Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Strategi Terpadu: Mengurangi Banjir Melalui Sumur Resapan dan Sistem Informasi Geografis : (Studi Kasus: Perumahan BCA Land Tahap 1 Blok C) Pamungkas, Tri Hayatining; Dana, I Ketut Merta Kusuma; Soriarta, I Ketut; Kariyana, I Made; Astariani, Ni Kadek
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.2180

Abstract

One of the residential areas is located in Banjar Koripan Kaja, Abian Tuwung Village, Kediri District, Tabanan Regency, namely BCA Land Housing Phase 1 Block C. During the high-intensity rainy season, this area often experiences floods. To overcome this, handling efforts can be carried out with the aim of increasing water infiltration into the ground through the creation of infiltration wells. The infiltration well analysis method is planned following SNI-03-2453-2002 and the Geographic Information System (GIS). The analysis of infiltration wells in BCA Land Housing Phase 1 Block C showed the ability to reduce flood discharge for the 5 years by 0.61% and reduce runoff volume by 0.59%. Infiltration wells in the surrounding area were able to reduce flood discharge for the 5 years by 78.56% and reduce runoff volume by 75.67%. The following GIS analysis showed the efficiency of reducing flood discharge in BCA Land Housing Phase 1 Block C by 0.65% and reducing flood volume by 0.63%. Based on the land area around the housing, it can be seen that the efficiency of reducing flood discharge by 81.22% and the efficiency of reducing flood volume by 78.23%. The results showed that the application of infiltration wells in BCA Land Housing Phase 1 Block C was not effective in reducing flood volume and discharge and contributed to preserving the surrounding environment. However, it can be categorized as effective if infiltration wells can be applied to the surrounding area (Penet Sub Watershed) Abstrak Salah satu kawasan perumahan terletak di Banjar Koripan Kaja, Desa Abian Tuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, yakni Perumahan BCA Land Tahap 1 Blok C. Saat musim hujan denganintensitas tinggi, kawasan ini sering mengalami banjir. Untuk mengatasi hal ini, upaya penanganan dapat dilakukan dengan tujuan dapat meningkatkan resapan air ke dalam tanah melalui pembuatansumur resapan. Metode analisis sumur resapan direncanakan sesuai dengan SNI-03-2453-2002 danSistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis sumur resapan di Perumahan BCA Land Tahap 1Blok C menunjukkan kemampuan mereduksi debit banjir periode ulang 5 tahun sebesar 0,61% dan mengurangi volume limpasan sebesar 0,59%. Sumur resapan di daerah sekitar mampu mengurangidebit banjir periode ulang 5 tahun sebesar 78,56% dan mengurangi volume limpasan sebesar 75,67%. Analisis berikutnya dengan menggunakan SIG menunjukkan efisiensi penurunan debit banjir pada Perumahan BCA Land Tahap 1 Blok C sebesar 0,65% dan efisiensi penurunan volume banjir sebesar 0,63%. Berdasarkan luas lahan sekitar perumahan tersebut, terlihat efisiensi penurunan debit banjir sebesar 81,22% dan efisiensi penurunan volume banjir sebesar 78,23%. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penerapan sumur resapan pada Perumahan BCA Land Tahap 1 Blok C tidak efektif dalammereduksi volume dan debit banjir serta memberikan kontribusi dalam melestarikan lingkungansekitar. Namun, dapat dikategorikan efektif jika sumur resapan dapat diterapkan pada daerahsekitar (Sub DAS Penet).
Evaluasi Mutu Beton Proyek Pembangunan Gedung di Desa Pesagi Kabupaten Tabanan-Bali I Gusti Ngurah, Eka Partama; Astariani, Ni Kadek; Sudika, I Gusti Made; Silvi, Ni Putu
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.5175

Abstract

Pekerjaan beton struktural pada Mayakhosa Pesagi Project dalam Pembangunan Gedung Soul Centre Healing & Retreat dikerjakan oleh PT. Karya Laksana Gemilang berdasarkan job mix design yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Bali dengan mutu beton rencana K-225 (f’c=18,68MPa). Analisis diperlukan untuk mendapatkan informasi mutu beton yang dikerjakan berdasarkan spesimen yang telah disiapkan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi mutu beton yang dikerjakan berdasarkan SNI 2847:2019 pasal 26.12.3. Evaluasi mutu beton dilakukan berdasarkan 16 spesimen silinder 150x300mm yang disiapkan saat pengecoran, 8 spesimen pada Pelat Timur dan 8 lainnya dari Pelat Barat. Analisis penerimaan mutu beton yang dikerjakan mengacu pada 2 ketentuan dalam standar tersebut. Syarat pertama: mutu beton dapat diterima jika rerata kuat tekan 3 spesimen berurutan tidak boleh kurang dari f’c dan syarat kedua: untuk mutu beton sampai f’c=35MPa setiap spesimen tidak boleh memiliki kuat tekan lebih rendah (f’c-3,5)MPa. Hasil evaluasi menyimpulkan mutu beton hasil pengecoran Pelat Barat memenuhi K-225 sedangkan Pelat Timur tidak memenuhi, yang ditunjukkan oleh 2 spesimen tidak memenuhi kuat tekan yang disyaratkan. Tiga parameter penting untuk mencapai mutu beton yang disyaratkan yaitu: material yang sesuai rancangan, pelaksanaan yang benar dan sumberdaya manusia yang memadai.