Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENERAPAN ARSITEKTUR FUNGSIONALISME PADA RUANG KANTOR BAPPELITBANG KOTA GORONTALO Mahmudah, Fitria; Mokodongan, Elvie Fatma; Arifin, Sri Sutarni
JAMBURA Journal of Architecture Vol 4, No 2 (2022): JJoA : Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v4i2.15738

Abstract

Badan Perencanaan, Penelitian Pengembangan (BAPPELITBANG) Kota Gorontalo adalah lembaga teknis daerah kota, menyelenggarakan koordinasi, pengendalian, dan melaksanakan urusan pemerintahan daerah kota. Kantor Bappelitbang Kota Gorontalo ini terletak di Jl. Arief Rahman Hakim No.73, Liluwo, Kota Gorontalo. Kantor ini tercatat saat ini memiliki 38 Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jumlah 12 laki-laki dan 26 perempuan dan memiliki 23 Tenaga Penunjang Kegiatan Daerah (TPKD) dengan jumlah 13 laki-laki dan 10 perempuan. Hal tersebut mempengaruhi daya tampung bangunan yang sudah tidak dapat digunakan untuk seluruh pegawai. Selain itu kebutuhan fasiltas penunjang yang belum ada seperti foodcourt, lapangan,
PUSAT WISATA KULINER dan UMKM TANJUNG KRAMAT di KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER Buhang, Muhammad Ramdan; Syukri, Muhammad Rijal; Arifin, Sri Sutarni
JAMBURA Journal of Architecture Vol 4, No 2 (2022): JJoA : Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v4i2.15428

Abstract

Kota Gorontalo merupakan salah satu kota yang memiliki perkembangan yang cukup dalam bidang wisata dan kuliner yang di dukung dengan hasil laut yang melimpah sehingga membuat wisatawan menjadi lebih betah dengan Kota Gorontalo. Wisata Kuliner Dan UMKM Kota Gorontalo adalah Kawasan parawisata pusat kuliner yang bisa memenuhi kebutuhan kuliner para pengunjung dan wisatawan di Kota Gorontalo sekaligus tempat rekreasi dan refreshing dimana pengunjung dapat menikmati berbagai wisata kuliner yang mampu mencerminkan budaya dan ciri khas Kota Gorontalo. Pusat Wisata Kuliner dan UMKM di Kelurahan Tanjung Kramat Kota Gorontalo ini dirancang untuk melengkapi berbagai kekurangan dari wisata kuliner yang ada di Kota Gorontalo seperti mengganggu keadaan jalan karena menyebabkan kemacetan yang disebabkan kurang tersedianya tempat parkir di tempat wisata kuliner yang tersedia, dan kurangnya view yang memperlihatkan keindahan alam dan ruang luar. dengan prinsip arsitektur kontemporer yang dapat menambah keindahan dalam mengunjungi sebuah tempat Pusat Wisata Kuliner dan UMKM Kota Gorontalo. Kata Kunci: Pusat Wisata Kuliner dan UMKM, Tanjung Kramat, Arsitektur Kontemporer.
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOMIMETIK PADA ARENA PACUAN KUDA YOSONEGORO DIKABUPATEN GORONTALO Baderan, Sutrisno Ade Wirawan K.; Arifin, Sri Sutarni; Ernawati, Ernawati
JAMBURA Journal of Architecture Vol 4, No 2 (2022): JJoA : Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v4i2.15436

Abstract

Olahraga berkuda mulai berkembang di Gorontalo pada era 1980-an ketika masih menjadi bagian dari Sulawesi Utara. Kala itu olahraga berkuda menjadi olahraga bergengsi di Gorontalo serta memiliki berbagai prestasi di kejuaraan nasional akan tetapi sarana dan prasana yang kurang memadai membuat prestasi olahraga berkuda di Provinsi Gorontalo mengalami penurunan prestasi sampai saat ini. Arena pacuan kuda ini dirancang sesuai dengan dengan fasilitas standar nasional yang dapat menunjang prestasi olahraga berkuda di Provinsi Gorontalo dengan menggunakan metode analisis yang memperhatikan pengguna serta kesesuaian objek dengan pendekatan arsitektur biomimetik yang memberikan sentuhan alam pada bangunan dari segi bentuk dengan menganalogikan sebuah kuda dengan penggunan material terbarukan yang tidak mengeksploitasi alam. Bentuk seekor kuda pada bangunan tribun penonton yang menggunakan sistem struktur space frame dengan lengkungan struktur baja yang di ekspose sehingga dapat memberikan kesan visual yang kuat bagi pengunjung
PENATAAN PERMUKIMAN NELAYAN KELURAHAN TANJUNG KERAMAT KOTA GORONTALO Nasir, Yosan; Arifin, Sri Sutarni; Tatura, Lydia S.
JAMBURA Journal of Architecture Vol 4, No 2 (2022): JJoA : Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v4i2.15595

Abstract

ABSTRAK.  Kelurahan Tanjung Kramat merupakan salah satu permukiman penduduk di Kota Gorontalo yang sebagian besar masyarakat berpropesi sebagai nelayan. Banyak sarana dan prasarana dalam kawasan permukiman yang masih belum sesuai dengan standar permukiman yang telah diatur pemerintah dan banyak masalah kependudukan yang terjadi di kawasan permukiman antara lain, pengolahan sampah, kebutuhan ruang dan fasilitas untuk masyarakat nelayan yang masih kurang. Tujuan penataan permukiman ini untuk mendapatkan gambaran kawasan permukiman yang layak sesusai standar permukiman yang berlaku dengan sarana dan prasarana yang memadai.Kata Kunci: Penataan Permukiman Nelayan, Tanjung Kramat, Arsitektur Tropis.ABSTRACT. Tanjung Kramat Subdistrict is one of the residential areas in Gorontalo City where most of the people work as fisherman. Many facilities and infrastructure in residential areas are still bellow the standards set the government. Many population problems that occur in residential areas, including waste management, space requirements, and facilities for fishing communities are still lacking. The purpose of this settlement standards with adequate facilities and infrastructure. The results of the design were able to organize settlements with all activities and infrastructure that support the fishing community of Tanjung Kramat Subdistrict. The results of the the report were in the form of design concepts and applications to design objects as a guide for continuing the arrangement of fisherman’s settlements in Tanjung Kramat Subdistrict, Gorontalo City. Keywords: fishermen Settlement Arrangement, Tanjung Kramat, Tropical Architecture. 
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dan Menurunkan Angka Stunting Melalui Budidaya Aquaponik Dalam Mendorong Pencapaian Target SDGs Yunginger, Raghel; Arifin, Sri Sutarni
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v13i1.12512

Abstract

The community service program through the Village-Development Thematic Community Service Program for Gorontalo State University students is synergized with the Village SDGs program such as in Hutadaa Village. Based on the typology of the Village SDGs, Hutadaa Village has a village typology without poverty and a village typology caring for health. This village typology shows the condition of villages that must receive economic and health strengthening interventions, especially the handling of the stunting problem which is still confirmed in Hutadaa Village, Gorontalo Regency. Therefore, the form of student service at UNG is through the Thematic Community Service Program in Developing Village which is focused on community empowerment strategies in realizing family economic independence and simultaneously suppressing the stunting rate in this village. One of the empowerment efforts for communities or families whose children suffer from stunting is through aquaponics cultivation which is an integrated cultivation system between fisheries and agriculture. The results of this KKN student activity have given birth to three groups of aquaponic cultivation managers consisting of two groups from families of stunting sufferers and one group from youth youth organizations in Hutadaa Village. Aquaponic cultivation is expected to be a source of family nutritional intake as well as a source of family income to support the family with nutritious food. To encourage the sustainability of the aquaponic cultivation program consistently, this service activity is continued with assistance from the village which is included in the village RPJM and also becomes a sustainable program from UNG for student service activities for KKN UNG students in the next period.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KECAMATAN KOTA TENGAH KOTA GORONTALO Arifin, Sri Sutarni
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2014): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v2i1.43

Abstract

ABSTRAK Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau khususnya pada wilayah perkotaan sangat penting mengingat besarnya manfaat yang diperoleh dari keberadaan RTH tersebut. Kawasan Ruang Terbuka Hijau ini juga merupakan tempat interaksi sosial bagi masyarakat yang dapat mengurangi tingkat stress akibat beban kerja dan menjadi tempat rekreasi keluarga bagi masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung luas Ruang Terbuka Hijau berdasarkan jumlah penduduk di Kecamatan Kota Tengah saat ini dan proyeksi jumlah penduduk hingga 10 tahun mendatang. Melalui penelitian ini juga dilakukan identifikasi Ruang Terbuka Hijau yang telah ada di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kebutuhan akan ruang terbuka hijau pada Kecamatan Kota Tengah melalui perhitungan rumus matematis sederhana dan proyeksi jumlah penduduk. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar kajian dalam menentukan luas area yang dibutuhkan untuk penyediaan Ruang Terbuka Hijau pada lokasi penelitian dengan membandingkan pada luas RTH yang telah tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada wilayah Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo yang ada saat ini adalah seluas 4,37 hektar atau sekitar 0,91 persen dari total luas wilayah kecamatan. Sedangkan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau jika didasarkan pada persentase luas wilayah berdasarkan Undang-undang penataan ruang yaitu sebesar 30% atau 144,39 ha. Berdasarkan jumlah penduduk tahun 2012 adalah sebesar 0,85 hektar atau sebesar 0,18 persen luas wilayah dan tahun 2022 berdasarkan proyeksi jumlah penduduk, seluas 1.484 hektar atau sekitar 0,31 persen. Kata kunci: Kebutuhan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Penduduk
ANALISIS KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR HIJAU DI KOTA GORONTALO Arifin, Sri Sutarni; Syukri, Muhammad Rijal; Utama, Komang Arya
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v6i1.159

Abstract

Abstract Infrastructure development is a process that greatly in the development of a region. Optimizing of green infrastructure in the gorontalo city expected to reduce the effects of enviromental damage that often occurs in urban areas in general, such as pollution and flooding. The research method used is spatial analysis using the application of GIS (Geographic Information System) to map the distribution of existing green infrastructure. The research resulted in the data and maps about the condition of existing green infrastructure in Gorontalo City. Currently, amount of green infrastructure in the city of Gorontalo insufficient if it based on the spatial planning legislation is 30 percent of the total area. Spacious existing park area in the city of gorontalo is 6,05 hectare, while the need of parks based on population is 5,94 hectare. But the needs of the city park will increase along with population growth in the city of gorontalo. Keywords: infrastructure, enviroment, urban Abstrak Pembangunan infrastruktur merupakan proses yang sangat penting dalam pengembangan suatu wilayah perkotaan. Optimalisasi pemanfaatan infastruktur hijau di Kota Gorontalo diharapkan dapat mengurangi dan mengatasi dampak kerusakan lingkungan yang sering terjadi pada wilayah perkotaan pada umumnya seperti pencemaran dan banjir. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis spasial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan sebaran infrastruktur yang ada. Melalui penelitian ini diperoleh data dan gambaran sebaran mengenai kondisi infrastruktur eksisiting yang ada di Kota Gorontalo. Saat ini jumlah infrastruktur hijau di Kota Gorontalo belum terpenuhi sesuai dengan kebutuhan jika didasarkan pada Undang-undang penatan ruang yaitu 30 persen dari luas wilayah. Luas taman yang ada di Kota Gorontalo saat ini adalah 6,05 ha sedangkan kebutuhan untuk taman berdasarkan jumlah penduduk adalah 5,94 hektar. Namun kebutuhan taman ini akan semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk di Kota Gorontalo. Kata Kunci: infrastruktur, lingkungan, perkotaan
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KECAMATAN KOTA TENGAH KOTA GORONTALO Arifin, Sri Sutarni
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2014): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.653 KB) | DOI: 10.37971/radial.v2i1.43

Abstract

ABSTRAK Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau khususnya pada wilayah perkotaan sangat penting mengingat besarnya manfaat yang diperoleh dari keberadaan RTH tersebut. Kawasan Ruang Terbuka Hijau ini juga merupakan tempat interaksi sosial bagi masyarakat yang dapat mengurangi tingkat stress akibat beban kerja dan menjadi tempat rekreasi keluarga bagi masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung luas Ruang Terbuka Hijau berdasarkan jumlah penduduk di Kecamatan Kota Tengah saat ini dan proyeksi jumlah penduduk hingga 10 tahun mendatang. Melalui penelitian ini juga dilakukan identifikasi Ruang Terbuka Hijau yang telah ada di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kebutuhan akan ruang terbuka hijau pada Kecamatan Kota Tengah melalui perhitungan rumus matematis sederhana dan proyeksi jumlah penduduk. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar kajian dalam menentukan luas area yang dibutuhkan untuk penyediaan Ruang Terbuka Hijau pada lokasi penelitian dengan membandingkan pada luas RTH yang telah tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada wilayah Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo yang ada saat ini adalah seluas 4,37 hektar atau sekitar 0,91 persen dari total luas wilayah kecamatan. Sedangkan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau jika didasarkan pada persentase luas wilayah berdasarkan Undang-undang penataan ruang yaitu sebesar 30% atau 144,39 ha. Berdasarkan jumlah penduduk tahun 2012 adalah sebesar 0,85 hektar atau sebesar 0,18 persen luas wilayah dan tahun 2022 berdasarkan proyeksi jumlah penduduk, seluas 1.484 hektar atau sekitar 0,31 persen. Kata kunci: Kebutuhan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Penduduk
ANALISIS KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR HIJAU DI KOTA GORONTALO Arifin, Sri Sutarni; Syukri, Muhammad Rijal; Utama, Komang Arya
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.955 KB) | DOI: 10.37971/radial.v6i1.159

Abstract

Abstract Infrastructure development is a process that greatly in the development of a region. Optimizing of green infrastructure in the gorontalo city expected to reduce the effects of enviromental damage that often occurs in urban areas in general, such as pollution and flooding. The research method used is spatial analysis using the application of GIS (Geographic Information System) to map the distribution of existing green infrastructure. The research resulted in the data and maps about the condition of existing green infrastructure in Gorontalo City. Currently, amount of green infrastructure in the city of Gorontalo insufficient if it based on the spatial planning legislation is 30 percent of the total area. Spacious existing park area in the city of gorontalo is 6,05 hectare, while the need of parks based on population is 5,94 hectare. But the needs of the city park will increase along with population growth in the city of gorontalo. Keywords: infrastructure, enviroment, urban Abstrak Pembangunan infrastruktur merupakan proses yang sangat penting dalam pengembangan suatu wilayah perkotaan. Optimalisasi pemanfaatan infastruktur hijau di Kota Gorontalo diharapkan dapat mengurangi dan mengatasi dampak kerusakan lingkungan yang sering terjadi pada wilayah perkotaan pada umumnya seperti pencemaran dan banjir. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis spasial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan sebaran infrastruktur yang ada. Melalui penelitian ini diperoleh data dan gambaran sebaran mengenai kondisi infrastruktur eksisiting yang ada di Kota Gorontalo. Saat ini jumlah infrastruktur hijau di Kota Gorontalo belum terpenuhi sesuai dengan kebutuhan jika didasarkan pada Undang-undang penatan ruang yaitu 30 persen dari luas wilayah. Luas taman yang ada di Kota Gorontalo saat ini adalah 6,05 ha sedangkan kebutuhan untuk taman berdasarkan jumlah penduduk adalah 5,94 hektar. Namun kebutuhan taman ini akan semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk di Kota Gorontalo. Kata Kunci: infrastruktur, lingkungan, perkotaan
PENERAPAN ARSITEKTUR TROPIS PADA PEYAPATA MOUNTAIN RESORT DI KABUPATEN BONE BOLANGO Huda, Miftakhul; Trumansyahjaya, Kalih; Arifin, Sri Sutarni
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 2 (2025): JJoA : Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i2.29621

Abstract

Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia menjadi potensi wisata alam yang tidak dapat dikesampingkan. Seperti rangkaian pegunungan yang menyejukkan dan menjadi tujuan pendakian para wisatawan. Pegununganpun menawarkan berbagai hal seperti udara yang sejuk, aktivitas pegunungan yang dapat menjaga kebugaran tubuh, memberikan petualangan dan membangun kebersamaan. Selain itu, keanekaragaman flora fauna menjadi daya tarik yang dimiliki oleh wisata alam. Bone Bolango bagian dari Provinsi Gorontalo merupakan daerah yang memiliki potensi dengan berbagai keanekaragaman sumber daya pariwisata, meliputi alam dan budaya serta pengembangan ekowisata. Salah satunya tempat wisata yang menyediakan wisata alam di Kabupaten Bone Bolango yaitu Bukit Peyapata. Bukit Peyapata merupakan wisata Camping Ground yang menghadirkan nuansa alam dan aktivitas pegunungan. Keadaan iklim yang terbilang cukup ekstrim karena merupakan daerah tropis serta berada pada dataran tinggi, maka perlunya konsep arsitektur yang berkesinambungan serta dapat beradaptasi dengan iklim daerah tersebut. Dari hal ini, maka penggunaan konsep arsitektur tropis dipilih karena mampu beradaptasi serta selaras dengan kondisi dan iklim yang ada.Peneletian ini bertujuan untuk mewujudkan kawasan Bukit Peyapata Kabupaten Bone Bolango sebagai pengembangan kawasan wisata alam yang terangkum dalam kawasan Mountain Resort, yang memenuhi kaidah arsitektural serta memiliki nilai estetika yang baik. Data pada penelitian dibagi menjadi dua, yakni data untuk objek perancangan Mountain Resort dan data untuk tema perancangan, dimana kedua data ini akan terbagi menjadi data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data primer menggunakan metode observasi secara langsung. Sedangkan teknik pengumpulan data sekunder menggunakan kajian studi literatur, arsip/dokumen yang berhubungan dengan objek rancangan, referensi buku atau skripsi, jurnal-jurnal terkait objek dan tema perancangan, serta melalui media internet. Hasil Laporan berupa konsep perancangan dan penerapannya pada rancangan sebagai pedoman untuk melanjutkan perancangan Peyapata Mountain Resort dengan Pendekatan Arsitektur Tropis di Bone Bolango.