cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
KONTRIBUSI PEKERJAAN SAMPINGAN NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP PEREKONOMIAN KELUARGA DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Esgit Pangidunan; Victoria E.N. Manoppo; Olvie V. Kotambunan; Srie J. Sondakh; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46458

Abstract

Abtrack The research objectives are: to analyze the extent to which fishermen's side jobs contribute to the family economy in Tateli Weru Village, Mandolang District. Benefits of Research: Adding information and knowledge about fishermen's side jobs. The basic method used in this research is survey. The population in this study were hand line fishermen in Tateli Weru Village, totaling 45 people. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and retrieval of written documents from relevant agencies. The data obtained were analyzed based on quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results showed that the large contribution of side jobs to the income of hand line fishermen, both farm laborers (38.57%), construction workers (59.63%), and motorcycle taxi drivers (88.17%), is not more than half of the total fishermen's income. The suggestion from this research is that the contribution of side jobs can be greater or equal to the main job and fishermen should also be more diligent or more focused on developing and increasing income from this side job.   Keywords: contribution, side job, fisherman, Tateli Weru   Abstrak Tujuan penelitian yaitu: untuk menganalisis sejauh mana kontribusi pekerjaan sampingan nelayan terhadap perekonomian keluarga di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang. Manfaat Penelitian: Menambah informasi dan pengetahuan tentang pekerjaan sampingan nelayan. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang berada di Desa Tateli Weru yang berjumlah 45 orang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh di analisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya kontribusi pekerjaan sampingan terhadap pendapatan nelayan pancing ulur baik buruh tani (38,57%), buruh bangunan (59,63%), dan tukang ojek (88,17%), tidak lebih dari separuh total keseluruhan pendapatan nelayan. Saran dari penelitian ini adalah agar supaya kotribusi pekerjaan sampingan bisa lebih besar atau setara dengan pekerjaan utama dan sebaiknya para nelayan juga bisa lebih rajin atau lebih fokus lagi dalam pengembangan dan peningkatan pendapatan pada pekerjaan sampingan tersebut.   Kata kunci : kontribusi, pekerjaan sampingan, nelayan, Tateli Weru
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DI PULAU MANTEHAGE DESA BANGO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Steelma V. Rantung; Ribka Dameria Pandeij; Olvie V. Kotambunan; Florence V. Longdong; Jardie A. Andaki
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.47326

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine fishermen's perceptions of children's education on Mantehage Island, Bango Village, Wori District, North Minahasa Regency. The research method used is the survey method, the population in this study is the fishing community in Bango Village who already have children. The data collection method is done by sampling, the data used are secondary data and primary data. This study used 2 scales, namely the Guttman scale and the Likert scale. Based on the results of the study it was found that fishermen's knowledge of children's education in Bango Village based on Guttman scale analysis found that the average respondent knew and understood the benefits of education as much as 73.33%, while respondents who stated they did not understand and had problems in children's education were at 26, 67%. There are 3 dimensions to see perceptions, namely the education dimension as knowledge of being a fisherman has an average score of 2.8%, which means that perception is important, while the educational dimension for children's skills has an average score of 2.9% which means it is very important, and the dimensions of fishermen's perceptions of children's education has an average score of 1.76% which means it is quite important.   Keywords: Perception, Fisherman Community, Children's Education   Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap pendidikan anak di Pulau Mantehage Desa Bango Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan di Desa Bango yang sudah memiliki anak. Metode pengambilan data dilakukan dengan pengambilan sampel, data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Penelitian ini menggunakan 2 skala yaitu skala guttman dan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan nelayan terhadap pendidikan anak di Desa Bango berdasarkan analisis skala Guttman di ketahui rata-rata responden mengetahui dan paham akan manfaat pendidikan sebanyak 73,33% sedangkan responden yang menyatakan kurang paham dan memiliki kendala dalam pendidikan anak yaitu di 26,67%. Terdapat 3 dimensi untuk melihat persepsi yaitu dimensi pendidikan sebagai pengetahuan menjadi nelayan memiliki skor rataan 2,8% yang artinya persepsinya penting, sedangkan dimensi pendidikan untuk keterampilan anak memiliki skor rataan 2,9% yang artinya sangat penting, dan dimensi persepsi nelayan terhadap pendidikan anak memiliki skor rataan 1,76% yang artinya cukup penting.   Kata kunci: Persepsi, Masyarakat Nelayan, Pendidikan Anak
PROFIL USAHA BUDIDAYA IKAN KUWE (BOBARA) MENGGUNAKAN JARING APUNG DI KELURAHAN SINDULANG I KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Octavian Rudolf Bulele; Jardie A. Andaki; Swenekhe S. Durand; Djuwita R.R. Aling; Christian R. Dien; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.44960

Abstract

Abstract The aim of this research is to determine the profile of the trevally fish (bobara) cultivation business using floating nets in Sindulang I Village, Tuminting District, Manado City. The basic method used in this research is the survey method. The data analysis used in the research is qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. Based on the results and discussion, it can be concluded: 1) the pompano fish farming business consists of 10 people, the highest level of education is Bachelor's degree and the lowest is elementary school, the highest age is 72 years and the lowest is 27 years; 2) length of running the business 1 – 15 years; 3) the investment required is an average of IDR 17,500,000, namely making cages with an average investment amount of IDR 8,500,000, boats with an average amount of IDR 5,250,000 and other costs an average of IDR 3,750,000; 4). The average income per year is IDR 52,500,000, where in 1 year there is only 1 harvest and the average sales target is to sell to markets and restaurants, with an average market price of IDR 55,000-60,000/kg. Keywords: giant travelly; profile; cultivator; cages; income Abstrak Tujuan penelitian ini mengetahui profil usaha budidaya ikan kuwe (bobara) menggunakan jaring apung di Kelurahan Sindulang I Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulan: 1) usaha budidaya ikang kuwe berjumlah 10 orang, tingkat pendidikan paling tinggi S1 dan paling rendah SD, umur yang paling tinggi 72 tahun dan paling rendah 27 tahun; 2) lama menjalankan usaha 1 – 15 tahun; 3) investasi yang perlukan rata-rata Rp17.500.000 yaitu pembuatan keramba dengan rata-rata jumlah investasi Rp8.500.000, perahun jumlah rata-rata Rp5.250.000 dan biaya lain-lain rata-rata Rp3.750.000; 4). Pendapatan rata-rata per tahun Rp52.500.000, hal mana dalam 1 tahun hanya 1 kali panen dan sasaran penjualan rata-rata dijual ke pasar dan rumah makan, dengan harga pasar rata-rata Rp55.000-60.000/kg. Kata kunci: bobara; profil; pembudidaya; karamba; pendapatan
KONTRIBUSI ISTRI NELAYAN JUBI TERHADAP EKONOMI KELUARGA DI KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Josua Amy Hamel; Florence V. Longdong; Olvie V. Kotambunan; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46615

Abstract

Abstract The purpose of this study is to determine the contribution of income and source of income from the wife of a nelayan jubi” in Batulubang Village. This type of research is descriptive with a sampling method of data collection. The respondent was the wife of a nelayan jubi” who contributed to the family. The data was taken from 16 respondents who were fishermen's wives who had side jobs other than being housewives. The sampling method chosen is purposive sampling with its limitations. Has the age of under 60 years and as a fisherman's wife has been running a business for more than 1 year and the husband's length of time as a jubi fisherman is not less than 3 years. Based on the results of the study, it can be concluded that the work of the wife of a “nelayan jubi” in Batulubang Village, South Lembeh District, Bitung City, is a business selling garden products, a business selling credit, a fish seller business, a food stall business, a beverage selling business, a housekeeper, a sound system business and a stall business. The average contribution of jubi fishermen's wife's income to the family economy is 18.81% of the total family income of Rp5,015,750 per month.  Keywords: contribution; fisherman's wife; “nelayan jubi”   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi pendapatan dan sumber pendapatan dari istri nelayan jubi di Kelurahan Batulubang. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan metode pengumpulan data secara sampling. Responden merupakan istri nelayan jubi yang memberi kontribusi terhadap keluarga. Data diambil dari 16 responden yang merupakan istri nelayan yang memiliki pekerjaan sampingan selain menjadi ibu rumah tangga. Metode sampling yang dipilih adalah purposive sampling dengan batasannya. Memiliki umur dibawah 60 tahun dan sebagai istri nelayan telah menjalankan usaha lebih dari 1 tahun dan lama suami menjadi nelayan jubi tidak kurang dari 3 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pekerjaan istri nelayan jubi di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung yaitu usaha jual hasil kebun, usaha jual pulsa, usaha penjual ikan, usaha warung makan, usaha jualan minuman, pembantu rumah tangga, usaha sound system dan usaha warung. Rata-rata kontribusi pendapatan istri nelayan jubi terhadap ekonomi keluarga sebesar 18,81% dari total pendapatan keluarga yang sebesar Rp5.015.750 per bulan. Kata Kunci: kontribusi; istri nelayan; nelayan jubi
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK PADA KELUARGA NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI DESA BORGO KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Keith Imanuel Kandey; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani; Swenekhe S. Durand; Christian R. Dien; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46633

Abstract

Abstract This study aims to determine the general condition of traditional fishermen families in Borgo Village, Tombariri Subdistrict, Minahasa Regency, and also to determine the parenting patterns of parents towards children in traditional fishermen families in Borgo Village, Tombariri Subdistrict, Minahasa Regency. The method used in this research is a case study. A case study is an exploration of a bounded system or a case or various case over time through data collection and involving various rich sources of information in a context. The population in this study was 136 traditional fishing families in Borgo Village. Data were collected using purposive sampling technique. The sample taken was 15 fishermen families (11% of the total population) who had children. Primary data collection used observation, interviews and questionnaires, while secondary data were obtained from statistical records available at government institutions in Borgo Village Office. The data analysis used was descriptive qualitative and descriptive quantitative analysis, using the Guttman scale, which is research that when you want to get a firm answer to a stated problem and is always made in the choice of "Yes or No". The results of research on Parenting of Children in Traditional Fishing Rod Families in Borgo Village, Tombariri District, Minahasa Regency, showed that the dominant form of Democratic Parenting is giving freedom to children to choose what is best for them, characterized by parents' recognition of children's abilities, listening to children's opinions, involving children in discussions, and providing opportunities for children not to always depend on their parents. The percentage of Democratic Parenting (53.33%) where parents who are responsive to children's needs, parents who are realistic about children's abilities, parents who are warm and try to guide children, parents who provide explanations about the impact of good or bad actions, and parents who involve children in decision making.  Keywords: parenting; family; fishermen; traditional   Abstrak Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui keadaan umum keluarga nelayan tradisional di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, selain itu juga untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap anak pada keluarga nelayan tradisional di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study). Studi kasus adalah sebuah eksplorasi dar suatu sistem yang terikat atau suatu kasus atau beragam kasus yang dari waktu ke waktu melalui pengumpulan data serta melibatkan berbagai sumber informasi yang kaya dalam suatu konteks. Populasi dalam penelitian ini adalah 136 keluarga nelayan tradisional yang ada di Desa Borgo. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 15 keluarga nelayan (11% dari keseluruhan populasi) yang mempunyai anak. Pengumpulan data primer menggunakan cara observasi, wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan statistik yang ada pada lembaga pemerintahan di Kantor Desa Borgo. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, menggunakan skala Guttman yaitu penelitian yang bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang dinyatakan dan selalu dibuat dalam pilihan "Ya atau Tidak". Hasil penelitian pada Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak pada Keluarga Nelayan Tradisional Pancing Ulur di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, didapatkan hasil dominan bentuk Pola Asuh Demokratis yaitu memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya, ditandai dengan pengakuan orang tua terhadap kemampuan anak, mendengarkan pendapat anak, melibatkan anak dalam diskusi, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk tidak selalu bergantung pada orang tuanya. Persentase Pola Asuh Demokratis (53,33%) dimana orang tua yang responsif terhadap kebutuhan anak, orang tua yang realistis terhadap kemampuan anak, orang tua yang bersikap hangat dan berupaya membimbing anak, orang tua yang memberikan penjelasan tentang dampak perbuatan yang baik ataupun buruk, dan orang tua yang melibatkan anak dalam pengambilan keputusan. Kata Kunci: pola asuh; keluarga; nelayan; tradisional
GENDER PADA USAHA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Christania Walukow; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung; Jeannette F. Pangemanan; Swenekhe S. Durand; Florence V. Longdong
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46999

Abstract

Abstract The purpose of this study is to find out and find differences in gender work in each wood fish processing unit starting from the receipt of raw materials to exports and knowing the division of labor or the role of women and men (gender roles) in wood fish processing activities. Case studies are the basic method used in this study with data collection techniques using the purposive sampling method which is carried out with several considerations so that the data obtained will be more precise. The sample interviewed amounted to 10% of the population determined at each processing unit. Data collection is carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents at relevant agencies. Data collection is carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents at relevant agencies. The data obtained were then analyzed with an analysis of the Harvard Model developed by the Harvard Institute for International Development based on the Women in Development (WID) efficiency approach which is the earliest gender analysis and gender planning framework. All genders are employed in appropriate portions or corridors, namely the number of women is more in productive processing activities with a percentage of 61.42% because it is considered that these activities are easy to do and reach by female workers while men in reproductive processing activities with a percentage of 80.77% because these activities require extra energy but are assisted by machines to facilitate workers. The role of men is more in jobs that require extra energy, while women play an important role in light to moderate work with the characteristics of work that requires accuracy, patience and repetitiveness.  Keywords: gender; processing; wooden fish   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menemukan perbedaan pekerjaan gender pada setiap unit pengolahan ikan kayu mulai dari penerimaan bahan baku sampai ke ekspor serta mengetahui pembagian kerja atau peran perempuan dan laki-laki (peran gender) dalam kegiatan pengolahan ikan kayu. Studi kasus merupakan metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan metode purposive sampling yang diakukan dengan beberapa pertimbangan agar data yang diperoleh akan lebih tepat. Sampel yang diwawancarai berjumlah 10% dari populasi yang ditentukan pada setiap unit pengolahan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalis dengan analisis Model Harvard yang dikembangkan oleh Harvard Institute for International Development ini didasarkan pada pendekatan efisiensi Women In Development (WID) yang merupakan kerangka analisis gender dan perencanaan gender yang paling awal. Semua gender dipekerjakan pada porsi atau koridor yang sesuai yaitu jumlah perempuan lebih banyak pada kegiatan produktif pengolahan dengan persentase 61,42% karena dianggap kegiatan tersebut mudah dilakukan dan dijangkau oleh tenaga perempuan sedangkan laki-laki pada kegiatan reproduktif pengolahan dengan persentase 80,77% karena pada kegiatan tersebut membutuhkan tenaga ekstra tetapi dibantu dengan mesin untuk mempermudah pekerjan. Peranan laki-laki lebih banyak pada pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra, sedangkan perempuan berperan penting pada pekerjaan ringan sampai sedang dengan karakteristik pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kesabaran dan berulang-ulang. Kata kunci: gender; pengolahan; ikan kayu
ANALISIS NILAI TUKAR PEKERJA PADA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Shalomika Rompis; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47000

Abstract

Abstract The purpose of this research is to describe the profile of workers in PT. Celebes Minapratama Bitung City and determines the exchange rate for workers at PT. Celebes Minapratama Bitung City. The research method used is a case study. Data collection was obtained by interviewing, observing and studying various documents related to the topic under study. Data collection will use the Porposive Sampling method, namely for workers with a total of 141 workers, namely 15 workers in the labor unit section in wood fish processing, so that data collection is as much as 10% at PT. Celebes Minapratama. Data collection is carried out through observation, observation is a process of systematic observation of human activities and physical settings where these activities take place continuously from natural activities. (Adler, 1991). To calculate the exchange rate of these workers, an analysis of the NTP will be carried out. There are two models, namely according to Sugiarto (2009) NTP = Yt/Et, Yt = YFt + YNFt, Et = EFt + Ekt and according to Basuki, et al (2001) NTP can be shown in the index INTP worker exchange rate = IYt/IEt x 100%. Family income of wooden fish processing workers at PT. Celebes Minapratama in October 2022 to November 2022 processing Rp. 3,367,467 (100%) and non-fish processing Rp. 673,333 (100%), while the expenses of working families in processing wooden fish are Rp. 1,250,000 (100%) and household expenses of Rp. 1,257,867 (100%). The exchange rate of workers in total income and fish processing income is 1.61% and 2.69%, meaning that workers are able to meet subsistence needs and the cost of processing wooden fish.  Keywords: fish processing; NTP; INTP   Abstrak Tujuan dari penelitian ini, yaitu menggambarkan profil pekerja yang ada di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung dan menentukan nilai tukar pekerja yang ada di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data diperoleh dengan wawancara, observasi dan mempelajari berbagai dokumen yang terkait dengan topik yang diteliti. Pengambilan data akan menggunakan metode Porposive Sampling, yaitu pada pekerja dengan jumlah 141 pekerja yaitu 15 pekerja pada bagian unit tenaga kerja di pengolahan ikan kayu, sehingga pengambilan data sebanyak 10% di PT. Celebes Minapratama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, observasi adalah proses pengamatan sistematis dari aktivitas manusia dan pengaturan fisik dimana kegiatan tersebut berlangsung secara terus menerus dari aktivitas yang bersifat alami. (Adler, 1991). Untuk menghitung nilai tukar pekerja ini maka akan dilakukan analisis NTP ada dua model yaitu menurut Sugiarto (2009) NTP = Yt/Et, Yt = YFt + YNFt, Et = EFt + Ekt dan menurut Basuki, dkk (2001) NTP dapat ditunjukkan dalam indeks nilai tukar pekerja INTP=IYt/IEt x 100%. Pendapatan keluarga pekerja pengolahan ikan kayu di PT. Celebes Minapratama pada bulan Oktober 2022 sampai November 2022 pengolahan ikan sebanyak Rp. 3.367.467 (100%) dan non pengolahan ikan sebesar Rp. 673.333 (100%), sedangkan pengeluaran keluarga pekerja pada pengolahan ikan kayu Rp. 1.250.000 (100%) dan biaya rumah tangga sebanyak Rp. 1.257.867 (100%). Nilai tukar pekerja pada total pendapatan dan pendapatan pengolahan ikan sebesar 1,61% dan 2,69% artinya pekerja mampu memenuhi kebutuhan subsisten dan biaya pengolahan ikan kayu. Kata Kunci: pengolahan ikan; NTP; INTP
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN IKAN CAKALANG ASAP DI KELURAHAN GIRIAN ATAS KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG Glen Silaban; Nurdin Jusuf; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Siti Suhaeni; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47001

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the general condition of the smoked skipjack tuna business and to determine the feasibility of the smoked skipjack tuna business in Upper Girian Village, Girian District, Bitung City. The basic method in this study is a case study approach obtained from all parties concerned with data collection techniques using the census method with a population of 10 respondents as owners of smoked skipjack tuna businesses. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data were obtained through site surveys, interviews and filling out questionnaires and secondary data were obtained from data in companies or journals and other literature to support this research. Then the data obtained in the analysis using business feasibility analysis such as operating profit, net profit, profit rate, benefit cost ratio, rentabilitas, break even point dan payback period. Based on the analysis carried out, it can be concluded that the smoked skipjack tuna business in Girian Atas Village is feasible to run,  because it gets a net profit per year of Rp266,286,000 with an Operating Profit (OP) value of Rp269,224,000, a positive Profit Rate (PR) value of 50.1%, a BCR >1 value of 1.5. The rentability value is >100% which is 3341%, the BEP value is Rp8,641,176.47 and the breakeven point per year is 19,920 clasps and the Payback Period is 0.36 months or 11 days with sales proceeds of Rp697,800,000.  Keywords: feasibility; business; smoked skipjack fish   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan umum usaha ikan cakalang asap dan untuk mengetahui kelayakan usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung. Metode dasar dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus yang diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode sensus dengan populasi adalah 10 orang responden sebagai pemilik usaha ikan cakalang asap. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui survei lokasi, wawancara dan pengisian kuesioner dan data sekunder diperoleh dari data yang ada di perusahaan atau jurnal dan literatur lain untuk menunjang penelitian ini. Kemudian data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan analisis kelayakan usaha seperti operating profit, net profit, profit rate, benefit cost ratio, rentabilitas, break even point dan payback period. Berdasarkan analisis yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas layak untuk dijalankan, karena mendapatkan keuntungan bersih pertahun sebesar Rp266.286.000 dengan nilai Operating Profit (OP) adalah Rp269.224.000, nilai Profit Rate (PR) positif yaitu 50,1 %, nilai BCR >1 yaitu 1,5. Nilai rentabilitas >100% yaitu 3341% , nilai BEP sebesar Rp8.641.176,47 dan titik impas per tahun adalah 19,920 jepit dan Payback Period yaitu 0,36 bulan atau 11 hari dengan hasil penjualan sebesar Rp697.800.000. Kata kunci: kelayakan; usaha; ikan cakalang asap
KONTRIBUSI PENDAPATAN ALAT TANGKAP PANAH IKAN (JUBI) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI PULAU MANTEHAGE DESA TINONGKO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA Amelia Atmi Lussy; Steelma V. Rantung; Nurdin Jusuf; Siti Suhaeni; Florence V. Longdong; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47104

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the amount of income using arrow fishing gear, the amount and other sources of income for fishing households and to find out how much the income of arrow fishing gear contributes to the household income of arrow fishing gear fishermen on Mantehage Island, Tinongko Village. used in this study is the survey method. The population in this study were fishermen who used fish arrow fishing gear and had 17 families in Tinongko Village. Methods of data collection using the census method. The data collected are primary data and secondary data. Primary data collection was carried out by means of interviews guided by questionnaires and observation. Secondary data collection by citing existing data from related agencies or previous research. Based on the research results, it is known that the income of fishermen using arrow fishing gear in Tinongko Village is IDR 18,818,138 per year. The household income of fishermen using other fishing gear is Rp4,800,000, and another household income is Rp10,035,294, so that the total income of fishing households is Rp33,653,432. The income contribution of fishermen using fish arrow fishing gear to family income is 55.54%. Keywords: contribution; arrow fish fishermen; Mantehage Island   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah pendapatan menggunakan alat tangkap panah ikan, berapa jumlah dan sumber pendapatan lain rumah tangga nelayan serta mengetahui berapa besar besar kontribusi pendapatan alat tangkap panah ikan terhadap pendapatan rumah tangga nelayan alat tangkap panah ikan di Pulau Mantehage Desa Tinongko.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang menggunakan alat tangkap panah ikan dan sudah berkeluarga yang ada di Desa Tinongko berjumlah 17 orang. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Pengumpulan data sekunder dengan cara mengutip data yang sudah ada dari instansi terkait ataupun penelitian yang terdahulu. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pendapatan nelayan menggunakan alat tangkap panah ikan di Desa Tinongko ialah Rp18.818.138 per tahun. Pendapatan rumah tangga nelayan menggunakan alat tangkap lain ialah Rp4.800.000, dan pendapatan rumah tangga lainnya ialah Rp10.035.294, sehingga total pendapatan rumah tangga nelayan ialah Rp33.653.432. Kontribusi pendapatan nelayan dengan menggunakan alat tangkap panah ikan terhadap pendapatan keluarga ialah 55,54%. Nilai tersebut sedikit lebih besar dibandingkan dengan pendapatan dari pekerjaan lainnya yaitu sebesar 44,46% sehingga dapat disimpulkan bahwa beberapa dari kebutuhan hidup keluarga nelayan ditopang dengan penghasilan dari alat tangkap panah ikan. Kata Kunci: kontribusi; nelayan panah ikan; Pulau Mantehage
KEADAAN SOSIAL-EKONOMI NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI DESA GANGGA II KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Esha Pinkan Manurapon; Djuwita R.R. Aling; Siti Suhaeni; Swenekhe S. Durand; Nurdin Jusuf; Victoria E.N. Manoppo
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47272

Abstract

Abstract The aim of the research is to find out the social condition of traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. Knowing the economic condition of traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. This research will be carried out in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The research time is planned for five (5) months starting from November 2022 to March 2023. The basic method used in this research is a case study. The respondents were 20 traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency which were obtained through a purposive sampling method. The data will then be analyzed using qualitative analysis and quantitative analysis methods. Based on the results of the study it was found that the social condition of hand line fishermen in Gangga II Village was seen in terms of age, all respondents were at a productive age. The education of fishermen for the majority of respondents only graduated from elementary school, although there was one person who graduated from PT. Most of the dependents of the respondent's family are those who have a family of 3 dependents, which is as much as 50%. The economic condition of fishermen as seen from expenditures for investment costs Rp. 6,351,250 with an average expenditure for fixed costs of Rp. 1,411,250 and variable costs used for fishing operations amounting to Rp. 16,993,800. The average net income per year is IDR 31,518,700, so if the average net income per month is IDR. 2,626,000. Keywords: social economy; hand line; Gangga II   Abstrak Tujuan penelitian ialah mengetahui keadaan sosial nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Mengetahui keadaan ekonomi nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Waktu penelitian direncanakan lima (5) bulan di mulai dari bulan November 2022 sampai dengan bulan Maret 2023. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Adapun yang menjadi responden adalah 20 orang nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Data kemudian akan dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keadaan sosial nelayan pancing ulur di Desa Gangga II dilihat dari segi usia, semua responden berada pada umur yang produktif. Pendidikan nelayan responden mayoritas hanya lulus SD walaupun ada satu orang yang lulusan PT. Tanggungan keluarga responden yang banyak adalah mereka yang mempunyai tanggungan keluarga 3 orang yaitu sebanyak 50%. Keadaan ekonomi nelayan yang dilihat dari pengeluaran untuk biaya investasi Rp.6.351.250 dengan rata-rata pengeluaran untuk biaya tetap adalah Rp.1.411.250 dan biaya tidak tetap yang digunakan untuk operasional penangkapan ikan adalah sebesar Rp. 16.993.800. Pendapatan bersih rata-rata per tahun adalah Rp.31.518.700, sehingga kalau di rata-ratakan pendapatan bersih per bulan adalah Rp. 2.626.000. Kata kunci: sosial ekonomi; pancing ulur; Gangga II