Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

IDENTIFIKASI PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN TALUMOLO KECAMATAN DUMBO RAYA KOTA GORONTALO (Identification of Slum Settlement in Kelurahan Talumolo Kecamatan Dumbo Raya Kota Gorontalo) Muhammad Rijal Syukri; Sri Sutarni Arifin
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 1, No 1 (2018): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.551 KB) | DOI: 10.31314/jsig.v1i1.144

Abstract

Abstract - The high number of urban residents due to a large number of migrants caused the reduction of land for settlements. This triggered the emergence of slums in various areas of the city. Dumbo Raya sub-district is a coastal area that is geographically flanked by the sea and hills. This condition causes the region to be very vulnerable to the disaster so that the growth of irregular or well-structured settlements will increase the chances of a disaster occurring. This study aims to determine the slums in Talumolo Subdistrict, Dumbo Raya District based on several indicators that have been determined and obtain data in the form of the area of slum identified. This study also aims to determine the level of a slum in the selected area. The method used in this research is through the application of Geographic Information System (GIS) and data analysis of questionnaires through mathematical calculations. Through this study obtained results in the form of: 1) Determination of locations included in the slum area based on 6 (six) variables namely non-economic vitality, economic vitality, land status, condition of infrastructure facilities, commitment of local governments and priority handling; 2) The results of identification and delineation of slum areas in Talumolo Village indicate that there is a slum area of 32,235 hectares with MEDIUM classification. Keywords: region, settlement, slum, Gorontalo, urban Abstrak – Tingginya jumlah penduduk kota akibat banyaknya pendatang menyebabkan berkurangnya lahan untuk permukiman. Hal ini memicu munculnya permukiman kumuh pada berbagai wilayah kota. Kecamatan Dumbo Raya merupakan wilayah pesisir yang secara geografis wilayahnya diapit oleh laut dan perbukitan. Kondisi ini mengakibatkan wilayah ini sangat rawan dengan bencana sehingga pertumbuhan permukiman yang tidak teratur atau tertata dengan baik akan memperbesar peluang terjadinya bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kawasan kumuh yang ada di Kelurahan Talumolo Kecamatan Dumbo Raya berdasarkan beberapa indikator yang telah ditetapkan dan memperoleh data berupa luas kawasan kumuh yang diidentifikasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan tingkat kekumuhannya kawasan yang terpilih. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan analisis data hasil kuisioner melalui hitungan matematis. Melalui penelitian ini diperoleh hasil berupa : 1) Penentuan lokasi yang termasuk ke dalam kawasan kumuh disusun berdasarkan 6 (enam) variabel yaitu vitalitas non ekonomi, vitalitas ekonomi, status tanah, kondisi prasarana sarana, komitmen pemerintah daerah dan prioritas penanganan; 2) Hasil identifikasi dan deliniasi kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Talumolo menunjukkan bahwa terdapat kawasan kumuh seluas 32,235 hektar dengan tingkat kekumuhan SEDANG. Kata kunci: kawasan, permukiman, kumuh, Gorontalo, perkotaan
ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN AREA TERBANGUN KOTA GORONTALO (Spatial Analysis Of Gorontalo City Building Area Changes) Muhammad Rijal Syukri; Sri Sutarni Arifin
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 1, No 2 (2018): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.583 KB) | DOI: 10.31314/jsig.v1i2.181

Abstract

Abstract - Development in urban areas growth accompanied by increasing population. This increase has an impact on the increasing need for urban space. This causes the area to be built in urban areas to increase and the reduction of open space so as to encourage the use of rice fields as residential areas and offices. Therefore it is necessary to do a study or evaluation through spatial analysis to determine changes in the use of paddy fields in Gorontalo City in a certain period of time. This study is one of the references in the direction of environmentally sound development for the future. This study aims to analyze changes in land use as a built area within 5 years from 2008 to 2013. The method used in this study is spatial analysis consisting of image data and digital maps as supporting data. The analysis was carried out by overlaying the land use map technique with different periods of time from the interpretation of digital satellite images. The results showed that there were two types of changes in the built-up area in Gorontalo City within a period of 5 years, namely the change in open area to a built area and the area built into an open area. Keywords: changed, land, built area, gorontalo Abstrak – Pembangunan di wilayah perkotaan terus berkembang yang disertai dengan meningkatnya jumlah penduduk. Peningkatan ini berdampak pada semakin tingginya kebutuhan akan ruang kota. Hal ini menyebabkan kawasan terbangun di wilayah perkotaan semakin meningkat dan berkurangnya ruang terbuka sehingga mendorong penggunaan lahan sawah sebagai area permukiman dan perkantoran. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian atau evaluasi melalui analisis spasial untuk mengetahui perubahan pemanfaatan lahan sawah yang ada di Kota Gorontalo dalam kurun waktu tertentu. Kajian ini merupakan salah satu acuan dalam arahan pembangunan yang berwawasan lingkungan untuk masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pemanfaatan lahan sebagai area terbangun dalam kurun waktu 5 tahun dari tahun 2008 hingga 2013 . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial terdiri dari data citra dan peta digital sebagai data pendukung. Analisis dilakukan dengan teknik overlay peta penggunaan lahan dengan kurun waktu berbeda hasil interpretasi citra satelit digital. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua jenis perubahan area terbangun di Kota Gorontalo dalam kurun waktu 5 tahun yaitu perubahan area terbuka menjadi area terbangun dan area terbangun menjadi area terbuka. Kata kunci: perubahan, lahan, area terbangun, gorontalo
PERUBAHAN INDEX HIJAU DI KELURAHAN MOODU KECAMATAN KOTA TIMUR KOTA GORONTALO (Change Of Green Index In Kelurahan Moodu Kecamatan Kota Timur Of Gorontalo City) Sri Sutarni Arifin; Muhammad Rijal Syukri
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 1, No 2 (2018): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.02 KB) | DOI: 10.31314/jsig.v1i2.182

Abstract

Abstract - Increased development in urban areas has resulted in a decrease in the quality of the environment so it is necessary to study the green per capita index to find out the number of green space requirements and analyze changes in green area within 5 years. This research is quantitative by using the ArcGIS Application through the Geographic Information System to calculate the green area and calculate the green index (green index) using mathematical formulas. The results showed that the green index per capita in 2013 was 15.30 m2 which increased in 2018 by 16.22 m2. Nevertheless, this condition is not in accordance with the studies that have been carried out previously, namely the green index standard of 20 m2 per capita. Keywords: green index, green area, environment, cities Abstrak – Peningkatan pembangunan pada wilayah perkotaan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan sehingga perlu dilakukan kajian tentang index hijau per kapita untuk mengetahui jumlah kebutuhan ruang hijau serta menganalisis perubahan luas area hijau dalam kurun waktu 5 tahun. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan Aplikasi ArcGIS melalui Sistem Informasi Geografis untuk menghitung luas area hijau serta menghitung index hijau (green index) menggunakan rumus matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green index per kapita pada tahun 2013 adalah 15,30 m2 mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebesar 16,22 m2. Meskipun demikian, kondisi ini belum sesuai dengan kajian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu standar green index 20 m2 per kapita. Kata kunci: index hijau, area hijau, lingkungan, perkotaan
INTERPRETASI LAHAN SAWAH DI KECAMATAN LIMBOTO BARAT MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 OLI (Interpretation of Paddy Fields in West Limboto Subdistrict Using Landsat 8 OLI) Egrilianti A. Moonti; Sri Sutarni Arifin; Arthur Gani Koto
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 1, No 1 (2018): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.582 KB) | DOI: 10.31314/jsig.v1i1.100

Abstract

Abstract - One of the issues of national food security is the availability of staple food in the form of rice in a sustainability. The availability of paddy fields in West Limboto subdistrict, which is one of the rice producing areas in Gorontalo Regency needs to be interpreted to be known if there is land conversion in the future. Calculation of rice fields can be interpreted using remote sensing data. The purpose of this research is to interpreationt the extent of paddy field located in West Limboto subdistrict. Landsat 8 OLI (Operational Land Imager) acquired November 20, 2015 is the data used in this study. GPS measuring instrument is used as a tool for checking the coordinates of sample points that will be in the fiel d check. The method by digital image processing landsat 8 OLI using supervised classification algorithm maximum likelihood. Landsat 8 layer stacking process then do corrected geometric. Unsupervised classification is performed as an initial interpretation stage to classify land cover and also as sample point extraction. Total 18 sample points were taken that were used for ground data. Reclassified using supervised method processing after finished ground data. The results show that the paddy fields about 886,66 ha spread in 8 villages. Keywords: paddy fields, supervised, mapping, west limboto, gorontalo Abstrak – Salah satu isu ketahanan pangan nasional adalah ketersediaan bahan makanan pokok berupa beras secara berkelanjutan. Ketersediaan lahan sawah di Kecamatan Limboto Barat yang merupakan salah satu wilayah penghasil beras di Kabupaten Gorontalo perlu diinterpretasi agar dapat diketahui bila terjadi alih fungsi lahan pada masa mendatang. Penghitungan luas lahan sawah dapat diinterpretasi menggunakan data penginderaan jauh yaitu citra landsat 8. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginterpretasi luasan lahan sawah yang terdapat di Kecamatan Limboto Barat. Citra landsat 8 OLI (Operational Land Imager) perekaman 20 November 2015 merupakan data yang digunakan dalam penelitian ini. Alat ukur berupa GPS digunakan sebagai alat bantu untuk pengecekan koordinat titik sampel yang akan di cek lapangan. Metode penelitian dilakukan dengan teknik pengolahan citra digital landsat 8 OLI menggunakan klasifikasi supervised algoritma maximum likelihood. Citra landsat 8 dilakukan proses layer stacking kemudian dikoreksi geometrik. Klasifikasi tak terbimbing (unsupervised) dilakukan sebagai tahap interpretasi awal untuk mengklasifikasi tutupan lahan dan juga sebagai pengambilan titik sampel. Sebanyak 18 titik sampel diambil yang digunakan untuk cek lapangan. Reklasifikasi metode terbimbing (supervised) dilakukan dari hasil data lapangan. Hasil yang diperoleh menunjukkan luas lahan sawah sekitar 886,66 ha yang tersebar di 8 desa. Kata kunci: sawah, landsat, supervised, pemetaan, limboto barat, gorontalo
PERANCANGAN KAWASAN WISATA PANTAI BATU PINAGUT BOROKO TIMUR BOLAANG MONGONDOW UTARA Siti nurahliza Wanda Lasama; Nurnaningsih Nico Abdul; Sri Sutarni Arifin
JAMBURA Journal of Architecture Vol 4, No 1 (2022): JJoa : Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v4i1.14745

Abstract

Pariwisata telah mengalami  perkembangan  yang  sangat  pesat sehingga bisa dijadikan kekuatan potensial untuk meningkatkan pendapatan   ekonomi domestik yang didalamnya. Kepariwisatan di Bolaang Mongondow Utara pun mulai makin berkembang yang ditandai dengan berbagai macam objek pariwisata yang tersebar baik di beberapa kecamatan. Salah satunya adalah objek wisata pantai Batu Pinagut yang terletak di Boroko Utara Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Objek wisata Pantai Batu Pinagut merupakan kawasan strategis dan menawarkan keindahan pantai yang disertai bebatuan dan lingkungan sekitar yang masih asli, Objek wisata Pantai Pinagut ini juga didukung oleh objek Wisata pasir putih dan makam keramat. Namun kenyataannya Pantai Batu Pinagut kurang mendapat perhatian dari pemerintah dalam hal pengelolahan dan pengembangan fasilitas kepariwisataan, hal ini terlihat dari tidak terpeliharanya infrastruktur, kurangnya fasilitas  pendukung  kepariwisataan,  kawasan  perdagangan  dan  jasa tidak dalam satu zona, tempat parkir untuk kendaraan masih tak beraturan, minimnya budaya sadar wisata bagi masyarakat  (pengrusakan Sarana/Prasarana wisata), belum adanya pusat kegiatan yang menopang kegiatan di sekitarnya, belum adanya fasilitas akomodasi penginapan serta kurangnya rasa aman dan nyaman masyarakat.Berdasarkan permasalahan di atas dibutuhkannya perancangan dan penataan kawasan wisata di Pantai Batu Pinagut dan beberapa fasilitas akomodasi penunjangkegiatan wisata yang dapat dinikmati oleh semua orang untuk berlibur dan rekreasi dengan memanfaatkan potensi alam yang ada serta menunjunkan ciri khas daerah, perkembangan Kota nantinya, Wisata Pantai Pinagut akan dapat meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat sekitar dengan penerapan   pendekatan Aristektur Tropis pada penataan kawasannya.Kata kunci: Penataan  Kawasan,  Wisata   Pantai,  Batu  Pinagut  Bolaang Mongondow Utara
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Keluarga Melalui Pemanfaatan Pekarangan Rumah. Raghel Yunginger; Sri Sutarni Arifin
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 11, No 5 (2022): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Univeristas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v11i5.12665

Abstract

Permasalahan ekonomi di masa pandemi Covid-19 mengalami  gangguan yang cukup signifikan terutama bagi masyarakat yang rentan terhadap dampak Covid-19 termasuk masyarakat di  Desa Tinelo Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Krisis ekonomi makin dirasakan di tengah pandemi Covid-19 karena sulitnya mendapatkan peluang usaha untuk ketahanan ekonomi keluarga. Hal ini makin memperburuk pemenuhan pangan dan juga pemenuhan gizi bagi keluarga di tengah pandemi Covid-19. di sisi lain terdapat potensi yang belum dioptimalkan fungsinya oleh warga yaitu terdapatnya pekarangan rumah yang cukup  untuk dimanfaatkan sebagai penambah sumber pangan yang bergizi. Oleh karena itu program pengabdian mahasiswa KKN ini difokuskan pada penguatan kapasitas kelompok ibu-ibu rumah tangga untuk memanfaatkan pekarangan rumah dalam mempertahankan perekonomian keluarga.Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta motivasi kelompok ibu-ibu rumah tangga dalam memanfaatkan pekarangan rumah. Disamping itu tujuan lain dari pengadian ini adalah menerapkan pola pemanfaatan pekarangan rumah yang sesuai dengan karakter pekarangan yang tersedia di rumah tangga warga. Kegiatan pemanfaatan pekarangan dapat dilakukan oleh Ibu rumah dengan memanfaatkan waktu luangnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga. Ini artinya di tengah pandemi Covid-19 ibu rumah tangga dapat menopang kemandirian ekonomi keluarga melakukan aktivitas pemanfaatan pekarangan rumah.  Adanya sinergitas yang cukup intens antara tim pengabdian dan mahasiswa KKN menghasilan kelompok ibu-ibu rumah tangga yang mampu mendesain dan mengelola pemanfaatan pekarangan rumah mereka. Upaya ini didorong menjadi salah satu prioritas pembangunan Desa Tinelo untuk menopang lumbung pangan  dan gizi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan upaya ini juga merupakan strategi untuk mendorong pencapaian target SDGs tujuan 1, 2, 3 dan 5 di pedesaan. 
ANALISIS PERFORMA MODEL ECO-COOLER SEBAGAI ALTERNATIF BUKAAN ALAMI Pratiwi, Niniek; Arifin, Sri Sutarni
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 8 No 1 (2021): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v8i1a1

Abstract

Abstrak_ Konsumsi nergi listrik nasional terus mengalami peningkatan. Pada 2015 konsumsi listrik sebesar 910 kilowat jam (kWh) per kapita, kemudian meningkat menjadi 1.084 kWh/kapita pada 2019. Di Indonesia, Hermanto,dkk (2005) menyebut sekitar 60% konsumsi listrik hotel di Jakarta digunakan untuk memasok energi mesin AC. Oleh karena itu, usaha penghematan energi yang berkaitan dengan pendinginan ruangan akan berdampak signifikan terhadap usaha penghematan energi di dunia. Salah satu contohnya  yakni penggunaan Eco-Cooler.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa performa dari model Eco-Coolersebagai alternative bukaan alami. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen dengan tahapan pengukuran kemudian disimulasikan dengan menggunakan aplikasi Ansysdan dianalisis secara analisis statistik deskriptif. Hasilpengukuran menujukkan bahwa semakin besar perbandingan inletterhadapoutlet maka distribusi kecepatan aliran angin lebih baik. Sementara untuk simulasi bisa ditarik kesimpulan bahwa model C, merupakan model yang lebih baik dibanding model A dan B. Model C mampu membuat jangkauan angin terpanjang yaitu sekitar 2,77 meter dan memiliki kecepatan angin minimum paling besar  berkisar 0,499 m/s dan posisi Eco-Cooler denganketinggian 100 cm memilikijangkauanangin yang lebih baik daripada yang lainnya.Berdasarkan hasil tersebut dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membandingkan antara model tersebut dengan jendela yang dipakai pada umumnya. Kedepannya, Eco-Cooler diharapkan mampu menjadi alternative bukaan alami.Kata kunci: Eco-Cooler; Ansys; Angin, Energi Terbarukan. Abstract_ National electricity consumption continues to increase. In 2015, electricity consumption was 910-kilowatt hours (kWh) per capita, then has risen to 1,084 kWh / capita in 2019. In Indonesia, Hermanto et al. (2005) stated that around 60% of hotel electricity consumption in Jakarta had been used to supply AC engine energy. Therefore, energy-saving efforts related to room cooling will significantly impact energy-saving measures in the world. One example is the use of the Eco-Cooler. This research aims to analyze the performance of the Eco-Cooler model as an alternative to natural openings. This research is a quantitative research using experimental methods with measurement stages then simulated using the Ansys application and analyzed by descriptive statistical analysis. The measurement results show that the greater the inlet to outlet ratio, the better the wind speed distribution. As for the simulation, it can be concluded that model C is a better model than models A and B. Model C can make the most extended wind range, which is about 2.77 meters and has the greatest minimum wind speed of 0.499 m / s, and the Eco- position. Coolers with a height of 100 cm have better wind coverage than others. Based on these results, further research can be conducted to compare the model with the windows used in general. In the future, the Eco-Cooler is expected to be an alternative to natural openings.Keywords: Eco-Cooler; Ansys; Wind; Renewable Energy.
PERANCANGAN SARANA PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN OLAHRAGA PELAJAR PROVINSI GORONTALO Adam, Nur Alim Januardi JH; Arifin, Sri Sutarni; saman, satar
JAMBURA Journal of Architecture Vol 4, No 2 (2022): JJoA : Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v4i2.15606

Abstract

PPLP Provinsi Gorontalo sejak tahun 2017 hingga 2021 mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data primer dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga, tercatat sebanyak 74 siswa telah terdaftar di PPLP Provinsi Gorontalo. Pihak pengelola PPLP Provinsi Gorontalo menyampaikan, saat ini PPLP Provinsi Gorontalo memiliki kendala tidak adanya sekolah formal untuk menampung siswa yang berasal dari seluruh daerah yang ada di Provinsi Gorontalo. selain itu tidak adanya sekolah formal membuat pengawasan terhadap atlet tidak maksimal karena atlet harus keluar dari kawasan PPLP untuk pergi ke sekolah-sekolah terdekat.Tujuan PPLP Provinsi Gorontalo adalah untuk menghadirkan sekolah yang dapat menampung siswa berprestasi dibidang olahraga yang ada di provinsi gorontalo, serta memiliki sarana dan prasarana yang mendukung aktifitas pembelajaran dan pelatihan.  Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah dengan melakukan observasi lapangan, yaitu dengan meninjau langsung kondisi lapangan dan mengumpulkan data dengan cara mewawancarai pihak terkait, kemudian mengidentifikasi aspek-aspek yang dapat diterapkan dalam perancangan yang menyangkut aspek teknis, aspek desain yang sesuai dengan kriteria perancangan yang akan dicapai. Dari permasalahan yang diperoleh selanjutnya dianalisis sehingga menghasilkan konsep perancangan dengan tema Arsitektur Kontemporer. Sebagai hasil desain yaitu dapat merancang pusat pendidikan dan latihan olahraga dengan segala kegiatan dan sarana prasarana yang mendukung. Hasil laporan berupa konsep perancangan dan penerapan pada objek rancangan sebagai pedoman untuk melanjutkan merancang pusat pendidikan dan latihan olahraga Pelajar. 
Perancangan Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Rekayasa Dengan Tema Modern Padali, Rebuchi Lilian Andjani; Arifin, Sri Sutarni; Trumansyahjaya, Kalih
JAMBURA Journal of Architecture Vol 4, No 2 (2022): JJoA : Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v4i2.15832

Abstract

Keberadaan lemaga pendidikan di Indonesia terus memberikan kontribusi terhadap pembangunan disegala bidang. Salah satu Lembaga Pendidikan yang diharapkan menghasilkan manusia yang berkualitas adalah Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Rekayasa (SMKTR). Provinsi Gorontalo tercatat memiliki 58 SMK yang tersebar di seluruh wilayah, namun belum ada SMK dengan fokus utama pada teknologi rekayasa khususnya dalam konstruksi dan properti dengan menerapkan sistem sekolah ber-asrama. Perencanaan Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Rekayasa (SMKTR) yang menerapkan sistem Boarding School dan menitikberatkan pada arsitekur modern diharapkan dapat memaksimalkan sistem pendidikan SMK di Provinsi Gorontalo. Arsitektur modern merupakan istilah yang diberikan kepada sejumlah bangunan dengan ciri khas yang mengutamakan kesederhanaan bentuk dan menghilangkan segala macam ornamen. Keunggulan arsitektur modern adalah pelaksaaan konstruksi yang cepat dengan menghasilkan gaya arsitektur yang praktis (Inez, 2014). Oleh karena itu, bentuk arsitektur harus mengikuti fungsinya. Penekanan desain arsitektur modern adalah pada ruang, sehingga desainnya polos, sederhana dan memiliki area kaca yang luas. Arsitektur modern memiliki prinsip fungsionalitas dan efisiensi.Dalam perancangan Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Rekayasa (SMKTR) ditemukan bahwa konsep perencanaan makro sudah sesuai dengan ketentuan yang ada dan mencakup seluruh kegiatan di sekolah yang bersangkutan, namun dengan beberapa kekurangan. Kekurangan ini ditanggulangi dari hasil analisa orientasi matahari, arah angin, kesibingan dan vegetasi. Perubahan perencanaan yang dapat memaksimalkan fungsi dari setiap bagian bangunan yang akan dibangun dimasa yang akan dating. Selain itu, analisis denah juga direkomendasikan untuk digunakan sebagai dasar perencanaan bangunan yang akan dibangun dengan menggunakan pendekatan arsitektur modern.
PERANCANGAN RUMAH TAHANAN POLDA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HUMANIS Labaika, Fikransyah; Arifin, Sri Sutarni; Mokodongan, Elvie Fatmah
JAMBURA Journal of Architecture Vol 6, No 1 (2024): JJoA : Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v6i1.20584

Abstract

The majority of inmates in Indonesia’s prison and correctional intitutions is increasing annually due to an overpopulation of in mates. The situation is the cause of prison breakout, riots, drug trafficking, and various other possibilities. The increase in the resident population in the correctional facility has not been matched by the fulfillment of proper housing capacity for inmates and detainees. In Gorontalo Province, in the Gorontalo Regional Police, crimes such as violence, beatings, murders, domestic violence, and so on are caused by someone consuming alcohol. Distruption of public safety and order (Kamtibmas) in Gorontalo Province from January to March 2021, there were 628 police reports that were handled by the Directorate of General Criminal Investigation of the Gorontalo Police and the Criminal Reserve Unit (Satreskrim) Police Resort ranks. The cases were comprised of 226 casas of abuse, 174 cases of fraud/embezzlement, 135 cases of theft, 36 cases of child protection, 30 cases of domestic violence, and 27 cases of defamation/insult. The methodology used was data collection, both secondary and primary data, which can support the process of design reference for the Gorontalo Police Detention House with a humanist architectural approach, followed by analytical methods in the form of site analysis and building analysis. The result of this study is a design of the Gorontalo Police Detention Center with a humanist architectural approach to take into account the emotional and social requirements of inmates. It is intended that this will contribute to a more effective rehabilitation process. By fostering a more pleasant environment and supporting the rehabilitation process, it is anticipated that the crime rate in the community will decrease.  Sebagian besar penghuni rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan di Indonesia setiap tahunnnya semakin meningkat dengan kelebihan penghuni. Situasi ini merupakan penyebab dari kaburnya narapidana, kerusuhan, peredaran narkotika, dan berbagai kemungkinan lainnya. Peningkatan populasi penghuni dalam rumah tahanan tidak diimbangi dengan pemenuhan kapasitas hunian narapidana dan tahanan yang layak. Di Provinsi Gorontalo dalam instasi Polda Gorontalo, kriminalitas yang terjadi seperti kekerasan, pengoroyokan, pembunuhan, KDRT dan lain sebagainya ini merupakan salah satu disebabkan oleh Miras yang di konsumsi oleh seseorang. Gangguan Kamtibmas di Provinsi Gorontalo dari bulan Januari-Maret 2021, terdapat 628 laporan polisi yang telah ditangani oleh Direktorat Reskrim Umum Polda Gorontalo dan Satreskrim Polres jajaran. Dari 628 kasus ini terdapat, penganiayaan 226 kasus, penipuan/penggelapan 174 kasus, pencurian 135 kasus, perlindungan anak 36 kasus, KDRT 30 kasus dan Pencemaran nama baik/penghinaan 27 kasus. Metodologi yang di terapkan dalam penyususan adalah pengumpulan data baik data sekunder maupun data primer yang dapat menunjang proses penyusunan acuan Perancangan Rumah Tahanan Polda Gorontalo dengan pendekatan arsitektur humanis, kemudian dilanjutkan dengan metode analisa berupa analisa tapak dan analisa bangunan. Berdasarkan analisa yang dilakukan maka hasil yang diperoleh perancangan Rumah Tahanan Polda Gorontalo dengan pendekatan arsitektur humanis bertujuan untuk memperhatikan kebutuhan emosional dan sosial para tahanan diharapkan dapat membantu dalam proses rehabilitasi yang lebih efektif. Mengurangi tingkat kejahatan di masyarakat, dengan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan membantu dalam proses rehabilitasi, diharapkan dapat mengurangi tingkat kejahatan di masyarakat.