cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
KONTRIBUSI "COCOTINOS RESORT" TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Febriana Walangare; Jardie A. Andaki; Siti Suhaeni; Nurdin Jusuf; Jeannette F. Pangemanan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 10 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.38204

Abstract

AbstractCocotinos Resort is one of resort which located in Kima Bajo village, Wori districts, North Minahasa regency. The existence of Cocotinos Resort in Kima Bajo village provides job opportunities for people. Cocotinos Resort employees are dominated by the people of Kima Bajo Village, so the resort has given contribute income to the people of Kima Bajo Village. This study aims to determine the contribution of Cocotinos Resort against the total income of the people in Kima Bajo Village and to determine the contribution of work’s length and work’s type against the people's income in Kima Bajo village.The basic method of this research is survey. The population of this research is the people of Kima Bajo Village. Data was collected using the sampling method, which use purposive sampling. The data collected consists of primary data and secondary data. The data analysis method used in quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the results, the contribution of Cocotinos Resort against the total income of the people in Kima Bajo Village, Wori Disctrict, North Minahasa Regency is 94.45%. The results of the correlation analysis work’s type to the income of the people of Kima Bajo Village are 75% and also the work’s length to the income of the people in Kima Bajo Village is 54%. Keyword: contribution, Cocotinos Resort, people income, Kima Bajo AbstrakCocotinos Resort adalah salah satu usaha resort yang terletak di Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Keberadaan Cocotinos Resort di Desa Kima Bajo memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Pegawai Cocotinos Resort didominasi oleh masyarakat Desa Kima Bajo, dengan demikian Cocotinos Resort memberikan kontribusi terhadap Pendapatan masyarakat Desa Kima Bajo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi Cocotinos Resort terhadap total pendapatan masyarakat di Desa Kima Bajo dan mengetahui kontribusi lama bekerja serta jenis pekerjaan terhadap pendapatan masyarakat di Desa Kima Bajo.Metode dasar dalam penelitan ini adalah Survei. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Kima Bajo. Metode Pengambilan data menggunakan metode Sampling, dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskkriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, diketahui kontribusi Cocotinos Resort terhadap total pendapatan masyarakat di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara adalah 94,45%. Hasil analisis korelasi jenis pekerjaan terhadap pendapatan masyarakat Desa Kima Bajo sebesar 75% dan korelasi lama bekerja terhadap pendapatan masyarakat Desa Kima Bajo sebesar 54%. Kata Kunci: kontribusi, cocotinus resort, pendapatan masyarakat, Kima Bajo
BAURAN PEMASARAN PADA BERBAGAI PRODUK PERIKANAN TANGKAP DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Onibala, Christian; Andaki, Jardie A.; Rarung, Lexy K.; Manoppo, Victoria E.N.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.38320

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to see how the implementation and marketing mix strategy for capture fisheries products in Bulutui Village, where marketing is carried out using a marketing mix system that uses 4P techniques, including: product, place, price and promotion. The plan for writing uses a descriptive qualitative approach. The method that will be used in this research is the survey method. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was done through observation and interviews. Secondary data were obtained directly from the Bulutui Village government.Based on the results and discussion of this research, it can be concluded: 1) The business of collecting fish from the capture fisheries of Bulutui Village does apply the marketing mix method or Marketing Mix in its business, namely: (a) Products, Capture fisheries products from Bulutui Village are the catches of fishermen in the form of seafood; (b) Price, in terms of the price of fish, is determined by the type of fish and size, the selling price of fish at the fish holding place is different from that of fish brought to Manado because there are additional costs required for transportation; (c) The location for distribution is in Bulutui Village where the potential for capture fisheries is quite abundant; and (d) Promotion, fish catchers promote their products in two ways, among others: first, word of mouth marketing, secondly the Internet, marketing with this method has been widely used because it is simple and easy to do; 2) There are three marketing strategies for fishery products, namely: first, market segmentation. Based on the results of field observations, the marketing of capture fishery products can be divided into several segments, namely markets that are in the village area in general, Second, markets outside the Bulutui Village area, namely the location the market in Manado is like a heart market. The second is the marketing target, the capture fishery products of Bulutui Village cover all market segments (Full Market Coverage), meaning that producers will meet the demand from both market segments, namely the market in Bulutui Village and the market outside the village, namely the Manado Heart Market. Third Positioning, Positioning of capture fisheries products in Bulutui Village is carried out through two steps, namely: (a), fish reservoirs as producers always try to meet the demand for capture fisheries products. (b), producers always build a good image to consumers, that capture fisheries products from fishermen in Bulutui village are always in good condition. Keywords: capture fisheries, marketing mix, Bulutui AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan dan strategi bauran pemasaran pada produk perikanan tangkap di Desa Bulutui, dimana pemasaran dilakukan menggunakan sistem bauran pemasaran (Marketing Mix) yang menggunakan teknik 4P antara lain: product, place, price dan promotion. Rencana untuk penulisan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh langsung dari pemerintah Desa Bulutui.Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan: 1) Usaha penampung ikan hasil perikanan tangkap Desa Bulutui memang menerapkan metode bauran pemasaran atau Marketing Mix dalam usaha, yaitu: (a) Produk, Produk perikanan tangkap dari Desa Bulutui merupakan hasil tangkapan nelayan yang berupa hasil laut; (b) Harga, dari sisi harga ikan ditetapkan dari jenis ikan dan ukuran, harga jual ikan ditempat penampung ikan berbeda dengan ikan yang dibawah ke Manado karena ada biaya tambahan yang diperlukan untuk transportasi; (c) Tempat, untuk distribusi berada di Desa Bulutui dimana potensi perikanan tangkap cukup melimpah; dan (d) Promosi, penampung ikan mempromosikan produknya melalui dua cara, antara lain: pertama pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth) yang kedua Internet, pemasaran dengan hal ini sudah banyak dilakukan karena caranya yang sederhana dan mudah untuk dilakukan; 2) Ada tiga strategi pemasaran produk perikanan yang dilakukan yaitu: pertama Segmentasi pasar, Berdasarkan hasil pengamatan hasil lapangan maka pemasaran produk perikanan tangkap dapat dibagi dalam beberapa segmen yaitu pasar yang berada berada dikawasan desa secara umum, Kedua, pasar luar daerah Desa bulutui yaitu lokasi pasar yang berada di Manado seperti pasar bersehati. Kedua adalah Target pemasaran, produk hasil perikanan tangkap Desa Bulutui meliputi seluruh segmen pasar (Full Market Coverage), artinya produsen akan memenuhi permintaan dari kedua segmen pasar, yaitu pasar yang ada di Desa Bulutui dan pasar yang berada di luar desa yaitu pasar bersehati Manado. Ketiga Positioning, Positioning produk perikanan tangkap Desa Bulutui dilakukan melalui dua langkah yaitu: (a), penampung ikan sebagai produsen selalu berusaha untuk mencukupi kebutuhan permintaan produk perikanan tangkap. (b), produsen selalu membangun image yang baik terhadap konsumen, bahwa produk perikanan tangkap hasil nelayan desa Bulutui selalu dalam kondisi yang bagus. Kata Kunci: perikanan tangkap, bauran pemasaran, Bulutui
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERAHU TAKSI PARIWISATA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA JIKO INDUK KECAMATAN MOTONGKAD KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR PROVINSI SULAWESI UTARA Kunsiang, Andriano; Durand, Swenekhe S.; Rarung, Lexy K.; Manoppo, Victoria E.N.; Kotambunan, Olvie V.; Tilaar, Sandra O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.38475

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to financially analyze the taxi boat business tourism during the pandemic COVID-19 in Jiko Induk Village, whether it was profitable or not. The research method is a case study. Respondents in this study were the owners of a tourism taxi boat business in Jiko Induk Village. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was done through direct observation and interviews guided by a questionnaire that had been prepared in advance. Secondary data is data obtained indirectly, in the form of evidence, notes or reports that have to do with research. The analysis used is descriptive quantitative using financial analysis. The results of this study indicate that the price for individuals who use taxi boat services in Jiko Induk Village is Rp.35,000/person. The total profit from the taxi boat business in a day is Rp.735,000 and in a year the total profit is Rp.105,840,000. The total cost for one year is Rp.71,280,000. Operating Profit from this business is Rp.95,760,000. Total profit /net profit of Rp.34,560,000 so that the profit rate profit rate or obtained is 48.48%. With a net profit profitability ratio of 210.09%. The Balance Analysis or Benefit Cost Ratio has a BCR value of 1.48, meaning that this business is feasible to run. The sales BEP shows that the break-even point of the taxi boat business in Jiko Induk Village is Rp. 68,000,000 and the unit BEP is 278 trips that must be completed by Mr. Albert Loho so that the capital issued can be returned. The payback period for investment is 6 months. Thus the results of this study prove that the taxi boat business run by Mr. Albert Loho is feasible and profitable. Keywords: Financial Analysis; Tourism Taxi Boat; Jiko Induk AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk menganalisis secara finansial usaha perahu taksi pariwsata pada masa pandemi covid-19 di Desa Jiko Induk menguntungkan atau tidak. Metode penelitian adalah studi kasus. Responden dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha perahu taksi pariwisata di Desa Jiko Induk. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner yang telah diperisapkan terlebih dahulu. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, berupa bukti, catatan atau laporan yang ada hubungannya dengan penelitian. Adapun analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan analisis finansial. Hasil penelitian ini menunjukan Harga untuk perorangan yang menggunakan jasa perahu taksi di Desa Jiko Induk yaitu Rp.35.000/orang. Total keuntungan dari usaha perahu taksi dalam sehari sebesar Rp.735.000 dan dalam setahun total keuntungannya sebesar Rp.105.840.000. Total cost selama satu tahun Rp.71.280.000. Operating Profit dari usaha ini sebesar Rp.95.760.000. Total keuntungan/Net profit sebesar Rp.34.560.000 sehingga profit rate atau tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar 48,48%. Dengan rentabilitas ratio keuntungan bersih sebesar 210,09%. Analisis Imbang atau Benefit Cost Rasio memiliki nilai BCR sebesar 1,48 artinya usaha ini layak dijalankan. BEP penjualan menunjukan bahwa titik impas dari usaha perahu taksi di Desa Jiko Induk adalah Rp.68.000.000 dan BEP satuan yaitu 278 trip yang harus diselesaikan Bapak Albert Loho agar modal yang dikeluarkan dapat kembali. Jangka waktu pengembalian modal investasi selama 6 bulan. Dengan demikian hasil penelitian ini membutikan bahwa usaha perahu taksi yang dijalankan oleh Bapak Albert Loho layak untuk dijalankan dan menguntungkan. Kata Kunci: Analisis Finansial; Perahu Taksi Pariwisata; Jiko Induk
ANALISIS NILAI TUKAR PEKERJA PADA PENGOLAHAN IKAN KAYU (katsuobushi) DI PT. NICHINDO MANADO SUISAN KELURAHAN PONDANG KECAMATAN AMURANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tumewu, Jorgie Y.S.; Pangemanan, Jeannette F.; Jusuf, Nurdin; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.; Sinjal, Chatrien A.L.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.38590

Abstract

AbstractThis study aims to determine the exchange rate of workers in wood fish processing (katsuobushi) in PT. Nichindo Manado Suisan, Pondang Village, East Amurang District. This research was conducted in Pondang Village, East Amurang District, South Minahasa Regency, North Sulawesi Province from September 2020 to March 2021. Based on the results of the study, it was obtained: (1) The exchange rate of wood fish processing workers on the total income and income of processing by workers is 1.5% and 29.28%, meaning that the workers are able to cover the subsistence needs and costs of the wood fish processing business. (2) Observations and calculations in November 2019 and October 2020 did not experience an increase or decrease in NTP, with an (INTP) of 100. So, based on the analysis of the NTN calculation, it was >1, meaning that the family acceptance of wood fish processing workers at PT. Nichindo Manado Suisan Kelurahan Pondang, East Amurang District, South Minahasa Regency is currently able to meet subsistence needs (basic needs). Keywords: wood fish processing; NTP; INTP; subsistence needs AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai tukar pekerja pada pengolahan ikan kayu (katsuobushi) yang ada di PT. Nichindo Manado Suisan Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara pada bulan September 2020 sampai Maret 2021. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan: (1) Nilai tukar pekerja pengolahan ikan kayu pada total pendapatan dan pendapatan pengolahan oleh pekerja sebesar 1,5% dan 29,28% artinya pekerja mampu menutupi kebutuhan subsisten dan biaya usaha pengolahan ikan kayu. (2)Pengamatan dan perhitungan pada bulan November 2019 dan Oktober 2020 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTP, dengan (INTP) sebesar 100 Jadi, berdasarkan analisis perhitungan NTN sudah >1, artinya penerimaan keluarga pekerja pengolahan ikan kayu di PT. Nichindo Manado Suisan Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan untuk saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar). Kata Kunci: pengolahan ikan kayu; NTP; INTP; kebutuhan subsisten
PERSEPSI ANAK TERHADAP MATA PENCAHARIAN ORANG TUA SEBAGAI NELAYAN DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Sualang, Julio B.A; Aling, Djuwita R.R; Andaki, Jardie A.; Pangemanan, Jeannette F.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.39329

Abstract

AbstractPeople in Jayakarsa Village, West Likupang District, generally have a fishing background. Fishing in Jayakarsa Village is a hereditary occupation. The potential of natural resources provides a source of livelihood for fishermen to support household life. In Jayakarsa Village, there are many children who help their parents earn a living at an early age, which is normal for them.The basic method of this research is survey. The population of this research is the fisherman of Jayakarsa Village. Data was collected using the sampling method, which use purposive sampling. The data collected consists of primary data and secondary data. The data analysis method used in quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the results of the research, it is known that fishermen's children in Jayakarsa Village, West Likupang District are active in fishing activities, not only to accompany their parents, but also to participate in fishing business with various fishing gear; and the perception of fishermen's children on average is good for the fishing profession, as evidenced by the results of the assessment on fishing activities, assessment on work, and excellent knowledge of the fishing profession. Keywords: fisherman's son; Jayakarsa village; fisherman; perception AbstrakMasyarakat di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat pada umumnya memiliki latar belakang mata pencarian nelayan. Nelayan di Desa Jayakarsa merupakan pekerjaan turun temurun. Potensi sumberdaya alam memberikan sumber mata pencaharian bagi nelayan guna menopang kehidupan rumah tangga. Pada Desa Jayakarsa ini banyak anak-anak yang ikut membantu orang tua mencari nafkah dalam usia dini adalah hal yang biasa bagi mereka.Metode dasar dalam penelitan ini adalah Survei. Populasi dalam penelitian ini adalah anak nelayan Desa Jayakarsa. Metode Pengambilan data menggunakan metode Sampling, dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui anak nelayan di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat aktif dalam melakukan aktivitas menangkap ikan, bukan hanya untuk menemani orang tua, tapi ikut bersama-sama melakukan usaha penangkapan ikan dengan berbagai alat tangkap; dan persepsi anak nelayan rata-rata tergolong baik terhadap profesi nelayan, dibuktikan dengan hasil penilaian pada aktivitas melaut, penilaian pada pekerjaan, dan pengetahuan terhadap profesi nelayan yang sangat baik. Kata Kunci: anak nelayan; Desa Jayakarsa; nelayan; persepsi
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN PADA DAERAH TERDAMPAK BANJIR ROB DI PESISIR UTARA PEKALONGAN Benny Diah Madusari; Heri Ariadi; Dewi Mardhiyana
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 10 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i2.43417

Abstract

ABSTRACTThe northern coastal area of Pekalongan is an area that is prone to tidal flooding. The purpose of this study is to analyze the strategy for developing fish farming in the northern coastal area of Pekalongan which is prone to tidal flooding. The research method used in this study is a qualitative descriptive method with purposive sampling technique. The results showed that from the potential internal and external business factors in the research location, if in the future aquaculture cultivation activity units will be developed, there are several alternative business strategies that can be carried out, including: the development of technology-based cultivation units, the creation of an integrated market network, the creation of aquaculture models. piloting, tabulating the number of investors, the use of applied technology, and the creation of superior commodities. So that aquaculture activities in coastal areas that are prone to tidal flooding can still run productively. Based on the results of this study, the strategy for developing fish farming in the northern coastal area of Pekalongan which is prone to tidal flooding, among which the most suitable is to form the concept of a brackish commodity fish farming demonstration plot that is adaptive to technological developments and has an integrated market chain network. Key words: fish; pintura; coastal; rob; SWOT ABSTRAKWilayah pesisir pantai utara Pekalongan merupakan daerah yang rawan terdampak banjir rob. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi upaya pengembangan budidaya ikan di wilayah pantai utara Pekalongan yang rawan terdampak banjir rob. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari potensi faktor internal dan eksternal usaha di lokasi penelitian, apabila kedepan akan dikembangkan unit kegiatan budidaya akuakultur maka ada beberapa alternatif strategi usaha yang dapat dijalankan, diantaranya: pengembangan unit budidaya berbasis teknologi, penciptaaan jaringan pasar yang terintegrasi, pembuatan model budidaya percontohan, opsi mentabulasi jumlah investor, penggunaan teknologi terapan, dan penciptaan komoditas unggulan. Sehingga kegiatan budidaya akuakultur di wilayah pesisir yang rawan terdampak banjir rob tetap dapat berjalan dengan produktif. Berdasarkan hasil penelitian ini, strategi pengembangan budidaya ikan di wilayah pantai utara Pekalongan yang rawan terdampak banjir rob diantaranya yang paling cocok adalah dengan membentuk konsep demplot budidaya ikan komoditas payau yang bersifat adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki jaringan rantai pasar yang terintegrasi. Kata kunci: ikan; pintura; pesisir; rob; SWOT
KONDISI SOSIAL EKONOMI NELAYAN PANCING ULUR DI DESA PAPUTUNGAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Henli Joroh; Jeanette F. Pangemanan; Olvie V. Kotambunan; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 10 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i2.44007

Abstract

Paputungan Village is one of the coastal villages where the average population works as fishermen and most of them are traditional fishermen. Until now, hand line fishermen in Paputungan Village can survive with the fishermen's socio-economic conditions. This shows that they still exist even though they only use traditional fishing gear, based on this it is my concern to conduct research on the socio-economic conditions of hand line fishermen in Paputungan Village. The purpose of this study was to examine the socio-economic conditions of Pancing Ulur fishermen in Paputungan Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency. The research method used is survey, data collection is carried out by observation, namely direct observation in the field. The population in this study were fishermen who used handlines in Paputungan Village totaling 32 handline fishermen. For sampling, purposive sampling is done, namely the sampling is chosen deliberately so that the required data can be achieved. Samples were taken as many as 16 hand line fishermen. The results showed the social conditions of Pancing Ulur fishermen in Paputungan Village as follows: In terms of age, 16 to 65 years there were 15 people with a percentage of 93.75%, aged > 65 years there was 1 person with a percentage of 6.255%. Education shows that fishermen in Paputungan Village have the highest Junior High School (SMP) education with a percentage of 56.25%; The condition of residence shows that fishermen in Paputungan Village already have semi-permanent houses with a percentage of 100%. The number of family dependents is 1 3 people with the highest percentage of 68.75%. The duration of being a fisherman is more than 20 years with a percentage of 43.75%. The fishing rods owned by the fishermen in Paputungan Village are their own. Initial capital of Rp. 10,000,000 Rp. 15,000,000/year with a percentage of 43.75% and Rp. 16,000,000 Rp. 25,000,000 with a total presentation of 56.25%. the largest investment cost spent on the purchase of a Pelang boat was Rp. 15,000,000 with a percentage of 83.33% of the total investment cost and the smallest cost for the purchase of a Katinting engine was Rp. 3,000,000, - with a percentage of 16.67%. From the research results, the investment cost of fishermen in Paputungan Village is their own capital and does not borrow from the bank.   Keywords: Fishing Line, Paputungan Village, Socio-Economic   ABSTRAK Desa Paputungan merupakan salah satu desa pesisir yang rata-rata penduduknya bekerja sebagai nelayan dan kebanyakan merupakan nelayan tradisional. Sampai saat ini nelayan pancing ulur (Hand Line) Desa Paputungan bisa bertahan hidup dengan kondisi sosial ekonomi nelayan. Hal ini menunjukan bahwa mereka tetap eksis walaupun hanya menggunakan alat tangkap yang masih tradisional, berdasarkan hal inilah yang menjadi perhatian saya untuk mengadakan penelitian tentang kondisi sosial ekonomi nelayan pancing ulur di Desa Paputungan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi nelayan Pancing Ulur di Desa Paputungan Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Metode Penelitian yang digunakan adalah Survei, Pengumpulan data dilakukan secara observasi yaitu pengamatan langsung dilapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang menggunakan alat tangkap pancing ulur di Desa Paputungan berjumlah 32 nelayan pancing ulur. Untuk pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu pengambilan sampel di pilih secara sengaja agar supaya data yang dibutuhkan bisa tercapai. Sampel di ambil sebanyak 16 nelayan pancing ulur. Hasil penelitian menunjukan kondisi sosial nelayan Pancing Ulur di Desa Paputungan sebagai berikut: Dari segi umur, 16 – 65 tahun ada 15 orang dengan persentase 93,75%, yang berumur > 65 tahun ada 1 orang dengan persentase 6.255 %. Pendidikan menunjukan bahwa nelayan di Desa Paputungan memiliki pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbanyak dengan persentase 56,25%; Keadaan tempat tinggal menunjukan bahwa nelayan di Desa Paputungan sudah memiliki rumah yang semi permanen dengan persentase 100%. Jumlah tanggungan keluarga sebanyak 1 – 3 orang dengan persentase terbanyak 68,75%, Lamanya menjadi nelayan sudah lebih dari 20 tahun dengan persentase 43,75%. Alat pancing ulur yang dimiliki oleh nelayan Desa Paputungan adalah milik sendiri. Modal awal Rp.10.000.000 – Rp.15.000.000/Tahun dengan persentase 43,75 % dan Rp.16.000.000 – Rp.25.000.000 dengan jumlah presentasi 56,25%. Biaya investasi yang paling besar dikeluarkan untuk pembelian perahu Pelang sebesar Rp.15.000.000 dengan persentase 83,33% dari total biaya investasi dan biaya paling kecil untuk pembelian mesin Katinting sebesar Rp.3.000.000 denagn persentase 16,67%. Dari hasil penelitian biaya investasi nelayan Desa Paputungan adalah modal sendiri dan tidak meminjam dari Bank.   Kata Kunci: Pancing Ulur, Desa Paputungan, Sosial Ekonomi
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP LAYANAN ADMINISTRASI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BITUNG DI KOTA BITUNG Nova Kristiani Matondang; Siti Suhaeni; Djuwita R.R. Aling; Swenekhe S. Durand; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44814

Abstract

Abstract Bitung Ocean Fishing Port is located in the waters of the Lembeh Strait. PPS Bitung is a class A fishing port located in Bitung City, North Sulawesi. The Bitung Ocean fishing port as the Technical Implementation Unit of the Director General of Capture Fisheries. Bitung Ocean Fishing Port has services such as port facility services and administrative services, the two services are one unit in fulfilling fishermen's satisfaction. Administrative services in Bitung Ocean Fishing Port such as issuance of STBLKK, SLO, SPB and IJTL. The population in this study are users of administrative services such as agents, captains and ship owners. The purpose of this study was to determine the satisfaction level of administration service users at Bitung Ocean Fishing Port. This research method uses a survey method. The number of samples taken as many as 15 people, using the sampling method. Sampling using incidental sampling method. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data is data collected directly by researchers by means of interviews. Secondary data is data collected from a second party in the form of notes or reports obtained from the port chief office at PPS Bitung. Data analysis in this study used a Likert scale. Based on the results of the analysis it can be concluded that users are very satisfied with the administrative services provided by PPS Bitung because the results of the analysis with a Likert scale obtained a score of 4.14 which means that users are very satisfied with the administrative services provided by PPS Bitung.  Keywords: fishery, port, port chief, service, satisfaction   Abstrak Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung terletak di perairan Selat Lembeh. PPS Bitung merupakan pelabuhan perikanan kelas A yang berlokasi di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Pelabuhan perikanan Samudra Bitung sebagai Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Direktur Jendral Perikanan Tangkap. PPS Bitung memiliki layanan seperti layanan sarana pelabuhan serta layanan administrasi, kedua layanan tersebut merupakan satu kesatuan dalam memenuhi kepuasan nelayan. Layanan Administrasi yang ada di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis layanan administrasi apa saja yang ada di PPS Bitung dan mengetahui tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan administrasi yang disediakan PPS Bitung Populasi dalam penelitian adalah pengguna layanan administrasi seperti agen, nahkoda dan pemilik kapal. Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan data menggunakan metode sampling dan pengambilan sampel menggunakan metode insidental sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 15 orang. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner . Data sekunder dikumpulkan melalui catatan atau laporan yang diperoleh dari kantor Kesyahbandaran di PPS Bitung. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang dikuantitatifkan dengan analisis skala likert. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada beberapa layanan administrasi yang disediakan oleh PPS Bitung yaitu sarana penunjang layanan administrasi, layanan penerbitan STBLKK (Surat Tanda Bukti Laporan Kedatangan Kapal),STBLKK (Surat Tanda Bukti Laporan Keberangkatan Kapal) SLO (Surat Laik Operasi), SPB (Surat Persetujuan Berlayar) dan IJTL (Imbalan Jasa Tambat Labuh). Hasil analisis dengan skala Likert diperoleh hasil bahwa pengguna layanan administrasi PPS Bitung merasa sangat puas terhadap layanan administrasi yang disediakan. Hasil analisis dengan skala Likert diperoleh skor 4,14 yang berarti bahwa pengguna merasa sangat puas terhadap layanan administrasi yang diberikan oleh PPS Bitung. Kata Kunci: perikanan, pelabuhan, syahbandar, layanan, kepuasan
KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG IKAN LAUT SEGAR DI PASAR RAKYAT SUKUR KECAMATAN AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA Mega Kereh; Jeannette F. Pangemanan; Jardie A. Andaki; Victoria E.N. Manoppo; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44855

Abstract

Abstract The purpose of this study was to find out the general condition of the market and find out the socio-economic conditions of traders in the Sukur People's Market, Airmadidi District, North Minahasa Regency. The population in this study was fresh sea fish traders at the Sukur People's Market. The method that will be used in this study is the survey method. The data analysis that will be used in this study is quantitative analysis and qualitative analysis. Socioeconomic conditions of fresh sea fish traders in Sukur People's Market: 1.)Social conditions: The age of the respondents is at the productive age of 30-50 years, the most education is elementary school and the least is junior high school, the highest number of family dependents is 3-4 people and the religion of each trader is the most from Islam with 7 people and Christianity 1 person. 2) Economic circumstances: the average income of fresh sea fish traders in a year is 46,450,000, monthly expenses with an average of 430,000, start-up capital is sent capital.  Keywords: socio-economic; merchant; fresh fish; Sukur People's Market   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan umum Pasar dan mengetahui kondisi sosial ekonomi pedagang di Pasar Rakyat Sukur Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang ikan laut segar di Pasar Rakyat Sukur. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Kondisi sosial ekonomi pedagang ikan laut segar di Pasar Rakyat Sukur: 1.) Kondisi sosial: Umur responden berada pada usia produktif 30-50 tahun, Pendidikan yang paling banyak yaitu SD dan yang paling sedikit yaitu SMP, jumlah tanggungan keluarga terbanyak yaitu 3-4 orang dan agama dari setiap pedagang paling banyak dari agama Islam dengan jumlah 7 orang dan Kristen 1 orang. 2) Kondisi ekonomi: rata-rata dari pendapatan pedagang ikan laut segar dalam setahun sebesar 46.450.000, pengeluaran perbulan dengan rata-rata 430.000, modal awal adalah modal sendiri kemudian untuk meningkatkan penghasilan maka jumlah modal sesuai dengan keterangan pada Tabel modal dari pedagang ikan laut segar. Kata Kunci: sosial ekonomi; pedagang; ikan luat segar; Pasar Rakyat Sukur
TARAF HIDUP KELUARGA ANAK BUAH KAPAL (ABK) KAPAL PAJEKO DI KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Riska Puji Lestari; Siti Suhaeni; Steelma V. Rantung; Swenekhe S. Durand; Jeannette F. Pangemanan; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44957

Abstract

Abstract ABK is a crew member whose income depends on the catch and also the profit-sharing system. The problem is how the abk family meets their daily needs and how they family's standard of living is, because their catch is heavily influenced by the season and weather. The purpose of this study is to determine the number and source of income of the ABK pajeko family, to find out the amount and type of family expenses, and analyse the contribution of ABK's income to the total family income, as well as to find out the standard of living of the ABK pajeko family in Batulubang Village. The method used in this study is the survey method. The population in this study is a family of pajeko ship crew in Batulubang Village, which numbers 40 people. Data retrieval method using census method. The data collected is primary data and secondary data. Primary data collection was carried out by means of guided interviews with questionnaires and observations. Secondary data collection is by citing existing data from relevant agencies or previous research. Standard of living in analysis with Engel Index. Based on the results of the study, it is known that the average income of the family of the crew of the pajeko ship in Batulubang Village for one year is Rp. 40,152,500, sourced from the main job as a pajeko ship crew member and side job. The contribution of ABK's income to family income is 94.2%, this means that work as a pajeko ship crew member is the foundation of family life. The family expenditure of the crew of the pajeko ship consists of total food expenditure and total non-food expenditure. Average food expenditure of one year is Rp. 21,000,000, and average non-food expenditure for one year is Rp. 19,152,500, so that the average family expenditure for one year is Rp. 40,152,500. Engel Index analysis obtained at 52.3%, this means that 52.3% of the total income of ABK families in Batulubang Village is used to meet food needs only. This means that the welfare level of pajeko ship crew in Batulubang Village is still relatively low.  Keywords: standard of living, ABK, Batulubang   Abstrak ABK merupakan anak buah kapal yang pendapatannya bergantung pada hasil tangkapan dan juga sistem bagi hasil. Permasalahannya adalah bagaimana keluarga ABK tersebut memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan bagaimana taraf hidup keluarga mereka, karena hasil tangkapan mereka banyak dipengaruhi oleh musim dan cuaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan sumber pendapatan keluarga ABK Kapal Pajeko, untuk mengetahui jumlah dan jenis pengeluaran keluarga, dan menganalisis kontribusi pendapatan ABK terhadap total pendapatan keluarga, serta untuk mengetahui taraf hidup keluarga ABK Kapal Pajeko di Kelurahan Batulubang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah ABK Kapal Pajekoyang sudah berkeluarga yang ada di Kelurahan Batulubang yang berjumlah 40 orang. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan mengutip data yang sudah ada dari instansi terkait ataupun penelitian yang terdahulu. Taraf hidup di analisis dengan Indeks Engel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan rata-rata keluarga ABK Kapal Pajeko di Kelurahan Batulubang adalah Rp. 40.152.500 per tahun, bersumber dari pekerjaan pokok sebagai ABK Kapal Pajeko dan pekerjaan sampingan. Kontribusi pendapatan ABK terhadap pendapatan keluarga yaitu 94,2%, ini berarti bahwa pekerjaan sebagai ABK Kapal Pajeko merupakan tumpuan kehidupan keluarga. Pengeluaran keluarga ABK Kapal Pajeko terdiri dari total pengeluaran pangan dan total pengeluaran non pangan. Rata-rata pengeluaran pangan sebesar Rp. 21.000.000 per tahun, dan rata-rata pengeluaran non pangan sebesar Rp. 19.152.500 per tahun, sehingga rata-rata pengeluaran keluarga sebesar Rp. 40.152.500 per tahun. Analisis Indeks Engel yang diperoleh sebesar 52,3%, ini berarti bahwa 52,3% dari total pendapatan keluarga ABK di Kelurahan Batulubang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Hal ini berarti bahwa tingkat kesejahteraan ABK Kapal Pajeko di Kelurahan Batulubang masih tergolong rendah. Kata Kunci: taraf hidup, ABK, Batulubang