Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME BERBASIS ALQURAN Hasibuan, Akmal Rizki Gunawan
Idrak: Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.247 KB)

Abstract

Salah satu problematika masyarakat postmodern adalah euforia perbedaan. Ketika arus multikulturalisme itu mencapai eksremitasnya, akan lahir rasisme, yaitu puncak individu atau kelompok meneguhkan perbedaannya sehingga tidak bisa dipertemukan. Wacana ini sangat bertentangan dengan penjelasan Alquran (al-Hujarat: 13), yang mengindikasikan bahwasanya seluruh bangsa adalah kawan, seluruh manusia adalah sahabat, dan tujuan yang paling akhir adalah perdamaian. Dengan pendekatan  library research, kajian ini menyimpulkan bahwa konsep pendidikan multikultural berbasis Alquran dalam membangun karakter kebangsaan penting dielaborasi, yang meliputi: Ketauhidan Kemanusiaan, Persatuan, Permusyawaratan, dan Keadilan. Hal ini berdasarkan deskripsi Alquran mengenai interkoneksi  dan interaksi  harmonis antara  manusia dengan Allah (h}abl ma’a Alla>h), manusia dengan dirinya sendiri (h}abl ma’a nafsih) manusia dengan manusia (h}abl ma’a al-na>s). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maud}u>’i> dan metode historis-kritis-kontekstual.  Dari itu, diperoleh bahwa sesungguhnya konsep pendidikan multikultural berbasis Alquran dapat membangun karakter kebangsaan dengan empat langkah, yaitu; penerapan pendidikan multikultural bersandarkan akidah, pengembangan potensi intelektual manusia, pengembangan akhlak baik terhadap sesama, penerapan menyerukan kedamaian.
Pendidikan Multikulturalisme Berbasis Alquran Akmal Rizki Gunawan Hasibuan
Idrak: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2018): Idrak
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu problematika masyarakat postmodern adalah euforia perbedaan. Ketika arus multikulturalisme itu mencapai eksremitasnya, akan lahir rasisme, yaitu puncak individu atau kelompok meneguhkan perbedaannya sehingga tidak bisa dipertemukan. Wacana ini sangat bertentangan dengan penjelasan Alquran (al-Hujarat: 13), yang mengindikasikanbahwasanya seluruh bangsa adalah kawan, seluruh manusia adalah sahabat, dan tujuan yang paling akhir adalah perdamaian. Dengan pendekatan library research, kajian ini menyimpulkan bahwa konsep pendidikan multikultural berbasis Alquran dalammembangun karakter kebangsaan penting dielaborasi, yang meliputi: Ketauhidan Kemanusiaan, Persatuan, Permusyawaratan, dan Keadilan. Hal ini berdasarkan deskripsi Alquran mengenai interkoneksi dan interaksi harmonis antara manusia dengan Allah(habl ma’a Allah), manusia dengan dirinya sendiri (habl ma’a nafsih ) manusia dengan manusia (habl ma’a al-nas). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maudu’i dan metode historis-kritis-kontekstual. Dari itu, diperoleh bahwa sesungguhnya konsep pendidikan multikultural berbasis Alquran dapat membangun karakter kebangsaan dengan empat langkah, yaitu; penerapan pendidikan multikultural bersandarkan akidah, pengembangan potensi intelektual manusia, pengembangan akhlak baik terhadap sesama, penerapan menyerukan kedamaian.
Dakwah Hamka Menjawab Isu-Isu Kenegaraan dalam Tafsir Al-Azhar Akmal Rizki Gunawan Hasibuan; Agustina Agustina
TSAQAFAH Vol 15, No 1 (2019): Da'wah and Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.18 KB) | DOI: 10.21111/tsaqafah.v15i1.2937

Abstract

AbstractThis explained that Buya Hamka was an Indonesian interpreter who had a major influence on efforts in grounding state values. This paper confirms that the discourse on state issues in al-Azhar's interpretation delivered by Hamka has a selective and accommodating impression. For example, in the context of religious and state relations, he was more inclined to Husein Muhammad Haikal's opinion which is said that in Islam there is a set of principles, moral and ethical values related to the life of society and the state. Whereas in its implementation, Islam does not determine the standard system of government, but Islam has the right to determine the system to be used. As for the state ideology, there were found inconsistencies in Hamka's thinking, a kind of development or shift in Hamka's attitude. On the one hand, Hamka wants an ideology of Islam in Indonesia, while on the other hand, he recognizes Pancasila as a state ideology. It is not another due in around the fifties, Muslims suspected with so many interpretations and differences of interpretation concerning the Pancasila as the State ideology, moreover, the interpretation of the secular group. The approach used in this study is an interpretive approach in order to understand a figure's thoughts/interpreters through their works.Keywords: Hamka, State Issues, Al-Azhar Interpretation.AbstrakIni memaparkan bahwa Buya Hamka (1908-1981) adalah salah seorang tokoh tafsir Indonesia yang punya pengaruh besar terhadap upaya pembumian nilai-nilai kenegaraan. Tulisan ini menegaskan bahwa wacana isu-isu kenegaraan dalam tafsir al-Azhar yang disampaikan oleh Hamka kepada para pembaca tafsirnya memiliki kesan selektif dan  akomodatif. Seperti misalnya, konteks hubungan agama dan negara, Hamka lebih cenderung kepada pendapat Muhammad Husein Haikal, yang mana dikatakan bahwa dalam Islam terdapat seperangkat prinsip dan tata nilai moral serta etika yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sedangkan  dalam pelaksanaannya, Islam tidak menentukan sistem pemerintahan baku, akan tetapi Islam berhak menentukan sistem yang akan digunakan. Adapun mengenai ideologi negara, ditemukan adanya inkonsistensi dalam pemikiran Hamka, semacam perkembangan atau pergeseran sikap Hamka. Di satu sisi Hamka menginginkan Indonesia berideologi Islam, sedangkan disisi lain ia mengakui Pancasila sebagai ideologi negara. Hal tersebut tidak lain dikarenakan pada sekitar tahun lima puluhan, umat Islam curiga dengan banyaknya penafsiran dan perbedaan penafsiran mengenai Pancasila sebagai ideologi negara, terlebih lagi penafsiran dari kelompok sekuler. Adapun pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan interpretasi (interpretatif approach) dalam rangka memahami pemikiran seorang tokoh/mufasir melalui karya-karyanya.Kata Kunci: Hamka, Isu-Isu Kenegaraan, Tafsir Al-Azhar.
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI METODE UNGZUR WAQUL PADA REMAJA DESA JATIMULYA Achmad Farhan; Acep Mulyadi; Akmal Rizki Gunawan Hasibuan
An-Nizam Vol 1 No 2 (2022): An Nizam : Jurnal Bakti Bagi Bangsa
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/an-nizam.v1i2.3319

Abstract

Arabic is the second language spoken in Indonesia. Therefore, good and proper methods, systems and principles of learning may contribute to achieving the purpose of Arabic teaching and learning activities. When a teacher does not properly apply methods, systems, and principles, teaching will not be effectively directed. Today, there are many interactive and innovative Arab learning techniques that teachers can apply. Application of methods, systems and principles will surely enhance the students' passion in learning Arabic simultaneously and continuously. The author has done a study of the existence of what is considered most effective. By using the method of look and say. And in running this program the authors involve some of the jatimulya youth that are the object of this learning. Using the enforcement method that is public education. It runs from February 12 to March 14. The program aims to enhance the jatimulya teen's awareness of the importance of Arabic. And from the results of the implementation of the learning program through look and say method, the jatimulya youth are attracted and they are quick to understand the learning that has been taught, and they are happy and active in learning it. With the end result they can speak Arabic
BIMBINGAN DAN PELATIHAN REMAJA DALAM MENGGUNAKAN JILBAB SESUAI SYARI’AT DI PERUMAHAN FARGESIA -BANTARGEBANG Gian Prihastiwi; Rabiyannur Lubis; Akmal Rizki Gunawan Hasibuan
An-Nizam Vol 1 No 1 (2022): An Nizam : Jurnal Bakti Bagi Bangsa
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/an-nizam.v1i1.4221

Abstract

Guidance and training activities for youth in using the headscarf according to the Shari'a in Fargesia housing are in the background because some of the teenagers there are still many who use the hijab but do not cover their aura. such as: the chest that is still visible or visible because the hijab is not allowed to unravel. Therefore, in this activity, the author provides guidance and training in using the hijab that is good and correct to the teenagers in the housing, as a reminder about the requirements for a good and correct hijab according to the Al-Quran. at the same time To be able to increase their knowledge about how to use or wear the hijab following Islamic Shari'a and to make this learning goal a success even in a Pandemic. Starting from the provision of material regarding the understanding of veiling, demands, and arguments about covering the genitals as well veiling by the Shari'a, and the conditions for the veil following the Shari'ah. The methods used in this activity are Community Education and Training. The purpose of this activity is so that teenagers can understand the ethics of using the hijab that is good and right and be able to get used to it in everyday life.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASI DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 (Studi Kasus Pada Mata Pelajaran PAI di SMK An – Nadwah Tambun Selatan) Wida Pratiwi; Akmal Rizki Gunawan Hasibuan
Turats Vol 14 No 1 (2021): Turats : Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam UNISMA Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research are 1) To find out how to implement the online learning model. 2)To find out what factors are the obstacles in the implementation of online learning, and 3) To find outthe supporting factors in the online learning process during the covid-19 pandemic in class xii Smk An- Nadwah Tambun Selatan. his research is a qualitative research with descriptive analysis technique.Analysis of research data obtained from the process of searching and compiling systematically, dataobtained from observations, interviews and the field, namely data collection, data reduction, datapresentation, conclusions and verification. The results showed that, 1) The implementation of theonline learning model in class XII was by utilizing several kinds of applications, the use of one-sheetlesson plans and evaluation of written worksheets that could be taken and collected directly to theschool. 2) The inhibiting factors in the implementation of online learning are the lack of effectivenessand time efficiency, the lack of enthusiasm of students and the lack of students’ understanding of thematerial. 3) Factors supporting online learning, namely, schools facilitate wifi for teachers in schools,and students are given free internet quota.
MENINGKATKAN LITERASI, NUMERASI, TEKNOLOGI, DAN ADMINISTRASI SEBAGAI IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR 3 DI SEKOLAH DASAR Suprima; Akmal Rizki Gunawan Hasibuan; Ana Yunitasari
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i2.1558

Abstract

Kemampuan pemahaman literasi, numerasi, dan penguasaan teknologi maupun administrasi di lembaga pendidikan pada era sekarang penting untuk ditingkatkan, pengaruh teknologi yang tidak terarah dan terhentinya pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19 menjadikan peserta didik minim dalam semangat belajar dan terjerumus dampak negatif teknologi. Kegiatan yang diterapkan mahasiswa Kampus Mengajar ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek 283 siswa di SDN Kayuringin Jaya XV yang dibagi menjadi beberapa program dan kelas. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan pengamatan. Peningkatan pada aspek literasi dan numerasi yaitu para siswa kembali termotivasi untuk semangat belajar serta mampu meningkatkan minat membaca dan menghitung melalui pemberian media belajar dan metode pembelajaran yang kreatif. Pada adaptasi teknologi, para guru terbantu dalam menambah referensi materi pembelajaran dan penggunaan media berbasis teknologi melalui video pembelajaran serta menerapkan sistem pembelajaran di luar kelas. Dalam aspek administrasi, menyusun dan melengkapi administrasi sehingga pihak sekolah terbantu dalam memenuhi kelengkapan dokumen untuk keperluan reakreditasi sekolah.
Figur Peserta Didik Ideal Dalam Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Kahfi Ayat 60-78 Radila; Pajri Pathurrahman; Akmal Rizki Gunawan Hasibuan
Jurnal Al-Manar Vol 12 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v12i1.468

Abstract

Berkembangnya teknologi pada zaman modern ini sangat berpengaruh terhadap figur peserta didik yang saat ini mulai kehilangan arti dari peserta didik itu sendiri. Di generasi milenial ini banyak sebagian peserta didik yang krisis moral yang salah satunya di akibatkan dari kurangnya pendidikan agama di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga. Peserta didik memilki karakter-karakter atau figur yang berbeda-beda dan tentunya hal itu didasari oleh peranan orang tua, guru, teman hingga lingkungan. Adab dan etika sangat perlu diterapkan pada peserta didik. Metode penulisan artikel ini menggunakan metode kajian studi kepustakaan yang bersumber dari buku dan artikel jurnal. Hasil dari penelitian ini adalah bagaimana figur peserta didik yang ideal dalam sudut pandang Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 60-78 yang sesuai dengan cita-cita serta ciri-ciri para peserta didik
Implementation of “Kampus Mengajar" Programs to Improve Learning Motivation Suprima Suprima; Akmal Rizki Gunawan Hasibuan; Fadhilah Qurratu 'Ayuni
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v4i3.471

Abstract

This dedication is carried out to implement various activities of the 3rd Kampus Mengajar Program to motivate students to learn at Middle School 2 Pamarican. After observing the school, multiple problems were found, such as students' lack of enthusiasm during learning due to their lack of extrinsic motivation, students still needing help to read and count correctly, and teachers still using traditional learning media. This study used a qualitative descriptive method with data collection techniques through teacher interviews and school observations. This research was conducted at Middle School 2 Pamarican for four months, from March 2nd, 2022, to June 29th, 2022. This research was aimed at students in grades VII and VIII and was carried out directly. The results of this dedication activity include assisting in teaching, learning multiplication using jarimatika, operating numbers, arithmetic series, and the concept of 3 M with the GASING method, improving reading skills using five methods, learning to recite the Quran, and adapting technology aimed at increasing students' learning motivation. There were many obstacles and challenges during the implementation, especially when learning became limited, so teachers had to have high creativity to improve student learning outcomes. 
Dakwah Hamka Menjawab Isu-Isu Kenegaraan dalam Tafsir Al-Azhar Akmal Rizki Gunawan Hasibuan; Agustina Agustina
TSAQAFAH Vol. 15 No. 1 (2019): Da'wah and Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tsaqafah.v15i1.2937

Abstract

AbstractThis explained that Buya Hamka was an Indonesian interpreter who had a major influence on efforts in grounding state values. This paper confirms that the discourse on state issues in al-Azhar's interpretation delivered by Hamka has a selective and accommodating impression. For example, in the context of religious and state relations, he was more inclined to Husein Muhammad Haikal's opinion which is said that in Islam there is a set of principles, moral and ethical values related to the life of society and the state. Whereas in its implementation, Islam does not determine the standard system of government, but Islam has the right to determine the system to be used. As for the state ideology, there were found inconsistencies in Hamka's thinking, a kind of development or shift in Hamka's attitude. On the one hand, Hamka wants an ideology of Islam in Indonesia, while on the other hand, he recognizes Pancasila as a state ideology. It is not another due in around the fifties, Muslims suspected with so many interpretations and differences of interpretation concerning the Pancasila as the State ideology, moreover, the interpretation of the secular group. The approach used in this study is an interpretive approach in order to understand a figure's thoughts/interpreters through their works.Keywords: Hamka, State Issues, Al-Azhar Interpretation.AbstrakIni memaparkan bahwa Buya Hamka (1908-1981) adalah salah seorang tokoh tafsir Indonesia yang punya pengaruh besar terhadap upaya pembumian nilai-nilai kenegaraan. Tulisan ini menegaskan bahwa wacana isu-isu kenegaraan dalam tafsir al-Azhar yang disampaikan oleh Hamka kepada para pembaca tafsirnya memiliki kesan selektif dan  akomodatif. Seperti misalnya, konteks hubungan agama dan negara, Hamka lebih cenderung kepada pendapat Muhammad Husein Haikal, yang mana dikatakan bahwa dalam Islam terdapat seperangkat prinsip dan tata nilai moral serta etika yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sedangkan  dalam pelaksanaannya, Islam tidak menentukan sistem pemerintahan baku, akan tetapi Islam berhak menentukan sistem yang akan digunakan. Adapun mengenai ideologi negara, ditemukan adanya inkonsistensi dalam pemikiran Hamka, semacam perkembangan atau pergeseran sikap Hamka. Di satu sisi Hamka menginginkan Indonesia berideologi Islam, sedangkan disisi lain ia mengakui Pancasila sebagai ideologi negara. Hal tersebut tidak lain dikarenakan pada sekitar tahun lima puluhan, umat Islam curiga dengan banyaknya penafsiran dan perbedaan penafsiran mengenai Pancasila sebagai ideologi negara, terlebih lagi penafsiran dari kelompok sekuler. Adapun pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan interpretasi (interpretatif approach) dalam rangka memahami pemikiran seorang tokoh/mufasir melalui karya-karyanya.Kata Kunci: Hamka, Isu-Isu Kenegaraan, Tafsir Al-Azhar.