Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI MENGHINDARI PENIPUAN DIGITAL Meredita Susanty; Erwin Setiawan
Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2646.154 KB) | DOI: 10.25105/akal.v3i1.12464

Abstract

Kemunculan internet menyebabkan banyaknya perubahan di berbagai lini kehidupan. Penggunaan internet di Indonesia mencakup berbagai aspek, ekonomi, edukasi, layanan publik, hiburan, dan sosial politik. Di dalam bidang ekonomi sebesar 32.19% digunakan untuk melakukan pembelian daring. Sayangnya perkembangan ini tidak diimbangi dengan literasi digital yang mencukupi khususnya kesadaran mengenai kejahatan siber. Hal ini menimbulkan permasalahan di masyarakat yakni meningkatnya penipuan digital yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat. Melalui program pengabdian masyarakat, Universitas Pertamina menjawab tantangan ini dengan mengadakan sosialisasi menghindari penipuan digital untuk memupuk kesadaran masyarakat terhadap kejahatan digital sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadi agen untuk menyebarkan materi sosialisasi ke lingkup masyarakat yang lebih luas. Ibu-ibu PKK yang menjadi peserta diperkenalkan dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi informasi, cara mengidentifikasi potensi penipuan di dunia maya dan cara melaporkan penipuan digital kepada pihak berwajib.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN RUMAH NEGARA DALAM RANGKA PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA Rizka Hutami; Meredita Susanty
JURNAL TEKNOLOGIA Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Teknologia
Publisher : Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara (APERTI BUMN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada dalam fase pemulihan akibat perlambatan ekonomi yang terjadi di masa pandemi Covid-19 menyebabkan posisi utang pemerintah pusat secara nominal mengalami peningkatan. Selain perlambatan ekonomi yang mengakibatkan penambahan beban pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang diestimasi akan membutuhkan dana APBN sebesar Rp1.208 triliun juga memberikan pekerjaan rumah bagi Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara selaku pengelola BMN. Hal ini disebabkan rencana pemindahan IKN akan menyebabkan berbagai BMN di ibu kota negara lama, Provinsi DKI Jakarta, menjadi idle akibat mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri ke ibu kota negara baru. Salah satu BMN yang berlokasi di Provinsi DKI Jakarta yang berjumlah cukup banyak adalah rumah negara. Mengacu pada data Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) terdapat 8652 unit rumah negara status ditemukan yang berlokasi di Provinsi DKI Jakarta dengan total nilai wajar sebesar Rp3.411.510.551.000,00. Kajian ini mendiskusikan lebih lanjut mengenai mitigasi risiko potensi masalah tata kelola BMN berupa rumah negara yang yang berlokasi di ibu kota negara lama, Provinsi DKI Jakarta, dengan skema pemanfaatan yang mungkin timbul untuk menghasilkan pemanfaatan serta PBNP yang optimal.
ANALISIS PERBANDINGAN LIGHT EMITTING DIODE (LED) DAN FLUORESCENT PADA GEDUNG GRIYA LEGITA UNIVERSITAS PERTAMINA Sabila Hadinnisa; Muhammad Redho Darmawan; Cleoputra Goldi Abdichianto; Adikara Perkasa B.Tjaru; Arie Ardiansyah Siswanto; Meredita Susanty Susanty
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 12, No 2 (2021): JURNAL SIMETRIS VOLUME 12 NO 2 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v12i2.4689

Abstract

Perkembangan bidang industri pencahayaan menjadi salah satu hal yang banyak mendapat perhatian oleh para peneliti dan investor khususnya dalam usaha penghematan energi, usia pemakaian, dan kelestarian lingkungan. Salah satu penemuan baru dibidang industri pencahayaan adalah teknologi Light Emitting Diode (LED). Teknologi LED mempunyai keunggulan dalam penghematan energi. Lampu LED memiliki watt yang jauh lebih kecil dengan tingkat penerangan yang lebih tinggi dibandingkan lampu fluorescent dengan besar watt yang sama sehingga teknologi LED mulai menggeser teknologi Fluorescent sebagai teknologi yang digunakan oleh sebagian besar komoditas sebelum munculnya LED. Hanya saja harga lampu LED lebih mahal sehingga membentuk pemikiran beberapa orang bahwa penggunaan LED belum tentu lebih hemat dari segi dana. Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan pengeluaran dari penggunaan lampu LED dan fluorescent dan mencari tahu penggunaan teknologi pencahayaan yang lebih efisien untuk Gedung Griya Legita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka waktu yang lama, penggunaan lampu LED lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan lampu fluorescent.
Studi Komparasi Maintainability Antara Aplikasi yang Dikembangkan dengan Framework Flutter dan React Native Muhammad Deta Aditya; Meredita Susanty
Jurnal Informatika Vol 9, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/inf.v9i2.12885

Abstract

Setiap tahunnya, jumlah pengguna aplikasi seluler terus bertambah. Hal ini menyebabkan pengembang aplikasi seluler dituntut untuk mengembangkan produknya dengan cepat. Framework antarmuka pengguna lintas platform Flutter dan React Native menjadi sangat populer karena kemampuannya untuk dikompilasi ke berbagai jenis sistem operasi perangkat seluler. Namun, di antara kedua framework tersebut, belum diketahui manakah yang memiliki maintainability yang lebih baik. Tahap perawatan perangkat lunak merupakan tahap yang memakan paling banyak waktu, tenaga, dan usaha. Sehingga, penting untuk mengetahui framework mana yang basis kodenya lebih mudah dirawat. Pada penelitian ini, aplikasi media komunikasi untuk taman kanak-kanak dengan kompleksitas use-case yang beragam digunakan sebagai bahan untuk membandingkan maintainability Flutter dan React Native. Basis kode yang dikembangkan masing-masing diukur menggunakan A Code Quality Metrics Model for React-Based Web Applications. Hasil penelitian menunjukkan bahwa basis kode yang ditulis menggunakan Flutter memiliki maintainability lebih tinggi dibandingkan React Native. Faktor yang mempengaruhinya adalah bahasa pemrograman yang digunakannya, yaitu Dart untuk Flutter dan JavaScript untuk React Native, serta cara penulisan komponen yang berbeda antara Flutter dan React Native Mobile phone users are increasing every year. This demands mobile application developers to speed up their development time. Flutter and React Native, which are cross-platform user interface framework, become more popular due to their ability to compile to any mobile operating system. But, it is not yet known which of the two frameworks have the better maintainability. Maintenance is a step in software development process that consumes most of the development effort. So, it is important to know which framework produces the more maintainable code base. In this research, a communication media application for kindergarten with diverse use case complexity is used for comparing maintainability between Flutter and React Native. Each code base are measured using A Code Quality Metrics Model for React-Based Web Applications. The result is code base that are developed using Flutter has more maintainability than React Native. The influencing factors are programming languages used, which are Dart for Flutter and JavaScript for React, as well as how components in each frameworks are written.
Sistem Pendukung Keputusan Pengamatan Keselamatan Kerja Digital Megandi Megandi; Meredita Susanty
Jurnal Informatika Vol 10, No 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/inf.v10i1.12778

Abstract

Piramida Kecelakaan Kerja atau dikenal juga dengan Heinrich's triangle atau Bird's triangle menyatakan bahwa kecelakaan kerja datal ditimbulkan karena beberapa kejadian-kejadian kecelakaan lain yang lebih ringan yang terjadi sebelumnya. Teori Piramida keselamatan kerja ini memungkinkan individu untuk mempersempit akar penyebab dan menghilangkan atau mengendalikan bahaya atau penyebabnya. Perusahaan-perusahaan yang kegiatan usahanya memiliki risiko kerja tinggi mengadopsi teori piramida keselamatan kerja ini untuk mengendalikan dan mengeliminasi bahaya dan atau penyebab bahaya yang salah satunya diimplementasikan menggunakan pelaporan pengamatan keselamatan. Dalam hal ini, yang diamati adalah kondisi dan tindakan tidak aman dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Dalam implementasinya kebanyakan perusahaan melakukan hal ini secara manual dimana setiap pekerja wajib mengisi formulir pengamatan keselamatan setiap bulannya. Data pengamatan ini kemudian direkap setiap bulannya untuk ditindak lanjuti dan dilaporkan kepada pihak manajemen. Praktik pelaporan yang dilakukan secara  manual ini dapat dibuat menjadi lebih efisien menggunakan bantuan teknologi. Dengan memindahkan pencatatan dari formulir fisik menjadi halaman web atau aplikasi mobile, data pengamatan keselamatan dapat langsung tersimpan pada sistem secara real time. Rekapitulasi dan laporan juga dapat langsung dihasilkan oleh aplikasi sesuai dengan proses yang berjalan saat ini. Dengan melakukan digitalisasi proses ini, perusahaan diharapkan dapat melakukan efisiensi biaya yang selama ini digunakan untuk mencetak formulir pengamatan dan laporan bulanan juga efisiensi waktu yang selama ini digunakan oleh staf untuk merekap data pengamatan dan menyusun laporan bulanan. Waktu yang selama ini digunakan untuk melakukan pekerjaan operasional dapat digunakan untuk mengerjakan pekerjaan lain yang lebih strategis. The Accident Pyramid, also known as Heinrich's triangle or Bird's triangle, states that several previous, lighter accidents lead to a fatal accident. This work safety pyramid theory allows individuals to narrow down the root causes and eliminate or control the hazard or cause. The companies with high-risk main business activities adopt this theory to control and eliminate hazards and/or causes of hazards. One of the methods is using safety observation reporting, observing unsafe conditions and actions in daily work. Some companies require each worker to observe several unsafe acts or conditions and then report them by filling out a safety observation form every month. This observational data is then categorized and recapitulated every month. Some reports need a follow-up action to eliminate the risk. All observations and their follow-up action are then reported to the management. This manual reporting procedure can be made more efficient with the help of technology. By transferring the recording process from physical forms to web pages or mobile applications, safety observation data can be stored directly on the system in real-time. The application can automatically generate recapitulation and reports based on the existing business process. Hence, the company gain cost and time efficiencies. It removes printing costs for observation forms and monthly reports. It also saves a reasonable time from recapping observation data and compiling monthly reports.
Avoiding Machine Learning Becoming Pseudoscience in Biomedical Research Meredita Susanty; Ira Puspasari; Nilam Fitriah; Dimitri Mahayana; Tati Erawati Latifah Rajab; Hasballah Zakaria; Agung Wahyu Setiawan; Rukman Hertadi
Jurnal Informatika Vol 10, No 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/inf.v10i1.12787

Abstract

The use of machine learning harbours the promise of more accurate, unbiased future predictions than human beings on their own can ever be capable of. However, because existing data sets are always utilized, these calculations are extrapolations of the past and serve to reproduce prejudices embedded in the data. In turn, machine learning prediction result raises ethical and moral dilemmas. As mirrors of society, algorithms show the status quo, reinforce errors, and are subject to targeted influences – for good and the bad. This phenomenon makes machine learning viewed as pseudoscience. Besides the limitations, injustices, and oracle-like nature of these technologies, there are also questions about the nature of the opportunities and possibilities they offer. This article aims to discuss whether machine learning in biomedical research falls into pseudoscience based on Popper and Kuhn's perspective and four theories of truth using three study cases. The discussion result explains several conditions that must be fulfilled so that machine learning in biomedical does not fall into pseudoscience
Lampu Tenaga Surya untuk Masyarakat Sulit Listrik Meredita Susanty
Terang Vol 5 No 2 (2023): TERANG : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/terang.v5i2.1866

Abstract

Penerangan yang memungkinkan masyarakat melakukan berbagai aktivitas di malam hari. Penerangan yang memadai memungkinkan anak-anak memiliki jam belajar yang di lebih banyak waktu. Sayangnya, masih banyak rumah tangga di Indonesia yang belum memiliki akses listrik. Salah satunya di kampung Lirung Ubin, Kecamatan Long Pahiang, Kabupaten Mahakam Ulu. Penggunaan genset sebagai sumber listrik mengakibatkan pengeluaran rumah tangga masyarakat setempat. Selain biaya untuk bahan bakar, masyarakat juga mengeluarkan biaya untuk pemeliharaan mesin. Untuk mengatasi permasalahan ini, civitas Universitas Pertamina membuat lampu menggunakan sumber energi tenaga surya. Dengan penggunakan energi baru terbarukan, solusi ini menghemat konsumsi rumah tangga masyarakat, ramah lingkungan. Ketersediaan penerangan hingga dua belas jam dalam keadaan baterai penuh memungkinkan anak-anak belajar di malam hari. Penerangan jalan juga membantu masyarakat untuk dapat tetap berkegiatan di malam hari. Dengan penghematan pengeluaran bulanan tiap kepala keluarga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Identifikasi Batuan Berdasarkan Data Well Log Menggunakan K-Means Clustering Meredita Susanty; Prinsislamsheeny Brilliantdianty Ebelaristra; Ahmad Fauzan Rahman; Ade Irawan; Ikri Madrinovella; Weny Astuti
Jurnal Migasian Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v4i1.96

Abstract

One of the stages in oil and gas exploration is a Petrophysical analysis, which aims to determine the structure of rock layers below the earth's surface. The petrophysical analysis uses physical properties in a well-log to determine the rock type below the surface. Nowadays, the software for conducting petrophysical analysis has utilized a machine-learning approach to predict rock types. Most of the software uses the supervised learning method to classify rock types. This research uses a different approach, unsupervised learning, to group rock types based on various features in a well-log. Using a publicly available well-log in Stafford, United States, and the k-means clustering algorithm, this study groups the data into 3 clusters. The result is compared with manual analysis interpretation and shows an alignment between them. From the result, it shows that the unsupervised learning method effectively predicts limestone, shale, and evaporites in the well. It classifies the dataset into useful clusters, generates useful lithologies, provides useful rock characterization, and less time-consuming.
Pore Pressure Prediction Using Artificial Neural Network Based On Logging Data RAKA SUDIRA WARDANA; Meredita Susanty; Hapsoro B.W
Jurnal Migasian Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v4i1.97

Abstract

Pore pressure is a critical parameter in designing drilling operations. Inaccurate pore pressure data can cause problems, even incidents in drilling operations. Pore pressure data can be obtained from direct measurement methods or estimated using indirect measurement methods such as empirical models. In the oil and gas industry, most of the time, direct measurement is only taken in certain depth due to relatively high costs. Hence, empirical models are commonly used to fill in the gap. However, most of the empirical models highly depend on specific basins or types of formation. Furthermore, to predict pore pressure using empirical models accurately requires a good understanding in determining Normal Compaction Trendline. This proposed approach aims to find a more straightforward yet accurate method to predict pore pressure. Using Artificial Neural Network Model as an alternative method for pore pressure prediction based on logging data such as gamma-ray, density, and sonic log, the result shows a promising accuracy.
Aplikasi Berbasis Web Untuk Desain Hidrolika Pengeboran Meredita Susanty; Raka Sudira Wardana
Techno.Com Vol 22, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/tc.v22i3.8302

Abstract

Desain hidrolika merupakan salah satu parameter penting pada operasi pengeboran minyak, gas, dan energi panas bumi. Kesalahan dalam menentukan parameter hidrolika pengeboran akan menyebabkan permasalahan pengeboran seperti semburan liar, kehilangan sirkulasi dan juga pipa terjepit. Dalam proses mendesain parameter hidrolika pengeboran perlu memperhitungkan banyak parameter seperti tpe rheologi fluida pengeboran, tipe peralatan di permukaan, komponen pipa pengeboran, ukuran nozzle bit dan konfigurasi sumur pengeboran.Prosedur perhitungan iteratif yang panjang diperlukan untuk menentukan desain parameter hidrolika pengeboran. Oleh karena itu perangkat lunak sering digunakan. Sayangnya, mayoritas software saat ini masih berbasis desktop. Persyaratan untuk prosedur penginstalan, lisensi terbatas, dan ketidakmampuan untuk menjalankan fungsi tertentu pada PC tertentu semuanya dapat mempersulit penggunaan program berbasis desktop. Kondisi kerja saat ini mengharuskan pekerjaan dilakukan dari mana saja. Akibatnya, alat berbasis web yang dapat digunakan oleh praktisi dan akademisi untuk membangun sumur lintasan menggunakan perangkat apa pun dengan koneksi internet diperlukan. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengembangkan perangkat lunak berbasis web yang dapat digunakan oleh akademisi dan praktisi di industri minyak dan gas serta panas bumi untuk mendesain parameter hidrolika pengeboran.
Co-Authors Ade Irawan Ade Irawan Ade Irawan Adhytia Ihza Mahendra Adikara Perkasa B.Tjaru Aditya Dewata Putra Afriansyah Afriansyah Afriansyah Afriansyah Agung Muhammad Rizki Agung Wahyu Setiawan Ahmad Fauzan Rahman Ahmad Fauzan Rahman Akbar Barrinaya Akbar Nurcahyo Akhmal Rizkyanto Ari Pramuja Ari Pramuja Ariana Yunita Arie Ardiansyah Siswanto Aries Dwi Prasetiyo Ashari, Arya Aulia Rahma Annisa B.W, Hapsoro Birgitta Sekar Winda Bramantyo, Rakesh Cipta Aditya Rahman Cleoputra Goldi Abdichianto Darmawan, Muhammad Redho Dheny Dwi Prakoso Dheo Artha Dicky Rangga Buwono Dicky Rangga Buwono Dimitri Mahayana Dwiki Ambarwanto Putra Ebelaristra, Prinsislamsheeny Brilliantdianty Erwin Setiawan Erwin Setiawan Erwin Setiawan Erwin Setiawan, Erwin Fadillah, Riestiya Zain Fajar Faizin Fajar Faizin Farah Mardiana Farhan Akbar Febrian Mario Fermana, Randi Fernando Iskandar Fitri Karimah Florin Karmina Manalu Galang Amanda Dwi Pamungkas Hafiz, Abdullah Ahmad Hapsoro B.W Harya Dwi Nugraha Herminarto Nugroho Herminarto Nugroho Iffah Zahira Ikri Madrinovella Iktri Madrinovella Intan Oktafiani Ira Puspasari Jannoke, Ludovika Karimah, Fitri Laras Ijmania Kusuma Ludovika Jannoke Madrinovella, Ikri Mahendra, Adhytia Ihza Marrosandy Bagus Saputra Megandi Megandi Megandi, Megandi Megandi, Megandi Mochamad Daffa Sangaji Muh Muhsan Maulana Muh Nur Yasin Muh. Nur Yasin Muhamad Koyimatu Muhamad Koyimatu Muhammad Alviazra Muhammad Ariq Rafly Muhammad Deta Aditya Muhammad Dzaky Normansyah Muhammad Fauzi Arda Saputra Muhammad Herdian Syah Muhammad Qubaisy Andiyantama Muhammad Rais Ridho Muhammad Redho Darmawan Muhammad Rizky Widyayulianto Muhammad Tuni Subayu Muharik Muharik Muhasabah, Alzahid Nilam Fitriah Nugroho, Herminarto Nurul Afifah Oktaviani, Intan P. B. Ebelaristra Pangestu, Muhamad Benando Prinsislamsheeny Brilliantdianty Ebelaristra Prinsislamsheeny Brilliantdianty Ebelaristra Putra, Adam Marsono Putra, Adam Marsono Rahman, Ahmad Fauzan Rahmat Septian Wijanarko Rahmat Septian Wijanarko RAKA SUDIRA WARDANA Randi Fermana Refal Pradama Dahlan Revyra Phoebe Fransiska Ricky Suwandy Riestiya Zain Fadillah Rizka Hutami RUKMAN HERTADI Sabila Hadinnisa Sahrul Sukardi SAHRUL, SAHRUL Sahrul, Sahrul Satria Dewo Shelvy Intan Soraya Silvia Takarina Soraya, Shelvy Intan Soraya, Shelvy Intan Tasmi Tasmi Tasmi Tati Latifah Erawati Rajab Teguh Aryo Nugroho Tirta Rona Mayangsari Tiurmauli Rahel Ernita Vicky Sultan Ahmad Wahyu Kunto Wibowo Wardana, Raka Sudira Waskito Pranowo Weny Astuti Weny Astuti Weny Astuti Wijanarko, Rahmat Septian Yasa, Nugi Gahara Yasa, Nugi Gahara Zakaria, Hasballah