cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI DESA BUHIAS PULAU MANTEHAGE KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Mulya Irawati; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Swenekhe S. Durand; Florence V. Longdong; Siti Suhaeni
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51537

Abstract

Abstract Buhias Village is one of the villages located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency which has a coral reef ecosystem. Buhias Village has the potential of a coral reef ecosystem that can be found along the coast. Existing coral reef ecosystems can be a source of income, namely in the form of catches such as fish, shrimp, and tourism businesses such as diving and fishing. The importance of calculating the indirect economic value of coral reef ecosystems is expected to be information for the community and government in making decisions and policies in the utilization of coral reef ecosystems so that they do not have negative impacts in the future. The population in this study are people who own houses and use wells in Buhias Village, namely 153 families. The sample taken was 10% of the existing population, namely 15 people. Methods of data collection in this study using the sampling method. The sampling technique is incidental sampling. The sampling technique is based on coincidence, namely consumers who meet by chance/accidentally with researchers can be used as a sample, if it is deemed that the person met by chance is suitable as a data source. The results of the research and discussion can be concluded that the indirect benefits of the coral reef ecosystem in Buhias Village are as a wave barrier, sea water intrusion barrier and abrasion prevention. The indirect economic value of the coral reef ecosystem in Buhias Village, namely wave breakers, amounts to IDR 486,030,038/year or 4,860,300,388/10 years, for seawater intrusion barriers amounts to IDR 4,708,226,225/year or IDR 47,082,262,250/10 years , and for abrasion prevention amounting to IDR 42,286,050,000/year or IDR 422,860,500,000/10 years, for a total of IDR 47,480,306,263/year or IDR 474,803,062,630/10 years. Keywords: economic value; indirect benefits; coral reefs; Buhias Village   Abstrak Desa Buhias merupakan salah satu desa yang terletak di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki ekosistem terumbu karang. Desa Buhias memiliki potensi ekosistem terumbu karang yang dapat dijumpai pada sepanjang pesisir. Ekosistem terumbu karang yang ada dapat menjadi sumber penghasilan, yaitu berupa hasil tangkapan seperti ikan, udang, dan usaha pariwisata seperti menyelam dan memancing. Pentingnya dilakukan perhitungan nilai ekonomi tidak langsung dari ekosistem terumbu karang, diharapkan dapat menjadi informasi bagi masyarakat maupun pemerintah dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dalam pemanfaatan ekosistem terumbu karang sehingga tidak memberikan dampak buruk dimasa mendatang. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang memiliki rumah dan menggunakan sumur di Desa Buhias yaitu sebanyak 153 KK. Sampel yang diambil sebanyak 10% dari populasi yang ada yaitu 15 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode sampling. Teknik pengambilan sampel yaitu incidental sampling. Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu konsumen yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa manfaat tidak langsung ekosistem terumbu karang di Desa Buhias yaitu sebagai penahan gelombang, penahan intrusi air laut dan pencegah abrasi. Nilai ekonomi tidak langsung dari ekosistem terumbu karang di Desa Buhias yaitu penahan gelombang berjumlah Rp486.030.038/tahun atau 4.860.300.388/10 tahun, untuk penahan intrusi air laut berjumlah Rp4.708.226.225/tahun atau Rp47.082.262.250/10 tahun, dan untuk pencegah abrasi berjumlah Rp42.286.050.000/tahun atau Rp422.860.500.000/10 tahun, dengan total Rp47.480.306.263/tahun atau Rp474.803.062.630/10 tahun. Kata kunci: nilai ekonomi; manfaat tidak langsung; terumbu karang; Desa Buhias
NILAI TUKAR NELAYAN USAHA PANCING ULUR DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Bigbraian Talu; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51544

Abstract

Abstract Mantehage Buhias Village is located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency which has an area of 631 Ha. The boundaries of the village area are: Mantehage Tangkasi Village to the North, Mantehage Tinongko Village to the South, Sea to the East, Mantehage Bango Village to the West. How is the situation in Mantehage Buhias Village regarding the exchange rate of fishermen in the hand line business and the income and expenses of fishing communities? This is the writer's attention to conduct research. Data collection was carried out by census, where the population in this study were traditional fishing line operators in Mantehage Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency. The census taking method is a data determination technique when all members of the population are used as respondents. In analyzing the data, it was carried out in a qualitative descriptive manner to describe statements using sentences or the author's own feelings, while quantitative descriptive was to provide results through calculations, such as addition using tools/additional tools. After all the data has been collected, the writer will use the NTN and INTN formulas in the solution. The total income of traditional fishing businesses using hand line fishing gear in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency can cover the basic needs of fishing families. With a NTN of 1.09 while fishermen's income can cover the business costs of traditional hand line fishing with an NTN of 1.38. Observations and calculations in November and December 2022 did not experience a decrease or increase in total NTN revenue, so it remained at the income standard with an INTN value of 100. Keywords: NTN; INTN; Mantehage Buhias   Abstrak Desa Mantehage Buhias terletak di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki luas wilayah sebesar 631 Ha. Batas-batas wilayah desa yakni: Sebelah Utara dengan Desa Mantehage Tangkasi, Sebelah Selatan dengan Desa Mantehage Tinongko, Sebelah Timur dengan Laut, Sebelah Barat dengan Desa Mantehage Bango. Bagaimana keaadan di Desa Mantehage Buhias mengenai nilai tukar nelayan usaha pancing ulur serta pendapatan dan pengeluaran masyarakat nelayan? Hal tersebut menjadi perhatian penulis untuk melakukan penelitian. Pengambilan data dilakukan secara sensus, dimana populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha nelayan tradisional pancing ulur di Desa Mantehage Buhias, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode pengambilan sensus merupakan teknik penentuan data bila semua anggota populasi digunakan sebagai responden. Dalam menganalisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengambarkan keterangan-keterangan menggunakan kalimat atau perasaan penulis itu sendiri, sedangkan deskriptif kuantitatif untuk memberikan hasil melalui perhitungan, seperti penjumlahan dengan menggunakan alat bantu/tambahan. Setelah data terkumpul semua maka penulis akan menggunakan rumus NTN dan juga INTN dalam penyelesaiannya. Pendapatan total usaha nelayan tradisional dengan menggunakan alat tangkap pancing ulur di Desa Buhias Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dapat menutupi kebutuhan dasar keluarga nelayan. Dengan NTN sebesar 1,09 sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan tradisional pancing ulur dengan NTN sebesar 1,38. Pengamatan dan perhitungan pada bulan November dan Desember 2022 tidak mengalami penurunan ataupun kenaikan pada total pendapatan NTN, sehingga tetap berada pada standar pendapatan dengan nilai INTN sebesar 100. Kata Kunci: NTN; INTN; Mantehage Buhias
KONTRIBUSI USAHA PERIKANAN PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA MANTEHAGE I BANGO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Alfeki Yangkobus; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Jardie A. Andaki; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51545

Abstract

Abstract Mantehage I Bango Village is one of the villages in Wori District, North Minahasa Regency. This village has an area of ​​330 km2, the distance between Mantehage I Bango Village and the Capital City of North Sulawesi Province is 26 km and it takes about 2 hours from Mantehage I Village. Bango to the Capital City of North Sulawesi Province by using a sea taxi. Mantehage I Bango Village has abundant marine resources, especially in the field of fisheries, and some residents in Mantehage I Bango Village depend on marine products to meet their family needs, especially hand line fishermen. The purpose of this study was to find out how much the hand line fishing business contributed to family income in Mantehage I Bango Village. The population in this study were hand line fishermen in Mantehage I Bango Village, 15 fishermen who were married, and all fishermen had side jobs such as 8 construction workers, 3 coconut plantation workers, 2 banana farmers, and 2 coconut farmers. . Data collection in this study was carried out using the census method. Census research is research that takes one population group as a sample as a whole and uses a structured questionnaire as the principal data collection tool to obtain specific information. Data analysis that will be used in this study is to use descriptive qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative descriptive analysis, namely analysis to provide an overview and explanation using the author's sentences are systematic and easy to understand according to the data obtained. Quantitative descriptive analysis is data analysis by providing a discussion or study of existing data using calculations. Based on the results of this study it can be concluded that the net income of hand line fishermen in Mantehage I Bango Village per year is Rp15,286,933, - The income of a hand line fisherman's family in Mantehage I Bango Village is Rp22,093,600.- per year which originates from the main livelihood, namely as hand line fishermen plus a side job income of Rp6,806,667. The contribution of the hand line fishing business is 69%, this means that work as hand line fishermen is the main job, but income from side jobs also affects fishermen's families in meeting family needs. Keywords: contribution; income; hand line   Abstrak Desa Mantehage I Bango merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, Desa ini memiliki luas wilayah 330 km2, jarak antara Desa Mantehage I Bango ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara yaitu 26 km dan butuh waktu sekitar 2 jam dari Desa Mantehage I Bango ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara dengan menggunakan taxi laut. Desa Mantehage I Bango memiliki sumber daya laut yang melimpah terutama di bidang perikanan, dan sebagian penduduk di Desa Mantehage I Bango menggantungkan hidupnya dari hasil laut untuk memenuhi kebutuhan keluarga terutama nelayan pancing ulur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kontribusi usaha perikanan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga di Desa Mantehage I Bango. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur Desa Mantehage I Bango sebanyak 15 nelayan yang sudah berkeluarga, dan semua nelayan memiliki pekerjaan sampingan seperti buruh bangunan sebanyak 8 nelayan, buruh pekerja kebun kelapa 3 nelayan, petani pisang 2 nelayan, dan petani kelapa sebanyak 2 nelayan. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sesnsus, penelitian sensus merupakan penelitian yang mengambil satu kelompok populasi sebagai sampel secara keseluruhan dan menggunakan kuesioner yang terstruktur sebagai alat pengumpulan data yang pokok untuk mendapatkan infromasi yang spesifik. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif yaitu analisis untuk memberikan gambaran serta penjelasan dengan menggunakan kalimat penulis sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang diperoleh. Analisis deskriptif kuantitatif merupakan analisis data dengan memberikan bahasan atau kajian terhadap data yang ada dengan menggunakan perhitungan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendapatan bersih nelayan pancing ulur di Desa Mantehage I Bango per tahun sebesar Rp15.286.933 Pendapatan keluarga nelayan pancing ulur di Desa Mantehage I Bango Rp22.093.600 per tahun yang bersumber dari mata pencaharian utama yaitu sebagai nelayan pancing ulur ditambah dengan penghasilan pekerjaan sampingan Rp6.806.667. Kontribusi dari usaha perikanan pancing ulur yaitu 69% hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari pekerjaan sampingan juga berpengaruh bagi keluarga nelayan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Kata Kunci: kontribusi; pendapatan; pancing ulur
GENDER SEKTOR PERIKANAN PADA KELOMPOK NELAYAN KARANG PUTIH DI KAWASAN MEGAMAS WENANG SELATAN KOTA MANADO Zwensy Elizabeth Erina Lempoy; Swenekhe S. Durand; Djuwita R.R. Aling; Jardie A. Andaki; Grace O. Tambani; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51547

Abstract

Abstract The aim of this research is to identify gender differences in traditional fishing businesses in the Megamas area, Wenang Village, Manado City. This research uses a survey method. This research was conducted to determine the role of gender in the fishing business of the Karang Putih fishing group. The sampling method used purposive sampling to obtain fishermen and family members involved in fishing businesses in the southern Megamas Wenang area. Descriptive techniques were used to analyze gender according to USAID (2010) guidelines, namely identifying, understanding, and describing gender differences. Gender analysis components include: 1) Data analysis separated by gender and information; and 2) Check and separate gender data and information collected through surveys. In this research, examination and separation of roles was carried out through questionnaires and interviews. Based on the results and discussion, it can be concluded: there are gender differences in the fisheries sector in the "Karang Putih" fishermen group in the Megamas area, Manado City. As for fishing and selling fish, the role of men is greater than that of women, because women's role is only to take care of household needs. However, men's role is very important because men's role is very necessary as a source of income for the family and to support the family. These two roles are very important to help each other in family life. Keywords: fishermen group; gender; duties and responsibilities   Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu, mengidentifikasi perbedaan gender pada usaha nelayan tradisional di Kawasan Megamas Kelurahan Wenang Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gender pada usaha nelayan pada kelompok nelayan Karang Putih. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling untuk mendapatkan nelayan dan anggota keluarga yang terlibat dalam usaha nelayan yang ada di Kawasan Megamas Wenang selatan. Teknik deskriptif dilakukan untuk menganalisis gender menurut petunjuk USAID (2010), yaitu mengidentifikasi, memahami, dan menggambarkan perbedaan gender. Komponen analisis gender, meliputi: 1) Analisis data dipisahkan menurut jenis kelamin dan infomasi; dan 2) Periksa dan pisahkan data jenis kelamin dan informasi yang dikumpulkan melalui survei. Pada penelitian ini pemeriksaan dan pemisahan peran dilakukan melalui kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan: terdapat perbedaan gender pada sektor perikanan perikanan pada kelompok nelayan “Karang Putih” di Kawasan Megamas Kota Manado. Adapun pada aktivitas penangkapan ikan serta penjualan ikan, peran laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, karena peran perempuan hanya mengurus keperluan rumah tangga. Namun peran laki-laki sangat penting karena peran laki-laki sangat diperlukan untuk sumber pendapatan pada keluarga dan untuk menghidupi keluarga. Kedua peran tersebut sangat penting untuk saling membantu dalam kehidupan keluarga. Kata Kunci: kelompok nelayan; gender; tugas dan tanggung jawab
KONTRIBUSI USAHA NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Vicky Imanuel Langi; Grace O. Tambani; Jeannette F. Pangemanan; Nurdin Jusuf; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51778

Abstract

Abstract Buhias Village is one of four villages located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. Its location is in a coastal area so that some people have a livelihood as fishermen, one of which is traditional fishermen with hand line fishing gear. In fulfilling the family economy, the income of hand line fishermen depends on the size of the catch. This is of concern to the author in examining how the hand line fishing business's income contributes to family income. The purpose of this study was to find out how much hand line fishermen's income is and how the hand line fishermen's income contributes to the total family income in Buhias Village. The method used in this research is survey method. The population in this study were hand line fishermen who had families in Buhias Village. The data collection method used is the census method, by making all populations as respondents. The data collected are primary data and secondary data. Primary data will be collected by means of interviews guided by questionnaires and observations. Secondary data obtained through government agencies and other related agencies or previous research. The data analysis used in this study is a qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative data will be explained descriptively qualitatively such as the condition of the respondent's family income and quantitative data will be explained descriptively quantitatively regarding how much hand line fishermen's income is and its contribution to family income. Based on the results of the study, it can be concluded that the income of handline fishermen in Mantehage Buhias Village is Rp19,150,000 per year. The total income of a hand line fisherman's family is Rp25,083,333, sourced from work as hand line fishermen and side jobs. The contribution of hand line fishermen's income to family income is 76.35%, this means that work as hand line fishermen has a large contribution in meeting the needs of family life. Keywords: contribution; income; hand line fishermen Abstrak Desa Buhias merupakan salah satu dari empat desa yang berada di Pulau Mantehage Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Letaknya yang berada di daerah pesisir sehingga sebagian masyarakat bermata pencaharian sebagai nelayan, salah satunya nelayan tradisional dengan alat tangkap pancing ulur. Dalam memenuhi ekonomi keluarga, pendapatan nelayan pancing ulur bergantung pada besarnya hasil tangkapan. Hal ini menjadi perhatian penulis dalam meneliti bagaimana kontribusi pendapatan usaha nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan nelayan pancing ulur dan bagaimana kontribusi pendapatan nelayan pancing ulur terhadap total pendapatan keluarga yang ada di Desa Buhias. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang sudah berkeluarga yang ada di Desa Buhias. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah menggunakan metode sensus, dengan menjadikan semua populasi sebagai responden. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer akan dikumpulkan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Data sekunder diperoleh melalui instansi pemerintah dan instansi lain terkait ataupun penelitian terdahulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis depkriptif kualitatif dan kuantittif. Data kualitatif akan dijelaskan secara deskrptif kualitatif seperti kondisi pendapatan keluarga responden dan data kuantitatif akan dijelaskan secara deskriptif kuantitatif terkait berapa besar pendapatan nelayan pancing ulur dan kontribusinya dalam pendapatan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa pendapatan nelayan pancing ulur di Desa Mantehage Buhias adalah Rp19.150.000 per tahun. Total pendapatan keluarga nelayan pancing ulur adalah Rp25.083.333, bersumber dari pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur dan pekerjaan sampingan. Kontribusi pendapatan nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga yaitu 76,35%, hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur memiliki kontribusi yang besar dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Kata Kunci: kontribusi; pendapatan; nelayan pancing ulur
KONTRIBUSI PEREMPUAN PENJUAL IKAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA KEMA L KECAMATAN KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Ester Syalomitha Israel; Djuwita R.R. Aling; Olvie V. Kotambunan; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand; Jardie A. Andaki
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51782

Abstract

Abstract The aim of this research is to determine the number and sources of income of women selling fish in Kema Village, to analyze the contribution of female fish selling income to total family income, to determine the standard of living of the families of women selling fish in Kema 1 Village, Kema District, North Minahasa Regency. The method used in this research is a survey. The data collection method used was using the census method, namely taking all elements of the population as respondents. The data analysis used in this research is quantitative descriptive and qualitative descriptive, to determine the contribution of women fish sellers to family income. Based on this research, it can be concluded: 1) the average gross income per year of women selling fish is IDR 32,297,143, with an average total cost per year of IDR 1,725,000, therefore the average net income per year of women selling fish in Kema I Village is IDR 25,118,000; 2) the household income of women selling fish in Kema I Village is IDR 179,500 per year in total, sourced from income from their main job as a fish seller by being a fish wholesaler, income from children who are already working, and income from outside fisheries, namely as a farmer, artisan , and owns a stall business; and 3) the contribution of female fish sellers' income to family income is 81%, this means that working as a female fish seller is the main job, but income from selling fish also has an influence on the family in helping to meet their needs. Key words: fish seller; woman; family income; contribution; Kema 1 Village   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan sumber pendapatan perempuan penjual ikan di Desa Kema, menganalisis kontribusi pendapatan perempuan penjual ikan terhadap total pendapatan keluarga, mengetahui taraf hidup keluarga perempuan penjual ikan di Desa Kema 1 Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode sensus, yaitu mengambil seluruh elemen populasi dijadikan responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, untuk menentukan kontribusi perempuan penjual ikan terhadap pendapatan keluarga. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan: 1) rata-rata penerimaan kotor per tahun perempuan penjual ikan adalah Rp32.297.143, dengan rata-rata total biaya per tahun sebesar Rp1.725.000, maka dari itu rata-rata penghasilan bersih per tahun perempuan penjual ikan di Desa Kema I adalah Rp25.118.000; 2) pendapatan rumah tangga perempuan penjual ikan di Desa Kema I adalah Rp179.500 per tahun secara keseluruhan, bersumber dari penghasilan pekerjaan pokok sebagai penjual ikan dengan menjadi pemborong ikan, pendapatan anak yang sudah bekerja, dan pendapatan dari luar perikanan yaitu sebagai petani, tukang, dan memiliki usaha warung; dan 3) kontribusi pendapatan perempuan penjual ikan terhadap pendapatan keluarga yaitu 81%, hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai perempuan penjual ikan merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari luar penjualan ikan juga berpengaruh bagi keluarga dalam membantu memenuhi kebutuhan. Kata kunci: penjual ikan; perempuan; pendapatan keluarga; kontribusi; Desa Kema 1
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM MANGROVE DI DESA BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Meike Ismalsi Gogali; Jardie A. Andaki; Srie J. Sondakh; Siti Suhaeni; Victoria E.N. Andaki; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51783

Abstract

Abstract The aims of this study were: to identify the indirect benefits of the mangrove ecosystem in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency and to calculate the indirect economic value of the mangrove ecosystem in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency. The benefits expected from the research include: increasing knowledge about the indirect economic value of mangrove forest ecosystems in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency and fulfilling one of the requirements in completing education at the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Sam Ratulangi University, Manado. The method used in this research is case study. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews and direct observation in the field to see directly the condition of the mangrove forest and the condition of the community. Secondary data was obtained from existing data at the village office or from previous studies. The data analysis used is descriptive qualitative and quantitative analysis. The indirect economic value of the mangrove ecosystem in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency, namely: IDR 137,478,804.40 / year or IDR 1,374,788,044.08 / 10 years, wave breakers amounting to IDR 425,082,852.73 / year or IDR 4,250,828 .527.33 / 10 years, for seawater intrusion protection it amounts to IDR 4,708,226.25 / year or IDR 47,082,262.50 / 10 years, and for abrasion prevention it amounts to IDR 42,286,050.00/ year or IDR 422,860,500.00/ 10 years. With a total of IDR 567,312,033.38 / year or IDR 5,673,120,333.80 / 10 years. Keywords: economic value; indirect benefits; mangroves; Buhias Village Abstrak Tujuan penelitian ini, yaitu: mengidentifikasi manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara dan menghitung nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Manfaat yang diharapkan dari penelitian antara lain: menambah pengetahuan tentang nilai ekonomi tidak langsung ekosistem hutan mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara dan memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, dan observasi langsung ke lapangan untuk melihat langsung keadaan hutan mangrove dan keadaan masyarakat. Data sekunder diperoleh dari data yang sudah ada pada kantor kelurahan ataupun dari penelitian-penelitian terdahulu. Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, yaitu: Rp.137.478.804,40/tahun atau Rp1.374.788.044,08/10 tahun, penahan gelombang berjumlah Rp425.082.852,73/tahun atau Rp4.250.828.527,33/10 tahun, untuk penahan intrusi air laut berjumlah Rp4.708.226,25/tahun atau Rp47.082.262,50/10 tahun, dan untuk pencegah abrasi berjumlah Rp42.286.050,00/tahun atau Rp422.860.500,00/10 tahun. Dengan total Rp567.312.033,38/tahun atau Rp5.673.120.333,80/10 tahun. Kata kunci: nilai ekonomi; manfaat tidak langsung; mangrove; Desa Buhias
KONTRIBUSI USAHA BUDIDAYA IKAN KUWE DENGAN KERAMBA JARING APUNG TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN SINDULANG I KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Jeksen Tiago Wahyu Kulangke; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Djuwita R.R. Aling; Christian R. Dien; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51784

Abstract

Abstract The aim of this research is to find out how much income trevally fish farmers earn and how much contribution the results of the trevally fish farming business make to the income of fishing families in Sindulang I Village. The research method used in this research is a survey. The population in this study are fishermen who work as pompano fish farmers. Data collection was carried out by sampling. Sampling was carried out by purposive sampling. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection in this research was carried out through observation and interviews guided by a questionnaire. Secondary data was obtained from agencies related to research. The data obtained was analyzed using quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the research results, the following results were obtained: 1) the income of fishing families from the trevally fish cultivation business using floating net cages is IDR 74,000,000 per year; 2) opinion outside the cultivation business Rp. 51,000,000; and 3) the contribution of the pompano fish cultivation business to family income is 59.20%. Key words: cultivator; giant trevally; profit; contribution Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mengetahui berapa besar pendapatan pembudidaya ikan kuwe dan seberapa besar kontribusi hasil usaha budidaya ikan kuwe terhadap pendapatan keluarga nelayan yang ada di Kelurahan Sindulang I. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan yang berprofesi sebagai pembudidaya ikan kuwe. Pengambilan data dilakukan secara sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari instansi yang berkaitan dengan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis diskriptif kuantitatif dan diskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapat hasil sebagai berikut: 1) pendapatan keluarga nelayan dari usaha budidaya ikan kuwe dengan keramba jaring apung yaitu Rp74.000.000 per tahun; 2) pendapat di luar usaha budidaya Rp51.000.000; dan 3) kontribusi usaha budidaya ikan kuwe terhadap pendapatan keluarga 59,20%. Kata kunci: pembudidaya; ikan kuwe; keuntungan; kontribusi
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN TANGKAP DI DESA BUBAA KECAMATAN PAGUYAMAN PANTAI KABUPATEN BOALEMO Emiliyan Mamuki; Erlansyah; Rahmad Pomolango
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51282

Abstract

Abstract The level of community welfare reflects the increasing quality of life of a family because community welfare is the essence of development. Families with a higher level of welfare mean that they have a better quality of life so that in the end the family is able to create better conditions to improve their welfare. This research aims to determine the level of welfare of the fishing fishing community in Bubaa Village, Paguyaman Pantai District. This research method uses a survey method. Data collection using purposive sampling method. The number of samples took as many as 15 people. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data was collected by means of observation and interviews guided by questionnaires. Secondary data is collected through various sources such as books, websites or government documents. Analysis of the research data using descriptive qualitative analysis. Based on the results of calculations through the indicators of the Central Bureau of Statistics in 2015, it can be concluded that of the 15 respondents who were taken as a sample to measure the level of welfare of fishing communities, there were 5 people or 33% who belonged to families with high levels of welfare and 10 people or 67% belonged to in families with moderate levels of well-being. Of the 3 (three) criteria used, it basically shows that most of the fishermen in Bubaa Village, Paguyaman Pantai District, belong to a family with a prosperous standard of living level II (two) with a percentage score of 11-14. Keywords: welfare level; fishing community; catch   Abstrak Tingkat kesejahteraan masyarakat mencerminkan kualitas hidup dari sebuah keluarga meningkat karena kesejahteraan masyarakat merupakan hakikat dari sebuah pembagunan. Keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi berarti memiliki kualitas hidup yang lebih baik sehingga pada akhirnya keluarga tersebut mampu menciptakan kondisi yang lebih baik untuk bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan tangkap di Desa Bubaa Kecamatan Paguyaman Pantai. Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 15 orang. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder dikumpulkan melalui berbagai sumber seperti buku, situs, atau dokumen pemerintah. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil perhitungan melalui indikator Badan Pusat Statistik tahun 2015, maka dapat disimpulkan bahwa dari 15 responden yang diambil sebagai sampel untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan tangkap ada 5 orang atau 33% yang tergolong dalam keluarga dengan tingkat kesejahteraan tinggi dan 10 orang atau 67% tergolong dalam keluarga dengan tingkat kesejahteraan sedang. Dari 3 (tiga) kriteria yang digunakan tersebut pada dasarnya menujukkan bahwa sebagian besar nelayan di Desa Bubaa Kecamatan Paguyaman Pantai tergolong dalam keluarga taraf hidupnya sejahtera tingat II (dua) dengan nilai presentase berada pada nilai skor 11-14. Kata Kunci: tingkat kesejahteraan; masyarakat nelayan; tangkap
PERAN PEREMPUAN PEDAGANG IKAN KELILING DALAM MENUNJANG EKONOMI KELUARGA DI DESA TUMPAAN KECAMATAN TUMPAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Yola Fiona Najoan; Florence V. Longdong; Swenekhe S. Durand; Steelma V. Rantung; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51647

Abstract

AbstractThe rapid economic development in Indonesia has led to an increase in household needs. The active participation of women in economic activities is crucial for achieving inclusive and sustainable economic growth. One significant effort made by women to support their family's economy is their involvement in small-scale fisheries, mainly through selling the catch of local fishermen. This research aims to explore the general condition of women fishmongers who operate mobile fish vending businesses in Tumpaan Village, Tumpaan Subdistrict, South Minahasa Regency, and to describe their role in supporting household economies. The findings of this study can provide insights into the role of women fishmongers in contributing to family economics, which is an essential requirement for completing studies at the Faculty of Fisheries, Sam Ratulangi University, Manado, and serve as a foundation for future research in similar areas. This research is conducted as a descriptive study using a census method for data collection. Data is gathered through observations, interviews, and documentation in the form of photographs. The collected data is then subjected to qualitative and quantitative descriptive analysis. The annual income of women fishmongers is found to be Rp29,702,400, while the total household income is Rp63,302,400, resulting in a contribution of 46.92% from women fishmongers towards the household economy. However, with a contribution of less than 50%, it is evident that the income generated by women fishmongers in Tumpaan Village, Tumpaan Subdistrict, is not their primary source of income. This indicates that within the family's economy, wives are considered supporting contributors and do not replace the husband's role as the main breadwinner. Keywords: roles, women; selling fish; income Abstrak Perkembangan ekonomi di Indonesia yang semakin pesat membuat kebutuhan rumah tangga semakin meningkat. Partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi juga sangat penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan perempuan untuk menunjang ekonomi keluarga yaitu berpartisipasi di sektor perikanan berskala kecil, umumnya mereka menjual hasil tangkap laut nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keadaan umum perempuan pedagang ikan keliling di Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan dan untuk mendeskripsikan bagaimana peran perempuan pedagang ikan keliling dalam menunjang ekonomi keluarga. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan untuk memahami peran perempuan pedagang ikan keliling dalam menunjang ekonomi keluarga, salah satu syarat dalam menyelesaikan studi di Fakultas Perikanan Universitas Sam Ratulangi Manado dan sebagai sarana penunjang dalam penelitian sejenis di masa mendatang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data secara sensus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif yang diperoleh melalui observasi dan wawancara ataupun dokumentasi dalam bentuk foto. Data yang diperoleh akan dikumpulkan dan di analisis kemudian akan dikalimatkan menjadi suatu kalimat yang sesuai dengan kata. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan perempuan pedagang ikan keliling sebesar Rp29.702.400 per tahun dan dengan pendapatan rumah tangga sebesar Rp63.302.400 per tahun, maka kontribusi yang diberikan oleh perempuan pedagang ikan keliling dalam menunjang ekonomi keluarga adalah sebesar 46,92%. Dapat dilihat dari nilai tersebut yang kurang dari 50% bahwa dapat dikatakan pendapatan dari perempuan pedagang ikan keliling di Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan bukan sebagai pendapatan utama. Hal ini menunjukkan bahwa dalam perekonomian keluarga, seorang istri hanya sebagai penunjang dan tidak menggeser kedudukan suami sebagai pencari nafkah utama. Kata kunci : peran; perempuan; penjual ikan keliling; pendapatan