah (Jubi) yang ada di Desa Bulutui, yaitu: (1). Subsistem sarana dan prasarana meliputi perahu dan alat tangkap serta pengadaan input yaitu bensin, oli, baterai dan rokok; (2). Subsistem produksi meliputi, penangkapan ikan dilakukan selama satu hari, pencarian daerah untuk melakukan operasi penangkapan, nelayan penyelam 1-3 orang dan nelayan penjaga 1-2 orang, lama penyelaman 2-3 jam, waktu istirahat 30-40 menit dan dalam satu minggu ada empat kali melakukan penangkapan; (3). Subsistem pemasaran, hasil penangkapan langsung dijual kepengumpul yang ada di desa; (4). Subsistem pendukung meliputi lembaga permodalan (Bank). Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan bersih dari pemilik perahu untuk sekali pembagian hasil yaitu Rp. 13.716.000 dan pendapatan bersih dari usaha perikanan tangkap Panah (Jubi) di Desa Bulutui rata-rata berkisar Rp. 487.388.000/tahun dengan hasil tangkapan utama berupa ikan Lolosi, ikan Bobara, ikan Kuli Pasir, Ikan Kakatua, ikan Goropa Hitam, ikan Kakap, Lobster, Suntung dan Gurita.              Kata Kunci : Sistem Agrobisnis Perikanan Tangkap, Panah (Jubi), Bulutui
PERAN ISTRI DALAM KELUARGA NELAYAN DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Makaluas, Marselino M.; Aling, Djuwita R.R.; Suhaeni, Siti
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28977

Abstract

Abstractbased on the results of the study it can be concluded that, the role of bagan fisherman's wife in Jayaraksa village was divided into 3 roles : (a) domestik role (cook, wash, ironing the clothes, cleaning the house, take care of granchildren, help the husband); (b) Sosial role (community service, worship, meeting, and village counseling, social gathering);  (c) productive role (laundry service and retailer). Time allocation required by the fishermen's wife in carrying out her domestic role every day cooking need 2 hour, sweeping the house need 10 minute, retailer need 2 hours and the rest for taking care grandchildren. Shopping kitchen needs just take 0,5 hours per day swepping the house and ironing the clothes need 4 hours per day. Time allocation for social role community service, worship, meeting, village counseling social gathering sometimes need 2 hours per day. Time allocation for productive role retailer and laundry service plus 3 hours per day  Keywords: Wife role , Chart Fisherman, Jayakarsa, Northern Minahasa  AbstrakBerdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa:Peran istri nelayan bagan di Desa Jayakarsa dapat dibagi dalam 3 peran yaitu: (a) Peran domestik (memasak, mencuci dan menyetrika pakaian, membersihkan rumah, mengurus anak, membantu suami); (b) Peran sosial (kerja bakti, beribadah, rapat dan penyuluhan desa, serta arisan); (c) Peran produktif (tukang cuci pakaian dan sebagai penjual ikan keliling. Alokasi waktu yg dibutuhkan istri nelayan dalam menjalankan peran domestiknya setiap hari untuk memasak 2 jam, menyapu 10 menit, menjadi pedagang pengecer 2 jam dan sisanya dihabiskan utk mengurus anak dan cucu. Belanja keperluan dapur  hanya  0,5 jam per hari, mengepel 1 jam per minggu,  mencuci dan menyeterika pakaian 4 jam per kegiatan. Alokasi waktu untuk peran Sosialnya yaitu Kerja bakti, beribadah, kegiatan rapat,  penyuluhan dan arisan PKK hanya dilakukan kadang-kadang dan maksimal 2 jam per kegiatan. Alokasi waktu untuk peran produktifnya yang pedagang pengecer 2 jam per hari dan yang cuci pakaian ditambah 3 jam per kegiatan.Kata kunci : Kata Kunci : Peran Istri, Nelayan Bagan,  Jayakarsa, Minahasa utara
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA PRODUK PENGALENGAN IKAN TUNA DI PT. SAMUDRA MANDIRI SENTOSA, KOTA BITUNG, PROVINSI SULAWESI UTARA Talumesang, Anastasia S.; Longdong, Florence V.; Jusuf, Nurdin
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28972

Abstract

AbstractAdded value is value added that occurs because a commodity experiences a process of processing, transporting, and storing in a production process (use / giving functional input). This study aims to identify and analyze the added value of tuna canning products at PT. Samudra Mandiri Sentosa, Bitung City, North Sulawesi Province. The method used in this research is survey. The data taken in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data is data obtained from interviews using a questionnaire and direct observation to the field. Primary data collection in this study was conducted by sampling method, while sampling using purposive sampling method with respondents, namely managers in the production company PT. Samudra Mandiri Sentosa, Bitung City, North Sulawesi Province which is the informant for the research topic. Secondary data is supporting data on primary data obtained from various written sources both from related institutions, companies and libraries related to value added analysis. Analysis of the data used in this research is descriptive qualitative analysis and quantitative descriptive analysis. Qualitative descriptive analysis that is used to provide an overview and information about tuna canning products by using the author's sentence in a systematic and easy to understand manner in accordance with the data obtained. The data depicted in a qualitative descriptive analysis in the form of the general state of the Bitung city fishing industry, the general state and organizational structure of the company PT. Samudra Mandiri Sentosa, workers and company products and processing activities. Quantitative descriptive analysis was conducted to analyze the added value of tuna canning products. Data analysis was assisted by using Microsoft Excel software. Systematically the value added function (NT) using the method of Hayami, et al (1987) in Nurhayati (2004) can be formulated as follows: NT = f (T, H, U, h)Keywords: PT. Samudra Mandiri Sentosa, Fish Canning, Value Added AbstrakNilai tambah merupakan pertambahan nilai yang terjadi karena suatu komoditi mengalami proses pengolahan, pengangkutan, dan penyimpanan dalam suatu proses produksi (penggunaan/pemberian input fungsional). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai tambah pada produk pengalengan ikan tuna di PT. Samudra Mandiri Sentosa, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Data yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan menggunakan kuesioner dan observasi langsung ke lapangan. Pengambilan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sampling, adapun pengambilan sampling menggunakan metode purposive sampling dengan responden yaitu manajer dibidang produksi perusahaan PT. Samudra Mandiri Sentosa, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan informan untuk topik penelitian. Data sekunder merupakan data pendukung pada data primer yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis baik dari instansi terkait, perusahaan maupun pustaka yang berhubungan dengan analisis nilai tambah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif yang digunakan untuk memberi gambaran serta keterangan mengenai produk pengalengan ikan tuna dengan menggunakan kalimat penulis secara sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang diperoleh. Data yang digambarkan dalam analisis deskriptif kualitatif berupa keadaan umum industri perikanan kota Bitung, keadaan umum dan struktur organisasi perusahaan PT. Samudra Mandiri Sentosa, pekerja dan produk perusahaan serta kegiatan pengolahan. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan guna menganalisis nilai tambah produk pengalengan ikan tuna. Analisis data dibantu dengan menggunakan software microsoft excel. Secara sistematis fungsi nilai tambah (NT) menggunakan metode Hayami, dkk (1987) dalam Nurhayati (2004) dapat di rumuskan sebagai berikut : NT = f (T, H, U, h)Kata Kunci : PT. Samudra Mandiri Sentosa, Pengalengan Ikan, Nilai Tambah