cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
KEADAAN SOSIAL EKONOMI PELAKU USAHA KECIL MENENGAH (UKM) BIDANG KULINER DI DERMAGA DESA BUDO, KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Excel Golioth; Djuwita R.R. Aling; Jeannette F. Pangemanan; Nurdin Jusuf; Steelma V. Rantung; Jardie A. Andaki
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45004

Abstract

Abstract Coastal areas have specific conditions. The conditions of the coastal areas are different from one another, so each has differences. Differences in terms of characteristics cause different problems that exist, thus, have differences in how to handle them. Budo Village, Wori District, North Minahasa Regency is one of the coastal villages in North Sulawesi which is famous for its mangrove tourism. There are about 30 hectares of which are overgrown with various mangrove vegetation. This mangrove forest tour was nominated for the 5 (five) best in North Sulawesi. In addition to the potential for mangrove forests, Budo village has a pier which is a place for culinary tours for visitors. The purpose of this study was to determine the socio-economic conditions of culinary SMEs at the docks of Budo Village, Wori District, North Minahasa Regency. The basic method used in this study is a case study, data taken by census on 3 UKM culinary business actors. Analysis of the results of the research data is divided into two, namely quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Business analysis uses the formula: π = TR − T????, in which case: π = Net income, TR = Total revenue and TC = Total cost. The results obtained regarding social conditions are taken according to age, who are still young and productive, last junior high school education, the number of family dependents of 3 people, more than 1 year of business experience and the condition of a permanent home. The economic situation of the 3 respondents can be seen that the culinary business at the pier of the first Budo Village, the capital of R1, R2 and R3 is in the range of Rp. 2,988,000, Rp. 11,915,000 and Rp. 8,361,000. Total Cost (TC) of each respondent Rp. 684,400, Rp. 984,100, Rp. 619,050. Total Revenue (TR) for each respondent is around Rp. 1,862,000, Rp. 1,957,000 and Rp. 1,166,000 Net income (π) for each respondent is Rp. 1,177,600, Rp. 972,900, and Rp. 546,950 so this business is worth continuing because it is profitable.  Keywords: small business, mangrove tourism, culinary, wharf, social, economy   Abstrak Wilayah pesisir mempunyai kondisi yang spesifik. Kondisi wilayah pesisir yang satu dengan yang lainnya, maka masing-masing memiliki perbedaan. Perbedaan dari sisi karakteristiknyamenyebabkan berbeda pula masalah yang ada, dengan demikian, memiliki perbedaan dalam cara penanganannya. Desa Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara merupakan salah satu desa pesisir di Sulawesi Utara yang terkenal dengan wisata mangrove. Terdapat sekitar 30 Ha yang ditumbuhi vegetasi tumbuhan mangrove yang beragam. Wisata hutan mangrove ini masuk nominasi 5 (lima) terbaik di Sulawesi Utara. Selain potensi hutan mangrove, desa Budo memiliki dermaga yang menjadi tempat berwisata kuliner bagi pengunjung. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi pelaku UKM bidang kuliner di dermaga Desa Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kasus, data diambil secara sensus atas 3 orang pelaku usaha UKM bidang kuliner. Analisis data hasil penelitian dibedakan atas dua, yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Analisis usaha menggunakan rumus : π = TR − T????, hal mana : π = Pendapatan bersih, TR = Total penerimaan (Total Revenue) dan TC = Total biaya (Total cost). Hasil yang diperoleh tentang keadaan sosial diambil menurut umur, yang masih berumur muda dan produktif, pendidikan terakhir SMP, jumlah tanggungan keluarga 3 orang, pengalaman berusaha di atas 1 tahun dan keadaan rumah permanen. Keadaan ekonomi dari ke-3 responden dapat dilihat bahwa usaha kuliner di dermaga Desa Budo pertama, modal R1, R2, dan R3 berada pada kisaran Rp. 2.988.000, Rp. 11.915.000, dan Rp. 8.361.000. Total Cost (TC) masing-masing responden Rp. 684.400, Rp. 984.100, Rp. 619.050. Total Revenue (TR) masing-masing responden berkisar Rp. 1.862.000, Rp. 1.957.000, dan Rp. 1.166.000 Pendapatan bersih (π) masing-masing responden Rp. 1.177.600, Rp. 972.900, dan Rp. 546.950 sehingga usaha ini layak untuk diteruskan karena menguntungkan. Kata kunci: usaha kecil, wisata mangrove, kuliner, dermaga, sosial, ekonomi
TARAF HIDUP RUMAH TANGGA NELAYAN PENANGKAP GURITA DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Adhiah Mella Cahyani; Siti Suhaeni; Srie J. Sondakh; Florence V. Longdong; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45468

Abstract

Abstract The purpose of this study, first to find out what are the sources and how much income of octopus-catching fisherman households, secondly to find out what types and amounts of octopus-catching fisherman households spend, and thirdly to find out how the standard of living of octopus-catching fishermen is. The method used in this research is survey method. The population in this study were octopus fishermen in Bulutui Village. The data collection method used is census. The census was conducted on a total population of 38 respondents. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was carried out through observation and interviews guided by questionnaires. Secondary data were obtained from the Bulutui Village Office and previous studies related to this research. The data analysis used is descriptive qualitative and quantitative analysis. The standard of living of octopus fishing households was analyzed using the Engel Index. Based on the research results, it is known that fishermen's household income comes from work as octopus fishermen, and side jobs are still in the field of fisheries, such as crew members. Other jobs outside the fishery sector such as being a construction worker and animal breeder. The average total household income of octopus fishermen in Bulutui Village for one year is Rp. 34.254.349. There are 2 types of expenditure for fishing households in Bulutui Village, which is expenditure for food and expenditure for non-food. The average total expenditure for one year is Rp. 34.254.349, which is divided into expenditure for food needs of Rp. 17.981.053 and expenditure for non-food needs which are Rp. 16.273.296. The results of the analysis of the Engel Index are 52,49%, meaning that more than half of the total income of octopus fishermen is used to meet food needs only. The proportion for food, which is 52,49%, is greater than the proportion for non-food, which is 47,51%. This indicates that the standard living or welfare level of octopus fishermen in Bulutui Village is still relatively low because more than half of their income is only sufficient to meet food needs.   Keywords: standard of living, fishermen, octopus, Bulutui.  Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sumber dan jumlah pendapatan rumah tangga nelayan penangkap gurita, dan untuk mengetahui jenis dan jumlah pengeluaran rumah tangga nelayan penangkap gurita, serta untuk mengetahui bagaimana taraf hidup nelayan penangkap gurita di Desa Bulutui. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan penangkap gurita yang ada di Desa Bulutui yang berjumlah 38 orang. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuisioner. Data sekunder diperoleh dari Kantor Desa Bulutui dan penelitian-penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Analisis data yang digunakan iaalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Taraf hidup rumah tangga nelayan gurita dianalisis dengan Indeks Engel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan rumah tangga nelayan bersumber dari pekerjaan sebagai nelayan penangkap gurita, dan pekerjaan sampingan masih dibidang perikanan, seperti ABK. Pekerjaan lain diluar bidang perikanan seperti menjadi tukang bangunan dan peternak hewan. Total pendapatan rumah tangga nelayan penangkap gurita di Desa Bulutui rata-rata per tahun adalah Rp. 34.254.349. Pengeluaran rumah tangga nelayan di Desa Bulutui ada 2 macam, yaitu pengeluaran untuk pangan dan pengeluaran untuk non pangan. Total pengeluaran rata-rata per tahun adalah sebesar Rp. 34.254.349 yang terbagi menjadi pengeluaran untuk kebutuhan pangan sebesar Rp. 17.981.053 dan pengeluaran untuk kebutuhan non pangan yaitu sebesar Rp. 16.273.296. Hasil analisis Indeks Engel ialah 52,49%, artinya total pendapatan nelayan penangkap gurita lebih dari setengah pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Proporsi untuk pangan yaitu 52,49% lebih besar dibanding proporsi untuk non pangan yaitu 47,51%. Hal ini menandakan bahwa taraf hidup atau tingkat kesejahteraan nelayan penangkap gurita di Desa Bulutui masih tergolong rendah. Kata Kunci: taraf hidup, nelayan, gurita, Bulutui
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP INDUSTRI KECIL PENGOLAHAN IKAN ROA ASAP DI DESA KINABUHUTAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Sarah Safitri` Ramadhany; Siti Suhaeni; Srie J. Sondakh; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44893

Abstract

Abstract Kinabuhutan Village is a coastal village located on a small island in West Likupang District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The majority of Kinabuhutan Village residents work as fishermen and most of them are traditional fishermen. One of the catches of fishermen in Kinabuhutan Village is the Julung-julung fish or in the local language it is known as the roa fish. Almost all of the catches of roa fish in Kinabuhutan Village are accommodated by smoked roa fish processing entrepreneurs in Kinabuhutan Village as raw materials.It is necessary to examine the assessment, views, perceptions and attitudes of fishermen as raw material suppliers towards the existence of a small smoked roa fish processing industri in Kinabuhutan Village in order to determine the sustainability of each business, both fishermen and smoked roa fish processors. If all attitudes and views of the fishing community towards the smoked roa fish processing small industry are negative, then there will be no support from fishermen for efforts to develop existing smoked roa fish processing businesses. The positive perception of the community is an important factor that determines the success and sustainability of the small smoked roa fish processing industry in Kinabuhutan Village. The purpose of this study was to find out how fishermen's knowledge of the functions and benefits of smoked roa fish processing small industries in Kinabuhutan Village and to find out fishermen's perceptions of smoked roa fish processing small industries in Kinabuhutan VillageThe population in the study were all fishermen who owned roa fishing gear, totaling 27 people. This research method used a survey method. Retrieval of data using the census method, namely the entire population is used as a respondent. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data was collected by means of observation and interviews guided by questionnaires. Secondary data is collected through notes or reports obtained from the Kinabuhutan Village office. Data analysis in this study used qualitative analysis which was quantified using a Likert scale analysis.Based on the results of the research analyzed using the Gutman Scale, it is known that 86.48% of fishermen in Kinabuhutan Village know the functions and benefits of a small smoked roa fish processing industry in Kinabuhutan Village. The results of the Likert scale analysis show that fishermen's perceptions of the small smoked roa fish processing industri in Kinabuhutan Village are very good. This is evidenced by the results of the average Likert scale dimension, which is 4.28, which means it is on a very good scale. Keywords: perception; fishermen; roa smoke; Kinabuhutan   Abstrak Desa Kinabuhutan merupakan salah satu desa pesisir yang terletak di sebuah pulau kecil di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Mayoritas penduduk Desa Kinabuhutan bekerja sebagai nelayan dan kebanyakan merupakan nelayan tradisional. Salah satu hasil tangkapan nelayan di Desa Kinabuhutan adalah ikan Julung-julung atau dalam bahasa daerahnya terkenal dengan ikan roa. Hasil tangkapan ikan roa di Desa Kinabuhutan hampir semuanya ditampung oleh pengusaha pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan sebagai bahan baku. Penilaian, pandangan, persepsi dan sikap nelayan sebagai pemasok bahan baku terhadap adanya industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan perlu untuk diteliti agar dapat mengetahui keberlanjutan usaha masing-masing, baik nelayan maupun pengolah ikan roa asap. Jika seluruh sikap dan pandangan masyarakat nelayan terhadap industri kecil pengolahan ikan roa asap adalah negatif, maka tidak akan ada dukungan dari nelayan terhadap upaya pengembangan usaha pengolahan ikan roa asap yang ada. Persepsi yang positif dari masyarakat merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan nelayan akan fungsi dan manfaat industri kecil pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan dan untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap industri kecil pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan Populasi dalam penelitian adalah semua nelayan pemilik alat tangkap ikan roa yang berjumlah 27 orang Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan data menggunakan metode sensus yaitu seluruh populasi dijadikan responden. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder dikumpulkan melalui catatan atau laporan yang diperoleh dari kantor Desa Kinabuhutan. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang dikuantitatifkan dengan analisis skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dengan Skala Gutman diketahui bahwa 86,48% nelayan di Desa Kinabuhutan mengetahui fungsi dan manfaat adanya industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan. Hasil analisis skala Likert diketahui bahwa persepsi nelayan terhadap adanya industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil rataan dimensi skala Likert yaitu 4,28 yang berarti berada dalam skala yang sangat baik. Kata Kunci: persepsi; nelayan; roa asap; Kinabuhutan
PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN MODALPADA USAHA TRANSPORTASI LAUT DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Edwin Tindige; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Steelma V. Rantung; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45499

Abstract

Abstract The purpose of this study is to describe the profile of the sea transportation business and to analysed in depth the formation and development of sea transportation business capital in Papusungan Village. How do they obtain or form and develop their capital both for capital for procuring boats/vessels, and capital for operations? In connection with the things that exist in the mind in accordance with the reality on the ground, it is felt necessary to conduct a study to obtain clear and scientific answers. The research method uses a survey method, the data comes from primary data and secondary data and will be discussed and analysed based on quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis. This research was conducted from August–December 2022. Based on the results of research on capital formation in sea transportation business actors, it can be concluded: 1) capital formation is the initial capital of sea transportation business actors originating from their own capital, some of them work as hand line fishermen and light boats in collaboration with the soma pajeko business; and 2) the development of marine capital obtained from the capital saved during the taxi. They will use this capital to develop their business, where previously sea transportation business actors only had one unit of boat, one outboard engine unit and makeshift facilities when starting a business, now they are expanding their business using the results of existing capital while running the sea transportation business.  Keywords: sea transportation, profile, formation, development, capital   Abstrak Tujuan penelitian ini mendeskripsikan profil usaha transportasi laut dan menganalisis secara mendalam pembentukan dan pengembangan modal usaha transportasi laut di Kelurahan Papusungan. Bagaimana cara mereka memperoleh atau membentuk dan mengembangkan modal mereka baik untuk modal pengadaan perahu/kapal, dan modal untuk operasional. Berkaitan dengan hal-hal yang ada dalam benak sesuai realita di lapangan maka dirasakan perlu untuk mengadakan suatu penelitian untuk mendapatkan jawaban secara jelas dan ilmiah. Metode penelitian menggunakan metode survei, data berasal dari data primer dan data sekunder dan akan dibahas dan dianalisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dari Agustus–Desember 2022. Berdasarkan hasil penelitian pada pembentukan modal pelaku usaha transportasi laut dapat disimpulkan: 1) pembentukan modal merupakan modal awal dari pelaku usaha transportasi laut berasal dari modal sendiri, mereka ada yang pekerjaannya sebagai nelayan pancing ulur dan perahu lampu yang bekerja sama dengan usaha soma pajeko; dan 2) pengembangan modal laut diperoleh dari modal hasil tabungan selama bertaksi. Modal tersebut akan mereka gunakan untuk pengembangan usahanya, yang pada sebelumnya pelaku usaha transportasi laut hanya memiliki satu unit perahu, satu unit mesin tempel dan fasilitas yang seadanya saat memulai usaha, kini mengebangkan usahanya menggunakan hasil modal yang ada selama manjalankan usaha transportasi laut. Kata kunci: transportasi laut, profil, pembentukan, pengembangan, modal
KAJIAN SALURAN PEMASARAN IKAN SEGAR OLEH NELAYAN USAHA PANCING ULUR DI KELURAHAN TATELI II KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Dietrys Maria Mangaro; Victoria E.N. Manoppo; Jeannette F. Pangemanan; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45541

Abstract

Abstract Fresh fish is a commodity that is easily damaged, so it must receive serious attention in its marketing. The short length of the marketing channel will affect quality, costs, margins, profits and efficiency. The purpose of this study was to determine marketing channels, fresh fish marketing margins, and channel efficiency of fresh fish marketing by hand line fishermen in Tateli II Village, Mandolang District. The method used in this research is survey method. The data collected consists of primary data and secondary data. There are three analyses that will be used to answer the objectives in this study, namely First, marketing channel analysis; Second, marketing margin analysis; Third, analysis of marketing efficiency: namely the comparison between marketing costs and the value of products sold (retail prices) expressed in percent. Based on the research results, it can be concluded that the marketing channel for fresh fish by fishermen in the Tateli II Village is a short marketing channel, namely collecting traders sell directly to consumers without involving other marketing institutions. Producers, in this case fishermen, as a source of raw materials in the form of raw tude fish. Fresh fish marketing margin on each marketing channel. the price difference at the consumer level is Rp. 250,000, or a margin of 41.67%. The margin is 41.67%, meaning that the collecting trader gets a profit of 41.67% of the purchase price so that it can be said that the collecting trader still makes a profit after the collecting trader sells it to the final consumer. Meanwhile, the marketing efficiency of tude fish at the collector level is 3.3%, so it can be said to be efficient.   Keywords: marketing channels; fresh fish; Tateli II   Abstrak Ikan segar merupakan salah satu komoditas yang mudah rusak sehingga dalam pemasarannya harus mendapatkan perhatian yang serius. Panjang pendeknya saluran pemasaran akan berpengaruh pada kualitas, biaya, margin, keuntungan, dan efisiensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran ikan segar, dan efisiensi saluran pemasaran ikan segaroleh nelayan usaha pancing ulur di Kelurahan Tateli II Kecamatan Mandolang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Ada tiga analisis yang akan digunakan untuk menjawab tujuan dalam penelitian ini, yaitu Pertama, analisis saluran pemasaran; Kedua, analisis margin pemasaran; Ketiga, analisis efisiensi pemasaran: yaitu perbandingan antara biaya pemasaran dengan nilai produk yang dijual (harga eceran) dinyatakan dengan persen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran ikan segar oleh nelayan di Kelurahan Tateli II merupakan saluran pemasaran pendek yaitu pedagang pengumpul menjual langsung kepada konsumen tanpa melibatkan lembaga pemasaran lainnya. Produsen dalam hal ini nelayan sebagai sumber bahan baku berupa ikan tude mentah. Margin pemasaran ikan segar pada masing-masing saluran pemasaran. selisih harga di tingkat konsumen adalah Rp. 250.000, atau margin sebesar 41,67%. Margin 41,67%, artinya pedagang pengumpul mendapat untung sebesar sebesar 41,67% dari harga beli sehingga bisa dikatakan pedagang pengumpul masih memperoleh keuntungan setelah pedagang pengumpul menjualnya ke konsumen akhir. Sedangkan ffisiensi pemasaran ikan tude di tingkat pedagang pengumpul yaitu 3,3%, sehingga dapat dikatakan efisien.   Kata Kunci: saluran pemasaran; ikan segar; Tateli II
PEMBENTUKAN MODAL PEDAGANG PENJUAL MAKANAN DI KAWASAN PESISIR PANTAI MALALAYANG II KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Fransisco Magofa; Victoria E.N. Manoppo; Grace O. Tambani; Djuwita R.R. Aling; Christian R. Dien; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45656

Abstract

Abstract The aim of this research is to know and analyze the capital formation of traders who sell food on the coast of Malalayang II Beach, Malalayang District, Manado City. This research was conducted in the Malalayang II Village, Malalayang District, Manado City. The research time is approximately 5 months, from August to December 2022.The method used in this research is survey method. The data collected in this study consisted of primary data and secondary data. The data analysis technique used in this study is descriptive analysis. The data obtained in the research is made in a simpler form so that it is easy to understand. In order to answer the research objectives, the data needed includes: a description of the food seller's business, as well as their daily activities, while for the needs of age, education, condition of the house where they live, length of time doing business, side jobs are needed as food seller profile data and economic data in the form of capital, operating income and operating expenses.Based on the results of the study, it can be concluded that the formation of capital for traders who sell food on the coast of Malalayang II Beach, Malalayang District, Manado City comes from their own savings, the help of parents and close relatives. There is capital for investment, capital for operations and loan capital. Keywords: culinary, capital formation, coast, Malalayang Beach   Abstrak Tujuan penelitian mengetahui serta menganalisis pembentukan modal pedagang yang menjual makanan di pesisir Pantai Malalayang II Kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Malalayang II Kecamatan Malalayang Kota Manado. Waktu penelitian kurang lebih 5 bulan, yaitu dari bulan Agustus sampai Desember 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian dibuat dalam bentuk yang lebih sederhana agar mudah dipahami. Guna menjawab tujuan penelitian, data yang diperlukan antara lain: deskripsi usaha penjual makanan, serta aktivitas mereka sehari-hari, sedangkan untuk kebutuhan umur, pendidikan, keadaan rumah tempat tinggal, lamanya menjalani usaha, pekerjaan sampingan diperlukan sebagai data profil penjual makanan dan data ekonomi berupa permodalan, pendapatan usaha serta pengeluaran operasional. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembentukan modal pedagang yang menjual makanan di pesisir Pantai Malalayang II Kecamatan Malalayang Kota Manado berasal dari tabungan sendiri, bantuan orang tua dan saudara dekat. Ada modal untuk investasi, modal untuk operasional dan modal pinjaman.   Kata kunci: kuliner, pembentukan modal, pesisir, Pantai Malalayang
KEADAAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA NELAYAN HAND LINE DI DESA ONGKAW I KECAMATAN SINONSAYANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN PROVINSI SULAWESI UTARA Gerry Samuel Waraney Tombokan; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand; Jardie A. Andaki; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45706

Abstract

Abstract Fishermen are a group of people who live in coastal areas, live together and meet their needs from marine resources. Communities living in coastal areas have socio-economic characteristics that are closely related to existing marine resources. The existence of fishermen socially and economically, in the sense that the number of fishermen in Indonesia is on average dominated by small fishermen or traditional fishermen. The purpose of this study was to determine the socio-economic conditions of fishermen's families in Ongkaw I Village, Sinonsayang District, South minahasa District.The method used in this research is survey method. The population in this study were traditional fishing rods in Ongkaw I Village. The data collection method was carried out by census. The census was conducted on a total population of 14 people. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was carried out through observation and interviews guided by questionnaires. Secondary data was obtained from the Ongkaw Village Office. The data analysis used is descriptive qualitative and quantitative analysis.Based on the results of the study, it is known that fishermen's household income comes from their main job as fishermen, and side jobs are still in the fisheries sector as well as outside the fisheries sector. The average total income of fishing families in Ongkaw village per year is IDR 34,200,000. Expenditures for fishing households in Ongkaw I Village, which are divided into expenditures for food needs of IDR 8,460,000 and expenditures for non-food needs, namely IDR 540,843.  Keywords: social economy; fishermen; hand line; Ongkaw Village  Abstrak Nelayan merupakan sekelompok mayarakat yang tinggal di wilayah pesisir, hidup bersama dan memenuhi kebutuhan hidupnya dari sumber daya laut. Masyarakat yang hidup di daerah pesisir memiliki karakteristik secara sosial ekonomi sangat terkait dengan sumber hasil laut yang ada. Keberadaan nelayan secara sosial dan ekonomi, dalam arti jumlah nelayan di Indonesia rata-rata didominasi oleh nelayan kecil atau nelayan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi keluarga nelayan Desa Ongkaw I Kecamatan sinonsayang Kecamatan Minahasa Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan tradisional pancing ulur yang ada di Desa ongkaw I. Metode pengambilan data yang dilakukan secara sensus. Sensus dilakukan pada total populasi 14 orang. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuisioner. Data sekunder diperoleh dari Kantor Desa Ongkaw I. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan rumah tangga nelayan bersumber dari pekerjaan pokok sebagai nelayan, dan pekerjaan sampingan masih di bidang perikanan maupun diluar bidang perikanan. Total pendapatan keluarga nelayan di Desa Ongkaw I rata-rata per tahun adalah Rp34.200.000. Pengeluaran rumah tangga nelayan di Desa Ongkaw I yaitu yang terbagi menjadi pengeluaran untuk kebutuhan pangan sebesar Rp8.460.000 dan pengeluaran untuk kebutuhan non pangan yaitu sebesar Rp540.843. Kata Kunci: sosial ekonomi; nelayan; hand line; Desa Ongkaw
KONTRIBUSI PENDAPATAN ISTRI NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA (STUDI KASUS DI WILAYAH PESISIR DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA) Jeane Frani Saruwaba; Victoria E.N. Manoppo; Olvie V. Kotambunan; Swenekhe S. Durand; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45848

Abstract

Abstract The purpose of this study was to analyze the extent to which the contribution of coastal women's businesses to hand line fishermen's household income in Tateli Weru Village, Mandolang District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The method used in this research is survey. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and retrieval of written documents from relevant agencies. The data obtained were analysed by quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis, then analysed the contribution of the hand line fisherman's wife's business to the fishermen's family income. Based on the results of the study, it can be concluded that the contribution of the fishing rod fishermen's income to family income is in the form of work as a seller of yellow rice, petibo, seller of pop ice / cendol / shaved ice, cake seller, fresh fish seller, stall business, fried food seller. The average contribution of hand line fishermen's wives from various jobs is 52.85%   Keywords: contribution; fisherman's wife income; Tateli Weru   Abstrak Tujuan penelitian ini ialah menganalisis sejauh mana kontribusi usaha perempuan pesisir terhadap pendapatan rumah tangga nelayan pancing ulur di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, selanjutnya dilakukan analisis kontribusi usaha istri nelayan pancing ulur pada pendapatan keluarga nelayan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kontribusi pendapatan istri nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga dalam bentuk pekerjaan sebagai penjual nasi kuning, petibo, penjual pop ice/cendol/es cukur, penjual kue, penjual ikan segar, usaha warung, penjual gorengan. Rata-rata kontribusi isteri nelayan pancing ulur dari berbagai pekerjaan yaitu sebesar 52,85%   Kata kunci: kontribusi; pendapatan istri nelayan; Tateli Weru
GENDER PADA RANTAI NILAI USAHA PERIKANAN TANGKAP HAND LINE DI DESA ONGKAW KECAMATAN SINONSAYANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Elisabeth Sharon Arshely Wagey; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45896

Abstract

Abstract The purpose of this study was to analyze the extent to which the contribution of coastal women's businesses to hand line fishermen's household income in Tateli Weru Village, Mandolang District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The method used in this research is survey. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and retrieval of written documents from relevant agencies. The data obtained were analysed by quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis, then analysed the contribution of the hand line fisherman's wife's business to the fishermen's family income. Based on the results of the study, it can be concluded that the contribution of the fishing rod fishermen's income to family income is in the form of work as a seller of yellow rice, petibo, seller of pop ice / cendol / shaved ice, cake seller, fresh fish seller, stall business, fried food seller. The average contribution of hand line fishermen's wives from various jobs is 52.85% Keywords: contribution; fisherman's wife income; Tateli Weru Abstrak Tujuan penelitian ini ialah menganalisis sejauh mana kontribusi usaha perempuan pesisir terhadap pendapatan rumah tangga nelayan pancing ulur di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, selanjutnya dilakukan analisis kontribusi usaha istri nelayan pancing ulur pada pendapatan keluarga nelayan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kontribusi pendapatan istri nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga dalam bentuk pekerjaan sebagai penjual nasi kuning, petibo, penjual pop ice/cendol/es cukur, penjual kue, penjual ikan segar, usaha warung, penjual gorengan. Rata-rata kontribusi isteri nelayan pancing ulur dari berbagai pekerjaan yaitu sebesar 52,85% Kata kunci: kontribusi; pendapatan istri nelayan; Tateli Weru
ANALISIS FINANSIAL USAHA PEMASARAN IKAN NILA DI DESA WARUKAPAS KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Josua Lenox Siby; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand; Jardie A. Andaki; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46099

Abstract

Abstract The potential for Indonesian aquaculture land is quite large, supported by Indonesia's natural conditions which have favorable physiographical diversity for aquaculture. The water temperature in the tropics is relatively high and stable throughout the year, allowing cultivation activities to take place throughout the year. Diverse landscape and coastal typologies provide opportunities for the development of diverse cultivation commodities. Warukapas Village is one of the tilapia producing villages. It was recorded that tilapia produced in 2010 amounted to 500 tons with an area of ​​15 ha. Warukapas village is one of the tilapia producing villages. It was recorded that 500 tons of tilapia were produced in 2011 with an area of ​​15 ha. The tilapia business is one of the people's choices because tilapia is a type of commercial fish that is profitable. The purpose of this study was to determine the financial feasibility of the tilapia marketing business which is a community business in Warukapas Village, Dimembe District, North Minahasa Regency and the benefits obtained in this study are to provide information on the feasibility of the tilapia business, and can be initial data for future research development. as well as providing insight into knowledge for writers about the feasibility of tilapia business in the village of Warukapas. Methods in data collection using purposive sampling method. The data collected consists of primary data and secondary data. Furthermore, financial analysis, namely Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Profitability, Break Event Point. The results of the study show that the marketing of tilapia in Warukapas Village has a marketing chain that starts from fish farmers to collecting traders after which it is distributed to consumers. The results of the feasibility analysis of tilapia marketing business in Warukapas Village through calculations, namely the value of Operating Profit gets a result of IDR 156,782,000, the value of Net Profit is IDR 149,248,167, Profit Rate gets a percentage of 504%, BCR value shows 6.04 indicating that the business is feasible to run, Profitability shows a value of 382% including the very good category, BEP or break-even point which includes Sales BEP of Rp. 8,593,399.11, and the unit BEP value is 245.525 birds. So the results given through calculations using existing financial analysis tools show that the tilapia marketing business in Warukapas Village is very feasible to run   Keywords: financial analysis; tilapia fish; Warukapas Village   Abstrak Potensi lahan perikanan budidaya Indonesia cukup besar didukung oleh kondisi alam Indonesia yang mempunyai keragaman fisiografis menguntungkan untuk akuakultur. Temperatur air wilayah tropis relatif tinggi dan stabil sepanjang tahun memungkinkan kegiatan budidaya berlangsung sepanjang tahun. Tipologi bentang lahan dan pesisir yang beragam memberi peluang untuk pengembangan komoditas budidaya yang beragam. Desa Warukapas merupakan salah satu Desa penghasil ikan nila. Tercatat ikan nila yang di produksi pada tahun 2010 sebesar 500-ton dengan luas areal sebesar 15 ha. Desa Warukapas merupakan salah satu desa penghasil ikan nila. Tercatat ikan nila yang di produksi pada tahun 2011 sebanyak 500-ton dengan luas areal sebesar 15 ha. Usaha ikan nila menjadi salah satu pilihan masyarakat di karenakan ikan nila merupakan salah satu jenis ikan komersial yang menguntungkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan finansial dari usaha pemasaran ikan nila yang menjadi usaha masyarakat di Desa Warukapas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara serta manfaat yang didapatkan dalam penelitian ini adalah memberikan informasi layak tidaknya usaha ikan nila, dan bisa menjadi data awal untuk pengembangan penelitian dikemudian hari serta memberikan wawasan pengetahuan bagi penulis tentang kelayakan usaha ikan nila di desa Warukapas. Metode dalam pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Selanjutnya, menganalisis finansial yaitu Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Rentabilitas, Break Event Point. Hasil dari penelitian bahwa pemasaran ikan nila di Desa Warukapas memiliki rantai pemasaran yang dimulai dari Petani Ikan ke pedagang pengumupul setelah itu disalurkan ke konsumen. Hasil analisis kelayakan usaha pemasaran ikan nila di Desa Warukapas melalui perhitungan yaitu nilai Operating Profit mendapatkan hasil sebesar Rp 156.782.000, nilai dari Net Profit sebesar Rp Rp 149.248.167, Profit Rate mendapatkan persentase sebesar 504%, nila BCR menunjukkan 6,04 menandakan bahwa usaha tersebut layak dijalankan, Rentabilitas menunjukkan nilai 382% termasuk kategori baik sekali, BEP atau titik impas yang meliputi BEP Penjualan sebesar Rp. 8.593.399,11, dan nilai BEP satuan sebesar 245,525 ekor. Maka dengan hasil yang diberikan lewat perhitungan menggunakan alat analisis finansial yang ada menunjukkan bahwa usaha pemasaran ikan nila di Desa Warukapas sangat layak untuk dijalankan.   Kata kunci: analisis finansial; ikan nila; Desa Warukapas