Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal: Nilai-nilai Sosiologi pada UMKM Kopi Siong Kete dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Adelia Dynda Putri Priambodo; Ira Elia; Andri Jaenul Fikri; Jepri Utomo; Mila Noviana
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4417

Abstract

Sumber belajar yang kontekstual merupakan elemen kunci dalam pembelajaran sosiologi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pemberdayaan komunitas melalui UMKM Kopi Siong Kete di Desa Kembang Kuning, Kabupaten Lombok Timur; (2) mengidentifikasi nilai-nilai sosiologi yang terkandung dalam pemberdayaan UMKM Kopi Siong Kete; dan (3) merumuskan rekomendasi pemanfaatan nilai-nilai sosiologi tersebut sebagai sumber belajar pada materi pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal di kelas XII SMA IT Cahaya Bangsa, Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pelaku UMKM aktif, terlibat langsung dalam kepariwisataan, memiliki pengalaman minimal 1 tahun, dan bersedia menjadi informan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan berlangsung secara bertahap mulai dari 2012 hingga 2017, melibatkan partisipasi aktif ibu rumah tangga sebagai produsen dan edukator kopi. Nilai-nilai sosiologi yang ditemukan meliputi kerja sama, partisipasi sosial, solidaritas sosial, kearifan lokal, perubahan sosial, pemberdayaan perempuan, keakraban, dan modal sosial. Nilai-nilai tersebut dapat direkomendasikan sebagai sumber belajar sosiologi kelas XII yang dikaitkan dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka.
KONTRUKSI STEREOTIP GENDER DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MARGINALISASI PENDIDIKAN PEREMPUAN DI DESA WISATA ADAT SADE Fiona Helga Milla; Indira Sabila Arsyad; Muh Aditya Bilal; Nurhalifah Nurhalifah; Mila Noviana
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v5i2.8447

Abstract

This study aims to explore how gender stereotypes toward women are reproduced within the social life of the Sade Traditional Tourism Village, Central Lombok, and to analyze their relationship with the level of formal educational attainment among girls in the community. Sade Village is a Sasak indigenous community that continues to preserve its traditional values, social norms, and customary regulations (awig-awig) as the foundation of everyday life. Despite the growth of tourism, these cultural practices continue to shape gender-based roles and expectations. This research employed a qualitative method using an empirical approach. Data were collected through direct observation, in-depth interviews with ten local informants, including traditional leaders, parents, women weavers, and community members, and supported by documentation as complementary data. The data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the low level of formal educational attainment among women is strongly influenced by cultural stereotypes that confine women to domestic responsibilities. The obligation for girls to master weaving (nyesek) from an early age is regarded as an indicator of social readiness for marriage, causing formal education to be viewed as a secondary priority. As a consequence, women experience limited access to education, the persistence of gender-based marginalization, and the reproduction of unequal gender roles within the social and economic structure of the local tourism community.