Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementasi Program BPJS Kesehatan pada Pelayanan Kesehatan Penyakit Tidak Menular di Indonesia: Systematic Review antindi, Meita; Sanjaya, Michael Benedict; Netar, Brigita Marza Naveli; Giyantolin, Giyantolin
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v5i2.481

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) hingga saat ini masih menjadi tantangan utama dalam sistem kesehatan Indonesia karena tingginya angka kejadian, kebutuhan pengobatan jangka panjang, serta dampaknya terhadap pembiayaan kesehatan nasional. Pemerintah melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan berupaya menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk dalam penanganan PTM di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Namun demikian, implementasi program BPJS Kesehatan dalam mendukung pelayanan PTM masih menghadapi sejumlah kendala di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis implementasi program BPJS Kesehatan dalam menunjang pelayanan penyakit tidak menular di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic review dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect dengan rentang publikasi lima tahun terakhir (2021–2025). Artikel yang dipilih diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil telaah menunjukkan bahwa program BPJS Kesehatan berkontribusi dalam meningkatkan akses dan kontinuitas pelayanan pengobatan bagi pasien PTM. Meskipun demikian, masih ditemukan berbagai tantangan, antara lain keterbatasan fasilitas kesehatan mitra, ketimpangan pembiayaan rujukan, serta belum optimalnya pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan memiliki peran penting dalam memperkuat pelayanan PTM di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan, serta optimalisasi upaya promotif dan preventif guna mendukung pelayanan PTM yang berkelanjutan.
PENERAPAN PLATFORM EDUKASI DIGITAL WINGKOSMART SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI PROGRAM WINGKO DI KOTA SEMARANG Murenda Mayadilanuari, Aerrosa; Nurvita, Silvia; Narulita, Siska; Giyantolin; Dody Indra Sumantiawan; Dhieo Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1778

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kasus yang cukup tinggi di Kota Semarang. Salah satu upaya inovatif untuk pengendalian vector penyakit DBD adalah penerapan teknologi Wolbachia melalui Program WINGKO (Wolbachia Ing Kota). Namun, tingkat pemahaman masyarakat terhadap program ini masih beragam, sehingga diperlukan strategi edukasi yang lebih efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus memperkenalkan WINGKOSmart, sebagai platform digital yang dikembangkan sebagai edukasi tentang teknologi Wolbachia. Sosialisasi dilaksanakan pada 4 September 2025 di Aula Kelurahan Muktiharjo Kidul, dengan peserta sebanyak 70 orang yang terdiri atas ibu-ibu PKK, dosen dan mahasiswa, perwakilan Puskesmas Tlogosari Kulon, serta Dinas Kesehatan Kota Semarang. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif mengenai Program WINGKO, demonstrasi langsung penggunaan platform WINGKOSmart, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai Program WINGKO serta respon positif masyarakat terhadap penggunaan WINGKOSmart. Platform ini dinilai membantu menjawab keraguan masyarakat, memberikan akses informasi yang mudah dan akurat, serta berpotensi mendukung komunikasi publik yang lebih luas. Dengan demikian, WINGKOSmart dapat menjadi media inovatif dalam mendukung keberhasilan implementasi Program WINGKO dan pengendalian DBD berbasis partisipasi masyarakat di Kota Semarang
Implementasi Program BPJS Kesehatan pada Pelayanan Kesehatan Penyakit Tidak Menular di Indonesia: Systematic Review Meita antindi; Michael Benedict Sanjaya; Brigita Marza Naveli Netar; Giyantolin Giyantolin
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v5i2.481

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) hingga saat ini masih menjadi tantangan utama dalam sistem kesehatan Indonesia karena tingginya angka kejadian, kebutuhan pengobatan jangka panjang, serta dampaknya terhadap pembiayaan kesehatan nasional. Pemerintah melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan berupaya menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk dalam penanganan PTM di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Namun demikian, implementasi program BPJS Kesehatan dalam mendukung pelayanan PTM masih menghadapi sejumlah kendala di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis implementasi program BPJS Kesehatan dalam menunjang pelayanan penyakit tidak menular di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic review dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect dengan rentang publikasi lima tahun terakhir (2021–2025). Artikel yang dipilih diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil telaah menunjukkan bahwa program BPJS Kesehatan berkontribusi dalam meningkatkan akses dan kontinuitas pelayanan pengobatan bagi pasien PTM. Meskipun demikian, masih ditemukan berbagai tantangan, antara lain keterbatasan fasilitas kesehatan mitra, ketimpangan pembiayaan rujukan, serta belum optimalnya pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan memiliki peran penting dalam memperkuat pelayanan PTM di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan, serta optimalisasi upaya promotif dan preventif guna mendukung pelayanan PTM yang berkelanjutan.
Implementasi Materi Pendekatan One Health Melalui Pembelajaran Biologi di Lingkungan Sekolah Menengah Atas Giyantolin, Giyantolin; Subiakto, Yuli; Nalut, Felisiana; Lattu, Joma Chyntia; Patmawati, Patmawati; Panengah, Novy Sandhyana; Sinaga, Poltak Fajar Kasih Amman Donna
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37639

Abstract

Abstract:  Student education to date is not only related to theory, but requires an implication in the real world. One of the subjects that is closely related to the surrounding environment is biology. Biology is also closely related to health, but the problem is that students only learn about theory. Therefore, it is necessary to implement the One Health approach in biology education at senior high schools (SMA). This initiative aims to enhance students’ understanding of the interconnections between human, animal, and environmental health. This program was implemented at SMA Negeri 1 Kembang in Jepara, where health education remains limited. The implementation methods used included identification and planning, integration of biology content with the One Health framework, applied learning activities, as well as mentoring and evaluation. The evaluation results showed a significant increase in students' understanding of health, with the average pre-test score increasing from 49.80 to 79.70 in the post-test. The program not only increased students' awareness of global health issues, but also encouraged collaboration with teachers and the development of practical skills. Hopefully, through this approach, the younger generation can be more aware of the importance of health and be able to apply the knowledge gained in their daily lives.Abstrak: Pendidikan Siswa saat ini tidak hanya berkaitan dengan teori, namun dituntut adanya suatu implikasinya didunia nyata. Salah satu mata pelajaran yang berkaitan erat dengan lingkungan sekitar adalah biologi. Ilmu biologi juga sangat berkaitan dengan kesehatan, namun yang menjadi masalah adalah siswa hanya belajar yang berkaitan dengan teori saja. Oleh karena itu diperlukan implementasi pendekatan One Health dalam pembelajaran biologi di Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Program ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kembang, Jepara, yang masih minim pendidikan kesehatan. Metode pelaksanaan yang digunakan mencakup identifikasi dan perencanaan, integrasi materi biologi dengan One Health, kegiatan pembelajaran aplikatif, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang kesehatan, dengan rata-rata nilai pre-test meningkat dari 49,80 menjadi 79,70 pada post-test. Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa tentang isu kesehatan global, tetapi juga mendorong kolaborasi dengan guru dan pengembangan keterampilan praktis. Diharapkan, melalui pendekatan ini, generasi muda dapat lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Strengthening Community Awareness of Communicable and Non-Communicable Diseases through Education for Sustainable Development to Promote Healthy and Independent Villages Giyantolin; Sumantiawan, Dody Indra; Mayadilanuari, Aerrosa Murenda; Nurvita, Silvia
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i2.19502

Abstract

This community service activity aims to increase public knowledge and awareness of infectious and non-infectious diseases as part of efforts to establish an ESD-based Healthy Independent Village in Muktiharjo Kidul Village, Semarang City. The methods employed included health education and awareness campaigns through interactive outreach sessions conducted in collaboration with the Semarang City Health Department, case discussions, post-activity questionnaires, and the distribution of educational pamphlets containing information on disease types, risk factors, and preventive measures for both infectious and non-infectious diseases. The activity was evaluated using quantitative and qualitative descriptive analysis techniques. The results indicated strong support from the village government regarding program sustainability, as well as high levels of community enthusiasm toward the activities. Initial assessments showed that the knowledge levels of health cadres varied considerably, with notable gaps in several topics, particularly scabies (14.89%) and leptospirosis. Following the educational intervention, the community demonstrated positive responses, active participation, and increased awareness of the importance of behavior- and environment-based disease prevention. In addition, the activity produced educational pamphlets that were used as tools for disseminating information at the family and community levels. The ESD approach also encouraged the active involvement of health cadres as agents of change in supporting the sustainability of community-based health programs.