Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Kuat Tekan Berdasarkan Nilai Pantulan Palu Menggunakan Spesimen Kubus Beton Agregat Lokal Bali Partama, I Gusti Ngurah Eka; Astariani, Ni Kadek; Sudika, I Gusti Made; Silvi, Ni Putu
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.59107

Abstract

Terdapat dua metode pengujian kuat tekan beton yaitu Non-Destructive Test (NDT) dan Destructive Test (DT). DT dilakukan dengan Compression Testing Machine (CTM) sedangkan NDT dapat menggunakan Hammer Test (HT). Agregat lokal Bali mempunyai sifat yang spesifik, sehingga metode pengujian yang lazim perlu disesuaikan. Spesimen yang dicetak di lokasi pekerjaan diuji tekan menggunakan CTM di laboratorium pada umur tertentu yang diinginkan, sehingga perlu dimobilisasi untuk mengujinya. Lokasi pekerjaan yang jauh menjadi kendala tatkala informasi kuat tekan harus ditetapkan secepatnya. Alat HT bentuknya kecil, ringan, mudah dioperasikan, hasilnya cepat namun dianggap kurang akurat perlu dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi memberikan informasi kuat tekan (f’ck) yang representatif, dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan spesimen kubus 15x15x15cm3. Nilai pantul (Rn) ditentukan berdasarkan rerata 3 sisi yang tidak dalam satu sumbu, sedangkan f’ck ditentukan menggunakan CTM. Korelasi keduanya ditentukan berdasarkan analisa regresi, untuk r2 terbesar, f’ck selalu positif serta korelasi Rn-f’ck yang selalu selaras adalah formulasi yang direkomendasikan. Kuat tekan beton agregat lokal Bali dapat ditentukan dengan HT (a=0o), spesimen kubus 15x15x15cm3 dan formulasi f’ck=0,0644Rn2-0,9261Rn+6,0725; Rn=rerata 5 nilai pantul pada 3 sisi kubus yang tidak satu sumbu. Formulasi tersebut untuk spesimen kubus pada umur 3-28 hari dan diatas 28 hari perlu kajian tersendiri.
PENYIAPAN DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERMOHONAN BANTUAN DANA DAK FISIK PENUGASAN BIDANG PENDIDIKAN SMK BINTANG PERSADA DENPASAR I Gusti Ngurah Eka Partama; I Gusti Made Sudika; Ni Kadek Astariani; Made Sudarma; Ayu Putu Utari Parthami Lestari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i3.2748

Abstract

SMK Bintang Persada Denpasar dinaungi oleh Yayasan Bintang Persada (YBP) memanfaatkan Program DAK Fisik Penugasan Bidang Pendidikan SMK Kota Denpasar Tahun 2020, untuk melanjutkan pembangunan gedung sekolahnya memerlukan dokumen hasil kajian struktural untuk melengkapi proposalnya. YBP bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai (FT UNR) dalam menyiapkan dokumen tersebut dalam suatu Surat Perjanjian Kerjasama dengan melibatkan 5 dosen dan 4 mahasiswa untuk membantu aktifitas kajian dan menggambar hasil kajian. Survei dilakukan untuk pengumpulan data terkait bangunan eksisting, penyelidikan tanah dan pengujian mutu beton. Data yang didapat merupakan data masukan dalam analisa struktur pembangunan lanjutan gedung menjadi 4 lantai. Hasil kajian mendapatkan mutu bahan dan struktur gedung eksisting dinyatakan layak untuk dilanjutkan menjadi 4 lantai dengan ketentuan yang disajikan dalam gambar rencana. Dokumen hasil penyelidiakn tanah, Hammer test, laporan analisa struktur, laporan hasil kajian dan gambar rencana selanjutnya diserahkan ke YBP dan SMK BPD.
Sinergitas Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Melalui Biopori Ardana, Putu Doddy Heka; Astariani, Ni Kadek; Lestari, Ayu Putu Utari Parthami; Pamungkas, Tri Hayatining
DEDIKASI PKM Vol. 6 No. 2 (2025): DEDIKASI PKM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v6i2.48261

Abstract

Wawasan pengelolaan air sangat mendesak dilakukan saat ini, terutama di lingkungan perkotaan. Air adalah kebutuhan pokok manusia, namun jika tidak dikendalikan juga kadang menimbulkan masalah, seperti banjir dan bencana lanjutannya di musim hujan. Di musim kemarau, air sulit ditemukan. Di perkotaan tidak mudah untuk menyisakan lahan sebagai penyerapan air dengan lingkungan binaan yang mendominiasi tutupan lahan. Dengan keterbatasan lahan terbuka, teknologi biopori sudah lama ditawarkan menjadi solusi. Namun, manfaat biopori belum cukup dipahami. Bersinergi dengan BWS Nusa Penida, Fakultas Sains dan Teknologi berupaya memperkenalkan pengetahuan biopori dan prakteknya melalui Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan di bulan Desember 2023 lalu. Bersama mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Ngurah Rai, kegiatan ini berhasil menanam 100 titik lubang bipori yang diharapkan berkontribusi pada pengurangan genangan air pada saat musim hujan, peningkatan kualitas cadangan air bersih dalam tanah hingga peningkatan pengetahuan peserta mengenai teori dan praktik kegiatan. Rumusan masalah dari karya ilmiah ini adalah bagaimana sinergitas antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam memahami, menerapkan, dan memperluas penggunaan biopori sebagai solusi dalam pengelolaan sumber daya air di lingkungan perkotaan? Sedangkan metodologi dalam karya ilmiah ini akan memanfaatkan metode kuantitatif untuk memahami persepsi, sikap, dan perilaku mahasiswa terkait pengelolaan air dan penanaman biopori. Di akhir kegiatan dilakukan perbandingan wawasan peserta kegiatan yang menunjukkan tren peningkatan.
STUDI KOMPARASI PARAMETER RESPONS SPEKTRUM GEMPA DESAIN SNI 1726-2012 TERHADAP SNI 1726-2019 DAERAH BALI UTARA DAN BALI BARAT Astariani, Ni Kadek; Astika, I Kadek; Juliawan, I Kadek Hendra; Hidayatulah, Syarif; Suarjana, I Gede Purnomo
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1405

Abstract

Daerah Bali utara dan Bali barat yang meliputi Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana merupakan daerah rawan gempa karena memiliki beberapa pegunungan yang melintang di sepanjang kedua kabupaten tersebut. Peraturan gempa yang berlaku saat ini adalah SNI 1726-2019 yang mengadopsi ASCE 7-16, dengan adanya perubahan peraturan tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap bangunan yang telah dibangun menggunakan peraturan SNI 1726-2012. Terkait dengan adanya pembaharuan tersebut maka dilakukan komparasi parameter respons spektrum gempa SNI 1726-2012 terhadap SNI 1726-2019 dengan memilih 10 lokasi di kedua kabupaten dengan menggunakan kelas situs yaitu tanah keras (SC), tanah sedang (SD), dan tanah lunak (SE). Setiap perubahan pada parameter dan koefisien, baik itu peningkatan maupun penurunan, akan mempengaruhi grafik spektrum respons desain. Dari hasil analisis dengan menggunakan metode rspons spektrum gempa, terlihat bahwa adanya peningkatan beberapa nilai parameter SNI 1726-2019 terhadap SNI 1726-2012 berdasarkan kelas situs atau jenis tanahnya. Untuk parameter SDS dan SD1 pada kelas situs tanah keras (SC), tanah sedang (SD), dan tanah lunak (SE) rata-rata mengalami kenaikan pada grafik respons spektrum dengan menggunakan SNI 1726-2019 jika dibandingkan dengan SNI 1726-2012. Berdasarkan hasil penelitian ini maka sangat perlu dilakukan segera evaluasi keamanan bangunan mengacu SNI-1726:2019 bagi bangunan yang berada di lokasi yang nilai SDS dan SD1 nya mengalami kenaikan.
Comparison of Design and Cost of Reinforced Concrete Structures in Buildings with Brick, Brick and Light Brick Walls in front of SD No. 9 Benoa Astariani, Ni Kadek; Sudika, I Gusti Made; Triatmaja, Putu Arif Prabawa
ASTONJADRO Vol. 14 No. 2 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i2.17207

Abstract

In building structures, the accepted dead load is the load of the elements in the building, including reinforced concrete, rebated concrete, specs, ceramics, tiles, ceilings, MEP, walls and others. The wall load depends on what material is used on the wall. Bricks with half masonry provide a load of 250 kg/m2 (PPIUG, 1983). A pair of hollow brick walls weighs 120 kg/m2 (PPIUG, 1983) for HB 10. Light brick is concrete where air bubbles are caused by chemical reactions, AAC (Autoclaved Aerated Concrete) mixture generally consists of quartz sand, cement, lime, a little gypsum, water, and aluminum paste as a developer. Has a weight of 60 kg/m2 for the type with a thickness of 10 cm. Research is needed to compare the calculation results and structural costs of sloofs, beams, columns, ring beams and foundations in structures that use brick walls, concrete blocks and lightweight bricks. In this research, three structural models were created, namely those using brick walls, concrete blocks and lightweight bricks. Analysis was assisted using the SAP2000 Version 14.2.2 computer program. which refers to SNI-1726-2012 and SNI-2847-2013. In this research, a three-story school building located in Benoa, South Kuta Badung was studied. The results of the analysis resulted in a comparison of material requirements for the structural model with brick walls: In the overall structure, it was found that the concrete requirement in the model with brick walls was 15.71% smaller, while in the model with lightweight bricks it was 16.50% smaller. And the iron requirement for the model with bricks is 5.85% smaller, while for the model with lightweight bricks it is 6.69% smaller. The comparison of structural costs to the structural model with brick walls was found to be 8.67% smaller for the model with brick walls, and 9.26% smaller for the model with lightweight brick walls.
Influence Substitution of Tabas Stone Waste which Coated Polyester Resin to Concrete Compressive Strength Astariani, Ni Kadek; Eka Partama, I Gusti Ngurah; Dwi, I Gusti Ayu R Cahri Setia
ASTONJADRO Vol. 12 No. 3 (2023): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v12i3.9065

Abstract

The need for the use of concrete raw materials is increasing in line with the increase in the use of concrete in construction. The availability of concrete raw materials is dominated by the exploitation of natural resources, namely components of cement, sand and crushed stone or gravel. If the availability of this material is exploited in excess, it will have an impact on environmental damage. On the other hand, many stone crafts for decoration and building ornaments in Bali also utilize tabas stone which is also exploited from nature, where the processed rock leaves a lot of waste that is disposed of without any wise processing actions. Tabas stone waste management is expected to maximize the utilization of natural resources and also reduce environmental pollution caused by the disposal of tabas stone waste that is not managed properly. This research is expected to provide an alternative to maximize the use of tabas waste as a partial substitution of crushed stone or gravel as coarse aggregate in concrete mixtures. The porous structure of tabas stone and the high level of water absorption in the concrete mix can reduce the compressive strength of the concrete. Steps to reduce water absorption in tabas stone are carried out by maximally closing the pores using a polyester resin coating. The study was carried out by making normal concrete mixture objects according to SNI 03-2834-2000. The percentage of substitution of crushed stone with waste stone that is coated with polyester resin is 0%, 25%, 50%, 75%, 100% of the required weight of coarse aggregate. The compressive strength of the concrete will be tested at the age of 7 and 28 days using a cylindrical specimen measuring 150x300mm. Test results in the laboratory showed that the coating of tabas stone using polyester resin was able to reduce the level of water absorption from 9.96% to 3.24% or 67.5% compared to tabas stone that was not coated with polyester resin. The optimum compressive strength of coarse aggregate substitution using tabas was obtained at variations of 50% crushed stone 50% tabas stone at the age of 7 days and 28 days, respectively, reaching 15.06 MPa and 21.55 MPa.
Optimizing Project Implementation Time and Cost Using the Least Cost Method Astariani, Ni Kadek; Pagehgiri, Juniada; Pratama, Naris
ASTONJADRO Vol. 14 No. 3 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i3.18758

Abstract

The background of this study is project delays. In the implementation of a project, projects are often found to be delayed or the implementation of the project is not in accordance with the predetermined schedule. Optimize the time and cost of implementing a late project using the least cost analysis method. The Least Cost Analysis method is a method for accelerating work to obtain optimal project duration in a project by carrying out work activities simultaneously in the implementation of the project which can help complete a project efficiently and effectively. The SP. Buruan - Senganan - Pacung Provincial Road Construction Project is used as a case study which experienced a 10,61% delay in work progress in the 28th week. The application of the Least Cost Analysis method is only on work activities that are on the critical path in order to restore the project completion schedule to be completed according to schedule to avoid progress delays. The results of the application of the Least Cost Analysis method optimize the time and cost of completing the project on time, namely the time efficiency of 10,61% from the late time. In terms of cost, a cost efficiency of Rp. 328.135.246,76 or 2,52% is obtained.
ANALISIS STRUKTUR BAJA BERDASARKAN SNI 1726-2002 DAN SNI 1726-2012 PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PENELITIAN PERIKANAN TUNA DENPASAR – BALI Nurjaya, Made Satriya; Sudika, I Gusti Made; Astariani, Ni Kadek
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 1 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki intensitas tinggi terhadap kejadian gempa bumi. Indonesia memiliki peraturan yang mengatur tentang tata cara perencanaan ketahanan terhadap gempa, yaitu SNI 1726-2002. Namun setelah 10 tahun, tata cara ini dirubah dengan peraturan baru yang termuat dalam SNI 1726-2012. Gedung Kantor Penelitian Perikanan Tuna yang terletak di kota Denpasar merupakan struktur gedung yang direncanakan sebagai struktur baja pada kondisi tanah lunak. Tugas Akhir ini bertujuan untuk melakukan perbandingan antara kedua tata cara tersebut ditinjau dari perubahan gaya geser dasar seismik serta perubahan besarnya gaya dalam pada elemen struktur. Pada Tugas Akhir ini penulis menggunakan program ETABS 2013 versi 13.1.1 dalam melakukan anlisis. Hasil analisis dinamik, gaya geser dasar arah-X SNI 1726-2002 lebih besar 40,23% daripada gaya geser dasar arah-X SNI 1726-2012. Gaya geser dasar arah-Y SNI 1726-2002 lebih besar 37,99% daripada SNI 1726-2012. Hasil komparasi nilai simpangan antar lantai arah-X dan arah-Y SNI 1726-2002 lebih besar rata-rata 51,71% daripada SNI 1726-2012. Analisis momen dan gaya geser maksimum SNI 1726-2002 lebih besar dibandingkan SNI 1726-2012. Sebanyak 69,17% memiliki nilai momen maksimun lebih besar dan sebanyak 75,19% memiliki nilai gaya geser maksimum lebih besar. Sedangkan sebanyak 30,83% memiliki nilai momen maksimum yang sama dan sebanyak 24,81% memiliki nilai gaya geser maksimum yang sama. Pada penelitian ini struktur baja dibangun dengan Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) pada kondisi tanah lunak dan wilayah gempa 5 berdasarkan SNI 1726-2002, masih aman dan memenuhi syarat jika di analisis ulang berdasarkan SNI 1726-2012.
SOSIALISASI DAN EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH MENJADI ECOBRICK DI LOKASI PKM MAHASISWA KULIAH APLIKATIF TERPADU (KAT) Ni Kadek Astariani; I Gusti Ngurah Eka Partama; Kadek Intan Rusmayanthi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 12: Mei 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i12.10206

Abstract

Sampah plastik telah menjadi salah satu masalah lingkungan yang sangat penting untuk diatasi, terutama di tempat-tempat dengan tingkat produksi sampah tinggi tetapi pengelolaan sampah yang kurang tepat. Ecobrick dapat dijadikan suatu inovasi dalam pengelolaan sampah, yang dapat menghasilkan bahan daur ulang yang lebih bermanfaat, seperti kursi, meja, dinding dan lain lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi masalah sampah plastik dan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya mengelola sampah plastik dengan cara yang benar dan tepat. Penelitian ini dilakukan di lokasi PKM (Pengbdian Kepada Masyarakat) Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, yang melibatkan evaluasi, persiapan dan pelaksanaan, penyuluhan dan diskusi, dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan lebih dari dua kali lipat dalam hasil yang diukur, yang menunjukkan bahwa hasilnya menunjukkan bahwa upaya tersebut dilakukan dengan baik
Pemberdayaan Dan Peningkatan Mutu Kesehatan Lansia Di Panti Sosial Tresna Wreda Wana Seraya Kota Denpasar Ni Luh Putu Ening Permini; Ni Kadek Astariani; I Wayan Sumarkandia 
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 1 No. 6 (2023): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v1i6.89

Abstract

Indonesia is included in the aging society, which is the category of a country that has an elderly population above 7%. Along with the increasing life expectancy of the population in Indonesia, the Province of Bali is included in the fourth category of society with an old structure. This proves that with such a large number of elderly, there should be a contribution of more effective elderly services, because the higher the problem of the elderly can be helped and handled, the better the elderly will be and will extend their life expectancy. To answer the problems of the elderly, several activities were carried out including: health checks for the elderly and other activities that support the improvement of the health quality of the elderly. Furthermore, providing training and guidance to the elderly to be able to do fitness exercises to stay healthy physically and psychologically, as well as socializing PHBS for the elderly. Therefore, this activity needs to work with partners so that it can be useful for the elderly at the Tresna Wreda Wana Seraya Social Institution, Denpasar.