cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
MANAJEMEN KASUS TINDAK KEKERASAN ANAK DI PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK P2TP2A PROVINSI DKI JAKARTA Sarah Farahdita Tamimi; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.14220

Abstract

Sebagai makhluk hidup dalam melalui fase-fase kehidupannya tentu tidak akan terlepas dari berbagai permasalahan. Pada fase anak ini pun dipastikan akan menghadapi masalah-masalah kehidupan. Masalah yang dialami oleh anak dapat terdapat berbagai macam mulai dari secara biologis atau fisik, psikis (mental) dan sosialnya. Banyak pula anak yang mengalami kekerasan oleh keluarganya sendiri sehingga mereka membuthkan perhatian khusus dari pihak lain untuk menangani permasalahan yang ada pada dirinya.Artikel ini membahas tentang manajemen kasus yang dilakukan pekerja sosial di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak P2TP2A Provinsi DKI Jakarta dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Diketahui bahwa angka kasus kekerasan terhadap anak meningkat dari tahun ke tahun. Ini merupakan penanganan isu yang membutuhkan penanganan dengan tepat karena dampaknya sangat berbahaya pada pertumbuhan anak secara fisik dan mental. Salah satu cara untuk menangani kasus tersebut adalah dengan manajemen kasus dan ditangani oleh tenaga profesional. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak P2TP2A Provinsi DKI Jakarta menangani kasus tersebut dengan pekerja sosial sebagai manajer kasus. Tujuan dari manajer kasus adalah untuk membantu klien mendapatkan kebutuhan mereka agar keberfungsian sosialnya kembali.
LAYANAN ANAK USIA DINI/PRASEKOLAH DENGAN “FULL DAY CARE” DI TAMAN PENITIPAN ANAK Yulinda Hamdiani; Dessy Hasanah Siti A.; Gigin Ginanjar Kamil Basar
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13694

Abstract

Anak usia dini merupakan fase kehidupan manusia yang menentukan perkembangan . perkembangan anak ditunjang dengan bagaimana pemenuhan kebutuhan dan dengan cara apa pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan. Bagi orang tua yang bekerja, upaya pemenuhan kebutuhan anak tidak dilakukan secara optimal. Untuk itu terdapat alternatif bagi orang tua atau ibu yang bekerja agar dapat tetap memberikan hak-hak anak dan sebagai upaya terhindar dari penelantaran pada anak. Penitipan Anak menjadi solusi bagi mereka yang berkarir. Lembaga pelayanan sosial dalam bidang kesejahteraan anak ini sebagai peran orang tua sementara bagi anak. Tipe pelayanan berdasarkan waktu salah satunya full day care, dimana anak selama seharian penuh dititipkan di TPA hingga orangtua atua ibu selesai bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan full day care yang ada di salah satu TPA yang ada di Kabupaten Bandung. Bagaimana pelaksanaan full day care dari segi program perawatan/pengasuhan, pendidikan, gizi dan kesehatan, sumber daya manusia, dan hambatannya. Subjek penelitian ini adalah Lembaga Taman Penitipan Anak Subjek diambil dengan teknik jenis purposive sampling atau sampel bertujuan karena diharapkan memperoleh informan yang mengetahui mengenai objek penelitian. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualititatif Analisis data yang digunakan adalah analisis analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta triangulasi.. Hasil analisis dengan studi pustaka menunjukkan bahwa pelaksanaan system full day harus berdasarkan pada pedoman teknis penyelenggaraan taman penitipan anak. Dimana semua program dan kegiatan berbasiskan pada pemenuhan hak-hak anak dan minat anak dan atas pertimbangan kebutuhan di fase perkembangan.
MENELAAH TEORI DISTRIBUTIVE JUSTICE PADA ISU SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA Santo Arimartin
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.13279

Abstract

Terkait dengan perkembangan jaman, lahan-lahan persawahan sudah mulai berubah menjadi pabrik-pabrik. Sejalan dengan perkembangan teknologi Negara agraris mulai berubah menjadi Negara industri dan membangun banyak perusahaan. Sumber Daya Manusia mengambil peranan penting dalam pertumbuhan suatu perusahaahan.oleh karena itu, kinerja SDM harus selalu dalam posisi yang maksimal dan terjamin demi mendapatkan keuntungan. Jaminan yang perlu diperhatikan terkait dengan kesehatan dan keselamatan SDM tersebut. Jaminan kesehatan dan keselamatan ini tertuang kedalam suatu sistem manajemen yang mengatur tentang bagaimana jaminan tersebut dapat menjaga semua karyawan disuatu perusahaan mendapat hak-haknya terkait kesehatan dan keselamatan kerja. Salah satu bentuk dari kesehatan dan keselamatan kerja adalah jaminan kesehatan, fenomena yang terjadi adalah perbedaan jaminan kesehatan kerja dibedakan berdasarkan golongan kerja di perusahaanya. Pada dasarnya konsep distributive justice berkaitan erat tentang keadilan. Pekerja sosial hadir di setting industri untuk membantu menyelesaikan masalah yang terkait dengan kesejahteraan karyawan dan kemajuan perusahaan. Dengan intervensi yang tepat, hak-hak karyawan dalam perusahaan akan tetap terpenuhi dan perusahaan akan semakin berkembang.
DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP ORANGTUA ANAK PENDERITA KANKER DI YAYASAN KOMUNITAS TAUFAN JAKARTA TIMUR YANA SAFITRI; BINAHAYATI BINAHAYATI; BUDI M TAFTAZANI
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14296

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit yang mematikan yang dapat menyerang siapa saja dari berbagai kalangan usia dan jenis kelamin. Salah satu yang dapat menjadi penderita kanker terbesar adalah anak-anak. Kanker yang menyerang pada anak adalah kanker dengan berbagi jenis dan stadium. Walau masih muda kanker yang terjadi pada anak dapat terjadi hingga stadium lanjut. Dalam hal ini, yang menderita dan mendapatkan dampak dari adanya kanker bukan anak saja tapi orangtuanya. Orangtua anak penderita kanker dapat mengalami kecenderungan disfungsi sosial, kehilangan motivasi dan kekurangan secara ekonomi karena dampak dari anaknya yang menderita kanker. Orangtua anak penderita kanker membutuhkan dukungan sosial yang dapat memberikan berbgai jenis implikasi pada orangtua anak penderita kanker.Maka dari itu, peneliti bertujuan mengetahui gambaran mengenai dukungan sosial pada anak penderita kanker. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi nonpartisipasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi.
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DI DESA WISATA LINGGARJATI KUNINGAN, JAWA BARAT Ade Jafar Sidiq; Risna Resnawaty
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.14208

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan prasyarat penting dalam pelaksanaan pembangunan. Pembangunan yang tidak melibatkan masyarakat akan cenderung memarginalkan masyarakat itu sendiri. Namun pada kenyataannya sering terjadi pengabaian partisipasi masyarakat, sehingga masyarakat masih menjadi objek dari pelaksanaan pembangunan.Pengembangan desa wisata merupakan sebuah perubahan terencana yang di dalamnya membutuhkan partisipasi masyarakat lokal secara holistik. Penelitian ini bertujuan mengkaji keterlibatan masyarakat dalam pengembangan desa wisata dan merumuskan model pengembangan desa wisata yang mengedepankan partisipasi masyarakat lokal. Pengembangan desa Linggarjati Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menjadi desa wisata belum melibatkan partisipasi masyarakat. Tantangan dalam proses pengembangan desa wisata di Linggarjati adalah dominasi pemerintah dalam keseluruhan proses. sehingga masyarakat tidak memiliki kesempatan dan kemauan untuk berpartisipasi penuh. Padahal bila mengacu pada pendekatan tata kelola pemerintah yang bersih dan berkelanjutan peran pemerintah diharapkan menjadi fasilitator dengan memberikan peran dan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat lokal. Diperlukan kemauan politik pemerintah untuk mengurangi perannya dalam pengembangan desa wisata dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi.
STRENGTH PERSPECTIVE: MEMETAKAN POTENSI PELAKU USAHA KECIL DAN MIKRO DI DESA MARGALUYU Santoso Tri Raharjo; Sahadi Humaedi; Nurliana Cipta Apsari; Meilanny Budiarti Santoso
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i3.25669

Abstract

Strength perspective mengarahkan pada pandangan bahawa bahwa setiap orang, kelompok atau masyarakat sesungguhnya memiliki sumber kekuatan, baik yang bersumber pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar mereka. Pandangan ini dapat memandu setiap diri manusia, kelompok, organisasi, masyarakat; atau entitas sosial, ekonomi, dan budaya lainnya yang dengan sisi positifnya semestinya menjadi modal utama untuk mandiri, maju dan berkembang. Demikian pula dalam memetakan usaha mikro di perdesaan, dimana perpektif kekuatan berkaitan erat dengan pemberdayaan atau keberdayaan (empowered) usaha tersebut. Selain sumber-sumber potensial lainnya, seperti aset-aset fisik, ekonomi, dan budaya; perspektif ini menekankan perlunya pemanfaatan aset-aset sosial (social capital) potensial di masyarakat. Pandangan kekuatan (strength perspective) merupakan salah alternative upaya memetakan potensi usaha mikro-kecil di desa, agar hasilnya lebih positif dan fair. Banyak usaha kecil dan mikro yang tetap bertahan hingga kini, membuktikan bahwa mereka memiliki kekuatan. Lalu apa yang menjadi sumber kekuatan mereka, hingga dapat survive di tengah perubahan sosial dan teknologi informasi yang begitu cepat. Namun demikian, perubahan sosial dan kemajuan teknologi saat ini pun semestinya dapat berdampak positif bagi perkembangan usaha mereka. Artikel ini berupaya untuk menggambarkan dan menjelaskan bagaimana pandangan berbasis kekuatan (strength perspective) dalam memetakan potensi usaha mikro-kecil di desa, sebagai salah satu alternatif. Kajian dalam artikel ini dilandasi oleh pemikiran bahwa sesungguhnya setiap pelaku usaha mikro-kecil di desa memiliki kekuatan berikut dengan ragam sumber dan potensinya. Beragam sumber dan potensi tersebut bisa disadari atau pun tidak oleh pelaku usaha mikro-kecil (UMK) tersebut. Strength perspective leads to the view that every person, group or community actually has a source of strength, both originating from themselves and the environment around them. This view can guide every human being, group, organization, society; or other social, economic, and cultural entities that on the positive side should be the main capital to be independent, advanced and developing. Likewise in mapping microbusinesses in rural areas, where the strength perspective is closely related to empowering or empowering the business. In addition to other potential sources, such as physical, economic and cultural assets; This perspective emphasizes the need to utilize potential social assets in the community. The strength perspective is an alternative effort to map the potential of micro-small businesses in the village, so that the results are more positive and fair. Many small and micro businesses that have survived until now, prove that they have strength. Then what is the source of their strength, so they can survive in the midst of social change and information technology so fast. However, current social changes and technological advances should have a positive impact on the development of their businesses. This article seeks to describe and explain how a strength based perspective in mapping the potential of micro-small businesses in the village, as an alternative. The study in this article is based on the idea that every micro-small business actor in the village has the following strengths with various sources and potentials. The various sources and potentials can be realized or not by the micro-small business (UMK).
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI LEMBAGA SINERGI FOUNDATION Emma Rachmawati Pratami; Rudi Saprudin Darwis; Nandang Mulyana
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13654

Abstract

Kehadiran lembaga-lembaga pelayanan sosial di Indonesia membantu masyarakat dalam memperoleh layanan sosial yang tidak disediakan oleh pemerintah. Lembaga pelayanan sosial membantu menyediakan akses dan sumber-sumber untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Suatu lembaga tidak terlepas dari komponen-komponen penyusunnya. Lembaga memiliki visi-misi, tujuan lembaga didirikan, program-program, struktur organisasi, pengelolaan dana, dan manajemen kelembagaan. Atau dapat disebut komponen internal dan eksternal yang membangun lembaga. Begitupun dengan faktor-faktor dari luar seperti aturan hukum dan kondisi sosial-politik yang turut mempengaruhi. Hal yang mendasar dari berjalannya suatu lembaga terletak pada sumber daya manusianya. Apabila SDM yang dimiliki berkualitas dan berkompeten, akan membawa kemajuan pada lembaga begitupun sebaliknya. Walaupun memiliki visi-misi yang bagus tetapi apabila SDM kurang handal maka lembaga tersebut sulit mengalami kemajuan. Diperlukan pengelolaan SDM yang baik agar SDM dapat menjadi aset untuk memajukan lembaga.
PELAYANAN KHUSUS BAGI ANAK DENGAN ATTENTIONS DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) DALAM MENINGKATKAN KEBUTUHAN PENGENDALIAN DIRI DAN BELAJAR DI SEKOLAH INKLUSIF Devie Lestari Hayati; Nurliana Cipta Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i1.22497

Abstract

Pelayanan khusus bagi anak dengan Attentions Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Attentions Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sangat dibutuhkan untuk dapat Mengatasi dan mengurangi gejala hiperaktivitas. Anak dengan Attentions Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari pada anak usia sekolah sampai remaja, bahkan apabila tidak segera ditangani maka akan berpengaruh kepada masa depan seseorang. Anak dengan gangguan tersebut membutuhkan pelayanan khusus dalam memenuhi kebutuhannya dalam meningkatkan potensi dan meningkatkan kemampuannya. Terdapat beberapa hal yang dibutuhkan anak ADHD, yaitu pertama yaitu terkait dengan kebutuhan pengendalian diri berkaitan dengan penguranganatau menghilangkan hiperaktivitas, peningkatkan rentang perhatian dan pengendalian impulsivitas. Kedua, berkaitan dengan kebutuhan belajar yang diperlukannya suatu metode belajar yang berbeda dari anak anak normal lainnya.Pendidikan inklusif yang dilaksanakan oleh sekolah reguler dalam melaksanakan kegiatan pendidikan yang terbuka dan ramah disabilitas membuka peluang kepada anak berkebutuhan khusus seperti kondisi ADHD yang menimbulkan gangguan dan hambatan bagi anak dalam menjalankan fungsinya sehari-hari, seperti berinteraksi dengan teman, kesiapan dalam belajar. Untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan pelayanan khusus yang disediakan oleh sekolah inklusif terhadap Anak Berkebutuhan Khusus salah satunya anak Attentions Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) disekolah berbasis inklusif.Kata kunci : Anak berkebutuhan khusus, Pelayanan khusus, Attentions Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). 
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI DENGAN PENGUATAN KELOMPOK TANI Hafid Ramdhani; Soni Akhmad Nulhaqim; Muhammad Fedryansyah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.13593

Abstract

Masyarakat miskin di pedesaan sebagian besar sebagai petani. Data BPS menunjukan masayarakat miskin pedesaan sebesar 18,48 juta orang pada tahun 2012.secara khusus perhatian terhadap petani perlu menjadi perhatian, karena berhubungan dengan masa depan usahatani padi dalam kesinambungan pruduksi petani sebagai makanan pokok Indonesia. program peningkatan produksi usaha tani selalu menajdi prioritas pemabangunan pertani dalam mensejahterakan petani. Dalam penguatan kelompok tani diperlukan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Meskipun lemabaga kelompok tani telah banyak dibentuk, namun cukup sulit untuk saat ini menemukan kelompok tani yang aktif, dimana setiap anggota kelompok tani memanfaatkan lembaga tersebut untuk meningkatkan kinerja dalam usaha peningkatan kesejahteraan petani. Padahal kelompok tani memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam menggerakan upaya pembangunan pertanian. Penguatan kelembagaan sangat perlu dilakukan melalui beberapa upaya, antara lain mendorong dan membimbing petani agar mampu bekerjasama di bidang ekonomi secara berkelompok, menumbuhkkembangkan kelompok tani melalui peningkatan fasilitas bantuan dan akses permodalan dan peningkatan efisiensi dan efektivitas petani, serta meingkatkan kapasitas sumber daya manusia petani melalui berbagai pendampingan, dan pelatihan untuk pengurus dan anggota. Secara teknis upaya peningkatan kelompok tani dalam pemberdayaan dilakukan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL). Meskipun demikian pendampingan pembinaan kelompok tani juga bisa dilakukan oleh LSM dan organisasi lainnya yang dianggap mampu untuk dilibatkan dalam usaha penguatan kelompok tani dalam pemberdayaan.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI PROGRAM BERBAGI SEHAT OLEH PT UNILEVER Aida Nurbaiti; Intania Ihsani; Santoso Tri Raharjo; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i3.26212

Abstract

ABSTRAK  Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran program Coorporate Social Responsibility (CSR) Lifebuoy Berbagi Sehat dalam memberikan pemahaman dan juga sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, pembangunan fasilitas kesehatan dan revitalisasi dokter kecil. Tujuan utama program ini untuk menggugah dan membangun kesadaran masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat dalam kegiatannya sehari-hari. Salah satu fokus utamanya cuci tangan pakai sabun secara baik dan benar menggunakan air bersih mengalir sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. “Bersih Pangkal Sehat, Sehat Pangkal Lifebuoy,” mengulas kampanye Lifebuoy Berbagi Sehat (LBS) sebagai program untuk berbagi citra dan memperlihatkan kepedulian sosial perusahaan. Lifebuoy menyisihkan Rp10,- dari setiap penjualan sabun untuk pengadaan sarana mandi, cuci dan kakus (MCK) dan air bersih. Program ini menggambarkan LBS sebagai program edukasi kesehatan pada masyarakat tentang pentingnya memiliki lingkungan yang bersih melalui sarana MCK. LBS merupakan contoh penerapan konsep pemasaran berdimensi sosial (cause - related marketing) , yakni program pemasaran yang diarahkan untuk memecahkan salah satu masalah di masyarakat yakni kebersihan atau kesehatan. ABSTRACT   This article aims to find out how the role of the Lifebuoy Corporate Sharing Corporate Social Responsibility (CSR) Healthy Sharing program in providing understanding and also the s ocialization of the importance of maintaining health from an early age, the construction of health facilities and the revitalization of small doctors. The main purpose of this program is to inspire and build public awareness, especially the younger generat ion, about the importance of a clean and healthy lifestyle in their daily activities. "Bersih Pangkal Sehat, Sehat Pangkal Lifebuoy," reviewed the LBS campaign as a program to share images and show corporate social care. Lifebuoy has set aside Rp10 from ea ch sale of soap for the provision of bathing, washing and toilet facilities and clean water. This program describes LBS as a health education program for the community about the importance of having a clean environment through toilet facilities. LBS is an example of the application of the concept of social dimension marketing (cause - related marketing), which is a marketing program that is directed to solve one of the problems in the community namely hygiene or health . 

Filter by Year

2015 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No. 1 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): PROSIDING PENELITIAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue