cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA RANTAI PEMASARAN IKAN ASIN DI DESA NAIN KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Oping, Herlina Agnes; Suhaeni, Siti; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28978

Abstract

AbstractThis study aims to find out about the salted fish marketing chain in Nain Village, Wori Subdistrict, North Minahasa Regency and analyze the added value of salted fish marketing chain in Nain Village, Wori Subdistrict, North Minahasa Regency. This research was conducted in August 2019 to December 2019. Based on the results of marketing chain 1 research, from producers to collectors to retailers to end consumers. Marketing chain 2, namely: from traders to retailers to end consumers. Lastly, marketing chain 3 is from direct producers to end consumers. The results of the analysis in each marketing chain are distinguished according to the type of demersal salted fish and pelagic salted fish. Based on the results of the analysis of added value, the added value of demersal salted fish is greater than the value added of pelagic salted fish. Judging from the margin assessment, it can be concluded that the marketing chain 3 is the most efficient because margin = 0, meaning that the price agreed by consumers is the same as that received by producers. However, the assessment of the products offered is the best value chain 2 because the biggest added value is part of the producers.KewWords: Value Added, Marketing Chains, Salted Fish, Nain AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang rantai pemasaran ikan asin di Desa Nain, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dan menganalisis nilai tambah rantai pemasaran ikan asin di Desa Nain, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 hingga Desember 2019. Berdasarkan hasil penelitian rantai pemasaran 1, dari produsen ke pedagang pengumpul ke pedagang pengecer hingga ke konsumen akhir. Rantai pemasaran 2 yaitu: dari pedagang ke pengecer sampai ke konsumen akhir. Terakhir rantai pemasaran 3 yaitu dari produsen langsung ke konsumen akhir. Hasil analisis pada setiap rantai pemasaran dibedakan sesuai jenis ikan asin demersal dan ikan asin pelagis. Berdasarkan hasil Analisis nilai tambah yang diakui nilai tambah jenis ikan asin demersal lebih besar dibandingkan dengan nilai tambah ikan asin pelagis. Dilihat dari penilaian margin dapat disimpulkan mengenai rantai pemasaran 3 yang paling efisien karena margin = 0, artinya harga yang disetujui konsumen sama dengan yang diterima produsen. Namun demikian, penilaian atas produk yang ditawarkan adalah rantai nilai 2 yang paling baik karena nilai tambah terbesar merupakan bagian dari produsen.Kata Kunci: Nilai Tambah, Rantai pemasaran, Ikan Asin, Nain
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP DAERAH PERLINDUNGAN LAUT DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Enrico, Luis J.; Tambani, Grace O.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28974

Abstract

AbstractResearch Objectives To find out whether the community knows the functions and benefits of marine protected areas. And find out how the perception of the people of Bulutui Village towards the marine protected areas in Bulutui Village. Sampling using the Purposive Sampling method. Data collection techniques are done by observation and questionnaires. The observation made was to look directly at the research location and the questionnaire in this study was used as a guide in interviewing respondents to find out Community Perceptions of Marine Protected Areas in Bulutui Village. Analysis of the data used in this study is the Guttman scale analysis and Likert scale analysis. Guttman scale is a scale used for answers that are clear (firm) and consistent. For example: sure-no, yes-no, right-wrong, positive-negative, ever-yet, agree-disagree, and so forth. Likert scale is used to measure the attitudes, opinions and perceptions of a person or group of people about social phenomena. The results of the Guttman scale analysis show that, on average, respondents said they knew and understood the functions and benefits of marine protected areas (DPL), those who stated it were 82.50%, and those who stated they did not know and did not understand the functions and benefits of the area. marine protection (DPL) is only 17.50%. Bulutui Village people's perception of the marine protected area is assessed based on 6 criteria and almost all people have a good perception. In fact there are several criteria that have very good and very positive perceptions from the community, they strongly agree that the benefits of the marine protected area for the coastal environment and also the management of the marine protected area are carried out jointly both from the local government and also the entire community of Bulutui Village.Keywords: Perception, Marine Protection Area, Bulutui VillageAbstrakTujuan penelitian Untuk mengetahui apakah masyarakat mengetahui fungsi dan manfaat daerah perlindungan laut. Serta mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Desa Bulutui terhadap daerah perlindungan laut di Desa Bulutui. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan kuisioner. Observasi yang dilakukan ialah melihat langsung di lokasi penelitian dan kusioner dalam penelitian ini digunakan sebagai panduan dalam mewawancarai responden untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Terhadap Daerah Perlindungan Laut di Desa Bulutui. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis skala Guttman dan analisis skala Likert. Skala Guttman  ialah  skala  yang  digunakan  untuk  jawaban  yang  bersifat  jelas (tegas) dan konsisten. Misalnya: yakin-tidak, ya-tidak, benar-salah, positif-negatif, pernah-belum, setuju-tidak setuju, dan lain sebagainya. Skala Likert dugunakan untuk mengkur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Hasil analisis skala Guttman, diketahui bahwa responden rata-rata menyatakan mengetahui dan paham akan fungsi dan manfaat daerah perlindungan laut (DPL), mereka yang menyatakan itu sebesar 82,50%, dan mereka yang menyatakan kurang mengetahui dan kurang paham akan fungsi dan manfaat daerah perlindungan laut(DPL) hanya 17,50%. Persepsi masyarakat Desa Bulutui terhadapan daerah perlindungan laut yang dinilai berdasarkan 6 kriteria dan hampir semua masyarakat masyarakat mempunyai persepsi yang baik. Bahkan ada beberapa kriteria yang mempunyai persepsi yang sangat baik dan sangat positif dari masyarakat, mereka sangat setuju kalau manfaat dari daerah perlindungan laut bagi lingkungan pesisir dan juga pengelolaan daerah perlindungan laut dilakukan secara bersama-sama baik dari pemerintah setempat dan sejuga seluruh masyarakat Desa Bulutui.Kata kunci : Persepsi, Daerah Perlindungan Laut, Desa Bulutui
EKSISTENSI BUDAYA MARITIM KELOMPOK NELAYAN KELURAHAN MALALAYANG DUA, KOTA MANADO, PROVINSI SULAWESI UTARA Kambey, Melinda A.; Aling, Djuwita R.R.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28979

Abstract

AbstractThis research was conducted to find out the forms of maritime culture in the Aurora Fishermen group, and the reasons for maintaining maritime culture which was considered as material for the formulation of local government policy on maritime. This is done using the census method to obtain primary and secondary data. Data analysis was performed descriptively qualitatively, based on Adaptation, Goal Attention, Integration, and Latency (AGIL). The results were obtained that the maritime activities of the Aurora fishing group were influenced by the ethnic origin culture of the members of the fishing group, the Sangihe. Thus it can be concluded that the maritime culture of the Aurora fishermen group is a culture of culture before going to sea originating from the ancestors of members of the fishing group, and forms of art culture that must be preserved as ancestral heritage, namely cultural arts such as Tulude, Masamper, and Ampa Wayer which are performed once in a year.Keywords: Maritime Culture; Fishing group; Tulude; Masamper; Ampa wayer. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk budaya maritim pada kelompok Nelayan Aurora, dan  alasan  mempertahankan budaya maritim yang dipertimbangkan sebagai bahan penyusunan kebijakan pemerintah daerah tentang kemaritiman.  Hal ini dilakukan menggunakan cara sensus untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder.  Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, berdasarkan   Adaptation, Goal attainment, Integration, dan Latency (AGIL). Diperoleh hasil bahwa kegiatan kemaritiman kelompok nelayan Aurora dipengaruhi oleh budaya asal suku dari anggota kelompok nelayan yaitu suku Sangihe. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa budaya maritim kelompok nelayan Aurora adalah budaya kebiasaan sebelum melaut yang berasal dari suku nenek moyang anggota kelompok nelayan,  dan bentuk budaya kesenian  yang harus dipertahankan sebagai warisan nenek moyang yaitu budaya kesenian seperti Tulude, Masamper, dan Ampa Wayer yang dilakukan sekali dalam setahun.Kata Kunci : Budaya Maritim;  Kelompok nelayan; Tulude; Masamper; Ampa wayer
STRATEGI ADAPTASI SOSIAL DAN EKONOMI NELAYAN ALAT TANGKAP SERO DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Liando, Vicky Yehezkiel; Aling, Djuwita R.R.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28969

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the general condition of the study area and secondly, to find out the adaptation of sero fishing gear life in Jayakarsa Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. Adding information and knowledge about the life adaptation of sero fishermen in Jayakarsa Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency. This research was carried out in Jayakarsa Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. approximately 4 months, from September to December 2019. This research method uses a case study method that emphasizes the deeper understanding of the problem under study. Research respondents were selected using census techniques so that all members of the population were investigated one by one. This data collection method uses a census, research respondents were selected using a census technique of 4 sero fishermen. This census is intended that all sero fishermen have the same opportunity to become respondents in which questionnaires will be filled in as a systematic structured guide and interview. The data obtained in this study were then analyzed by descriptive qualitative and quantitative descriptive. Qualitative descriptive analysis is an analysis to provide a description and description using the author's sentence systematically and easily understood in accordance with the data obtained. Quantitative descriptive analysis is an analysis of data by providing a discussion or study of existing data using calculations. Results: Sero fishermen adapt socially and economically. Socially, that is utilizing the social relationships that are created, activities in the organization, fasting at a certain time. Economically, it is diversification of employment sources, assistance from family members of fishermen, the role of fishermen wives, and the role of children.Keywords: Adaptation Strategy, Sero Fishermen, Jayakarsa AbstrakTujuan penelitian adalah mengetahui keadaan umum daerah penelitian dan kedua, mengetahui adaptasi hidup nelayan alat tangkap sero di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Menambah informasi serta pengetahuan mengenai adaptasi hidup nelayan sero Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jayakarsa, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. kurang lebih 4 bulan, yaitu dari bulan September-Desember 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu lebih menekankan kedalaman pemahaman atas masalah yang diteliti. Responden penelitian dipilih menggunakan teknik sensus jadi semua anggota populasi diselidiki satu persatu. Metode pengumpulan data ini menggunakan sensus, responden penelitian dipilih menggunakan teknik sensus atas 4 orang nelayan sero. Sensus ini dimaksudkan semua nelayan sero mendapat kesempatan yang sama untuk dijadikan responden dimana akan dilaksanakan pengisian kuisioner sebagai panduan dan wawancara terstruktur secara sistematis. Data yang diperoleh dalam penelitian ini selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif yaitu analisis untuk memberikan gambaran serta keterangan dengan menggunakan kalimat penulis secara sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang diperoleh. Analisis deskriptif kuantitatif merupaka analisis data dengan memberikan bahasan atau kajian terhadap data yang ada dengan menggunakan perhitungan. Hasil: Nelayan sero beradaptasi secara sosial dan secara ekonomi. Secara sosial yaitu memanfaatkan hubungan sosial yang tercipta, kegiatan dalam organisasi, puasa pada waktu tertentu. Secara ekonomi adalah penganekaragaman sumber pekerjaan, bantuan anggota keluarga nelayan, peran istri nelayan, dan peran anak – anak.Kata Kunci : Strategi Adaptasi, Nelayan Sero, Jayakarsa
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA RANTAI PEMASARAN RUMPUT LAUT (Eucheuma spinosum) DI DESA NAIN KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Panigoro, Regina; Suhaeni, Siti; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28975

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: 1) to find out the number of seaweed marketing chains and 2) and analyze the value added of the seaweed marketing chains in Nain Villalge. The basic research used is a survey method. The population in this study are seaweed farmers and traders who are in the seaweed marketing chain in Nain Village. Data collection techiques using sampling and methods by accidental sampling for farmers and census for traders. The data collected consists of primary data and secondary data. The results of the study there are two seaweed marketing chains in Nain Village. Chain 1: Cultivators – Collecting Traders – Company, and Chain 2: Cultivators – Company. The analysis results value added in the two marketing chains is same, namely Rp.5.445/kg but the first chain enjoyed by producers or cultivators. In the first marketing chain there is a markerting margin Rp. 1.000/ kg and this is enjoyed by the collectors while in the second marketing chain the marketing margin is zero, so the second marketing chain is better than the first marketing chain.Keywords: Value Added, Marketing Chain, Seaweed, Nain Village AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) mengetahui berapa macam rantai pemasaran rumput laut dan 2) menganalisis nilai tambah pada rantai pemasaran di Desa Nain. Dasar penelitian yang digunakan adalah survey. Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya rumput laut dan pedagang yang berada dalam rantai pemasaran rumput laut di Desa Nain. Teknik pengambilan data menggunakan sampling dengan cara accidental sampling untuk pembudidaya dan sensus untuk pedagang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian terdapat dua rantai pemasaran rumput laut di Desa Nain. Rantai 1: Pembudidaya – Pedagang Pengumpul – Perusahaan dan rantai 2: Pembudidaya – Perusahaan. Hasil analisis diperoleh nilai tambah pada kedua rantai pemasaran itu sama yaitu Rp. 5.445/kg namun pada rantai pemasaran pertama dinikmati oleh produsen atau pembudidaya. Pada rantai pemasaran pertama terdapat margin pemasaran sebesar Rp. 1.000/kg dan ini dinikmati oleh pedagang pengumpul sedangkan pada rantai pemasaran kedua margin pemasarannya sama dengan nol, jadi rantai pemasaran kedua lebih bagus dari rantai pemasaran yang pertama.Kata Kunci : Nilai Tambah, Rantai Pemasaran, Rumput Laut, Desa Nain
MANAJEMEN USAHA RESTORAN IKAN ( Studi Kasus River Side Resto And Cafe Kelurahan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari Kota Bitung) Mandak, Chiquita N.Y.; Rantung, Steelma V.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.13950

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen usaha restoran ikan yang ada di River Side Resto and Cafe, meliputi manajemen produksi, manajemen pemasaran dan manajemen keuangan.Metode dasar dalam penelitian ini adalah studi kasus, sedangkan pengumpulan datanya dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling).Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder sedangkan analisisnya menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa manajemen usaha yang ada di restoran ini belum berjalan dengan baik, karena susunan organisasinya masih bersifat individual. Kata kunci : Manajemen, Usaha, Restoran ikan Abstract The study aims to know management business a fish restaurant on the River Side Resto and Cafe, including production management, marketing management and financial management. Basic method in this research is a case study, while data collection by deliberately (purposive sampling). The data are collected in the form of data, primary and the secondary while analysis using analysis of the sort of descriptive set of qualitative analysis and descriptive quantitative. The discussion showed that management business in this restaurant hasn’t been going well, because his organization is still individuals. Keyword : Management, business, fish restaurant
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN IKAN CAKALANG ASAP DI KELURAHAN SINDULANG SATU Apena, Mega S; Suhaeni, Siti; Lumente, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.12984

Abstract

Abstract The aim of this to analyze the finance of businees smoked tuna fish processing in Sindulang one village and to find out whether it was good for this business. Based on the analyzes the financial, there are three business in Sindulang one. The value BCR on the three business > 1. The three business are categorized good are reached 100%, because it has provitability value >100% are profit rate back business are reach 46%-6-%. BEP in Sederhana I sales value Rp 12.436.709 in 286 unit, Sederhana II BEP sales 17.122.062 in 321 unit, Sederhana III BEP sales 19.257.836 in 308 unit. The return on investment less than one month 15 day Sederhana I, 4 day Sederhana II, and 22 day Sederhana III. Keywords: Financial Analysis, Business, Skipjack Smoke, Sindulang OneVillage   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara finansial tentang usaha pengolahan ikan cakalang asap di Kelurahan Sindulang Satu dan untuk mengetahui apakah usaha itu layak atau tidak untuk dijalankan. Berdasarkan hasil analisis secara finansial, ketiga usaha di Kelurahan Sindulang Satu tersebut sangat layak dijalankan karena semua nilai OP positif , PR dari setiap usaha mencapai 46% hingga 60%, nilai BCR dari ketiga usaha > 1, ketiga usaha tersebut termasuk kategori sangat baik karena mempunyai nilai rentabilitas >100%, BEP atau titik impas tidak sama yaitu Sederhana I di BEP penjualan Rp 12.136.709 dan BEP satuan 286 jepit, Sederhana II berada pada titik impas BEP penjualan Rp 17.122.062 dan BEP satuan 321 jepit dan Sederhana III berada pada titik impas BEP penjulalan Rp 19.257.836 dan BEP satuan 308 jepit.. Tingkat pengembalian investasi ketiga usaha tersebut sangat layak dijalankan karena ketiganya dapat mengembalikan investasi kurang dari 1 bulan, yaitu Sederhana I PP 15 hari, Sederhana II PP 4 satu hari dan Sederhana III PP 22 hari. Kata Kunci : Analisis Finansial, Usaha, Ikan Cakalang Asap, Kelurahan Sindulang Satu
AKTIVITAS NELAYAN DI KELURAHAN SARIO TUMPAAN KECAMATAN SARIO KOTA MANADO Jojobo, Jefri; Manoppo, Victoria E.N.; Londong, Florence V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 2, No 4 (2014): (Oktober 2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.2.4.2014.13399

Abstract

Abstract This study aims to describe how the fishing activities in the Village Sario Tumpaan and what factors are affecting the fishing activities. This study used survey methods, sampling techniques are used, ie purposive sampling. The population in this study is the fishing community Village Tumpaan Sario Manado City totaling 17 people. Sampling was done by distributing questionnaires, interviews with informants and field observations. Model analysis of the data used in this study is a descriptive analysis of quantitative and qualitative descriptive analysis. The results indicate the fishing activities consist of fishing activities and social activities and the factors that affect the fishing activities of the Village Sario Tumpaan are age, length of work, education, family responsibilities distance of the sea, the skills and the season. Keywords: fishing activity, factors influencing   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana aktivitas nelayan di Kelurahan Sario Tumpaan dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi aktivitas nelayan. Penelitian ini menggunakan metode survei, teknik pengambilan sampel digunakan, yaitu purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan Kelurahan Sario Tumpaan Kota Manado berjumlah 17 Orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner, wawancara langsung dengan nara sumber dan observasi lapangan. Model analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan aktivitas nelayan terdiri atas aktivitas penangkapan dan aktifitas sosial dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas nelayan Kelurahan Sario Tumpaan adalah umur, lama bekerja, pendidikan, tanggungan keluarga jarak tempat melaut, keterampilan dan musim. Kata kunci: aktivitas nelayan, faktor-faktor yang mempengaruhi
KONDISI PERUSAHAAN PERIKANAN DI KOTA BITUNG PASCA MORATORIUM 2014 Sarempaa, Evan Sparta; Mantjoro, Eddy; Lumenta, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16992

Abstract

AbstractNorth Sulawesi is one of the provinces in Indonesia which have large fisheries potential. The province has made the results of operations and marine fisheries as one of the featured products to spur increase revenue. Then formulated some questions that become problems in this study 1). How is the post-moratorium fishing company in Bitung 2). Is this moratorium policy implementation can enhance the progress of the fishing company in Bitung 3). How do enterprise solutions to meet the needs of the company, when applied moratorium on fishing in Bitung.This study aims to 1) .To obtain scientific data about the condition of the fishing company Post moratorium on fishing in Bitung 2) .To determine the effect of the implementation of the moratorium policy of the condition of the fishing company in Bitung. The method used in this research case study approach. Retrieval of data taken in two fishing companies, namely PT. Sari Tuna Makmur and PT. Blue Ocean Grace International in Bitung City District of Aertembaga, data collection is done by observation and in-depth interviews. 1.Conditions fishing company in Bitung post-moratorium by the Minister of Marine and Fisheries in November 2014 are as follows: a) The number of vessels decreased from 3,213 in 2014 to 2,222 in 2015 and then rose to 3,165 in 2016. b) Production of fish reduced from 111,315.53 in 2014 to 45208.52 in 2015 then production rises, namely 46522.77 2016. c) The increase in the market price of skipjack Winenet, Girian and TPI of the normal price 12500-14000, in 2014 rose to 17000-20000 in 2015 and 2016. As for the Tuna from the standard price of 32000-35000 in 2014 and rose to 50000-55000 in 2015 and 2016. Then for the fish Deho from 5000-8000 at the normal price in 2014, rose to 9000-12000 in 2015, and rose to 12,000-15,000 in 2016. d) Increased export of fishery company PT. STM of 196,034.50 in 2014 to 294,911.4 in 2015 and falling back to 200,403.95 in 2016. e) The increase in exports of fishery company PT. Bogi of 116,196.20 in 2015 to 285,797.3 in 2016. 2. Moratorium Policy turn out to be a positive impact on the company's progress fishery indicated by the decline in the economic sector in Bitung. 3. It was not able to improve the progress of the fishing company in the city of Bitung in general and in particular. 1. moratorium greatly affect the fishing company therefore Policy Minister about the moratorium should be revoked. 2. This study still needs further research is therefore suggested that interested readers can conduct advanced research.Keywords: fisheries, companies, moratorium, conditions
PENGARUH DIVERSIFIKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA NELAYAN TRADISIONAL DI KAWASAN REKLAMASI KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA Kaparang, Mega Calvina; Aling, Djuwitha R.R.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 3, No 5 (2015): (April 2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.3.5.2015.13408

Abstract

Abstract This research aims to study and determine the effect of diversification on household income of traditional fisherman in Mega Mas beach area and Bahu’s area. Based on the results of this research in the social condition of traditional fisherman can greatly affect the level of income and expenditure themselves level of education age structure, work experience, number of dependents. From both a research sites in 22 respondents took them to diversify their own business. The types of diversification of fisherman, among others, motorcycle taxis, construction workers, carpenters, stalls, tailors, cafeteria. Based on the research results, the revenues that fisherman can earn per trip was very varied. Income (fishing and diversification) are the most that they can earn is accordance with the result is on respondent No.1 Mr. Sony Broh (58years old) in coastal areas Mega Mas with total revenues accounted Rp. 11.712.000,- and the type of business diversification is open stalls/small kiosk. And revenues for at least the results of the research is on the respondent No.2 Mr. Wilson Lumikis (45 years old) in coastal areas Mega Mas with total revenues of Rp. 3.412.000,- millions and diversification effort is to become a tailor. Keyword: Business diversification, fisherman, revenue Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh diversifikasi usaha terhadap pendapatan rumah tangga nelayan tradisional dikawasan pantai Mega Mas dan Bahu. Berdasarkan hasil penelitian yang di dapat kondisi sosial nelayan tradisional sangat mempengaruhi tingkat pendapatan dan pengeluaran nelayan itu sendiri, dilihat dari tingkat pendidikan, struktur umur, pengalaman kerja, jumlah tanggungan keluarga. Dari kedua tempat lokasi penelitian di ambil 22 responden nelayan yang melakukan diversifikasi usaha. Jenis-jenis diversifikasi usaha para nelayan antara lain menjadi tukang ojek, buruh bangunan, tukang kayu, warung, penjahit, kantin. Berdasarkan hasil penelitian, pendapatan yang di dapat para nelayan setiap pergi melaut (per-trip) sangat bervariasi. Pendapatan (menangkap ikan dan diversifikasi usaha) yang paling banyak di dapat sesuai dengan hasil penelitian adalah pada responden nomor 1 Bapak Sony Broh (58 tahun) di kawasan pantai Mega Mas dengan jumlah pendapatan sebesar Rp.11.712.000,- dan jenis diversifikasi usaha adalah membuka warung/kios kecil. Dan pendapatan yang paling sedikit dari hasil penelitian adalah pada responden nomor 2 Bapak Wilson Lumikis (45 tahun) di kawasan pantai Mega Mas dengan jumlah pendapatan sebesar Rp. 3.412.000 dan diversifikasi usaha yang dilakukan adalah menjadi penjahit. Kata kunci ; diversifikasi usaha, nelayan, pendapatan