cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Pergeseran Pola Pikir Masyarakat Etnis Toulour dalam Aktivitas Siklus Batifar Rotty, Troutje A; Pandean, Mariam L.M; Humena, Stefanie
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57340

Abstract

Abstract This article focuses it’s attention on the shift in people's mindset for an activity of tapping sugar palm sap which the Minahasa people, including Toulour ethnic group, know as batifar. Batifar process is divided into (1) prebatifar stage which includes searching, cleaning, determining, applying and preparing stage; (2) batifar stage which is tapping stage itself; and (3) post-batifar stage which is the stage of thanksgiving. Initially, the cycle was carried out consistently by the local community, completed with various rituals and expressions in Toulour language, but as time went by, the cycle experienced reduction and material substitution. This problem indicates a change or shift in society's mindset. In order to answer these assumptions, this research apply a qualitative method based on field studies which utilizes abilities and intelligence of researcher as instrument to observe, study, and analyze research objects in natural setting. The research results show that reduction in batifar cycle changes batifar process to just searching, cleaning, preparing and tapping stages; an well as eliminating ritual element in each stage. Meanwhile, substitution occurs because bamboo material is replaced with plastic material. This reduction and substitution occurred because there was advanced understanding about the environment, a fast-paced work culture, adequate facilities, and strengthening of modern belief which replaced tradition that was not in accordance with modern religious dogma. Keywords: Mindset Shift; batifar cycle; reduction and substitution; tradition; Toulour ethnic Abstrak Artikel ini menitikberatkan perhatian pada pergeseran pola pikir masyarakat dalam aktivitas penyadapan air nira pohon Aren yang oleh masyarakat Minahasa termasuk di dalamnya etnis Toulour dikenal dengan istilah batifar. Proses batifar memiliki siklus yang terbagi atas (1) tahap prabatifar yang meliputi tahap pencarian, pembersihan, penentuan, permohonan, dan persiapan; (2) tahap batifar yang merupakan tahap penyadapan itu sendiri; dan (3) tahap pascabatifar yang merupakan tahap pelaksanaan syukuran. Mulanya, siklus tersebut dilaksanakan secara konsisten oleh masyarakat setempat lengkap dengan berbagai ritual serta ungkapan dalam bahasa Toulour, namun seiring berjalannya waktu, siklus tersebut mengalami reduksi dan subtitusi materi. Masalah tersebut mengindikasikan adanya perubahan atau pergeseran pola pikir masyarakat. Demi menjawab asumsi tersebut, penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif berbasis studi lapangan yang mengandalkan kemampuan serta kepekaan peneliti sebagai instrumen untuk mengamati, mempelajari, serta menganalisis objek penelitian pada latar yang alamiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduksi pada siklus batifar menyederhanakan proses batifar ke dalam tahap pencarian, pembersihan, persiapan, dan penyadapan saja; serta penghilangan unsur ritual yang ada masing-masing tahapannya. Sementara itu, subtitusi terjadi karena terdapat penggantian material bambu dengan bahan plastik. Reduksi dan subtitusi tersebut terjadi karena terdapat literasi pengetahuan baru mengenai lingkungan, kultur kerja yang serba cepat, fasilitas yang memadai, serta menguatnya kepercayaan modern yang menggantikan tradisi yang tidak sesuai dengan dogma agama modern. Kata kunci: pergeseran pola pikir; siklus batifar; reduksi dan subtitusi; tradisi; etnis Toulour
Gender pada Usaha Pengolahan Ikan di PT. Jaya Bitung Mandiri di Kelurahan Aertembaga Satu Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Walukow, Gabryela M.; Pangemanan, Jeannette F.; Aling, Djuwita R.R.; Andaki, Jardie A.; Durand, Swenekhe S.; Rantung, Steelma V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57422

Abstract

Abstract Economic fisheries development is an activity that utilizes natural resources which is directed towards the main targets of meeting food needs, increasing employment opportunities, increasing foreign exchange earnings, and maintaining a sustainable business and environment. The development of the fisheries and marine sector as part of national development aims to ensure that every fisheries and marine activity can be carried out by the Indonesian people, both production activities and marketing processing. Gender is the characteristics and behavior attributed to men and women which are formed socially and culturally. Gender can be defined as a situation where individuals who are born biologically as male and female then acquire social characteristics as male and female through the attributes of masculinity and femininity which are often supported by values or systems and symbols in the society concerned. The basic method used in this research is the data collection technique using a purposive sampling method which is carried out with several considerations so that the data obtained will be more precise. The sample interviewed consisted of 22 employees from the population determined at each processing unit. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents at PT. Jaya Bitung Mandiri. The analysis used is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded: 1) there are gender differences in each fish processing business at PT. Jaya Bitung Mandiri Bitung City starting from the sorting, processing, tally, cold storage section; 2) reproductive activities in the processing business between men and women at PT. Jaya Bitung Mandiri has the same percentage of 50% of each task and responsibility according to existing abilities and skills.  Keywords : gender; fish processing business; fish factory workers   Abstrak Ekonomi pembangunan perikanan adalah kegiatan pemanfaatan sumberdaya alam yang diarahkan dengan sasaran utama pencukupan kebutuhan pangan, peningkatan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan devisa, dan pemeliharaan usaha serta lingkungan yang lestari. Pembangunan sektor perikanan dan kelautan sebagai bagian dari pembangunan nasional bertujuan untuk mengusahakan agar setiap kegiatan perikanan dan kelautan dapat dilakukan oleh bangsa Indonesia baik kegiatan produksi, pengolahan maupun pemasaran. Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya. Gender dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana individu yang lahir secara biologis sebagai laki–laki dan perempuan yang kemudian memperoleh pencirian sosial sebagai laki-laki dan perempuan melalui atribut – atribut maskulinitas dan feminitas yang sering didukung oleh nilai-nilai atau sistem dan simbol di masyarakat yang bersangkutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan dengan beberapa pertimbangan agar data yang diperoleh akan lebih tepat. Sampel yang di wawancarai berjumlah 22 karyawan dari populasi yang ditentukan pada setiap unit pengolahan. Pengumpulan data dilakukan melalui obeservasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada PT. Jaya Bitung Mandiri. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil   penelitian   dan   pembahasan   dapat   disimpulkan: 1) terdapat perbedaan gender pada setiap usaha pengolahan ikan di PT. Jaya Bitung Mandiri Kota Bitung mulai dari bagian sortir, processing, tally, cold storage; 2) kegiatan reproduktif usaha pengolahan antara laki-laki dan perempuan di PT. Jaya Bitung Mandiri memiliki Persentase yang sama 50% dari tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang ada. Kata Kunci : gender; usaha pengolahan ikan; pekerja pabrik ikan
Nilai Tukar Nelayan Usaha Pancing Tonda di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Zebua, Angel S.G.; Durand, Swenekhe S.; Andaki, Jardie A.; Manoppo, Victoria E.N.; Pangemanan, Jeannette F.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57423

Abstract

Abstract The objectives of the study are: 1) to describe the profile of fishermen in the trolling fishing business and 2) to determine the Fishermen's Exchange Rate from the trolling fishing business in Jiko Village, Motongkad District. This research was conducted in Jiko Village, Motongkad District, East Bolaang Mongondow Regency in November 2023 until the report was completed. The basic method used in this study is the survey method. The survey research method is a method where data collection can use questionnaires and interviews obtained from data in the form of people, which from this data will be able to represent a certain population according to the interests of the study. The population in this study were all fishermen who were married in Jiko Village totaling 10 people. Data collection was carried out by census, namely research that takes data as a whole from a population. The data obtained in this study will be analyzed using qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. Qualitative descriptive analysis is a method of analyzing or processing data by systematically arranging it in the form of sentences/words, categories regarding a subject. Quantitative descriptive analysis is a method of data processing carried out by systematically compiling in the form of numbers or percentages, regarding an object being studied, so that general conclusions are obtained. The calculation of NTN is carried out using the formula NTN = Yt / Et. Based on the results and discussion of this study, it can be concluded: 1) the total income of fishermen's businesses with trolling fishing gear can cover the subsistence needs (basic needs) of fishermen's families, with an NTN of 1.34, while fishermen's income can cover the costs of fishermen's businesses with trolling fishing gear with an NTN of 3.85; and 2) observations and calculations in October and November 2023 did not experience an increase or decrease in NTN, with an NTN index value (iNTN) of 100. Keywords: fishermen; trolling fishing; income; NTN Abstrak Tujuan penelitian yaitu : 1) menggambarkan profil nelayan pada usaha pancing tonda dan 2) menentukan Nilai Tukar Nelayan dari usaha pancing tonda yang ada di Desa Jiko Kecamatan Motongkad. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jiko, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur pada bulan November 2023 sampai pada selesai penyusunan laporan. Metode dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Metode penelitian survei adalah suatu metode dimana dalam pengumpulan datanya bisa menggunakan kuesioner dan wawancara yang didapat dari data berupa orang, yang mana dari data tersebut akan dapat mewakili suatu populasi tertentu sesuai dengan kepentingan penelitian. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua nelayan yang sudah berkeluarga di Desa Jiko berjumlah 10 orang. Pengambilan data dilakukan secara sensus yaitu penelitian yang mengambil data secara keseluruhan dari suatu populasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis depkriptif kualitatif yaitu suatu cara analisis atau pengolahan data dengan jalan menyusun secara sistematis dalam bentuk kalimat/kata-kata, kategori-kategori mengenai suatu subjek. Analisis deskriptif kuantitatif adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan menyusun secara sistematis dalam bentuk angka-angka atau persentase, mengenai suatu objek yang diteliti, sehingga diperoleh kesimpulan umum. Perhitungan NTN dilakukan dengan rumus NTN = Yt/Et. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan : 1) pendapatan total usaha nelayan dengan alat tangkap tonda dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, dengan NTN sebesar 1,34, sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan dengan alat tangkap tonda dengan NTN sebesar 3,85; dan 2) pengamatan dan perhitungan pada bulan Oktober dan November 2023 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100. Kata kunci: nelayan; pancing tonda; pendapatan; NTN
Analisis Finansial Usaha Alat Tangkap Soma Pajeko di Desa Likupang Kampung Ambong Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Mangaluk, Anastasya S.; Tambani, Grace O.; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57424

Abstract

Abstrak Perikanan dan Kelautan di Indonesia merupakan salah satu sektor yang menunjang peningkatan ekonomi Nasional. Sumberdaya perikanan yang sangat melimpah merupakan keuntungan yang dimiliki negara sehingga perlu dilakukan upaya untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan. Upaya tersebut melibatkan banyak pihak yang selanjutnya terlibat dalam pembangunan perikanan Nasional. Alat tangkap yang tepat digunakan nelayan adalah alat tangkap yang dianggap berhasil memberikan kemampuan kerja yang baik ketika dioperasikan sehingga dapat mendukung pemenuhan keberlanjutan perikanan. Soma pajeko (purse seine) dalam bahasa daerah di Sulawesi Utara yaitu salah satu alat tangkap yang aktif dan sering digunakan masyarakat tradisional yang tinggal di pesisir pantai, jenis ikan yang di tangkap sangat bervariasi seperti ikan kembung (rastrelliger), tongkol (euthynnus affinis), cakalang (katsuwonus pelamis), lemuru (sardinella lemuru) dan lain sebagainya. Soma pajeko biasa dioperasikan di berbagai daerah perairan laut Indonesia, selain itu soma pajeko juga adalah nama lokal dari daerah Sulawesi utara, Gorontalo, Maluku Utara dan sekitarnya. Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui perkiraan dalam hal pendanaan dan aliran kas, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Usaha alat tangkap soma pajeko yang ada di Desa Likupang Kampung Ambong yang akan dianalisis adalah Operating profit, Net profit, Profit rate, Benefit cost ratio, Rentabilitas, dan Break even point. Hasil penelitian menyatakan bahwa Operating profit sebesar Rp. 1.402.800.000, Net profit sebesar Rp. 1.278.577.500, Profit rate 2,31% artinya usaha yang dijalankan cukup menguntungkan. Nilai Benefit cost ratio 3,31 yang artinya usaha ini layak untuk dijalankan karena nilai BCR >1. Nilai dari rentabilitas 99,72%, dan nilai penjualan BEP adalah Rp.47.591.616. Kata Kunci : Analisis Finansial, Soma Pajeko, Desa Likupang   Abstract Fisheries and Maritime Affairs in Indonesia is one of the sectors that supports the improvement of the national economy. The abundance of fishery resources is an advantage that the country has, so efforts need to be made to utilize fishery resources. This effort involves many parties who are then involved in fisheries development National. The appropriate fishing gear used by fishermen is fishing gear that is considered successful in providing good working capabilities when operated so that it can support the fulfillment of fisheries sustainability. Soma pajeko (purse seine) in the regional language of North Sulawesi is an active fishing tool and is often used by traditional communities living on the coast. The types of fish caught vary greatly, such as mackerel (rastrelliger), tuna (euthynnus affinis), skipjack tuna (katsuwonus pelamis), lemuru (sardinella lemuru) and so on. Soma pajeko is usually operated in various areas of Indonesian sea waters, apart from that, soma pajeko is also the local name for the areas of North Sulawesi, Gorontalo, North Maluku and surrounding areas. Financial analysis aims to find out estimates in terms of funding and cash flow, so that it can be seen whether the business being run is feasible or not. The soma pajeko fishing gear business in Likupang Village, Kampung Ambong that will be analyzed is Operating profit, Net profit, Profit rate, Benefit cost ratio, Profitability, and Break even point. The research results stated that the operating profit was IDR. 1,402.800.000, Net profit of Rp. 1,278.577.500, Profit rate 2,31%, meaning the business being run is quite profitable. The benefit cost ratio value is 3,31, which means this business is feasible to run because the BCR value is >1. The value of profitability is 99,72%, and the BEP sales value is IDR 47.591.616. Keywords: Financial Analysis, Soma Pajeko, Likupang Village
Kontribusi Perempuan Petibo terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Sundah, Renaldy B.; Longdong, Florence V.; Andaki, Jardie A.; Sondakh, Srie J.; Durand, Swenekhe S.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57425

Abstract

Abstract Indonesia is climatologically and geographically a potential region with a variety of abundant natural resources. Climatologically, Indonesia has a tropical climate with 17,504 islands with a land area of ​​1,922,570 km2 and a water area of ​​3,257,483 km2. Indonesia has very large and diverse marine and fisheries potential, both renewable and non-renewable, in the form of regional potential, natural resources, and marine services. Jiko Village is one of the villages in Motongkad District, East Bolaang Mongondow Regency which is located on the coast. In general, most of the residents of Jiko Village work as fishermen. Many women who are housewives also contribute to their livelihoods by selling fish or commonly called petibo, and opening stalls. Petibo refers to commercial businesses related to fish, ranging from local traders to large-scale businesses in the fish supply chain. This region utilizes fisheries potential as its main source of income. The data analysis used in this study is qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative data will be explained descriptively qualitatively such as the condition of the respondent's family and quantitative data will be explained descriptively quantitatively regarding how much income petibo women have and their contribution to family income. Based on the results of the study, it can be concluded as follows: 1) the average income of petibo women in Jiko Village, Motongkad District, East Bolaang Mongondow Regency is Rp25,913,333 per year; and 2) the contribution of petibo women's income to family income in Jiko Village, Motongkad District, East Bolaang Mongondow Regency is 38.34%.  Keywords: women, petibo, income, contribution   Abstrak Indonesia secara klimatologis dan geografis merupakan wilayah potensial dengan berbagai macam kekayaan sumber daya alam yang berlimpah. Secara klimatologis, Indonesia memiliki iklim tropis dengan jumlah pulau 17.504 dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar dan beragam, baik yang dapat diperbaharui maupun tidak dapat diperbaharui, berupa potensi wilayah, SDA, dan jasa-jasa kelautan. Desa Jiko merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang terletak di pesisir pantai. Pada umumnya sebagian penduduk Desa Jiko bermata pencaharian sebagai nelayan. Banyaknya para perempuan yang sebagai ibu rumah tangga juga berkontribusi dalam pencaharian berupa menjual ikan atau biasa disebut dengan petibo, dan membuka warung. Petibo merujuk pada bisnis komersial yang terkait dengan ikan, mulai dari pedagang lokal hingga bisnis skala besar dalam rantai pasokan ikan. Wilayah ini memanfaatkan potensi perikanan sebagai sumber utama penghasilan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif akan dijelaskan secara deskriptif kualitatif seperti kondisi keluarga responden dan data kuantitatif akan dijelaskan secara deskriptif kuantitatif terkait berapa besar pendapatan perempuan petibo dan kontribusinya dalam pendapatan keluarga.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) pendapatan rata-rata perempuan petibo di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebesar Rp25.913.333 per tahun; dan 2) kontribusi pendapatan perempuan petibo terhadap pendapatan keluarga di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebesar 38,34%. Kata kunci: perempuan; petibo; pendapatan; kontribusi
Kajian Sosial Ekonomi Pelaku Usaha Perikanan Suntung (Loligo Sp) di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Takahipe, Teofianus A.; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.; Dien, Christian R.; Andaki, Jardie A.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57426

Abstract

Abstract The purpose of this study is to determine the activities and socio-economic conditions of squid fishermen in Makawidey Village, Aertembaga District, Bitung City. The method used in this study is a survey. A survey is a means of collecting data from sources or research informants by conducting observations and interviews to collect data and research materials. The data collected are primary and secondary data. The results show that the social conditions of squid fishermen include: the age of fishermen in Makawidey Regency is in productive age, fishermen's education is in elementary school with a percentage of 50,000, the condition of the fishermen's house already has a semi-permanent house with a percentage of 100%, the number of family dependents is 1-2 people with the highest percentage of 66.67, the length of time as a fisherman has been more than 30 years with the highest percentage of 50.00%. The economic conditions of squid fishermen are: initial capital of IDR 500,000-IDR 1,000,000 with a percentage of 50.00%, and fishermen's income with an average of IDR 51,840,000 per year, and fishermen's expenditure with an average of IDR 13,566,667 per year. Keywords: socio-economic conditions; squid; Makawidey Abstrak Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui aktivitas dan kondisi sosial ekonomi nelayan cumi-cumi di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Survei adalah sarana mengumpulkan data dari narasumber atau informan penelitian dengan melakukan pengamatan dan wawancara untuk mengumpulkan data dan bahan penelitian.Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder Hasil menunjukkan bahwa kondisi sosial nelayan cumi-cumi meliputi: umur nelayan di kabupaten Makawidey berada di usia produktif, pendidikan nelayan pada sekolah dasar dengan presentase 50,000, keadaan rumah nelayan sudah memiliki rumah yang semi permanen dengan presentase 100%, jumlah tanggungan keluarga sebanyak 1-2 orang dengan presentase terbanyak 66,67, lamanya menjadi nelayaan sudah lebih dari 30 tahun dengan presentase terbanyak 50,00%. Kondisi konomi nelayan cumi-cumi yaitu : modal awal Rp500.000- Rp1.000.000 dengan presentase 50,00%, dan pendapatan nelayan dengan rata- rata per tahunnya Rp51.840.000, dan pengeluaran nelayan dengan rata-rata per tahunnya Rp13.566.667. Kata Kunci : Kondisi sosial ekonomi; cumi-cumi; Makawidey
Kontribusi Usaha ”Dive Into Lembeh” terhadap Pendapatan Masyarakat di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Heriyanto, Marcella F.P.; Suhaeni, Siti; Andaki, Jardie A.; Durand, Swenekhe S.; Rantung, Steelma V.; Dien, Christian R.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57427

Abstract

Abstract Dive Into Lembeh Resort is one of the resorts in Kasawari Village, Aertembaga District, Bitung City. The distance from the center of Manado City is around 2 hours. Kasawari Village is known for its potential marine beauty as a tourist object and attraction. Located in a coastal area, Kasawari Village has great potential for developing tourism businesses. Tourism businesses such as resorts, lodging, water sports (diving) can be found in Kasawari Village. This resort is located on the edge of the beach making it a special attraction for visitors who will stay here. The beauty of the beach, diving spots and various other facilities can be enjoyed by visitors at this resort. The existence of this resort provides job opportunities for the surrounding community. Employees are dominated by the Kasawari Village community. This is what interests researchers to find out whether Dive Into Lembeh Resort can contribute to both labor absorption and community income. The purpose of this study is to determine the contribution of Dive Into Lembeh Resort to labor absorption and to find out how much it contributes to community income. The basic research method used is a survey. The data collected are primary data and secondary data. Primary data is taken from respondents, namely employees of Dive Into Lembeh Resort who are members of the Kasawari Village community and secondary data is generally in the form of evidence, records or historical reports that have been compiled in the Dive Into Lembeh Resort archives. Primary data collection is carried out by observation, interviews and filling out questionnaires. Based on the results of the study, it can be seen that the contribution of Dive Into Lembeh Resort to workforce absorption is 48%, meaning that 48% of the workforce working at Dive Into Lembeh Resort comes from the Kasawari Village community. Contribution to total community income is 84.4%, meaning that 84.4% of the total respondent income comes from Dive Into Lembeh Resort, the remaining 15.6% comes from outside Dive Into Lembeh Resort. Keywords: absorption; workforce; income; contribution; resort Abstrak Dive Into Lembeh Resort merupakan salah satu resort yang ada di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Jarak tempuh dari pusat Kota Manado berkisar 2 jam. Kelurahan Kasawari dikenal karena potensi keindahan bahari sebagai objek dan daya tarik wisata. Terletak di daerah pesisir, membuat Kelurahan Kasawari memiliki potensi yang besar untuk pengembangan usaha pariwisata. Usaha wisata seperti resort, penginapan, olaraga air (diving) bisa dijumpai di Kelurahan Kasawari. Resort ini terletak di pinggiran pantai menjadikan daya tarik tersendiri untuk pengunjung yang akan menginap di tempat ini. Keindahan pantai, diving spot dan berbagai fasilitas lainnya bisa dinikmati oleh pengunjung di resort ini. Keberadaaan resort ini memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Pegawai didominasi oleh masyarakat Kelurahan Kasawari. Hal inilah yang menarik minat peneliti untuk mengetahui apakah Dive Into Lembeh Resort dapat memberikan kontribusi baik terhadap penyerapatan tenaga kerja ataupun pendapatan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kontribusi Dive Into Lembeh Resort terhadap penyerapan tenaga kerja dan mengetahui berapa besar kontribusi terhadap pendapatan masyarakat. Metode dasar penelitan yang digunakan adalah survei. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari responden yaitu karyawan Dive Into Lembeh Resort yang merupakan masyarakat Kelurahan Kasawari dan data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip Dive Into Lembeh Resort. Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi, wawancara dan pengisian kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kontribusi Dive Into Lembeh Resort terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 48%, artinya 48% tenaga kerja yang bekerja di Dive Into Lembeh Resort berasal dari masyarakat Kelurahan Kasawari. Kontribusi terhadap total pendapatan masyarakat sebesar 84,4%, atinya bahwa 84,4% dari total pendapatan responden berasal dari Dive Into Lembeh Resort, sisanya yang 15,6% berasal dari luar Dive Into Lembeh Resort. Kata Kunci: penyerapan; tenaga kerja; pendapatan; kontribusi; resort
Taraf Hidup Keluarga Nelayan Soma Pajeko di Desa Likupang Kampung Ambong Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Makadada, Gabriela E.A.; Tambani, Grace O.; Durand, Swenekhe S.; Pangemanan, Jeannette F.; Andaki, Jardie A.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57699

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the amount and source of income of ABK Soma Pajeko families, and to determine the amount and type of family expenditure, and to determine the standard of living of ABK Soma Pajeko families in Likupang Village, Ambong Village. The method used in this study is the survey method. The population in this study were ABK Soma Pajeko who were married in Likupang Village, Ambong Village, totaling 11 people. The data collection method used the purposive purposive sampling method, the purposive sampling technique was used because of certain considerations. The data collected were primary data and secondary data. Primary data collection was carried out by means of interviews guided by questionnaires and observations. Secondary data collection was by citing existing data from related agencies or previous research. Data analysis used in this study was qualitative and quantitative descriptive analysis. The purpose of this study was achieved by analyzing household income calculations, analyzing ABK household expenditures and standard of living analyzed using the Engel Index. Based on the research results, it can be concluded that the average income of ABK Soma Pajeko families in Likupang Village, Ambongang Village is IDR 29,205,454 per year, sourced from their main job as ABK Soma Pajeko and side jobs. ABK Soma Pajeko family expenditure consists of total food expenditure plus total non-food expenditure. Food expenditure is IDR 16,512,272, and non-food expenditure is IDR 12,693,182, so that the total family expenditure is IDR 29,205,454 per year. The Engel Index analysis obtained was 56.5%, which means that 56.5% of the total income of ABK Soma Pajeko families in Likupang Village, Ambongang Village is used to meet food needs only. This means that the level of welfare of ABK Soma Pajeko in Likupang Village, Ambongang Village is still relatively low. Keywords: Standard of Living, ABK, Likupang Village, Ambong Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan sumber pendapatan keluarga ABK Soma Pajeko, dan untuk mengetahui jumlah dan jenis pengeluaran keluarga, serta untuk mengetahui taraf hidup keluarga ABK Soma Pajeko di Desa Likupang Kampung Ambong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Populasi dalam penelitian ini ialah ABK Soma Pajeko yang sudah berkeluarga yang ada di Desa Likupang Kampung Ambong yang berjumlah 11 orang. Metode pengambilan data menggunakan metode purposive purposive sampling, teknik purposive sampling digunakan karena adanya pertimbangan tertentu. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan mengutip data yang sudah ada dari instansi terkait ataupun penelitian yang terdahulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Tujuan penelitian ini dicapai dengan analisis perhitungan pendapatan rumah tangga, analisis pengeluaran rumah tangga ABK dan taraf hidup di analisis dengan Indeks Engel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan keluarga ABK Soma Pajeko di Desa Likupang Kampung Ambongang adalah Rp. 29.205.454 per tahun, bersumber dari pekerjaan pokok sebagai ABK Soma Pajeko dan pekerjaan sampingan. Pengeluaran keluarga ABK Soma Pajeko terdiri dari total pengeluaran pangan ditambah total pengeluaran non pangan. Pengeluaran pangan sebesar Rp. 16.512.272, dan pengeluaran non pangan sebesar Rp. 12.693.182, sehingga total pengeluaran keluarga sebesar Rp. 29.205.454 per tahun. Analisis Indeks Engel yang diperoleh sebesar 56,5%, ini berarti bahwa 56,5% dari total pendapatan keluarga ABK Soma Pajeko di Desa Likupang Kampung Ambongang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Hal ini berarti bahwa tingkat kesejahteraan ABK Soma Pajeko di Desa Likupang Kampung Ambongang masih tergolong rendah. Kata kunci: Taraf Hidup, ABK, Likupang Kampung Ambong
Analisis Finansial Usaha Penangkapan Ikan dengan Alat Tangkap Soma Pajeko di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Pananginan, Elshaday C.; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.; Andaki, Jardie A.; Pangemanan, Jeannette F.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57700

Abstract

Abstract The purpose of this study is to describe the general conditions and financially analyze the fishing business using Soma Pajeko fishing gear in Tumbak Village, Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency. The basic method used in this study is a survey. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents from related agencies. The data obtained were analyzed using quantitative and qualitative descriptive analysis. Financial analysis aims to determine estimates in terms of funding and cash flow, so that it can be known whether or not the business being run is feasible. The soma pajeko fishing gear business in Tumbak Village that was analyzed was Operating profit of IDR 260,160,000, Net profit of IDR 187,773,000, Profit rate of 121.18%, Benefit cost ratio of 2.21 or> 1, BEP Sales of IDR 95,246,710, BEP unit 5,952 kg. Keywords: financial analysis; soma pajeko; Tumbak Village Abstrak Tujuan penelitian ialah mendeskripsikan keadaan umum dan menganalisis secara finansial usaha penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap Soma Pajeko di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh di analisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui perkiraan dalam hal pendanaan dan aliran kas, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Usaha alat tangkap soma pajeko yang ada di Desa Tumbak yang dianalisis adalah Operating profit Rp260.160.000, Net profit Rp187.773.000, Profit rate 121,18%, Benefit cost ratio 2,21 atau >1, BEP Penjualan Rp95.246.710 , BEP satuan 5.952 kg. Kata kunci : analisis finansial; soma pajeko; Desa Tumbak
Persepsi Masyarakat Kelurahan Kasawari terhadap Usaha Ekowisata Dive Into Lembeh Resort di Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Kolompoy, Debora E.; Andaki, Jardie A.; Suhaeni, Siti; Longdong, Florence V.; Aling, Djuwita R.R.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57701

Abstract

Abstract North Sulawesi has great tourism potential in Indonesia. This potential is also a door to business in various fields, including accommodation. The existence of lodging such as resorts can be found in various tourist destinations. One of them is in Bitung City, precisely in Kasawari Village, Aertembaga District, namely Dive Into Lembeh Resort. Travel time from Manado City Center (Zero Point) to Kasawari Village is around 1 hour 10 minutes. Kasawari Village is known for having the potential for marine beauty as an object and tourist attraction. The views or perceptions of the surrounding community regarding the existence of Dive Into Lembeh Resort are very diverse and different. All of this depends on how the community recognizes, remembers, marks everything they see, hear, and feel about Dive Into Lembeh Resort. The population in this study were people who live around the resort and heads of families who know about the existence of Dive Into Lembeh Resort. The purpose of this study was to determine the public's perception of Dive Into Lembeh Resort. This research method is a survey method. The number of samples taken was 32 people, using the sampling method. Sampling using the purposive sampling method. The data collected were primary data and secondary data. Primary data is data collected directly by researchers, which is done by observation and interviews guided by a questionnaire. Secondary data is data collected through a second party, in the form of evidence, notes or reports obtained from the Kasawari Village office and Dive Into Lembeh Resort Data analysis to determine the perception of fishermen using the Likert scale. Based on the results of the Likert scale analysis carried out to determine the perception of the Kasawari Village community towards the Dive Into Lembeh resort which was assessed based on 10 dimensions, the result was 3.68 or rounded up to 3.7 which means that the community has a good perception of Dive Into Lembeh Resort. There are even several question indicators that have a very good perception or very agree and very positive from the community. Keywords: Perception, Dive Into Lembeh Resort, Kasawari Abstrak Sulawesi Utara memiliki potensi wisata yang besar di Indonesia. Potensi ini juga menjadi pintu usaha di berbagai bidang, termasuk bidang akomodasi. Adanya penginapan seperti resort dapat di jumpai di berbagai destinasi wisata. Salah satunya yang berada di Kota Bitung, tepatnya di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga yaitu Dive Into Lembeh Resort. Waktu tempuh dari pusat kota Manado (Zero Point) sampai ke Kelurahan Kasawari sekitar 1 jam 10 menit. Kelurahan Kasawari dikenal karena mempunyai potensi keindahan bahari sebagai objek dan daya tarik wisatawan. Pandangan atau persepsi masyarakat sekitar terhadap adanya Dive Into Lembeh Resort sangatlah bermacam-macam dan berbeda-beda. Semua ini tergantung dari cara masyarakat mengenal, mengingat, menandai segala sesuatu yang dia lihat, dengar, dan rasakan terhadap Dive Into Lembeh Resort. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili sekitar resort dan kepala keluarga yang mengetahui keberadaan Dive Into Lembeh resort. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Dive Into Lembeh resort. Metode penelitian ini adalah metode survey. Jumlah sample yang di ambil sebanyak 32 orang, dengan menggunakan metode sampling. Pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti, yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuisioner. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan melalui pihak kedua, berupa bukti, catatan atau laporan yang diperoleh dari kantor Kelurahan Kasawari dan Dive Into Lembeh Resort Analisis data untuk mengetahui persepsi nelayan menggunakan skala Likert. Berdasarkan hasil analisis skala Likert yang dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat Kelurahan Kasawari terhadap resort Dive Into Lembeh yang dinilai berdasarkan 10 dimensi diperoleh hasil 3,68 atau dibulatkan menjadi 3,7 yang berarti bahwa masyarakat mempunyai persepsi yang baik terhadap Dive Into Lembeh Resort. Bahkan ada beberapa indikator pertanyaan yang mempunyai persepsi yang sangat baik atau sangat setuju dan sangat positif dari masyarakat. Kata kunci: Persepsi, Dive Into Lembeh Resort, Kasawari