cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN PINTU KOTA KECAMATAN LEMBEH UTARA KOTA BITUNG Joshua Junior Rumengan; Jardie A. Andaki; Florence V. Longdong; Srie J. Sondakh; Siti Suhaeni; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46104

Abstract

Abstract The purpose of this study was to identify indirect benefits and calculate the indirect economic value of mangrove ecosystems in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City. The population in this study are people who own houses and use wells in Pintu Kota Village. The data collection method uses the sampling method, which only takes a portion of the sample from the population. Sampling using incidental sampling technique. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data were obtained through interviews and direct field observations. Secondary data was obtained from existing data at the village office or from previous studies. Based on the results of the study, it can be concluded that the indirect benefits of mangrove ecosystems in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City are as windbreaks, abrasion prevention, wave arrestors and seawater intrusion barriers. The indirect economic value of the mangrove ecosystem in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City for windbreaks is Rp565,782,656/year, for preventing abrasion is Rp4,216,299,500/year, for wave barriers is Rp229,866,184/year, and for anchoring seawater intrusion, which is Rp26,912,550,000/year. The total indirect economic value of the mangrove ecosystem in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City, is Rp43,515,887,480/year.   Keywords: economic value, indirect benefits, mangrove   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi manfaat tidak langsung dan menghitung nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memiliki rumah dan menggunakan sumur di Kelurahan Pintu Kota. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling, dimana hanya mengambil sebagian sampel dari populasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, dan observasi langsung ke lapangan. Data sekunder diperoleh dari data yang sudah ada pada kantor kelurahan ataupun dari penelitian-penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung yaitu sebagai penahan angin, pencegah abrasi, penahan gelombang dan penahan intrusi air laut. Nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung untuk penahan angin yaitu Rp565.782.656/tahun, untuk pencegah abrasi yaitu Rp4.216.299.500/tahun, untuk penahan gelombang yaitu Rp229.866.184/tahun, dan untuk penahan intrusi air laut yaitu Rp26.912.550.000/tahun. Total nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung yaitu Rp43.515.887.480/tahun.   Kata Kunci: nilai ekonomi, manfaat tidak langsung, mangrove
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Patrisia Hurup; Grace O. Tambani; Nurdin Jusuf; Victoria E.N. Manoppo; Florence V. Longdong; Srie J. Sondakh
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46138

Abstract

Abstract Added value is added value that occurs because a commodity undergoes processing, transportation and storage in a production process (use of functional input). Added value is influenced by technical factors and non-technical factors. This study aims to identify and analyze the added value of wooden fish processing at PT. Celebes Minapratama Bitung City. The method used in this study was a survey, the data taken in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data is data obtained from interviews using questionnaires and direct field observations. Primary data collection in this study was carried out using the census method. The respondents in this study were production managers, heads of personnel and heads of finance. Secondary data is data obtained from various written sources both from related agencies, companies and literature related to added value analysis. The data analysis used in this study is a qualitative descriptive analysis and a quantitative descriptive analysis. The data described in the qualitative descriptive analysis is in the form of an explanation regarding the general condition of the fishing industry, organizational structure, workforce, products and processing activities of PT. Sulawesi Minapratama. Quantitative descriptive analysis was carried out to analyze the added value of wooden fish products using an analysis tool in the form of Microsoft Excel. Systematically the added value function (NT) using the method of Hayami, et al (1987) in Nurhayati (2004) can be formulated as NT = f (T,H,U,h) The results of the study can be concluded: 1). The factors that affect the added value of wood fish processing are: Input and output, input and output prices, labor and labor wages. 2). The added value for wood fish products of size <1 kg is an added value of Rp.477,400,000, sizes> 1 kg is Rp.263,640,000 and for tuna is Rp.205,320,000. Based on the results of the research, it is suggested that there should be an increase in added value so that PT. Celebes Minapratama get higher profits and there is a need for socialization on the use of timber fish for public consumption.   Keywords: processing; wooden fish; fish company, added value   Abstrak Nilai tambah merupakan pertambahan nilai yang terjadi karena suatu komoditi mengalami proses pengolahan, pengangkutan, dan penyimpanan dalam suatu proses produksi (penggunaan input fungsional). Nilai tambah dipengaruhi oleh faktor teknis dan faktor non teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan memganalisis nilai tambah pengolahan ikan kayu di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, data yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan menggunakan kuesioner dan observasi langsung ke lapangan. Pengambilan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus. Adapun responden dalam penelitian ini adalah manajer produksi, kepala bagian personalia dan kepala bagian keuangan. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis baik dari instansi terkait, perusahaan maupun pustaka yang berhubungan dengan analisis nilai tambah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Data yang digambarkan dalam analisis deskriptif kualitatif berupa penjelasan mengenai keadaan umum industri perikanan, struktur organisasi, tenaga kerja, produk dan kegiatan pengolahan PT. Celebes Minapratama. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan guna menganalisis nilai tambah produk ikan kayu dengan menggunakan alat bantu analisis berupa microsoft excel. Secara sistematis fungsi nilai tambah (NT) menggunakan metode Hayami, dkk (1987) dalam Nurhayati (2004) dapat dirumuskan NT = f (T,H,U,h) Hasil penelitian dapat disimpulkan: 1). Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tambah untuk pengolahan ikan kayu yaitu: Input dan output, harga input dan output, tenaga kerja dan upah tenaga kerja. 2). Nilai tambah pada produk ikan kayu ukuran <1 kg terjadi nilai tambah sebesar Rp.477.400.000, ukuran >1 kg sebesar Rp.263.640.000 dan untuk ikan tongkol sebesar Rp.205.320.000. Berdasarkan hasil penelitian disarankan perlu adanya peningkatan nilai tambah sehingga PT. Celebes Minapratama mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dan perlu adanya sosialisasi pemanfaatan ikan kayu untuk konsumsi umum.   Kata kunci: pengolahan; ikan kayu; perusahaan ikan, nilai tambah
DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEMISKINAN (BEBERAPA KAJIAN KEBIJAKAN) Jacob Makapedua; Christien Karambut; Cysca Langi
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46153

Abstract

Abstract The purpose of this social economic study is to provide some understanding of the problems faced by the Indonesian nation in its efforts to achieve the goals of prosperity and welfare for all its people. There are several different views of economists and business practitioners in addressing the problems faced by the Indonesian people in achieving this lofty goal, such as poverty alleviation and unequal income distribution. Ideally, income distribution is a way in which national wealth/income is distributed among various factors of production that contribute to equal distribution of income for the people and can contribute to improving people's welfare. Income distribution is a very important issue for a country and should be the main focus of the government in ensuring the fulfillment of the needs of its people. Industrialization and increasing state investment are indeed important in economic development, but the way in which state income is distributed fairly is also important. Several policies deemed necessary to be followed up on problems of inequality in income distribution and poverty include the use of labor intensive rather than capital intensive production methods in several production sectors. Increasing state investment in the field of human resources to increase human resource competency capabilities which will later increase the nation's competitiveness, focus on development of the small and medium business sector which can drive the people's economy and implement progressive tax policies, especially for people with high incomes.   Keywords: income distribution, poverty, economic development policies   Abstrak Tujuan kajian ekonomi kemasyarakatan ini untuk memberikan beberapa pemahaman tentang permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia dalama upayanya mencapaian tujuan kemakmuran dan kesejahteraaan bagi seluruh rakyatnya. Terdapat beberapa perbedaan pandangan para ekonom dan praktisi bisnis dalam menyikapi permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan luhur ini seeperti pengentasan kemiskinan dan distribusi pendapatan yang tidak merata. Idealnya distribusi pendapatan adalah suatu cara dimana kekayaan/pendapatan nasional didistribusikan keberbagai faktor produksi yang memberikan kontribusi terhadap pemeratan penddapatan bagi rakyatnya serta dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Distibusi pendapatan merupakan masalah yang sangat penting, bagi suatu negara dan seharusnya menjadi focus utama pemerintah dalam menjamin pemenuhan kebutuhan rakyatnya. Industrialisasi dan peningkatan investasi negara memang penting ddalam pembangunan ekonomi tetapi cara pendistribusian pendapatan negara secara adil juga adalah penting. Beberapa kebijakan yang dianggap perlu untuk ditindaklanjuti terhadap permasalahan ketimpangan distribusi pendapatan dan kemiskinan antara lain penggunaaan metode produksi yang berbasis pada labour intensive daripada capital intensive pada beberapa sektor produksi. Peningkatan investasi negara pada bidang human resources untuk meningkatakan kemapuan kompetensi sumberdaya manusia yang nantinya akan meningkat daya saing bangssa, focus pengembangan pada sektor usaha kecil dan menengah yang mdapat menggerak ekonomi rakyat serta menerapkan kebijakan pajak yang progresif terutama untuk masyarakat yang berpendapatan tingggi.   Kata kunci: distribusi pendapatan, kemiskinan, kebijakan pembangunan ekonomi kemasyarakatan
STUDI USAHA TRANSPORTASI TAXI LAUT DI PULAU TALISE KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Hardiansyah Djunaidi; Srie J. Sondakh; Victoria E.N. Manoppo; Nurdin Jusuf; Siti Suhaeni; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46154

Abstract

Abstract Transportation is one of the means that is needed by humans when they are on the move, especially in terms of fulfilling economic needs. Transportation exists with various travel media, namely by land, sea and air. The distance from Talise Island to the capital city of West Likupang District is 21 km, so that people use sea transportation as their main means of activity, using viber boats, ketinting boats and body boats which are often used by the community as a means of inter-island sea transportation. Based on this background, it is necessary to conduct a study to provide an overview of how the inter-island sea taxi transportation business is on Talise Island, West Likupang District. The method used in this research is survey method. The data collection method used was a census. The population in this study were all inter-island sea taxi transportation entrepreneurs on Talise Island, West Likupang District. The time needed to carry out the research is approximately 5 months, from September to January 2023. The results of the research were analyzed based on quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis. The results of the analysis carried out can be concluded that the investment required in the sea taxi business on Talise Island is Rp. 172,000,000, while the total costs incurred in the sea taxi business on Talise Island amounted to Rp. 155,930,000. The results of the analysis of the feasibility of a sea taxi business on Talise Island show a net profit of Rp. 25,736,667: Operating profit of IDR 43,166,667.; the value of the positive profit rate is equal to 14.17%; The profitability is 14.96%. The BCR value > 1 is 1.17%, which means that this business is feasible. Sales proceeds or service revenue of IDR 181,666,667 and passengers of 4,600 people above the BEP receipts (BEP receipts IDR 93,939,394) and the BEP for passenger units (BEP Units 2,147 people) and the Payback Period is 2 years 4 months 2 days.   Keywords: boat, transportation; investment; feasibility; Talise   Abstrak Transportasi merupakan salah satu sarana yang sangat dibutuhkan manusia ketika beraktivitas, apalagi dalam hal pemenuhan kebutuhan ekonomi. Transportasi ada dengan berbagai media perjalanan, yaitu melalui daratan, lautan dan udara. Jarak dari Pulau Talise ke Ibukota Kecamatan Likupang Barat yaitu 21 km, sehingga masyarakat menggunakan trasportasi laut sebagai sarana utama untuk beraktivitas, dengan menggunakan perahu viber, perahu ketinting dan perahu body yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu alat transportasi laut antar pulau. Berdasarkan latar belakang ini maka perlu dilakukan studi guna memberikan gambaran umum tentang bagaimana keadaan usaha transportasi taksi laut antar pulau yang ada di Pulau Talise Kecamatan Likupang Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah sensus.. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pengusaha transportasi taksi laut antar pulau yang ada di Pulau Talise Kecamatan Likupang Barat. Waktu yang diperlukan dalam melaksanakan penelitian kurang lebih 5 bulan, yaitu dari bulan September–Januari 2023. Hasil penelitian dianalisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa investasi yang dibutuhkan dalam usaha taksi laut di Pulau Talise adalah sebesar Rp. 172.000.000, sedangkan total biaya yang dikeluarkan dalam usaha taksi laut di Pulau Talise adalah sebesar Rp. 155.930.000. Hasil analisis kelayakan usaha taksi laut di Pulau Talise diperoleh keuntungan bersih per tahun sebesar Rp. 25.736.667: Operating profit sebesar Rp.43.166.667.; nilai profit ratenya positif yaitu sebesar 14,17%; Rentabilitasnya yaitu 14,96%. Nilai BCR > 1 yaitu 1,17% yang artinya usaha ini layak dijalankan. Hasil penjualan atau pendapatan jasa Rp 181.666.667 dan penumpang sebanyak 4.600 orang diatas BEP penerimaan (BEP penerimaan Rp. 93.939.394) maupun BEP satuan penumpang (BEP Satuan 2.147 orang) dan Payback Periodnya 2 tahun 4 bulan 2 hari.   Kata kunci: perahu, transportasi; investasi; kelayakan usaha; Talise  
PERSEPSI NELAYAN TRADISIONAL TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Jesica Rebeca Dunda; Steelma V. Rantung; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46171

Abstract

Abstract Papusungan Village is located on Lembeh Island which is separated by the Lembeh Strait with the mainland of Bitung City where most of the people in Papusungan Village have a livelihood as fishermen and farmers. Education for fishermen, especially fishermen's children, is still concerning. The majority are only junior high school graduates and also some do not continue to the high school level and even to higher education because it is considered that the high costs related to education make parents unable to afford it. The purpose of this study is to determine the perception of traditional fishermen towards children's education in Papusungan Village, South Lembeh District. The method used in this study is the survey method. The population in this study was all traditional fishermen who had school children aged 5-22 years in Papusungan Village. The method of data collection carried out using the census method, that is, the collection of data on all elements of the population investigated one by one. The data collected is primary data and secondary data. The primary data used is by conducting interview observations using oral lists of questions to respondents so that they can provide precise information about the object under study. Secondary data is obtained by taking from existing data at the village office or from previous studies. The data analysis used in this study is qualitative descriptive and quantitative descriptive analysis. Based on the results of the study, it is known that fishermen's knowledge of children's education in Papusungan Village is 60.71% and parents who state that they do not understand and have obstacles in education are 39.29%. Fishermen's Perceptions of Education in Papusungan Village which is based on 3 criteria of statements have a good perception. Almost all traditional fishermen in Papusungan Village, South Lembeh District, Bitung City consider and realize that education is important for the future of children.   Keywords: fishermen's children, education, perception, traditional fishermen, Papusungan   Abstrak Kelurahan Papusungan terletak di Pulau Lembeh yang di pisahkan oleh Selat Lembeh dengan daratan Kota Bitung dimana sebagian besar masyarakat Kelurahan papusungan memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Pendidikan bagi para nelayan khususnya anak-anak nelayan sampai saat ini masih memprihatinkan. Mayoritas hanya lulusan SMP saja dan juga sebagian tidak melanjutkan ke jenjang SMA bahkan ke pendidikan tinggi karena dinilai mahalnya biaya terkait dengan pendidikan yang membuat orangtua tidak mampu untuk membiayai. Tujuan penelitian ini mengetahui persepsi nelayan tradisional terhadap pendidikan anak di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Populasi dalam penelitian ini semua nelayan tradisional yang mempunyai anak sekolah usia 5-22 Tahun yang ada di Kelurahan Papusungan. Metode pengambilan data yang dilakukan menggunakan metode sensus, yaitu pengumpulan data seluruh elemen populasi yang diselidiki satu per satu. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi wawancara menggunakan daftar pertanyaan secara lisan kepada responden sehingga dapat memberikan informasi yang tepat tentang objek yang diteliti. Data sekunder diperoleh dengan cara mengambil dari data yang sudah ada pada kantor Kelurahan ataupun dari penelitian-penelitian yang terdahulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan nelayan terhadap pendidikan anak di Kelurahan Papusungan sebesar 60,71% dan orang tua yang menyatakan kurang paham dan memiliki kendala dalam pendidikan yaitu 39,29%. Persepsi Nelayan terhadap Pendidikan di Kelurahan Papusungan yang berdasarkan pada 3 kriteria pernyataan memiliki persepsi yang baik. Hampir semua nelayan tradisional di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung menganggap dan menyadari bahwa pendidikan penting untuk masa depan anak.   Kata kunci: anak nelayan, pendidikan, persepsi, nelayan tradisional, Papusungan
PERSEPSI NELAYAN TRADISIONAL TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Aprillisa Prisillia Lumuko; Swenekhe S. Durand; Olvie V. Kotambunan; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46172

Abstract

Abstract The purpose of this study was to observe whether the fishing community knew about the function of children's education in the Batuburan Village and to find out the fishermen's perceptions of the level of children's education in the Batuburan Village, Lembeh Selatan District, Bitung City. The method used is survey method. The population in this study were traditional fishermen in the Batuburan Village and who already had children. The data collection method that will be carried out is the sample. The data used consists of primary data and secondary data. Sampling in this study was carried out using a purposive sampling method, namely a sampling technique by determining certain criteria. The data analysis to be used in the research is descriptive quantitative and qualitative descriptive analysis. This study uses the Guttman scale and Likert scale. The Guttman scale is a scale that provides two answer choices, for example yes–no, while the Likert scale is a scale used to measure attitudes, opinions and perceptions of a person or people about social phenomena. The instrument used is in the form of choices that have a gradation from very positive to very negative, such as strongly agree, agree, undecided, disagree, and strongly disagree. Based on the results of the study it was found that fishermen's knowledge of the level of education of children in the Batuburan Village based on Guttman's scale analysis obtained results of 59.34%, while they lacked understanding and had obstacles in children's education, namely 40.66%. Fishermen's perceptions of the education level of children in Batuburan Village based on 3 dimensions, namely, the education dimension as knowledge of being a fisherman has an average of 2.75%, respondents' perceptions are stated to be quite important, while the education dimension for children's skills has an average of 3.92%, respondents' perceptions are stated to be very important and the dimension of continuation of fishing work for children is 1.73%, that is, respondents have unimportant perceptions. From the results of the dimensional average, it can be seen that the total average is 2.80% which states that the level of fishermen's parents has a fairly important perception.   Keywords: Perception, Traditional Fishermen, Batulubung   Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu mengamati apakah masyarakat nelayan mengetahui tentang fungsi pendidikan anak di Kelurahan Batulubang dan mengetahui persepsi nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung. Metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan tradisional yang ada di Kelurahan Batulubang dan sudah memiliki anak. Metode pengambilan data yang akan dilakukan adalah sampel. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pupossive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menentukan kriteria tertentu. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan skala Guttman dan skala Likert. Skala Guttman adalah skala yang menyediakan dua pilihan jawaban, misalnya ya–tidak, sedangkan skala Likert adalah skala yang digunakan dalam mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau orang tentang fenomena sosial. Instrument yang digunakan berupa pilihan yang mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif seperti sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Kelurahan Batulubang berdasarkan analisis skalah Guttman didapat hasil 59,34%, sedangkan kurang paham dan memiliki kendala dalam pendidikan anak yaitu 40,66%.  Persepsi nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Kelurahan Batulubang yang berdasarkan 3 dimensi yaitu, dimensi pendidikan sebagai pengetahuan menjadi nelayan memiliki rataan 2,75%, persepsi responden dinyatakan cukup penting, sedangkan dimensi pendidikan untuk keterampilan anak memiliki rataan 3.92%, persepsi responden dinyatakan sangat penting dan dimensi kelanjutan pekerjaan nelayan untuk anak 1,73%, yaitu responden memiliki persespi tidak penting. Dari hasil rataan dimensi, maka dapat diketahui total rataan berjumlah 2,80% yang menyatakan bahwa tingkat orang tua nelayan memiliki persepsi cukup penting.   Kata kunci: Persepsi, Nelayan Tradisional, Batulubang
MANAJEMEN USAHA PERIKANAN TANGKAP PANCING ULUR DI DESA KATIALADA KECAMATAN KWANDANG KABUPATEN GORONTALO UTARA Isnawati Mangopa; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand; Jardie A. Andaki; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46174

Abstract

Abstract Katialada Village is one of the villages in Kwandang District, North Gorontalo Regency, Gorontalo Province, which is on the north coast of Gorontalo where as many as 208 people depend on the sea for their lives. Capture fisheries are fisheries whose business base is in the form of fishing in the sea or in public waters. The aim of the Handline research is a simple fishing line. Usually it only consists of a fishing line, fishing line and sinkers and is operated by one person and the fishing line goes directly to the hand. The aim of this research is to find out the management of hand line capture fisheries business. The basic method used in this research is a case study, the data collected consists of primary data and secondary data and data analysis using qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. The results of the research are based on the analysis of hand line business in Katialada Village with an operating profit of Rp214,831,400, net profit or absolute profit from hand line business, namely Rp21,466,400. Based on the analysis results of the hand line fishing business in Katialada Village that has been carried out, it can be concluded that the hand line fishing business is feasible to run.   Keywords: company, canned fish, labour, value chain, gender   Abstrak Desa Katialada merupakan salah satu Desa di Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo yang ada di pesisir utara Gorontalo dimana sebanyak 208 jiwa menggantungkan hidupnya di lautan. Perikanan Tangkap adalah perikanan yang basis usahanya berupa penangkapan ikan di laut maupun di perairan umum. Tujuan dari penelitin Pancing Ulur (handline) yaitu pancing yang sederhana. Biasanya hanya terdiri dari pancing, tali pancing dan pemberat serta dioperasikan oleh satu orang dan tali pancing langsung ke tangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manejemen usaha perikanan tangkap pancing ulur. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder serta analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian berdasarkan analisis usaha pancing ulur di Desa Katialada dengan operating profit yaitu Rp214.831.400, net profit atau keuntungan absolut dari usaha pancing ulur yaitu Rp21.466.400. berdasarkan hasil analisis usaha pancing ulur di Desa Katialada yang telah dilakukan dapat disimpulakan bahwa usaha perikanan tangkap pancing ulur ini layak dijalankan.   Kata kunci: manajemen; pancing ulur; Desa Katialada
GENDER PADA RANTAI NILAI PRODUK PENGOLAHAN IKAN KALENG DI PT. SAMUDRA MANDIRI SENTOSA KOTA BITUNG Brigita Angelita Pangerapan; Jardie A. Andaki; Swenekhe S. Durand; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46180

Abstract

Abstract This study aims to identify and analyse gender differences in the damage to the value of canned fish processing products at PT. Samudra Mandiri Sentosa. The method used in this research is a case study approach. A case study is research that is conducted centrally on a particular case to be observed and analysed carefully to completion. Case study data were obtained by interviewing, observing and studying various documents related to the topic under study. Data collection in this study was carried out by the sampling method, while the sampling method used was purposive sampling, which was carried out by taking subjects who were not based on strata, random or region but based on research objectives. Data collection was carried out on workers at PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung Bitung City. Based on the results of the research and discussion it can be interpreted: 1) there are gender differences in each value chain of canned fish processing products at PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung Bitung City starting from reception, skinning, loinning, packing, case up and labelling at PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung City of Bitung; 2) the role of women is more (84.36%) in lighter jobs because it requires extra skill and precision and diligence from female workers, while men (15.64%) are more in heavy work and use machines.   Keywords: company; canned fish; labour; value chain; gender   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perbedaan gender pada rantai nilai produk pengolahan ikan kaleng di PT. Samudra Mandiri Sentosa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Studi kasus adalah penelitian yang dilakukan secara terfokus pada suatu kasus tertentu untuk diamati dan dianalisis secara cermat sampai tuntas. Data studi kasus diperoleh dengan wawancara, observasi dan mempelajari berbagai dokumen yang terkait dengan topik yang diteliti. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sampling, adapun pengambilan sampling menggunakan metode purposive sampling, yaitu dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan strata, random atau daerah tetapi didasarkan pada tujuan penelitian. Pengambilan data dilakukan pada pekerja di PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung Kota Bitung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) terdapat perbedaan gender pada setiap rantai nilai produk pengolahan ikan kaleng di PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung Kota Bitung mulai dari bagian receiving, skinning, loinning, packing, case up dan labeling di PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung Kota Bitung; 2) peranan perempuan lebih banyak (84,36%) pada pekerjaan yang lebih ringan karena membutuhkan keterampilan dan ketelitian ekstra serta ketekunan dari tenaga kerja perempuan, sedangkan laki-laki (15,64%) lebih pada pekerjaan yang berat dan menggunakan mesin.   Kata kunci: perusahaan; ikan kaleng; tenaga kerja; rantai nilai; gender
KELAYAKAN USAHA PUKAT PANTAI BAGI NELAYAN DI KELURAHAN TANDURUSA KECAMATAN AERTEMABAGA KOTA BITUNG Misyel Margaretha Naalinsong; Siti Suhaeni; Srie J. Sondakh; Victoria E.N. Manoppo; Nurdin Jusuf; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46263

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the feasibility of the beach seine business in Tandurusa Village. The method used in this research is survey method. The population in this study were fishermen who owned beach seine businesses in the Tandurusa sub-district, while data collection was carried out by census. The data collected are primary data and secondary data. Primary data is collected through observation and interviews guided by a list of questions. Secondary data was collected through existing data at the Kelurahan office or citing existing research journals. Data analysis used in this research is descriptive quantitative and qualitative. Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the results of the due diligence analysis of the beach seine business in Tandurusa Sub-District obtained a net profit of Rp. 847,348,750 per year, an operating profit of Rp. 870,600,000, a positive profit rate of 46.46%, profitability of 590.74% , the value of BC/R> 1 1.87 from the sale of IDR 1,824,000,000, and the catch of 4,560 buckets above the value of BEP sales of IDR 48,440,104, the BEP for units is 121.1 buckets and the payback period is 2 months 1 day. Based on all the feasibility tests that have been carried out, it can be concluded that the beach seine business in the Tandurusa Village is feasible based on several business feasibility criteria. Keywords: fishermen; beach trawlers; business feasibility; Tandurusa Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mengetahui kelayakan usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan pemilik usaha pukat pantai yang ada di kelurahan Tandurusa, sedangkan pengambilan datanya dilakukan secara sensus. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara yang dipandu dengan daftar pertanyaan. Data sekunder dikumpulkan melalui data yang sudah ada di kantor Kelurahan atau mengutip dari jurnal-jurnal penelitian terkait yang sudah ada. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil analisis uji kelayakan usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa diperoleh keuntungan bersih per tahun ialah sebesar Rp847.348.750, operating profit sebesar Rp870.600.000, nilai profit rate positif 46,46%, rentabilitas 590,74%, nilai BC/R>1 1,87 hasil penjualan Rp1.824.000.000, dan hasil tangkapan sebesar 4.560 ember di atas nilai BEP penjualan Rp48.440.104, BEP satuan 121,1 ember dan payback period 2 bulan 1 hari. Berdasarkan seluruh uji kelayakan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa ini layak dijalankan berdasarkan beberapa kriteria kelayakan usaha. Kata kunci: nelayan; pukat pantai; kelayakan usaha; Tandurusa
ANALISIS FINANSIAL USAHA FILLET IKAN DI CV. CAMAR LAUT KOTA GORONTALO PROVINSI GORONTALO Pratewo Ibrahim; Grace O. Tambani; Florence V. Longdong; Nurdin Jusuf; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46264

Abstract

Abtrack Efforts to increase value and optimize the utilization of marine catch production are by developing value-added products, both traditional and modern preparations. Fish fillets are one of the fishery product processing technologies that can provide added value. The results of this study have the goal of knowing the cost structure of fish fillet business in CV. Gorontalo Seagull and find out whether the fish fillet business is feasible or not. The basis of this research is a census, with the respondents identified as business owners who are also directors and managers. Source of data obtained through primary and secondary data. Primary data in this study were taken by means of observation and interviews guided by questionnaires conducted on respondents. The results of the research are based on the financial analysis of the fish fillet business in CV. Gorontalo Sea Gull, Gorontalo City is suitable for use because the value of the operating profit is IDR 120,750,000, the net profit or absolute profit from the fish fillet business is IDR 100,117,000, the profit rate or profit level obtained in the fish fillet business is 6%, the BCR is obtained that is equal to 1.06, the value of profitability is equal to 49%, BEP sales of IDR 276,581,769 and BEP units of 6,146 kg. Keywords: financial analysis; fish fillets; Gorontalo city Abstrak Upaya untuk meningkatkan nilai dan mengoptimalkan pemanfaatan produksi hasil tangkapan laut adalah dengan pengembangan produk bernilai tambah, baik olahan tradisional maupun modern. Fillet ikan adalah salah satu teknologi pengolahan hasil perikanan yang dapat memberi nilai tambah. Hasil penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui struktur biaya usaha fillet ikan di CV. Camar Laut Gorontalo serta mengetahui analisis finansial usaha fillet ikan apakah layak atau tidak. Dasar penelitian ini adalah sensus, dengan responden yang ditetapkan adalah pemilik usaha yang merangkap direktur dan para menejer. Sumber data diperoleh melalui data primer dan sekunder. Data primer dalam penelitian ini diambil dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuisioner yang dilakukan terhadap responden. Hasil penelitian berdasarkan analisis finansial usaha fillet ikan yang ada di CV. Camar Laut Gorontalo Kota Gorontalo layak digunakan karena nilai dari oprating profit yaitu Rp120.750.000, net profit atau keuntungan absolut dari usaha fillet ikan ialah Rp100.117.000, profit rate atau tingkat keuntungan yang didapat pada usaha fillet ikan yaitu 6%, BCR yang didapat yaitu sebesar 1,06, nilai dari rentabilitas yaitu sebesar 49%, BEP penjualan sebesar Rp276.581.769 dan BEP satuan sebesar 6.146 kg. Kata kunci; analisa finansial; fillet ikan; kota Gorontalo